Aku Rasa Iya, Part1

“Eugh.. Tolong…, tolooong…..”

Teriakan minta tolong terdengar keras dari dalam sebuah rumah. Lebih
tepatnya sebuah kamar di lantai dua.

“Haha, makanya cepet bangun”

“Ampun dek ampun.. pecah nanti pe.. Euhg.. ka-kak…”

“Gak! Buru bangun. Feni hentak ini lo kuat-kuat, hiiyakkk!!!”

“Eugh.. Aaaaa…., Ampuun dek… Iya kakak bangun…”

Terikan pun kembali terdengar. Pemuda itu mau tak mau akhirnya bangun
dari tidurnya sambil mengucek matanya yang masih terasa ngantuk.

“Hehe, anak pinter.. CUPZ!!! Cepet bangun, mandi, ganti baju, sarapan,
abis itu anterin mama kecil sekolah. Hus hus” Usir gadis yang menyebut
dirinya Feni itu tertawa setelah mencium pipi kakaknya sambil
menepuk-nepuk kepala kakaknya selayaknya seorang Ibu yang membangunkan
buah hatinya yang bandel.

“Rrrrr (-____-“) ”

Gadis mungil itu kini tampak sedang menuruni tangga setelah
bersenang-senang membangunkan orang yang paling kebo di keluarga itu.

Kini dia tengah berada di runang makan bersama wanita paruh baya yang
lebih tepatnya dipanggil Ibu.

“Di apain  tadi Abang banguninya dek?” Tanya Ibunya yang sedang
menyiapkan makanan untuk sarapan.

“Adek dudukin perut kakak, terus adek genjot kuat-kuat. Siapa suruh
dibangunin gak mau-mau. Hehe,” ucapnya cengengesan.

Ibunya  hanya menggeleng pelan  seraya tersenyum.

Ari adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Terlahir di keluarga yang
kecil bahagia dengan kedua orang tua yang kadang suka bercanda dengan
kedua anaknya. Dia sangat suka dengan Sepak Bola dan Futsal. Ari juga
seorang Atlit Karate yang sampai saat ini belum ada satupun
pertandingan yang dia Juarai -__- Ah entahlah.

Ari juga mempunyai adik perempuan bernama Feni fitriyanti. Adik yang
sangatlah lucu, manja, dan kadang juga menyebalkan. Tapi sebagai kakak
dia sangat menyayangi adik perempuanya itu.  Ari selalu di panggilnya
‘Kakak’ olehnya, sedangkan kedua orang tuanya memanggilnya dengan
sebutan ‘Abang’. Keluarga yang entahlah.

▬▬▬▬ஜஜ▬▬▬▬

Sekarang disinilah Ari didepan pintu gerbang sekolah SMP 27 Jakarta.
Mengantarkan adik tersayangnya yang selalu memanggil dirinya sendiri
‘Mama kecil’. Tampak Ari sedang membukakan pintu mobil…

“Dek belajar yang bener, masih kelas 1 SMP jangan pacar-pacaran” ucap
Ari sambil mengusap puncak kepala adiknya

“Iss, enggak lah kak. Yaudah sini kakak nunduk dulu, Feni mau bisikin”

Ari hanya menurut perintah adiknya, dan setelah menunduk “pake
bisik-bisik segala, ada apa dek?” Tanyanya

CUPZ!!! “Yaudah Feni masuk dulu ya kak, kakak belajar juga yang bener.
Jangan pacaran terus sama Kak Shani.. Assalamualaikum” ucap Feni
setelah mencium kening kakaknya dan menepuk-nepuk kepala kakaknya, tak
lupa pula dia mencium punggung tangan kakaknya

“Halllehhh….iya, iya. ya udah Waalaikumsallam” balasnya pasrah

▬▬▬▬ஜஜ▬▬▬▬

Di ruang kelas SMKN 5 Jakarta. Ari adalah siswa kelas XI jurusan TKJ
‘Tekhin Komputer & Jaringan’.

Sekolah tempat ia menimba ilmu dan bertemu teman dan
sahabat-sahabatnya. Pagi yang indah di awal semester baru. Di lapangan
terlihat siswa-siswi angkatan baru bersiap untuk melaksankan MOS (Masa
Orientasi Siswa).

Kontras berbeda dengan dikelasnya. Wajah malas terlihat jelas dari
teman-temanya yang datang dengan lemas sesu seakan-akan mereka semalam
habis berperang di jalur Gaza Palestina.

