Kosong, Part1

Pagi hari yang cerah terdengar suara teriakan dari sebuah rumah, lebih tepatnya di sebuah kamar di lantai 2.

“WHOAAA!!!,”

“Zar…udah Zar….Aaagghh!!”

“Bangun, Cepet bangun,”

“Iya iya, ini udah bangun,”

“Hihi, yaudah sana cepet, aku tunggu di bawah,”

“Jangan lama-lama ya, ntar aku terlambat,”

“Iyaa Sayaangg,”

Wanita yang menyebut dirinya Zara itu pun langsung pergi dari kamar sang Kakak, bukan Kakak kandung sih, lebih tepatnya Kakak Sepupu.

“Buset dah, jadi sakit-sakit gini pant*t gue, punya sepupu kejam bener (-_-), masa iya pant*t gue dilemparin make dart,”Ucap Ikhlas dalam hati.

Oh iya Nama oe Ikhlas Wahyu Ramadhan, panggil aja Ikhlas *gak usah panjang” yak perkenalannya*

Ikhlas langsung pergi berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, setelah selesai Ikhlas langsung memakai seragamnya dan setelah selesai memakai seragam ia langsung turun ke bawah.

“Nah kan udah ganteng sekarang,” Ucap Zara.

“Sarapan dulu nih Kak, udah aku siapin.” Lanjutnya.

“Gak usah manggil Kak lah, kan kita seangkatan,”

“Lahir pun cuma beda 3 bulan.”

“Trus manggil apa dong?” Tanya Zara.

“Terserah, mau nama boleh,”

“Panggil sayang pun boleh.”

“Wuu, maunya,”

“Panggil Kak aja ya,”

“Gak biasa soalnya.”

“Yaudah aku makan dulu ya.”Ucap Ikhlas langsung duduk di meja makan.

Ikhlas pun langsung menyantap makanannya, setelah selesai Ikhlas langsung berjalan menuju garasi untuk mengambil motor.

“Eh, Kak.”

“Apa Zar?”

“Kacamata gak dipake?”

“Eh, lupa, tolong ambilin dong di meja makan.”

“Oke.”

Zara berlari kecil menuju meja makan untuk mengambil kacamata Ikhlas, setelah mengambil Zara langsung memberikan kacamata tersebut ke Ikhlas.

“Nih Kak, Kacamata Bobohonya.”

“Azz, kacamata bulet bukan berarti punya Boboho,”

“Cepet naik, ntar sekalian anter aku ke ruang kepala sekolah ya.”

“Iya.”

Ngapain ke ruang kepala sekolah?,, ya bisa dibilang oe murid pindahan.

Sesampainya disekolah Ikhlas langsung memarkirkan motornya ditempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.

“Yuk Zar,” Ucap Ikhlas sambil menarik tangan Zara, tak lama kemudian langkah Ikhlas terhenti.

“Ruang Kepseknya dimana Zar?” Tanya Ikhlas.

“Haduh, kebiasaan.”

“Hehe, Sorry Zar.”

“Iya, yaudah yuk.” Ucap Zara sambil menarik tangan Ikhlas.

Setelah mengantar Ikhlas ke ruang Kepala Sekolah, Zara langsung menuju ke kelasnya, dikarenakan masih lumayan pagi kelas Zara masih terlihat sepi, hanya ada sekitar 5 orang yang ada di kelas.

*TOK TOK TOK

“Ya, Masuk.” Ucap Seorang Pria paruh baya yang sedang duduk di singgasananya.

“Permisi Pak, saya kesini mengantar murid baru Pak.”

“Oh, terima kasih Bung Bambang,” Jawab Pria itu.

“Suruh dia masuk.”

“Baik Pak Budi.”

 

SKIP = Selesai dari ruang kepala sekolah.

Setelah selesai dari ruang kepala sekolah, Ikhlas diantar oleh seorang guru menuju ke kelas X-B.

*TOK TOK TOK

“Ya, Silahkan.”

“Permisi Pak, maaf menggangu kegiatannya.”

“Ya, tidak apa-apa Pak Anto, ada apa ya?”

“Saya hanya ingin mengantar seorang murid baru.”

“Oh, Yasudah terima kasih Pak Anto.”

Setelah itu Pak Anto pun langsung pergi meninggalkan kelas setelah mengantar murid itu.

“Silahkan masuk,” Ucap Guru tersebut, murid dengan setelan Culun (Memakai Kacamata Bulat,  rambut belah tengah, baju dikancing hingga ke atas, dan celana di atas pinggang.) itu kemudian mengangguk dan langsung berjalan masuk ke dalam kelas.

“Perkenalkan nama kamu.”

“Baik Pak, Perkenalkan nama saya Ikhlas Wahyu Ramadhan, Panggil saja Ikhlas.”

“Silahkan kamu duduk di sebelah Zara.”

Ikhlas lalu berjalan menuju bangku di bagian belakang kiri, “Sekelas kita Kak.”

“Kalo di sekolah gak usah pake Kak-Kak segala Zar.”

“Iya deh” Ucap Zara.

“Halo Bro, kenalin nama gue Farrel, dan ini yang disebelah gue Restu.” Ucap Farrel.

“Salam kenal ya, Farrel, Restu.”

 

SKIP = Pelajaran Selesai, Waktu Istirahat.

“Kantin yuk Bro.” Ucap Farrel ke Ikhlas dan Restu.

“Yuk, Zar ikut gak?” Ucap Ikhlas ke Zara.

“Ikut Kak.”

“Sssstt, Udah dibilangin tadi.” Ucap Ikhlas sebal.

“Hehe, Maaf maaf.”

Perjalanan menuju kantin tidak ada yang menarik.

“Klas, lu cari tempat duduk,”

“Biar gue sama Restu yang mesenin.”

“Iya.”

“Mau mesen apa lu?” Tanya Restu.

“Aku Siomay aja.”

“Kamu Zar?” Tanya Restu.

“Samain aja.”

“Oh, oke oke.”

“Gue Baso.” Ucap Farrel.

“Lu ikut gue ke sana Siluman Tapir, malah ikut-ikutan mesen.”

“Huft, kagak asik ah, gitu lu ke gue.”

Mereka berdua pergi ke stand makanan, Ikhlas yang sedang melihat-lihat dikejutkan oleh sesuatu.

“Sial, gue lupa kalo dia sekolah di sini.” Ucap Ikhlas dalam hati sembari terus memandangi orang itu, untuk berjaga-jaga, siapa tau orang itu mendekat.

Zara yang heran melihat Kakak sepupunya yang terus memandangi seseorang pun langsung menegurnya.

“Hei, Kak awas kesurupan lho.”

“Kenapa Dek?”

“Kakak dari tadi ngeliatin……………

 

-=o0o=-

Maaf-maaf aja kalo masih banyak kekurangan, buat yang mau ngasih kritik dan saran bisa ke FB oe aja 🙂

 

FB : Ikhlas W Ramadhan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s