My Future World Story, Part6

Beberapa jam kami berjalan dan akhirnya kami masuk kedalam hutan tempat yang menurut gue professor itu berada. Setelah kami masuk kedalam hutan, ternyata pohon-pohon yang gue liat disitu sangat tinggi, luas, dan sangat menyejukkan di dalam hutan tersebut sampai-sampai gue kepikiran kalau gak nyangka si professor itu bisa membangun tempat di hutan seperti ini padahal pohon disini tinggi-tinggi

“Wow tinggi banget pohon-pohon disini jar” kata gue kagum dengan hutan ini

“Yaa namanya juga hutan vin, haduhhh loe ini kek orang bodoh loe” ucap Fajar

“Hehe, yaa gue kira yaa hutan yang loe ceritakan itu gak kek gini” kata gue

“Haaahhh ngapain juga gue harus ngasih tau loe tentang hal kek gituan” ucap Fajar

“Habisnya loe gak ngasih tau gue kalau hutannya begini maka luas lagi tempatnya” kata gue mulai ngeluh

“Buat apa juga vin! Gue harus ngasih tau loe secara detail kek gini tentang ini itu, aaahhhh payah loe!” ucap Fajar sebel dengan omongan gue

“Yaelah ini orang gue ngomong baik-baik nih, masa loe ngejawab kek gitu” kata gue

“Loe tuh nanya begitu, yaiyalah udah tau juga namanya hutan, pasti ada yang tinggi, sedang, kecil atau semacamnyalah” ucap Fajar

“Yaa gue kan gak tau, payah loe!” kata gue

“Terserah loe aja deh!” ucap Fajar

“Hidihhh ngambek dia, haha!” kata gue ngeledeknya

Pada saat gue ngeledeknya dengan perkataan tersebut, Fajarpun seketika mulai merasa sangat kesal dan akhirnya dia udah gak sabar lagi dan akhirnya….

Fajarpun menarik kerah baju gue dan mengeluarkan wajah marah dia dan mereka berdua yang berada dibelakangku pun kaget melihat Fajar menarik gue seperti itu

“Ooii vin! Loe bisa gak ngehentiin ledekan loe itu atau gue bunuh loe disini dihadapan adik loe dan membiarkan adik loe menangis histeris, mau loe!! gue lakuin begitu?!!” ucap Fajar saking marahnya dengan gue

Saat mendengar perkataan itu, entah kenapa gue tersenyum sinis gitu ke Fajar dan guepun menatapnya seperti itu

“Silahkan aja, itupun kalau loe bisa membunuh gue jar” kata gue

Fajarpun seketika kaget mendengar omongan gue itu karena gue menyuruhnya untuk membunuh gue. Walaupun dia ingin melakukannya, tapi diapun baru menyadari sesuatu kalau misalkannya Fajar membunuh gue pasti adik gue men-cap dia sebagai pembunuh dan dari situ dia takut sekali untuk melakukan hal tersebut, tubuhnya pun mulai gemetar, tetapi hal tersebut dibatalkan karena akhirnya tiba yang gue tunggu yaitu….

“Eeehhh kalian berdua ini sudah dong hentikan, daritadi kalian ini bertengkar terus gak baik tau, klo gak berhenti tambahan lagi nanti buat kalian” ucap Sinka ingin melerai kami

Kami berdua bingung maksud dari “tambahan” yang dikatakan oleh Sinka

“Apa tuh sin tambahan?” Tanya kami berdua bingung

Sinkapun mengeluarkan senjata andalannya yaitu tangan yang digenggam kuat dan juga mengeluarkan wajah seram, pada saat kami melihat itupun kami ketakutan dan langsung menghentikan pertengkaran kami sekarang karena takut diapa-apain dengannya

“M-maafkan kami sin, kami gak akan melakukan itu lagi, kami minta maaf sin, maaf” ucap kami berdua sambil memohon sama Sinka

“Baiklah klo begitu aku maafkan, tapi asalkan jangan melakukan itu lagi yaa” ucap Sinka

“Iya sin, iya kami janji” ucap kami berdua

“Anjir, Sinka ngeri juga yaa klo marah kek gitu (walaupun aku sering melihatnya sih), aku yang selalu dekatnya aja gak berani begitu apalagi kak Fajar sama kak Alvin, njirrr setan disiang bolong!!” ucap Beby dalam hati

