Annihilation part 21

cover

Pangeran Aidan sudah kembali ke tendanya, ia membersihkan sendiri luka-lukanya dengan sebotol air yang ada di lemari kayunya. Ia akhirnya menghela nafas lega karena peperangan sudah berakhir, meskipun diawal sempat khawatir akan kalah karena jumlah, nyatanya mereka berhasil memenangkan perang tersebut. Itu semua tak lepas dari kekuatannya sendiri dan kekuatan pasukan-pasukan mereka yang setia, seperti Kelvin, Ve, Artha, Vinze maupun Stanley

Setelah membersihkan luka-lukanya, Pangeran Aidan merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya, ranjang itu memiliki ukuran yang besar, sangat berbeda dengan Iblis-iblis lainnya. Ranjang Pangeran Aidan berwarna emas, dengan beberapa ornamen hitam di tepi ranjangnya

Belum terlalu lama ia merebahkan diri, tiba-tiba saja, ada suatu panggilan dari luar tenda yang membuatnya terbangun.

“Yang Mulia”

“Masuklah, Stanley” Pangeran Aidan sudah tahu siapa Iblis itu hanya mendengar dari suaranya saja

Stanley lalu masuk dan memberitahukan sesuatu kabar

“Ada apa ?”

“Mayat-mayat sudah dibawa kedalam Istana Vanguard..”

“Istanaku, itu bukan lagi Istananya..” desis Aidan memotong perkataan Stanley

Memang sejak Vanguard terbunuh, otomatis kekuasaan seluruh Kerajaan Iblis sudah jatuh ke tangannya, jadi sudah tidak ada lagi yang dinamakan Istana milik Vanguard melainkan itu adalah Istananya.

“Ma..maaf Yang Mulia. Mayat-mayat sudah dibawa kedalam Istana Yang Mulia, lalu apa yang harus kulakukan ?”

“Bakarlah mereka semua, kecuali Vanguard” perintah Aidan pelan

“Termasuk, mayat dari pihak kita ?”

“Iya, bakar semuanya”

Memang sudah menjadi tradisi mereka, jika ada yang tewas dalam perang. Tubuh si Iblis tersebut harus dibakar atau dikremasi, kecuali Pangeran Vanguard. Ada maksud tertentu dari Pangeran Aidan sendiri dalam hal tersebut

“Baik, Yang Mulia” Stanley lalu berlalu pergi untuk melaksanakan perintah Rajanya

“Oh.. ada yang terlupa” Stanley lalu berbalik menghampiri Pangeran Aidan kembali

“Apa itu, Yang Mulia ?”

“Panggil beberapa pasukan setia Vanguard untuk menghadapku, seperti Melody, Razkal dan Iblis penting lainnya” perintah Pangeran Aidan

“Baik, Ya..”

“Oh, dan satu lagi. Malaikat itu, bawa dia kesini. Aku akan memaksa Malaikat itu untuk mengorek beberapa keterangan sebelum nantinya kubunuh” lanjut Aidan

“Baik, Yang Mulia” Stanley lalu membungkuk memberi hormat sebelum akhirnya pergi melaksanakan perintah Pangeran Aidan

~

“S..sial.. Shani dalam bahaya..” tanpa sengaja Kelvin melewati tenda Pangeran Aidan, ia mencuri dengar percakapan antara Pangeran Aidan dan Stanley barusan

Memang sejak pertama kali bertemu dengan Malaikat bernama Shani itu, ada sedikit perasaan aneh dalam diri Kelvin. Perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Padahal mereka baru saja dekat selama satu hari.

Kelvin dengan terburu-buru langsung bergegas menuju tenda milik Ve. Ia menuju tenda Ve karena setelah ia memasuki tenda miliknya, tidak ditemukan Shani disana.

