Annihilation part 13

foto-melody-jkt48-simpel-450x300

Mereka kembali bertemu…

Klan Lucyfer dengan Pangeran Aidan, ditemani oleh Ve dan Kelvin, sementara Klan Vanguard dengan Pangeran Vanguard ditemani oleh Melody dan Razkal.

Keenam Iblis sudah kembali ke tengah-tengah medan peperangan, angin tiba-tiba saja berhembus kencang,  membuat rambut dan pakaian dari keenam Iblis berkibar tertiup angin

“Salam, Aidan. Bagaimana istirahatmu ? apakah menyenangkan ?” Vanguard sedikit berbasa-basi kepada Kakaknya sebelum memulai duel

“Salam juga, Vanguard. Tentu saja, aku menikmati istirahatku, benar-benar menyenangkan. Aku sudah tidak sabar untuk berduel denganmu hari ini”

“Woww… woow, kau sangat terlalu percaya diri Aidan, kupikir Iblismu itu tidak akan sanggup melawan Iblisku”

“Kita lihat saja nanti” balas Pangeran Aidan acuh

“Aku sangat menyukai sikap dinginmu itu, benar-benar membuatku rindu akan Ayah” Pangeran Aidan memang mewarisi ketampanan dan sifat-sifat Lucyfer, tidak seperti Vanguard yang tidak begitu banyak memiliki kemiripan dengan Ayahnya

“Jangan bicarakan Ayah” kata Pangeran Aidan tegas

“Kenapa ?”

“Karena Ayah pasti malu sekarang melihat kita berdua bertempur satu sama lain dan memecah Kerajaan Iblis”

“Lebih tepatnya dia malu mempunyai anak sulung yang lemah seperti dirimu, Aidan”

“Tutup mulutmu !!”

TRRING

Suara pedang yang tertarik dari sarungnya

Pangeran Aidan sudah benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya, ia mengarahkan Pedang Sucinya kearah leher Vanguard, sontak Razkal dan Melody hampir saja mau menyerang ketika melihat Rajanya diserang. Tetapi akhirnya, Vanguard menahan mereka berdua

“Kau begitu mengejutkan, Kak” Pangeran Vanguard seakan tidak takut, ia bersikap tenang dan biasa saja, seperti tidak terjadi apapun

“Kau mau membunuhku ? lakukan saja, aku penasaran seberapa beraninya kau” lanjut Pangeran Vanguard memprovokasi

Beberapa saat kemudian, akhirnya emosi Pangeran Aidan sudah stabil, ia perlahan mulai menarik kembali pedangnya dari leher Vanguard sebelum memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung di pinggangnya.

“Tidak sekarang, pada saatnya nanti, aku pasti akan menebas lehermu” gumam Pangeran Aidan pelan, lalu berbalik memunggungi Pangeran Vanguard

“Menarik. Kita lihat saja nanti”

Setelah percakapan singkat dari kedua Raja dari masing-masing Klan, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, duel Roost antara Ve dan Melody akan segera berlangsung

“Baiklah, mungkin saatnya kita mulai” ucap Pangeran Vanguard

Melody lalu maju, disisi lain, Ve juga ikut maju dan berhadapan dengan Melody

“Peraturannya sama seperti kemarin, aku harap kalian berdua masih mengingatnya. Aku tidak akan mengulangi mengatakannya” Melody dan Ve mengangguk

Kedua Iblis Wanita berbeda Klan itu sudah saling berpandangan, memang agak ada sedikit perbedaan yang mencolok diantara kedua Iblis, yaitu postur tubuh. Tinggi badan Ve sangat menjulang, sementara Melody bertubuh pendek mungil, mungkin tinggi badan Melody hanya sekitar seleher dari Ve, tapi jangan salah. Biarpun ia pendek, kekuatannya bisa dibilang berimbang dengan Ve

“Akhirnya kita bisa bertemu, Ve. Sudah lama aku menunggu kesempatan dapat bertatap muka langsung denganmu. Yah, meski pertemuan ini hanya singkat saja” kata Melody penuh percaya diri

Melody memang sudah mengenal baik sosok Ve sebelumnya, dalam beberapa kesempatan disaat perang, keduanya tak jarang bertemu untuk terlibat dalam adu senjata maupun Roost. Keduanya pun sebenarnya sudah mengenal satu sama lain sebelum Kerajaan Iblis terpecah.

Ve sama sekali tidak memperdulikan ucapan itu. Ia terus melangkah maju. Melihat ketegasan tubuh Ve apalagi tatapannya yang tajam, mau tidak mau membuat Melody sedikit merasa waspada. Tanpa sadar kakinya bergerak mundur.

