Annihilation part 20

cover

“Tidak ada pilihan lain..” desis Vanguard

“A..a.apa ? Exflame ?” Pangeran Aidan sedikit menahan ayunan pedangnya

Ya, Vanguard berencana akan melawan Api Lusword dengan Api Exflame. Tidak bisa dibayangkan bagaimana panasnya jika keduanya benar-benar keluar.

Vanguard menundukkan kepalanya, bola matanya berubah menjadi warna merah darah yang menyeramkan, aura-aura menakutkan sudah keluar dari sekujur tubuhnya

“Fir de explosion la flame ivinamon” seru Vanguard memanggil keluar Exflamenya, sangat mirip seperti apa yang sudah dilakukan Kelvin

Dari dalam tubuh Vanguard keluar kobaran lidah api yang disertai raungan keras melolong-lolong, membuat nyali siapapun yang mendengarnya menjadi ciut. Lidah-lidah api itu menyambar kemana-mana. Suara raungan semakin lama semakin keras menyakitkan telinga, Explosion Flame telah menampakkan wujudnya

Keringat mengucur deras dari sekujur tubuh Pangeran Aidan yang berada di depan Vanguard. Udara di sekelilingnya mulai terasa panas dua kali lipat. Awalnya Pangeran Aidan berusaha bertahan dan tidak mempedulikan rasa panas itu, tetapi lama kelamaan ia tidak tahan lagi karena panas itu semakin meninggi setiap waktu.

“Ughh panas sekali, tapi apa boleh buat…” Pangeran Aidan tanpa peduli lagi, langsung bersiap menebaskan Lusword Apinya ke tubuh Vanguard yang tengah diliputi lidah-lidah api

“Hiiyaaaat” dengan kecepatan penuh Pangeran Aidan berlari dan menyerang Vanguard sebelum akhirnya tubuhnya terpental keras kebelakang

BUGGH DUAAAR

Setelah Pangeran Aidan menyentuh tanah, timbul ledakan yang besar akibat dari pertemuan Api Lusword dengan Exflame

“S..s..sial, ternyata belum bisa menembus Exflamenya” geram Pangeran Aidan kesal sambil bangkit berdiri

Tak lama kemudian, lidah-lidah api keluar menyerang Pangeran Aidan secara bersamaan, Vanguard seperti mengontrol lidah-lidah api tersebut dengan sesekali menggerak-gerakkan kedua tangannya ke depan.

Alhasil, Pangeran Aidan berusaha menghindari lidah-lidah api Exflame itu dengan cara berlari lalu terbang, lalu mendarat lagi. Namun semua usahanya seakan sia-sia. Api Exflame terus mengejar kemana dirinya pergi, mau tak mau Pangeran Aidan akhirnya melawan lidah-lidah api Exflame itu dengan Holy Luswordnya

BWUOSSH BWUOSSH BLAAR

Terdengar sapuan-sapuan angin dari pertarungan pedang Lusword yang diayunkan Pangeran Aidan dengan Api Exflame, tak jarang juga timbul ledakan-ledakan kecil maupun besar yang sedikit membuat tanah di medan perang bergetar seakan ada gempa

“Y..Yang Mulia !!!” Kelvin yang dari jauh tengah melihat Rajanya sedikit kesulitan, berniat menolongnya

“..P..pergilah !! jangan mendekat, ini merupakan duelku dengan Vanguard” bentak Pangeran Aidan kepada Kelvin

“T..t..tapi..”

“Pergilah ! habiskan pasukan lawan, jangan pedulikanku. Ini merupakan perintah”

“B..baik Yang Mulia, berhati-hatilah” Kelvin sebenarnya agak tidak tega untuk meninggalkan Pangeran Aidan, namun apa boleh buat, perintah tetaplah perintah, Ia harus menjalankan apapun yang Pangeran Aidan perintahkan

Kelvin menjalankan perintah Pangeran Aidan dengan baik. Ia mendekati sepasukan Iblis lawan, dan dengan mudahnya membunuh masing-masing dari mereka dengan keji dan sadis. Padahal tenaganya sudah banyak terkuras dan penuh luka, namun Kelvin sepertinya sama sekali tidak kehilangan kekuatannya

Setalah berduel cukup lama dengan Api Exflame Vanguard, akhirnya Pangeran Aidan
mampu bertahan selama mungkin sampai akhirnya Api Exflame padam dan kembali masuk kedalam tubuh Vanguard

“Haah..haah” nafasnya memburu, ia kelelahan dam mengayunkan pedangnya berkali-kali

“Ugh..usaha yang bagus, Kak” Vanguard memegangi dadanya. Vanguard bukannya tanpa luka. Justru ia terluka parah akibat mengeluarkan Api Exflame barusan, di sudut bibirnya sudah nampak cairan kemerahan

TRIINGGG TRRINGG

Kembali mereka tanpa henti mengayunkan pedang masing-masing.. Benar-benar pertarungan yang seimbang antara kedua pimpinan dari masing-masing Klan Iblis

CTAAR

Vanguard mengangkat tangan kanannya keatas, timbul listrik seketika dari atas langit..

