Vepanda, part 25

kjfikuvby

 

WARNING! Hanya 18+ yang boleh baca, dimohon kebijakannya.

“Sekarang kamu udah percaya?” tanya Rezza mendekat ke arah Sinka.

“U-udah,” Sinka masih terlihat sedikit takut dengan wujud asli Rezza.

“Kamu nggak perlu takut sin, tenang aja,” ucap Yupi sambil memegang pundak Sinka.

“Tenang pala lu pantat! Mana bisa aku tenang disituasi kaya gini, bego!” batin Sinka sambil menoleh ke arah Yupi.

Kemudian hening, tidak terjadi percakapan diantara mereka untuk beberapa saat.

“Eum… yup, dada kamu keliatan,” ucap Sinka perlahan setelah melihat pemandangan yang membuat dirinya agak canggung itu.

“Ah gapapa, capek pegangin terus,” dengan santainya Yupi mengubah posisi tangannya sebagai tumpuan tubuh mungilnya.

“Kamu mau nutupin?” goda Yupi sambil menatap Sinka dengan nakal.

“Eh?! Ng-ngak deh,” Sinka sedikit terkejut lalu memalingkan wajahnya.

“Ahhhh!!” tiba-tiba Sinka berteriak lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

“Kenapa sin?” tanya Yupi langsung bergeser mendekati Sinka.

Rezza yang sedang menutupi kemaluannya dengan seragamnya yang robek juga langsung menoleh ke arah Sinka.

“Kamu kenapa nggak bilang-bilang kalo udah berubah lagi?!” Sinka berteriak ke arah Rezza dengan tangan masih menutupi wajahnya.

“Lahh…, kenapa jadi gue yang salah?” tanya Rezza menatap Sinka dengan polosnya.

“Hihihi…, kamu ini, gemesin deh,” Yupi tertawa kecil sambil mencubit pipi Sinka.

“Udah, buka sekarang, gue udah tutupin,” ucap Rezza sambil mendekat ke arah Sinka dan Yupi duduk.

Perlahan Sinka membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya.

“Udah apaan, cuma ditutupin gitu doang, itu masih bisa dibilang telanjang,” cibir Sinka lalu memalingkan wajahnya ke arah Yupi.

“Yup, kamu ngapain?” tanya Sinka sambil bergeser menjauh dari Yupi.

“Hah? Maksut kamu?” Yupi sedikit memiringkan kepalanya dan menatap Sinka dengan heran.

“Itu tadi dada kamu disenggol-senggolin ke tangan aku,” jawab Sinka sambil menunjuk dada Yupi yang masih bergelantungan dengan bebasnya.

“Gapapa, hehehe…,” Yupi hanya menatap Sinka sambil cengengesan.

“Udah-udah, jan ngomongin itu, ntar jadi threesome malah enak,” ucap Rezza sambil duduk di sebelah Yupi.

“Apaan sih?! Yang bener tuh jadi nggak enak,” Yupi menyandarkan kepalanya ke bahu Rezza dengan manja.

“Lahh… emang nggak enak ya? Perasaan enak deh,” Rezza mengernyitkan dahinya, membuatnya terlihat sedang memikirkan sesuatu.

“Enak, tapi kamu gaboleh lakuin itu sama kita!” Yupi menatap Rezza sambil memanyunkan bibirnya.

“Kalian ngomongin apaan sih?” tanya Sinka sambil menatap Rezza dan Yupi dengan heran.

“Hihihi…, kamu polos banget sih, jadi gemes,” Yupi bangkit dari posisi bersandarnya dan bergeser mendekati Sinka.

“Stop! Jan deket-deket, ntar kamu senggol-senggolin lagi dada kamu,” suruh Sinka sambil menahan pundak Yupi.

“Hehehe…,” Yupi hanya cengenegesan sambil menatap Sinka.

“Ini Najong kemana sih?! lama amat ambil baju doang,” ucap Rezza lalu berbaring di meja yang dari tadi ia duduki.

“Aku ambilin kamu jaket ya yup,” Sinka melepaskan tangannya dari pundak Yupi dan berdiri.

“Sekalian ambilin punya Rezza juga ya sin,” suruh Yupi sebelum Sinka keluar ruangan.

Sinka hanya mengangguk ke arah Yupi lalu keluar dari ruangan itu.

Setelah cukup lama pergi, akhirnya Sinka kembali ke ruangan itu dengan membawa jaketnya dan juga jaket Rezza.

Saat Sinka membuka pintu ruangan itu, ia melihat sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan, ia sangat terkejut dengan apa yang sedang terjadi di depannya.

“K-kalian lagi ng-ngapain?” tanya Sinka yang masih mematung di ambang pintu.

-pokpokcoy-

Sorry ya sin,” ucap Yupi yang masih tertunduk dari tadi.

“Tadi kebawa suasana, aku jadi lupa kalo di dunia ini Rezza milik kamu,” lanjut Yupi.

“Iya gapapa kok, lagian kamu kan calon istrinya Rezza,” Sinka menatap Yupi sambil tersenyum.

“Harusnya aku yang minta maaf udah ganggu kalian,” lanjut Sinka.

“Cih, maksa banget senyumnya,” ucap Rezza sambil menatap Sinka dengan sinis.

“Maafin aku ya sin,” Yupi menatap Sinka dengan wajah bersalahnya.

Sinka tidak menghiraukan ucapan Yupi, ia masih menatap Rezza dengan mata yang berlinang.

Sedangkan Rezza dengan songongnya mengalihkan pandangan ke luar jendela.

“Iya yup, gapapa kok,” Sinka memgang pundak Yupi sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu ya kalo gitu,” lanjut Sinka sambil berdiri.

Sinka sudah tak kuasa lagi membendung air matanya, sepanjang perjalanan kembali ke kelas pipinya dibasahi oleh air mata kesedihan itu.

CEKLEK!

Pintu ruangan tempat Rezza dan Yupi berada di buka.

“Gue gatau seragamnya di mana, jadi gue ambilin baju biasa aja,” ucap Najong sambil menutup pintu kembali.

“Tadi aja hampir ketauan mamanya Yupi pas gue mau ngambil baju,” lanjut Najong.

Rezza dan Yupi tidak menghiraukan kehadian Najong, mereka berdua masih terdiam mengingat kejadian tadi.

“Kenapa sih?” Najong mengernyitkan dahinya sambil menatap Rezza dan Yupi.

“Gapapa,” jawab Yupi singkat sambil meraih tas yang dibawa Najong.

 

*tamat*

 

Note: thanks yang udah baca, dosa ditanggung sendiri.

Iklan

11 tanggapan untuk “Vepanda, part 25

      1. Kalau bisa jangan bikin ‘tamat’ di part berikutnya thor, jujur ane kecewa dengan ente yang seharusnya sudah ‘beneran menamatkan’ cerbung ini di part 24. Karena ane sudah memikirkan sendiri endingnya gimana. Terimakasih atas perhatiannya.

        Suka

      2. kayaknya dipart 24 udah nulis mau lanjutin, cuma gatau kapan soalnya lagi sibuk, kalo masalah udah bikin ending sendiri, anggep aja itu alternative ending

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s