Cinta dan Hidup, CHAPTER 2

Mimpi lah setinggi mungkin jangan takut akan terjatuh karena saat kita bermimpi maka disitu kita akan tau bahwa ada alasan untuk berusaha dan alasan untuk belajar, walaupun akan ada disaat kita akan terjatuh dan berjalan di jalan yang berduri tapi ingat bahwa tak selamanya hal yang kita anggap bisa kita raih itu akan kita raih dengan mudah, jangan menyerah dan jangan takut akan tersakiti dan jangan takut dihina karena dari kata-kata mereka kita bisa berjalan lebih jauh lagi.

“Makasi ya bro loe dah mau nampung gue salama dua hari ini, gue ke Tangerang dulu”, Pamit Marco kepada Temannya, dia tidak ingin lupa dengan tujuan walaupun temannya itu bisa saja mencarikan pekerjaan tetapi dia tidak ingin selamanya seperti ini.

“Gak apa-apa, ini kost terbuka untuk loe bro”, Ucap Sang teman.

“Jadi loe hari ini jadi ke tempat psikotes loe itu?”, tanya Ahmad.

“Jadi kok ini kan gue mau kesana lalu mau ke tangerang”, Balasnya kemudian dia pergi berjalan kaki ke stasiun kereta.

“Kak Ve loe gak kuliah kak?”.

Aaron sedang duduk di kasur sang Kakak, dan iba melihat sang Kakak yang sejak beberapa bulan lalu selalu melamun, membuat dia penasaran dengan lelaki yang bisa membuat hati sang kakak menjadi luluh karena dia tau bahwa sang Kakak termasuk cewek yang sangat anti dengan kata pacaran karena dia sangat fokus dengan pendidikan dan karir.

“Gak dek, kepala Kakak lagi pusing banget”, Balas Veranda yang ternyata sejak tadi malam tidak tidur melainkan menangis.

“Kakak pasti gak tidur ya semaleman?”, Tanya Aaron yang curiga melihat mata Veranda yang memperlihatkan kelelahan yang sangat.

“Kak gue janji bakalan bawa tuh cowok yang buat kakak seperti ini, kerumah ini dan mengembalikan kembali senyuman loe kak”, Batin sang adik yang sangat iba melihat sang Kakak.

“Senyuman ku hanya untuk mu, dan hanya kamu yang bisa menumbuhkan senyuman ku kembali”, batin Veranda dengan lebaynya.

“Yaduah Kak, gue mau keluar bentar kalau mami nanya bilang aja mau main sama temen”, Ucap Aaron yang sudah ada didepan pintu kamar Veranda.

“Jangan Kemaleman pulangnya”.

Aaron hanya mengangkatkan tangannya tanda dia mengerti dengan perkataan sang kakak.

Ddddrrrrrtttttt ddddrrrrrttttt

Jeje : Oi

Nabilah : Bersisik loe Je, lagi disekolah ni

Sisil : Hello Princes Sisil Hadir

Della : Hello Della Hadir

Saktia : Devils Attack muncul memberikan warna yang baru untuk Team J yang baru.

Melody : Jangan Lupa nanti latihan ya.

Nabilah : Aduh ni lagi teteh cantik masih pagi sudah ngingetin latihan segala.

Ve : Teteh, Nju, hari ini gue izin gak latihan ya.

Ghaida : Vedadari yang terindah kenapa, lagi sakit ya udah minum obat?

Setelah melihat Chat Grup dari Team J Veranda langsung meletakan hapenya dan mengambil foto usang dari laci lemari kecil di sebelah tempat tidurnya, didalam foto itu terdapat foto seorang anak kecil dengan wajah polosnya, mungkin siapa saja menganggap itu hanya kenangan lama yang harus dilupakan, tapi tidak untuk Veranda setiap hari dia berharap untuk bertemu dengan anak yang ada didalam foto ini, dia rela melakukan apapun untuk bisa bertemu dengan anak yang ada didalam foto itu juga alasan dia memasuki dunia Idol agar bisa bertemu dengan anak yang ada didalam foto itu, walaupun anak itu melupakan dirinya tetapi dia bersyukur dengan semua itu.