“Ve.. dimana Sha…” Kelvin menghentikan kata-katanya setelah dirinya kaget melihat Shani yang tengah terikat di lantai, dengan mulut yang tertutup sebuah kain

“Hai” sapa Ve disisi ranjangnya

“A..apa yang kau lakukan ? kenapa kau mengikat Shani seperti ini ?” tanya Kelvin bingung, ia baru saja ingin melepaskan ikatan Shani, sebelum Ve berdiri dan menghalanginya

“Apakah aku salah ?” tanya Ve sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada

“…” Kelvin hanya terdiam

“Jika kau jawab salah, berarti kau berkhianat, dan berniat melepaskan Malaikat ini”

Kelvin bingung untuk menjawab apa

“K..kau bercanda, tentu saja aku tidak berkhianat” bantah Kelvin

“Yasudah, jadi tidak masalah jika aku mengikat dia seperti ini”

“Tapi tidak dengan mengikat dia juga. Toh Shani tidak akan kabur”

“Dia tidak akan kabur, tapi kau berniat membawanya kabur” potong Ve cepat, mereka bertatapan satu sama lain

“E..eh.. i..itu”

“..Kau mencintainya kan ?!! oleh sebab itu, kau tidak rela jika nantinya Malaikat ini dibunuh oleh Yang Mulia Aidan. Bukankah begitu ?”

Kelvin sudah terdesak, ia sudah seperti kehabisan kata-kata. Apa yang dibicarakan
Ve memang benar adanya bahwa ia mencintai Shani

“Kenapa kau diam ?! Kau mencintai Malaikat murahan ini kan ?!! Ve sudah tersulut emosi

PLAK

“Tutup mulutmu. Kau tidak berhak menyebutnya dengan sebutan itu” bentak Kelvin marah, ia baru saja menampar pipi Ve cukup keras, menimbulkan bekas merah
di pipi tembem milik Ve

“Ternyata benar kau mencintainya..” gumam Ve pelan sambil tertunduk, tangan kanannya
memegangi pipinya yang nyeri akibat tamparan Kelvin barusan

“Kenapa ?! kenapa kau tidak mencintaiku ? tetapi malah memilih Malaikat ini ? Apa yang kurang dariku sehingga kau hanya menganggapku hanya sebagai sahabat ?” mata Ve sudah berkaca-kaca, ia tidak kuat menahan tangisnya

DRAP DRAP DRAP

Didengarnya langkah sepasukan tentara Iblis yang mulai mendekat kearah tenda milik Ve

“Ve ! kau didalam ?” teriak salah satu tentara

“I..iya” balas Ve tak kalah teriak, ia masih sedikit terisak, sesekali ia menyeka air mata yang tertumpah dengan tangannya

“Aku ditugaskan Stanley untuk membawa Malaikat yang ada bersamamu kepada Yang Mulia Aidan”

Belum sempat Ve menyahut, Kelvin yang menyadari bahwa ajal Shani sudah dekat, segera bertindak melakukan sesuatu. Bagaimanapun caranya, ia tidak ingin Malaikat yang sudah terlanjur ia cintai itu mati di tangan pimpinannya sendiri

“M..maafkan aku Ve”

BWUOOSSH

Kelvin tanpa diduga langsung mengeluarkan Roost anginnya, membuat tubuh Ve terlempar kebelakang akibat angin kencang yang dibuat Kelvin. Tubuh Shani juga ikut terlempar angin, tetapi tidak sekencang Ve

EMPHH EMPPHH

Hanya suara-suara itu yang terdengar dari mulut Shani yang tersumpal

“Shan.. shan..” Kelvin langsung membuka ikatan Shani, dan tak lupa sumpalan kain yang menyumpal mulutnya

HAP

Shani langsung menyambut Kelvin dengan sebuah pelukan hangat, matanya berderai air mata ketakutan

“A..aku takut” isak Shani tersendat-sendat

“S..s..sudah, ada aku disini” Kelvin melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Shani untuk segera keluar

“Ug..ughh Kelvin” ucap Ve yang sedikit kesakitan akibat terpental tadi

“Tunggu” perintah Kelvin kepada Shani begitu mereka sudah sampai depan tenda

Kelvin mengibaskan tangannya kesekelompok tentara Iblis

BWUOSSH

Dalam sekejap, mereka semua beterbangan dan terpental cukup jauh kebelakang

“Ayo, kita pergi dari sini” ajak Kelvin sambil menarik tangan Shani

“E..t..tapi”

