18+, Part3

“Yupi….!!!” teriak wanita paruh baya itu.

“wah kaenya gua harus lari nih!” ucap pria yg memegangi botol itu.

pria itu pun cepat-cepat meninggalkan tempat itu, dengan menstart-ter motornya yg memang tidak jauh dari tempat itu.

“ka… kakak gak papa kan?” tanya gadis kecil itu yg menahan sebuah tancapan dari separuh botol yg pecah itu.

“ya ampun dek… ka… kamu ngapain bantuin kakak” ucap pria itu yg kaget akan kehadiran gadis kecil itu.

“udah kak.. kakak tenang aja, yg penting kakak gak kenapa-kenapa” ucap gadis kecil itu.

dengan rasa khawatir, tante selfie langsung menarik tangan yupi. ia pun menggendongnya ke rumah sakit yg memang tidak jauh dari taman itu.

“kamu kenapa tiba-tiba ada di situ sih yupi…!” tanya tante selfie itu dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.

“aku gak bisa liat orang yg di perlakukan seperti itu tan” jawab yupi datar.

“tapi kamu kan jadi kae gini…. kamu gak liat itu…? darah di punggung kamu netes terus…!” ucap tante selfie panik.

“ini cuma luka biasa tan” ucap yupi datar.

“ini anak, kalo dibilangin malah nyangkal aja. tapi kalo di pikir-pikir kenapa dia tidak menangis sama sekali yah? harusnya anak seusianya pasti akan merasa kesakitan dan menangis karena terluka seperti itu” batin tante selfie sambil terus menggendong yupi.

“dan.. kenapa saat matanya yg tertancap ranting itu pun dia tidak memperlihatkan ekspresi tangisan sama sekali?” batinnya lagi yg terlihat mulai sedikit bingung.

sesampainya dirumah sakit itu.

“sus… suster!!! tolong bantu saya sus…!” teriak tante selfie yg kini tengah memasuki rumah sakit tersebut.

“a…ada apa ini bu?” jawab seseorang yg terlihan menggunakan pakaian perawat.

“to… tolongin dia sus.. buruan” ucap tante selfie sambil tergesa-gesa.

“eh… ii… ia cepat-cepat bawa keruangan UGD” ucap perawat itu yg sedikit panik.

gadis kecil itu pun dibawa tante selfie ke ruangan UGD yg tidak berada jauh dari tempat ia berteriak tadi, lalu ia menidurkan yupi dengan posisi terungkap.

“maaf bu.. ibu sebaiknya tunggu di luar saja… biar saya dan dokter yg akan menangani anak ibu” ucap perawat itu.

“ta…tapi sus?” ucap tante selfie.

“sudah.. ibu percayakan saja pada kami, mohon tunggu di luar saja bu” jelas perawat itu meyakinkan.

“ba… baik sus” lalu tante selfie pun menunggu diluar ruangan tersebut.

tak berapa lama, dokter pun tiba diruangan tersebut.

“baik sus bagaimana keadaannya?” ucap dokter yg menghampiri suster itu.

“begini dok, di bagian punggungnya terdapat beberapa beling yg menyangkut” jelas suster itu.

“baik coba saya lihat” ucap dokter itu.

dokterpun menghampiri dan memeriksa bagian punggung gadis kecil itu, setelah tahu akan lukanya yg cukup parah dengan robekan punggungnya dan ada tancapan separuh botol yg masih menancap. dokter pun memberikan alkohol untuk mencuci lukanya dan mencabut separuh botol itu, dan beberapa beling yg masih tertancap di punggung gadis kecil tersebut.

——–

“ya ampun yupi… kamu itu udah bikin tante khawatir yupi.. kamu kenapa sih harus ke tempat orang lagi berantem kae gitu” lirih tante selfie

———

“baik sus… tolong ambilkan perban” perintah dokter itu.

“baik dok” jawab suster itu.

suster pun mengambilkannya dan memberikan perban tersebut.

“ini dok” ucap suster tersebut.

