Annihilation part 25

cover

“APA ?!? B..benarkah ?” Kelvin antara senang atau tidak senang mendengar kabar itu, disatu sisi ia senang karena Shani memang suka dengan bayi dan ia akan menjadi seorang Ayah, dan disisi lain ia merasa tidak senang karena tujuan awal mereka sebenarnya bukan untuk mempunyai anak

“Iya.. aku sudah merasakan tanda-tandanya. Mulai dari mual sampai merasakan ada sesuatu yang bergerak di perutku” Shani mengelus perutnya pelan

“A..a..i..itu aku minta maaf”

“Maaf ? maaf untuk ?”

“Karena membuatmu hamil..” jawab Kelvin polos

“Iiih dasar kau ini..” Shani memegang pipi Kelvin dengan kedua tangannya.. ia menatap lekat-lekat wajah pria yang ia cintai

“Kenapa ?”

“Pertama, aku tidak menyesal melakukan itu bersamamu, kedua, aku senang bisa mengandung anak darimu, ketiga, kau tidak perlu meminta maaf, justru aku yang mau berterimakasih kepadamu karena sudah memberikanku seorang anak”

“E..eh”

CUP

Shani mengecup bibir Kelvin singkat.

“Ini mungkin merupakan takdir Tuhan, aku sangat senang bisa mengandung seorang anak” ucap Shani riang lalu sontak memeluk tubuh Kelvin

“B..baguslah kalau kau senang, aku juga turut senang” Kelvin mengelus-elus punggung Shani lembut. Ia sangat sayang sekali dengan sosok Malaikat di
pelukannya

“Tidurlah, kau pasti lelah…” ujar Kelvin setelah melepaskan pelukannya. Si Iblis mencium kening Si Malaikat

Shani mengangguk patuh

“Kau juga..”

“Iya-iya, aku akan menyusul nanti setelahmu”

“Benar ya ?”

“Iya, sayang”

Shani berbalik, ia mau merebahkan tubuhnya sebelum Kelvin kembali berbicara

“Dan.. oh iya..”

“Ada apa ?”

“Kau tidak keberatan kan jika kita harus menunggu tiga bulan lagi disini..”

“Eh ? M..m..maksudmu ?”

“Kita akan pindah ke tempat baru, jauh dari sini. Jauh dari kata peperangan Iblis dan Malaikat. Aku akan membangun rumah sederhana untuk nantinya kita tempati bersama anak kita”

“Kenapa harus menunggu selama tiga bulan ?” Shani memiringkan kepalanya

“Mmh.. kita harus menunggu suasana benar-benar aman, tempo hari aku mendengar beberapa Iblis yang berbicara tentang kepindahan mereka tiga bulan lagi. Setelah perang besar lalu, mereka tinggal di Istana bekas Vanguard selama beberapa bulan sebelum akhirnya tiga bulan kedepan mereka kembali lagi ke markas Lucyfer sebenarnya”

“Dimana markas Lucyfer itu ?”

“Jauh dari sini. sekitar 5000 km ke selatan. Jadi kita harus menunggu mereka benar-benar pergi dulu, baru setelah itu, kita aman meninggalkan hutan ini” terang Kelvin

“Iya, aku menurut saja apa katamu” angguk Shani tersenyum

“Kau memang Malaikat yang baik” Kelvin mengelus-elus kepala Shani

“Oiya, kau sudah menemukan jalan keluar dari hutan ini ?” tanya Shani

“Aku setiap malam sudah berkeliling hutan ini untuk mencari jalan keluar, dan kemarin, akhirnya aku menemukannya..”

Ternyata alasan Kelvin selalu tidur larut adalah karena ia berkeliling sendirian menyelusuri hutan untuk mencari jalan keluar, meninggalkan Shani sendirian di dalam goa. Meskipun terkesan membahayakan si Malaikat, namun itu sangat perlu dilakukan, mereka tidak mungkin selamanya terkurung di dalam hutan.

“Benarkah ?” Shani seakan tidak percaya

“Iya, sayang. Bersabarlah.. kita akan segera pergi dari sini dan memulai kehidupan baru”

Shani sangat senang, ia bahagia mempunyai kekasih seperti Kelvin yang penuh tanggung jawab dan selalu melindunginya. Ia merasa sangat menyesal sudah meragukan cintanya tadi.