Ve sudah melupakan apa yang terjadi pada dirinya dan Kelvin kemarin, saat ia menyatakan perasaannya dan Kelvin menolak untuk menjawab, ia sepenuhnya fokus akan duel ini dan berniat melampiaskan kekesalan dan kemarahannya pada Iblis Wanita di hadapannya

“Bicaramu terlalu banyak, Melody. Aku ingin tahu apakah kemampuanmu bisa menyamai mulut besarmu” desis Ve, matanya perlahan berubah menjadi merah, pertanda amarah sudah melandanya

Langsung saja, duel dimulai.

Tanpa diduga, dari telapak tangan kiri Melody muncul aliran Listrik yang sangat tinggi, ia berniat langsung mengeluarkan Roost andalannya untuk menghabisi Ve dalam sekejap. Dilemparkannya Listrik bersengatan tinggi tersebut kearah Ve yang sama sekali tidak berusaha menghindar. Bila Iblis dengan kemampuan biasa terkena sengatan Listrik yang luar biasa dahsyat itu pastilah tubuhnya langsung tewas terpanggang.

Namun, saat ini, justru Listrik-listrik itu justru pecah menjadi bagian-bagian kecil yang berputar-putar mengelilingi Ve. Listrik yang dialirkan Melody itu sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh sang Iblis wanita Lucyfer, padahal ia tidak menggerakkan tubuhnya untuk menangkis.

Setelah, Listriknya gagal, Melody ganti mengeluarkan Roost Angin. Dihantamkannya Roost Angin yang berbentuk bola tersebut kearah Ve. Namun, dengan sigap Ve mengeluarkan Roost yang sama dan menahan serangan Melody. Alhasil kedua bola angin menabrak satu sama lain dan langsung hancur.

Berulang kali Melody mengeluarkan Roostnya, ada beberapa yang berhasil mengenai Ve, dan beberapa lainnya dapat Ve hindari atau tangkis dengan mudah.

Ve mengeluarkan sayapnya, ia berniat terbang di udara, seakan mengajak Melody untuk berduel di udara. Setelah melihat Ve yang mengeluarkan sayapnya. Melody tak lamapun mengikuti Ve, ia mengeluarkan sayap hitamnya dan terbang di udara.

Ve mulai berniat untuk menyerang Melody kali ini, diulurkannya kedua tangannya ke depan dan keluarlah Bola Es yang sangat dingin menyerang Melody yang tengah terbang mendekati Ve. Es itu benar-benar dingin, dalam sekejap, tubuh Melody mulai membiru kedinginan, wajahnya sudah pucat. Ia harus segera memikirkan cara untuk bertahan sekaligus balik menyerang Ve

“D..dingin sekali” rintih Melody

Melody berinisiatif untuk menyelubungi dirinya dengan menggunakan Roost Api, berharap agar Roostnya dapat menghangatkan badannya. Tetapi belum lama ia terselubung oleh Api, dalam sekejap Api tersebut berubah beku dan langsung terpecah menjadi bagian-bagian kecil. Alhasil, Bola Es yang besar itu langsung menyerang tubuh Melody

“Uuggh” Melody terpental dan tersungkur ke tanah akibat serangan Bola Es milik Ve Darah sedikit mengucur keluar dari sudut bibirnya

“Bangkitlah, Melody ! ini belum berakhir, aku tidak akan mengampunimu jika kau sampai kalah” teriak Pangeran Vanguard dari kejauhan, mencoba meningkatkan motivasi bertanding Iblisnya

Melody bangkit berdiri dan kembali terbang di udara. Baru saja ia kembali ke udara, ketika di depannya sudah terlihat Ve kembali menyemburkan es kearah dirinya. Tetapi kali ini tidak seperti sebelumnya yang berbentuk bola es, kali ini Ve mengirimkan serpihan-serpihan es tajam. Melody yang tidak begitu ahli dalam Roost Api, mau tidak mau harus mengeluarkan Api lagi, untuk melelehkan serpihan-serpihan es yang mengarah padanya.

Melody berusaha menahan, api terus berkobar dan sedikit menahan pergerakan es. Akhirnya setelah terus berusaha, serpihan es yang dikirimkan oleh Ve dapat dihentikan oleh api dari Melody.

Karena roost barusan dan listrik di awal, kondisi tubuh Melody sudah terlihat menurun, terlebih lagi karena memang Roost api menguras banyak tenaga.

“A..aku tidak bisa terus-terusan seperti ini” batin Melody dalam hati, ia tidak menyangka bahwa kekuatan Ve begitu besar, padahal ia sudah merasa bahwa ialah Iblis wanita terbaik di dalam Kaum Iblis, ternyata mulut besarnya tidak terbukti.

Setelah merasa terdesak, Melody melontarkan berbagai Roost secara bersamaan, meskipun dalam skala kecil, Roost tersebut mampu membuat Ve sedikit kewalahan.

