Wrestling & Love part 77

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

Mobil Kelvin melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Razaqa terlebih dahulu, sebelum nantinya ke rumah Michael

“Ckiitt” mobil nya kini sudah sampai di depan rumah temannya

“Zaaq.. oii buruan keluar, gw udah di depan rumah lu” isi pesan Kelvin kepada Razaqa melalui sms

Tak lama kemudian, balasan datang

“Oh oke-oke, iya-iya gw kesana”

Razaqa pun keluar dari kamarnya, dia sudah berpakaian rapi dengan kaos casual hitamnya dan celana jeans birunya beserta hoodie berwarna biru..

Ia menggendong sebuah tas yang
terisi penuh dengan barang-barang yang akan ia bawa

“Maah Paah, Zaqa mau pergi dulu” pamit Razaqa kepada kedua orangtuanya yang berada di ruang tamu

“Iya, hati-hati di sana Zaq” ucap Papanya

“Jangan nakal ya, jangan lupa makan dan jangan mabuk-mabukan, Mama gasuka kalo kamu gitu lagi ” lanjut Mamanya memberi pesan

“Iya-iya Maah, Zaqa ngerti”

“Dan satu lagi, siapa aja yang ikut ?” tanya Mamanya

“Biasa maah, Aku, Kelvin, Michael sama pacar masing-masing plus ditambah adeknya Kelvin mau ikut..
jadi total ada 7 orang” jelas Razaqa menerangkan

“Ooh, Elaine ga ikut ?” tanya Mamanya tiba-tiba

“Eh ? Elaine ? emangnya kenapa Mah? kok tumben nanyain dia ?” Razaqa bingung hingga ia mengerutkan dahinya

“Ya gapapa sih, cuma kan dia yang dulu udah baik sama kamu, nolongin kamu, ngerawat kamu pas lagi mabuk itu, jadi ya Mama keinget aja” jawab Mamanya

“I..iya juga sih, aku juga sebenernya mau ngajak dia” Razaqa menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Terus kenapa ga diajak?” potong Mamanya cepat
“Hehe aku ga terlalu deket sama dia Maah, semenjak hari itu pas Zaqa mabuk, Zaqa belum pernah ketemu dia lagi, lagian kalo aku ketemu dia terus.. Michelle pasti cemburu” jelas Razaqa

“Michelle gaakan gitu kok, pasti dia ngerti.. Elaine kan cuma sebatas teman kamu” Mamanya tetap bersikeras

“Ajak dia gih, kasian dia selalu di rumah, mungkin aja dia butuh liburan” saran Mamanya

“Haaah Maamaa” Razaqa menghela nafas berat

“Ayolah Zaq” Mamanya memohon

Tampak Mama Razaqa sangat bersimpati sekali terhadap gadis pencinta bebek itu semenjak Elaine menyelamatkan anak semata wayang
nya ketika mabuk dan bersedia merawatnya

“Oke oke deh Maah, Zaqa coba kerumah Elaine abis ini buat ngajak dia”

“Nah gitu dong”

“Huuh dasar Mama” keluh Razaqa

“Hehe yaudah, hati-hati.. Mama sayang kamu” Mamanya mencium kening Razaqa.

“Daah Mamaah”

“Kasih kabar ya kalo kamu udah sampe sana” teriak Mamanya disaat punggung Razaaa sudah mulai menjauh

“Iya Maah sip” Razaqa mengangkat tangannya sambil memberi simbol
“oke”

“Ooi Vin, maaf ya lama nunggu” ucap Razaqa merasa tidak enak

“Iya-iya slow”

“Itu tuh Mama gw biasa ceramah dulu sebelum anaknya pergi, bawel banget”

“Hussh durhaka lu Jak, gitu-gitu kan demi kebaikan lu juga” saran Kelvin

“Hehe iya-iya canda, dah yuk buruan” Razaqa memasuki kursi depan samping kemudi

“Haai Yup” Razaqa menyapa Yupi sambil duduk di kursi depan

“Eh Kak Razaqa, hai juga kak” balas Yupi

“Udah mam?” iseng Razaqa bertanya

Razaqa memang tahu jika Yupi seringkali menyebut kata makan dengan “mam” , beberapa kali juga ia mendengar Kelvin selalu menanyakan pertanyaan yang sama kepada adiknya itu

“Hehe udah Kak, Kak Kelvin tuh, yang belum mam” Yupi memajukan bibir dan dagunya untuk menunjuk orang yang berada di kemudi

“Udah kenyang dek, kakak ga suka banyak makan kaya kamu.. nanti gendut lagi kaya kamu” ledek Kelvin bercanda

“Iiih aku ga gendut tau kak” jawab Yupi menentang

“Gendut.. tuh pipi kamu apaan kalo ga gendut?”
“Isssh ini bukan gendut tapi tembem, kalo gendut itu badan Kak”

“Wlee biarin, tetep aja, Kakak mau nyebut tembem pake kata gendut emang kenapa?”