“Diamlah, dan ikut saja denganku, nyawamu dalam bahaya” Kelvin tidak mempedulikan
Shani, dan terus berlari kearah hutan sambil menarik tangan si Malaikat

Berkali-kali Shani harus menyeimbangkan larinya, ia beberapa kali hampir jatuh, tetapi beruntung Kelvin menyadari itu, dan memelankan laju larinya

“Apakah sayapmu terluka ?” Shani menganggukkan kepalanya

“Kenapa ? sayapmu juga ?” tanya Shani memandang wajah Kelvin

“Iya. Jadi kita harus terus berlari tanpa mengandalkan sayap untuk terbang”

“Ayolah.. terus berlari, sebelum mereka mengejar” lanjut Kelvin sambil kembali menarik tangan Shani

“..I..iya”

Kelvin dan Shani berjalan dengan langkah cepat sampai hampir berlari. Tangan mereka menyibakkan sulur-sulur panjang yang bergantungan dari ranting-ranting pohon diatasnya. Wajah dan telapak tangan mereka menjadi merah-merah karena tergores duri.Beberapa kali Shani tersandung pohon, tetapi dengan sabarnya Kelvin menolong Shani dan mengobati kaki Shani yang terluka.

Sudah begitu lama mereka berlari, sampai akhirnya. Kelvin menemukan sebuah goa hitam yang terdapat di dalam hutan, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam goa tersebut

“K..kita mau kemana ?” tanya Shani, wajahnya sudah bercucuran keringat, nafasnya terengah-engah

“Kita beristirahat disana” Kelvin menunjuk kearah goa yang dimaksud, Shani mengangguk patuh

Setelah sesampainya mereka di dalam goa. Kelvin membuatkan api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka berdua, mencari makanan berupa hewan-hewan yang sudah mati dan membersihkan tubuh mereka masing-masing di sungai yang ada di hutan

“Setelah ini, kita akan kemana ?” tanya Shani yang tengah duduk di pinggiran goa

“Entahlah, yang jelas, kita lari sejauh mungkin” balas Kelvin dengan nafas yang tak kalah memburu

“Kau gila.. demi menyelamatkanku, kau rela seperti ini”

“Aku tidak gila, aku hanya melakukan apa yang ada dipikiranku” jawab Kelvin

Shani tersenyum manis, ia senang mendengar Kelvin berbicara seperti itu

“Kau tahu…” Shani menghampiri Kelvin, ia menatap mata si Iblis

“Apa ?”

“Aku tidak peduli dengan kita yang berbeda, aku tidak peduli dengan apa yang Malaikat lain nanti katakan kepadaku, dan aku tidak peduli apakah kau merasakan hal yang sama denganku, yang jelas… aku mencintaimu” Shani memberanikan diri mengutarakan perasaannya

Kelvin terdiam sesaat, ia tidak menyangka kalau Shani si Malaikat mencintai dirinya

“Bagaimana denganmu ?”

“E..eh.. a.apa ?”

“Apakah kau mempunyai perasaan yang sama denganku ?” tanya Shani menatap penuh harap ia berharap bahwa Kelvin mencintainya juga

Kelvin memegang kedua pundak Shani, menatap dalam mata lembut si Malaikat

“Aku tidak akan melakukan hal gila ini, jika aku tidak mencintaimu” Shani berusaha menelaah apa yang dimaksudkan Kelvin

“Maksudmu ?” Shani masih terlihat bingung

“Aku mencintaimu juga, Shani”

~

DRAP DRAP DRAP

“Ve” sepasukan tentara yang tadi terkena angin Kelvin, sudah bangkit dan bertatapan muka dengan Ve yang baru keluar dari tendanya

“Bukankah yang tadi itu Kelvin ?” tanya salah satu tentara

Ve membalas dengan anggukan

“Benarkah ?! T..tapi.. kenapa ia membawa Malaikat itu ?” beberapa dari mereka masih terlihat kebingungan