Akhirnya kamipun berhenti melakukan itu dan kamipun kembali melanjutkan perjalanan

“Oh iya disini banyak hewan liar gak jar?” Tanya gue

“Entahlah gue juga gak tau, kalo misalkannya ada dan hewan itu menyerang kita tinggal kita bunuh aja hewan itu, misalkannya aja klo ada, ingat!” jawab Fajar

“Iya iya gue tau” ucap gue

“Walaupun yaa ini udah mulai siang hari, tapi klo misalkannya ada yaa, ya begitulah hehe” kata gue yang gak mau memulai itu lagi

“Hmmm” ucap Fajar

“Oh iya jar, gue mau nanya 1 atau 2 lagi aja jar, gpp kan?” Tanya gue

“Iya gpp tenang aja, gue juga gak mau kayak itu lagi” ucap Fajar

“Maaf yaa gue kepo sama membuat loe tadi marah jar” kata gue

“Iya gpp, apa?” ucap Fajar

“Kok bisa yaa jar si professor itu bisa membangun tempatnya disini padahal pohon-pohon disini besar dan tinggi loe” kata gue

“Hmmm… iya juga sih gue juga baru aja kepikiran kenapa tempatnya ada dihutan ini, apa mungkin ada maksud atau tujuan apa gitu” jawab Fajar

“Lah? Kenapa loe juga gak tau padahal elo sudah lama kenal professor itu kan? Walaupun baru setahun yang lewat sih” kata gue

“Mana gue tau vin, yang gue ingat hanya gue dibawa ke tempat itu pas gue pingsan, ngobrol-ngobrol sama professor itu, membuat sebuah perjanjian dan diberikannya kekuatan ini pada gue dan yaa itu aja yang gue ingat dan guepun gak sempat menanyakan pada waktu itu kenapa professor bisa membangun tempatnya di hutan ini waktu gue keluar dari situ dan pergi menjelajah” ucap Fajar menjelaskan

“Hahhh jadi loe gak tau yaa kenapa tempat itu ada di hutan ini?” Tanya gue

“Iya gue gak tau dan pada saat loe bilang begitu gue baru aja kepikiran, beneran! Gue gak bohong” jawab Fajar

“Iya iya gue tau kok loe gak berbohong soalnya loe aja gak bisa membuat kebohongan, hahhh benar-benar anak yang sangat jujur haha!” kata gue ngeledeknya lagi

“Hah? Mau ngeledek lagi loe?” ucap Fajar

“Nggak nggak ampun bos!” jawab gue gak mau mengulang kejadian itu lagi

“Hmmm begitu yaa sejarahnya” kata gue

“Kampret! emang itu bersejarah menurut loe? yaa enggaklah, baru aja setahun yang lalu dan itupun gue masih ingat kejadian yang gue alami selama setahun itu” ucap Fajar

“Oooohhhh begitu rupanya, gue kira apa hehe” kata gue

“Iya begitu! Hahh apa lagi yang ingin loe tanyakan” ucap Fajar

“Yaa sebenarnya…..” kata gue belum selesai berbicara

Guepun mendekat ke Fajar untuk membisikkan sesuatu dan adek guepun mulai kelihatan bingung lagi melihat tingkah laku gue. Dan akhirnya…..

“Ada apa sih kak Alvin, kok daritadi kayak gak tenang gitu” ucap Sinka bingung

“Iya kayak cacing kepanasan gitu, gak bisa tenang daritadi” Bebypun juga begitu

“Gue sebenarnya pas masuk ke hutan ini tadi gue…. Kebelet pengen buang air kecil jar” ucap gue berbisik ke Fajar

“Haaaahhhh!!! Kenapa loe gak bilang daritadi vin?!!” ucap Fajar saking kagetnya dan juga keras suaranya

“Nah, tuh kan apa yang Sinka bilang” ucap Sinka

“Tadi udah gue tahan jar, tapi udah gak kuat lagi ini” kata gue

“Apanya yang “gak kuat lagi” kak?” Tanya Sinka

“Iya kak apa maksudnya” ucap Beby

“Aahhh sialan kenapa gue gak berbisik aja tadi, sialan gue bisa pelupa kalau begini” ucap gue dalam hati