“Iiih kakak nyebelin” Yupi merengut sambil mengerucutkan bibirnya

Razaqa hanya mendengarkan saja perdebatan kedua kakak adik itu sambil mobil berjalan dengan kecepatan sedang.

“Eh.. ohiya Vin, nanti setelah jemput semuanya, ke rumah Elaine bentar ya, nanti gw kasih tau jalannya”

“Rumah Elaine ?” Kelvin bingung

“Iya”

“Ada apaan emangnya

“Mama gw nyuruh dia ikut kita liburan”

“Ooh, kok bisa gitu ?” tanya Kelvin

“Entahlah, sejak pas gw mabuk itu,  Mama gw jadi deket dan perhatian sama Elaine, bahkan hampir seminggu sekali main ke rumah Elaine

“Buseet, mungkin Mama lu kepengen mantu kaya Elaine kali” canda Kelvin

“Et dah si anjir, nanti Michelle gimana ? lagian gw ga suka sama dia”

“Haha urusan lu” balas Kelvin

“Kasih saran kek, malah ketawa lu” keluh Razaqa kepada Kelvin

“Saran ? emm apa ya ?” Kelvin berlagak seperti sedang berpikir sambil tetap fokus menyetir

“Ya saran gw, ikutin kata hati lu..
antara pilih Michelle atau Elaine.
Menurut gw sih, Mama lu ga setuju lu sama Michelle, dia lebih kepengen lu sama Elaine.. dan di lain pihak, lu gasuka Elaine, tapi sukanya Michelle”

“Aaah pusing gw jadinya” Razaqa mengacak-acak rambutnya sendiri

“Ooitt oitt selow, udah gausah dipikirin dulu, jalanin saja kaya air mengalir” kata Kelvin

~~

Sudah ada tujuh orang yang mengisi mobil Kelvin..

Kelvin berada di depan dengan Razaqa. Andela, Michelle di bangku tengah, sementara Michael, Shani dan Yupi di bangku paling belakang.

“Oke, tinggal jemput si Elaine” ucap Kelvin pelan

“Yakin nih mau kerumahnya ?” tanya Kelvin lagi kepada Razaqa

“Iya-iya yakin, gw udah sms in dia daritadi”

“Terus, dia mau ikut?”

“Katanya sih mau, gatau dah”

“Ooh, oke-oke”

Shani Michael dan Yupi sibuk bercanda satu sama lain, entah apa yang mereka candakan, yang jelas.. bibir mereka tidak berhenti menyunggingkan senyum maupun tawaan

Andela dan Michelle di bangku tengah
hanya fokus dengan gadget masing-masing sambil sesekali mengajak pacarnya masing-masing mengobrol..

“Guyss, sebelum berangkat, kita mau jemput Elaine ya, kata Razaqa dia mau ikut bareng kita”
kata Kelvin sedikit berteriak agar dapat didengar seisi mobil

“Waah Elaine ikut yeaaay” Andela nampak kegirangan

Shani dan Michael juga tampak senang karena teman lamanya itu akan ikut liburan bersama..

“Elaine ? kenapa mesti ikut sih dia?” batin Michelle dalam hati

Nampaknya hanya Michelle saja yang tidak senang dengan berita ini, ia murung sepanjang perjalanan, sangat berbeda dengan Michelle biasanya
yang terkenal riang dan ceria.

“Lele, heei sayang, kamu gak apa-apa ?” Razaqa menyadari sikap murung Michelle

Michelle menolak menjawab

“Eh Vin, berhenti bentaran” perintah Razaqa

“Oke” Kelvin menepikan mobilnya di bahu jalan

“Kenapa?” tanya Kelvin

“Ndel, bisa tukeran tempat duduk ? kamu didepan aja sini bareng cowok kamu” ucap Razaqa

“E. Eh iya Zaq” Andela lalu keluar dan pindah ke bangku samping kemudi, begitu juga dengan Razaqa yang pindah ke bangku tengah..