“terimakasih sus, tolong kamu sobek saja bagian baju anak ini yg dekat dengan lukanya. karena akan sulit kalau memasang perban dengan keadaan lukanya tertutup oleh pakaiannya” perintah dokter itu.

“baik dok” ucap suster itu.

suster itu pun menggunting sedikit demi sedikit bagian punggung pakaian gadis kecil itu. namun lukanya masih tidak terlihat, suster itu pun berusaha membuat guntingan lebih besar lagi di pakaian gadis kecil itu. namun lagi-lagi dia masih belum menemukan lukanya disebelah mana.

“gimana sus?” tanya dokter itu yg mulai khawatir dengan tingkah suster tersebut.

“ahh… a..anu dok.” ucap suster itu.

“anu apa sus?” tanya dokter tersebut.

“lu.. lukanya kok gak ada dok” ucap suster itu kaget.

“yg bener lagi kamu ini sus?” tanya dokter tersebut.

“li…liat dok” ucap suster itu sambil megancungkan jadi telunjuknya ke arah punggung gadis kecil itu.

ia pun terkejut setelah apa yg ia lihat di hadapannya.

“lohhh… kokk bisa gini???” batin dokter itu, dengan perasaan masih tidak percaya dengan apa yg dilihatnya.

gadis kecil itu yg sedari tadi hanya diam mematung, kemudian beranjak dari kasur itu sambil berlari kearah pintu keluar.

“ehhh dek…! mau kemana kamu…?” teriak suster itu.

akan tetapi dokter itu hanya terdiam, dan masih memikirkan apa yg telah ia saksikan barusan.

———

terlihat pacaran aura sedih dari wanita paruh baya yg berada di luar ruangan rumah sakit tersebut.

“Ehhh…? yupi kamu…? tanya tante selfie kaget.

“yok tan kita pulang aja” ajak yupi tiba-tiba.

“ta… tapi kamu kan belum..” ucap tante selfie terpotong.

“udah tan ayok, aku gak betah di tempat seperti ini” ucap yupi.

mereka pun pergi dan tanpa pamit atau membayar biaya rumah sakit tersebut, dan menyetop subuah taksi.

“tan kita kerumah sekarang” ucap yupi memaksa.

“i… iia yupi, baju kamu kok sobek-sobek” tanya tante selfie.

“makanya aku nyetop taksi tan” balas yupi.

hanya 1,5 menit mereka sampai didepan rumah tante selfie itu.

“ini pak. kembaliannya ambil aja” ucap tante selfie itu kepada sopir taksi.

“loh kok…? deket amat bu?” tanya sopir itu heran.

tanpa menghiraukan sopir itu, mereka langsung masuk ke rumah tersebut.

——–

“ada apa dengan kamu yupi?” tanya tante selfie.

“gak papa tan” balas yupi.

yupi pun berlari menuju kamarnya, dan tante selfie itu terlihat sangat kebingungan.

“kenapa dengan anak itu, dan apa yg sebenarnya terjadi padanya” batin tante selfie.

Ckreekkkk!!!

Buggggg!!!

suara pintu itu yg tertutup keras oleh yupi.

“a…apa yg sebenarnya terjadi pada ku?” ucap yupi bingung.

yupi pun melepas pakaiannya, dan berkaca untuk melihat bagian punggungnya yg tadinya habis terkena tancapan botol itu.

dan yupi pun heran dengan apa yg terjadi padanya, dan dia pun tidak menemukan sedikitpun luka di bagian punggungnya tersebut.

“ba… bagaimana ini bi.. bisa?” batin yupi.

—-0o0—-

“yupi…!!! turun  dulu gih, tante mau ngomong sebentar sama kamu” ucap tante selfie dengan sedikit berteriak.

namun tidak ada balasan dari yupi, tante selfie pun berusaha menghampiri yupi dikamarnya.

Ckrekkkk!!!