“Kurasa ini saatnya” Melody mengumpulkan nafasnya, dan perlahan ia mengangkat kedua tangannya keatas

CTAAAR

Dalam sekejap, Listrik meraung-raung keluar dari dalam tubuh Melody, Ve sedikit terkejut dan bergerak mundur agar tidak sampai tersambar oleh listrik itu.

Lidah-lidah listrik berkekuatan tinggi keluar dari dalam tubuh Melody dan mulai mengejar-ngejar tubuh Ve tanpa ampun., membuat Iblis Wanita dari Lucyfer itu harus menyelubungi dirinya sendiri menggunakan Roost angin.

Angin memang merupakan lawan dari
Listrik, jika ada Angin, maka Listrik bisa
dialihkan arahnya menuju kearah yang kosong. Itulah yang sedang Ve harapkan. Ia berharap agar anginnya cukup kuat untuk menahan dan mampu menghindarkannya dari listrik Melody yang luar biasa menyeramkan

“Aku sudah mengira ini, kau memang tidak mudah untuk dikalahkan, Melody” gumam Ve dalam hati sambil tetap sibuk memperkuat selubung anginnya, dari kedua telapak tangannya, angin tak henti-hentinya keluar.

“Ayolah, Ve !” Pangeran Aidan mengepalkan tangannya, sangat berharap penuh pada Iblis Wanita yang tengah terbang di udara itu

Situasi sekarang sudah benar-benar berbalik, Melody gantian yang menyerang, Ve yang tersudut. Melody benar-benar berubah menjadi sosok yang mengerikan.
Listriknya meraung-raung seperti memiliki nyawa untuk bergerak kesana-kemari.

Angin yang dibuat Ve sejauh ini sukses untuk menahan listrik Melody, ia dapat
sedikit mengumpulkan tenaga selama berada di dalam selubung.

“Aku harus bersiap” Ve meyakini bahwa selubungnya tak lama lagi akan jebol, bola anginnya sudah bolong sana-sini. Ia berencana untuk langsung terbang menjauh agar terhindar dari listrik Ve

Dan tak lama kemudian, benar saja, bola angin Ve sudah pecah. Di saat momen seperti itu, dengan cepat Ve terbang menjauh kebelakang, berharap agar ia bisa menjauh dari listrik Melody. Tetapi ternyata, harapan tidak begitu sama dengan kenyataan. Listrik Melody terus saja meraung-raung dan mengejar tubuh Ve.

Ve tidak menyerah, ia berusaha mengeluarkan Roost Listriknya juga, meskipun jelas, listriknya sangat jauh dibawah Melody.

DRRT DRRTT

Kedua listrik beradu, dengan mudahnya listrik Melody berhasil mengalahkan listrik
Ve dalam sekejap

“Aaaahh uugghhh p..p..paanas” rintih Ve disaat listrik Melody akhirnya menyambar
dirinya

Tubuh Ve seluruhnya sudah diselubungi oleh listrik Melody, tubuhnya bergetar-getar
seperti orang yang tersambar listrik.

“Matilah kau, Ve !!!” geram Melody, tangannya terus terulur kedepan menggerak-gerakkan listriknya

“M..maafkan aku, Yang Mulia, nampaknya aku harus berakhir d..di..sini” batin Ve sambil tetap menahan diri selama mungkin, ia sudah benar-benar menderita. Pakaiannya sudah robek di bagian lengan dan perut, menunjukkan kulit-kulitnya yang penuh dengan luka gores. Darah mengalir dari dalam bibirnya, kondisinya saat itu sudah benar-benar menyedihkan

Tetapi sesaat kemudian, entah tiba-tiba saja, ia terbayang wajah Kelvin di benaknya. Sosok Iblis Pria tersebutlah yang telah mampu menjadikannya seperti sekarang, ia bisa maju dalam ahli senjata dan Roost karena berkat didikan Kelvin juga. Momen demi momen bersama Kelvin terus terbayang dalam benak Ve. Bahkan hingga momen menyakitkan seperti kemarin, momen dimana ketika Kelvin berduaan dengan Malaikat dan didapatinya hampir berciuman satu sama lain, sampai terakhir, dimana momen ia menyatakan cintanya, namun Kelvin menolak untuk menjawab
perasaannya.

“T..tidak.. ini belum berakhir, aku masih ingin bersamanya meskipun ia tidak mencintaiku” Ve menggeleng-gelengkan kepalanya

Entah dapat kekuatan darimana, tiba-tiba saja tubuh Ve langsung diselubungi es tebal, sehingga listrik Melody dalam seketika hancur terkena selubung es

“A..a..apa ?!! b.b..bagaimana bisa ?” Melody menatap seakan tidak percaya bahwa listriknya tadi hancur begitu saja

“Bersiaplah kau, Melody” Ve tersenyum
sinis, sedikit membuat nyali Melody ciut seketika

Tiba-tiba saja, es yang menyelubungi tubuhnya langsung terpecah dan terbagi menjadi beberapa bagian membentuk bola Es yang luar biasa besarnya. Besar bola es dari masing-masing pecahannya mungkin setara dengan tubuh Ve sendiri.