Tampak aktifitas siswa-siswi yang ada di kelas berbeda-beda, ada yang
meneruskan tidurnya semalam yang terasa kurang, ada yang sibuk
membangun rumah di permainan monopoli, ada juga yang pandanganya
menatap kosong langit-langit kelas seakan-akan ingin kerasukan.

Tak jauh dari tempat duduknya juga terlihat  Ido dan Jaya tengah
beradu Janken (suit jepang) dengan pertaruhan yang kalah harus di
‘Jitak’ sebagai hukumanya. Sedangkan Gre, Shani dan Yupi menjadi juri
yang kadang-kadang ikut menjitak Ido maupun Jaya.

Tak jauh dari mereka juga tampak Ari sendiri tengah asik melihat TL
twitternya. Sampai ada satu berita yang membuatnya berheni meng-scroll
dan terfokus dan tiba-tiba……..,

“Sebal, Sarwendah akhrinya paksa potong kuku Ruben Onsu” ucap Ari
sambil melihat handponenya “POTONG KUKU doang digosipin. Berita macam
apa ini, anjir.” Gerutu Ari yang mebuat teman-temanya menoleh

“Artis mah bebas” sela Gre enteng

“Yang berbobot kek. Gua kayanya ‘minum oli panas’ juga gak bakal digosipin”

“Coba aja dulu Rii., manatau entar masuk berita, kan bisa terkenal”
ucap Jaya yang menoleh setelah menjitak Ido. Padahal dia yang kalah.

“Yang bener aja Boy? yakali gua minum oli panas.”

“Kan bagus kalo masuk koran headlinenya Ay.. ‘Orang Gila Cari Mati!
Ngaku Pengen Jadi Artis Seorang Pemuda Nekat Minum Oli Panas” ucap
Shani yang ikut menambahkan

“Hahahahaha”

Tawa pecah Gre, Ido, Jaya, Shani, dan Yupi. sedangkan Ari hanya
tersunggut-sungut mendengar ucapan Shani

“Ellaah. Pada seneng banget gua dibully. Ini pun ikut-ikutan bukan
ngebelain” gerutu Ari dan mengacak-acak rambut Shani

Sedangkan Shani hanya terkekeh sambil merapikan rambutnya.

“Aku iklas plus bahagia Ay, wlee :p” lanjut Shani dan menjulurkan lidahnya

“Eh biar loh… Kan bagus kalo Ari jadi Artis, jadi kita punya temen
Artis.. Yupi mau foto bareng dulu dong sama kamu Ari, takut nanti kamu
udah sibuk kan susah..” ucap Yupi dengan Lollinya membela dan langsung
mengajak Ari selfie

“ (-___-”) ” expresi Ido, Gre, Jaya dan Shani mendengar ucapan Yupi

“Tu liat, Yupi aja ngebela, Jadi pacar gua aja mau Yup? ntar gua
beliin Coklat deh, Mau?” Goda Ari sambil menaik-naikan alisnya kearah
Yupi

“Aaa alalala aduh, aduh becanda Shan becanda” teriak Ari kesakitan
karna telinganya di tarik oleh Shani

“Hahahahahaha” tawa semua temanya, bahkan teman-temanya yang lain ikut
menoleh dan terkekeh melihat hal itu.

Shani adalah siswi yang paling dekat dengan Ari. Walaupun mereka tidak
berpacaran tapi kedekatan mereka selalu di anggap layaknya orang
berpacaran menurut teman-temanya. Apa lagi Shani yang selalu memanggil
Ari dengan kata ‘AY’ (Kata lain dari: Ayank atau Sayang *Alay).
Ditambah lagi Shani tak segan-segan marah ataupun menjewer telinga Ari
dan selau bersikap cemburu saat Ari genit kepada wanita lain.

Pagi ini kegiatan belajar-mengajar memang belum terlalu berjalan
sebagai mana mestinya di hari pertama masuk sekolah semester baru.
Semua Murid sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, saat sedang
asik bercanda datanglah seorang Guru yang masuk kelas mereka.

“Pagi anak-anak” ucap guru dengan Tag Name Andy

“Pagi pak..” Jawab semua murid

“Baik langsung saja.. Saya sekarng yang jadi wali kelas kalian, kalian
boleh panggil saya Pak Andy atau Bro juga tidak masalah karna saya
masih muda. Asal masih sopan” ucap Pak Andy dengan santainya

Pak Andy memang Guru Olahraga dan Guru termuda di sekolah ini. Pak
Andy juga Guru yang terbilang paling akrab dengan Ari. Dia juga
seorang Atlit volly di salah satu team hebat Jakarta.

