Hate love part 9

Rizal. Teman SMP Yupi yang juga tinggal di Lombok. Rizal pernah membuat ku cemburu saat Yupi bertemu dengan nya di suatu cafe. Saat itu dengan akrab, Yupi dan Rizal bercanda layaknya orang yang sedang pacaran. Pikiran ku menjadi kalut. Takut jika Yupi juga memiliki perasaan yang berbeda pada Rizal.

“Yupi gak boleh sampai pacaran sama Rizal. Nggak, besok aku harus cari Yupi. Tapi apa Yupi masih ada di Lombok besok?”

Darrel POV end

Author POV

Saat Yupi sedang berbelanja di pusat perbelanjaan di Lombok, tak sengaja Yupi bertemu dengan Shani. Yupi yang tak mau berurusan dengan Shani pun, pura-pura tak mengenali Shani.

Shani menepuk pundak Yupi. “Yupi.”

Dengan sangat terpaksa, Yupi menoleh ke arah Shani. “Eh hai shan”.

“Hai lama gak ketemu ya.”

“I..iya.” Canggung Yupi.

“Zara gak diajak Shan?” Tanya Yupi.

“Nggak lagi sama nenek nya.”

Yupi hanya ber-oh ria.

“Oh iya Yup, nanti tanggal 18 jangan lupa datang ya di pesta tunangan nya aku.” Senyum Shani mengembang. Yupi tercekat.

“Tunangan?” Heran Yupi.

“Iya tunangan, datang ya. Eh sorry ya yup, aku duluan udah dijemput daa.” Shani berjalan tergesa meninggalkan Yupi.

Di kepala Yupi masih terngiang perkataan Shani barusan. Tunangan. Apa Shani akan bertunangan dengan Darrel? Secara Darrel sangat dekat dengan Shani akhir-akhir ini hingga Yupi berpikir bahwa Darrel sudah melupakan Yupi. Yupi berjalan menuju parkiran. Mata Yupi menatap tajam mobil mewah berwarna putih yang ada di depan nya. Cukup dekat. Sekitar 1,5 meter di depan Yupi. Yupi mengenali mobil itu. Benar saja. Yupi mengenali dengan benar siapa pemilik Mobil itu. Seseorang yang berhasil membuat hatinya bergetar. Seseorang pemilik dari mata sebiru samudera yang sangat Yupi sukai dan rindukan. Siapa lagi selain Darrel. Darrel membuka kan pintu mobil dengan romantis nya untuk Shani. Yupi bergeram kesal.

“Kayak nya Shani beneran tunangan sama Darrel deh..” Lirih Yupi.

Tidak ingin terus menerus sakit hati dengan adegan yang dipertonton kan oleh Darrel dan Shani. Yupi segera memberhentikan taksi dan segera pulang ke rumah Rizal.

~o~

Yupi duduk di tempat tidurnya, memegang buku kitab sucinya. Hanya memegangnya. Yupi sangat merindukan Darrel. Rindu yang hanya bisa ia pendam seorang diri. Kejadian tadi sedemikian kejam bagi hatinya. Apakah ini sebentuk penghukuman? Atas kesalahan apa? Pikiran nya senantiasa keruh jika mempertanyakan hal itu. Rasanya ada beban yang menyumbat dada nya.

“Yupi,” Mama dari Rizal mendorong pintu yang tidak terkunci dan melongokkan kepala, “Kamu lagi apa sayang?”

“Nggak kok, Ma,” kata Yupi. Keluarga Rizal memang sudah akrab dengan Yupi sejak lama.

“Kenapa sayang?” Tanya Mama Sendy.

Yupi menghela napas. Seperti mengambil ancang-ancang.

“Mama..”

Perkataan Yupi seperti tertelan lagi. Mama sabar menunggu. Kamar itu sekejap terasa hening, seolah ikut menunggu perkataan Yupi. Mama menangkap isyarat, sepertinya ini akan menjadi percakapan yang panjang.

“…Kalau Tuhan itu baik, Tuhan itu penuh kasih, kenapa Dia membiarkan manusia mengalami hal-hal yang buruk tanpa adanya alasan yang jelas?”

