Pengagum Rahasia 2, Part 49

“Windy! Kamu serius suka sama kak Ihza?!”

Windy mengangguk mengakuinya.

“Tapi kenapa kamu suka sama dia Win?!” tanya Yupi kembali

“Karena menurut Windy kak Ihza itu orangnya jujur. Orangnya juga keliatan konyol gitu. Windy suka orang yang humoris kak,” Jelasnya

Yupi mengusap wajahnya sendiri, Ia menghembuskan nafas kasar.

“Kenapa! Kakak mau larang-larang Windy untuk suka sama kak Ihza?!” ucap Windy

“Bukan mau melarang, tapi kan…aduh…,” Yupi terlihat kebingungan menyikapi sikap adiknya Lanjutkan membaca “Pengagum Rahasia 2, Part 49”

Iklan

Pengagum Rahasia 2, Part 47

Rabu pukul 12.00 tengah hari.

Viny dan yang lainnya tengah berkumpul didepan ruang kelas X-5. Mereka baru saja selesai mengerjakan ujian dihari ketiga ini. Mereka kini sedang berbincang-bincang di luar kelas.

“Jadi kita kumpul dirumah Yupi jam 3 ya,” ucap Riskha

“Gimana? Yang lain setuju gak?” ucap Viny

“Eh…,” Shania celingak-celinguk melihat teman-teman disekelilingnya

“Selagi ada tumpangan, aku sih ikut aja,” ucap Lidya Lanjutkan membaca “Pengagum Rahasia 2, Part 47”

Pria Laut

17 tahun sejak kejadian kapal yang hanya menyisakan seorang bocah 7 tahun hidup sendirian tapi inilah jalan hidup tak bisa di pungkiri.

1 tahun kemudian…sejak kejadian itu Umar memang anak yang pendiam tapi dia rajin mengerjakan tugas yang di beri oleh orang tua asuhnya, dia sekarang memiliki orang tua dan 3 orang adik dan satu orang kakak perempuan waulau pun asuh.

“Umar belikan ibu garam…” kata Zulhijah yang sedang memasak. Lanjutkan membaca “Pria Laut”

Pengagum Rahasia 2, Part 46

Mendengar penjelasan dari Rizal, tentu mereka bertiga terkejut. Bagaimana tidak, karena tujuan mereka sama, yaitu pergi berlibur ke Jakarta saat liburan semester.

“Kalau lu mau, gw juga bisa ajak dua temen lo itu,” ucap Rizal sembari melirik ke arah Shania dan Lidya

“S-Sin? Gimana?” tanya kakaknya tersebut Lanjutkan membaca “Pengagum Rahasia 2, Part 46”

This is My Life, part 36

jjj

Pagi menuju siang hari yang cerah. Sinar matahari yang menyilaukan menembus kaca film mobil gue. Harus pake berapa lapis kaca film sih biar gak tembus sinar matahari. Hari ini gue sudah janji bakal antar jemput Naomi dan mungkin ngajak dia jalan. Tapi, sebelum itu gue harus dibuat menunggu lagi oleh perempuan berparas bidadari. Daripada gue bengang-bengong doang, gak ada salahnya buat mampir lagi ke gedung kampus gue. Yep, sekarang gue lagi digedung kampusnya Naomi. Katanya sih, ada kelas pagi dan siang nanti. Lanjutkan membaca “This is My Life, part 36”