Suki! Suki! Skip! Part 2

gfh

 

“Jadi, aku suka sama Gie itu karena dia itu unik orangnya.” Ucap Michelle yang terlihat malu-malu.

 

Desy dan Shani terlihat bingung dengan ucapan Michelle yang mengatakan bahwa Yogi itu adalah orang yang unik. Lalu, Shani menanyakan apa yang dimaksud unik oleh Michelle.

 

“Maksud kamu, Gie itu unik gimana Chel?” Tanya Shani yang bingung dengan ucapan Michelle.

“Ehmmm,,, maksud aku, Gie itu punya pembawaan yang tenang, baik, dan ceria beda dari mantan aku sebelum-sebelumnya, Shan.” Jawab Michelle sambil tersenyum.

“Eh,,, emangnya sejak kapan kamu mulai suka sama Gie?” Tanya Desy.

“Kayanya aku suka sama dia sejak tadi pagi deh. Des, Shan.” Jawab Michelle.

 

Desy dan Shani kaget karena mendengar pernyataan Michelle barusan.

 

“Aku gak paham deh Chel. Maksud kamu suka sama Gie sejak tadi pagi itu apa. Bener kan Shan?” Ucap Desy sekaligus bertanya kepada Shani.

“Bener Des. Aku juga gak paham maksudnya apa.” Ucap Shani yang terlihat sedang bingung.

“Tadi pagi kan aku berangkat sekolah bareng Gie. Nah, disitu aku mulai ada perasaan suka sama Gie.” Jawab Michelle.

“Tadi pagi kamu berangkat bareng Gie? Kok bisa Chel?” Tanya Shani.

 

Akhirnya Michelle menjelaskan bagaimana dia bisa berangkat bareng Yogi, dan bagaimana dia bisa menyukai Yogi secara rinci kepada kedua sahabatnya itu. Setelah mendengarkan cerita dari Michelle, kedua sahabatnya hanya menggoyangkan kepalanya keatas dan kebawah untuk menandakan bahwa mereka akhirnya mengerti.

 

~Skip!~

 

Sepulang sekolah terlihat Michelle sedang menunggu Yogi didepan motor milik seseorang yang dia sukai ketika sang pemilik motor belum ada disana. Tak lama setelah itu, terlihat Yogi berjalan dengan santai sambil berbincang-bincang dengan Aryo, Willy, dan Dendhi. Michelle yang melihat kedatangan Yogi langsung berteriak untuk memanggilnya.

 

“Gieee!!!!!” Teriak Michelle sambil melambaikan tangannya.

 

Mendengar ada yang memanggil namanya, Yogi dan yang lainnya langsung menoleh kearah sumber suara secara serentak.

 

“Wih,,, Gie. Ditungguin tuh lo sama Michelle.” Ucap Dendhi sambil tertawa.

“Widih,,, hawa-hawanya kaya bakalan ada yang jadian nih guys.” Ucap Aryo sambil menyenggol lengan Yogi. Yogi pun sontak kaget dengan ucapan kedua temannya barusan.

“Eh,,, maksud lo apaan Ar?” Ucap Yogi yang tidak mengerti maksud dari ucapan mereka.

“Masa sih Gie lo gak paham sama yang gue omongin?” Ucap Aryo sambil tertawa.

“Beneran deh. Gue gak ngerti sama apa yang lo omongin.” Ucap Yogi yang bingung dengan ucapan Aryo.

“Lo inget gak kejadian dikantin tadi? Pas lo tersedak karena kedatangan Michelle yang tiba-tiba. Wajah Michelle tuh khawatir banget, dan kelihatan banget kalo tatapan dia ke lo itu beda.” Sambung Willy memberikan penjelasan panjang lebar.

“Ah, masa sih? Menurut gue biasa aja deh. Kayanya kalian kebanyakan nonton FTV deh.” Ucap Yogi yang meledek mereka.

“Yaelah nih anak ngeyel banget kalo dikasih tau. Kelamaan jomblo sih lo, beda gak kaya kakak lo yang gonta-ganti pacar terus.” Ledek Dendhi dan mereka bertiga pun tertawa.

 

~Di Tempat Berbeda~

 

“Hacuihhmmm…” Tiba-tiba Adi bersin dengan logat Bruce Lee saat sedang ingin pergi dari kantin setelah membeli minuman.

“Duh, tumben gue bersin. Padahal kan gue lagi gak demam.” Batin Adi yang sangat kebingungan.

 

~Kembali Ke TKP~

 

“Ye,,, malah pada ngeledekin gue. Yaudah, gue kesana dulu ya. Kasian tuh anak nungguin gue dari tadi.” Pamit Yogi kepada temannya.

“Semangat ya PDKT-nya. Jangan lupa traktirannya ye kalo udah jadian. Hahaha.” Ucap Willy dan disambung dengan tawa dari ketiga teman Yogi itu.