“Terimakasih. Aku tidak pernah salah untuk mencintaimu, sejak awal aku sudah merasa bahwa kau berbeda dengan Iblis yang lainnya” Shani perlahan terisak. Ia menangis penuh haru

“Sama-sama.. heeii sudah tidak usah menangis.. kau jauh dari kata cantik jika sedang menangis” canda Kelvin, Shani sontak tersenyum lalu mencubit pelan lengan Kelvin

“Tidurlah..” Shani pun tertidur setelahnya, sebelum tak lama kemudian, Kelvin pun menyusul tidur di samping si Malaikat.

“Mimpi indah, sayangku” Kelvin mencium kening Shani yang tengah memejamkan matanya. Bahkan di saat terpejam, Shani masih terlihat sangat cantik, kelembutan terpancar dari wajah putih bersihnya

~

Tiga bulan kemudian, para tentara Kerajaan Iblis sudah benar-benar pergi, meninggalkan medan perang dan Istana Vanguard untuk kembali ke markas awal Pangeran Aidan.

Kelvin menuntun Shani yang tengah hamil muda keluar dari hutan, ternyata jalan keluar tidak terlalu jauh dengan letak goa mereka. Hanya saja jalan yang menyesatkan karena tingginya pepohonan membuat mereka tidak menyadari lebih awal. Setelah keluar dari hutan itu, Shani dan Kelvin bisa melihat pemandangan rumah-rumah yang sudah terbakar, banyak tengkorak dimana-mana, rumput kering beterbangan beserta hawa panas yang menyengat. Suhunya sangat berbeda jauh dengan di hutan tadi.

“Menyeramkan sekali” Shani sampai menutup mulutnya, ia bergidik geli melihat pemandangan di depannya

“Memang beginilah sayang, nasib Bumi setelah hari pembersihan beberapa bulan lalu” Kelvin sudah terbiasa, tidak ada rasa takut sedikitpun di benaknya. Tangannya terus memegang erat tangan Shani yang ketakutan

“Lalu, kita akan kemana ?” Shani menatap Kelvin, ia sedikit mengelus perutnya yang perlahan mulai membesar dari hari ke hari

“Kita jalan saja dulu sejauh mungkin..” perintah Kelvin, Shani hanya bisa patuh mengangguk

Mereka terus berjalan setapak demi setapak, rasanya pemandangan di sekitar mereka tetap saja sama. Mengerikan dan menyeramkan. Mobil dan berbagai kendaraan tertumpuk hancur di tengah jalan, api masih menyala-nyala di sudut jalan, gedung-gedung tinggi yang sudah rata dengan tanah dan pemandangan mengerikan lainnya.

Akhirnya setelah perjalanan yang cukup menyita waktu dan tenaga, kini keduanya sudah sampai di suatu pegunungan, meskipun suasananya tidak begitu indah dan hijau, tetapi tentu saja itu lebih baik daripada pemandangan di jalan raya tadi yang penuh hal mengerikan dan menjijikkan.

Pegunungan itu letaknya terpencil, diselimuti oleh pohon-pohon raksasa yang tumbuh dengan rimbunnya sehingga bisa dijadikan tempat persembunyian yang aman

“Pegunungan ini curam sekali, berhati-hatilah” Kelvin menuntun Shani dengan hati-hati

Jalanan yang mereka pijak sekarang memang menanjak keatas. Sangat curam dan membahayakan siapa saja, jika saja Shani sedang tidak hamil. Ia pasti memilih untuk lewat jalur udara. Ya, seorang yang tengah hamil pantang untuk terbang, dikarenakan ada bayi di perutnya, membuat Shani pun sulit untuk terbang

“Memangnya kita akan membuat rumah disini ?” tanya Shani disela-sela perjalanan

“Iya, sayang. Pegunungan ini sangat terpencil dan tersembunyi, mungkin ini akan menjadi tempat yang aman bagi kita untuk terhindar dari yang namanya pertikaian Iblis dan Malaikat”

“Kau tidak keberatan kan bila kita membangun rumah disini ?” lanjut Kelvin bertanya begitu mereka sudah sampai di area pegunungan

