Anihilation, Part22

cover

“Dimana Malaikat itu ?”

“M..m.maaf Yang Mulia” Stanley masih takut akan kemarahan Pangeran Aidan nantinya jika ia mengetahui bahwa Malaikat yang ia cari sekarang sudah kabur

“Ada apa ? kenapa kau meminta maaf ?” Pangeran Aidan melipatkan kedua tangannya di depan dada

“M..m.malaikat itu kabur, Yang Mulia” setelah dikumpulkan keberaniannya, Stanley akhirnya menjawab juga, meski harus dengan wajah tertunduk

“APAA ?!! Kabur katamu ?!! Bagaimana bisa ??!” benar saja, Pangeran Aidan marah tak terkira. Ia seperti seekor hewan buas yang sedang ngamuk akibat mangsanya dicuri

“K..kami juga belum tahu pasti, tapi menurut Ve dan tentara yang melihat.. K..Kelvin yang membawanya kabur” jelas Stanley

“K..Ke..kelvin katamu ? tidak mungkin, kau pasti bercanda” Pangeran Aidan masih tidak percaya jika Kelvin yang berulah

Pangeran Aidan sudah sangat lama mengenal sosok Kelvin, ia tahu bahwa Iblis setianya itu tidak akan berkhianat dengan membantu seorang Malaikat untuk kabur

“Benar, Yang Mulia. Dia yang membawa Malaikat itu kabur” jelas Stanley lagi

BRUUK

Digebraknya meja di samping ranjangnya, ia menggeram kesal seperti sedang menahan amarah. Emosinya siap meledak kapan saja, dan tentunya itu sangat berbahaya, jika Pangeran Aidan sudah marah, ia bisa menjadi sangat tidak terkontrol

“Beraninya dia !!? Dasar iblis pengkhianat tak berguna !!” geram Pangeran kesal

Razkal dan Melody yang tadinya disitu sudah dipersilahkan keluar oleh Pangeran Aidan. Ia tidak mau ada satu Iblispun yang disitu selain dirinya dan Stanley.

“Beberapa tentara sudah kuperintahkan untuk mengejar mereka” gumam Stanley pelan sambil menahan takut

“KALIAN BODOH !! Kenapa bisa Kelvin membawa Malaikat itu ?! bagaimana penjagaan kalian ?!!” Pangeran Aidan masih saja marah dan meluapkan emosinya

“E..emh.. soal itu.. Kelvin mengeluarkan Roost Angin yang mengejutkan, Yang Mulia. Para tentara tidak sempat menyadari itu, mereka langsung terhempas saja ke udara, bahkan Ve pun menjadi korbannya” terang Stanley

“Bajingan sekali dia itu ! Dia pikir dia siapa berani-beraninya menentangku.. cepat buru mereka berdua !, segera serahkan kepala si pengkhianat itu kehadapanku” perintah Pangeran Aidan geram

Pangeran Aidan memang merupakan sosok Iblis yang anti sekali dengan yang namanya pengkhianatan. Siapapun dari Iblis yang membela, atau menolong sedikit saja salah satu dari Para Malaikat, hanya ada kematian bagi mereka. Siapapun Iblisnya, tidak peduli bahwa dia itu tangan kanan, bawahan, atasan atau teman sekalipun. Oleh karena itu, Pangeran Aidan sekarang sudah sangat marah sekali dengan Kelvin yang ia pikir berkhianat kepada Malaikat.

“Baik, Yang Mulia” Stanley membungkuk hormat, lalu pergi dari hadapan Pangeran
Aidan

“Sialan !! Lihatlah nanti kau, Kelvin..” Pangeran Aidan mengepalkan kedua telapak tangannya

Selepas Stanley keluar dari tenda milik Pangeran Aidan, ia langsung bergegas menyusul para tentara yang sudah ia perintahkan sebelumnya tadi untuk mengejar Shani dan Kelvin kedalam hutan

~

Hutan lebat yang dilalui Kelvin dan Shani seakan tidak berujung. Kondisi yang gelap dan rimbunnya pohon menyulitkan langkah mereka berdua. Andai saja sayap mereka bisa digunakan, dengan mudah pasti mereka dapat keluar dari hutan itu

“A..aku lelah” Shani sudah terengah-engah, kakinya sudah sakit sekali akibat terkena ranting-ranting pohon yang tajam

“Kita beristirahat dulu disana” Kelvin menunjuk kearah sebuah pohon beringin yang besar

Kelvin dan Shani duduk di bawah pohon beringin yang rindang itu. Kadang keduanya minum untuk melepaskan dahaga mereka, dan kadang pula mereka mencari beberapa bangkai hewan untuk dimakan.