Dengan cekatan, Pangeran Aidan berhasil menghindar dan balik menyerang dengan mengeluarkan Roost anginnya. Dalam sekejap, muncul pusaran angin yang sangat besar, saking besarnya, ada sebagian pasukan Iblis yang terhisap kedalam angin tersebut.

Vanguard berusaha sekuat tenaga agar tidak terhisap pusaran angin Pangeran Aidan, kemudian ia membalas dengan Roost angin juga, ia kibas-kibaskan tangannya ke depan, timbullah bola-bola angin yang luar biasa besar. Akhirnya kedua Roost angin bertemu dan menimbulkan bunyi yang luar biasa

DUAAAR BWUOSSSH

Pasir-pasir dan batu-batu yang ada di tanah seakan beterbangan ke udara akibat dari Roost dua Iblis hebat ini. Tanah kembali seakan bergetar akibat pertarungan mereka, membuat para pasukan yang berperang lainnya memilih untuk berperang agak menjauhi kedua pimpinannya itu.

Duel mereka sudah berlangsung sangat lama sekali, bahkan sudah hampir selama kurang lebih 6 jam mereka bertarung. Berbagai Roost tidak henti-hentinya keluar dari masing-masing telapak tangan Aidan dan Vanguard. Begitu Roost dirasa tidak berhasil, mereka mulai berduel dengan panah, dan juga pedang. Tetapi tetap saja, keduanya tidak ada yang mau mengalah, semua ilmu itu sudah mereka coba, sampai membuat nafas keduanya memburu kelelahan.

“Sangat sulit untuk menentukan pemenang duel ini, Vanguard..”

“Cihh.. aku belum menyerah..” Vanguard dengan brutal mengayunkan pedangnya kesana-kemari, berharap ada satu yang mengenai leher kakaknya

“Ayolah.. nampaknya memang kita tidak ditakdirkan saling membunuh, melainkan bekerja sama untuk melawan Para Malaikat..” bujuk Pangeran Aidan disela-sela menangkis ayunan-ayunan pedang Vanguard

“..Kau bercanda.. tentu saja itu mustahil, lebih baik aku mati daripada harus berperang di sisimu..”

“Kau terlalu keras kepala skali, aku yakin bahwa ini yang Ayah mau”

“Jangan bawa-bawa nama dia”

“Tentu saja kita harus membawa namanya, berkat dialah kita seperti sekarang”

“Tidak ! aku tidak pernah mendapat didikan siapapun, aku belajar dan berlatih sendiri, tanpa bantuan orang lain..” Vanguard masih sangat keras kepala

Tentu saja itu hanya bualan belaka, nyatanya memang Vanguard saat waktu muda dulu dilatih dan di didik oleh Ayahnya sendiri, ia hanya terlalu munafik untuk mengakui itu.

TRINGG TRINGG TRRINGG

Adu pedang antara keduanya tidak berhenti, bayangkan saja bagaimana rasanya berduel 6 jam non stop, pasti mereka berdua sudah kelelahan. Meskipun keduanya belum mengalami luka serius.

Karena duel yang terlalu menguras tenaga, Pangeran Aidan merasa sedikit kewalahan
dengan pergerakan membabi buta Vanguard, tidak mau melewatkan kesempatan. Vanguard tanpa ampun menebas bahu kiri Pangeran Aidan yang lengah

ZAAP

Darah mengucur deras dari bahu kirinya yang tergores cukup panjang

“Ugh..ughh.. kerja bagus Vanguard” Pangeran Aidan malah memuji adiknya

“Dasar bodoh, aku baru saja melukaimu..”

“Aku tidak peduli seberapa besar lukaku, yang penting aku bisa melihat kesenangan dalam diri adikku” Vanguard sedikit terenyuh akan perkataan Aidan

Vanguard sedikit terdiam dan menghentikan ayunan pedangnya. Ia tidak menyadari bahwa itu adalah tipuan trik belaka yang dibuat Pangeran Aidan saja

“Bagaimanapun aku adalah Iblis, Vanguard” Pangeran Aidan tersenyum sinis

“A..a..apa ?” di tengah kelengahannya, Pangeran Aidan memanfaatkan kesempatan yang ada, ia tanpa ampun langsung saja menebas perut Vanguard

ZAAPP

Jubah perangnya robek seketika akibat terkena pedang tajam Aidan.

