Annihilation part 26

cover

“Gabriel…” panggil Michael ketika bertemu Gabriel di lorong Istana

“Heei.. kau sudah pulang. Bagaimana ? Kau menemukan keberadaan Shani ?” tanya Gabriel

“Iya. Aku menemukannya”

“Dimana ? dan bagaimana kondisi Shani ? Dan siapa yang menjadi Ayah bayi itu ?” Gabriel menghujani Michael dengan pertanyaan

“Dia berada di suatu pegunungan terpencil yang tak begitu jauh kurasa dari Istana Vanguard, sekitar 300 km kearah barat daya, ada sebuah rumah kayu di dekat pegunungan itu. Iblis yang beruntung itu adalah Kelvin”

“Kelvin ? tangan kanan Aidan maksudmu ?” Gabriel mengernyitkan dahinya

“Iya, itu dia. Aku tidak mungkin salah lihat”

“Ternyata dialah yang menjalin hubungan dengan Shani” Gabriel mengangguk-anggukan kepalanya

“Nampaknya, ia sudah berkhianat kepada Raja dan bangsanya sendiri, dan memilih hidup berdua dengan Shani”

“Iblis yang aneh, dia memilih cinta daripada urusan Kerajaannya sendiri, tetapi aku berterimakasih kepadanya. Karena dialah Ayah dari si penyelemat” gumam Gabriel

“Kurasa tidak lama lagi Shani akan melahirkan bayinya” ujar Michael

“Apa yang kau lihat ?”

“Perut Shani sudah membesar, jika aku tidak salah menerka, mungkin sekitar dua bulan lagi”

“Hmm.. baiklah, biarkan mereka merawat si bayi selama beberapa bulan, sebelum nantinya kita yang merebutnya dari tangan mereka”

Michael mengangguk

“Informasi yang bagus Michael, kau memang bisa kuandalkan”

“Kau terlalu memuji, tapi terima kasih”

~oOo~

Lima bulan kemudian

Shani tengah menimang-nimang bayi kecilnya. Rupanya bayinya itu berjenis kelamin laki-laki. Bayi mungil itu berbibir merah. Rambutnya hitam pekat, matanya memancarkan kelembutan. Bayi itu cenderung tenang, tidak seperti bayi lainnya yang menangis disaat baru lahir. Sepertinya ia sadar bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya adalah semata-mata untuk dirinya. Bayi yang sungguh istimewa, yang dihasilkan dari dua sosok yang istimewa pula, istimewa karena kedua orang tuanya memiliki perbedaan. Ayahnya seorang Iblis, Ibunya seorang Malaikat. Yang menarik, ketika bayi itu lahir, sayap mungilnya tiba-tiba muncul, dan anehnya, sayap sebelah kirinya berwarna hitam, dan satunya lagi berwarna putih. Seolah benar-benar perpaduan dari Kelvin dan Shani yang berlainan ras.

Bayi itu sudah berumur tiga bulan, dengan penuh kasih sayang baik Kelvin dan Shani merawatnya. Mereka belum memberikan bayinya itu nama, ada sedikit kesulitan pada awalnya ketika mereka memperdebatkan tentang nama si bayi. Mereka belum menemukan nama yang cocok.

“Dia lucu sekali, sangat mirip denganmu…” Shani mencium dahi bayi manis mereka

“Baguslah ia mewarisi ketampananku, eh mungkin dia juga mewarisi sikap lembutmu, Sayang. Kita akan mengetahuinya sendiri jika ia sudah besar nanti” Kelvin mengelus-elus lembut pucuk kepala si bayi

“Heei.. ayo kita beri dia nama, kurasa kita harus saling mengalah dan menerima masukan nama satu sama lain” kata Shani

“Hmm.. siapa ya..” Kelvin meletakkan jarinya di dagunya

“Bayi ini lahir di tengah-tengah perbedaan dan konflik yang diakibatkan oleh ras kedua orang tuanya. Jahat sekali kita ini..” lanjut Kelvin lagi

“Bukan kau yang jahat, Sayang, tapi…” Shani tidak melanjutkan kata-katanya. Ia takut akan menyakiti perasaan Kelvin

