My Future World Story Part 7

mine

 

“Hmmm……” ucap professor yang sepertinya sedang serius melihati kami bertiga

Fajarpun kebingungan entah apa yang dipikirkan oleh professor itu, lalu professor menyuruh Fajar untuk menjauh sebentar dari kami bertiga karena alasan tertentu, dan diapun berjalan memutari kami entah ada apa yang terjadi antara kami bertiga. Kamipun dibuat kebingungan oleh professor ini, sebenarnya apa maksudnya dari berjalan memutari kami ini

“Hmmm begitu yaa” ucap professor

“Sebenarnya apa yang dilakukan oleh professor ini sih, sampai-sampai memutari kami bertiga, gue beneran bingung nih” kata gue dalam hati

“Ahhh… professor, apa yang sedang anda lakukan yaa?” Tanya gue bingung kenapa dengan professor ini

“Tidak, saya hanya sedang meneliti dari kalian bertiga untuk mencoba benda saya yang sudah lama tak terpakai ini” ucap professor sekaligus menunjukkan benda itu ke kami

Benda yang ditunjuk oleh professor tersebut ialah benda yang dulunya pernah digunakan untuk menyalurkan kekuatan dari hantu hitam itu ke tubuh Fajar dan tubuh orang yang dulunya pernah menjadi kelinci percobaan professor itu

“Benda apa yaa ini prof? kelihatannya agak sedikit rusak lah prof” Tanya gue ingin tau tentang benda tersebut

“Benda ini adalah benda yang dapat menyalurkan kekuatan hantu hitam seperti punya Fajar itu kedalam tubuhnya, kamu dan adikmu pasti sudah melihat semua yang terjadi pada Fajar, iyakan?” ucap professor

“Iya sih prof saya udah melihat semuanya, pantesan kenapa waktu saya ketemu Fajar dulu saat saya ingin membunuhnya karena suatu alasan yang konyol pernah terjadi antara kami berdua, saat saya membunuhnya tiba-tiba saja dia bangkit atau bangun lagi seperti zombie termasuk adik saya juga udah melihat itu secara langsung dan kamipun terkejut melihatnya” kata gue menjelaskan

“Dan juga kenapa professor bisa tau hal itu? Padahal professor aja gak ada di TKP waktu itu, dan juga apa memang begitu yaa, kekuatannya bisa hidup lagi dan hantu hitam itu diciptakan untuk menyerang siapa saja yang menganggu pemiliknya?” Tanya gue

“Yaa saya bisa tau karena saya pernah bilang kepada Fajar “gunakan kekuatan itu untuk melindungi dirimu dari bahaya apapun” dan juga karena setahun yang lalu dia menyuruh saya untuk “menjelajah” semua tempat didunia ini karena keinginannya sendiri dan ada perintah dari saya juga, dan diapun lama gak pulang kesini jadi saya bisa tau kalau dia pasti ada masalah yang menghadangnya” jawaban professor untuk yang pertama

“Memang begitu kekuatannya karena sudah terjadi pada peristiwa di tahun 1990 yang dimana terjadi perlawana antar prajurit Afrika melawan prajurit “unknown”, mungkin kamu pernah mendengar sejarah tentang kekuatan ini sebelumnya, iyakan?” jawaban professor untuk yang kedua

“Iya prof saya pernah mendengar sejarah tersebut waktu di masa saya berada, hebat juga yaa anda ternyata bisa menebak setajam itu!” kata gue kagum dengan jawabannya

“Iya hahaha! Sebenarnya yang pertanyaan pertama itu benar apa yang kamu katakan, saya itu hanya menebak saja dan ternyata kamu menjawab benar dengan tebakan saya ini” ucap professor

“Sejarah? Sejarah apa yaa? Kok kita gak tau yaa” ucap mereka berdua dalam hati

Lalu gue dan professor pun bercakap-cakap sampai kami tertawa puas karena omongan yang gue lontarkan ke professor sementara Beby, Sinka, dan Fajar, kalau Fajar hanya bisa diam saja dan kadang-kadang ikut tertawa mendengar percakapan kami walaupun dia gak tau maksud dari dia tertawakan itu apa. Kalau Beby dan Sinka, yaahh mereka gak terlalu ingat karena mereka waktu itu tertidur karena cerita yang panjang lebar dari Fajar

“Aahhh… anu…” ucap mereka berdua yang sepertinya memanggil gue dan professor

Kamipun terus asyik ngobrol kayak perempuan yang sedang curhat dengan temannya

“Aahhh… anu…” ucap mereka berdua lagi

Karena saking keasyikan gue ngobrol dengan professor, sampai-sampai…

“WOOIIIII KAMPRET!!!” teriak Beby yang begitu kerasnya sampai-sampai otak kami *termasuk Fajar* bisa pecah keluar dari kepalanya karena saking kerasnya