 

Yogi pun tak menghiraukan ucapan mereka dan langsung berjalan menuju kearah Michelle. Sesampainya ditempat Michelle menunggu, Yogi pun bertanya.

 

“Lo kok belum pulang Lei? Malah nungguin gue disini. Ada apa nih?” Tanya Yogi. Michelle tampak sedang berpikir.

“Emmm,,, aku boleh pulang bareng kamu gak Gie?” Tanya Michelle.

“Loh, tumben. Emangnya mobil lo belum selesai diservice ya?” Tanya Yogi.

“Sebenernya udah sih. Tapi, aku mau pulang bareng kamu. Bolehkan Gie?” Pinta Michelle. Yogi pun berfikir sejenak.

“Boleh ya Gie, aku pulang bareng kamu.” Pinta Michelle dengan tampang memelas. Karena tak tega melihat wajah melas Michelle, akhirnya Yogi menyetujui ajakan Michelle untuk pulang bareng dengannya.

“Yaudah-yaudah. Ayo cepet naik, Chel.” Ucap Yogi yang sudah menaiki motornya.

 

Michelle hanya mengangguk saja, setelah itu dia menaiki motor Yogi. Akhirnya sekarang Yogi pulang bersama Michelle. Ditengah perjalanan tiba-tiba Michelle memeluk tubuh Yogi. Sontak, Yogi merasa kaget lalu bertanya pada Michelle.

 

“Lei, lo kenapa tiba-tiba meluk gue sih?” Tanya Yogi yang mulai sedikit risih.

 

Sontak Michelle pun kaget karena dia tidak sengaja memeluk Yogi, dia langsung melepaskan pelukannya dan mulai salah tingkah.

 

“E,, eh,,, maaf-maaf Gie. Aku gak sengaja. Aku ngantuk Gie, jadi gak sengaja deh meluk kamu.” Ucap Michelle gugup karena tidak sengaja sudah memeluk Yogi.

 

Yogi pun hanya bisa terkekeh melihat ekspresi gugup Michelle dari kaca spion motornya.

 

~Skip!~

30 Menit Kemudian

 

Akhirnya mereka berdua sudah sampai didepan rumah Michelle.

 

“Lei, kita udah sampe nih dirumah lo.” Ucap Yogi. Tapi tidak ada jawaban dari Michelle.

 

Yogi yang merasa heran langsung menoleh kebelakang, ternyata Michelle sedang tertidur sambil memeluk tubuh Yogi. Dia merasa tidak tega untuk membangunkannya karena melihat wajah Michelle yang terlihat sangat lelah.

 

“Yaampun, baru sadar gue. Ternyata Michelle cantik juga kalo dilihat dari dekat.” Batin Yogi sambil tersenyum karena melihat wajah cantik Michelle yang sedang tertidur.

 

Tanpa sadar, tiba-tiba Michelle terbangun. Sontak, Yogi yang kaget langsung memalingkan pandangannya kearah lain. Melihat hal tersebut Michelle merasa curiga pada Yogi.

 

“Kamu kenapa Gie? Kok gugup gitu.” Tanya Michelle.

“E,,, eng,,, engga ada apa-apa kok Lei.” Ucap Yogi terbata-bata.

“Beneran? Kamu kok keliatan gugup gitu sih ngomongnya?” Tanya Michelle kembali.

“Beneran kok Lei, gak ada apa-apa.” Ucap Yogi yang mulai canggung terhadap Michelle.

“Yaudah kalo gitu. Aku masuk kerumah dulu ya Gie.” Ucap Michelle.

“Iya, Lei. Kalo gitu aku sekalian pamit pulang ya.” Pamit Yogi.

“Iya, Gie. Kamu gak mau mampir dulu nih kerumah aku?” Tanya Michelle.

“Next time deh Lei. Sekarang udah mau sore soalnya. Takutnya Mamah gue nyariin.” Ucap Yogi.

“Yaudah deh kalo begitu. Makasih ya udah anterin aku pulang hari ini. Hati-hati ya dijalan.” Ucap Michelle sambil tersenyum.

 

Yogi hanya mengangguk saja, dia langsung menstarter motornya. Setelah itu Yogi melajukan motornya menuju ke rumah.

 

~Skip!~

 

Adi sedang mengendarai mobilnya untuk menuju kerumahnya. Ditengah perjalanan Adi melihat seorang cewek sedang diganggu oleh dua orang laki-laki di depan sebuah café. Adi merasa kasihan melihat cewek itu lalu berinisiatif untuk menolongnya. Dia langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.

 

“Woyyy!!! Ngapain lo berdua gangguin itu cewek.” Teriak Adi saat baru keluar dari mobilnya.