Tak jarang terikan “PAK SMASH AKU PAK SMASH!!!” dari murid wanita
terdengar saat pak Andy sedang bermain Volly bersama murid-muridnya.
Tak ayal kadang ada juga yang terkena Smash dan berbicara “Aaa.. SMASH
BAPAK JAHAT!!! Sakitt…Hiks hiks” alhasil yang terkena smash pingsan
dengan wajah merah bertanda tangan Mika*a.

“Oke. Sekaran kita bagi dulu struktur kelasnya, siapa yang jadi
kandidat sebagai Ketua Kelas?” Ucap pak Andy

“Jaya pak!!!” Teriak Ido

“Kok gua di kenain, apa-apaan?” Sela Jaya sebal

“Solanya muka lu doang yang tua berkumis, berjenggot dan bulu kaki lu
banyak” jawab Ido yang sontak membuat se isi kelas tertawa

“Kampret. (-____-“) ” Jaya menggerutu pasrah

“Hahahahaha”

Tawa dari semua murid dikelas, hingga “Siapa lagi yang mau?” Lanjut pak Andy

“Saya Pak.” Terlihat Jeje, Yona dan Wiwin mengacungkan tangan.

Setelah melakukan voting selesai kini telah terpilih dimana Jaya yang
menjadi Ketua Kelas, Wiwin sebagai Wakil, Jeje sebagai Sekretaris dan
Yona sebagai Bendahara.

“Sekarang kalian tinggal susun seksi kelas yang dibutuhkan dan daftar
piket. Tolong besok harus sudah selesai plus sudah tertempel rapi di
dinding kelas. Bisa?”

“Bisa pak..” Teriak semua murid

“Baik bapak tinggal ke ruang Guru dulu karna ada keperluan. Sekarang
silahkan kalian bersenang-senang santai karna hari ini kita belum akan
belajar. Yang mau ke kanitin untuk sarapan silahkan sarapan” Tambah
pak Andy.

“YEAY….” Teriak semua murid semangat.

Di tengah teriakan kadang-kadang ada juga yang aneh, seperti “TURUNKAN
HARGA SEMBAKO!!! TURUNKAN HARGA BBM!!!” Teriakan sangking semangatnya
mereka

~~

Di depan kelas…

“Mau kekantin gak?” Tanya Yupi pada yang lain

“Gak ah, Gua mau duduk-duduk di kursi depan kelas dulu liat dede gemes
yang lagi MOS” jawab Jaya

“Siapa tau ntar di Gua godain. Taraf ganteng Gua kan di atas
rata-rata” Timpal Ido

“Rata-rata air comberan muka lu” sela Ari kepada Ido

“Genit, genit, genit” ucap Gre sambil menjewer kedua telinga temanya itu

“Allalalala Gre aduh, duh Gre,” rengek Ido dan Jaya

“Main tarik-tari aja pun” gerutu Jaya sambil mengusap telinganya

Sedangkan Ari yang disebelah Jaya dan Ido hanya tertawa,

“Aku mau ke kantin Ay. Mau ikut atau titip apa” tanya Shani ke Ari

“Titip mineral botol aja satu, makasih ya” jawab Ari tersenyum

“Iya.. Yaudah yuk Yup, Gre kita ke kakntin” ajak Shani

Gre, Shani dan Yupi sudah selesai makan di kantin dan kini sedang
berjalan kembali kekelas mereka dengan membawa pesanan Ari Cs dkk.

Saat akan sampai di depan kelas mereka melihat Ari, Ido, Jaya masih
saja duduk di kursi depan kelasnya dimana Ido dan Jaya terlihat sedang
asik menggoda calon adik kelas yang sedang menjalankan MOS. Langsung
saja mereka bertiga menghamirinya.

“Kak aku minta tanda tanganya dong.. Soalnya selain Tanda tangan Osis
juga disuruh minta Tanda tangan kakak kelas sebanyak banyaknya” ucap
calon siswi perempuan

“Aku juga dong kak.” Timpal temanya lagi

“Hahaha, berasa Artis gua” ucap Ido dengan PD-nya

“Nama kalian siapa?” Tanya Jaya

“Aku Anin kak, kalo yang ini Okta” jawab siswi yang bernama Anin
sambil menjabat tangan Jaya

“Uullullu pipinya gemesin kaya bakpau yang ini manisnya uu lucu tinggi
lagi kaya ring basket” ucap Ido seenaknya

“Iss, Malah ngeledek. Jadi mau kasih Tanda tangannya gak nih kak?” Tanya Okta

“Ya udah sini bukunya. Tapi ada syaratnya loh.”

