Annihilation part 30

cover

~

“Sayang ! Lihatlah.. Gabriel datang !!” pekik Shani berteriak-teriak memanggil Kelvin yang masih berada di dalam kamar

Kelvin langsung bergegas keluar menuju kearah sumber suara. Dilihatnya Shani yang tengah menghadap kearah langit. Sesosok Malaikat bersayap putih lebar tengah mendarat dengan anggunnya

“Cihh.. kau datang” ucap Kelvin dingin

“Sayang…” ucap Shani pelan seakan menegur Kelvin untuk bersikap lebih sopan terhadap Gabriel

“Aku hanya berurusan dengan Shani, jika kau tidak mau ikut menemui anakmu. Baiklah” ucap Gabriel santai

“Heei.. betapa kurang ajarnya dirimu. Tentu saja aku ikut..” geram Kelvin kesal

“Oh baguslah. Seorang Iblis akan datang ke markas Para Malaikat.. bersiaplah untuk mati”

“Apa maksudmu ?!!” Kelvin sudah kesal karena merasa dicemooh oleh Gabriel

“Heei heei.. bisakah kalian berhenti bertengkar ??” Shani melerai pertikaian keduanya

“Dan kau Gabriel !! Apa maksudmu dengan berkata ‘bersiaplah untuk mati’ kepada Kelvin ?” lanjut Shani bertanya

“Tentu saja aku hanya bercanda Shani. Aku hanya ingin menguji kesabaran kekasihmu ini. Ternyata sifat Iblisnya yang mudah marah benar-benar sulit dihilangkan”

“Lihat saja kau nanti” Kelvin terus mengggerutu, jika saja tidak ada Shani yang melerai, pasti sudah terjad pertempuran diantara keduanya

“Sudah-sudah. Cepatlah.. aku sudah tidak sabar bertemu dengan Krishnaku” ujar Shani

Lalu ketiganya mengepakkan sayap mereka untuk melakukan perjalanan ke Surga..

“Heei Gabriel..” panggil Shani disela-sela mereka terbang

“Hmm ?”

“Kau lupa ? Kelvin adalah Iblis. Tentu saja dia tidak akan bisa mencapai Surga hanya dengan terbang” ujar Shani

“Ah iya.. kenapa aku bisa lupa” Gabriel menyadari kebodohannya

Gabriel menengok kearah Kelvin

“Heei Iblis…”

“Berhenti memanggilku seperti itu” potong Kelvin geram

“Baiklah. Salahku.. heei Kelvin, bisakah kau keluarkan Firamu agar kau bisa sampai ke Surga ?”

“Tentu saja , bodoh”

“Kekasihmu ini sangat menyebalkan sekali, Shani. Bisakah aku membunuhnya ?”

“Eh.. j..jangan lakukan itu Gabriel” jawab Shani panik

“Sudahlah. Kalian Para Malaikat pergilah terlebih dahulu kesana.. aku akan menyusul lewat Firaku”

“Janji ya kau akan kesana ?” tanya Shani menghentikan terbangnya

“Tentu, sayaangg.. janji. Mana mungkin akau tidak bertemu Krishna ku” Shani akhirnya lega setelah Kelvin berkata seperti itu. Ia terbang lebih dahulu bersama Gabriel

Iblis memang tidak akan bisa mengetahui keberadaan Surga jika hanya melalui terbang saja. Keberadaan Surga sangat tersembunyi. Hanya melalui Fira (api abadi) lah, para Iblis termasuk Kelvin bisa menyentuh markas Para Malaikat. Fira itu pertama kali diciptakan oleh Raja Lucyfer sendiri. Entah kekuatan macam apa yang ia keluarkan, sehingga dalam sekejap mata, api tersebut bisa menghubungkan dari satu lokasi langsung menuju ke Surga. Setelah Raja Lucyfer tewas, Fira kali ini hanya diwarisi ke beberapa Iblis yang mahir dalam ilmu Roost api. Diantaranya adalah Aidan, Vanguard, Kelvin dan Wildann.

