Hate Love, part 5

“Kamu liatin aku ya? Dasar paparazzi wuu!!” Ucap Yupi.

“Nggak ngeliatin kok”

“Bohong! Tadi aku liat tau pas kamu ngumpet. Gak pinter sih ngumpetnya masa di balik pintu kan keliatan”

Darrel tidak menanggapi Yupi. Ia hanya menatap Yupi.

“Kok diem? Cemburu ya?” Tebak Yupi.

“Nggak”

“Tadi itu temen pas aku SMP namanya Rizal,” Ucap Yupi.

“Mm..yup jalan yuk” Ajak Darrel.

“Kemana?”

“Kita pergi ke..”

“Kemana Darrell ihh jangan bikin aku penasaran deh”

“Kita ke rumah Shani sayang. Hari ini Zara ulang tahun tapi sebelum ke rumah Shani kita cari kado buat Zara dulu ya”

Mereka pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di Lombok dan masuk ke sebuah toko perlengkapan bayi. Darrel menggandeng tangan Yupi dengan erat.

Yupi memilih sebuah satu set alat makan bergambar Minnie mouse untuk kado ulang tahun Zara. Setelah membeli kado mereka langsung melaju ke rumah Shani.

~o~

“Makasih ya Yup udah dateng,” Ucap Shani saat Yupi dan Darrel sampai di rumah nya.

“Sama-sama Shan, Selamat ulang tahun ya Zaraa” Yupi mencubit pipi Zara gemas. Diberikan nya kado yang sudah ia beli untuk Zara.

“Makasih om tante..” Ucap Shani mewakili Zara.

Sebenarnya Yupi masih tidak begitu menyukai Shani. Apalagi saat ini Darrel tengah memperhatikan Shani yang tengah berkumpul bersama teman-teman nya. Darrel masih selalu menatap Shani dengan tatapan yang berbeda. Tatapan yang tak Yupi sukai.

Yupi dan Darrel tidak terlalu lama di pesta ulang tahun Zara. Karena Yupi merengek ingin pulang pada Darrel. Kebiasaan buruk Yupi muncul lagi. Jika ia tidak menyukai satu hal, Yupi pasti merengek atau rewel seperti anak kecil dan ia selalu marah-marah tanpa sebab.

Di dalam Mobil Yupi hanya memainkan ponsel nya. Yupi menggembungkan pipinya, dengan bibir bawah berada diatas bibir atas (?) Ia terlihat lucu sekali. Darrel yang tengah menyetir sesekali melihat ke arahnya. Darrel hanya tersenyum melihat gadis kecil nya ini.

“Yupii~” Goda Darrel.

Yupi menoleh ke arah Darrel dan menautkan kedua alisnya.

“Kamu kenapa sayang?”

Yupi menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Gak papa kok. Badmood aja,”

Darrel mengacak-ngacak poni Yupi. “Jangan cemberut gitu ah jelek. Udah tau jelek makin jelek deh”

“Ihh Darrel diemmm Udah kamu fokus nyetir aja,” Kesal Yupi pada Darrel. Tangan nya sukses mencubit lengan Darrel.

“Aww Yup gak usah dicubit juga kali,”

Yupi hanya terkekeh dan menjulurkan lidahnya meledek Darrel.

“Darrel aku kangen mama..”

“Kamu mau pulang?”.

Yupi mengangguk pelan.

“Mau pulang kapan sayang? Nanti aku cariin tiket  ke Jakarta ya”.

“Kamu masih ada kerjaan disini Rel?”

“Iya, maaf ya aku gak bisa nganterin kamu sampe Jakarta, tapi nanti aku anterin kamu ke bandara kok tenang aja”

“Gak papa kok.” Yupi tersenyum.

“Jadi mau nya pulang kapan?”

“Lusa ya?”

“Secepat itukah?”

“Huum aku udah kangen banget sama Mama Darelll”

“Yaudah deh aku anterin kamu ke hotel dulu terus nanti aku cariin tiket nya”

“Sekarang aja sekalian biar gak muter-muter kamu nya.”

“Kamu harus istirahat yup, gak jadi masalah kok buat aku”

“Yaudah deh.”

~o~

Yupi  POV

Aku termenung menatap langit-langit kamarku. Bibir ku terus tersenyum. Entah karena apa.

Aku bingung, mengapa aku bisa mempercayai seseorang yang baru saja aku kenal dan langsung menerima ia menjadi kekasihku. Sebenarnya, sempat terlintas jika Darrel hanya akan memanfaat kan aku saja. Nyatanya tidak. Darrel begitu berbeda dari semua laki-laki yang pernah aku temui.

“Aaaaa” Aku berteriak kegirangan dan melompat-lompat di atas tempat tidur, seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan.

“Yupi hari ini senengggg!!” Aku kembali tiduran di atas tempat tidur ku. Lalu aku menutup setengah badanku dengan selimut dan teringat jika besok aku akan pulang ke Jakarta artinya aku harus segera tidur.

~o~

Darrel mengantarku sampai di bandara. Hanya sampai aku turun dari mobil. Karena ia harus menghadiri rapat penting.

“Hati-hati ya? Kalau udah sampai langsung kabarin aku.” Ucap Darrel, tangan nya mengacak-acak rambut ku.

Aku mendengus kesal karena ulahnya, “Iya aku pulang dulu ya sayang kamu baik-baik ya di sini. Jaga kesehatan juga, jangan bandel ya awas aja kalau bandel aku mam kamuu”

Darrel tertawa kecil, “Iya sayang yaudah gih cepet nanti ketinggalan pesawat lagi”

Aku menggangguk cepat dan menarik koper ku. Aku berjalan menjauhi Darrel. Pipi ku rasanya basah. Tunggu mengapa aku menangis? Aku hanya akan pulang ke Jakarta, dan Darrel akan menemuiku nanti saat pekerjaan nya telah usai.

Created by : @Amanda_Zanuba
Kritik & Saran Mention ke twitter ya.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Hate Love, part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s