Mobil kembali berjalan..
Kini Razaqa sudah berada disamping Michelle

“Vin.. kenapa mereka berdua?” bisik Andela pelan kepada Kelvin yang tengah mengemudi

Kelvin hanya membalas dengan gelengan dan tatapan yang seolah mengatakan “aku ga tau, udah biarin, itu urusan mereka”

Setelah itu, Andela mengerti dan memilih untuk diam saja dan tidak mau ikut campur permasalahan Razaqa dan Michelle

“Lele.. kenapa sih ? kasih tau aku” Razaqa memegang pundak Michelle

“Ga.. ga kenapa-napa kok” terdengar isakan pelan dari Michelle

“Bohong, aku tau kalo kamu lagi mikirin sesuatu” balas Razaqa

“Udah aku bilang aku gapapa!!!” Michelle berteriak dengan sangat keras sehingga seisi mobil memperhatikan mereka berdua

“Emm.. o..oke, yaudah kalo gitu” Razaqa mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Michelle, nampaknya moodnya kali ini sedang tidak baik.

Seperti itulah wanita.. memang penuh misteri, bahkan lebih seram cewek pms marah daripada setan sekalipun *abaikan

Keadaan masih hening di dalam mobil pasca Michelle berteriak tadi..
Tidak ada komunikasi satupun antara mereka.

~

Mobil berhenti didepan suatu rumah yang besar bak istana..

“Razaqa keluar membuka pintu mobil dan berjalan menuju rumah Elaine, ya.. mereka telah sampai di rumah Elaine..

“Len, aku udah di depan rumah kamu” ketik Razaqa dalam sebuah pesan

Elaine tengah terburu-buru di kamarnya sambil memasukkan baju-baju yang diperlukan kedalam sebuah koper

“Drtt drrt”  HP nya bergetar, si pemilik HP melihat pesan yang masuk

“Len, aku udah di depan rumah kamu” terdapat pesan masuk dari Razaqa
Jarinya dengan cepat mengetik huruf satu demi satu untuk membalas pesan Razaqa

“Iya-iya, aku lagi siap-siap bentar” balas Elaine dalam sms nya

Elaine kemudian dengan cepat keluar dari kamarnya, kaos biru dengan jaket kuning beserta celana panjang hitam menjadi pilihannya. Tidak lupa ia bercermin sebentar, memastikan bahwa penampilannya tidak aneh. Setelah dirasa siap, ia pamit kepada kedua orantuanya sebelum akhirnya menghampiri Razaqa di luar

Elaine melangkahkan kakinya hingga bertatapan muka dengan Razaqa

“E..e..h..hai, maaf kalo kamu lama nunggu” ucap Elaine terbata

“Iya, gapapa kok.. yaudah ayo masuk” ajak Razaqa

Elaine dengan ragu-ragu memasuki mobil Kelvin dan duduk di bagian tengah yaitu disamping kiri Razaqa, sementara Michelle ada di samping kanan Razaqa..

Tatapan sinis dikeluarkan oleh Michelle kepada Elaine..

“H..hai semua, maaf ya udah bikin kalian nunggu” ucap Elaine kepada semua temannya yang berada di mobil
“Gapapa kok Len, santai aja” jawab Kelvin

“Iya Len, aku seneng kamu ikut yeay, nanti kita main-main disana ya” Andela merupakan yang paling senang dengan ikutnya Elaine, mereka berdua memang teman akrab sedari duduk di bangku SMA dulu

Begitu juga dengan tanggapan yang lain dari Shani, Michael dan Yupi, semuanya mengindikasikan bahwa mereka senang Elaine bisa ikut. Mungkin hanya satu gadis saja yang kesal karena keberadaan Elaine yaitu dia yang duduk di sebelah kanan Razaqa.

                                                            
“Emm.. mh.. Michelle, kamu apa kabar? tanya Elaine mencairkan suasana, berharap orang yang diajak berbicara mau menjawa
Tetapi hasilnya nihil, Michelle hanya cuek dan tidak menjawab satupun pertanyaan Elaine..

“Syeel ngomong sesuatu” bisik Razaqa pelan kepada Michelle namun masih bisa didengar oleh Elaine

“Ga” balas Michelle pelan tapi dengan nada ketus

“Udah, gapapa Zaq kalo Michelle gamau ngomong sama aku” kata Elaine

Razaqa akhirnya mengalah dan mengurungkan niatnya untuk membujuk Michelle berbicara.

~~

Sepanjang perjalanan, Elaine berbicara ringan dengan Andela maupun Shani, begitu juga dengan yang lainnya.
Hanya Michelle saja yang masih tetap menunduk memainkan gadgetnya dengan muka dingin dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun

“Iih kenapa dia mesti ikut sih ?!?! sebel !!” batin Michelle kesal sendiri hingga HPnya sendiri diremas olehnya

“Aku tau, pasti cewek ganjen itu mau deketin Zaqa dan ngerebut dia dari aku, ga akan aku biarin gitu aja” lanjutnya membatin

Sementara di tengah candaan dan obrolan di tengah mereka semua, Elaine tiba-tiba termenung dan memikirkan sesuatu.