Mama terdiam sejenak. Menatap Yupi.

“Seperti yang sedang Yupi alami, misalnya?”

Yupi menegakkan sandaran nya di tembok. Mata hazelnut nya mengerjap.

“Sulit menjawab pertanyaanmu itu, Yup. Mama bukan ulama, bukan profesor. Tapi, dengan belajar dari kehidupan, tampaknya ada hikmah di dalam segala sesuatu yang kita alami.”

“Apa hikmah dari semua ini Ma?” Tanya Yupi polos.

“Kita perlu belajar melihat bukan sekedar apa yang kelihatan di permukaan. Peristiwa yang kita alami biasanya hanya semacam bungkus. Isinya tersembunyi dibaliknya. Ini berlaku untuk peistiwa spa saja, baik yang tampaknya buruk maupun yang terasa menyenangkan.”

Yupi tercenung mengerutkan dahi.

“Jodoh sudah ditentukan sama yang Di-atas. Kalau Yupi berjodoh dengan Darrel, tak ada yang bisa memisahkan Yupi dengan Darrel. Sudah ya sayang jangan sedih lagi.” Mama mendekap Yupi dengan penuh kehangatan.

“Makasih ya Ma..”

“Sama-sama Sayang.. Bobo gih udah malem.” Mama mengusap poni Yupi.

Sendy, Ibu dari Rizal itu sangat menyayangi Yupi seperti putrinya sendiri. Terlebih, Rizal adalah anak semata wayangnya. Tak heran, Sendy menganggap Yupi adalah putri kecil nya yang manja. Di sisi lain, Sendy sedih karena Yupi akhir-akhir ini selalu terlihat murung. Sendy berusaha untuk membuat putri kecil nya kembali menjadi gadis yang ceria dan bawel. Yang selalu membuat putranya, Rizal mendelik malas ketika Yupi mulai manja pada Sendy.

Begitu pun Yupi. Yupi sudah menganggap Sendy seperti ibu nya sendiri. Kasih sayang Sendy sangat Yupi rasakan. Sendy tak pernah membedakan kasih sayang nya antara Rizal dan Yupi. Yupi merasa nyaman di dekat Sendy. Yupi merasa, Sendy adalah Ibu kandung keduanya setelah mama nya di Jakarta. Yupi senang jika Sendy memanjakan nya. Yupi tidak segan-segan untuk berbagi cerita hatinya pada Sendy. Masalahnya dengan Darrel pun tak luput dari perhatian Sendy. Yupi memang menceritakan nya tempo hari pada Sendy. Yupi akan merasa lega jika ia sudah menceritakan keluh kesahnya pada Sendy.

~o~

Jakarta.

Yupi sudah kembali ke Jakarta. Libur semester nya sebentar lagi akan selesai. Jadi, ia memilih untuk segera kembali ke Jakarta. Ia juga sangat merindukan Mama, Papa, juga adik nya Windy.

Saat ini Yupi sedang berada di pusat perbelanjaan di Jakarta bersama Rizal. Ah ya, Rizal ikut ke Jakarta karena Yupi meminta Rizal untuk menemaninya. Rizal melingkarkan lengan nya di pinggang Yupi dengan romantis. Membuat siapa pun yang melihat mereka, pasti mengira mereka adalah sepasang kekasih. Sejak Yupi dan Rizal memasuki mall itu. Ada sepasang mata yang terus mengikuti langkah mereka. Orang iu terlihat sangat marah melihat mereka berdua.

Orang itu terus mengekor Yupi dan Rizal. Yupi yang merasa jika ada seseorang yang terus membuntutinya menoleh ke arah belakang.

“Kamu…Ngapain di sini?”

Orang itu memegang erat tangan Yupi. “Yup aku minta maaf soal itu Yup. Tolong jangan salah paham..”

Yupi menghempaskan tangan nya membuat tangan nya terlepas dari genggaman orang itu.

“Aku mohon maafin aku Yup.”

“Diam! Aku gak mau liat muka kamu lagi!”

