“Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 14

Dua minggu sudah berlalu, sejak makan malam dan kejadian yang mengejutkan untuk semuanya apalagi Robby, Shani, dan Gre. Kini Shani seolah-olah menjauh dari Robby, perlahan-lahan ia menghilang.

Bahkan ketika di kampus pun jarang sekali bertemu, sekalinya bertemu Shani langsung pergi menjauhi Robby. Robby pun merasakan hal itu, awalnya ia hanya biasa-biasa saja. Tetapi setelah lebih dari satu minggu, ia merasa ada yang kurang. Mungkin kebiasaannya bersama Shani kali ya…

Shania, perempuan yang masih berstatus dengan Robby ini pun merasakan ada yang disembunyikan darinya oleh Robby. Tetapi ia berusaha berpikir positif saja, mungkin hanya masalah tugas-tugas kuliah pikirnya. Dan ia juga belum mengetahui tentang perjodohan Robby…

Kini Robby tengah mengantarkan Shania pada salah satu mall, karena ia akan quality time bersama Nabilah kali ini. Sebelum ia menghabiskan waktu bersama Nabilah, Shania berjalan-jalan dulu bersama Robby. Jadi itu alasan mengapa Robby mengantarkannya kali ini…

Tak butuh waktu yang lama kini mereka telah sampai di depan mall yang ada di kota tersebut. Shania menatap Robby, ia menghela nafasnya…

“Rob?” panggil Shania.

“Hm?” Robby menoleh pada Shania.

“Kenapa?” tanya Shania.

Dahi Robby mengernyit heran, “Gakpapa kok Shan.”

Shania menghela nafasnya kasar, selalu saja begini pikirnya.

“Gakpapa apanya? Kamu selalu kayak gini Rob, nanti ngelamun. Emang ada apa sih? Cerita sama aku bisa kan? Aku ini kamu anggep apa? Pacar atau orang lain?” Shania memalingkan wajahnya menatap lurus ke depan.

“Shan, bukan maksud ak-,”

“Udah ah, kamu selalu kayak gitu. Gakpapa terus.” Shania merapihkan pakaiannya, dan mengambil tas kecilnya. “Nanti gak usah dijemput, aku pulang sama Nabilah.”

Shania pun keluar dari mobil Robby, dan berjalan masuk ke dalam mall tersebut. Sedangkan Robby menghela nafasnya kasar, ia menyandarkan kepalanya pada kemudi mobil. Tindakannya yang bodoh membuat Shania marah padanya.

Kenapa ia bisa begini? Apa mungkin perasaannya pada Shani sudah terlalu dalam? Sehingga membuatnya sedikit melupakan keberadaan Shania yang selalu ada untuknya? Bahkan bukan itu saja, ia juga selalu membantu Robby dalam hal apapun. Sebegitu besarnya kah perasaannya pada Shani ini?

~

Shani berjalan gontai menuju rumahnya, lebih tepatnya rumah Gre yang ia tinggali bersama. Ia berjalan menunduk sehingga tidak melihat ada orang yang ada di depan pagar rumahnya.

“Shani.”

Shani terdiam, kemudian ia mendongak kepalanya menatap orang yang memanggilnya.

“Robby,” desis Shani pelan.

Shani mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah, tanpa menghiraukan orang yang mulai ia jauhi. Sejak malam itu, ia seolah-olah merasakan sakit yang lebih. Mungkin ia tidak aka nada kesempatan untuk bersama Robby, bahkan untuk memilikinya mungkin hasilnya nihil sama sekali…

“Shani, aku mau ngomong sebentar dulu.” Robby mengejar Shani yang ingin meraih gagang pagar rumahnya.

“Aku sibuk.”

“Shan, aku mohon. Aku mau ngomong sebentar sama kamu,” lirih Robby.

Shani menghela nafasnya, “Lebih baik kamu sekarang pulang, jangan cari aku lagi.”

Shani pun masuk ke dalam, tetapi tangannya ditahan oleh Robby.

“Plis, sebentar aja Shan.” Robby menatap Shani dengan dalam.

Shani menepis tangan Robby, “Enggak! Mending kamu sekarang pergi dari sini!”

“Tapi Shan, ak-,”

“Pergi! Aku bilang pergi!” Perlahan-lahan, air mata pun lolos dari mata indah Shani.

“Kamu denger gak sih?! Aku bilang pergi! Aku gak mau lagi liat kamu!”

“Shan, ak-,”

Shani mendorong kasar tubuh, dan ia langsung masuk ke dalam rumah setelah mengunci pagar rumah. Shani berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah, runtuh lah sudah pertahanannya. Air matanya semakin deras mengalir.

Gre yang bingung karena mendengar suara Shani pun langsung turun, dan ketika Shani memasuki ruang tamu ia berjalan tanpa menghiraukannya..

“Shan lo kenapa?”