Sontak saja kami bertiga kaget setengah mati karena suaranya yang mirip kayak dikasih TOA itu, dan Sinka… hanya bisa terdiam saja karena yaa begitu lah. Lalu gue dan professorpun akhirnya berhenti bicara karena tadi

“Nah, apa sekarang Beby bisa nanya sama kakak atau professor, sejarah apa yang kakak maksud itu?” Tanya Beby ke gue

“Anjir, seram banget tadi sampai-sampai gue gak bisa menutup telinga gue walaupun tadi yaa agak sempat menutup tadi, suara sang malaikat maut! Hahh!” ucap gue dalam hati

“Aahhh itu… sejarahnya ini panjang banget beb, mungkin kamu pernah kakak beritahu sebelumnya tentang sejarah itu kan sama Sinka?” kata gue

“Sempat mendengar sih tapi karena sejarah itu panjang lebar dan kami kira kalau kakak itu mengada-ngada, jadinya kami gak percaya tentang sejarah itu” ucap Beby

“Oh begitu yaa berarti kakak pernah dong memberitau itu ke kalian soalnya kakak kadang lupa-lupa ingat tentang hal begituan” kata gue

“Dan juga kak” ucap Sinka

“Hmmm apa itu sin?” Tanya gue bingung

“Ternyata, sejarah yang kakak ceritakan itu benar adanya kak karena kak Fajar yang mengalami hal itu dan sejak saat itu kami mulai percaya dengan apa yang kakak omongin itu. Ternyata kami meremehkan omongan kakak kami sendiri, hahhh begitu sakit rasanya seorang adik yang gak percaya dengan omongan kakaknya sendiri, kami minta maaf ya kak” ucap Sinka

“Iya kak, Beby juga minta maaf karena gak percaya omongan kakak, maafin ya kak” Bebypun juga meminta maaf karena ketidakpercayaan ini

“Loh kok pada minta maaf sama kakak? Seharusnya kakak yang minta maaf ke kalian, karena kakak waktu itu ngomongin tentang sejarah yang menurut kalian hanya mengada-ngada saja dan gak ada buktinya sama sekali, karena kakak sangat tertarik sekali dengan sejarah kekuatan hantu hitam tersebut dan juga kakak gak bisa menunjukkan buktinya ke kalian kalau kekuatan tersebut memang ada karena sangat susah mencari orang yang mempunyai kekuatan itu. Maafin kakak yaa, kalian gak perlu minta maaf karena dari awal sudah kakak yang salah” kata gue menjelaskan permintaan maaf tentang ketidakpercayaan yang sebenarnya berawal dari gue

“Hahhh gimana mau bilangnya yaa? Aku gak tau lagi harus ngomong apa sama kakak” ucap Sinka dan Beby dalam hati *kebetulan pikiran mereka sama

“Aahhh… kalau begitu, yaudah deh kami memaafkanmu kak” ucap mereka berdua

Lalu mereka berdua memeluk gue karena mungkin permintaan maaf gue ini menyentuh hati mereka berdua dan mereka berduapun memaafkan gue karena hal ini

“Makasih yaa, udah maafin kakak” kata gue

“Iya kak, sama-sama” ucap mereka berdua

Lalu kami bertigapun tersenyum bersama dengan riangnya

“Hmmm ada-ada saja Alvin ini, karena dia sendiri sih yang memulainya jadinya dia merasa bersalah gitu ke mereka” ucap Fajar dalam hati

“Hahhh, jadi begini ya keharmonisan antara kakak dan adik itu, begitu terharunya saya kalau sebagai orangtua mereka” ucap professor dalam hati

Tak berapa lama kemudian professorpun menghentikan semua ini

“Ehemm, sepertinya kalian begitu dekat satu sama lain dan sepertinya saling tolong menolong juga” ucap professor

Kamipun mendengar “kode” untuk berhenti dan kembali lagi seperti biasa

“Yaiyalah prof, seharusnya perhatikan dong saya ini lagi ngapain tadi, memangnya kami ini bukan keluarga apa, ya ampun prof prof” kata gue agak sedikit tegas

“Maaf-maaf kalau begitu, hahaha!” ucap professor

“Hahhh dasar pria tua bangka! Memangnya kami melakukan itu hanya sekedar bercanda aja apa, baru pertama kali ini gue ketemu orang seperti ini” ucap gue dalam hati

“Oh iya prof, tadi anda bilang sebelumnya “habis melakukan pekerjaan”, pekerjaan apa itu prof?” Tanya gue

“Oh itu, saya tadi lagi memperbaiki benda saya ini yang agak sedikit rusak karena udah lama gak terpakai lagi, jadinya saya memperbaikinya sekaligus memperbarui sistemnya suapaya gak terjadi hal yang tidak diinginkan” ucap professor memberitahu pekerjaan yang dilakukannya itu

“Ohhh begitu ya, pantesan aja professor terlihat sedikit kecapekan karena pekerjaan yang dilakukan seorang diri” kata gue