“S..s.sial, kau licik” Vanguard meringis kesakitan

“Maaf.. jika kau memang keras kepala, terpaksa aku berbuat seperti itu” jawab
Pangeran Aidan sambil tidak menghentikan serangannya

TRING TRING..

Belum hilang rasa terkejutnya setelah diserang Pangeran Aidan secara tiba-tiba, kini datang lagi serangan cepat dari Aidan. Vanguard sedikit kewalahan dalam menangkis dan menghindar..

“Fire Soul !” Lusword Aidan kembali diselimuti api tebal

ZAAAP

Pedang “Holy Lusword” Aidan sudah berhasil menembus dada Vanguard, bahkan ujung pedangnya sudah berada di balik punggungnya

“A..aaghk” pekik Vanguard tertahan menahan sakit

“Sudah selesai” ujar Pangeran Aidan dingin, Vanguard tersimpuh di tanah, darah sudah berceceran di tempat dirinya berpijak, menyebabkan tanah yang tadinya berwarna coklat menjadi merah pekat

Ditariknya kembali pedang yang sudah tertancap di dada Vanguard, pedang milik
Aidan sudah berubah menjadi warna merah darah

“..S..selamat tinggal, Kak” Vanguard menundukkan kepalanya seakan menyuruh
Pangeran Aidan untuk segera memenggal kepalanya

“C….c..cepatlah selesaikan” lanjutnya terbata-bata

Pangeran Aidan memejamkan matanya sejenak, sebelum akhirnya ia benar-benar
melakukan apa yang adiknya perintahkan

ZREEEP

Dalam sekali tebas, kepala Vanguard sudah terpisah dari lehernya. Darah bermuncratan
kemana-mana, bahkan sampai wajah Pangeran Aidan sendiri terkena darah adiknya. Kepala Vanguard melayang di udara, sebelum akhirnya jatuh ke tanah seperti bola yang menggelinding. Sementara, tubuh tanpa kepalanya sempat bertahan beberapa detik berdiri, sampai kemudian, tubuh tanpa kepala itu jatuh ke tanah

BRUKK

“…Y..yang Mulia..” seru beberapa pasukan Vanguard yang terkejut melihat pemimpin mereka hanya tinggal kepala

“Kalian menyerahlah..” ucap beberapa pasukan Lucyfer sambil mengarahkan pedang ke leher beberapa pasukan Vanguard.

Jika dilihat jumlah pasukan, sebenarnya Klan Vanguard masih unggul. Pasukan Lucyfer tersisa 500 an Iblis saja, dari yang awalnya sekitar 8000 an pasukan yang mereka bawa. Sementara pasukan Vanguard masih tersisa 3000 Iblis dari awal mula sekitar 17.000. Pangeran Aidan merupakan yang paling banyak membunuh Iblis Vanguard, diikuti oleh Kelvin, kemudian Artha. Sementara pihak Vanguard, yang paling banyak membunuh Iblis Lucyfer adalah Vanguard sendiri, lalu Razkal, lalu Yona.

Walaupun masih menang jumlah, jelas merupakan kekalahan besar jika sang pemimpin perang sudah tewas

“..B..baik kami menyerah”

Pedang-pedang mereka perlahan satu persatu dijatuhkan, mengakui bahwa Klan mereka sudah kalah perang dengan Klan Lucyfer. Tetapi ada beberapa dari mereka yang menolak untuk menyerah, melainkan mencoba melawan. Alhasil, kematianlah yang mereka peroleh.

DRAP DRAP

Pangeran Aidan menghampiri kepala adiknya, lalu dengan santainya mengambilnya dari tanah, Aidan rupanya berniat menutup mata Vanguard yang masih terbuka dan sedikit mengecup pipi adiknya

CUPS

“Terimakasih.. tugasku sekarang untuk menyatukan Kerajaan Iblis dan menghabisi
Para Malaikat” ucapnya pelan setelah mencium pipi Vanguard

Pangeran Aidan meletakkan kembali kepala Vanguard di tanah.

“Kalian semua !! bawalah jenazah mantan pemimpin kalian ini, dan makamkan ia
dengan layak” perintah Pangeran Aidan kepada sekelompok Iblis Vanguard

“B..baik, Pangeran” ucap mereka serentak

Sekitar 3-4 Iblis membawa jenazah mantan pimpinan mereka, Vanguard ke dalam Istana. 3 orang membawa tubuhnya, sementara satu sisanya membawa kepala Vanguard.

Pangeran Aidan kini tengah berdiri sendirian, pedang Luswordnya ia masukkan kembali ke dalam sarung di pinggangnya, walaupun pedang tersebut masih berlumuran darah.