“Aaaaahhhhh gpp kok dek, kakak hanya gak kuat karena….. melihat mukanya kak Fajar yang lucu kek orang linglung gini hehe” kata gue mencari alasan untuk menghindari pertanyaan itu

“Apaaaaa?!!” ucap Fajar kaget

“Yang benar kak? Sinka curiga nih sama kakak” ucap Sinka

“Iya Beby juga merasakan ada yang aneh dari kakak atau hanya khayalan Beby aja yaa” ucap Beby

“Itu hanya khayalan Beby aja kok atau Beby aja yang lagi mimpi” kata gue menjawab pertanyaan Beby

“Eh? Aku lagi gak bermimpi kok, ini coba Beby pukul sendiri wajah Beby (lalu Bebypun memukul wajahnya), gak kok kak” ucap Beby

“Iya kok sin beneran, ngapain kakak bohong sama kamu? iyakan jar?” lalu gue menjawab pertanyaan Sinka

“Ooooiiii kampret loe…..” ucap Fajar yang belum selesai berbicara dan…

Guepun menatap Fajar dengan tajam dan Fajarpun…. Ya begitu deh

“I-iya kok emang begitu hehe” ucap Fajar dengan pasrah karena diancam oleh gue

“Hmmm begitu yaa, yaudah kami percaya kok sama kalian” ucap mereka berdua

Guepun mengacungkan jempol ke mereka berdua sambil tersenyum, sedangkan Fajar hanya senyum saja seperti orang pasrah

“Huhhh syukurlah mereka percaya aja, haahhh gue jadi lega” ucap gue

Lalu Fajarpun menarik gue dan membisikkan sesuatu

“Kampret loe vin kenapa loe bilang gitu hahhhh?” ucap Fajar berbisik ke gue

“Habisnya bagaimana lagi jar, gue harus mencari alasan buat mereka percaya sama omongan gue” ucap gue *sedang berbisikan

“Tapi gak gitu juga kali vin, jadi malu kan gue” ucap Fajar *sedang berbisikan

“Yaelah gitu aja malu, loe ini laki-laki atau perempuan sih? gue bingung sama loe jar” ucap gue *sedang berbisikan

“Aaahhh tau ah gelap” ucap Fajar *sedang berbisikan

“Oh iya jar gue cari tempat dulu yaa jar buat itu, loe tunggu disini sama adek gue” ucap gue *sedang berbisikan

“Iya iya cepat sana” ucap Fajar membalas bisikan gue

“Oh iya kakak ingin pergi ke suatu tempat dulu yaa, gak jauh dan gak lama kok” kata gue ke mereka berdua

“Kemana dan ngapain kak?” Tanya mereka berdua

“Pokoknya ada aja, kalian tunggu disini yaa sama kak Fajar, dan jangan macam-macam selama kakak pergi, ok?” kata gue

“Idiiihhh emangnya kami ingin ngelakuin apa juga kak, ngelakuin “itu” sama kak Fajar? ogah banget kak, pengennya sama kakak aja gak mau sama kak Fajar” ucap mereka berdua

Seketika mendengar perkataan mereka, Fajarpun merasa seperti yaa pasti sakit hati dan seperti hatinya ditusuk dengan keras. Dan guepun melirik Fajar dengan menaikkan satu alis gue sambil tersenyum jahat untuk ngeledeknya

“Njirrrr, awas loe vin!! beneran gue cincang-cincang loe sampai kecil vin!!” ucap Fajar dalam hati

“Oh iya jar jaga adek gue! jangan kemana-kemana loe dan jangan sedih yaa hehe” kata gue dan pergi meninggalkan mereka

“FUCK YOU!!! VIN!” teriak Fajar kesal

Guepun pergi meninggalkan mereka dan mencari tempat untuk membuang air kecil, setelah mencari akhirnya dapat juga dan gue langsung saja melakukannya karena sudah gak tahan lagi.