“Apa aku harus jujur tentang kandunganku ini ? tapi kasian Michelle, aku gamau hubungan mereka rusak gara-gara aku” kata Elaine dalam hati
“Len.. len, heei” panggil pria disampingnya

“E..e..eh.. i..i..ya apa ?” Elaine baru tersadar bahwa dirinya sedang diajak bicara oleh Razaqa

“Kamu kenapa ? kok ngelamun gitu ?” tanya Razaqa

“Hehe ga kenapa-napa kok..” jawab Elaine

“Yakin ?”

“Iya Zaq” jawab Elaine lagi

“Oke kalo gitu”

5 jam sudah berlalu..
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, yaitu di daerah Puncak, Bogor

“Guys, kita udah sampe..
kalian langsung aja masuk dan turunin barang-barang kalian, soal kunci kamar, nanti gw yang ngatur dan bagiin” Kelvin memang menjadi penanggung jawab liburan kali ini. Itu dikarenakan villa tersebut merupakan villa milik pamannya dan ia sudah menginap di villa itu beberapa kali

“Yeaay sampe” teriak Shani dan Andela yang sangat antusias dengan liburan kali ini.

“Ayo Ndel, sini barang kamu aku yang bawa” ucap Kelvin sambil turun dari mobil

“E..eh ga usah, aku aja gapapa”

“Issh udah gausah nolak” Kelvin merebut koper Andela dan juga tas punggungnya untuk dibawa olehnya

“Hihi makasih ya, kamu baik banget”
Andela tersenyum senang karena memiliki pacar yang perhatian

Semuanya sibuk turun dari mobil dan membawa barang masing-masing ke dalam villa yang lumayan besar itu.

Villa itu terdiri dari dua lantai dengan warna putih yang mendominasi di seluruh bangunan..

“Waah keren Vin, bagus villanya” kagum Shani begitu dia sudah masuk ke dalam villa tersebut

“Iya Shan, bagus ya” kata Michael

“Aku udah sering kesini dulu kak, pas Yupi masih SD dan Kak Kelvin SMP, beberapa kali aku kesini.. seru looh, banyak pemandangan yang menarik” kata Yupi tiba-tiba.

“Ooh gitu Yup” Michael dan yang
lainnya hanya mengangguk-angguk tanda mengerti

“Syeel, kamu kenapa sih ? kayaknya daritadi murung gitu” Andela mendekati Michelle yang tampak agak menjauh dari keramaian.

Sementara Razaqa kekasihnya sedang sibuk dengan Kelvin untuk mengurus semua keperluan dan kunci-kunci kamar

“Emmh.. gapapa kok Ndel” kata Michelle

“Ayolah Syel, cerita ke aku ada apa.. kamu boleh nutupin dari Zaqa dan yang lain, tapi engga ke aku” Andela terus membujuk Michelle untuk menceritakan apa yang terjadi

“Biar aku tebak, kamu jealous sama Elaine ?” Andela berusaha menebak

Michelle hening sejenak, ia menatap Elaine yang berada agak jauh darinya di depan. Si gadis bebek itu tengah tersenyum simpul karena sedang berbicara dengan Shani dan Yupi

“Syeel” panggil Andela yang melihat Michelle melamun

“Eh.. I..iya Ndel ada apa ?”

“Issh tuh kan, kamu mikirin apaan sih, sampe ga dengerin aku ngomong” Michelle hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Tadi aku tanya, apa kamu jealous sama Elaine ?” Andela mengulang pertanyaannya

“Em..h.. i..iya Ndel.. sedikit sih” jawab Michelle berat
“Haaah” Andela menghela nafas panjang

“Buat apa sih kamu jealous ? Elaine itu gadis baik Len, dia gamungkin ngerebut Razaqa dari kamu” kata Andela menjelaskan

“I..iya sih, t..tapi aku ngerasa lain Ndel” jawab Michelle

“Lain gimana ? udah deh pokoknya percaya aja sama Razaqa” saran Andela

“I..iya Ndel”

“Yaudah ah, yuk ngumpul kesana, balik kaya Michelle biasanya ya.. senyum dulu dong”

Michelle tersenyum manis

“Nah gitu dong” Andela menggandeng
tangan Michelle lalu berbaur dengan yang lainnya

“Ooi Mike, bantuin kita napa.. malah enak-enak ngobrol aja lu” keluh Kelvin yang sedang membawa koper-koper dan tas ke kamar

