Annihilation part 28

Cover

Pada saat itu Kelvin melompat ke atas lalu dengan satu gerakan cepat ia mengaitkan kedua kakinya pada sebuah stalaktit yang ada di goa seperti seekor kelelawar. Kedua tangannya berusaha menangkis setiap sabetan pedang dari Gabriel. Gabriel ikut melompat ke atas dan hampir saja ia berhasil menebas kaki Kelvin, untunglah Kelvin segera melepas kaitan kakinya sehingga ia pun terjatuh ke tanah

“Gabriel !! Gabriel ! aku mohon berhenti menyerangnya” Shani sudah menangis memohon agar Gabriel tidak meneruskan serangannya

Namun sepertinya Gabriel sudah penuh nafsu membunuh Kelvin, tak dihiraukannya permintaan Shani, melainkan ia terus menyerang Kelvin dengan brutal. Melihat Kelvin yang tengah tersungkur di tanah, Gabriel memanfaatkan kesempatan dengan mendesak Kelvin ke dinding goa. Kelvin menyilangkan pedangnya di depan dada agar untuk menahan pedang Gabriel. Namun, tenaganya sudah benar-benar habis sehingga pedang Gabriel semakin mendekati dadanya.

Sorot mata kebencian terpancar dari wajah Gabriel dan Kelvin tahu benar mengapa ia dipandang seperti itu. Semua Malaikat berhak membencinya.

Dalam keputusasaannya, Kelvin berteriak “Fir de explosion la flame ivinamon !!”

“Bodoh kau Kelvin.. itu bisa membunuh dirimu sendiri” desis Gabriel

WUUUSSSH WWUSSSSSHH BLAAAAR BLAAR

“Kelviiiin !!!” Shani semakin panik, ia tahu bahwa kekuatan Exflame yang dikeluarkan Kelvin sangat berbahaya, bahkan bisa membunuh si penggunanya

Lidah-lidah api kencang berputar-putar menerpa seisi ruangan, membuat Ketiga Malaikat bahkan Shani sendiri terhempas. Akibat angin dari lidah api itu, pasir bertebaran kesegala arah membuat ruangan goa itu menjadi keruh. Beberapa stalaktit terlepas dan melayang tak tentu arah, lalu terdengar retakan-retakan dinding goa.

Punggung Rafael membentur dinding goa dengan sangat keras hingga rasanya ia hampir jatuh pingsan. Dipeluknya Shani erat erat untuk melindunginya. Sebuah stalaktit melayang ke arah mereka. Dengan satu gerakan cepat, Rafael menangkis stalaktit yang berat dan kasar itu hingga membuat tangannya terluka dan kulitnya sobek.

“Uggh siaal.. panasnya” Rafael menyeka keningnya yang penuh dengan keringat

Michael mendekap erat-erat tubuh mungil Krishna dalam gendongannya. Tubuhnya sendiri juga terhempas ke dinding goa dan kepalanya terbentur dengan kerasnya. Matanya pedih sekali karena terkena pasir yang terbang berputar-putar. Michael tidak tahu apa yang terjadi. Yang ia pikirkan saat itu hanyalah bagaimana menyelamatkan bayi yang ada di dalam pelukannya.

Gabriel adalah yang terhempas paling keras karena ia berada paling dekat dengan Kelvin. Pedangnya tertancap pada dinding goa dan tubuhnya menggelantung pada pedang itu. Gabriel Rafael dan Michael berusaha memadamkan api Exflame yang luar biasa itu, digabungkannya ketiga Roost es mereka, ternyata usaha mereka akhirnya tidak sia-sia, setelah beberapa lama, perlahan Api Exflame mulai membeku, lidah-lidah apinya juga sudah padam bersamaan dengan kubah api yang menyelimuti Kelvin.

Setelah itu, Kelvin ambruk ke tanah tak sadarkan diri, sedangkan keempat Malaikat lainnya hanya terdiam di tempat tanpa bisa mengatakan apa pun. Mereka tidak percaya pada apa yang baru saja terjadi.

Begitu hilang rasa kagetnya, Shani berlari earah kekasihnya. Ia menjerit-jerit histeris saat melihat kekasihnya yang tidak bergerak

“Heeei.. sayang… sayang.. kumohon, bertahanlah.. Kelviiin !!” Shani terus menggoyang-goyangkan tubuh kaku Kelvin

“Ternyata Api Exflame milik Kelvin sangat luar biasa. Aku tak akan percaya andai tidak mengalaminya sendiri” kata Michael pada Rafael dan Gabriel

“Betapa mengerikannya Exflame tadi. Kelvin yang sedang terluka saja bisa membuat api sepanas itu. Aku tidak membayangkan andai dia berada dalam kondisi baik” timpal Rafael dengan mata masih berkunang-kunang. Darah segar mengalir dari tangannya yang terluka

Setelah Shani menangis di dekat Kelvin, ia kini kembali menghampiri ketiga Malaikat yang merupakan temannya

“Gabriel, Rafael, Michael.. a..a..aku tau aku sudah berkhianat dengan Kerajaan kita, dengan berhubungan dengan Iblis t..t.tapi..”