Tadinya Shani sangat jijik dan tidak mau memakan daging-dagingan hewan yang sudah mati, namun apa boleh buat, karena rasa lapar yang sudah sangat melanda, mau tidak mau ia mengikuti Kelvin dengan memakan bangkai hewan itu

“Aku tidak menyangka…” Shani tersenyum tipis

“Tidak menyangka apa ?” tanya Kelvin mengerutkan dahi

“Tidak menyangka tugas dari Gabriel akan menjadi seperti ini” gumam Shani sambil menatap ranting-ranting pohon dibawahnya

“Kau menyesal ?”

“Tentu tidak, justru aku sangat bersyukur dan senang” ungkap Shani

“Senang ?” Shani menganggukkan kepalanya

“Bertemu dan mengenal dirimu merupakan alasanku satu-satunya menjadi senang dan bahagia, aku bersyukur akan hari itu, aku tidak menyesal sama sekali karena memiliki perasaan cinta terhadapmu” Shani kini mengarahkan pandangannya kearah Iblis pria di depannya, menatap dalam-dalam mata Kelvin

“Benarkah ?” Shani lagi-lagi menganggukkan kepalanya

“Terimakasih” balas Kelvin singkat

“Terimakasih untuk ?” Shani memiringkan kepalanya

“Untuk mencintai Iblis sepertiku” Kelvin tertunduk lesu

Shani sontak tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan

“Heei.. aku tidak peduli jika kau Iblis ataupun Malaikat, apapun dirimu tidak mengubah perasaanku kepadamu” Shani menaikkan dagu Kelvin dan menatapnya

Tiba-tiba saja, ketika pandangan mereka bertemu, Kelvin langsung berlutut di hadapan Shani sambil memegang satu tangannya

“E..eh ?” Shani bingung, ia tidak tahu Kelvin mau melakukan apa

“Emmh.. Shani.. aku tau aku hanyalah seorang Iblis, aku tau aku sebenarnya tidak pantas untukmu, tapi ini sudah terlampau jauh, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi..”

“M..maksudmu ?”

“Maukah kau menjadi kekasihku ?” tanya Kelvin pada akhirnya

Benar-benar suasana yang romantis di tempat yang jauh dari kata romantis. Sebuah pertanyaan dari si Iblis, menanti untuk dijawab si Malaikat manis. Sungguh dramatis…

Tanpa sadar, Shani malah berlinang air mata, ia sedikit terharu dengan sikap Kelvin yang akhirnya mau menyatakan perasaanya. Ia sudah lama menantikan momen seperti ini. Tak menyangka hal itu akhirnya benar-benar terjadi

“Apa jawabanmu ?”

“I..i..iya, aku bersedia menjadi kekasihmu…” balas Shani dengan mantap, bicaranya sedikit tergagap akibat isakan tangisnya

“Benarkah ?” tanya Kelvin lagi untuk memastikan bahwa ia tidak salah mendengar

Shani menganggukkan kepalanya

“Terimakasih, Shani” sontak Kelvin langsung memeluk Shani

“Kau ini.. padahal tempo hari, kau bilang kepadaku untuk tidak mengucapkan kata terimakasih berkali-kali, tapi sekarang…” Shani tersenyum bahagia di dalam pelukan Kelvin

“Hehe..” Kelvin terkekeh pelan sambil tetap memeluk erat kekasihnya

“Aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungimu dari apapun” ucap Kelvin sesaat setelah pelukan mereka terlepas

“Iya-iya aku tau.. bahkan sebelum kita menjadi sepasang kekasih, kau sudah membuktikan itu berkali-kali” jawab Shani tersenyum lembut

“Baguslah kalau kau sudah tahu”

Wajah kedua insan berbeda jenis itu perlahan-lahan semakin mendekat, Shani yang sadar reflek menutup matanya, ia sudah sangat rela memberikan ciuman itu demi sesosok Iblis tampan bernama Kelvin

CUPS

Akhirnya, kedua bibir mereka bertemu, mulai memagut satu sama lain. Kekuatan cinta sudah benar-benar memabukkan mereka berdua. Lama mereka berciuman, sampai akhirnya ada sesuatu yang aneh, membuat aktivitas ciuman mereka terhenti

DRAP DRAP DRAP

Kelvin dan Shani melepaskan ciuman mereka, Kelvin berusaha menajamkan pendengarannya, ia mendengar beberapa langkah kaki yang mendekat, itu terdengar juga dari rerimbunan daun yang berbunyi akibat gerakan mereka.