“Apa kak?” Jawab Anin dan Okta serentak

“Kamu Okta harus mau nembak kakak jadi pacar kamu.”

“HEHH!!!” Ari dan lainya kaget dengan ucapan Jaya

“Kalo gak mau ya udah..” ucap Jaya dengan sombongnya

“Kok harus gitu kak?” Tanya okta bingung

“Mau nggak? Nama kakak Jaya., kalau mau silahkan kalo gak ya udah”
ujap jaya yang kekeh dengan permintaanya

Entah angin dari mana Okta malah menuruti permintaan Jaya. Okta
tertunduk pasrah dan menghela nafas..

“Ya udah deh… Kak Jaya… Kita memang baru ketemu hari ini dan kita
memang belum saling kenal, meskipun aku gak yakin sama sekali dengan
kakak dan memang jelas-jelas kita gak kenal. Tapi mau gak kakak jadi
pacar aku?” Tanya Okta ke Jaya

Jaya mengendus puas. Sementara Ari, Ido, Gre, Shani,Yupi hanya
menggelengkan kepala melihat kelakuan Jaya

“Maaf ya dek Okta. Bukanya kakak gak mau.. Tapi kakak harus nolak
kamu, kakak gak bisa jadi pacar kamu. Jangan sedih ya..” Jawab Jaya
sok bijaksana dengan sombongnya

“Akhirnya Gua bisa merasakan rasanya menolak cewek. Ahaha sungguh luar
biasa” tambahnya lagi

“Alhamdulillah…” ucap Okta pelan

Terlihat Okta sangat bahagia mendengar jawaban penolakan dari Jaya.
Tapi tak lama setelah itu…

TAK! TAK! TAK! TAK!…………… TAK!

Sebuah jitakan dari Ari, Ido, Gre, dan Shani mulus mendarat di kepala
Jaya. Sedangkan Yupi hanya latah melihat keempat temanya langsung
reflek ikut menjitak Jaya.

Setelah menuruti permintaan tanda tangan calon adik kelasnya kini
mereka sedang berjalan kembali menuju kelasnya karna cuaca diluar
sudah mulai panas karna matahari mulai meninggi.
Ido dan Jaya berjalan dengan sombongnya setelah memberi Tanda tangan
kepada calon-calon adik kelasnya seakan-akan mereka berdua Artis
terkenal.

Setibanya di kelas mata mereka langsung tertuju pada papan tulis yang
terlihat tulisan sangat mencolok disana.

“JEJE LOVE CELONG”

Dengan dua orang siswa yang sedang berebut sebuah spidol. Siswa
berhasil merebut spidol kini mumbuat tanda panah disampin tulisan
temanya itu lalu ia menulis “BOHONG!!!”. Lalu tampak murid satunya pun
merebut spidol dan mumbuat tanda panah lagi dan menuliskan “SUMPAH.
GUA PERNAH LIAT MEREKA CIUMAN DI TOILET”.

Jeje yang berang langsung saja menghancurkan Bandara yang susah payah
ia beli dari uang permainan Monopolinya lalu merebut spidol dan
mencoret-coret wajah dua temanya itu. Tapi sekembalinya Jeje ketempat
duduk dua murid itu masih saja berebut spidol untuk saling
balas-membalas tulisan satu sama lain, sampai-sampai papan tulis pun
penuh karna ulah mereka.

Sekarang yang ada murid-murid dikelas hanya tinggal mengikuti jalan
cerita yang sudah ada di papan tulis. Semua murid pun tertawa lepas
akan hal saat itu. Ari yang selagi asik membaca tulisan dipapan tulis
menoleh ke arah karna Shani…

“Nanti pulang sekolah makan bakso yuk Ay” ajak Shani pada Ari

“Ya udah sekalian jemput Feni Les, katanya dia pulang sekolah langsung
berangkat Les. kalian pada mau kerumah gua kan?” Tanya Ari pada
Gre,Ido,Jaya dan Yupi

“Iya.. Aku titip pizza yang large size ya Shan” pinta Yupi kepada Shani

“Makanan terus, pipi kamu itu dimakan aja” jawab Shani ke Yupi

“Iiih Shani……,” Jawab Yupi cemberut sambil menggembungkan pipinya

Jam demi Jam berlalu dengan pelajaran kosong hingga Bel pulang berbunyi.