 

Sontak, mereka berdua kaget melihat kedatangan Adi. Cewek tersebut ikut menatap kearah Adi, ternyata cewek yang sedang di ganggu oleh dua laki-laki itu adalah Gre. Adi langsung berjalan mendekati mereka.

 

“Beraninya lo gangguin cewek itu.” Bentak Adi.

“Terserah gue lah mau gangguin dia. Emang lo siapanya dia? Pacarnya?” Ucap salah satu lelaki itu dengan sikap nyeleneh.

“Iya, gue pacarnya, kenapa emangnya? Jangan harap kalian bisa nyentuh dia. Sini, lawan gue kalo kalian berani.” Ucap Adi spontan. Dia langsung menantang kedua laki-laki itu.

 

Tiba-tiba wajah Gre yang sedang panik langsung memerah karena ucapan Adi barusan. Akhirnya kedua laki-laki tersebut menyerang secara bersamaan. Dengan sangat mudah Adi menghajar salah satu dari mereka berdua sampai jatuh tersungkur. Melihat temannya dihajar, orang itu langsung menyerang Adi. Adi sedikit kewalahan menangkis serangan dari orang itu dan tanpa sadar dia lengah.

 

Bukkk…

 

Akhirnya, Adi menerima pukulan telak diperutnya sampai dia tersungkur. Melihat Adi yang kini tengah tersungkur, mereka berdua langsung berinisiatif untuk mengroyoki Adi.

 

Bukkk… Bukkk… Bukkk…

 

“Arrrggghhh…” Teriak Adi yang sedang dipukuli dan ditendangi oleh kedua laki-laki tersebut. Melihat Adi sudah terkapar mereka langsung berniat untuk meninggalkan dia.

“Rasain lo, itu balasannya kalo lo berani ngelawan kita. Yaudah yuk, kita tinggalin aja mereka.” Ucap lelaki tersebut sambil mengajak temannya.

 

Melihat Adi yang sedang terkapar sampai babak belur, Gre merasa sangat khawatir. Dia langsung berlari menghampiri Adi sambil menangis.

 

“Adi, kamu gak apa-apa kan?” Ucap Gre langsung menangis. Dia langsung mengangkat kepala Adi untuk dia sandarkan dipangkuannya.

“Gue baik-baik aja kok Gre. Lo sendiri gak apa-apa kan?” Tanya Adi dengan nada pelan. Adi mencoba tersenyum dihadapan Gre agar tidak membuat Gre khawatir.

“A,,, aku gak apa-apa kok Di. T,,, ta,,, tapi wajah kamu babak belur begini.” Ucap Gre menangis terisak-isak sambil mengusap wajah Adi.

“Gak usah nangis gitu dong. Nanti wajah cantik lo luntur kalo nangis terus.” Ucap Adi sambil tersenyum. Dia langsung berinisiatif menghapus airmata Gre.

 

Gre yang mendapatkan perlakuan itu dari Adi langsung tersipu malu dan wajahnya memerah.

 

“Ih, dasar. Kamu ini udah babak belur kaya gini masih aja bisa ngegombal.” Ucap Gre yang tersipu malu.

“Hehehehe… oh iya Gre, bisa minta tolong bantuin gue berdiri gak?” Pinta Adi.

 

Gre hanya mengangguk saja sambil tersenyum. Kemudian dia membantu Adi untuk berdiri.

 

“Btw, sorry ya tadi gue bilang ke mereka kalo gue ini pacar lo.” Ucap Adi.

“Udah, jangan pikirin masalah itu dulu. Sekarang yang terpenting itu kondisi kamu tau.” Ucap Gre.

“Yaudah, kalo gitu. Gue anterin lo pulang ya Gre. Takutnya lo digangguin lagi sama mereka kalo pulang sendiri.” Ucap Adi.

“Gak usah Di. Aku takut ngerepotin kamu.” Jawab Gre.

“Udah gak apa-apa, lo gak ngerepotin gue kok. Dari pada lo nanti digangguin sama mereka lagi.” Ucap Adi.

“Makasih banget ya Di. Kamu selalu nolongin aku, bahkan sampe babak belur kaya gini.” Ucap Gre sambil tersenyum.

“Iya-iya Gre. Yuk pulang, udah mau sore nih.” Ajak Adi.

“Ayo, Di. Kalo gitu biar aku aja ya yang nyetirin mobil kamu. Kan, kasihan kamu udah luka kaya gitu.” Pinta Gre.

“Udah gak usah. Gue masih kuat kok buat nyetir. Lagian rumah lo gak jauh-jauh amat dari sini.” Ucap Adi.

 

Gre hanya mengangguk menuruti permintaan Adi. Lalu, mereka berjalan menuju mobil. Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan akhirnya Adi mengantarkan Gre ke rumahnya.

 

~Skip!~

 

Yogi yang baru saja mengantar Michelle pulang akhirnya sampai dirumah.