“Pangeran Aidan maksudmu ? kau benar, aku hanya Iblis terkutuk yang harus menjadi pelayan setianya sepanjang waktu. Darah jahat pastilah mengalir dalam tubuhku” sahut Kelvim getir. Bibirnya bergetar saat ia mengucapkan semua kata-kata itu

“Oh, tidak… tidak.., kau tidak jahat. Maafkan kata-kataku. Aku tidak berniat menyakitimu” Shani merangkul pundak Kelvin erat-erat. Air mata mengalir pada kedua belah pipinya

“Sudahlah, jangan kita pikirkan lagi hal ini, lebih baik kita memikirkan nama untuk bayi kita”

“Emmh… apa ya yang cocok ? kau punya ide ?” Shani mulai menyeka air matanya, dan kembali ceria

“Aku sudah lama memikirkan ini, mungkin nama Krishna cocok”

“Krishna ?”

“Iya, arti dari nama itu sangatlah tinggi. Berasal dari suatu bahasa, nama Krishna berarti ‘Maha Menarik’ atau Dia Yang Menarik”, kuharap bayi kita ini dapat  menjadi seperti makna namanya”

“Hm. Krishna.. Krishna… tidak buruk juga” Shani mengangguk-angguk

“Heei.. aku sudah lama mengenalmu, namun aku belum tahu siapa nama lengkapmu.. kurasa nama belakangmu bisa dipakai untuk nama Krishna” lanjut Shani bertanya

“Aku lahir di keluarga Iblis yang bernama Cresenta, arti nama Cresenta sendiri dalam bahasa Iblis kuno adalah ‘Yang Terkuat’

“Jadi ?”

“Nama lengkapku Kelvin Cresenta Daniel..”

“Uwwoh.. panjangnya namamu” Shani terkagum

“Darimana kata ‘Daniel’ berasal ?” tanya Shani bingung

“Ayahku bernama Rahozel Daniel Cresenta, dari dialah nama Daniel berasal”

Shani mengangguk-angguk seolah paham.

“Emh.. kurasa tidak pantas dan tidak cocok jika Krishna memakai nama belakang dari ku” gumam Kelvin

“Krishna Cresenta ? Krishna Daniel ?” Shani mencoba-coba sendiri apakah cocok atau tidak nama itu untuk bayinya

“Kurasa Krishna Cresenta cukup baik, kita gunakan saja” lanjut Shani lagi

“Benarkah ?” tanya Kelvin

Shani mengangguk

“Baiklah, nama bayi kita adalah Krishna Cresenta” Kelvin mengangkat tinggi-tinggi bayi mereka, sambil sesekali sedikit melemparkannya ke udara.

Si bayi seolah senang karena sudah diberikan nama, ia merespon dengan tertawa lucu sambil menggoyang-goyangkan kepala mungilnya

“Lihatlah, Krishna sepertinya senang sudah diberikan nama” Shani tertawa bahagia melihat bayinya

“Dia mudah tertawa sepertimu” sahut Kelvin tersenyum

Keduanya terus terlarut dalam kebahagiaan. Mereka seakan tidak tahu bahwa bayinya itu adalah sosok yang sangat penting bagi suatu ras, agak pahit jika mereka menyadari kebenaran yang sebenarnya.

KRES SEEK DRAP DRAP

Terdengar suara dedaunan yang bergoyang, dan tak lama setelahnya seperti ada suara langkah seseorang yang mendekat kearah rumah Kelvin dan Shani.

“E..eh.. t.tunggu” Kelvin menajamkan pendengarannya

“Ada apa ?” Shani yang tadinya tertawa langsung menatap khawatir raut wajah Kelvin yang berubah

“S..sepertinya ada yang mendekat kemari”

“Iyakah ? Lalu kita harus bagaimana ?!?” Shani sudah panik setengah mati. Alasan ia panik seperti itu adalah karena ada Krishna di gendongannya. Ia takut bayi kecilnya yang tak berdosa itu menjadi korban

“Tenanglah, pelankan suaramu..” desis Kelvin.