“Huft capek juga menghadapi Psikotesnya membuat kepala mumet”, Batin Marco sambil menghebuskan asap Nikotin yang beracun tetapi membuat pikirannya tenang.

“Ni Tas berat amet si”, Batinnya lagi kemudian dia menurunkan tas ransel dan menyandarkannya di dinding, dia memperhatikan setiap mobil yang lalu lalang didepannya jika dia memperhatikan semua mobil dominan mobil orang Kaya dan ada juga Taxi, yapz saat ini dia berada di pintu depan Mall Fx setelah dia selesai psikotes dia langsung ke Fx untuk mengusir kebosanan, walaupun akhirnya akan ngerokok juga.

“Lah sepertinya itu cowok yang dibicarakan anak-anak yang lain, yang membuat seorang Veranda menjadi galau meranan”, Batin seorang gadis yang ada didalam mobil kebetulan melewati tempat peristirahatan Marco.

“Nju gue lihat cowok yang membuat Veranda menjadi galau, posisinya di depan Fx sekarang”, Isi Pesan wanita itu.

Drrrtttt Drrrrttt

Wanita yang bernama Shanju itu langsung saja membuka Hapenya dan terlihat ada pesan Line dari salah satu member JKT48 yaitu Yona.

“Nju gue lihat cowok yang membuat Veranda menjadi galau, posisinya di depan Fx sekarang”.

Isi pesan dari salah satu member dan juga sahabatnya. Tanpa pikir panjang dia forward pesan ini dan sedikit dirubahnya untuk dikirimnya ke Grup Line member JKT48.

Shanju : Guys gue ada berita, gue dapat informasi dari Yona yang mengatakan cowok yang membuat Veranda Gegana ada di Fx sekarang.

Nabilah : Ahh Serius loe Tanju?

Okta : Aduh jadi penasaran siapa si orangnya.

Shanju pun menutup aplikasi Line dan membiarkan para member asik bergosip ria.

“Udah beberapa hari gue keluar dari rumah, keuangan makin menipis huft”, Batin Marco dengan nada sedih bercampur miris.

“Semua orang yang gue anggap teman semuanya pada menghilang, teman yang hanya ada saat tertawa bahagia semuanya pada hilang bak ditelan bumi”.

Marco pun beranjak dari tempat itu karena tidak ada niat untuk teateran, dengan cuek dia melewati siapa pun di sektiarnya karena dipikirannya sangat rumit dengan permasalahaannya.

1 Minggu Kemudian

“Aaron gue sudah dapat tempat cowok yang loe cari”, Ucap seseorang.

“Bagus sekarang kita kesana”, Ucap orang yang bernama Aaron tersebut.

Orang yang bernama Aaron itu mengambil Hapenya dan menghubungi sang Kakak kemudian menanyakan dimana kebaradaan sang Kakak.

“Kak Ve, loe dimana?”, Tanya Aaron melalui via Telepon.

“Kakak ada di Kampus, emangnya ada apa dek?”, Jawab Veranda yang sedang revisi Skripsi.

“Gue ada Kejutan sama Kakak, kakak gue jemput ya”, Ucap Aaron

“Iya”.

Aaron pun pergi menjemput sang kakak, dengan penuh semangat karena penyelidikan dia beserta temannya akan membuahkan hasil manis, terutama untuk sang Kakak.

“Emangnya kejutannya apa si?”, Tanya Veranda yang penasaran dengan kemi aja isteriusan sang adik.

“Santai kak”, Ucap Singkat Aaron dia pun kembali fokus kembali ke Hapenya mencari alamat yang kemarin mereka cek.

“Dragon Win Net ya Bro, dia disana nanti sampai kesana kita cari tempatnya”, Ucap Aaron membuat Veranda semakin penasaran dengan perkataan sang adik.

“Tidak ada Jalan pintas, macet gila ni”, Tanya Aaron yang kesal dengan keadaan jalanan, mereka sekarang di Tangerang menuju entah kemana.

“Kita mau kemana dek?”, Tanya Ve lagi, dia heran dengan adiknya.

“Kakak pasti bakalan berterima kasih sama ku setelah kakak tau apa yang akan kakak temui nanti”, Ucap Aaron dengan Bangganya.