“Kau bodoh, jelas ia berkhianat dan membela Malaikat itu” geram Ve kesal

“Apa ?!” beberapa dari mereka kaget

“Cepat laporkan kepada Yang Mulia” perintah Ve

“Baiklah” mereka semua pergi ke tenda milik Pangeran Aidan

Di tengah perjalanan menuju ke tenda milik Pangeran Aidan, sepasukan tentara Iblis itu bertemu dengan Stanley beserta puluhan Iblis lainnya yang sudah membawa Melody dan Razkal bersama mereka. Kedua tangan Iblis Vanguard itu terikat kebelakang agar tidak bisa kabur

“Lapor Stanley”

“Heeii, dimana Malaikat itu ? kenapa kalian tidak membawanya ?”

“Itu dia yang ingin kulaporkan” jawab Iblis dengan nafas memburu

“Sebenarnya ada apa ?”

Si Iblis dengan detil menceritakan kejadian yang dialaminya tadi, mulai dari Kelvin yang menerbangkan mereka semua dengan Roost, sampai dilihatnya Kelvin kabur ke hutan bersama dengan sesosok Malaikat di belakangnya

“APA ??!! Malaikat itu kabur dengan Kelvin ?!!?” teriak Stanley terkejut

“Iya, Stanley”

“Apa lagi yang kalian tunggu ?! cepatlah kejar mereka sebelum jauh, nanti aku akan menyusul” perintah Stanley

“Baik Stanley” puluhan Iblis itu, langsung bergegas pergi untuk mengejar Kelvin dan Shani

“Gawat.. Yang Mulia pasti akan marah..” pikir Stanley

Selepas itu, Stanley beserta pasukannya membawa Razkal dan Melody menghadap ke Pangeran Aidan

“Masuklah, Stanley”

“Yang Mulia” Stanley membungkuk memberi hormat

Sementara dua tentara di sampingnya memegangi Melody dan Razkal

“Kenapa hanya mereka berdua ?” tanya Pangeran Aidan bingung

“Iblis Vanguard yang lainnya masih belum sadakan diri Yang Mulia, hanya mereka berdua yang sudah sedikit pulih dari peperangan tadi” jawab Stanley

Beruntung, Pangeran Aidan hanya mengangguk, ia sepertinya lupa terhadap Malaikat yang tadi ia perintahkan untuk dibawa menghadap kepadanya.

“Melody, Razkal” Pangeran Aidan memutari kedua tubuh mereka

“Hanya ada dua pilihan bagi kalian, tentu saja kalian harus memilih salah satunya” lanjut Pangeran Aidan, tangannya ia taruh di belakang punggungnya

“Apa itu, Pangeran ?” tanya Razkal pelan

“Mati, atau bergabung dengan kami ? Kerajaan Iblis sudah sepenuhnya berada dalam kekuasaanku”

Melody dan Razkal hening sejenak, mencoba memikirkan matang-matang jawaban yang akan mereka berikan

“A..aku ikut denganmu Yang Mulia” Melody menjawab duluan, bagaimanapun, ia tidak ingin mati secepat ini

“Bagus Melody. Bagaimana denganmu, Razkal ?”

“Ayolah, Razkal. Kita tidak punya pilihan lain, kekuatanmu sangat dibutuhkan untuk melawan Malaikat nanti” bisik Melody pelan di telinga sahabatnya

“..B..baik, Pangeran. Aku ikut bergabung” jawab Razkal

“Bagus sekali.. pilihan yang tepat” Pangeran Aidan menepuk-nepukkan tangannya
sendiri

“Dengan ini kita pasti bisa mengalahkan Gabriel beserta pasukan-pasukannya” lanjut Pangeran Aidan

Melody dan Razkal hanya terdiam saja ketika Pangeran Aidan berbicara seperti itu.

“Oh.. aku hampir lupa.. Stanley !”

“Iya, Yang Mulia ?”

“Dimana Malaikat itu ?”

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com

@KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s