“Y..yang Mulia” Stanley tiba-tiba mendekat

“Ada apa ?”

“Apa perintah Yang Mulia kepada keseluruh sisa pasukan Vanguard ?” tanya Stanley penuh hormat

“Biarkan mereka kembali ke Istananya. Sebelum nantinya kita ajak mereka bergabung bersama kita” jawab Pangeran Aidan

“Siap ! laksanakan perintah ! Yang Mulia”

Kemudian, Stanley, Artha, Vinze beserta pasukan Lucyfer lain bertugas menyingkirkan  mayat-mayat yang bergelatakan di medan perang. Memastikan satu persatu dari mereka apakah sudah benar-benar mati atau hanya pingsan saja.

“Heii.. Vinze” panggil Artha sambil mendorong semacam gerobak untuk menampung jenazah

“Apa ?”

“Apakah kita sudah dinyatakan menang ?” tanya Artha dengan polosnya

“Tentu saja, bodoh. Vanguard sudah terbunuh”

“Heei.. tidak perlu mengejekku, aku hanya bertanya” balas Artha

“Yasudah, aku minta maaf”

“Aku sangat sedih..”

“Ada apa ?”

“Gaby gugur dalam perang hari ini” Artha menunduk sedih, ia memang dekat dengan wanita pemanah tersebut. Dirinya bersama Gaby sudah sangat akrab. Apalagi mereka berdua merupakan pemimpin dari pasukan panah.

“Tak usah bersedih, gugur perang demi kerajaan merupakan suatu kehormatan
tertinggi” jelas Vinze berusaha menghibur Artha

“Kau benar” Artha tersenyum tipis

“Dendam Gaby sudah terbalaskan, aku sudah membunuh Iblis jal*ng itu, tepat setelah ia membunuh Gaby” lanjut Vinze lagi

“Terimakasih, Vinze. Kau memang sahabatku” Artha menepuk-nepuk pelan pundak Vinze

“Heei.. ayo kita kembali bekerja” Vinze juga membawa gerobak pengangkut mayat yang terbuat dari kayu

Artha membalas dengan anggukan kepala

Vinze, Artha kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Yaitu menyusuri seluruh medan
perang yang luas, mengangkut mayat-mayat yang bertebaran, untuk nantinya dibakar
secara bersamaan di dalam Istana Vanguard.

Sejauh mata memandang, medan perang sudah seperti sungai darah. Warna tanah
sebagian sudah berubah warna menjadi merah pekat yang menyeramkan. Jika Artha dan Vinze tidak terbiasa, tentu saja mereka sudah muntah karena jijik melihat kepala bertebaran, usus yang keluar, tangan yang putus dan pemandangan mengerikan lainnya. Namun, kedua Iblis Lucyfer tersebut sudah terbiasa dengan itu semua.

“Vinze, Art.. kalian melihat Shani ? aku mencari-carinya ke seluruh area tapi tetap tidak menemukannya” Kelvin menghampiri Artha, Vinze dengan nafas memburu

“Shani ? Shani si Malaikat itu ?” tanya Artha mengerutkan dahi

“Ya, kau benar”

“M..memangnya ia ikut berperang ?” Artha bingung

“Tadi ia nekad ikut demi menolongku, dan selepas itu, aku tidak tahu ia dimana” jelas Kelvin menerangkan

“Aku tadi melihatnya” gumam Vinze pelan tiba-tiba

“Dimana dia ?” potong Kelvin cepat

“Aku melihat dirinya berlari bersama Ve tadi, hmm.. nampaknya mereka berlari kembali ke tenda” jelas Vinze

“Baiklah. Terimakasih Vinze atas informasinya” Kelvin lalu bergegas pergi ke tenda-tenda istirahat

“Aneh” desis Artha

“Ada apa ?” tanya Vinze bingung

“Sepertinya ada sesuatu antara dia dengan Malaikat itu” gumam Artha

“Ternyata bukan kau saja yang merasa demikian”

“Kau jugakah ?”

“Ya, tentu saja. Sikapnya berubah aneh sejak bertemu Malaikat itu

“Kau benar”

Setelah seharian berperang, peperangan maha dahsyat itu akhirnya berakhir. Mengakibatkan ribuan Iblis gugur dalam pembantaian sesama kaum yang luar biasa. Kemenangan didapatkan oleh Klan Lucyfer atas Klan Vanguard, dengan hasil itu, Kerajaan Iblis tidak terbagi lagi menjadi Klan-klan. Melainkan sudah dalam satu pimpinan Raja, yaitu Raja Aidan Lucyfer.

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com

@KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s