“Haha begitulah saya, soalnya saya gak mau melibatkan Fajar dengan pekerjaan yang menurut saya agak sedikit susah ini karena mungkin Fajar baru setahun sudah tinggal disini jadi dia masih belum mengerti tentang teknologi di masa depan ini” ucap professor

“Woohhhh keren juga kata-kata anda prof hehe!” kata gue

“Yaelah professor jangan diceritain juga kali, malah saya jadi kelihatan orang bodoh yang hanya numpang tinggal gitu! Hahhh!” ucap Fajar dalam hati

Lalu terlintas dalam pikiran Fajar tentang janji yang pernah gue buat sama Fajar

“Oh iya prof, saya ada cerita menarik nih yang mungkin anda belum ketahui” ucap Fajar

“Hmmm cerita apa itu?” Tanya professor

“Begini prof ceritanya, ada sebuah kisah dimana ada seorang laki-laki yang datang menghampiri saya lalu dia bilang ke saya kalau “apakah anda mempunyai kekuatan yang begitu menakjubkan sampai-sampai kekuatan tersebut katanya bisa membuat anda hidup abadi selamanya?” lalu saya menjawabnya dengan “iya saya mempunyai kekuatan tersebut, kekuatan itu memang menakjubkan tiada duanya dan saya bersyukur karena saya bisa hidup abadi dengan kekuatan ini” itulah yang saya katakan pada orang itu, karena orang ini mulai tertarik dengan kekuatan yang saya punya ini lalu dia bilang begini ke saya “bolehkah saya mempunyai kekuatan yang anda miliki ini?” dan saya menjawabnya “iya baiklah, tapi dengan satu syarat, syaratnya yaitu salah satu dari teman terdekatmu (perempuan) harus menjadi kekasih saya supaya saya bisa merasakan kebahagiaan yang begitu indahnya, bisa kan?”. Lalu orang ini berpikir dulu sebelum menjawab syarat tersebut, tapi karena dia menginginkan sekali kekuatan ini jadi dia menjawabnya dengan “baiklah saya setuju dengan anda” lalu terjadilah perjanjian antara saya dengan orang itu dan dia bilang “terima kasih banyak!” dan saya menjawabnya “iya sama-sama!”. Dan itulah cerita yang terjadi pada saya prof, gimana menarik kan?” Fajarpun menceritakan cerita yang sebenarnya ada unsur tentang perjanjian diantara gue dan Fajar

“Hmmm menarik juga sepertinya ceritamu ini Fajar, hebat juga kamu bisa yang beginian” ucap professor memuji ceritanya Fajar

“Hehe anda gak tau saya sih!” ucap Fajar tersenyum lebar

Saat mendengar cerita tersebut, entah kenapa gue kenal banget dengan perjanjian tersebut

“Hmmm kenapa kak Alvin? Kayaknya kakak gemetaran gitu” ucap Sinka yang melihat tingkah laku gue

“Iya sin benar, ada apa ya?” ucap Beby juga begitu

“T-tunggu sebentar!!, kayaknya gue kenal cerita tentang perjanjian ini, apa jangan-jangan…” ucap gue dalam hati

Saat gue melihat Fajar, Fajar langsung menaikkan satu alisnya sambil mengejek gue dengan mengeluarkan senyum jahatnya itu

“Bangsat!!! Loe jar!” ucap gue dalam hati sambil menunjukkan jari tengah gue yang artinya “FUCK YOU!!!”

“Lah! kenapa kak Alvin menunjukkan jari tengahnya ke kak Fajar?” ucap Sinka bingung melihat gue seperti itu

“Iya sin, apa jangan-jangan… kakak kenal dengan cerita tentang perjanjian itu yaa?” ucap Beby

Lalu guepun menghampiri Fajar dengan perasaan yang begitu kesal

“Sini loe jar!!!” kata gue menarik Fajar dari obrolannya dengan professor

“Loh, apa yang terjadi Fajar? Kenapa kamu ditarik oleh Alvin begitu?” Tanya professor

“Yahhh gpp kok prof, munkin dia ada urusan dengan saya hehe” ucap Fajar

Guepun menariknya dan membawanya ke tempat yang agak sedikit jauh dari tempat kami tadi, setelah sampai gue langsung mendorongnya ke dinding

“Bangsat!!! Loe jar! Kenapa loe ceritakan tentang cerita yang loe buat itu hah?!” kata gue sangat kesalnya

“Biarin aja daripada cuma diam begitu aja, gak akan ada kemajuan nantinya kalau loe diam aja” ucap Fajar

“Loe itu gak ngerti yaa jar, loe sampai ada membuat syarat yang loe bilang itu ke gue, gue sampai gak mau kalau adek gue tau tentang perjanjian itu, supaya kelihatan surpise nantinya!” kata gue