Veranda pun pasrah dengan kelakuan sang adik, adakala Aaron tidak bisa dibantah jika dia lagi seperti ini.

“Kutabumi dimana ya pak?”, Tanya Aaron kepada salah satu pedagang asongan.

“Oh Mas lurus aja nanti ketemu masjid kemudian lurus aja terus udah disitu lah Kutabumi”, Kami pun berterima kasih kepada pedagang itu, tidak di duga Aaron membeli rokok karena semua orang mengira Aaron tidak merokok.

“Aaron sejak kapan kamu merokok dek?”, Panik Veranda yang melihat sang adik. Aaron hanya senyum saja melihat sang Kakak.

“Kak ini bukan untuk gue, udah santai aja”, Balas Aaron dengan tawa geli melihat sang Kakak yang sejak tadi banyak bertanya.

“Nah kita akhirnya sampai, patokannya Plaza ini kan sekarang kita nyari warnetnya”, Ucap Teman yang bersama dengan Aaron tadi.

Setelah bertanya dimana letak warnetnya mereka pun parkir tepat didepan sebuah warnet yang sedikit kumuh tetapi ramai dengan orang. Aaron memberikan topi dan sebuah masker Veranda pun mengambil dan memakainya dengan jantung berdetak kencang mereka masuk kedalam warnet terdengar keributan dan keriuhan Veranda melihat disalah satu komputer terdapat lelaki yang sangat dia rindukan.

Veranda melihat kearah adiknya, terlihat sang adik tersenyum hangat kepada Veranda membuatnya menjadi ingin memeluk sang adik.

Semua mata tertuju kearah mereka, kecuali pria yang sangat dirindukan itu hanya fokus kepada game yang dimainkannya dengan rokok di tangannya dan rambut berantakan seperti tidak mandi seminggu.

“Njay Bego amet si temen-temen gue, kaga ada yang bisa main ni”, Maki pria itu, membuat Veranda tersenyum didalam maskernya karena akhirnya mendengar suara lelaki yang dicarinya.

“Tak rokok lagi donk”, Teriak dia.

“Bagi gue ya co”, Ucap Salah satu orang yang duduk tidak jauh dengan dia.

Aaron pun yang memang sudah ada dibelakangnya melihat dia bermain Dota 2, memberikan rokok yang tadi di beli Aaron dijalan.

“Wah dapat rokok ni, makasi bray”, Ucapnya sedangkan Aaron hanya tersenyum melihat semangat dibalik kesedihan orang yang didepannya itu.

“Kak bagi satu ya”, Ucap seorang cewek dengan tato banyak di tangannya.

“Nah kasih sama cowok mu juga”, Ucap Marco dengan santai ketika memberikan dua batang rokok, membuat Aaron dan Veranda tersenyum melihat kebaikan lelaki itu.

Veranda pun mendekat kearah lelaki itu dan duduk di sebelah kanan lelaki itu, dan melihat kegiatannya. Mungkin karena dia memakai headseat dia tidak menyadari keberadaan wanita cantik didekatnya, dia menekan CTRL+Tab dan membuka Website Youtube kemudian memainkan lagu JKT48 sambil teriak-teriak Marco asik dengan Dotanya.

“Dasar wota”, Batin Veranda yang geli mendengar nyanyian marco yang diakui dia suaranya bagus tetapi karena dinyanyikan bercampur dengan kekesalan karena sedikit ada makian jadi lagunya menjadi aneh.

“Berisik loe co”, Ucap seseorang yang lewat sambil melepas headseat yang terpasang di telingaNya.

“Anj**g loe cok dateng-dateng bikin rusuh, jadi death kan ni hero gw padahal asik farming tadi gue”, maki dia karena keasikannya diganggu.

“Lah loe seperti gue kenal?”,  Ucap Marco kepada Veranda yang memakai kaca mata hitam dan masker hijau. Veranda sudah tidak memperdulikan bahwa ditempat itu ada wota karena dia tidak bisa menahan gejolak yang ada dihatinya yang ingin memeluk lelaki itu.

Veranda pun membuka kaca mata dan maskernya, ada niatan Aaron tetapi langsung dilarang Veranda dengan secara tidak langsung, membuat semua orang disana terkejut akan kecantikan Veranda sedangkan Marco terkejut melihat siapa yang didepannya sekarang.

