Kosong, Part5

Siang hari di hari minggu, sinar matahari terasa sangat panas,

TOK! TOK! TOK! Suara pintu sebuah rumah sedang diketuk menandakan ada tamu yang datang.

“Ya, Sebentar” Jawab Seseorang dari dalam Rumah yang sedang berjalan menuju ke arah pintu.

CEKLEK!

“Eh, kamu Bil, yang lain mana?” Ucap orang itu.

“Yang lain masih di Rumah Feni,” Ucap orang yang dipanggil Bil tadi, Hmmm… Namanya Nabilah Ratna Ayu Azalia, Teman Sekelas Zara dan Feni sewaktu SMP.

“Oh, Yaudah yuk masuk dulu, sekalian nungguin yang lain,” Ajak Zara.

“Yuk.” Jawab Nabilah sambil mengikuti Zara yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam Rumah.

Suara nyanyian yang diiringi dengan Suara petikan Gitar terdengar dari lantai 2, Zara dan Nabilah langsung berjalan ke lantai 2 untuk mendengar suara itu lebih jelas.

 

Dulu kau biarkan aku terluka

Acuhkan semua yang kulakukan

Tak sedikit luka yang kau berikan untukku

 

Dimana, Kulihat dan ku dengar engkau bahagai

Teringatkan aku dengan sosok dirinya

Dan kau pun tertawa melihatku menderita

Tanpa kau tau kini aku tlah berubah

Lebih banyak waktuku tanpa dirimu

Tanpa hadirmu….

 

Nabilah sedikit menyipitkan matanya melihat seseorang yang sedang memetik gitar sambil menutup mata dan menundukan kepalanya, Pria itu sedikit mengangkat kepalanya tanpa membuka matanya, Nabilah terkejut melihat pria itu, air mata mengalir saat Nabilah melihat pria itu, pria itu seketika menghentikan nyanyiannya karena ia tersedak, ada seekor lalat yang masuk kemulutnya.

“Hooek, Ohok…ohok, Zar Zar, ambilin minum Zar!” Pinta Pria itu.

“Eh, I-iya Kak, tapi minumnya apa?” Ucap Zara.

“Air putih aja,” Saat Zara ingin beranjak Sang Pria kembali berbicara,

“Pake Sirup Jeruk sama Es ya,” Lanjutnya.

“Itu bukan air putih dong Kak, itu Es Jeruk,” Ucap Zara.

“Eh, Ohok…ohok, yaudah Es Jeruk cepetan,”

“Iya iya.” Ucap Zara kemudian berlari ke dapur di lantai bawah.

Ikhlas masih menutup mata dan sedikit kesulitan bernapas karena lalat tadi masih tersangkut di tenggorokkannya, tak lama Zara pun kembali membawa Es Jeruk.

“Nih Kak,” Ucap Zara seraya memberikan minuman tersebut ke Ikhlas.

“Makasih Zar,” Ucap Ikhlas dan langsung meminum minuman yang dibawakan Zara tadi, sementara Nabilah masih terdiam berusaha menghapus air matanya.

“Sama-sama Kak.”

Setelah selesai minum Ikhlas meletakkan gitarnya di kamar, dan saat kembali Ikhlas melihat seseorang yang sedang menghapus air matanya, Ikhlas mencoba menghampiri orang itu yang masih menundukkan kepalanya,

“Hei, kenapa nangis?” Tanya Ikhlas ramah.

“Hiks…hiks, Gak Ke..napa-na..pa kok,” Jawab orang itu.

“Kalo gak kenapa-napa kok nangis?”

“Apa gara-gara gue?” Tanya Ikhlas iseng, tak ada suara yang keluar dari mulut orang itu tetapi hanya sebuah anggukan.

“Buset, kok oe, kan gak oe apa-apain tadi, ngeliat ente aja baru,”

“Hayo lho Kak, anak orang nangis, tanggung jawab,” Ucap Zara dari belakang Ikhlas.