“Yahhh bodo amat lah walaupun adek loe tau atau nggak, nantinya bakalan ketahuan juga ujung-ujungnya” ucap Fajar

“Buat supaya itu gak ketahuan kampret!! Loe ini punya otak atau nggak sih!” kata gue

“Hahhhh terserahlah gue gak peduli, soalnya gue ini orangnya gak suka menunggu terlalu lama mending langsung ke intinya aja, kelar dah nantinya dan loe juga gak akan memikirkan itu lagi selamanya” ucap Fajar

“APA LOE BILANG, HAHHHH!!!” kata gue saking kesalnya

Sementara di sisi lain, professor dibuat kebingungan dengan hal barusan, kecuali Sinka dan Beby yang sepertinya tau maksud kenapa gue berbuat gitu ke Fajar

“Hahhh kenapa dengan mereka berdua yaa? Apa mereka mau berkelahi ya?” ucap professor

“Entah juga professor kamipun gak tau kenapa mereka begitu, atau jangan-jangan cerita yang diceritakan kak Fajar itu ada hubungannya dengan kakak kami, professor” ucap Sinka dan Beby hanya mengangguk saja

“Hmmm mungkin aja kali soalnya si kakakmu itu langsung main seret aja tadi dan wajahnya tadipun gak begitu kelihatan senang saat diceritakan tadi” ucap professor yang beranggapan begitu

“Kalau begitu kita tanya aja dulu prof, mungkin aja itu benar soalnya kakak kami saat kesini begitu antusias sekali ingin punya kekuatan yang dimiliki oleh kak Fajar” ucap Sinka

“Baiklah kita akan tanya dia nanti” ucap professor

Lalu mereka bertiga membicarakan sesuatu tentang ini lebih lanjut

Ditempat kami.

“Iya iya kalau begitu gue minta maaf soalnya kan udah gue bilang gue gak suka menunggu” ucap Fajar

“Kenapa tadi juga gak loe buat yang syarat dari gue yang itu “gue lakukannya di waktu yang tepat untuk melakukannya” hah? Biar supaya lebih jelas isi dari cerita yang loe buat itu” kata gue

“Yahhh kalau gue buat itu malah nantinya gak seru vin makanya gue gak buat yang itu” ucap Fajar

“Gak seru mata loe itu supaya professor tau kalau gue akan menepatinya saat di waktu yang tepat jar, bukannya professor itu berpikir gini “yang sabar aja kamu Fajar”, haduhhh Fajar fajar” kata gue

“Yahhh mau bagaimana lagi vin sudah terlanjur cerita begitu” ucap Fajar

“Hahhh loe ini bikin masalah jadi ribet aja kalau ada loe jar, yasudahlah kita kembali” kata gue

“Yah yah terserah loe aja deh vin mau ngomong apa, yaudah ayo gue gak mau lama-lama disini nanti loe ngelakuin hal aneh ke gue” ucap Fajar

“Kampret loe jar! Jaga omongan loe itu gue tusuk loe!” kata gue

mengancamnya

Selesai sudah dan kami langsung kembali.

Kamipun kembali ke tempat mereka tadi, tapi anehnya saat kami kembali wajah mereka kelihatan tenang dan agak sedikit terlihat “menyombongkan diri” gitu

“Loh! Kenapa kalian tenang begitu? Memangnya kalian gak khawatir kalau kalian pikir kak Alvin/saya tadi ingin memukul Fajar karena kesal dengan cerita itu?” Tanya gue

“Alvin! Sepertinya saya tau maksud kami tadi kenapa sampai kamu menyeret Fajar saat selesai bercerita tadi” ucap professor

Saat mendengar omongan professor itu, gue kaget gak tau harus ngomong apa karena pasti tadi gue langsung main seret Fajar aja dan gak bilang ke professor kenapa gue seperti itu

“Ahhh… hah! memangnya anda tau maksud saya kenapa saya begitu, tadi kan udah dibilang sama Fajar kalau dia ada urusan sama saya” kata gue

“Hmmm kamu pikir saya ini bodoh apa? Jelas-jelas kamu tadi seperti menghindarkan Fajar dari saya, pasti cerita itu ada hubungannya denganmu, iyakan?” ucap professor yang membuat gue semakin gak bisa berkata lagi

Guepun dibuat tak berkutik lagi, karena gue gak tau mau ngomong apa lagi yasudahlah gue menyerah dan betul juga apa yang dikatakan Fajar “gak akan ada kemajuan kalau loe berdiam aja”

“Hahhhh baiklah saya menyerah deh, saya gak tau mau ngomong apa lagi, yang dikatakan oleh professor itu benar alasan saya menyeret Fajar tadi karena cerita tersebut ada hubungannya dengan saya dan asal professor tau cerita tersebut sebenarnya adalah perjanjian yang saya buat sama Fajar untuk mempunyai kekuatan yang sama dengannya” kata gue menjelaskan cerita tersebut