 

“Assalamualaikum. Mah! Mamah!” Teriak Yogi sambil mengetuk pintu.

“Waalaikumsalam. Sebentar.” Ucap Mamahnya dari dalam rumah. Akhirnya pintu rumah dibuka oleh Mamahnya.

“Eh, anak Mamah udah pulang. Loh, kakak kamu kemana, kok jam segini belum pulang?” Tanya Mamahnya.

“Gak tau mah, kayanya tadi masih disekolah deh. Paling ada urusan sama tim sepakbola.” Jawab Yogi.

“Oh, yaudah. Kalo gitu sekarang cepat kamu ganti baju, habis itu makan siang.” Perintah Mamahnya.

“Siap Mah. Oh, iya Mah. Kak Ilen belum pulang Mah?” Tanya Yogi.

“Kakak kamu tadi bilang katanya pulang agak malam. Soalnya dia pulang kuliah mau langsung kerja kelompok dirumah temannya.” Jawab Mamahnya.

 

Yogi pun hanya mengangguk saja mendengar penjelasan dari Mamahnya. Setelah itu dia langsung masuk menuju kamarnya untuk ganti baju. Setelah ganti baju dia langsung menuju meja makan untuk makan siang.

 

~Skip!~

 

Adi dan Gre akhirnya sampai dirumah Gre dengan selamat.

 

“Adi, ayo masuk dulu. Biar aku obatin dulu luka kamu.” Ucap Gre.

“Eh, gak usah Gre. Gak apa-apa kok, nanti gue malah ngerepotin. Gue langsung pulang aja takut dicariin Mamah.” Ucap Adi.

“Ih, gak apa-apa dari mana? Itu wajah kamu babak belur begitu. Udah deh, ayo masuk biar aku obatin.” Ucap Gre memaksa.

 

Akhirnya, Adi menuruti keinginan Gre untuk mengobati wajahnya yang babak belur akibat dikroyok oleh dua orang laki-laki tadi. Setelah masuk Adi langsung disuruh duduk disofa, sementara Gre mengambil kotak First Aid yang ada dirumahnya. Dan, sekarang Gre sedang mengobati luka diwajah Adi.

 

“Maaf ya, gue udah ngerepotin lo Gre.” Ucap Adi meminta maaf.

“Harusnya aku yang berterima kasih sama kamu, Di. Kamu udah nolongin aku buat gak diganggu sama dua orang laki-laki tadi sampe kamu babak belur begini.” Ucap Gre diiringi oleh senyuman.

 

Saat sedang mengobati luka yang ada diwajah Adi, tanpa sengaja dia menekan wajah Adi terlalu keras karena sedang melamun. Akibatnya, Adi yang merasa kesakitan langsung merintih kesakitan.

 

“A,,, a,,, aww…” Rintih Adi yang wajahnya sedang diobati oleh Gre.

 

Gre akhirnya tersadar dari lamunannya akibat mendengar suara rintihan Adi.

 

“Eh,,, ma,,, maaf-maaf. Sakit ya.” Ucap Gre yang terlihat panik.

 

Adi yang merasa kesakitan reflek langsung menggenggam tangan Gre tanpa sengaja. Setelah itu, seketika suasana diantara mereka berdua terasa hening. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Tanpa sadar mereka berdua saling mendekatkan wajah mereka berdua. Perlahan mereka saling menutup mata. Wajah mereka sudah semakin mendekat, sampai-sampai nafas diantara mereka berdua bisa dirasakan, tiba-tiba.

 

Cupsss…

 

Bibir mereka berdua saling bersentuhan.

 

5 Detik

10 Detik

15 Detik

 

Drttt… Drttt…

 

Tiba-tiba Handphone Adi yang dia taruh dikantong seragamnya bergetar sangat keras. Mereka berdua akhirnya tersadar akibat mendengar getaran itu, dan langsung melepaskan ciuman mereka.

 

“Eh,,, maaf Gre. Gue gak sengaja udah lancang sama lo.” Ucap Adi yang panik.

“E,,, eng,,, engga apa-apa kok Di. A,,, a,,, aku yang harusnya minta maaf.” Ucap Gre terbata-bata sambil menundukkan kepala karena tersipu malu.

“Sebentar ya Gre. Gue mau angkat telfon dulu.” Ucap Adi.

“I,,, iy,,, iya Di.” Ucap Gre yang masih tersipu malu akibat kejadian barusan.

 

Adi langsung mengangkat telfonnya.

 

“Hallo, Gie. Ada apa?”

“Hallo, Bang. Lo lagi dimana sih?”

“Gue lagi dirumah temen Gie. Kenapa emang?”

“Oh,,, cepetan pulang bang. Mamah khawatir tau nungguin lo, sampe jam segini belum pulang.”

“Iya-iya. Sebentar lagi gue pulang kok.”

