Kuat Karena Kita Bersama Part-6

“Selamat siang tante, Apa bener ini rumahnya Riki ?” Tanya Gracia memastikan.

“Iya bener, terus nama kamu siapa ?” Tanya ibunya Riki balik.

“Saya Gracia tante, biasa di panggil Gre.” Jawab Gracia seraya
mengajak ibunya Riki berjabat tangan.

“Panggil saya Tante Rina, Mari masuk Rikinya masih di kamar. Biar
Tante panggil dulu. Silahkan duduk.” Balas ibunya sambil mengajak
Gracia masuk dan mempersilakan duduk.

“Terima kasih Tante.” Balas Gracia singkat seraya tersenyum.

Ibunya Riki pun beranjak dari ruang tamu menuju kamar Riki. Ketika
berada di depan kamar anaknya, ia hanya bisa menggelengkan kepala
karena Riki sedang tidur pulas. Niat jahil ibunya pun timbul seraya
meninggalkan kamar Riki dan kembali ke ruang tamu untuk menemui
Gracia.

“Gre, Rikinya lagi tidur. Kamu aja gih yang bangunin.” Ucap ibunya
kepada Gracia sambil tersenyum.

“K-kok saya Tan ?” Tanya Gracia bingung.

“Riki suka susah kalo yang bangunin Tante. Kalo sama kamu pasti
langsung bangun. Yukk..” Balas ibunya Riki sambil menarik tangan
Gracia.

“Eh.. Ehh…” Gracia pun menuruti kemauan ibunya Riki.

Kemudian mereka berdua sudah berada di depan kamar Riki.

“Nah tu Rikinya, emang suka tidur dianya. Mohon maklum ya Gre pasti di
sekolah juga sering tidur kan ?” Tanya ibunya Riki memastikan.

Gracia pun hanya tersenyum dan mengangguk kearah ibunya Riki pertanda
men-iya-kan.

“Ya sudah Tante tinggal dulu. Bangunin ya Gre, di siram juga gak apa
kok.” Ucap Tante Rina dengan senyum seraya meninggalkan Gracia.

Gracia pun memasuki kamar Riki dan melihat ke kanan dan ke kiri. Ia
pun kagum meski tidurnya acak acakan tapi kamarnya tetap rapi. Lalu ia
pun duduk di ranjang dekat Riki terbaring sambil menggoyangkan badan
Riki untuk membangunkan.

“Ki.. Bangunnn.. Katanya mau ngerjain tugas kok malah tidur sihh..”
Ucap Gracia membangunkan.

“Mmmhhhh.. Ntar aja masih ngantuk Ma.. Ntar malem kan bisa..” Balas
Riki sambil membelakangi Gracia.

Gracia malah tersenyum dan menggelengkan kepala. Karena ia baru tahu
memang Riki benar benar  sulit dibangunkan. Dan tiba tiba..

“Wwwwaaddaaww..” Teriak Riki.

Ibunya Riki yang sedang di dapur pun tersenyum mendengar teriakan anaknya.

“Nah gitu dong, masak tidur mulu.” Ucap Gracia sambil lalu menutup
mulutnya menahan tawa.

“Kok kamu disini Gre..” Ucap Riki sambil celingak celinguk kebingungan.

“Kan mau ngerjain tugas kelompok. Gimana sih.” Ucap Gracia sambil
menggembungkan pipinya.

“Ohh iya ya. Hehehe.. Maaf Gre ketiduran akunya. Jadi gak enak, ya
udah aku mau cuci muka dulu.” Ucap Riki sambil beranjak dari tempat
tidur.

“Ya udah aku tunggu di depan yaa.” Ucap Gracia sambil keluar dari kamar Riki.

Gracia pun duduk di ruang tamu sambil menyiapkan bahan untuk tugas
kelompok. Riki berjalan dan terhenti sejenak melihat Gracia yang
terlihat begitu cantik meskipun hanya memakai celana jeans panjang
serta jaket berwarna merah. Sadar ada yang memperhatikan Gracia pun
mulai menengok siapa yang sedang mengamatinya. Ketahuan sedang
mengintip Riki pun gelagapan sedang Gracia tersenyum melihat Riki
salah tingkah.

“Kok malah berdiri di situ sih. Kapan kelarnya ntar.” Ucap Gracia.

“Ehh.. Iya hehehe.” Jawab Riki sambil terkekeh dan menghampiri Gracia.

Riki sedari tadi terpaku melihat Gracia yang sedang menerangkan tugas.
Gracia yang sadar perkataannya tidak pernah mendapat tanggapan dari
Riki mulai mengalihkan pandangan kepada Riki.