Sontak mereka bertiga kaget mendengar hal yang sebenarnya dari cerita itu

“Berarti yang ”satu syarat, syaratnya yaitu salah satu dari teman terdekatmu (perempuan) harus menjadi kekasih saya” itu, jangan-jangan….” Ucap mereka berdua lalu menengok ke gue

Lalu gue mengisyaratkannya ke mereka begini, *lengan gue menyilang lalu gue menunjuk gue sendiri lalu langsung menunjuk ke Fajar dan  tangan gue membentuk seperti mulut berbicara*

“Bukan kakak tapi kak Fajar yang bilang begitu” mereka berdua menerjemahkannya seperti itu dan langsung menengok ke Fajar

Dan Fajarpun hanya bisa tersenyum paksa karena keadaan ini

“Ohhh begitu maksud dari cerita itu ternyata kamu juga ingin mempunyai kekuatan yang sama dengan Fajar?” Tanya professor

“Iya prof itu maksud dari ceritanya saya juga ingin mempunyai kekuatan yang sama dengan Fajar hehe” jawab gue

“Terus kenapa juga kamu gak bilang ke saya daritadi? Kamu malu ngomong sama saya langsung dan kamu pasti minta bantuan sama Fajar? Iyakan?” ditanya lagi

“Maaf ya prof saya gak bilang itu dari awal, saya bukannya malu prof dan minta bantuan ke Fajar tapi yaa saya gak bisa kasih tau kalau ada adik saya prof soalnya di perjanjian itu ada hal yang berkaitan dengan adik saya” jawab gue

“Ohhh begitu… ada-ada aja kamu ini vin sampai menyangkut adikmu juga di perjanjian tersebut, terus juga kenapa kamu tadi? Kamu gppkan?” ucap professor

“Ahhh itu prof sebenarnya….” Kata gue sambil menyuruh professor melihat mereka berdua dan melihat Fajar juga

“Ohhhh begitu yaa kak Fajar, jadi kak Fajar membawa kakak dan kami kesini karena kakak ingin memiliki kekuatan tersebut dengan syarat salah satu dari kami… mau jadi pacar kakak, iyakan!!?” ucap mereka berdua sambil memperkuat tangan mereka

“Ahhh itu… benar gak ya? Haha” ucap Fajar berpura-pura tidak ingat

“Hmmm kalau begitu, kakak harus menerima sesuatu dari kami dulu sebelum itu” ucap Beby

“Ahhh… apa itu?” ucap Fajar pura-pura polos

Mereka berdua langsung mendatangi Fajar dengan tangan siap diluncurkan, tapi karena gue dan professor gak mau ada kejadian begini, guepun segera menyelamatkan Fajar dari siksaan ini

“Tunggu dulu kalian berdua! Sebenarnya ada tambahan lagi setelah itu” kata gue

“Kalau begitu apa? Jangan-jangan kakak setuju dengan syarat itu” ucap Beby

“Huhhh akhirnya loe menyelamatkan gue vin, benar-benar malaikat penolong loe!” ucap Fajar dalam hati

Guepun mengatakan tambahan itu supaya mereka tidak salah paham dan berhenti melakukan hal yang tidak gue inginkan dan juga professor

“Oh begitu yaa, jadi intinya kakak masih ragu ingin menjalankan itu makanya tadi kakak bilang “di waktu yang tepat untuk melakukannya”, huhhh syukurlah kalau aja sekarang melakukannya” ucap Beby

“Iya kak Sinka kira sekarang dilakukannya ternyata nggak” Sinka juga berkata seperti itu

“Mendengar kata-kata tersebut gue yakin pasti Fajar merasa tertusuk hatinya, tapi entah kenapa saat gue melihat Fajar, dia jadi kelihatan gak senang gitu, kalau gue hubungkan dengan curhatannya waktu itu gue benar-benar yakin pasti hatinya hancur lebur karena omongan mereka barusan, gue merasa kasihan aja sama dia tapi dia mau aja menerima syarat dari gue itu dengan senang hati jadinya yaa gue pikir dia gpp dengan hal barusan” ucap gue dalam hati

“Yahh… sepertinya saya mengerti situasi seperti ini, jadi Fajar ini awalnya menawarkan sebuah kekuatan yang sama seperti dia dengan syarat seperti itu dan si Alvin menerimanya dengan syarat juga seperti itu, dan juga si Fajar mendengar omongan mereka berdua barusan yang pastinya menyakitkan hatinya karena si Alvin bilang “di waktu yang tepat” dan mereka berdua berpikir tidak sekarang melakukannya dan yang pasti Alvin juga berpikiran sama seperti saya yaitu merasa kasihan dengannya, hahhh anak zaman sekarang” ucap professor dalam hati menjabarkan semua yang terjadi