“Yaudah kalo gitu bang. Hati-hati ya dijalan.”

“Oke, Gie.”

 

Adi langsung memutuskan panggilan tersebut. Setelah itu Adi pamit kepada Gre untuk pulang.

 

“Sorry ya Gre, kayanya gue harus pamit pulang deh. Tadi adek gue telfon katanya Mamah khawatir sama gue.” Ucap Adi.

“Yah, kok pulang sih. Baru juga sampe.” Ucap Gre dengan nada cemberut.

“Udah dong jangan cemberut gitu. Kan besok masih bisa ketemu disekolah.” Ucap Adi sambil mengusap kepala Gre.

“Yaudah deh kalo gitu. Oh iya, Di. Aku boleh minta ID Line kamu gak? Biar kita bisa chatingan.” Tanya Gre sedikit malu-malu.

“Boleh kok, nih ID Line gue catet aja.” Ucap Adi sambil memperlihatkan Handphone miliknya. Gre langsung mencatat ID Line milik Adi.

“Oke, Di. Makasih ya.” Ucap Gre.

“Iya, sama-sama. Yaudah, kalo gitu gue pulang dulu ya Gre.” Pamit Adi.

“Oh, yaudah kalo gitu. Kamu hati-hati ya dijalan, jangan ngebut-ngebut loh kalo nyetir.” Ucap Gre.

 

Adi hanya mengangguk mendengarkan ucapan Gre. Setelah itu, Adi langsung pulang dengan mengendarai mobilnya. Sedangkan Gre langsung masuk kedalam rumahnya. Gre langsung merapihkan kotak First Aid miliknya dan membawanya kembali ke kamarnya. Di dalam kamar, Gre yang sedang tiduran tiba-tiba tersenyum karena memikirkan kejadian saat Gre mengobati luka Adi tadi.

 

“Kayanya aku udah mulai nyaman deh sama kamu. Aku harap ciuman tadi adalah respon positif dari kamu baut hubungan kita ya, Di.” Batin Gre yang sedari tadi memandangi photo profile Line Adi di Handphone-nya.

 

~Skip!~

 

Akhirnya, Adi sampai dirumahnya. Dia langsung memarkirkan mobilnya digarasi.

 

“Aku pulang.” Ucap Adi setengah berteriak.

“Eh, bang Adi ud…” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Yogi langsung kaget ketika melihat wajah kakaknya babak belur.

“Wajah lo kenapa bang?” Tanya Yogi yang terlihat khawatir.

“Emm, ini tad…” Ucap Adi yang tak sengaja terpotong.

 

Belum sempat Adi menjawab pertanyaannya, Yogi langsung berteriak memanggil Mamahnya.

 

“Mah! Lihat bang Adi deh!” Teriak Yogi kepada Mamahnya.

“Ada apa sih Gie, manggil Mamah sampe teriak-teriak gitu. Emang kakak kamu kenapa?” Tanya Mamahnya. Saat Mamahnya sedang berjalan menuju Yogi, Mamahnya langsung kaget melihat wajah Adi yang babak belur.

“Yaampun, Adi. Kenapa sama wajah kamu?” Tanya Mamahnya yang khawatir.

“Emm,,, it,,, itu Mah. Ma,,, maaf, tadi Adi habis berantem.” Jawab Adi yang sedikit takut kepada Mamahnya.

“Kamu berantem sama siapa nak?” Tanya Mamahnya sekali lagi.

“Aku berantem sama orang Mah dijalan, pas mau tolongin temen aku tadi.” Jawab Adi.

 

Akhirnya, Mamahnya percaya dengan ucapan Adi dan menyuruh Adi untuk mandi lalu makan.

 

~Skip!~

 

Malam harinya Adi dan Yogi sedang berkumpul diruang keluarga untuk menonton TV. Saat sedang asik menonton TV, tiba-tiba seseorang muncul dari luar pintu.

 

“Aku pulang.” Ucap orang itu.

 

Lalu, Adi dan Yogi langsung menoleh kearah sumber suara. Ternyata, orang itu adalah Elaine yang baru saja pulang setelah kerja kelompok dirumah temannya.

 

“Eh, kak Ilen udah pulang.” Ucap Adi menyambut kedatangan Elaine. Melihat wajah Adi yang babak belur Elaine bertanya dengan perasaan khawatir.

“Loh, wajah kamu kenapa dek?” Tanya Elaine yang sangat khawatir. Dia langsung memegang wajah adiknya itu dengan kedua tangannya.

“Emm, ini kak. Aku tad…” Ucap Adi yang tak sengaja terpotong.

 

Belum sempat Adi menjawab pertanyaan Elaine. Yogi langsung memotong pembicaraan Adi.

 

“Itu, kak Ilen. Bang Adi habis berantem sama orang dijalan buat nolongin temennya.” Ucap Yogi sambil duduk disofa dengan santai.