“Tau lu ah, cowok macem apaan lu” kata Razaqa

“Iya-iya ah, sini-sini gw bantuin” Michael ikut membantu Kelvin dan Razaqa untuk membawakan koper teman-temannya ke kamar masing-masing

~

“Oi lu berdua.. tadi gw liat cewek-cewek lu ngomongin sesuatu, entahlah apaan” kata Michael sambil duduk beristirahat di salah satu ranjang
“Ya emang kenapa ? ” tanya Kelvin bingung

“Tau lu Mike, Andela Michelle ngomong mah wajar kali” ucap Razaqa

“Yee wajar gimana ? lu tau sendiri kan daritadi Michelle gamau ngomong, tapi pas tadi gw liat, kayaknya Michelle udah senyum dan balik ceria kaya semula” kata Michael

“Eh iya ya ? kok gw lupa” Razaqa menepuk jidatnya

“Terus terus ? lu tau mereka berdua ngomongin apaan ?” Razaqa menjadi penasaran

“Ya kaga lah, gw kan jauh dari mereka berdua”

“Yaah lu mah” Razaqa memasang wajah segaris

“Tapi, firasat gw sih, mereka berdua ngomongin tentang Elaine deh” kata Michael

“Elaine ? beneran lu ?” tanya Razaqa

“Kayaknya sih, soalnya dia ngomong sambil nengok kearah Elaine gitu”

“Waah seru nih, drama cinta segitiga si Jaka” canda Kelvin

“Sial lu mah, bukannya bantu kasih saran, malah ngeledekin” keluh Razaqa

“Hehe canda Zaq”

“Eh ? Elaine suka sama lu Zaq?” teriak Michael keras

“Sssst.. woii ah, kalo ngomong pelan-pelan bisa ga sih?” Razaqa menutup
mulut Michael dengan tangannya.

“Eh.. i..iya iya maap hehe” Michael cengengesan

“Jadi bener, Elaine suka sama lu Zaq ?” tanya Michael sekali lagi, tapi kali ini dengan suara pelan

“Mmh.. ya kayaknya sih gitu”

“Laah kok kayaknya” balas Michael

“Udah ah, banyak nanya amat sih lu” Razaqa kesal

“Tanya Kelvin aja ah, males gw cerita” Razaqa keluar meninggalkan Kelvin dan Michael di kamar itu

“Ah elu sih Mike, jadi ngambek kan tuh dia” ucap Kelvin

“Eh kok gw ? ya gw gatau apa-apa
cuma mau nanya aja” jawab Michael polos seakan tanpa dosa

“Nanya sih liat kondisi, udah tau si Zaqa lagi pusing sama sikap Michelle kaya tadi”

“Iya-iya deh, gw ga nanya lagi”

~o~

“Oke guys, kumpul semua deket gw” Kelvin memanggil ketujuh orang temannya

Kelvin akan memberitahukan tentang jadwal-jadwal mereka disana dan informasi kamar yang akan ditempati.

Semuanya berkumpul di depan Kelvin dan bersiap mendengarkan pengumuman dari Kelvin

“Oke, disini ada lima kamar, dua diatas
dan tiga dibawah, gw udah atur semuanya jadi jangan ada yang protes”

Yang lainnya mengangguk tanda setuju

“Cowok cowok, lu Zaq, Mike, sama gw di kamar bawah”

“Yaah kok dibawah siih” potong Michael cepat

“Udah diem jangan protes, kita dibawah supaya bisa jaga kondisi villa dan ngejagain cewek-cewek yang diatas jadi gausah ngeluh” ucap Kelvin tegas

“Haah iya-iya deh” Michael menghela nafasnya berat

“Dan sisa dua kamar lagi, mmh.. satu kamar dua orang dan satu kamar lagi
tiga orang, kalian tentuin sendiri deh mau sekamar sama siapanya” kata Kelvin sambil menatap cewek-cewek di depannya

“Aku sama Elaineee” teriak Andela cepat

“Kak Kak, aku mau yang kamar sama tiga orang, kalo dua doang, aku takuut” ucap adiknya, Yupi

“Terserah kamu aja Vin” ucap Shani

Elaine dan Michelle diam saja dan tidak bicara satu sama lain

“Oke oke tenang, yaudah..
aku turutin semuanya..
Andela sekamar sama Elaine dan Yupi, sisanya Shani sama Michelle. Gimana?” tanya Kelvin

“Setujuuuu” teriak Andela Shani Yupi
bersamaan

“Yaudah, kalian istirahat gih ke kamar masing-masing sebelum nanti malem, gw bacain jadwal kita disini ngapain aja”

“Siaap” jawab mereka

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com

@KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Wrestling & Love part 77

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s