Karena gue sama professor gak mau berlama-lama ikut meratapi nasib si Fajar, guepun mencoba mengalihkan situasi saat ini agar semuanya tidak kaku begini

“Oh iya prof saya baru aja ingat sekarang, haduhhh saya kelupaan deh” kata gue

“Apa itu?” Tanya professor

“Maafin yaa tadi prof saat kita ngobrol tadi dan si Beby bilang begitu ke professor, saya jadi gak enak karena baru aja ingat” kata gue

Saat gue bilang itu, Bebypun juga akhirnya ingat tentang tadi

“Waduhhh Beby juga lupa nih professor, maafin yaa prof tadi Beby bilang begitu ke professor soalnya Beby sama Sinka ini sama-sama orang yang ingin tahu sesuatu, jadinya begitu deh hehe! Maaf yaa prof” ucap Beby meminta maaf

“Iya gpp kok, lagian saya juga gak terlalu memikirkan hal tersebut, mungkin Beby aja kali yang keceplosan ngomongnya” ucap professor

“Hehe! Iya prof saya tadi keceplosan” ucap Beby

“Yasudah kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai saja prof percobaannya?” kata gue

“Eh? Kamu bersedia mencoba benda saya ini? Atau adikmu yang ingin mencobanya?” ucap professor

“Saya bersedia kok prof, lagian professor udah tau cerita yang sebenarnya itu perjanjian saya dengan Fajar, jangan adik sayalah prof saya gak mau terjadi apa-apa dengan adik saya biar saya saja yang mencobanya” kata gue

“Hmmm betul juga sih katamu vin, baiklah kalau kamu yang ingin mencobanya jangan salahkan saya ya kalau terjadi apa-apa” ucap professor

“Iya prof saya bersedia, saya siap seperti api yang membara!” kata gue

“Iya iya saya tau kok, haha!” ucap professor

“Oh iya, sebelum itu saya ingin menyemangati Fajar dulu karena dia sudah menepati janjinya untuk membawa kamu kesini” ucap professor

“Silahkan prof, soalnya saya gak enak aja sama Fajar karena gak berterima kasih padanya” kata gue

Lalu professorpun melakukan hal yang dia lakukan itu, entah apa yang ada didalam pikiran professor itu sampai-sampai dia seperti mengatakan sesuatu yang membuat Fajar merasa bersemangat lagi seperti biasanya dan guepun gak memikirkan itu dan hanya senang melihat Fajar kembali bersemangat karena mentalnya sudah dihancur oleh adik gue

Dan segera kami memulai melakukan percobaan untuk menyalurkan kekuatan tersebut ke dalam tubuh gue dan professor meminta mereka bertiga untuk tidak mendekat saat percobaannya dimulai kalau misalnya saja terjadi hal yang tidak diinginkan, guepun segera masuk kedalamnya sementara professor menyiapkan semua system atau apapun itu yang dibantu juga oleh Fajar

“Apa kamu sudah siap vin?” Tanya professor

“Saya sudah siap prof dan saya menerima resikonya” jawab gue

“Baiklah kalau begitu, Ini dia!” ucap professor mulai menyalakan benda/mesinnya

Benda/mesinnya pun menyala dan benda tersebut sepertinya mulai menyalurkan kekuatan itu ke dalam tubuh gue soalnya gue mulai merasakannya, gue yakin sekali kalau mesinnya berjalan lancar karena tidak ada kendala apapun dan guepun mengatakan itu ke professor

“Professor, akhirnya benda ini berjalan lancar tanpa kendala apapun” ucap gue

Sontak, mereka yang mendengarnya akhirnya yaa senang gitu karena kata gue tadi dan berhasil melewatinya, namun saat beberapa menit kemudian entah kenapa tubuh gue mulai merasakan dingin yang masuk kedalam tubuh gue ini tapi karena gue melihat mereka senang benda ini gak ada masalah, guepun terpaksa diam saja. Beberapa menit kemudian, sesuatu yang terjadi dan hal tersebut adalah…

*System Error! System Error! System Error!

“Hahhh?” ucap professor dan Fajar

Anehnya benda/mesin itu mulai mengalami kegagalan dan sontak saja professor dan Fajar kaget kenapa bisa gagal/error gitu

“Lah! Lah! kenapa ini?!” ucap professor mulai panik

“Hah? Ada apa professor?” ucap mereka berdua kaget mendengar kepanikan dari professor

Professorpun mulai panik gak karuan dan Fajar juga begitu, tapi yang lebih paniknya lagi… gue harus apa di dalam sini!!? Guepun gak bisa berpikir jernih karena ini dan gue berpikiran kalau…

“Apa jangan-jangan… dingin yang mulai masuk kedalam tubuhku ini ada hubungannya dengan kegagalan/error pada mesin ini?” ucap gue dalam hati

Merekapun tak lupa dengan gue yang ada didalamnya dan merekapun melakukan sesuatu untuk menghentikan ini