“Beneran dek? Apa yang barusan diomongin adek kamu itu gak bohong?” Tanya Elaine kepada Adi.

“Beneran kak. Tadi, aku gak tega ngeliat temen aku digodain sama laki-laki gak dikenal.” Ucap Adi.

“Wih, cewek dong berarti. Siapa bang? Pacar lo ya?” Tanya Yogi sambil mengangkat kedua alisnya naik turun.

“Bu,,, bukan pacar kok. Dia temen gue dek.” Jawab Adi sedikit gugup.

“Kalo cuma temen, ngapain juga bang Adi sampe gugup gitu. Bener gak kak?” Ucap Yogi sambil bertanya kepada Elaine. Melihat Adi yang sedang gugup, sontak Yogi dan Elaine tertawa bersama.

“Hahahaha,,, udah deh dek, jangan jahil terus sama kakak kamu. Yaudah, kakak mau mandi dulu ya.” Ucap Elaine. Setelah itu Elaine langsung beranjak menuju kamar dan mandi. Lalu Yogi dan Adi melanjutkan aktivitas mereka yaitu menonton TV.

 

~Skip!~

 

Jam sudah menunjukkan pukul 21.15, akhirnya Yogi memutuskan untuk masuk kedalam kamar terlebih dahulu. Sedangkan Adi dan Elaine masih asik menonton TV.

 

~Di Kamar Yogi~

 

“Kenapa ya, gue dari tadi ngebayangin wajahnya Michelle terus. Apa karena kejadian tadi siang ya?” Batin Yogi.

 

Sedang asik melamun tiba-tiba terdengar suara notifikasi Line dari Handphone Yogi. Saat dicek, ternyata ada chat dari Michelle.

 

Michelle          : Malem Gie.

 

Yogi berfikir sejenak sebelum membalas chat dari Michelle.

 

“Lah, sejak kapan Michelle punya Line gue?” Batin Yogi. Setelah itu dia membalas chat dari Michelle.

 

Yogi                 : Malam juga Lei. Ada apa?

Michelle          : Gak ada Gie. Hehe, cuma pengen chat kamu aja.

Yogi                 : Oh, kirain ada apaan. Lo dapet Line gue dari mana Lei?

Michelle          : Hmmm,,, dari Willy Gie. Btw, kamu lagi apa nih?

Yogi                 : Oh, ini gue lagi tiduran aja. Kalo lo sendiri lagi apa Lei?

Michelle          : Sama Gie. Aku juga lagi tiduran kok.

Yogi                 : Lah, kok bisa samaan gitu. Lo ikut-ikut gue ya?

Michelle          : Ih, engga kok. Kamu kali yang ikut-ikut :p

 

Akhirnya mereka berdua asik chatingan cukup lama. Sampe-sampe Yogi baru tersadar, mereka sudah chatingan sampe jam 22.40 malam.

 

Yogi                 : Lei?

Michelle          : Iya Gie, kenapa?

Yogi                 : Udah malem nih Lei. Besok kan sekolah, mending lo tidur deh biar besok gak kesiangan.

Michelle          : Yah,,, yaudah deh kalo gitu. Aku tidur duluan ya Gie. Kamu jangan tidur malem-malem. Good night Gie.

Yogi                 : Good night too, Lei.

 

Setelah cukup lama mereka chatingan, akhirnya Yogi memutuskan untuk langsung tidur agar besok tidak bangun kesiangan.

 

~Setengah Jam Sebelumnya~

 

Adi yang sudah lelah menonton TV akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamarnya.

 

~Di Kamar Adi~

 

Sesampainya dikamar dia langsung berbaring dikasur sambil membuka Handphone-nya. Dia terlihat terkejut begitu melihat notifikasi Line di Handphone-nya.

 

“Shit,,, dari tadi ternyata Gre chat gue.” Batin Adi. Dia langsung membuka isi chat dari Gre.

 

Gracia             : Malam, Di. Gimana kondisi kamu sekarang? Udah baikan?

Gracia             : Loh, kok gak dibales? Hmm, kamu lagi sibuk ya? Maaf ya ganggu.

Gracia             : Oh, iya. Kamu udah buka hadiah dari aku belum? Semoga kamu suka ya sama hadiahnya.

 

Adi yang membaca chat terakhir dari Gracia itu langsung teringat kejadian saat jam istirahat tadi pagi. Adi langsung bangun dari tidurnya, dia langsung mengambil kotak hadiah dengan bungkus kado berwarna ungu yang tadi pagi dia dapatkan dari Gre. Setelah itu dia langsung membuka kotak itu. Betapa terkejutnya Adi saat melihat hadiah yang diberikan Gre kepadanya.

 

“Wahhh,,, bagus banget jam tangannya. Hmm, makasih ya Gre. Gue suka kok sama hadiahnya.” Batin Adi.