“yupi, tante mau ngomong sesuatu nih sama kam… eh..?” ucap tente selfie tiba-tiba terhenti.

ia melihat keadaan yupi yg tengah tertidur di kasurnya itu, namun ia enggan untuk membangunkan.

dengan sedikit rasa penasaran dengan yupi, ia pun mendekat kearahnya , dan melihat bagian punggung yupi.

“apa?” batin tante selfie.

Ya. dan benar saja bahwa di punggung yupi tidak ada bekas luka sedikitpun.

“i… ini benar- benar tidak bisa di percaya…” batin tante selfie lagi, yg kini beranjak dari kamar yupi.

——-

——-

—-0o0—-

——-

——-

~14-01-2014~

-selasa-

~00:00WIB~

 

“HAPPY BIRTHDAY YUPI”

“HAPPY BIRTHDAY YUPI”

“HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY”

“HAPPY BIRTHDAY YUPI”

 

“YEEEEE!! selamat ulang tahun yupi sayang…” ucap tante selfie.

“waahhh makasih hehehe” ucap yupi yg terbangun tiba-tiba dan terkejut dengan apa yg telah ada dihadapannya.

“kak.. kakak mau kado apa, biar aku beliin deh ntar…” ucap windy dengan gaya imutnya.

windy adalah anak dari tante selfie, yg usianya berjarak tiga tahun dari yupi.

“nah iya kamu mau kado apa dari mamah, yup?” tanya tante selfie yg kini menjadi ibu angkatnya.

“udah mah, dek. aku gak mau apa-apa, yg penting kita bisa berkumpul aja aku udah seneng banget” balas yupi.

suasana gembira pun, menyelimuti yupi saat itu. dia sangat senang karena selama ini ia bertambah umur, belum pernah ada yg membuat kejutan seperti itu untuknya.

“semoga aja kelak aku menjadi orang sukses dan akan mencari keberadaan orang tua ku” do’a yupi dalam hati sambil memejamkan matanya dan meniup lilin yg masih menyala di atas kue tersebut.

 

—-0o0—-

pagi hari pun tiba,

kini yupi bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap berangkat ke sekolah. dan hari ini adalah hari pertamanya memasuki SMA 48, sedangkan adiknya hari pertama memasuki SMP 1.

Tok Tok Tok!!!

“kak… bangun kak…! yuk sarapan dulu, udah siap tuh sarapannya…!” teriak windy dari luar kamar yupi.

“iya dek…!” teriak yupi yg masih berada didalam kamar mandi.

—-0o0—-

“pagi mah, dek..” sapa yupi.

“pagi….” balas mereka berdua bersamaan.

“kak…? sini kak sebelah aku” pinta windy.

“iya dedek” ucap yupi sambil tersenyum.

setelah selesai sarapan pagi merekapun bergegas berangkat kesekolah.

“yuk mamah anterin kalian, udah jam setengah tujuh nih nanti terlambat loh” ucap mamah mereka sambil melihat arloji itu ditangannya.

“yuk” ucap yupi dan windy bersemangat.

setelah mengantar windy, lalu mamahnya mengantarkan yupi ke sekolahnya. karena searah yah jadi tidak terlalu repot harus bolak balik, dan tanpa memakan waktu yg lama. Mereka pun sampai di sekolah yupi.

“mah… yupi masuk dulu yah ..” ucap yupi sambil mencium tangan mamanya.

“iya, semoga kamu seneng yah. dihari pertama sekolah kamu yg baru” ujar mamanya.

yupi hanya tersenyum dengan perkataan mamanya itu.

“yaudah dadah” ucap mamanya.

“dadah mah” ucap yupi sambil tersenyum.

 

—-0o0—-

 

“SMA 48 yah” ucap yupi datar.

yupi pun memasuki area sekolah barunya tersebut, dengan langkah perlahan tapi pasti.

tiba-tiba….

Brukkkk!!!

“Aduh…… ma.. maaf”

 

To Be Continue…

Iklan

Satu tanggapan untuk “18+, Part3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s