“Fira de xeschtupen la landers namon !!” teriak Kelvin dengan suara keras..

Dinding api yang tebal keluar di udara. Di bagian dinding atas tersebut, terlihat api berkobar-kobar. Tak lama kemudian, nampak terlihat lorong panjang yang membelah Fira

~

Gabriel dan Shani akhirnya memasuki pintu gerbang berwarna emas yang sangat megah. Di samping kanan-kiri gerbang tersebut, terlihat sebuah patung sayap yang besar. Pemandangan-pemandangan itu bukan merupakan hal yang baru lagi bagi Shani, ia hanya kembali pulang ke tempatnya berasal setelah beberapa ratus tahun menghabiskan waktu di Bumi bersama kekasihnya

“Selamat datang kembali, Shani” ucap Gabriel

Shani hanya membalas dengan sedikit senyuman

“Dimanakah Krishna ? apakah ia tinggal di Istana ?” tanya Shani

“Ya, kau benar. Dia berada di Istana”

Shani dan Gabriel lalu kembali melanjutkan penerbangan mereka, setelah sebelumnya berhenti di bagian depan gerbang Surga, mereka terus terbang melewati sekelompok Malaikat yng sedang berlatih. Para Malaikat disana sontak melihat kearah Gabriel yang membawa seseorang, rupanya mereka baru menyadari bahwa itu adalah Shani, mereka kemudian berbisik-bisik satu sama lain seperti sedang membicarakannya. Tatapan mereka seperti sedang melihat seorang pengkhianat yang dibawa oleh Gabriel

“Sepertinya mereka semua tidak menyukaiku lagi, Gabriel” gumam Shani sedih. Ia melihat kearah bawah, dapat dengan jelas ia lihat sekelompok Malaikat seperti sedang membicarakannya

“Tidak usah kau pedulikan mereka”‘ jawab Gabriel singkat

Sesampainya mereka di Istana, Shani dan Gabriel masuk ke dalam Istana megah tersebut. Tak lama kemudian, sampailah mereka di dalam suatu aula yang mereka biasa gunakan untuk membahas hal-hal perang. Di aula tersebut terlihat sekelompok Malaikat yang sudah menanti mereka. Disana ada Rafael, Michael, Padris, Chris, Yuvia, Shania, Violetta dan lain-lain. Mereka semua memang seakan menyambut kedatangan Shani kembali.

“Kau berbicara lah terlebih dahulu dengan teman-temanmu, aku akan memanggil Krishna untuk segera turun” Shani mengangguk, Gabriel lalu pergi meninggalkan Shani

Shani bingung mau bicara apa kepada teman-temannya. Ia takut akan respon negatif dari semua temannya karena ia merupakan pengkhianat dan berhubungan dengan Iblis

“Maafkan aku, Shani..” Padris langsung maju mendekati Shani

Shani mengerti bahwa Padris meminta maaf adalah tentang kejadian di Bumi itu

“Tidak perlu, Padris. Itu bukan salahmu..” jawab Shani lembut

“Shaniii !!” Yuvia, Shania dan Violetta memeluk erat tubuh Shani. Mereka sangat rindu dengan sosok Shani.

Shani membalas pelukan dari ketiga teman wanitanya. Meskipun tidak terlalu dekat, namun Shani sering beberapa kali mengobrol dan bermain bersama mereka di tepi danau

“Haai kalian..” sapa Shani lembut

“Aku merindukanmu” ucap Yupi sesenggukan menahan tangis

“Apakah kau baik-baik saja ?”

“Bagaimana kehidupan di Bumi ?”

“Apakah kekasihmu berlaku baik padamu ?”