Dengan cepat beberapa Bola Es yang luar biasa besar itu melesat cepat kearah Melody yang masih melongo tak percaya melihat ada kekuatan besar seperti
itu.

“Aaaaargghh” Melody sudah mengeluarkan Roost api berkali-kali namun hasilnya nihil, api tersebut seakan ikut membeku karena saking dinginnya es dari Ve

BUUGHH

Dengan telak, bola-bola es yang besar itu menghantam tubuh Melody dengan keras.
Membuat si Iblis Vanguard terpental ke tanah dengan keras.

“Ughh” Melody lalu kemudian pingsan tak sadarkan diri. Muntahan darah dari dalam mulutnya seakan tidak berhenti

“M..melody !” Razkal mendekati tubuh Melody yang tidak bergerak, ia langsung cepat-cepat mengeluarkan sedikit Roost apinya agar membuat tubuh Melody hangat kembali

“Ciih, sial ! dasar Iblis tidak berguna” geram Vanguard kesal mengepalkan tangannya

“Kerja bagus, Ve !! kau berhasil” teriak Pangeran Aidan senang disisi lain

Sementara Ve, setelah mendengar ucapan Aidan. Ia langsung mendarat turun dan mendekati Si putra sulung Lucyfer beserta Kelvin

“Ve ! kau baik-baik saja ?” Kelvin mendekati Ve, berusaha menuntunnya untuk berjalan

“I..i..iya, aku baik-baik saja.. hanya saja.. sedikit lemas” ucap Ve lemas

“Tenanglah, tahan sebentar lagi. Aku akan segera mengobati lukamu” setelah Kelvin meminta izin dari Pangeran Aidan untuk sejenak mengobati Ve di tendanya, akhirnya Kelvin dan Ve perlahan terbang kearah tenda di tepi hutan

Razkal juga melakukan hal yang sama terhadap Melody, Iblis itu dengan cekatan menggendong tubuh mungil Melody dan membawanya kedalam Istana mereka untuk
segera diobati.

Tinggal tersisa kedua Raja dari masing-masing Klan disitu, keduanya berhadapan

“Baiklah, Aidan. Aku mengaku kalah” Vanguard mendekati Kakaknya

“Jadi ?”

“Jadi ?” Vanguard malah balik bertanya

“Jadi, apakah kau siap berduel denganku ?”

“Tentu saja, Aidan. Tapi sebelum itu, berikan aku waktu dulu untuk beristirahat”

“Baiklah”

“Dua jam lagi, kita kembali kesini” ucap Vanguard, Aidan hanya mengangguk

Vanguard tersenyum sinis, ia seperti sedang merencanakan sesuatu.

~

“Heei.. lihatlah !!” suasana sontak menjadi riuh ketika Kelvin dan Ve terbang mendekat

“Ve ! Kelvin ! Bagaimana ?” Stanley langsung menyambut dengan pertanyaan

“Kita menang, Stanley. Kita menang” jawab Kelvin sedikit senyum

“Benarkah ?” Stanley masih seperti tidak percaya sebelum akhirnya teriakan ribuan
Iblis di belakangnya membuatnya tersadar bahwa memang benar jika pihaknya memenangkan duel

“Yeeaay.. kita menang” ribuan Iblis saling mengangkat-angkatkan pedang mereka ke
udara, ada juga yang berpelukan satu sama lain merayakan kemenangan

Kelvin menghiraukan kemeriahan kaumnya, dan fokus terlebih dahulu mengobati luka Ve, darah dari bibirnya masih sedikit mengucur.

Ia masuk ke dalam tenda miliknya

“Ke..kelvin ! kau sudah kembali ? bagaimana dengan hasil duelnya ? kenapa dengan Ve ?” baru saja ia masuk ke tenda, ia langsung dihujani berbagai pertanyaan dari Shani

“Pihakku menang, dan soal Ve. Ia terluka cukup parah” jelas Kelvin, Ve hanya diam saja di samping Kelvin

“Y..y.ya sudah, aku akan membantumu dalam mengobatinya” ucap Shani

“Sudahlah, kau tidak perlu repot” Kelvin membaringkan Ve di ranjang miliknya

“Jangan menolak ! aku tidak keberatan sama sekali” betapa baik hatinya Malaikat di depannya itu, pikir Kelvin

“Ya sudah”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s