“Tentu saja tidak, aku menurut apa katamu” jawab Shani patuh

“Baguslah, kau duduk saja dulu di bawah pohon besar itu. Aku mau mengumpulkan kayu di dalam hutan untuk membuat rumah kita..” Shani balas dengan anggukan. Ia memposisikan duduk di bawah pohon yang besar

Seharian Shani menunggu di bawah phon, menunggu sang kekasih selesai membuat rumah sederhana mereka. Tentu saja, dengan kekuatan Kelvin, membuat rumah sederhana itu tidak memakan waktu lama, di penghujung hari si Iblis sudah selesai.

“Sayang.. sudah selesai, ayo” Kelvin menawarkan tangannya kepada Shani yang
tengah duduk dibawah pohon

“Maaf, telah membuatmu menunggu lama” lanjut Kelvin lagi

“Tidak apa-apa” Shani menyambut uluran tangan Kelvin, mereka berdua berjalan bersama ke dalam rumah baru mereka

Rumah kayu itu berukuran kecil, sangat sederhana, tetapi rapi. Meskipun masih terlihat kosong karena belum ada barang-barang didalam rumahnya, tetapi tidak mengurangi kesan menarik jika dilihat dari luar. Jendela-jendelanya ditutup dengan tirai yang terbuat dari jalinan ranting pohon.

“Bagaimana ? kau suka ?” tanya Kelvin. Shani melihat kesekeliling rumahnya dari atas sampai bawah

“Suka.. sangat suka. Terimakasih” Shani kembali memeluk tubuh kekasihnya

“Tidak perlu, ini sudah kewajibanku” sahut Kelvin lembut

“Kau memang baik..”

“Sudah berkali-kali aku mendengar kalimat itu, sayang”

“Memang”

“Buat apa kau mengulangnya ?”

“Aku hanya ingin saja, aku benar-benar kehabisan kata-kata”

“Kenapa ?”

“Terlalu senang melihat ini semua, ternyata kau sebegitu perhatian dan penuh tanggung jawab kepadaku”

“Tentu saja, sayang. Sejak awal kita berhubungan, itu merupakan janjiku.
Aku meninggalkan kerajaanku demi dirimu”

“Maafkan aku”

“Tidak perlu meminta maaf”

“Tapi.. karena aku.. kau dalam bahaya, baik Iblis dan Malaikat, keduanya pasti sedang memburumu sekarang” Shani terisak, ia tahu bahwa kehadiran dirinya membuat kondisi Kelvin semakin sulit

“Aku tidak peduli dengan itu semua.. yang terpenting bagiku sekarang adalah memulai semuanya dari awal bersamamu” Kelvin memegang kedua pundak Shani dan menatap matanya, tangannya reflek menyeka air mata yang tertumpah membasahi pipi si Malaikat

Kelvin lalu mencium kening Shani, dan kemudian mencium bayi kecil mereka dari luar perut Shani

“Aku sangat tidak sabar dengan kelahiran bayi kita” ujar Kelvin

“Aku juga” Shani membalas dengan senyuman, ia mengelus pelan perutnya

Hari demi hari mereka jalani dengan penuh kasih sayang dan cinta. Akhirnya keduanya merasakan damai yang jauh dari kata peperangan. Keduanya benar-benar menikmati hari-hari bersama, terkadang mereka pergi berjalan-jalan untuk sekedar mencari angin. Dan kadang juga mereka ke dalam hutan untuk mencari beberapa bangkai hewan untuk dimakan. Semuanya sudah tercukupi bagi mereka, hanya tinggal kelahiran si bayi kecil yang akan membuat kebahagiaan mereka lengkap.

“Kau jangan banyak bergerak, sayang”

“T..t.tapi aku mau berjalan-jalan..”

“Nanti kan bisa setelah bayi ini lahir” Kelvin mengelus perut Shani yang semakin membesar

“Huuh” Shani cemberut kesal, ia sebenarnya sangat ingin untuk ikut dengan Kelvin ke sungai yang berada di belakang pegunungan, tapi apa boleh buat, karena ia tengah hamil besar, ia terpaksa hanya berdiam diri di rumah

“Ya ? aku tidak akan lama. Aku akan mencari beberapa ikan di sungai untuk kita makan” Shani mengangguk pelan

Kelvin berjalan ke tepian sungai, ia melepas pakaian luarnya dan memberanikan diri untuk berenang, walaupun ia sebenarnya belum mahir. Tetapi apa boleh buat, kondisi sekarang benar-benar menuntutnya untuk berenang mencari ikan.