Para murid sudah tampak berhamburan untuk pulang sekolah. Tampak Ari
dkk sedang berjalan kearah parkiran untuk mengambil kendaraan mereka.
Saat sedang berjalan ditengah lapangan basket perhatianya mereka
tertuju ke satu siswa yang berjalan di ampit dua temanya.

Sungguh PD-nya siswa itu berjalan dengan wajah penuh corat-coretan
Kopi dan Lipstik yang tak beraturan bentuknya, sebuah kalung petai dan
juga peralatan MOS yang lainya yang ia bawa.

Dengan daya penasaran tingat tinggi Ari pun memanggil untuk bertanya…

“Eh. Lu bertiga coba sini” panggil Ari sambil mengangkat tanganya
kearah tiga siswa baru

“Kami bang? Ada apa bang?” Tanya mereka serentak

“Ini yang di tengah siapa?”

“Ooh Ini namanya Hamdan bang, Gua Romy, dan ini Riki tapi biasa di
panggil Bulus. Kami 1 SMP dulu” jawab yang bernama Romy

“Yang ditanya yang tengah, lu malah perkenalan” ucap Jaya sambil
menjitak kepala Romy

“Ini muka kenapa kenapa gak di cuci? Air di toilet abis?”

“Enggak bang” jawab Hamdan dengan santainya

“Lah terus kenapa gak dibersihin?” Tanya Gre, Shani dan Yupi yang juga penasaran

“Buat Bukti bang! Biar mama  percaya kalau gua beneran MOS” jawab
Hamdan semangat

Mulut mereka yang mendengar penjelasan Hamdan semuanya menganga hingga,

TAK! TAK! TAK! TAK! TAK!………….. TAK!

Sebuah jitakan dari Ari, Ido, Gre, Shani, dan Jaya mendarat mulus di
kepala Hamdan. Sedangkan Yupi yang latah melihat kelima temanya
langsung reflek ikut menjitak paling terahir setelah menoleh kanan
kiri.

“Halleeehhhhhhh Yupi.. (-____-“) ” keluh serentak mereka karna pasrah.
Tapi tiba-tiba…

TAK! TAK!…….. TAK!

Tiga jitakan dari Romy dan Riki mendarat di kepala Hamdan.. Dan
lagi-lagi yang terahir Yupi karna latahnya dan Hamdan hanya bisa
mengaduh sambil mengusap kepalanya.

“Kenapa lu bedua jitak pala tu anak?” Tanya Ido

“Tadi kami lupa bang mau ikut jitak. Ini baru inget, hehe” jawab Romy

“Hadeeehhhhhhh” keluh mereka serentak karna pasrah. “Udah yuk balik.
Bisa gila ntar lama-lama disini” sambung Gre yang di iyakan yang lain.

“Aku Rasa Iya…” ucap mereka serentak

▬▬▬▬ஜஜ▬▬▬▬

Sepulang Sekolah kini Ari bersama Shani sedang duduk di warung bakso
sederhana. Dan entah apa yang difikirkan Ari yang sedari masuk dia
hanya diam saja dan sering mencuri pandang ke arah pintu masuk. Lalu
tiba-tiba Ari……..,

Bersambung……..,

Createt by. @arytria_s
Suhu-suhu ang mau beri saran silahkan. Ditunggu saran-kritiknya. Kalau
ada yang mau transfer dana dengan senang hati Gua menerima.

“Aku Rasa Iya” adalah Cerbung perdana yang Gua di KOG.

Mudah-mudahan “Aku Rasa Iya” bisa di Gua update Part selanjutnya
setiap 1 minggu sekali. -Kok lama? «Nulisnya Susah Kampret”

Tanks yang sudah baca. Jangan lupa LIKE, SHARE, COMENT.
Yang mau bersosialisasi silahkan,
Facebook: M Ary Taria
Twitter   : @arytria_s
Email      : aritrias39@gmail.com

Iklan

4 tanggapan untuk “Aku Rasa Iya, Part1

  1. Yoi , menurut gue salah satu cara ngeresume tulisan setelah di revisi dari typo dan tanda baca salah itu ya di baca , coba di narasikan .
    Paling enggak kalo story telling nya udh bagus cukup menggambarkan isinya apa yg di tulis pasti tersampaikan isi ceritanya .
    Kayak nya sih begitu , hehe ..
    Soalnya gue selalu asik sama yang namanya story telling tulisan , peace out 👍
    Lanjut mang !!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s