“Jessica Veranda”, Ucap Marco yang masih dalam keadaan syok melihat seorang Idol datang ketempat kotor seperti ini.

“Berarti loe Aaron, pantes seperti pernah gue liat loe”, Ucap dia kepada Aaron yang masih asik berdiri dibelakang bangku.

“Jess ehh Ve loe ngapain kesini?”, Ucap Marco yang hampir keceplosan memanggil nama kecilnya Gebetan sejuta umat ini”.

Veranda menyadari dengan cepat dengan apa yang didengarnya karena hanya keluarganya saja yang memanggil dia dengan nama Jessi dan hanya satu orang yang memanggil dia dengan nama itu orang itu ada dihadapannya sekarang.

“Kamu mengingat ku?”, Tanya Veranda yang penasaran.

“Aduh Mampus gue, kenapa lagi ni Jessi datang kesini udah tau golden rules itu nyata udah gitu dari mana dia tau gue disini yang lebih parah dia masih ingat gue”, Batin Marco yang merasa sial akan kedatangan wanita yang sangat ingin dipeluknya itu.

Dengan cepat Veranda memeluk erat Marco membuat semua orang disana terkejut termasuk dia juga.

“Aduh Jessi jangan nangis gitu dong, udah gede masa masih cengeng seperti dulu si”, Ucap Marco dibarengin oleh elusan lembut dikepalanya Veranda.

“Hikss.. hikks.. Kamu masih mengingat ku”, Ucap Veranda yang sudah menangis.

“Bagaimana gue bisa melupakan mu Jess, salah satu alasan gue jadi wota itu supaya bisa selalu melihat loe, walaupun gue kaga oshin loe”, Ucap Marco dengan jujur sekalian becandai wanita cantik didepannya.

“Ya aku tau kok, kamu gak oshiin aku, ketika HS kemarin aja kamu HS sama Mpries kan, padahal aku berharap kamu ke stand aku”, Ucap Veranda dengan nada sedih sekalian berharap.

“Tidak mungkin lah Jess, kalau gue HS sama loe malah gue ajak loe jalan entar bukannya malah HS”, Canda Marco walaupun apa yang dikatakannya jujur.

“Udah selesai Dramanya”, Ucap Aaron yang mulai bosan dengan dramanya sedangkan manusia yang ada diwarnet sudah melihat mereka dengan terheran-heran bercampur iri karena bisa dipeluk bidadari.

“Ehh Maaf”, Ucap Ve dengan malu malu, pipinya merona membuat siapa aja ingin mencubit pipinya.

“Pipi loe itu bikin gemes aja deh jess”, Ucap Marco sambil mencubit pelan kedua pipinya Veranda.

“Huuuu Kesempatan”, Ucap Veranda sambil tersenyum manis membuat siapa saja bakalan mimisan.

“Oh ya Kak, Shanju, Nabilah, Naomi dan Haruka 10 menit lagi sampai kesini”, Ucap Aaron dengan santainya.

“APA…… ngapain mereka kesini?”, Ucap Veranda terkaget-kaget sedangkan Marco sedang menghisap rokok yang tadi diberikan Aaron.

“Gue suruh kak, soalnya mami nyuruh dia dibawa kerumah jadi gue minta tolong Kak Haruka sama Shanju untuk beli baju, kalau si Nabilah kakak seperti gak tau gimana sifatnya..”, Ucap Panjang lebar Aaron membuat Marco  dan Veranda terkejut sampai-sampai rokok yang ditangan Marco terjatuh.

“Anjay jadi jatuh kan”, Ucap Marco cepat setelah tersadar akan perkataan Aaron.

“Iya si dari perkiraan ku, dia itu belum mandi selama 6 Hari”, Ucap Veranda tampa dosa dan semua itu kenyataan.

“Dan lagi ini rokok aku sita, jika mau minta, minta saja sama ku”, Ucap Prosesif Veranda membuat Aaron bahagia akhirnya senyum kakaknya kembali lagi.

“Yahhhhh kok gitu si, wah bahaya ni”, Ucap panik Marco karena rokok yang mau diisapnya kena sita.

