Cinta Palsu, Part 14

Mereka telah sampai disebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak kursi dan satu meja yang panjang. Ruangan tersebut benar-benar mirip seperti ruang makan untuk keluarga besar. Masing-masing dari mereka mulai duduk di kursi itu. Ayana duduk disamping kiri Aldo, Michelle duduk di samping kanan Aldo. Yona dan laki-laki itu duduk berhadapan dengan Aldo. Sementara Rona duduk di kursi tengah sebagai ketua yang akan memimpin rapatnya. Lanjutkan membaca “Cinta Palsu, Part 14”

Iklan

This is My Life, part 40

jjj

Gak semua yang dianggap mudah oleh orang-orang akan menjadi mudah sesuai pemikiran. Dan gak semua yang dianggap susah akan menjadi susah bahkan sangat susah. Contoh kecilnye adalah motong bawang merah. Untuk yang pro masak sih mungkin motong bawang merah sangat mudah, tapi untuk yang belum pernah masak itu akan menjadi tantangan besar. Dan itu yang sedang terjadi pada gue. Lanjutkan membaca “This is My Life, part 40”

“Saat Cint­­a Merubah Segalanya2, Last Part”

“Shani, aku udah beliin sarapan nih buat kamu.” Robby memelankan suaranya ketika melihat orang yang tengah duduk di atas bangsal.

Robby terdiam mematung, entah mengapa ia tidak bisa bergerak saat ini. Lidahnya pun kelu untuk mengucapkan sesuatu. Tetapi, perasaannya bahagia, senang, sedih, haru, yang jelas perasaannya campur aduk sekarang. Lanjutkan membaca ““Saat Cint­­a Merubah Segalanya2, Last Part””

This is My Life, part 39

jjj

Peringatan : Banyak terdapat kata-kata kasar. Mohon untuk tidak ditiru, tapi kalo mau ditiru ya tanggung sendiri dosanye!!!

“L-Lintang sama Naomi…”

“Lo bertele-tele ah.” Lama amat ini orang ngomongnye.

“Mereka berdua hilang, Bang.”

“Ohh, hilang.”

What? Wait… wait… wait… Lintang sama Naomi hilang. Lagian, kok si Pe’i yang ngasih tau? Pan Naomi ada dirumah. Lintang lagi jalan maybe sama keluarga gue. Kok tiba-tiba hilang?

“What? Kok bisa? Lo tau darimana emang? Ngarang lo ye?” tandas gue cepat.

“Tadi gue tinggal ke toilet bentar. Pas balik mereka berdua udah hilang aje. Gue telponin gak diangkat-angkat.” Pe’i duduk di kursi yang tersedia disitu. Lanjutkan membaca “This is My Life, part 39”

Pengagum Rahasia 2, Last Part

Ujian akhir semester telah berakhir. Hari esok adalah keberangkatan mereka menuju ibukota Jakarta. Sejak 2 hari kemarin, mereka menyempatkan diri untuk bersenang-senang bersama dengan keluarga mereka masing-masing.

Namun tidak dengan Yupi…

Kini ia tengah merenung di depan teras rumahnya. Melihat bintang-bintang dilangit malam yang bersinar terang.

“Besok ya…,” gumamnya

Handphone yang disimpan disampingnya berdering. Namun Yupi menghiraukannya, sampai pada akhirnya adiknya datang menghampirinya. Lanjutkan membaca “Pengagum Rahasia 2, Last Part”