Shani langsung berhenti panik dan menutup rapat-rapat mulutnya, sementara Krishna seakan tahu situasi genting yang terjadi, ia sama sekali tidak menangis ataupun mengeluarkan suara sedikitpun. Mata kecilnya menatap mata sang Ibu yang terus memeluknya

“Kita bersembunyi” Kelvin langsung menarik satu tangan Shani, tangan satunya ia gunakan untuk menggendong Krishna

“Tunggu disini sebentar…” Kelvin masuk kembali ke rumahnya, seperti ingin mengambil sesuatu yang tertinggal

“Kau mau kemana ?!” sahut Shani ketakutan

“Aku mau mengambil tas untuk menaruh Krishna di dalamnya”

Shani hanya diam saja dan terdiam di bawah pohon. Matanya menatap waspada pemandangan di depannya, lama-kelamaan ia juga bisa mendengar langkah kaki mendekat

“Ayo.. masukkan Krishna kesini” Kelvin membuka tas besarnya, lalu Shani memasukkan bayinya ke dalam tas itu

Tas itu berukuran cukup besar, jadi tidak perlu takut si bayi akan kehabisan nafas. Krishna akan tetap hidup di dalam tas sana.

Setelah selesai, digendongnya tas berisi Krishna di pundaknya lalu ia kembali menuntun Shani untuk berjalan masuk menembus rerumputan dan pohon-pohon. Ia merasa jika mereka bersembunyi di rumah mereka, jelas akan ketahuan dan beresiko. Rumah itu sangatlah kecil, mudah dihancurkan. Ia tidak peduli bila sosok-sosok misterius itu menghancurkan rumah kecil mereka. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan kekasihnya dan bayinya.

“Siapa mereka sebenarnya, sayang ?” tanya Shani disela-sela mereka berlari. Padahal baru saja kehidupan damai dan tentram mereka rasakan, namun sekarang, lagi-lagi mereka harus berlari-larian keluar masuk hutan demi menghindari musuh.

“Entahlah, aku tidak tahu. Kecil kemungkinan itu adalah Iblis, karena kaum Iblis sudah pergi jauh ke Selatan sembilan bulan yang lalu. Berarti kemungkinan..”

“Malaikat ?” potong Shani

“Iya, sayang. Kemungkinan yang mendekat tadi adalah Malaikat” terang Kelvin

Keduanya berhenti di semak-semak, berharap tidak ditemukan oleh yang diduga adalah sosok Malaikat

“Tetapi.. u..untuk apa mereka kemari ?” Shani tidak habis pikir, nafasnya terengah-engah

“Mungkin untuk menjemputmu”

“T..ti..tidak.. aku tidak mau pulang..” rengek Shani, ia memegang erat tangan Kelvin seolah tidak mau berpisah dengan kekasihnya

“Aku sedang mengusahakan itu, sayang. Aku juga tidak mau berpisah denganmu” sahut Kelvin

~

BRUKK BRRUKK

Pintu terbuka-buka dengan kerasnya, ketiga sosok Malaikat tengah mencari keberadaan Kelvin dan Shani

“Semua ruangan kosong, Gabriel”

“Nampaknya mereka sudah kabur, cerdik sekali Kelvin itu”

“Lalu kita harus bagaimana ?”

“Kita kejar mereka, kau Rafael, terbanglah. Pantau dari udara” perintah Gabriel kepada Rafael

“Baik, Gabriel” Rafael lalu mengepakkan sayapnya dan terbang sesuai perintah
Gabriel

“Ayo, Michael. Kita berlari” Gabriel mengajak Michael untuk berlari mengejar sosok Kelvin dan Shani. Mereka merasa bahwa si Iblis dan Malaikat belum terlalu jauh

Rafael memantau dari udara. Melihat dengan detil apakah target buruannya terlihat atau tidak. Matanya tak luput memandang ke segala arah. Sejauh ia memandang, hanya ada pegunungan curam, dan pepohonan rimbun yang membuatnya agak sulit mencari targetnya. Ia terus melihat dengan teliti sebelum akhirnya ia merasa ada yang bergerak di balik sebuah semak-semak.

Ia merendahkan terbangnya dan mulai mendarat..