“Iihh.. Dari tadi aku jelasin gak respon malah ngelihatin aku.” Ucap
Gracia sambil berbalik memasang wajah cemberut.

“Hehehe.. Maaf Gre habis kamu cantik sih sampai aku gak fokus.” Balas
Riki sambil menggaruk kepalanya kebingungan.

“Ya udah sekarang serius ngerjainnya.” Ucap Gracia menatap tajam Riki.

“Buseett.. Gre ternyata bisa garang juga.” Batin Riki.

Tanpa sadar Riki pun terpaku kembali melihat kecantikan Gracia. Lalu
tiba tiba ibunya Riki muncul. Sambil membawa minuman dan makanan
kecil.

“Ki… Belajar yang bener masak dari tadi mama perhatikan kamu ngeliat
Gre terus.” Ucap ibunya menggoda Riki.

“Heheheh..”

“Tau nih Tan. Gak mau perhatiin dari tadi.” Ucap Gracia menanggapi
perkataan ibunya Riki.

“Yang bener Ki belajarnya. Tante tinggal dulu ya Gre, cubit aja ntar
kalo gak perhatiin.” Ucap ibunya Riki sambil meninggalkan mereka
berdua.

“Aduhhh.. Kok di cubit sih Gre. Kan cubitan kamu sakit kayak gigitan
harimau.” Ucap Riki mengelus tangannya.

“Hihihi.. Tes aja biar kamu perhatiin penjelasan aku nanti.” Ucap
Gracia terkekeh.

“Assalamualaikum.. Papa pulang.” Ucap ayahnya Riki.
“Widihh.. Sekarang udah punya pacar ya.” Ucap ayahnya Riki menggoda anaknya.

“Temen Pa, tapi moga aja jadi pacar beneran. Hehehehe..” Bisik Riki
pada ayahnya sambil terkekeh.

“Kenalin nama Om Nanang.” Ucap ayahnya Riki memperkenalkan diri pada Gracia.

“Saya Gracia Om, Biasa di panggil Gre.” Balas Gracia.

“Oh.. Ya sudah Om tinggal dulu.” Ucap ayahnya Riki sambil melangkah pergi.
“Kamu pinter juga nyarinya.” Bisik ayahnya Riki seraya meninggalkan
mereka berdua.

Riki pun cuma bisa mendumel setelah mendapat bisikan dari ayahnya.
Kemudian Riki benar benar memperhatikan penjelasan dari Gracia dan
bersama mengerjakan tugas kelompok. Tanpa terasa waktu cepat berlalu
dan sekarang sudah menunjukkan pukul 18.32.

“Yeay.. Akhirnya kelar juga.” Ucap Gracia spontan.

“Huft.. Iya nih tinggal ngumpulin.” Tambah Riki.

“Iya. Ya udah kalo gitu aku siap siap mau pamit pulang.” Ucap Gracia
sambil memberesi barang barangnya.

“Lah buru buru amat Gre. Kan mau di ajak makan malam dulu bareng
keluarga aku.” Ucap Riki memberitahu Gracia.

“Tapi aku takut kemaleman Ki.” Balas Gracia.

“Sekali ini aja kok Gre ya ya. Ntar aku anter deh pulangnya.” Bujuk Riki.

“Ok deh. Tapi lain kali gantian kamu yang kerumah aku ya.” Pinta
Gracia pada Riki

“Ok sipp, Gitu kan enak. Yukk, pasti mama sama papa aku udah nunggu.”
Ucap Riki sambil menarik tangan Gracia.

Mereka berdua pun berjalan bersama menuju ruang makan. Disana telah
menunggu ayah dan ibu Riki untuk makan malam bersama.

“Hai.. Pa.. Haii.. Ma..” Sapa Riki pada kedua orang tuanya sedang
Gracia hanya memberi senyuman.

“Hai Ki.. Gre juga ikut gabung makan malam ya.” Balas ibunya Riki.

” Iya ma. Kan tadi udah Riki bilang sama mama.” Ucap Riki pada ibunya.

“Ohh.. Jadi tumben masak banyak itu maunya kamu Ki.” Ucap ayahnya Riki.

“Hehehehe.. Iya Pa. Habisnya ada tamu spesial nih.” Ucap Riki terkekeh
sedang Gracia tersipu malu sambil menyenggol lengan Riki agar tidak
terus menggodanya.

“Yuk mari makan semuanya.” Ajak ibunya Riki pada mereka semua.

Suasana harmonis tercipta dalam acara makan malam tersebut. Meskipun
Gracia pertama kali ke rumah Riki tapi ia sudah merasa dekat dengan
orang tua Riki. Waktu menandakan pukul 19.18 dan mereka pun telah
selesai makan malam bersama. Dan Riki pun menepati janjinya untuk
mengantarkan Gracia pulang.