Berbagai macam pertanyaan terus terlontar dari mulut mereka. Shani sampai bingung
untuk menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu

“Adduuh.. kalian ini banyak sekali pertanyaannya” keluh Shani

Para Malaikat pria hanya melihat saja keempat Malaikat wanita itu yang tengah melepas rindu satu sama lain. Dibiarkannya mereka dulu untuk mengobrol ringan sejenak untuk mencairkan suasana

Rafael, Michael dan Chris menghampiri Shani

“Selamat datang kembali, Shani” sapa Rafael lembut

“Aku senang kau selamat” ucap Michael

“Terimakasih Rafael”

“Dan kau juga Michael..” balas Shani

“Dimana Kelvin ?” Chris tiba-tiba bertanya

“Dia sedang menuju kemari, dengan Firanya”

“Kupikir api itu bisa langsung menghubungkan Bumi dan Surga dengan cepat” gumam Chris

“Tidak seperti itu, Chris. Aku diberitahu Kelvin bahwa Fira membutuhkan setidaknya 2 jam untuk sampai ke sini, tidak langsung begitu saja”

“Api yang aneh” timpal Rafael

Setelah selesai berbincang-bincang dengan Rafael, Michael, Chris, ketiga Malaikat wanita yang lain kembali mendekati Shani lalu mengobrol kembali. Sama seperti wanita kebanyakan, mereka dapat dengan mudah kembali akrab seperti sedia kala. Shani bercerita tentang kehidupan di Bumi bersama dengan Kelvin, sementara ketiga Malaikat didepannya mendengarkan dengan seksama. Sedangkan Malaikat Pria lainnya bergerak sedikit menjauh dari mereka, seakan memberikan waktu bagi keempat Malaikat Wanita itu untuk berbicara panjang lebar

“Menegangkan sekali hidupmu disana”

“Ya begitulah

“Lalu, bagaimana kalian bisa hidup tenang tanpa diserang Iblis lain disana ?” tanya Malaikat yang mungil dan berponi itu

“Kelvin membangun sebuah rumah di tempat yang tersembunyi, Yuvia. Jadi aku dan dia bisa selamat dari kejaran Para Iblis disana” jawab Shani

“Bagaimana rupa kekasihmu ? Aku sering bertemu Iblis dalam perang, tetapi belum pernah mengetahui sosok yang bernama Kelvin” celetuk Shania yang memiliki postur tubuh yang paling tinggi dibanding Malaikat wanita lainnya

“Iya-iya.. apakah dia tampan ?” Violetta mendukung pertanyaan Shania

“Dasar wanita” desis Chris dari kejauhan

“Jelas dia tampan” ada sedikit rasa bangga dalam diri Shani

“Waah, aku tidak sabar ingin melihatnya” ujar Yuvia sambil sedikit loncat-loncat kecil

“Haha.. dasar kau ini” Shani tertawa pelan melihat tingkah Yuvia yang lucu

“Lalu lalu ? apa lagi yang menarik darinya ?” tanya Yuvia

“Mmmh.. apa ya..” Shani meletakkan jarinya di dagu

“Percayalah Yuvi, setampan-tampan nya kekasihku, pasti lebih tampan Rafael. Terlebih sikapnya baik dan lembut” balas Shani mencoba mengalihkan omongan kearah Rafael

“Rafael ? pria itu ? apa yang baik darinya.. memang kuakui dia tampan, tetapi dia hanyalah pria yang ahli memainkan perasaan wanita” ucap Yuvia penuh kebencian, Rafael merupakan mantan kekasihnya

“Kalau kau tidak percaya, tanya saja Shania.. dia juga salah satu mantannya” lanjut Yuvia

Shani mengarahkan pandangannya kearah Shania

“Benarkah ?”

Shania sempat melirik Rafael dari kejauhan, sebelum akhirnya ia berkata

“Iya, Yuvia benar. Aku benci Pria seperti dia..”

“Aku juga” timpal Yuvia

“Disaat aku memiliki rasa sayang yang semakin besar padanya. Dia malah memilih wanita lain” geram Shania penuh kebencian

“Sama denganku” dukung Yuvia

Shani merasakan suasana yang tidak enak, daripada kedua wanita itu kembali mengingat masa lalunya yang kelam, ia berinisiatif untuk membuka topik obrolan baru. Shani sangat mengerti bagaimana perasaan kedua temannya, terlebih dia juga merupakan wanita.