“Yup aku bakal ngelakuin apa aja biar kamu maafin aku.” Orang itu kembali menggenggam tangan Yupi dengan sangat erat.

“Udahlah Rel, aku udah muak liat muka kamu. Sana pergi bukan nya kamu harus ngurusin acara tunangan nya kamu? Udah sana. Lepasin tangan aku.” Bulir-bulir air mata Yupi lolos dari mata hazelnut nya.

“Yup kamu dengerin dulu penjelasan dari aku Yup.. Dengerin aku dulu. Kamu itu salah paham.”

“Penjelasan apa lagi? Ha? Semua nya udah jelas Rel, kamu selingkuh sama Shani! Kamu masih sayang kan sama dia mantan kamu itu? Udah lah ngapain kamu di sini.” Yupi melepaskan genggaman tangan Darrel.

“Yup apa yang terjadi sebenarnya gak sama seperti apa yang kamu pikirkan Yup! Dengerin penjelasan aku dulu!” Emosi Darrel terpancing. Darrel mulai menaik kan nada bicaranya, membuat Yupi tersentak.

“Terserah Darrel terserah! Aku benci sama kamu!” Yupi mengangkat tangan nya ke udara dan..

Plakk.

Tangan Yupi berhasil mendarat mulus di pipi Darrel. Membuat pria itu mengusap pipi nya. Menyisakan reaksi berwarna kemerahan di kulit putihnya.

“Makasih Yup.” Darrel memilih pergi meninggalkan Yupi dengan Rizal.

Yupi menatap punggung Darrel yang kian menjauh. Yupi melihat ke arah tangan nya.

Apa yang telah aku lakukan? Pikir Yupi.

Rizal mengusap punggung Yupi yang bergetar. Rizal pun membawa Yupi untuk pulang ke rumah.

~o~

Lombok, tanggal 18

Yupi berada dalam sebuah pesta sekarang. Mau tak mau Yupi menghadiri pesta yang sebenarnya sangat membuat hati nya sakit. Yupi merasa tidak enak hati jika ia tak datang di acara tunangan nya Shani, karena sejak kemarin Shani terus menelpon nya, memastikan Yupi benar-benar akan hadir dalam acara bahagianya.

Taman di halaman rumah Shani yang luas disulap menjadi sebuah garden party bernuansa putih yang indah. Yupi kecil dahulu, selalu bermimpi akan membat pesta pernikahan nya dengan tema garden party yang indah seperti pesta yang ada di film-film Barbie kesukaannya. Kali ini Yupi benar-benar ada di dalam pesta itu. Menghadiri pesta yang sebenarnya membuat hati nya sakit. Bagaimana tidak, Yupi harus menghadiri pesta tunangan Shani dengan mantan kekasihnya, Darrel mungkin. Sebenarnya Yupi tak tau pasti siapa yang akan tunangan bersama Shani. Tapi pikirannya, mengatakan Darrel lah yang akan bertunangan dengan Shani, meskipun hatinya bertentangan dengan pikiran nya itu.

Seseorang tiba-tiba menepuk pelan bahu Yupi, membuat Yupi menoleh.

“Hai Yup, sendirian aja. Ngelamun lagi, ntar kesambet loh.”

“Ih apaan deh Miko ngomongnya.”

“Hehe sorry Yup becanda.”

Yupi hanya mendengus kesal, mata nya menyisir sekeliling. Ada seseorang yang ia cari, pemilik mata sebiru samudera itu. Sepertinya, Miko mengetahui apa yang Yupi cari.

“Nyari Darrel ya Yup?” Tanya Miko.

Yupi menoleh ke arah Miko, lalu menghela nafas nya kasar.

“Dia belum datang, mungkin sebentar lagi.”

Yupi terdiam.

Darrel belum datang? Bagaimana mungkin? Bukan kah sebentar lagi acara ini akan dimulai? Apa sebenarnya yang bertunangan itu bukan Darrel? Lalu siapa?, pikir Yupi.

Created by : @Amanda_Zanuba

Iklan

8 tanggapan untuk “Hate love part 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s