“Lah, ente juga ngapa jadi nyalahin oe, oe gak tau apa-apa malah disalahin, ini pasti kerjaan ente ya Zar,”

“Kok aku sih Kak,”

“Lah emang iya, tadi dia sama ente kan ke sininya, tapi tunggu Zar, dia temen ente?, kok oe ngerasa sering ngeliat dia ya,”

“Sering liat?, liat di mana Kak?”

“Pas SMP dulu, bentar biar gue inget-inget dulu,”

“Ah! Gue inget, nama ente Kubil Kan?” Mendengar itu Nabilah langsung mengerucutkan bibirnya.

“Lah, ente kenapa? Bibir dimonyong-monyongin gitu?” Ucap Ikhlas.

“Salah tau!, nama aku bukan Kubil tapi Nab…” Belum sempat Nabilah menyelesaikan ucapannya Ikhlas kembali berbicara.

“Tunggu, gue inget-inget lagi, ada Nabnya kan?” Ucap Ikhlas, Nabilah pun mengangguk.

“Nab….Nab…Nab… Jaenab!” Ucap Ikhlas, mendengar itu Nabilah kembali mengerucutkan bibirnya.

“Nabilah Kak,” Ucap Zara sebelum Ikhlas kembali berbicara.

“Nabilah?, oh,” Ucap Ikhlas, Ikhlas kembali mengingat-ingat, tetapi ingatannya masih samar-samar.

“Kagak inget gue, hehe…” Ucap Ikhlas.

“Kebiasaan,” Ucap Zara.

“Yaudah deh, gue mau jalan-jalan dulu keluar, sekalian nyari…” Ucapan Ikhlas dipotong oleh Zara.

“Nyari apa?, Cewek?,”

“Kagak, mau nyari warnet, hehe…”

“Emang mau nyari pake apa?, motor Kakak kan masih ditinggal di Sekolah,”

“Yaudah deh, kagak jadi nyari warnetnya,” Ucap Ikhlas kemudian berjalan ke arah tangga untuk menuju ke teras rumah.

NING!NUNG! Suara Notif Line.

Ikhlas : Zar tolong bawain gitar ke teras dong 🙂

 

Zara tidak menjawab dan langsung mengambil gitar ke kamar Ikhlas, setelah mengambil gitar, Zara langsung mengajak Nabilah untuk ikut ke teras sambil menunggu yang lainnya.

 

Ikhlas sedang duduk di teras sambil memandang ke arah luar, tak lama datang sebuah mobil berwarna merah menuju ke arah Rumah Zara, mobil itu berhenti tepat di depan Pagar rumah Zara, sang pemilik mobil keluar, saat melihat itu Ikhlas langsung lari ke dalam Rumah, Ikhlas berlari melewati Zara yang sedang membawa gitar.

“Eh, Kak ini gitarnya,” Ucap Zara.

“Simpen aja dulu, nanti gue ambil,” Jawab Ikhlas.

DAK! Suara pintu dibanting terdengar jelas.

“Kenapa Zar?” Tanya Nabilah.

“Gak tau, kayaknya ada yang aneh di luar, kita lihat yuk,” Ucap Zara.

“Yuk.” Jawab Nabilah, mereka berdua pun berjalan menuju ke teras, saat sampai di teras mereka melihat sebuah mobil berwarna merah yang berhenti tepat di depan rumah Zara, Zara yang mengetahui pemilik mobil itu langsung menggelengkan kepalanya, tak lama kemudian mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumah, kemudian terdengar suara bel.

TING!TONG!

CEKLEK!

“Eh ada Kak Melody sama Kak Frieska, masuk Kak,” Ajak Zara.

“Eh!, iya Zar, yuk Mpris.” Ucap Melody, Frieska masih terdiam memikirkan apa yang tadi dia lihat,

“Apa tadi itu Ikhlas ya?” Tanya Frieska dalam hati.

“Tapi kalo emang Ikhlas, kenapa dia gak pulang ke rumah?”

“Tanyain ke Zara aja deh, daripada aku bingung nantinya.” Ucap Frieska Dalam Hati.

 

Bersambung…

 

-=o0o=-

Maaf-maaf aja kalo masih banyak kekurangan,  ditunggu juga buat yang mau ngasih kritik dan sarannya.

 

FB : Ikhlas W Ramadhan

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Kosong, Part5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s