This is My Life, part 42

jjj

Di malam hari yang gelap. Hanya bermodalkan lampu dan bulan untuk menerangi bumi dan jalanan. Bintang yang berkelap-kelip memancarkan cahayanya yang sangat indah. Cahaya yang sangat indah bila dipandang dari bawah langit dan tempat yang sangat amat nyaman. Namun, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati penulis dan belum menemukan jawabannya. Mengapa setiap ada bintang jatuh dari langit orang-orang pada menangkupkan tangannya dan berdoa dengan harapan doanya terkabul? Kepercayaan ini yang membuat pikiran penulis pusying tujuh keliling. Mengapa gitu loh? Mengapa? Mengapa harus ada kepercayaan seperti itu? Kenapa ketika bintang jatuh semua orang yang melihatnya berbondong-bondong mengucapkan doa mereka? Dan kenapa hanya di saat bintang jatuh semua orang berbondong-bondong berdoa? Apakah di saat yang lain semua orang juga berbondong-bondong berdoa? Hmm, penulis rasa tidak. ‘Kaum mereka’ hanya akan berdoa jika ada maunya saja. Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, lantas langsung mengabaikan sang pemberi dan pengabul doa. Sungguh ironi. Lanjutkan membaca “This is My Life, part 42”

Iklan

Cinta Palsu : 2 x 2 = 5

Malam yang sunyi disertai alunan melodi dari rintikan hujan membuat seorang gadis berbaring di sofanya. Matanya mulai meredup, nampak seperti sudah kehabisan tenaga. Di lihat jam dinding disana telah menunjukan pukul 10 malam dan gadis itu masih asik menonton televisinya meskipun rasa kantuknya sudah tidak dapat ditahan lagi. Lanjutkan membaca “Cinta Palsu : 2 x 2 = 5”

Cinta Palsu : 7 Days 7 Hours

Jakarta kala itu tengah di guyur oleh hujan deras. Gadis itu termenung sembari melihat genangan air yang terkena rintikan hujan. Di sampingnya terdapat seorang pria yang sibuk memainkan telfon genggamnya, pria itu sesekali mencuri pandang ke arah gadis di sampingnya. Sampai suatu ketika sang gadis akhirnya menyadari akan dirinya yang sering kali di perhatikan olehnya. Ia kemudian menoleh ke arah pria itu secara spontan, sehingga membuat sang pria terlonjat.

“Gue gak suka di liatin terus,” serunya. Lanjutkan membaca “Cinta Palsu : 7 Days 7 Hours”

Cinta Palsu : Troubled Man or Noble Man

Suara hentakan dari pisau begitu terdengar sampai keluar ruangan. Nampak seorang gadis begitu fokus pada aktivitas yang sedang di kerjakannya. Terkadang ia menyeka keringatnya yang sudah mulai bercucuran ke lehernya, di tambah dengan pakaian lusuh yang di kenakannya yang menandakan bahwa gadis ini telah berkerja keras seharian.

Di samping itu, seorang pendamping yang sedari tadi berdiri di sampingnya tampak Lanjutkan membaca “Cinta Palsu : Troubled Man or Noble Man”

Kos-kosan Bidadari S2, Part2

Baru gue sadari. Fakta bahwa tidak ada kegiatan perkuliahan ternyata cukup menyebalkan. Emang sih nontonin puluhan slide materi dari dosen, berjuang menyelesaikan tugas yang menumpuk juga interaksi gak penting antar teman sejawat udah cukup menyebalkan, tapi gak punya alasan konkrit untuk pergi ninggalin kos-kosan ini ternyata jauh lebih menyebalkan.
Lanjutkan membaca “Kos-kosan Bidadari S2, Part2”