“Ahaa.. dapat” Kelvin mengumpulkan beberapa puluhan ikan yang sudah mati di tepi sungai

Diletakkannya ikan-ikan tersebut pada keranjang yang tadi ia bawa. Tak lupa juga selain daging ikan, Kelvin mencari beberapa daging lainnya di dalam hutan, sebagai persediaan makanan mereka beberapa bulan kedepan. Toh, daging ikan mungkin hanya buat Shani saja. Kelvin lebih memilih mengalah untuk kekasihnya, ia hanya memakan daging rusa ataupun ular. Kedua daging itu sudah dirasa cukup baginya daripada tidak makan sama sekali.

Sesampainya Kelvin kembali ke rumah, Shani tengah tertidur pulas di kamarnya. Mungkin ia sedikit kelelahan, atau juga karena tidak ada aktivitas lain. Dilihatnya sang kekasih yang tertidur pulas di sebuah ranjang kecil milik mereka. Kelvin mencium singkat kening si Malaikat sebelum dirinya kembali ke halaman rumah untuk membakar beberapa daging hasil tangkapannya.

Kelvin dengan cekatan menguliti daging rusa dan ular lalu kemudian dibakar di api unggun yang sudah ia sediakan. Tak lupa juga dengan daging ikan untuk Shani. Tak beberapa lama, disaat si Iblis tengah membakar, Shani sudah tampak di depan pintu rumah mereka. Ia meregangkan tangannya keatas, lalu kemudian merapikan rambut panjangnya dengan tangannya

“Haai… kau sudah bangun ?”

“Iya”

“Ayo kita makan” ajak Kelvin ramah

“Apa yang kau dapat di sungai sana ?”

“Beberapa puluhan ekor ikan, lalu aku juga mencari daging rusa dan ular di hutan”

“Mmmh.. ikan.. aku suka”

“Yasudah, ayo kemari. Oiya cuci tangan dan mukamu terlebih dahulu” Shani mengangguk dan melaksanakan perintah kekasihnya

Setelah selesai, beserta daging bakaran mereka sudah matang dan menimbulkan aroma yang sedap. Kelvin dan Shani makan dengan lahap, sambil diselingi beberapa candaan ringan, benar-benar kehidupan yang damai, sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka lakukan sekitar setahun yang lalu. Pedang, Roost dan adu strategi lah yang dibahas setiap harinya.

“Enak sekali daging ikan ini..” ucap Shani

“Kau cobalah” lanjut Shani lagi sambil mencoba menyuapi Kelvin

“Tidak usah, kau saja. Daging ular dan rusa ini sudah cukup” tolak Kelvin halus

“Mh..mh yasudah”

Selepas makan selesai, keduanya kembali masuk ke dalam rumah mereka. Tidak ada begitu banyak aktivitas yang mereka bisa lakukan, sehingga akhirnya keduanya memilih untuk tidur melepaskan penat.

~

“Ternyata disitulah rumah mereka….” seorang Malaikat tengah mengawasi rumah Kelvin dan Shani dari udara

“Kelvin.. ternyata Ayah dari bayi Shani adalah Kelvin..” Malaikat itu ternyata adalah Michael, ia sedang ditugaskan Gabriel untuk mencari tahu dimana letak rumah mereka. Dan akhirnya, tak butuh waktu lama berkeliling Bumi, Michael sudah menemukannya

“Aku harus memberi tahu Gabriel tentang ini, masih ada waktu beberapa bulan lagi sampai yang diramalkan lahir” batin Michael, tak lama kemudian, ia pun pergi kembali ke tempatnya

*To Be Continued*

* Happy Chinese New Year 2568 BE btw buat yang merayakan, semoga damai dan bahagia selalu*

blog : mandalakelvin.wordpress.com
YT channel : www.youtube.com/user/WWEKelvinMP

@KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Annihilation part 25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s