“Sudahlah Shani, tidak usah membahas itu lagi” potong Gabriel cepat

“Justru kita berterimakasih kepadamu” timpal Rafael

“Terima kasih ?” Shani mengernyitkan dahinya bingung

“Iya. Berkat kau. Si penyelamat akhirnya datang” Rafael melirik kearah tubuh bayi mungil pada dekapan Michael

“Penyelamat ? apa maksudmu ? Krishna maksudmu ?” tanya Shani

Rafael dan Gabriel mengangguk

“Benar, Shani. Yang Kuasa sudah meramalkan ini. Menurut-Nya, seorang bayi dari persekutuan hitam dan putih-lah yang akan menghancurkan kaum Iblis untuk selamanya” terang Gabriel

“Ya Shani, dan persekutuan hitam dan putih itu adalah, kau dan Kelvin. Kau adalah seorang Malaikat (putih), dan Kelvin adalah seorang Iblis (hitam)..  anak kalian lah satu-satunya harapan bagi kita untuk menghancurkan Iblis selamanya” lanjut Michael

“Benar. Kita kemari untuk mengambilnya dan mendidiknya agar menjadi seorang yang kuat pada saat ia dewasa nanti” timpal Rafael

Shani hanya terdiam. Ia benar-benar tidak mengetahui semua ini. Yang ia tahu bahwa Krishna adalah anaknya, hanya anaknya. Ia tidak menyangka ternyata Krishna yang ia lahirkan sangat berpengaruh bagi kaumnya sendiri, yaitu Para Malaikat.

“J..j..jikalau memang begitu.. aku turut senang, ternyata bayiku sangat berguna” ucap Shani terisak

“T..t..tapi.. b..bolehkah aku merawat bayiku beberapa tahun lagi ? setidaknya sampai dia bisa memanggilku dengan sebutan Ibu. Aku sangat mengidam-idamkan hal itu” lanjut Shani memohon, berharap Ketiga Malaikat itu berbelas kasihan kepadanya

Gabriel terlihat sedang berpikir

“A..a..aku janji setelah itu akan kuserahkan kembali pada kalian” rintih Shani

Sayangnya, Malaikat bernama Gabriel itu justru menggelengkan kepalanya

“Takdir harus tetap berjalan, Shani” Air mata terlihat mengalir di pipinya saat ia mengucapkan kata-kata itu. Bahkan seorang Gabriel pun bisa menangis karena melihat betapa menderitanya Shani

Disisi lain, mata Kelvin mulai terbuka. Saat melihat Kelvin telah tersadar, Shani otomatis langsung menghampirinya

“Syukurlah kau sudah sadar…”

“…” Kelvin memegangi kepalanya yang sedikit pusing, ia berusaha duduk

“Heei tidak usah dipaksakan untuk duduk, kondisimu masih lemas, berbaringlah” Shani membaringkan tubuh Kelvin agar si Iblis beristirahat

“Pertemuan kita lain kali, kau pasti akan kubunuh Kelvin..” Gabriel menghampiri Shani dan Kelvin

“Berhentilah bicara Gabriel, hampir saja tadi aku membunuh kalian bertiga sekaligus” desis Kelvin sambil tersenyum dingin

“Cih.. kau bercanda” ucap Michael

“Baiklah, Shan. Kurasa aku, Rafael dan Michael harus pamit..” Gabriel membalikkan badannya

“Bajingan kau Gabriel.. kembalikan bayi kami” Kelvin menggeram marah, ia mencoba berdiri sebelum akhirnya ambruk lagi

“K..k.kelvinn.. s..sudah biarkan saja..” ucap Shani

“Biarkan ? Heei.. itu anak kita. Kau mau memberikan Krishna begitu saja ?” Kelvin berusaha meronta dari pegangan Shani

“Bukan begitu, sayang. Jelas aku menyayangi bayi kita lebih dari apapun. T.t..tapi.. ini memang harus terjadi, takdir yang mengatakan demikian..” jelas Shani menahan tangis

“Takdir ? Aku tidak percaya takdir”

“Semoga Tuhan mengampunimu” desis Gabriel

“Diam kau, Malaikat bodoh !! Tuhan ?? Siapa Dia ? Aku tidak butuh ampunan-Nya, akan kubunuh Dia nanti bersama kalian” Kelvin sudah frustrasi, ia sangat terpukul ketika bayinya akan dibawa

“Hei.. sayang, tenanglah.. aku mohon” Shani memeluk Kelvin yang sedang kehilangan kontrol

“Kami pergi” ucap ketiga Malaikat bersamaan, sambil membawa bayi mungil di tangan salah satu dari mereka

“Gabriel !! Rafael !! Michael !! AKAN KUBUNUH KALIAN !!!” Kelvin hanya bisa berteriak-teriak, kakinya sudah tidak kuat untuk berjalan saat ini

Tidak dipedulikannya teriakan-teriakan Kelvin, Gabriel beserta kedua bawahannya tetap berjalan keluar goa

“Jagalah bayi kami baik-baik” teriak Shani kencang di saat punggung mereka sudah menjauh

Terlihat anggukan kepala dari sosok yang berada di tengah, yaitu Gabriel. Shani sedikit lega setelah melihat anggukan Gabriel, ia berharap semoga Krishna baik-baik saja dan bisa menjalankan tugas yang ia emban dengan baik.