“Fajar! Cepat kamu buka pintunya untuk ngeluarin Alvin, sementara professor memperbaiki system disini!” ucap professor

“B-baiklah prof saya akan melakukannya!” ucap Fajar

Mereka berduapun bergerak cepat sementara Sinka dan Beby hanya berdoa untuk keselamatan gue

“VIN!!! *sambil berusaha membuka pintunya* LOE GAK KENAPA-KENAPA KAN DIDALAM SITU!!?” teriak Fajar dari luar

“IYA!!! GUE GAK APA-APA!!” jawab gue

Walaupun gue ingin memberitahu kalau kekuatan hantu hitam yang disertai dingin ini udah terlalu banyak masuk kedalam tubuh gue dan guepun gak bisa menahannya terlalu lama, tapi gue harus bisa menyembunyikan rasa dingin ini dari mereka dan pada akhirnya…

“Professor!!! Bagaimana? Apa udah selesai? Saya gak bisa membukanya karena tadi dikunci!” ucap Fajar

“Ini professor lagi berusaha memperbaikinya! Tunggu sebentar lagi!” jawab professor yang masih fokus dengan yang dia kerjakan

Mereka berduapun saking “semangat”nya menyelesaikan ini semua dan Beby dan Sinka terus melakukannya, setelah beberapa menit lewat dan akhirnya…

*System has stop failed and the machine was turned off! Thank you to use this machine!

“Hahhh… akhirnya… BERHASIL!!!” ucap professor dengan semangatnya berhasil menghentikan kegagalan mesin ini

Kami bertigapun ikut senang karena professor udah berhasil menghentikannya dan pintu mesin itupun terbuka otomatis lalu Fajar melihat keadaan gue didalam, tapi ternyata gue langsung tidak sadarkan diri saat pintu dibuka dan terjatuh kebawah

“Hah? ALVIN!!!” teriak Fajar begitu histerisnya

Sontak mereka kaget dan langsung mendatangi Fajar karena gue tidak sadarkan diri

“Hah? Kakak? Kakak?! Kakak!!!” ucap mereka berdua

Professor kaget melihat gue tidak sadarkan diri, tapi anehnya lagi professor melihat hawa dingin yang keluar di dalam mesin itu

“Loh? Kok ada hawa dingin yang keluar dari mesin itu?” ucap professor dalam hati kebingungan melihat ini

Professorpun segera mencek tubuh gue apakah benar adanya

“Ahh… permisi sebentar, professor ingin mencek tubuh Alvin dulu sebentar” ucap professor

Professorpun mencek tubuhku, namun anehnya professor tidak merasakan dingin yang ada didalam tubuh gue

“Hah? Kok aneh begini? Saya tidak merasakan dingin yang ada didalam tubuhnya sama sekali! Apa jangan-jangan… dia saja yang merasakan dingin ditubuhnya? Tapi saya harus menyuruh mereka untuk mencek tubuhnya Alvin dulu, apakah saya yang salah atau benar adanya” ucap professor dalam hati

“Ahhh… apakah kalian bisa mencek tubuh Alvin dulu sebentar?” ucap professor

“Hmmm kenapa prof? memangnya ada yang salah dengan tubuh kakak?” ucap Sinka

“Iya prof, memangnya ada hal aneh didalam tubuh Alvin?” ucap Fajar

“Yaa pokoknya kalian cek sajalah dulu tubuhnya” ucap professor

Mereka bertigapun mencek tubuh gue, tapi ternyata sama dengan pemikiran professor, mereka tidak merasakan apapun didalam tubuh gue

“Tidak ada prof, kami bertiga tidak merasakan apapun didalam tubuhnya” ucap Fajar

“Ternyata benar apa yang saya katakan, sepertinya Alvin saja yang merasakannya” ucap professor dalam hati

“Baiklah kalau begitu, maaf saya menyuruh kalian untuk melakukannya, tapi kita harus membangunkannya dulu” ucap professor

“Iya prof tidak apa-apa, ayo kita bangunkan” ucap kami bertiga

Merekapun membawa gue ke tempat ruang tamu, beberapa menit kemudian akhirnya gue terbangun juga dari saat gue tidak sadarkan diri

“Mmmmm… *membuka mata gue* di-dimana gue?” kata gue baru bangun

“Sekarang loe ada di ruang tamu!” ucap Fajar dengan semangatnya

Guepun kaget melihat Fajar ada di samping gue, baru bangun malah adik gue langsung memeluk gue karena sangat khawatirnya

“Iiiihhhh…. Kakak ini, selalu aja membuat kami khawatir, kami benar-benar takut tau kalau sampai kakak meninggal tadi” ucap mereka berdua

“Iya tuh Sinka Beby, kakakmu itu selalu membuat kalian khawatir, pantesan aja kalian tadi banyak berdoa untuk keselamatan kakakmu itu” ucap Fajar