“Ma.. Pa.. Aku mau nganter Gre pulang dulu.” Ucap Riki meminta izin
pada orang tuanya.

“Iya hati hati Ki bawa Grenya. Jangan sampe lecet kalo nyampe
rumahnya.” Ucap ayahnya Riki asal.

“Pelan pelan aja Ki, Jangan ngebut bawa motornya.”

“Iya Pa.. Ma.. Riki tau kok.” Balas Riki pada orang tuanya.

“Gre pamit pulang dulu ya Om.. Tante..” Pamit Gracia pada orang tua Riki.

“Iya Gre, hati hati. Sering sering maem kesini ya.” Ucap ibunya Riki.

Gracia pun membalas dengan anggukan dan senyuman. Riki berjalan ke
garasi mengambil motornya sedang Gracia menunggu di gerbang rumah.

“Yuk.. Gre naik.” Ucap Riki di iringi Gracia yang naik dan membonceng.

“Udah ?” Tanya Riki.

“Udah Ki.” Jawab Gracia singkat.

Akhirnya mereka pun mulai berjalan, di perjalanan Riki berbagi cerita
dengan Gracia maupun sebaliknya. Setelah 20 menit berjalan akhirnya
mereka tiba di rumah Gracia.

“Gre aku boleh masuk gak ?” Tanya Riki meminta izin.

“Eh..? B-bolehh kok Ki. Ya udah yuk masuk.” Jawab Gracia sedikit
bingung dengan kemauan Riki.

Mereka pun memasuki halaman rumah Gracia. Riki hanya bisa melongo
ketika memasuki halaman rumah Gracia yang bisa dibilang sangat luas.
Karena Gracia memang salah satu anak orang terkaya di sekolah Riki.

“Orang tua kamu ada di rumah kan Gre ?” Tanya Riki yang membuat Gracia
semakin bingung apa yang ingin di lakukannya.

“Ada kok Ki.” Jawab Gracia.

Setelah beberapa saat mereka pun sudah berada tepat di depan pintu
rumah Gracia. Lalu Gracia pun membuka pintu dan mempersilahkan Riki
masuk.

“Yuk Ki masuk.” Ajak Gracia pada Riki. Beberapa langkah dari pintu
Riki langsung terperangah melihat betapa besar rumah Gracia. Sementara
Gracia hanya tersenyum melihat Riki seperti itu.

“Ayo katanya mau ketemu.” Ajak Gracia lagi.
“Pa.. Ma.. Ada tamu pengen ketemu nih.” Ucap Gracia memanggil orang tuanya.

Tak lama kemudian orang tua Gracia turun menghampiri mereka berdua.

“Ada apa sih Gre, kok pake teriak segala.” Ucap ibu Gracia sambil
melihat Riki yang sedari tadi membuntuti Gracia.

“Nih Ma.. Ada yang mau ketemu.” Ucap Gracia pada orang tuanya.

Merasa sudah di persilakan ketemu dengan orang tuanya, Riki pun mulai
menjabat serta mencium tangan kedua tangan orang tua Gracia.

“Selamat malam Om, Tante Saya saya Riki.” Ucap Riki memperkenalkan diri.

Mendengar nama itu ayah Gracia memainkan alis ke arah istrinya.
“Oh.. Ini to yang namanya Riki. Gre suka cerita tentang kamu lo.” Ucap
ibunya sambil melihat ke arah Gracia yang tersipu malu.

“Mama apaan sih.. Pake ngomong itu segala kan malu.” Ucap Gracia yang
mulai memerah wajahnya.

“Hehehe.. Saya kesini cuma mau minta maaf Tante, Om . Gara gara
nganter Grenya kemaleman soalnya tadi di ajak makan malam dulu sama
papa dan mama di rumah. Sekali lagi mohon maaf Tante, Om.” Ucap Riki
sambil membungkuk meminta maaf pada orang tua Gracia.

“Iya gak apa apa kok. Terima kasih juga sudah nganterin Gre. Kapan
kapan ganti kamu yang kesini ya.” Ucap ayah Gracia diiringi anggukan
ibunya.

“Iya Om pasti kok.”
“Kalo gitu saya pamit dulu Om, Tante, Gre. Takut di cariin papa sama
mama nanti.” Ucap Riki sambil berpamitan.

“Iya, kamu juga hati hati ya Ki. Anterin Riki ke depan gih Gre.” Balas
ibunya Gracia sambil menyuruh Gracia mengantar Riki ke depan.

Setelah mendapat perintah dari ibunya, Gracia pun langsung mengantar
Riki sampai ke depan rumahnya. Percakapan kecil terjadi sebelum Riki
venar benar meninggalakan rumah Riki.