“Ahaa.. disana kau rupanya, Iblis” tanpa basa-basi, Rafael langsung mengeluarkan Roost es nya

JDUAAR

Beruntung Kelvin menyadari ada serangan dari atas, dan berhasil menghindar

“..S..sial.. dari atas.. ayo, Shani.. kita lari!!” Kelvin terus berlari cepat sekuat tenaga, tangannya tak terlepas dari Shani

“R..R..rafael” desis Shani ketika melihat sosok si penyerang tadi yang wajahnya sudah tak asing lagi baginya

“Jangan kabur kalian !!” Rafael terus melontarkan berbagai jenis Roost ke segala arah

“Heeei.. Gabriel !! Michael !! Aku menemukannya, cepatlah” teriak Rafael memberitahukan kepada dua temannya

“Dimana mereka ?” Gabriel dan Michael baru saja datang

“Disana” Rafael menunjuk kearah Kelvin dan Shani tadi berlari

“Cepatlah” dengan dipimpin Gabriel, ketiganya terus memburu Kelvin dan Shani yang sudah kewalahan

“..Keluarkan sayapmu.. kita terbang sekarang” perintah Kelvin

Shani mengangguk lalu ia mengeluarkan sayap putihnya

“Sekarang” Kelvin dan Shani terbang di udara dengan kecepatan tinggi, dipacunya kedua sayapnya ke titik maksimal

“Mereka terbang Gabriel” Michael menunjuk kearah atas, mereka menyadari buruannya sudah kabur ke udara

“Ayo” ketiga Malaikat itu juga ikut terbang dan mengepakkan sayap masing-masing dengan kecepatan tinggi

DUAAR BWUOSSH CTAAR

Beberapa kali, para Malaikat mengirimkan berbagai Roost untuk menghentikan laju terbang si Iblis dan Malaikat, namun ternyata Kelvin cukup tangguh, tidak mudah menjatuhkannya

“Heeei Kelvin !! aku tidak berniat membunuhmu, aku hanya menginginkan bayi di dalam tasmu itu” teriak Gabriel keras

Kelvin dan Shani mendengar apa yang Gabriel katakan barusan

“Bayi ? a..a..ada apa dengan Krishna ? kenapa mereka mau mengambil Krishna dari kita ?!” Shani terus bertanya-tanya, ia sudah sangat khawatir sekali jika akhirnya para Malaikat itu benar-benar membawa bayinya

“Aku tidak tahu sayang, teruslah terbang !” jawab Kelvin

BWUSSSH

Dengan kecepatan tinggi, mereka saling kejar-mengejar satu sama lain. Seperti sebuah perlombaan terbang.

“Keras kepala sekali” Gabriel terus menambah kecepatan pada laju terbangnya. Meninggalkan Rafael dan Michael yang tertinggal di belakang

BWUSSSH

Dengan mudahnya, Gabriel dapat mengejar buruannya dan tahu-tahu sudah berada di depan si Iblis Lucyfer

“A..c..cepat sekali” Kelvin tak menyangka jika Gabriel sudah berada di depannya

“Menyerahlah.. jika kau mengelak lagi, aku tidak akan segan untuk membunuhmu” desis Gabriel

Shani sudah memegang erat tangan Kelvin, ia sudah benar-benar ketakutan sekarang

“Shan.. disaat hitungan ketiga.. langsung mendaratlah ke bawah” bisik Kelvin pelan di telinga Shani

“E.e..eh.. i..iya” Shani hanya bisa patuh saja

“Apa yang kalian bicarakan ?” Gabriel tidak mendengar

“S..satu.. d..dua..”

Gabriel mengernyitkan dahinya, ia menunggu kedatanga Rafael dan Michael yang masih terbang di belakang

“Tiga !!”

BWUSSSH

Keduanya dengan bergandengan tangan langsung mendarat cepat, seperti sebuah pesawat yang jatuh begitu saja karena kehilangan keseimbangannya. Melesat cepat ke bawah layaknya sebuah bintang jatuh

“S..sial” geram Gabriel menyadari kelengahanya

“Cepat, Gabriel !! Jangan terlalu kesal meratapi kelengahanmu” pekik Rafael dari arah depannya

Langsung saja ketiga Malaikat itupun terbang menukik tajam ke bawah

*To Be Continued*

blog : mandalakelvin.wordpress.com
YTChannel : www.youtube.com/user/WWEKelvinMP

@KelvinMP_WWE

Iklan

2 tanggapan untuk “Annihilation part 26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s