“Hahhh… loe pikir aja sendiri jar gimana rasanya gue tadi ada didalam situ sambil menahan rasa dingin yang luar biasa” kata gue

“Hah? Dingin? Kakak ngomong apa?” ucap Sinka

“Iya vin loe ngigau yaa?” ucap Fajar

“Opssss! Gue keceplosan, jangan sampai mereka tau termasuk professor juga kalau gue menerima selain kekuatan hantu hitam ini” ucap gue dalam hati

“Ahhh… gpp kok, maksudnya… menahan pengen buang air kecil aja tadi hehe!” kata gue

“Hahhh!? Kakak ini benar-benar aneh deh, mana ada sampai segitunya menahan buang air kecil! Haduhhh capek deh!” ucap Sinka

“Vin vin, ada-ada aja alasan loe itu” ucap Fajar

“Haha! Maaf, oh iya prof bagaimana ini prof, apa saya sudah menerima kekuatan ini atau belum” kata gue

“Hmmm… entahlah, tapi sepertinya kita coba dulu apa sudah atau belum” ucap professor

“Sepertinya saya harus merahasiakan ini dari mereka bertiga kecuali Alvin yang sepertinya tahu betul saat kejadian tadi” ucap professor dalam hati

“Baiklah prof, ayo kita coba dulu, semoga aja ada” kata gue

Guepun melakukan tes yang sama seperti Fajar yaitu menusuk di jantung, guepun melakukannya bersama professor kecuali mereka bertiga yang duduk melihat saja

“Apa kamu tak takut kalau kamu mati beneran?” Tanya professor

“Tidak, saya tidak takut karena saya yakin sudah ada didalam tubuh saya” jawab gue

“Hmmm ternyata kamu tidak takut yaa, baiklah saya akan men-testnya” ucap professor

Professor berjalan dengan santainya ke arah gue tapi gue tau professor pasti mengeluarkan pisaunya nanti makanya gue tau betul soalnya yaa diceritain sama Fajar. Semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya…

*jleb!!* Pisaunya pun menusuk jantung gue dan gue terjatuh ke bawah dan mengeluarkan banyak darah, lalu mereka bertigapun melakukan doa untuk semoga gue hidup lagi begitu juga dengan professor. Ditunggu berapa menit, akhirnya keajaiban terjadi, professor melihat gue mengeluarkan partikel hitam didalam tubuh gue dan guepun akhirnya hidup lagi dan guepun langsung bangun, akhirnya gue sekarang mempunyai kekuatan yang sama dengan professor dan juga Fajar. Syukurlah!!

“Yahhh! Akhirnya saya mempunyai kekuatan tersebut, jadi begini yaa rasanya bisa hidup lagi setelah mati tadi” kata gue

Merekapun ikut senang karena keinginan gue dapat terkabulkan

“Selamat! Kamu sekarang seperti saya dan Fajar yang hidup abadi selamanya!” ucap professor

“Hehe iya prof” kata gue

Fajar, Sinka dan Bebypun berkata demikian lalu ngobrol-ngobrol dengan gue tentang segala macam hal dan professorpun membiarkan mereka ngobrol-ngobrol, namun professorpun merasakan tangannya dingin sekali seperti membeku

“Kenapa tangan saya dingin sekali yaa? Saya pikir saat dia terbangun tadi dingin yang ada ditubuhnya itu sudah hilang, ternyata…” ucap professor dalam hati saat melihat ke arah pisau

Betul saja ternyata pisau yang digunakan tadi membeku karena darah tadi, tapi hanya bagian yang tajamnya saja dan professorpun dibuat kebingungan kenapa bisa terjadi

“Hah? Kenapa bisa begini? Apa jangan-jangan si Alvin…” ucap professor dalam hati kaget saat melihat pisau yang ada ditangannya

“Hmmm prof? ada apa prof? kenapa kaget gitu?” Tanya gue

“Ohhh… mmmm… gpp kok saya hanya kaget kamu sekarang seperti saya dan Fajar” ucap professor langsung menyembunyikan pisau tadi ke belakangnya

“Ohhh gitu yaa, saya kira apa tadi” ucap gue lalu kembali ngobrol dengan mereka

“Sepertinya kamu nggak sadar ternyata ada kekuatan lain yang tersembunyi didalam tubuhmu itu selain kekuatan yang kamu punya sekarang” ucap professor dalam hati

Dan guepun tanpa menyadari ternyata punya satu kekuatan lagi yang tersembunyi yaitu kekuatan es yang secara misterius timbul saat gue didalam mesin itu, yang entah juga kalau professor pikir terletak di bagian manakah yang terjadi kerusakan pada mesin ini sehingga semua ini bisa terjadi

Bersambung

Note : Maaf yaa kalau gambarnya jelek soalnya saya masih amatir kalau tentang mengedit foto tapi #gapapajelekyangpentingsombong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s