“Cepatlah.. kita lari lebih jauh lagi” Kelvin menarik tangan Shani kembali

Keduanya terus berlari cepat menembus dedaunan, ranting, atau sulur-sulur tanaman.

“Heii.. itu mereka disana!!” teriak salah satu tentara kepada temannya yang lain

“Ayo cepat kita kejar”

Terjadi kejar-kejaran beberapa lama, antara sepasukan Iblis dengan sepasang Iblis dan Malaikat yang sudah dimabukkan oleh cinta. Tak jarang, para tentara menembakkan panah-panahnya untuk menghentikan buruan mereka, alhasil tidak ada satupun panah yang mengenai keduanya. Bagaimanapun yang mereka hadapi saat ini adalah mantan tangan kanan Pangeran Aidan yang terkenal akan kehebatannya, jadi jelas mereka harus berhati-hati meskipun menang jumlah

“Bagaimana ini, Kelvin ?!! tanya Shani panik sambil terus berlari

“..K..kau berlarilah lebih dulu di depan, aku akan mengurus mereka” Kelvin menghentikan larinya, membiarkan Shani berlari lebih dulu didepannya

Kelvin mengeluarkan Roost apinya. Ia gunakan Roostnya itu untuk membakar beberapa pohon dan rumput agar nantinya pasukan Iblis yang mengejarnya, menjadi sulit karena terhalang oleh dinding api

BWUOSSH

Api menjalar kemana-mana dengan cepat, Kelvin juga mengeluarkan Roost angin nya agar membantu si api cepat membesar

“Ayo.. Shan, kita teruskan berlari. Aku sudah menghambat laju mereka” Kelvin kembali memimpin lari di depan, tangan Kelvin tak henti-hentinya memegang tangan Shani

“…S..sial, jalan ini sudah tidak bisa dilalui” seru si tentara sambil menyeka keringat yang sudah bercucuran

“Bagaimana kalau kita coba padamkan api ini dengan es kita ?” usul salah satu tentara lainnya

“Kau gila.. butuh tenaga sangat besar untuk mengeluarkan itu, jika saja ada Ve disini, pasti api itu akan padam”

Kekuatan es Ve memang merupakan yang paling kuat diantara Iblis-iblis lainnya, es nya itu benar-benar sangat dingin, bahkan api besar sekalipun bisa berubah beku hanya dengan kibasan tangannya. Hanya Api Exflame lah yang es itu tidak mampu tembus.

“Tidak ada salahnya jika kita mencoba terlebih dahulu” jawab tentara lainnya

Para tentara itu dengan serentak mengeluarkan Roost es mereka, semuanya berusaha dengan keras untuk memadamkan api yang sudah semakin besar

“Ini sia-sia saja..”

“K..kau benar, lebih baik kita jalan memutar”

“Cepatlah..

“Ayo..”

Mereka semua tidak berhasil memadamkan api yang dibuat oleh Kelvin, es-es yang mereka buat seakan tidak berpengaruh apa-apa terhadap api Kelvin yang menyala-nyala dengan panas membara

“Sudah berapa jauh kita berlari, Kelvin ? apakah mereka masih mengejar kita ?” tanya Shani dengan nafas terengah-engah dan dada kembang kempis. Peluh bercucuran dari dahinya yang putih bersih

“Kita sudah berlari hampir seharian, tetapi sepertinya hutan ini tidak bertepi. Aku tidak mendengar suara apapun selain suara kita berdua, jadi kupikir mereka telah kehilangan jejak kita” sahut Kelvin dengan nafas tak kalah memburu

“Mereka pasti tahu kemana kita berlari, Kelvin. Mereka hanya sedang mengulur waktu. Namun, tak lama lagi kita pasti akan tertangkap” kata Shani dengan nada putus asa