Tak lama kemudian masuklah 4 gadis cantik membuat siapa saja bakalan jatuh hati dengannya, mereka menatap heran ke sahabatnya Veranda yang sedang memegang sebungkus rokok sedangkan sang adik sedang asik bermain komputer.

“Weh kenapa ada Bunda Naomi ni”, Ucap spontan Marco melihat salah satu oshinya ada ditempat ini.

“Jangan kecentilan mentang-mentang oshi mu datang”, Ucap Prosesif Veranda kemudian mencubit lengan Marco.

“Aaauuuuu sakit tau Jess”, Ucap Marco yang akhirya tadi berikan rokok sebatang karena Veranda tidak tega melihatnya memohon.

“Bukannya dia yang…”.

“Iya, maaf tidak pernah cerita”, sesal Veranda, mereka berempat mengerti keadaan sahabat sekaligus member terpopuler di JKT48.

Naomi mendekat kearah dia yang sudah kembali bermain game online dengan rokok di asbak dan asap mengepul di dekat lelaki itu yang terlihat asik bermain Game yang dia ketahui nama gamenya Dota 2, sedangkan adiknya Veranda juga ikut bermain game itu dengan tenang, dia melihat disekelilingnya banyak sekali anak jalanan walaupun samar dia bisa mencium aroma alkohol.

“Co mereka cakep bener kenali dong satu sama gue”, Ucap Seseorang dengan badan tinggi.

“Kenalan aja sono”, Balasnya dengan nada cuek.

“Co masih lama billing mu, mami memanggil kamu kerumah”, Ucap Veranda.

“Iya Bro, kami tau loe seminggu ini kabur kan dari rumah, padahal rumah loe dibelakang situ”, Ucap Aaron dengan tawa.

“Tak berapa lama lagi billing gue”.

“Yaelah Co kan loe member tinggal log out aja bego”, Ucap OP yang sering di panggil Botak.

“Oh iya gue lupa, hehehehe”, Tawa hambar.

Mereka termasuk Marco akhirnya keluar dari tempat itu tidak lupa dengan ransel beratnya dibuat di bagasi belakang Mobilnya Veranda.

“Posisi duduknya kenapa gini si”, Batinnya dengan risih karena di sebelah Kanannya ada Veranda dan sebelah kirinya ada Naomi.

“Kenapa?”, Tanya Naomi yang pertama kali menyadari akan ketidaknyamanan dia.

“Gue bisa pindah deket jendela gak?, gue mau tidur soalnya”, Ucap Marco dengan sopan.

“Ya udah tidur saja, paling kamu nanti nyender kalau tidak di bahu ku paling di bahunya Naomi”, Ucap santai Veranda.

“Bodo ah, ngantuk gila gue 3 hari gak tidur”, Batin Marco.

“Gimana Kakak Bahagia kan”, Ucap Aaron

“Makasi banget ya dek, kamu paling bisa buat kakak bahagia”, Ucap Veranda

“Tapi ingat Ve golden rules, kalau management gak masalah asal jangan ketahuan sama fans OK”, Nasehat Naomi, Veranda hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Co udah sampai kita”, Ucap Veranda, dia pun terbangun dan kembali sadar ternyata semua ini bukan mimpi.

“Bukan mimpi ternyata”, Bisiknya pelan.

Mereka semua akhirnya masuk kedalam rumah yang bisa dibilang sangat mewah, saat masuk mereka disambut hangat oleh Mamanya Veranda, mereka pun langsung makan malam karena jam sudah menujukkan jam 9 malam, setelah berbincang sedikit Nabilah, Haruka dan Naomi pamit pulang sedangkan Shanju nginap dirumahnya Veranda dengan alasan ingin ngobrol dengan Veranda. Mamanya Veranda menyuruh Aaron sang anak agar menunjukkan dimana Kamar Tamu dan Kamar mandi.

“Makasi ya mam”, Ucap Veranda dengan senyuman lepas dan tulus, senyuman yang dirindukan sang Ibu, senyum yang telah lama hilang dan digantikan oleh senyuman palsu yang tak beremosi.

 

 

Twitter

–@KingHarem–

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cinta dan Hidup, CHAPTER 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s