V and V, (PART 2)

12

Dikomplek yang terbilang mewah ada sebuah rumah megah diisi dua orang kakak beradik. Mereka adalah Sendy Ariani dan Gelvian Valentino. Sang kakak ‘Sendy Ariani’ adalah gadis cantik, baik, pintar bernyanyi, dan hal yang tidak disukai Sendy adalah menunggu. Ia juga kuliah dan memilih jurusan Sastra Jepang. Sebaliknya dari sifat Sendy, sang adik Gelvian Valentino adalah seorang pemuda tampan, namun cuek, pandai bermain gitar, tidak suka kermaian, dan hal tidak disukai Vian adalah ada orang mengganggu waktu santainya.

“Kak” Panggil Vian sedikit berteriak.

“Kenapa dek ?” Sahut Sendy.

“Aku mau keluar, kakak mau nitip sesuatu gak” Tanya Vian.

“Mau kemana emang kamu dek” Tanya balik Sendy.

“Malah nanya balik” Ucap Vian sedikit kesal.

“Eeuumm…” Sambil berfikir Sendy sampai lupa kalau tadi dia sedang memasak bersama dengan Bi Mirna salah satu pembantu dirumahnya.

“Non Sendy, masakannya kok ditinggalin” Panggil Bi Mirna sontak membuyarkan lamunan Sendy

“Ya ampun ! lupa” Kaget Sendy setelah perkataan Bi Mirna dan langsung berlari menuju dapur

“Cakep-cakep pikun” Batin Vian.

Setelah merasa Sendy tidak akan menitipkan sesuatu, Vian langsung menuju garasi untuk mengeluarkan motor. Vian memakai motor bukan karna tidak memiliki mobil, tapi dia memang lebih suka memakai motor. Sebenarnya Ayah dari ‘Sendy’ dan ‘Vian’ sudah membelikan mereka masing-masing mobil, namun yang sering memakai mobil hanya sang kakak yaitu Sendy Ariani.

“Hmm..? kalo dipikir-pikir, gue gak pernah make mobil yang di beliin Papah ya” Pikir Vian “tapi biarin ahh ? lagian ribet kalo bawa mobil belom nanti macetnya, susah selap-selipnya juga” Pikir Vian lagi.

Setelah menyalakan mesin motornya Vian langsung melaju ketempat tujuannya. Selang sekitar 30 menit akhirnya Vian sampai ketempat tujuannya, sebelum masuk Vian memarkirkan motornya terlebih dahulu ketempat parkiran yang sudah disediakan.Ya, tujuan dari Vian adalah sebuah cafe bertuliskan ‘Cafe Mix48’ cafe ini memang tempat favorit Vian saat sedang suntuk dirumah. Lalu berjalanlah Vian menuju tempat yang biasa ia tempati, dari jauh ada seorang pemuda memakai seragam khas pelayan datang menghampirinya.

“Tumben dateng jam segini bang ?” Tanya pemuda yang menghampiri.

“Kalo dateng agak cepet pasti bakal ribet nanti Fas”

“Hahaha, ya gue tau pasti takut diganggu Naomi ya bang” Ucap pelayan tersebut “ngomong-ngomong kaya biasakan Bang pesenennya” Tanyanya lagi.

“Yaiyalah Balfas Maulana” Ucap Vian sedikit kesal “ lagian emang  setiap kesini gue pernah pesen yang laen” Tambahnya lagi dengan nada masih kesal.

“Hahaha oke-oke bang Vian ganteng” Ucap pelayan yang bernama Balfas Maulana diiringi kedipan satu matanya, Balfas Maulana adalah satu-satunya kenalan Vian di cafe ini. Dari pertemuan tak terduga mereka akhirnya mereka bisa berteman.

“Udah sono ah, geli gue liatnya” Usir Vian.

Sambil menunggu pesanan datang Vian memakai earphone untuk mendengarkan lagu dari salah band era 90’an merasa masih bosan Vian mencoba menjelajah ke dunia internet lewat smartphonenya karna sang pengelolah cafe memasangkan wifi di cafe tersebut. Dari pintu masuk cafe tampak seorang gadis sedang celingak-celinguk mencari tempat untuk ia tempati, namun seteleh dicheck berkali-kali tak ada tempat yang bisa ia tempati. Saat melihat ketempat Vian dan melihat bangku kosong di depannya gadis itu langsung menghampirinya.

“Maaf, boleh aku duduk di bangku ini” Tanya gadis tersebut.

Vian tidak menyadari keberadaan gadis yang mengajaknya bicara karna memang Vian sedang mendengarkan lagu lewat earphone dan asik dengan dunia internet yang ia nikmati. Gadis itupun sadar kalau pemuda didepannya ini sedang memakai earphone.

“Hey” Sapanya lagi tapi kali ini sambil mencolek bahu Vian.

Vian yang merasa dicolek langsung fokus kepada gadis yang mencoleknya. Vian memandang sejenak dan memperhatikan gadis dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“Kenapa” Tanya Vian.

“……..” gadis di hadapan Vian Cuma diam “ganteng banget” Pikir gadis didepan Vian.

“Ditanya malah diem, lo ngapain colak-colek gue”.

“I-i-itu aku Cuma mau bilang, boleh gak aku duduk disini ? soalnya tempat lain enggak ada yang kosong”.

Vian lalu mencoba melihat-lihat suasana cafe, dan benar saja memang tidak ada tempat yang kosong tepat seperti ucapannya gadis didepannya.

“Hvft…yaudah duduk aja”.

“Makasih” Ucapnya sambil tersenyum.

