Kosong, Part2

“Kakak dari tadi ngeliatin Feni terus,”

“Kakak suka sama Feni.” Tanya Zara.

“Gak.” Jawab Ikhlas tegas.

Restu dan Farrel terlihat sedang mengobrol dengan Feni, tak lama mereka bertiga berjalan menuju meja tempat Ikhlas dan Zara sedang duduk.

“Hai Zar, emm” Ucap Feni.

“Gak usah gue jawab lu pasti tau.” Ucap Ikhlas datar.

“I-Ikhlas, I-ini beneran kamu?” Ucap Feni.

“Iya, ini gue, emang kenapa?”

“Klas, aku mau minta maaf.”

“Buat?”

“Buat kejadian satu tahun lalu,”

“Kak Melody selama ini nyariin kamu.”

“Gue kira lu sama Kak Melody udah gak peduli sama gue,”

“Tapi ya, percuma, udah capek gue kena omel terus sama dia.”

“Kamu coba temuin dia dulu, kasihan Kak Melody nyari-nyari kamu selama ini, emang kamu pergi kemana selama ini?”

“Cih, males gue nemuin dia, yang ada pas ketemu pasti ngomel-ngomel.”

“Kak, bener kata Feni, coba Kakak temuin dulu, kasihan Kak Melody.”

“Udahlah, males gue ngebahas yang kayak beginian.” Ucap Ikhlas dan langsung beranjak dari Kantin.

Ikhlas berjalan menyusuri lorong sekolah, ntah kemana ia akan pergi, tak jauh dibelakangnya Feni berusaha mengejar Ikhlas, Ikhlas yang menyadari itu langsung memperlambat jalannya, sampai sebuah bola melesat cepat ke arah Feni, Ikhlas yang melihat itu reflek menarik tubuh Feni, bola tersebut mengenai kaca, pecahan kaca cukup besar jatuh merobek lengan kiri Ikhlas, Ikhlas sedikit merintih menahan perih, Feni yang masih dalam dekapan Ikhlas langsung mengangkat kepalanya melihat ke wajah Ikhlas yang sedang menahan sakit.

“So-sorry.” Ucap Seseorang ke Ikhlas, Ikhlas pun menoleh kemudian senyum mengembang di wajahnya.

“Ternyata elu, Agus.”

“Eh, tu-tunggu suara itu,”

Belum sempat Agus melanjutakan ucapannya sebuah pukulan mendarat mulus di pipi kirinya.

“Ikhlas, ente toh, sorry my friend.” Entah mengapa setelah menerima pukulan itu, Agus langsung tersenyum dan dapat mengingat orang itu.

“Ana Fikir Antum sudah lufa sama ana.”

“Kebanyakan ngomong lu, udah Fen bawa dia ke UKS.”

“I-iya Kak.”

Feni langsung membawa Ikhlas ke UKS, sesampainya di UKS.

“Klas, kamu istirahat dulu aja, biar aku izinin dulu ke kelas kamu.”

“Gak perlu.” Ucap Ikhlas datar.

“Kenapa?”

“Udah, biar gue Cemees aja si Zara.”

“SMS Klas.”

“Iye-iye, biar kagak tegang aja bercanda dikit, sekalian gue juga mau minta maaf soal tadi di Kantin.”

“Hihi, soal yang tadi di Kantin gak usah dipikirin, sini biar aku bersihin dulu luka kamu.”

Feni pun membersihkan luka Ikhlas perlahan, Ikhlas terus memandangi wajah Feni yang masih fokus membersihkan lukannya.

“Wadaw.”

“Eh, Maaf Klas.”

“Gapapa, lanjut aja.”

“Kamu dari tadi aku perhatiin ngeliatin aku terus.”

SKAK MATTTT!!!!!

“Eh I-itu, Eng-enggak kok” Ucap Ikhlas gelagapan karena tertangkap basah sedang memandangi wajah Feni, Ikhlas berusaha mencari topik lain, “Fen lu gak ke kelas?”

“Gak, aku disini dulu aja nemenin kamu.”

“Udah mending lu ke kelas dulu, gue mau tidur.”

“Yaudah deh.”

Ikhlas langsung terlelap, sebelum keluar dari UKS Feni mengecup kening Ikhlas.

 

SKIP = Sepulang Sekolah.

Bel berbunyi menandakan jam pelajaran berakhir, dikarenakan ini bel terakhir aktifitas disekolah pun juga berakhir, semua murid berbondong-bondong menuju gerbang, di depan Kelas Zara terlihat seseorang sedang menunggu.

“Zar ayo.” Ucap Orang itu.

“Tunggu Fen, Ikhlas masih di UKS?.”

“Iya kayaknya masih tidur.”

“Oh, yaudah yuk.”

Mereka berjalan melewati kelas-kelas menuju ke ruang UKS.

*Ceklek  (Suara pintu kebuka).

”Masih tidur dia Fen?”

“Iya masih, bangunin sana.”

“Oke.”

“Kak…Kak….Kak, bangun Kak.”

“Kamu siapa?”

“Eh, ini aku Zara, masa lupa.”

“Kamu sperti jelly.”

“Ish, nyebelin.” Ucap Zara sembari menyubit tangan kiri Ikhlas.

“Wadaw, tega lu Zar, tangan gue masih sakit lu cubitin.”

“Eh, Ma-maaf Kak.”

“Gapapa kok.”

“Yaudah pulang yuk.” Ucap Feni.

“Fen gue nebeng di mobil lu ya.”

“Emang kamu gak bawa motor?”

“Bawa sih, tapi gue bawanya ntar gimana?, sedangkan tangan gue masih sakit.”

“Iya deh iya.”

Mereka bertiga berjalan menuju parkiran, trus motor Ikhlas gimana?,, ya besok kan masih sekolah jadi besok aja ambilnya. Trus berangkatnya besok gimana?, nah itu dia oe kagak tau.

Mereka sampai di rumah Zara, sesampainya didalam rumah mereka langsung duduk diruang tengah sedangkan Ikhlas langsung berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.

 

Bersambung….

-=o0o=-

Maaf-maaf aja kalo masih banyak kekurangan, buat yang mau ngasih kritik dan saran bisa ke FB oe atau komen di bawah 🙂

 

FB : Ikhlas W Ramadhan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s