“Shani !! sebenarnya ada apa mereka mengambil Krishna kita ?” Kelvin masih belum tau apa alasan ketiga Malaikat tadi mengambil buah hati mereka

“……” Shani bercerita panjang lebar

“APA ?!? Krishna akan menghancurkan kaumku ?”

“I..i..iya” Shani tertunduk, ia takut jika sang kekasihnya itu menyesal mempunyai anak dengannya

“Cih.. itu artinya aku sudah menjadi Ayah dari si pembunuh kaumku sendiri..”

“Tidak.. tidak begitu.. kumohon jangan berpikiran seperti itu !!” Shani menangis menjadi-jadi

“Baiklah, mungkin aku bisa menerima jika kaum Iblis nantinya musnah..”

“M..maa..maaf, aku sudah melahirkan bayi yang akan membunuh kaummu”

“T..tidak apa-apa, toh aku Ayahnya, aku juga salah dalam hal ini”

Shani terus terisak dalam tangis. Ia takut jika setelah mengetahui kebenaran ini, Kelvin akan meninggalkannya. Tidak bisa dibayangkan jika dirinya tanpa Kelvin.

“Krishna.. ternyata dia akan menjadi sosok yang sangat berpengaruh bagi Para Malaikat” gumam Kelvin

“Oiya Shan, mungkin nanti juga diriku akan dibunuh oleh anakku sendiri”

“Tidak !! kau tidak boleh berkata begitu”

“Bagaimanapun aku juga Iblis. Pasti Krishna akan membunuhku”

“Tidak.. tidak!!, kau adalah Ayahnya, tidak mungkin Krishna membunuh Ayahnya sendiri”

“Kau bisa tinggal di Surga setelah kaum Iblis musnah nanti’ lanjut Shani memberi saran

“Entahlah”

“Heei.. tadi aku sudah meminta izin kepada Gabriel, dan dia bersedia untuk mengizinkanmu tinggal di tempat kami. Bahkan Tuhan pun mungkin menerimamu” tentu saja Shani berbohong, demi membuat Kelvin senang

“Benarkah ? tetapi tetap saja. Aku tidak tertarik tinggal di Surga”

“Ayolah.. kau tidak sayang padaku ?” Shani menggoyang-goyangkan tangan Kelvin manja

“Tentu saja sayang, tapi soal itu…”

“Pokoknya aku tidak mau tahu. Jika pada saatnya tiba. Kau harus ikut denganku ke Surga”

“Iya-iya terserah kau sajalah”

“Bagus kalau kau menurut”

Lama keheningan melanda mereka berdua, Shani hanya merebahkan kepala di pundak Kelvin

“Kemana kita selanjutnya ?” tanya Shani menengok

“Hm.. mungkin kembali ke rumah kayu di tepi gunung itu, bagaimana ?”

“Aku setuju” Shani mengangguk

“Kita memulai awal yang baru disana, semoga saja kita diliputi kedamaian. Aku sudah muak dengan peperangan” gumam Kelvin

“Amin, kuharap juga begitu”

“Ohiya Shan, apa kau pikir Krishna akan kembali pada kita ?”

“Pasti sayang, tidak mungkin jika dia melupakan Ayah dan Ibu kandungnya”

“Aku masih berat melepaskannya”

“Kupikir hanya kau ?! Tentu saja aku juga. Aku yang melahirkannya, tentu aku merasa kehilangan sosok bayi kita. Namun apadaya, memang semuanya harus terjadi seperti itu..” ungkap Shani tertunduk

“Maafkan aku yang sudah banyak membuat kemalangan di hidupmu” lanjut Shani merasa bersalah

“Kenapa kau mulai lagi ? berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Ini adalah pilihanku, bukan salahmu. Aku mencintaimu” potong Kelvin cepat

Dibiarkannya Shani menangis untuk melepaskan kesedihannya

“Sudah.. cukup” Kelvin menyeka bulir bening yang terjatuh di pipi kekasihnya

“Lebih baik kita bermalam disini, sebelum kembali ke rumah esok hari” lanjut Kelvin memberikan saran

Shani dengan patuh menganggukkan kepalanya

*To Be Continued*

instagram : kelvinmandala
blog : mandalakelvin.wordpress.com
YT channel : www.youtube.com/user/WWEKelvinMP
patreon.com/KelvinMP

twitter : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s