Weird Love, Part 2 : Christi.

weird-love-cover

Aku masih memikirkan kejadian tadi siang saat aku bertemu dengan Chris, aku merasa kasihan dengan nya jiwa yang rapuh di dunia yang keras. Aku ingin membantu nya tetapi aku tak tahu bagaimana, jika saja ada sedikit petunjuk bagaimana cara nya pasti akan coba ku lakukan.

Handphone ku berbunyi karena sebuah notifikasi pesan masuk, ku check dan itu berasal dari Chris yang lain Christi.

“Oyy Jin udah nonton episode tantara yang baru nggak.?” bunyi pesan nya.

“Yaelah jangan spoiler,” balas ku.

“Wkwkwkwk ezzory, BTW lu nggak apa apa kan tadi siang lo nge-line ada cowok serem yang ngikutin lo,”

Apa ku ceritakan pada Christi niatan ku untuk membantu Chris, aku tak tahu apakah dia akan menanggapi dengan serius karena dia lebih sering bercanda dengan ku. Tetapi dia adalah orang yang bijak, meski penampilan nya seperti anak kecil tetapi dia sangat dewasa dalam menanggapi masalah.

Dia pernah mendamaikan Yuri dan Lintang yang bertengkar karena Lintang tak sengaja membuat alat catok Yuri rusak, dan Christi lah yang mendamaikan mereka berdua. Dia juga sering mendengarkan curhatan ku dan memberikan saran untuk masalah ku, dan aku rasa dia orang yang tepat bagi ku untuk menceritakan masalah Chris.

Nggak apa apa, tuh cowok juga ternyata fans,”

Trus.?”

“Ya kita ngobrol,”

Lo kasih tiket nggak ? ato lo suruh tebus pas HS.?”

“Nggak lah,”

“Wah ntar Jiro marah loh, lagian tumben tumbenan lo baik salah makan ya.?”

Weiiii, gue mah baik dari dulu. Eh BTW besok nongki yok di cafe habis latihan,”

Traktir ya.?”

“Iya iya,”

Weiii lagi baik ya udah sip sipp,”

Udah ah mau bobo,”

Bobo yang bagus ya nak,”

“Iya mak,”

Untuk pertama kali nya aku ingin membantu seseorang yang baru ku kenal, tapi itu urusan besok sekarang episode baru Tantara sudah keluar dan aku harus mendownload nya setelah itu baru aku bisa tidur dengan tenang.

Keesokan hari nyasetelah latihan aku dan Christi langsung pergi ke cafe yang berada di area food court, dan karena aku berjanji akan mentraktir nya Christi dengan beringas nya memesan banyak makanan. Cake, coklat serta dua gelas ice cream sementara aku hanya memesan segelas latte, dia tersenyum tanpa dosa memakan semua itu di depan ku.

Tumben lo mau bayarin ada mau nya ya.?” ucap Christi sambil mengaduk ice cream nya.

Gue Cuma mau minta saran aja sih,”

“Saran apa.?”

Lo masih ingat cowok serem yang gue ceritain kemarin.?”

“Iya kenapa.?”

Aku pun menceritakan kepada Christi semua nya tentang Chris dan tentang niat ku untuk membantu nya, dia hanya mengangguk sambil menyendok Vanilla cake ke mulut nya, meski aku tak yakin dia mendengarkan ku tetapi aku tetap menceritakan semua nya.

“Jadi gimana.?”

“Hmmm susah sih, lagian lo nggak tahu itu benar ato nggak,”

“Maksud nya.?”

“Gini ya Jinan sayang, lo kan baru kenal sama tuh cowok. Trus lo nggak curiga dia cerita semua masalah nya termasuk Ibu nya yang kejam ? kalo gue sih ragu,”

“Iya juga sih, tapi kalo emang dia bohong buat apa coba. ?”

“Ya mungkin dia pengen lo kasihan, trus mungkin bisa macarin lo kali. Trus masa iya dia nggak kenal jeketi, tukang sayur depan komplek gue aja tahu siapa Nabillah,”

Kata kata Christi memang ada benar nya, tentang bagaimana mudah nya Chris menceritakan semua masa lalu kelam nya. Apa aku yang terlalu polos sehingga tak menyadari itu semua ? tapi bagaimana jika semua ucapan Chris benar ? bagaimana jika memang dia butuh bantuan ku.?”

“Gimana kalo kita cari tahu aja.?” Tanya ku.

“Hah ? maksud nya.?”

“Gini kemarin dia janji bakalan datang ke theater, gimana kalo kita ikutin dia buat cari tahu.?”