“Hei.. kenapa kau menjadi begitu putus asa sekali ?! aku yakin kita pasti baik-baik saja Shani, kau tenanglah” ujar Kelvin tenang sambil mengelus pelan kepala Shani

Shani menganggukkan kepalanya pelan

“Maaf.. aku begitu menyusahkanmu” Shani tertunduk lesu

“…..” Kelvin hanya terdiam

“Seharusnya kau tidak perlu menjadi seperti ini, hanya demi untuk menyelamatkanku, kau rela berlari-lari di hutan, terluka disana-sini dan berkhianat pada kerajaanmu sendiri..”

“Heei.. Sssttt” Kelvin meletakkan jari telunjuknya di bibir Shani, memaksa Malaikat itu untuk berhenti bicara

“Sudah kubilang, aku tidak menyesal sama sekali melakukan ini. Kau tidak perlu merasa bersalah… Kau mengerti ?” Shani mengangguk pelan

“Aku tidak pernah merasa menyesal bertemu denganmu, memiliki perasaan denganmu dan berlari-lari di hutan seperti ini denganmu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu” lanjut Kelvin sambil memegang pipi putih Shani

“…I.i..iya, aku juga mencintaimu” balas Shani lalu ia menyandarkan kepalanya pada pundak si Iblis

~

Beberapa pasukan tentara Iblis itu tengah menengok kesamping kanan-kiri mereka, mencari keberadaan kedua buruan yang sedang mereka cari. Tidak ada tanda-tanda pergerakan sama sekali, mereka sudah kehilangan jejak.

Kelvin dan Shani seperti lenyap begitu saja tertelan bumi, sejauh mata memandang, hanya ada pepohonan rimbun yang berwarna hijau kekuning-kuningan.

“Kemana mereka ?!!”

“Sial, kita kehilangan jejak…”

“Argggh” geram tentara itu kesal

“Pasti Yang Mulia tidak akan memaafkan kita akan hal ini”

Disaat mereka tengah berdebat satu sama lain, datanglah Stanley yang menyusul

“Heei.. kalian.. dimanakah mereka ?” tanya Stanley dengan pedang yang sudah tersiap di tangannya

“M..ma..maafkan kami Stanley, kita kehilangan jejak mereka”

“Apa !??! Bagaimana bisa ?!”

“Lari mereka sangat cepat, Stanley. Apalagi tadi Kelvin membakar pepohonan di depan sana, membuat kami kesulitan untuk berjalan, alhasil kami harus memutar”

“Iya Stanley, setelah kami memutar dan mau mencari keberadaan mereka. Ternyata mereka sudah tidak ada, sepertinya mereka sudah berlari jauh”

“Aku sudah berusaha terbang dan memantau dari atas, namun sama saja. Aku tidak bisa menemukan mereka”

“Kalian ini memang tidak bisa diandalkan” geram Stanley masih menahan amarah

Para tentara Iblis hanya tertunduk saja

“Arrgh.. Yang Mulia Aidan pasti tidak akan memaafkankanku” Stanley menjadi kesal sendiri, ia mengaca-acak rambutnya

“Yasudah. Lebih baik, kita kembali dulu ke markas, dan laporkan ini kepada Yang Mulia” akhirnya serombongan Iblis itu pun pergi dan menyerah mengejar Kelvin dan Shani

“E..t.tapi Stanley ?”

“Ada apa lagi ?”

“Hutan bagian depan sana masih terbakar, aku takut nanti akan semakin meluas sampai ke tempat kita” ucap salah satu Iblis memberitahu

“Biar aku yang memadamkannya” muncul suara yang tak asing bagi mereka. Suara itu berasal dari atas

Mereka semua mengarahkan padangan kearah sumber suara. Ternyata diatas sana terdapat sosok Ve disana yang sedang terbang dengan anggunnya..

“Ve” ucap beberapa tentara terkejut karena mereka tidak mengetahui kedatangannnya

Dalam sekali kibasan, api buatan Kelvin langsung padam seketika

“Kau melihat mereka Ve dari atas sana ?” tanya Stanley

“Tidak sama sekali, Stanley. Mereka sudah jauh” desis Ve

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com

@KelvinMP_WWE

Iklan

2 tanggapan untuk “Anihilation, Part22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s