18+, Part2

“dok…! tolong dok…! tolong dia dok” pinta wanita paruh baya itu kepada dokter.

“iya bu, ibu bisa tunggu anaknya di luar saja yah” ucap dokter tersebut.

wanita paruh baya tersebut hanya bisa mengangguk, mungkin karena perasaan yg sangat khawatir dengan gadis kecil itu.

pukul 23:15 Wib

 

awan mendung kini menyelimuti desa itu.

“udah sayang udah… besok kita cari lagi anak kita, soalnya udah malem banget kalo harus ngelanjutin pencariannya” ucap suaminya tersebut.

“gak mas gak… hiks… hiks.. pokoknya anak kita harus ketemu malem ini juga..!” bentak istrinya sambil terus mengeluarkan air mata.

“tapi keadaan udah gak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian anak kita sayang, langit juga sudah mulai mendung” ucap suaminya itu sambil terus memeluk istrinya.

“hiks… hiks.. mas…. yuvi mas…” gumam istrinya itu sambil menangis sejadi-jadinya.

 

——

——

——

—-0o0—-

——

——

——

 

pagi hari itu, tepatnya di area rumah sakit. tengah terlihat seorang wanita paruh baya, berjalan keluar dari area rumah sakit terasebut bersama dengan seorang gadis kecil.

“maaf tante? kita mau kemana” tanya gadis kecil itu bingung.

“kita mau kerumah tante, kamu pasti suka deh” ucap wanita paruh baya tersebut sambil terus mengemudikan mobilnya.

memang tidak terlalu jauh, jarak antara tempat tinggalnya dengan rumah sakit tersebut. Hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

 

tanpa sadar, sedari tadi gadis kecil itu hanya terdiam sepanjang perjalanan. wanita paruh baya itu pun sesekali melirik ke arahnya sambil tersenyum kecil.

“coba aja kamu jadi anak tante, pasti tante seneng banget bisa punya anak seperti kamu” ucap wanita paruh baya itu dalam hati.

 

Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah komplek perumahan yg cukup elit. dan kini mereka telah berada tepat di depan rumah yg lumayan besar, juga dengan gerbang yg cukup lebar.

wanita paruh baya itu pun memarkirkan mobilnya di garasi, kemudia ia mengajak gadis kecil itu untuk ikut turun dengannya.

“ayuk masuk” ucap wanita paruh baya itu.

“eh…? i… ia tante” ucap gadis kecil itu.

gadis kecil itu pun beranjak memasuki rumah tersebut. dengan pandangan wajah yg datar, dan sepertinya dia tidak begitu perduli dengan apa yg ia lihat di sekelilingnya itu.

“oiya… kamar kamu di atas itu tuh…” ucap wanita paruh baya itu sambil mendekatkan wajahnya.

“i.. iya tante” ucap gadis kecil itu sedikit canggung.

gadis kecil itu menaiki anak tangga yg memang ukuran tidak terlalu besar menurutnya.

“ummm… aku buka aja deh” ucap gadis kecil itu pelan.

 

Cklekkkk!!!!!

 

gadis kecil itu terdiam sejenak setelah melihat kamar tersebut. mungkin kamarnya terlihat cukup luas dan mewah, dengan hiasan dinding bermotif gajah berwarna biru muda dan pink. serta tempat tidur dengan sprei yg bermotif baby dino saurus.

setelah memasuki kamar barunya, dan mulai melepas beberapa pakaian yg masih menempel ditubuhnya.

gadis kecil itu pun berniat membersihkan diri, yg memang letak kamar mandinya juga di dalam kamar tersebut.

 

wussssssss!!!!!!

 

suara pancuran air itu sangat deras keluar dari kran wastafel itu, dibagian atasnya terdapat sebuah cermin yg cukup besar.

“aku dimana sekarang, ibu dan ayah juga dimana” gumam gadis kecil itu.

 

akhirnya setelah membersihkan diri, gadis kecil itu mulai beranjak keluar dari kamar.

 

Cklekkkk!!!

 

“dik…! adik…! turuh gih, tante udah siapin sarapan pagi nih buat kamu…” teriak tante itu dari arah ruang makan.

“eh..? i…iaaa tan…” balas gadis kecil itu dengan sedikit meneriakan suaranya.

saat sedang menuruni beberapa anak tangga, gadis kecil itu sedikit terkejut. melihat wanita paruh baya itu yg kini berdiri tepat dihadapannya sambil tersenyum, lalu…

“yuk…” ajak wanita paruh baya itu.

sambil memegangi tangan gadis kecil itu, membawanya menuju ruang makan.

“nah…. yuk sarapan dulu biar kamu cepet pulih” ajak wanita paruh baya itu.

“i… ia tante” jawab gadis kecil itu sedikit canggung.

mereka mengawali pagi hari dengan sarapan yg dibuat oleh wanita paruh baya itu.

 

ditengah-tegah acara sarapan mereka.

“oh iya… kalo boleh tante tau, nama kamu siapa adik kecil” tanya tante itu sambil tersenyum.

“aku yuvi tante” ucap gadis kecil itu sambil cengengesan.

“hehe” tawa tante itu sambil menyengritkan dahinya. “Yuvi yah” sambung tante itu.

“iya tante, nama aku sebenernya Cindy Dea Yuvia” jelas gadis kecil itu.