“Maksud lo kita ngezombie.?”

“Ya nggak separah itu juga, Cuma buat cari tahu dia bohong ato nggak,”

“Hmmm,”

“Ayolah lagian lo udah gue bayar,”

“Kapan.?”

“Nih,” ucap ku sambil menunjuk semua makanan yang ada.

“Kan bener ada mau nya,” ucap Christi dengan muka sebal.

“HE,”

“HE,”

” HE,”

“Ya udah tapi kalo ada masalah lo yang tanggung jawab,”

“Iya tenang.”

Beberapa hari kemudian Chris masih belum datang ke theater, kami berdua sudah memata matai fans yang datang ke theater. Cukup sulit karena Cuma aku yang tahu bagaimana wajah Chris, sehingga Christi harus terus menunjuk seorang fans dan meminta ku untuk memastikan apakah dia yang kami cari. Sudah hampir seminggu dan aku hampir setuju dengan ide Christi untuk membatalkan ini semua.

“Itu bukan,” ucap Christi dengan malas.

Ku lirik sedikit orang yang ditunjuk Christi dan kemudian aku mengeleng karena bukan dia yang kami cari, aku memandangi lautan manusia yang berada di depan theater mencoba mencari Chris tetapi tak ada tanda tanda keberadaan nya.

“Tuh yang pake jaket ijo bukan.?”

“Yang mana.?”

“Tuh yang diri di pojokan.”

Aku mencoba mencari pria yang dimaksud oleh Christi, dan ternyata itu Chris sedang berdiri di ujung barisan dengan wajah bingung.

“Itu bener,” ucap ku.

“Serius.?”

“Iya, itu cowok yang kemaren gue yakin,”

“Bagus deh kalo gitu kita tinggal nunggu dia pulang trus kita ikutin.”

“Akhir nya,”

“Eh beliin gue minum dong haus nih,” pinta Christi.

“Ahhhh males,”

“Lo malas amat sih, udah beliin sana gue yang jagain gebetan lo,”

“Ih apaan dah,”

“Sana,” ucap Christi sambil mendorong ku.

“Iya iya,”

Aku pun pergi membeli minuman, selain karena aku capek mendengar rengekan Christi juga karena dia mulai mengejek ku dengan menjodoh jodohkan ku dengan Chris. Aku membeli dua kaleng soda dan kembali hanya untuk menemukan Christi sedang ngobrol dengan Celine, dan seperti biasa Celine hanya diam saat Christi berbicara tanpa henti.

“Nih,” ucap ku memberikan sekaleng soda kepada Christi.

“Maacih,”

Aku pun duduk disebelah Christi mendengarkan dia berusaha mengajari Celine tentang BTS, Celine hanya mengangguk sambil tersenyum, eskpresi nya yang biasa.

“Celine sendirian aja.?” Tanya ku.

Nggak tadi Celine makan bertiga sama Kak Kinal sama Kak Gaby,” jawab Celine.

“Terus mereka kemana.?” Tanya ku lagi.

Nggak tahu tadi Celine ditinggalin,” jawab nya.

“Duh kasian Celine ku, sini kak Kiti peyuk,”

Christi memeluk Celine seperti adik kecil nya sendiri, Christi menarik tangan ku agar aku ikut berpelukan tetapi aku menolak nya karena aku tak mau terlihat seperti Teletubis. Aku kembali mengalihkan pandangan ku ke Theater, dan Chris seperti orang kebingungan yang jalan bolak balik. Tunggu bukan kah Chris tak pernah datang ke theater, pasti dia tak tahu apa yang harus dilakukan, mungkin karena itu dia dari tadi seperti orang tak tahu arah.

“Kenapa nan.?”

“Itu si Chris kan nggak pernah theateran, jadi dia pasti bingung mau ngapain,” jawab ku.

“Oh iya, tuh liat kayak cacing kepanasan. Bolak balik nggak jelas,” sambung Christi “Tapi bagus dong, kalo dia nggak jadi theateran berarti kita bisa langsung ngikutin ngikutin dia. Soal nya dia langsung pulang,”

Aku rasa Christi benar, jika dia tak jadi theateran berarti semakin cepat juga kami bisa memastikan omongan nya. Tetapi aku merasa kasihan melihat dia yang kebingungan, terlebih dia hanya menepati janji nya kepada ku.

“Ya udah kita tungguin aja.”