 

Kemudian Adi langsung memakai jam tangan pemberian Gre. Setelah itu dia kembali mengambil Handphone-nya untuk membalas chat dari Gre.

 

Adi                  : Hai, Gre. Maaf ya baru bales. Tadi gue habis nonton TV dan Handphone gue tinggal dikamar. Btw, makasih ya hadiahnya. Gue suka kok sama hadiahnya.

 

Setelah Adi membalas chat dari Gracia, tampak tidak ada respon dari Gracia. Mungkin saja dia sudah tertidur. Sepuluh menit kemudian ada notifikasi Line masuk di Handphone Adi. Ternyata itu Line dari Gracia.

 

Gracia             : Aku kira kamu udah tidur. Syukur deh kalo kamu suka sama hadiahnya.

Adi                  : Belum kok. Btw, lo lagi ngapain Gre?

Gracia             : Aku lagi mau obob nih.

Adi                  : Hah, obob? Tidur maksudnya?

Gracia             : Iya, Di. Obob itu kebalikan dari kata bobo, yang artinya tidur.

Adi                  : Oh, gitu toh. Yaudah deh, Good night ya Gre.

Gracia             : Good night too Adi.

 

Adi hanya me-read chat terakhir dari Gre. Merasa sudah sangat mengantuk, Adi langsung menaruh Handphone dan jam tangannya diatas meja belajar. Setelah itu dia langsung membaringkan tubuhnya dikasur. Tak lama, dia sudah tertidur pulas.

 

~Skip!~

 

Keesokan harinya, Yogi bangun lebih pagi dari biasanya, tepatnya dia bangun jam 5.30 pagi. Setelah itu Yogi langsung bergegas mandi. Setelah selesai mandi Yogi langsung bergegas untuk berangkat sekolah. Sebelumnya Yogi sarapan terlebih dahulu bersama kedua kakaknya.

 

“Pagi semuanya.” Ucap Yogi yang terlihat semangat. Dia langsung duduk disamping Mamahnya.

“Pagi juga dek.” Ucap Elaine dan Adi bersamaan.

“Pagi juga nak. Sini sarapan dulu.” Ucap Mamahnya.

“Iya, Mah.” Ucap Yogi. Dia langsung menyantap nasi goreng buatan Mamahnya.

 

Mereka semua akhirnya memakan nasi goreng buatan Mamahnya. Ditengah makan tiba-tiba Yogi bertanya kepada Adi.

 

“Bang, itu jam tangan nyolong dari mana? Bagus banget kayanya.” Tanya Yogi ditengah makannya.

“Enak aja lo dek. Ini jam hadiah dari temen gue.” Ucap Adi membela dirinya.

“Cie,,, jangan-jangan dari cewek yang kemarin manggil lo ya waktu mau ke kantin.” Ucap Yogi.

“I,, iya. Kok lo tau dek?” Tanya Adi yang terlihat gugup.

“Hehehe,,, tau lah. Siapa dulu, Yogi gitu loh.” Ucap Yogi dengan sangat percaya diri.

“Oh, iya bang. Gue berangkatnya naik motor aja ya.” Pinta Yogi.

“Lah, tumben. Gak mau bareng aja nih berangkatnya?” Tanya adi.

“Gak usah bang. Gue berangkat sendiri aja.” Ucap Yogi.

“Yaudah, terserah lo aja Gie.” Ucap Adi.

 

Mereka semua melanjutkan sarapan kembali. Selesai sarapan Yogi berangkat sekolah menaiki motor. Sedangkan Adi menaiki mobil karena dia juga harus mengantarkan Elaine ke kampusnya.

 

~Skip!~

 

Yogi langsung memarkirkan motornya diparkiran. Setelah itu dia langsung berjalan menuju ke kelasnya. Sesampainya dikelas, Yogi langsung menyapa Aryo dan Dendhi yang sedang mengobrol disudut kelas.

 

“Pagi bro.” Ucap Yogi sambil berjalan menuju ke bangkunya.

“Pagi, Gie. Kakak lo mana? Jangan-jangan lo tinggalin lagi ya diparkiran?” Tanya Dendhi.

“Engga lah, Den. Bang Adi lagi nganterin kak Ilen ke kampusnya. Oh iya, si Willy kemana tuh? Tumben jam segini belum dateng.” Tanya Yogi.

“Oh,,, gak tau gue juga si Willy kemana. Tumben-tumbenan jam segini belum dateng.” Ucap Dendhi.

“Yaelah,,, paling juga dia lagi berduaan sama Shani dikebun, kalo gak dia jam segini masih meraih mimpinya dikasur. Hahahaha…” Ucap Aryo. Dia langsung tertawa karena omongannya barusan.