“Makasih ya Ki udah ngajak aku makan malem sama keluarga kamu terus
udah nganter aku pulang juga.” Ucap Gracia berterima kasih.

“Iya santai aja kali Gre. Sampai  ketemu di sekolah besok ya.” Ucap
Riki berpamitan.

“Iya, kamu hati hati. Terus kapan kapan harus kamu yang gantian main
ke rumah aku.” Balas Gracia sambil melambaikan tangan ke arah Riki
sedangkan Riki hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu Riki pun perlahan
meninggalkan rumah Gracia.

Waktu menunjukkan pukul 20.32 dan Riko sudah tiba di rumahnya. Setelah
memarkirkan motornya di garasi tiba tiba handphonenya bergetar dan
dengan segera ia mengeceknya.

“Oh.. Gre nge-Line gue. Mending gue telpon aja sekalian.”  Batin Riki.

Lalu Riki mencari kontak Gracia lalu menelponnya. Gracia pun sedikit
terkejut tidak mendapat balasan tetapi malah ditelpon oleh Riki.

Riki : “Hallo.. Ada apa Gre.. ?”

Gracia : “Kok malah telpon sih, kan cuma mau tanya udah nyampe rumah
apa belum. Hihihi..”

Riki : “Jadi gak suka nih di telpon sama aku, gitu ?”

Gracia : “Eh.. Eh.. Gak kok. Seneng kok seneng. Sensitif amat sih. Huhh..”

Riki : “Bercanda kok. Ni aku juga baru aja nyampe rumah.”

Gracia : “Oh.. Syukur deh. Buruan istirahat gih jangan begadang biar
gak kesiangan besok.”

Riki : “Gak sabar ketemu aku ya. Hehehehe.”

Gracia : “Dihh.. Malah ke-PD-an , gak kok wweekk… Siapa juga gitu.”

Riki : “Iya bawel amat ihh.. Kamu juga istirahat sana.”

Gracia : “Yee malah ngatain. Ini juga mau istirahat kok. Dadah jelek
sampai ketemu besok.”

Setelah telpon berakhir Riki memasuki rumahnya dan terlihat kedua
orangtuanya sedang asyik menonton tv.

“Khusyuk amat nontonnya mentang mentang berduaan.” Ucap Riki menggoda
kedua orangtuanya.

“Ye.. Kamu tuh yang habis nganter Gre kelihatannya seneng banget.”
Balas Ibunya yang melihat Riki amat gembira setelah mengantar Gracia.

“Hehehehe.. Mama tau aja. Ya udah Riki mau ke kamar dulu. Selamat
berduaan ya.” Ucap Riki sambil melangkah pergi menuju kamarnya.

“Dasar anak jaman sekarang.” Batin Ibunya sedang sang ayah hanya bisa
tertawa melihat tingkah istri dan anaknya.

Sesampainya di kamar Riki langsung merebahkan tubuhnya. Sambil
memandangi langit langit kamar ia tersenyum membayangkan semua yang
telah terjadi hari ini.

“Huft.. Capek banget gue, tapi kenapa malah ngerasa seneng banget.” Batin Riki.

Tak selang berapa lama ia mengunci kamar dan bersiap untuk
beristirahat. Karena ia merasa lelah dengan aktivitas hari ini tidak
susah baginya untuk tenggelam kedalam gelap malam dan masuk ke
indahnya dunia mimpi.
Di lain tempat Gracia juga menyudahi seluruh aktivitasnya dengan
terlelap dalam tidurnya. Suara jangkrik mengisi heningnya malam dan
juga mengiringi mimpi mimpi indah masing masing. Hingga tanpa terasa
suara jangkrik malam itu sudah berganti dengan suara ayam jago
diiringi sang mentari yang mulai menampakkan diri.

“Oaaahmm.. Udah pagi aja. Mandi lah biar santai berangkatnya.” Ucap
Riki sambil berusaha memulai aktivitas.

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.22, Riki juga sudah siap untuk
berangkat ke sekolah.

“Pa.. Ma.. Riki mau berangkat dulu.” Ucap Riki sambil meninggalkan
ruang makan dan menuju garasi untuk mengambil sepedanya.

Dengan santainya Riki mengendarai sepedanya sambil menikmati suasana
pagi yang sudah ia jarang rasakan. Sekitar 20 menit perjalanan
akhirnya ia tiba di sekolah dan bersiap untuk belajar hari ini.
Setelah memarkirkan sepedanya ia pun berjalan santai menuju kelasnya.

BERSAMBUNG…

Buat para reader yang punya kritik dan saran bisa mention ke Twitter gue.

@erikst22

Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s