“nama kamu bagus yah” ucap tante itu yg kini semakin tertarik padanya.

“hehe tapi aku dipanggil yuvi tan” ucap yupi

“oh gitu hehe… oiya nama tante selfie. jadi mulai sekarang, kamu jangan sungkan yah sama tante” ucap tante yg bernama selfie tersebut.

“eh? i… ia tante” ucap yupi gugup.

“mungkin untuk beberapa waktu, aku harus merahasiakan keberadaan orang tuanya dulu, atau mungkin tidak usah sama sekali.” ucap tante itu dalam hati sambil terus melahap nasi goreng tersebut.

“yupi?” ucap tante selfie tiba-tiba.

“eh? i..iya tan?” ucap yupi.

“tante manggil kamu yupi aja yah biar enak, soalnya mudah di ingat. lagi pula kamu kan imut dan manis, jadi tante rasa nama yupi pas buat kamu yg imut dan manis seperti permen” ucap tante selfie sambil tersenyum kearah yupi.

“hehehe… gak papa kok tante, temen-temen aku juga suka manggil aku kae gitu” yupi pun hanya membalas dengan sedikit tawa kecilnya.

 

——–

 

setelah selesai acara sarapan, tante selfie berniat untuk mengajak yupi ke sebuah taman yg memang tidak jauh dari kediamannya itu.

 

saat mereka berjalan menyusuri taman itu, terlihat begitu ramai penjual makanan dan berbagai minuman disana.

tidak jauh dari tempat mereka berjalan. terlihat seorang penjual es cream, juga beberapa minuman lainnya dengan berbagai macam bentuk dan rasa. Di beberapa bangkupun dipenuhi oleh anak laki-laki muda yg sedang berkumpul disana.

 

“yupi…. mau es cream?” tanya tante selfie.

“umm…. boleh deh tan” ucap yupi seadanya.

tante selfie pun berjalan menghampiri tukang es itu, sambil menggandeng erat tangan yupi.

“mas? es creamnya dua yah” ucap tante selfie kepada tukang es tersebut. “oiya… yupi suka es cream rasa apa?” tanya tante selfie.

“cokelat aja deh tante” jawab yupi yg sedari tadi melihat kearah kumpulan laki-laki yg sedang saling berdebat.

“oke mas, es cream nya rasa cokelat sama vanila yah” ucap tante selfie.

“iya mbak” balas tukang es tersebut.

tanpa disadari oleh tante selfie, pandangan yupi pun kini semakin tajam kearah laki-laki itu.

 

tiba-tiba

 

BABI LO BANGSAT!!!

Bugg!!!

Buggg!!

BUGG!!!

 

mereka saling baku hantam satu sama lain. yupi yg disitu pun hanya melihatnya dengan wajah datar, sedangkan tante selfie yg sudah menggenggam dua mangkuk es cream itu. ia langsung mengajak yupi untuk tidak berada di dekat situ. karena takut jadi sasaran laki-laki yg terlihat sedang berkelahi itu.

 

——

 

“dah… disini aja, disana keadaannya gaduh” ucap tante selfie, sedangkan yupi hanya diam sambil terus melihat kearah kegaduhan itu.

“dasar, anak muda sekarang pada gak tau diri apa” gumam tante selfie dalam hati sambil terus memegangi dua mangkuk es cream itu.

“nih yupi, di abisin yah es cream nya. hehe…” ucap tante selfie.

“eh…? i..ia tan” balas yupi.

pagi hari itu di taman seakan-akan menjadi pagi yg kurang mengenakan untuk tante selfie, namun berbeda untuk yupi.

 

—–

 

“ehhh…!!! lu gak usah sok jadi pemimpin yah di kelompok ini…!!!” ujar salah seorang pria, sambil terus memegangi botol minuman yg telah kosong itu.

“siapa yg sok jadi pemimpin hah!!! gua atau elu bangsat…!!!” teriak pria yg satu nya.

“lu gak usah banyak bacot… BABI AER!!!” geram pria yg memegangi botol itu sambil berlari ke arahnya.

keributan pun tidak bisa ditahan teman-temannya yg memang sedang berada di tempat itu, begitu pula penjual es tersebut pun tidak berani untuk memisahkan perkelahian itu.

 

Tarrrr!!!!!!

 

salah satu pria itu tiba-tiba terjatuh karena pukulan dari pria yg memegang botol itu.

 

“Ahhhggghh bangsat lu!!!”

seketika pria itu terjatuh dan tersungkur.

 

“lu mati aja lu!!”

ucap pria yg tengah berhasil memukulkan botol yg ia bawa itu.

darah pun dengan derasnya mengalir dari kepala pria itu. disusul dengan pria yg membawa botol yg tengah separuh itu.

 

“sekalian aja lu gua abisin, udah tanggung…!!!”

“ehhh!!!! mau ngapain lu bangsat!!!”

“gak usah banyak bacot lu BABI…!!!”

 

Criiitttttccchhh!!!!!

criiitcchh!!!

criiitcchh!!!

Criiitttttccchhh!!!!!

 

“Eehhh???”

ucap pria yg terjatuh sambil memegangi kepalanya itu, dengan sedikit rasa tidak percaya dengan apa yg ia lihat didepannya itu.

 

“aahhhggg!!!”

 

“Yupi….!!!” teriak wanita paruh baya itu.

 

To Be Continue…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s