S C H O O L  D A Y S

Hembusan angin dipagi hari benar-benar terasa sangat dingin. Ditambah dengan kabut-kabut yang membuat jarak pandang setiap orang menjadi berkurang. Kaca mobil disana juga tampak berembun, jalanan masih terlalu basah meskipun hujan telah reda. Jalanku sedikit tidak beraturan karena setiap langkahnya berupa zig-zag. Tujuanku hanyalah satu, yaitu menghindari jalanan yang basah. Lanjutkan membaca “S C H O O L  D A Y S”

Iklan

Zombie Attack: Part 10 : First meeting with Sunflower

*Di Jakarta*

Hari beranjak malam, Gracia berada di kamarnya. Ia memikirkan banyak hal, Sofia salah satunya. Ia masih tak mengerti apa salahnya hingga Sofia menjauhi nya. Suara bel di depan rumahnya membuat lamunan dari Gracia buyar. Setengah berlari dia turun dari kamar nya menuju ke ruang tamu untuk membuka kan pintu nya.

“Haii..” Sapa seseorang setelah pintunya terbuka.

Lanjutkan membaca “Zombie Attack: Part 10 : First meeting with Sunflower”

​This is My Life, part 28

Momen lebaran selalu dimanfaatkan dengan bermaaf-maafan kepada sanak keluarga dan para kerabat. Tapi, lain halnya dengan gue. Dulu waktu kecil gue selalu memanfaatkan momen lebaran Idul Fitri untuk mempertebal dompet, tapi sekarang gue memanfaatkan momen lebaran ini untuk mempertebal lemak. 
Mulai dari Opor ayam, rendang, bakso, soto, nasi uduk, nasi kuning, semua terlihat sangat menggiurkan. Dan disinilah gue berada sekarang, sengaja gue bermaaf-maafan duluan hanya untuk mencicipi makanan yang sudah tersedia di meja makan yang lumayan besar ini. 
Dengan masih memakai bajunya koko eh baju koko, gue sudah duduk anteng di kursi meja makan dengan ditemani sepiring nasi uduk, semangkok bakso dan 10 tusuk sate. Itung-itung, gue berbaik hati lah. Kalo misalkan ada yang salah atau masakannya sudah basi kan gue duluan yang kena.

Tiba-tiba…

Lanjutkan membaca “​This is My Life, part 28”

Pengagum Rahasia 2, Part 41

Suasana rumah yang sepi juga sunyi, hanya terdengar suara Tv disana. Di samping itu, Shani tampak terus melihat-lihat kesekelilingnya, dia seperti merasakan adanya kehadiran orang lain selain dirinya dan juga Shania. Raut wajahnya tampak sedikit ketakutan, ia tampak mengambil remote Tv itu dan langsung mematikannya. Kini keadaannya semakin sepi, tidak ada suara apapun lagi yang terdengar terkecuali suara alam di luar rumah.

“Shan kamu…,”

“AH!” Lanjutkan membaca “Pengagum Rahasia 2, Part 41”