“Heii heei sudah.. bagaimana kita bicarakan tentang hal lain. Mmmh.. ohiya bagaimana keadaan Surga ini disaat aku tidak ada ?”

“Sangat kacau, Shani” jawab Yuvia

“Kacau bagaimana ? Shani mengernyitkan dahinya bingung

“Kacau bukan dalam artian kami diserang, tetapi kacau dalam sisi mental” ucap Yuvia

“Kami sempat putus asa untuk melihatmu kembali, beberapa diantara kami sudah berpikir bahwa kau pasti akan dibunuh oleh Para Iblis” lanjut Yuvia

“Kami sangat terpukul akan hal itu Shani, terlebih Padris. Dia sangat merasa bersalah atas penangkapan dirimu oleh Iblis” Shania menengok sedikit kearah Padris yang sedang berbicara dengan Rafael

“Iya, dia mengurung diri di kamar seharian sampai akhirnya Gabriel menenangkannya kembali” ujar Violetta

“Kami semua berpikir keras tentang bagaimana cara menyelamatkanmu, sampai pada akhirnya.. Gabriel mencari jalan keluar dan meminta petunjuk langsung dengan ‘Yang Kuasa'” ucap Yuvia

“Lalu ?” Shani mulai tertarik dengan cerita ketiga temannya

“Ya seperti yang kau tahu. ‘Yang Kuasa’ meramalkan bahwa kau akan ditolong oleh seorang Iblis di Bumi, dan nantinya kau akan mengandung sosok ‘Penyelamat'”

“Dan benar saja kan ? Kau ditolong oleh Kelvin. Lalu kalian berdua akhirnya berhubungan sampai mempunyai Krishna di sisi kami sekarang” Yuvia berbicara panjang lebar

“Kami sangat berterimakasih padamu, karena kau sudah menggenapi ramalan ‘Yang Kuasa’ dengan melahirkan sosok Krishna” Shania memegang tangan kanan Shani

“Dengan ini, kita pasti akan berhasil membasmi Para Iblis itu” ucap Violetta

Shani tersenyum lembut

“Aku tidak menyangka akan seperti ini. Ternyata ‘Yang Kuasa’ menakdirkan sesuatu yang besar terjadi padaku. Aku sangat bersyukur pada-Nya”

Ucapan mereka semua terhenti ketika ada suara derap langkah kaki yang menuruni anak-anak tangga.

DRAP DRAP DRAP

Terlihat sosok Gabriel disana yang berjalan dengan tegapnya, dan di belakangnya,  sudah ada sosok yang Shani rindukan, yaitu Krishna. Anak kandungnya. Krishna memiliki postur yang cukup tinggi bagi Malaikat/Iblis seusianya. Memiliki sorot mata yang lembut namun tajam, rambut hitamnya dibiarkan berantakan, namun tidak mengurangi kesan tampannya.

Jika melihat Krishna yang ada di depannya saat itu. Shani benar-benar terpikirkan sosok kekasihnya. Ternyata benar apa kata Gabriel kala itu. Krishna memang mewarisi ketampanan Kelvin

“Shani, inilah anakmu…”

Shani terdiam mematung melihat Krishna, putranya, sedang berada di depan mata kepalanya sendiri. Sebenarnya ia langsung ingin berlari dan memeluk anaknya itu erat-erat, namun entah kenapa, kakinya seakan kaku untuk bergerak.

“Krishna, inilah Ibumu..”

instagram : kelvinmandala
blog : mandalakelvin.wordpress.com
YT channel : www.youtube.com/user/WWEKelvinMP
patreon.com/KelvinMP

twitter : @KelvinMP_WWE

*To Be Continued*

Iklan

3 tanggapan untuk “Annihilation part 30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s