Hate love part 6

Darrel mengantarku sampai di bandara. Hanya sampai aku turun dari mobil. Karena ia harus menghadiri rapat penting.

“Hati-hati ya? Kalau udah sampai langsung kabarin aku.” Ucap Darrel, tangan nya mengacak-acak rambut ku.

Aku mendengus kesal karena ulahnya, “Iya aku pulang dulu ya sayang kamu baik-baik ya di sini. Jaga kesehatan juga, jangan bandel ya awas aja kalau bandel aku mam kamuu”

Darrel tertawa kecil, “Iya sayang yaudah gih cepet nanti ketinggalan pesawat lagi”

Aku menggangguk cepat dan menarik koper ku. Aku berjalan menjauhi Darrel. Pipi ku rasanya basah. Tunggu mengapa aku menangis? Aku hanya akan pulang ke Jakarta, dan Darrel akan menemuiku nanti saat pekerjaan nya telah usai.

~o~

Saat ini aku sudah berada di Jakarta. Sudah 3 hari aku mencoba menelpon Darrel, tapi hasilnya nihil. Dia tak mengangkat telpon ku dan tak menjawab pesanku.

Mungkin dia sedang sibuk. Atau mungkin dia sudah lupa dengan ku? Ah itu tidak mungkin karena aku yakin Darrel sangat mencintaiku.

Sikapnya yang seperti ini membuat ku khawatir dan tidak nafsu makan. Sampai-sampai Mama meledek ku saat aku tidak mau makan.

Bagaimana bisa seorang cindy yuvia putri nya yang sangat menyukai makanan melewatkan waktu makan nya? Mungkin itu yang ada di pikiran mama. Tapi ulah Darrel membuat apa yang menjadi kesukaan ku berubah begitu saja.

Kring..kring

Ponsel ku berbunyi, ada telfon masuk di sana.

“Pasti Darrel,” Ucap ku. Ku raih ponsel ku itu dan melihat siapa yang menelfon ku. Ternyata bukan Darrel. Tapi Miko.

Aku menghembuskan nafas dengan kasar, lalu mengangkat telfon dari Miko.

“Halo Mik, ada apa?”

“Hai sayang ini aku Darrel. Ponsel aku hilang jadi aku pinjem punya Miko. Maaf ya udah bikin kamu khawatir. Kamu baik-baik aja kan di sana?”

Ponsel Darrel hilang? Mengapa Darrel tidak membeli ponsel baru? Darrel adalah pengusaha muda. Bagaimana mungkin ia tidak memiliki ponsel? Bagaimana cara Darrel untuk berkomunikasi dengan klien nya? Jika benar ponsel Darrel hilang, Darrel bisa menggunakan ponsel Miko sejak kemarin atau menggunakan telepon kantor.

“Yupi sayang.. Kamu masih di situ kan?”

“Ah i..iya gak papa kok, aku baik-baik aja di sini. Kamu juga baik-baik aja kan?”

“Aku baik-baik aja kok yup. Udah dulu ya aku masih ada rapat penting, jangan lupa makan ya yup. Kalau kerjaan di sini selesai aku langsung ke Jakarta deh.”

“Iya, kamu juga jangan lupa makan. Semangat kerja nya.”

“Bye Yup.”

“Bye.”

Aku menghempaskan tubuh ku ke atas kasur. Mencoba untuk tidur. Ini sudah pukul 11 malam dan aku masih belum bisa terlelap. Pikiran ku masih melayang pada sosok Darrel. Aku merindukan mata sebiru samudera milik Darrel. Aku merindukan tangan nya yang selalu mengacak-acak rambutku dengan gemas. Aku merindukan suara nya yang lebih menenangkan dari suara ombak.

~o~

Darrel POV

Apa aku terlalu jahat dengan berbohong pada Yupi? Tapi jika Yupi mengetahui kalau aku tidak memberi kabar padanya karena aku di sini sibuk menemani Shani yang baru saja ditinggal oleh Suami nya pergi untuk selamanya, Yupi pasti cemburu dan akan meninggalkan ku.

Apa aku jujur saja pada Yupi tentang apa yang sebenarnya terjadi? Aku yakin, Yupi pasti akan mengerti.

Ku raih ponsel ku dan mencari kontak Yupi. Saat baru saja aku akan memencet tombol untuk menelpon Yupi. Aku teringat, jika aku telah berbohong pada nya bahwa ponsel ku hilang.

Berbohong memang membuat semuanya menjadi rumit. Sepertinya, perasaan ku pada Shani masih saja tidak bisa hilang dari ingatan ku. Jujur, aku masih menyayangi Shani.

Untuk mencoba melupakan rasa itu, sepertinya aku tak bisa. Tapi bagaimana dengan perasaan ku pada Yupi? Bisa-bisanya hati ku membagi rasa sayang ku pada mereka berdua.

Saat ini Shani memang sangat membutuhkan seseorang di samping nya untuk menemani dia. Setelah kepergian Suami nya, Shani menjadi sedikit menutup diri. Dan itu seharusnya tidak boleh terjadi. Hampir setiap hari aku menemui Shani di rumahnya. Tanpa memberitahu Yupi. Mungkin Yupi sangat khawatir akan kabar ku. Tapi bagaimana mungkin aku harus menceritakan yang sejujurnya pada Yupi. Terlalu nekad. Aku tak mau kehilangan Yupi. Aku masih ingin menatap mata hazelnut dan mengacak-acak poni gadis berusia yang mengaku 19 tahun itu.

~o~

Lagi-lagi aku bangun kesiangan. Pukul 07.20 aku baru terbangun. Itu pun dibantu dengan suara ponsel ku yang berdering. Hari ini kegiatan ku kosong. Rencananya, aku ingin menemani Zara bermain di kebun binatang, bersana Shani tentunya. Tapi tunggu, apa aku harus memberitahu Yupi? Ah mungkin aku bisa berbohong lagi pada nya dan mengatakan ada rapat penting,  dan aku akan membeli kartu telepon yang baru untuk menghubungi Yupi. Agar dia tak kan curiga, karena sebenarnya ponsel ku tak hilang.

Setelah selesai membeli sim-card yang baru. Aku mencoba menghubungi gadis kecil ku itu.

“Halo ini siapa ya? ” Tanya Yupi. Aku tertawa kecil mendengarnya.

“Tebak”

“Ah Yupi tau!  Ini Darrel kan? Kamu udah beli ponsel baru? Aku save nomor kamu ya? Mau dinamain apa?” Yupi tetaplah Yupi yang sama. Baik di telfon atau berbicara langsung. Dia tetap gadis yang bawel.

“Apa aja, jangan aneh-aneh ya namanya”

“Darrel jelek aja ya?”

“Terserah”

“Hihi jangan ngambek gitu dong. Iya deh dinamain nya cuman Darrel”

“Iya. Aku gak ngambek. Tumben udah bangun yup,”

“Aku anak rajin tau ihh”

“Yup, udah dulu ya aku mau ke jalan kantor”

“Kamu ke kantor nya jalan sekarang? Mobil kamu kemana?”

“Errr. Maksudnya aku mau berangkat ke kantor gitu”

“Nah gitu. Harus EYD dong. Mm, bukan nya kalo hari Sabtu kantor kamu libur ya?”

“Hari ini ada klien Yup, jadi harus ke kantor”

“Oh gitu ya”

“Iya yaudah udah dulu ya sayang.”

“Iya. Miss you Darrel.. “

“Miss you too Yupi. Bye.”

Created By : @Amanda_Zanuba
Kritik & saran mention ke twitter ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s