Dari kejauhan Balfas melihat kearah meja Vian di kagetkan dengan sosok gadis yang duduk di depan Vian. Setaunya setiap kesini Vian tidak pernah membawa perempuan kecuali kakaknya Sendy dan baru kali inilah melihat Vian membawa perempuan selain kakaknya ke cafe ini. Balfas pun langsung menghampiri dan langsung mengantarkan pesanan Vian.

“Wih, wih, wih….? gak bilang-bilang udah punya pacar bang” Ucap Balfas.

“Pacar” Sahut Vian bingung.

Vian yang sudah melepas earphonenya hanya bingung dengan pertanyaan Balfas. Sedangkan Balfas hanya memberi isyarat kepada Vian untuk menjelaskan siapa gadis yang bersamanya, Gadis yang mendengar pembicaraan dua pemuda tersebut hanya diam dan wajahnya memerah karna Balfas menganggap ia pacar dari Vian pemuda yang baru ia temui. Dengan malasnya Vian menjelaskan pada Balfas.

“Dia bukan pacar gue” Tegas Vian “tempat laen pada penuh jadi ya gini….” Tambahnya lagi.

“Hahahah iyadah percaya gue bang, nih bang pesenan lo ‘udang goreng’ sama ‘jusa alpukat’ ?” Ucap Balfas sambil menaruh pesanan Vian ke mejanya “kalo nona mau pesen apa ?” Tanya Balfas ke gadis yang duduk didepan Vian.

“Aku pesen stick sama jus jeruk ya” Jawabnya.

“Oke, ngomong-ngomong nama nona cantik ini siapa” Tanya Balfas lagi.

“Nama aku Cindy Dea Yuvia” Jawabnya “panggil aja Yupi” Lanjutnya lagi.

“Ohh Yupi … nama yang cocok untuk gadis loli berponi rata, salam kenal ya nama gue Balfas Maulana panggil aja Balfas” Ucap Balfas dengan senyumannya.

“Oke Balfas” Ucap Yupi dengan tersenyum.

Balfas pun menuju dapur kembali untuk menyiapkan pesanan Yupi, Vian yang sejak tadi diam mendengarkan obrolan singkat antara Balfas dan Yupi cuma cuek saja. karna suasana akward antara Yupi dan Vian, Yupi pun merasa tidak enak mengabaikan Vian dan berinisiatif membuka obrolan.

“Hey”

“Kenapa lagi ?” Jawab Vian.

“Kita belum kenalan kan ? kenalin nama aku Cindy Dea Yuvia panggil aja Yupi, kalo kamu” Ucap Yupi mengajak Vian berkenalan.

“Nama gue Gelvian panggil Vian aja” Jawab Gelvian “dan satu lagi, lo gaperlu nyebutin nama lo lagi ? gue udah denger tadi” Lanjut Vian dengan malasnya.

“Ehh, iya-iya maaf” Sahut Yupi.

“Hadeh…nyesel gue ngebolehin nih cewe duduk disini” Batin Vian.

“Kamu sendiri kesini ?” tanya Yupi.

“Ya gue sendiri, kan lo bisa liat”.

“ohh ? hehehe iya ya” Sahut Yupi.

“Kamu sering kesini”Tanya Yupi lagi.

“Kalo lagi suntuk doang dirumah baru kesini” Balas Vian masih dengan nada malasnya.

Yupi terus bertanya-tanya tentang Vian mencoba mengorek-ngorek informasi tentang cowo yang membuatnya tertarik itu. Dan sekarang Yupi tau dimana Vian berkuliah, Vian yang merasa risih mulai kesal dengan pertanyaan gadis didepannya. Vian hanya bisa pasrah dengan pertayaan-pertanyaan Yupi. Tiba-tiba Balfas datang membawa pesanan Yupi.

“Makin akrab aja hahahaha” Ucap Balfas yang baru datang “nih pesenan nona cantik” Lanjut Balfas lagi.

“Makasih” Balas Yupi dengan senyumannya.

“Iya-iya Yupi, kalo gitu gue lanjut kerja lagi ya ? banyak pesenan jadi gak bisa ngobrol lama hehe”Ucap Balfas sambil menggaruk-garukan kepalanya yang sama sekali tidak gatal “makin akrab ya hahahaha….” Sambung Balfas lalu cepat-cepat iya pergi.

“Ehh, iya-iya” Balas Yupi malu-malu.

“Brengsek bener si Balfas”Batin Vian kesal.

DEERRTTT (SUARA HANDOPHE BERGETAR)

Vian yang merasa smarphonenya bergetar lalu melihat, dan disitu tertara pesan Line dari Sendy.

Kak Sendy: Dek pulang ? Mamah sama Papah udah pulang nih.

Vian: Iya-iya kak, kok gak bialng-bilang kalo mau pulang.

Kak Sendy: Udah jangan banyak tanya ! cepet pulang Papah sama Mamah kangen katanya.

Vian: Iya-iya bawel.

Setelah tidak ada balasan dari Sendy, Vian beranjak dari tempat duduknya. Namun saat hendak ingin pergi Yupi menahannya sebentar.

“Mau kemana ?” Tanya Yupi.

“Pulang” Jawabnya singkat.

“Ini makanan kamu belom abis, kok mau p ulang aja” Tanya Yupi lagi.

“ Biarin aja, toh kalo mau tinggal makan aja” Jawab Vian santai.

Vian langsung menuju kasir dan membayar makanan yang tadi ia pesan. Setelahselesai membayar makanan Vian langsung berjalan menuju tempat parkir, sesampainya ditempat parkir Vian menyalakan motornya dan pergi  pulang.

“Mau ketenangan malah dapet gangguan, arrgghh !”Pikir Vian kesal.

                                         BERSAMBUNG

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s