Meski aku lebih ingin membantu Chris tetapi aku lebih ingin membuktikan segala perkataan nya kemarin, ada sesuatu yang membuat berharap semua itu benar, aku ingin membuktikan kepada Christi jika semua itu bukan hanya kebohongan. Karena itu aku mengurungkan niat ku untuk membantu Chris.

Aku melihat Chris akhir nya membatalkan niat nya, dia terlihat pulang sambil menundukan kepala nya.Celine akhir nya pulang setelah dijemput oleh Ibu nya sehingga aku dan Christi bisa mengikuti Chris dari jauh, terasa aneh mengikuti seorang fans pulang dari theater, aku hanya berharap tak ada fans lain yang menyadari apa yang aku dan Christi lakukan.

Kami mengikuti Chris yang pulang naik motor pulang dengan mengunakan taksi, butuh hampir dua jam sampai Chris berhenti dan masuk ke salah satu rumah di pinggir pelabuhan. Rumah itu cukup besar dengan pagar tinggi, dan seorang satpam dengan sigap membuka pagar untuk Chris.

“Kaya tuh gebetan lo,” ucap Christi.

“Apaan,  tapi yang penting sekarang kita gimana.?”

“Maksud nya.?”

“Ya kita kan mau mastiin omongan dia kemarin, tapi lu liat pagar rumah nya tinggi gimana kita mau mastiin,”

“Hmmmm,”

“Maaf mbak udah nyampe,” ucap pak supir.

Aku dan Christi memutuskan untuk turun karena kami belum tahu apa yang akan kami lakukan, kami duduk di bangku yang ada di pinggir jalan tepat diseberang rumah Chris. Menit demi menit berlalu hingga tak sadar langit sudah berubah warna menjadi oranye, dan kami masih tak tahu apa yang harus dilakukan.

“Udah yuk pulang aja,”

“Trus ini gimana.?” Tanya ku.

“Besok aja deh cape, lagian kita udah kayak zombie beneran nunggu didepan rumah,”

“Ya udah ayo,”

Kami pun pulang mengunakan taksi karena aku juga sudah merasa capek, meski tujuan ku belum tercapai tetapi tak ada guna nya memaksakan nya sekarang. Masih ada hari esok, tapi rasa penasaran dalam diri ku masih terus menganggu hingga membuat ku terjaga meski tengah malam sudah lewat dua jam yang lalu.

“Mak nggak bisa bobo,” isi pesan yang ku kirimkan ke Christi.

Tak ada jawaban, mungkin dia sudah terlelap tidur. Aku yang tak tahu harus ngapain akhir nya memutuskan untuk menonton episode final dari Tantara, selain karena aku penasaran juga agar Christi tak bisa spoiler tentang itu.

“Oiii gila tidur,” isi pesan balasan Christi yang masuk.

“Nggak bisa bobo,”

“Mau gue ajarin gimana bisa langsung bobo.?”

“MAU,”

“Pertama lo baring,”

“Iya udah,”

“Kedua lo merem,”

Berbagai macam emoticon ku kirim karena kesal.

“Yemaap, lagian lo aneh sih udah subuh ngeline,”

“Lo sendiri kenapa masih bangun.?”

“Mau streaming MAMA gue nanti jam empat,”

“Ohhh,”

“Mau curhat.?”

“Mau,”

Christi memang tahu apa yang ku butuhkan,karena ini bukan pertama kali nya aku mengalami masalah dan curhat kepada nya, meski tak selalu memberikan ku solusi tetapi menceritakan masalah ku pada nya selalu bisa membuat perasaan ku lega, jadi aku pun menceritakan apa yang membuat ku terjaga sampai sekarang kepada nya.

“Lo jatuh cinta tuh sama si Chris,”

“Ahhh gila lo,”

“Nah sekarang lo pikir apa lagi coba alasan nya,”

“Ya mungkin gue Cuma penasaran,” balas ku bukan membela diri.

“Ok, kalo gitu gue mau nanya.?”

“Apa.?”

“Kalo si Chris tadi jadi theateran trus ngeliat kak Naomi yang bahenol trus ngoshiin gimana perasaan lo.?”

“Biasa aja,”

“Yakin.?”

“Iya lah,”

“Kak Naomi seksi banget loh, bisa bisa si Chris jatuh cinta,”

Aku mematikan handphone ku dan berusaha untuk terlelap, tak memperdulikan pesan Christi yang beberapa kali masuk.

 

Footnote.

Tantara : drama Korea dengan judul lain entertainer.

BTS : sebuah boyband Korea.

MAMA : Mnet music award, salah satu penghargaan music di Korea.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s