“Hahahaha… parah juga lo Ar. Temen sendiri lo ledekin kaya gitu.” Ucap Dendhi. Mereka bertiga langsung tertawa bersamaan setelah mendengar ledekan Aryo.

 

Ting… Tong…

 

Terdengar notifikasi Line dari Handphone Yogi.

 

Michelle          : Pagi Gie. Udah berangkat ke sekolah belum?

Yogi                 : Pagi juga Lei. Gue udah sampe sekolah dari tadi kok.

Michelle          : Gie, temenin aku sarapan dikantin dong.

Yogi                 : Gimana ya Lei. Gue males pagi-pagi gini ke kantin.

Mchelle           : Yah,,, Gie. Temenin dong, masa kamu tega biarin aku ke kantin sendirian.

Yogi                 : Yaudah deh, gue temenin lo ke kantin. Lo tunggu aja didepan kelas, sebentar lagi gue susul.

Michelle          : Makasih ya Gie.

 

Yogi hanya me-read chat dari Michelle. Setelah itu dia langsung pamit kepada Aryo dan Dendhi sebelum menuju ke kantin.

 

“Bro, gue ke kantin dulu ya.” Pamit Yogi.

“Mau ngapain lo Gie ke kantin?” Tanya Aryo bercanda.

“Beli Gundam Ar. Ya mau makan lah gue, sekalian mau nemenin Michelle.” Jawab Yogi dengan nada santai sambil bercanda.

“Wih,,, makin akrab aja nih lo sama Michelle.” Ucap Aryo.

“Kalo lo udah jadian sama Michelle jangan lupa traktir kita ya Gie.” Ucap Dendhi.

“Gampanglah itu. Nanti kalian minta aja ke bang Adi.” Ucap Yogi. Dia langsung berjalan menuju kelasnya Michelle.

 

Setelah Yogi pergi meninggalkan kelas kini sepasang sahabat itu langsung melanjutkan obrolan mereka tentang pertandingan sepakbola eropa yang semalam mereka tonton disudut kelas. Lima belas menit kemudian Adi baru sampai dikelas.

 

“Woy, Di. Tumben lo jam segini baru dateng?” Tanya Dendhi.

“Hehehe,,, tadi gue nganterin kak Ilen dulu ke kampusnya.” Ucap Adi sambil tersenyum. Mereka berdua hanya ber-Oh ria.

“Eh, itu muka lo kenapa Di?” Tanya Aryo yang penasaran.

“Oh, ini. Gak apa-apa kok, kemaren gue habis tolongin temen gue pas lagi digodain orang gak dikenal. Akhirnya, begini deh nasib gue sekarang.” Ucap Adi dengan santainya.

“Kayanya, temen lo itu cewek nih?” Tanya Dendhi sambil memasang tatapan curiga.

“Eh,,, it,,, itu. Iya sih, temen gue itu cewek.” Ucap Adi yang tiba-tiba menjadi gugup.

“Kok lo gugup gitu sih, Di? Jangan-jangan lo…” Ucap Dendhi yang memancing Adi agar mengakui perasaan Adi ke cewek yang sedang mereka bicarakan.

“Eh, btw. Adek gue kemana? Belum dateng?” Tanya Adi mengalihkan topik pembicaraan.

“Udah dateng kok dia. Tapi, sekarang dia lagi nemenin Michelle ke kantin.” Jawab Aryo.

 

Adi hanya ber-Oh ria dan tersenyum karena adiknya sedang dekat dengan seorang cewek, tepatnya dia sedang dekat dengan Michelle.

 

~Skip!~

 

Dikantin, Michelle dan Yogi sedang duduk disalah satu meja.

 

“Lo mau pesen apa Lei? Biar gue yang pesenin.” Tanya Yogi.

“Gak usah Gie. Aku bisa pesen sendiri kok.” Jawab Michelle.

“Gak apa-apa kok Lei. Lo mau pesen apa?” Tanya Yogi sekali lagi.

“Yaudah deh kalo kamu maksa. Aku mau pesen nasi goreng sama minumnya susu hangat aja Gie.” Ucap Michelle.

“Oke Lei. Lo tunggu sebentar ya, biar gue pesenin dulu.” Ucap Yogi.

 

Lima menit kemudian pesanan Michelle langsung disajikan dimeja yang mereka tempati.

 

“Loh, kamu gak sarapan sekalian Gie?” Tanya Michelle.

“Gue udah sarapan kok tadi dirumah. Lo makan gih buruan, nanti keburu dingin tuh makanan lo.” Ucap Yogi.

 

Michelle hanya mengangguk saja mendengar ucapan Yogi. Dia mulai memakan nasi goreng pesanannya tersebut. Belum lama Michelle memakan nasi gorengnya, tiba-tiba…

 

 

 

To Be Continued

Iklan

3 tanggapan untuk “Suki! Suki! Skip! Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s