Shani tidak menghiraukannya, ia memilih langsung menuju kamarnya. Setelah di kamar, ia mengunci kamarnya dan langsung menenggelamkan wajahnya di bantal.

“Aku benci kamu Rob! Aku benci!!!”

Sedangkan di luar rumah, Robby masih pada tempatnya. Ia terduduk lemah, ia tidak percaya bahwa Shani sekarang tidak ingin melihatnya lagi. Sebegitu bencinya kah dia sampai mengatakan hal itu? Pikir Robby.

Robby pun bangkit dan berjalan dengan lemah menuju mobilnya. Ia pun masuk ke dalam mobil, dan langsung pergi meninggalkan rumah Shani…

~

Kini Shania tengah asik memilih-milih baju bersama Nabilah di toko baju yang ada di mall tersebut.

“Shan, lo masih mau beli baju lagi?” tanya Nabilah.

Shania mengangguk, “Kenapa emang?”

“Gila lo. Ini aja udah banyak banget.”

“Hh, yaudah deh. Mending kita cari cemilan buat di rumah gimana?”

“Nah, kalau itu ayo gue.”

“Yaudah yuk!”

Mereka berdua pun keluar dari toko baju, dan berjalan menuju supermarket yang ada di dalam mall tersebut. Ketika sudah masuk ke dalam supermarket, mereka berpisah. Mereka mencari apa yang mereka ingin makan untuk di rumah nantinya.

Shania tengah memilih snack yang ada, setelah mengambil snack. Ketika ingin memilih kembali, ia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang.

“Eh, maaf-maaf.”

Orang tersebut terdiam menatap Shania.

Shania menatap heran orang tersebut, kemudian ia melambaikan tangannya di depan wajah orang tersebut, “Lo gakpapa kan?”

“E-eh iya, gue gakpapa kok.”

Sorry, tadi gue gak sengaja.”

“Gakpapa kok, lagian gue gak kenapa-kenapa juga.”

“Yaudah, kalau gitu gue pergi dulu ya,” ucap Shania yang mendorong troli belanjaannya.

Tetapi belum ia melangkah jauh, tiba-tiba…

“Tunggu!”

Shania menoleh ke belakang, sambil mengernyit heran, “Kenapa?”

Orang tersebut mendekat pada Shania, “Ngg, boleh kenalan?”

Shania menimang-nimang apa yang harus ia lakukan. Ingin sekali ia kabur sekarang, bertemu dengan orang seperti ini membuang-buang waktu saja pikirnya.

Shania mengangguk, “Boleh.”

“Gue Benny, kalau lo?”

“Shania.”

“Ngg, boleh minta kontak lo?”

~

Malam harinya, kini Robby termenung di apartementnya. Apa yang aneh dengan dirinya? Kenapa ia sampai jadi begini? Sudah sejauh apa perasaannya pada Shani? Sampai ia menjadi begini karena Shani menjauhinya.

Sedari tadi juga, ia tidak memegang sama sekali handphonenya. Jadinya ya banyak sekali pesan dan telpon yang masuk, semua itu ia hiraukan saja. Sama sekali tidak berniat untuk membalas satu persatu pesan yang masuk tersebut.

Robby menghela nafasnya, kemudian ia berjalan menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya, dan memejamkan matanya. Mungkin tidur untuk sementara waktu akan menghilangkan semua pikiran-pikiran yang membuatnya tidak tenang..

~

Keesokkan harinya, kini Shania berjalan di lorong kampusnya. Ia hari ini ada kelas, dan kampusnya itu sama dengan kampus Nabilah. Jadinya ya pasti bareng lah ya berangkatnya..

Shania berjalan di lorong kampus, tadi ia baru saja selesai kelasnya. Dan sekarang ia ingin menuju ke apartement Robby, kemarin Robby sama sekali tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telponnya. Ia jadi khawatir dengan Robby, jadinya sekarang ia akan pergi ke apartement Robby.

Setelah sampai di depan apartement Robby, Shania langsung masuk dan mencari tempat Robby berada. Kemudian, tepat ketika berada di depan pintu apartement Robby. Ia pun memasukkan kodenya, ia sudah mengetahui kode apartement Robby. Ia ingin tau semuanya tentang Robby sekarang, makanya ia mengetahui kode apartementnya..

Setelah memasukkan kodenya, ia pun masuk ke dalam. Shania berjalan menuju ke ruang tengah setelah melepas kan sepatunya, dan di ruang tengah ia melihat seseorang yang asing baginya.

“Robby?”

Orang tersebut pun menoleh ketika Shania memanggil Robby. Shania yang melihat orang tersebut pun mengernyit heran. Seketika Shania merasa amarahnya mulai keluar, kenapa ia bisa di sini? Apa Robby yang membawanya ke sini? Pikir Shania.

“Kamu?!”

 

*To be continued*

 

Created by: @RabiurR

Iklan

2 tanggapan untuk ““Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s