“Hahhh lega juga, daritadi gue menahan ini” kata gue

Pada saat gue lagi tenangnya buang air kecil, tiba-tiba saja gue melihat seekor harimau yang sedang berjalan di tempat gue melihatnya, karena kaget guepun cepat-cepat dan segera bersembunyi dibalik semak-semak kalau misalkannya dia melihat gue dan menyerang gue. Tapi apa daya, pada saat gue melihat dibalik semak itu betul saja dia tidak melihat gue dan pergi dari situ, tapi pada saat gue berdiri

“Huuuhhh hampir saja gak ketahuan” kata gue yang mau pergi dari situ

Lalu karena gue gak tau harus apa, langsung saja gue pergi dari situ. Tapi, tiba-tiba harimau itu melihat gue dan mengaung dengan keras, sontak gue kaget dan ingin mengintip ke belakang apa dia menyerang atau tidak, tapi sesuai dengan perkiraan gue dan akhirnya yaa……

“AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH!!!” teriak gue dengan keras buat memberitahu mereka kalau gue diserang

“Haaahhh? suara apa itu?” ucap Sinka bingung dengan suara barusan

“Iya suara siapa itu?” ucap Beby

“Apa itu jangan-jangan…..” ucap Fajar mengira kalau suara itu adalah gue

Sontak Fajar langsung berlari untuk menemui gue dan halnya juga si Sinka dan Beby

“VIIIIINNNNN!!! dimana loe?!!!” teriak Fajar

“Itu suara kak Alvin yaa kak?” Tanya Sinka

“Iya itu suara kakakmu, sepertinya dia dalam masalah” jawab Fajar

“Waduhhh gawat nih kak, ayo kita cari kak Alvin” ucap Beby
Guepun mendengar suara dari Fajar

“GUEEEE DISINIIIII!!” teriak gue sambil balik menyerang melawan harimau itu

Fajarpun berlari ke arah suara itu dan akhirnya diapun menemukan gue yang lagi sedang balik menyerangnya

“Haaaaahhhhhh!! harimau? Memangnya ada hewan disini? Perasaan gak ada karena hutannya sepi gini” ucap Fajar

“Jangan Hahhh dong, cepat bantu gue sini” kata gue

“Baiklah, kalian berdua cari tempat berlindung yaa, ini akan semakin gawat jika kalian berada disini” ucap Fajar

“B-baik kak!” ucap mereka berdua

Merekapun mencari tempat berlindung dan Fajarpun mulai mengeluarkan hantu hitam miliknya

“Pokoknya gue harus mengendalikan hantu hitam milik gue ini” ucap Fajar dalam hati

“Baiklah… hantu hitam, keluarlah kau!!!” ucap Fajar

“Haaaahhhhh?” kata gue

Secara ajaib hantu hitam itupun keluar dari tubuh Fajar karena mendengar perintah dari Fajar

“Kumohon lawan harimau itu dan jangan ngelawan yang diserang oleh harimau itu” ucap Fajar ke hantu hitamnya

Tanpa pikir panjang, hantu hitam itupun menyerang harimau tersebut, diapun menyerang harimau itu dengan kuatnya sambil dibantu oleh gue

“Ayo! Kita bunuh harimau ini bersama-sama! Hantu hitam!” kata gue dengan semangat

Saking bersemangatnya gue melawan harimau bersama hantu hitam ini, beberapa menit kemudian akhirnya gue dan hantu hitam itu berhasil mengalahkannya tanpa luka apapun disekujur tubuh gue, yahhh walaupun lukanya kecil sih

“Yaaahhhh akhirnya kita berhasil membunuhnya” kata gue

“Bagus vin, gue tau loe bisa melakukannya walaupun gue juga bisa sih” ucap Fajar

“Memanglah gue bisa, loe kan juga tau itu jar” kata gue

Baru beberapa menit setelah melawan harimau itu dan anehnya lagi hantu hitam itupun menyerang gue lagi persis seperti sebelumnya

“Haaahhhh lagi?!!” kata gue menghindari serangannya lagi

“Yaelah kenapa jadi begini sih? kayaknya gue harus bisa untuk mengendalikannya, tapi yaa gue harus bilang ini dulu kek professor” ucap Fajar

Guepun terus dan terus menghindari serangannya sampai-sampai….

“Ooooiiii berhenti hantu hitam!!” ucap Fajar

Pada saat Fajar mengucapkan itu lagi, dan lagi-lagi diapun berhenti karena mendengar perintah dari Fajar

“Haduuuhhh bikin gue serangan jantung aja gara-gara hantu hitam loe ini jar” kata gue

“Hehe maaf kayaknya gue harus bisa mengendalikannya lagi vin” ucap Fajar

“Hmmmm iyalah kalo begitu” kata gue

“Da….sar….pa….yah….” ucap hantu hitam itu

Hantu hitampun langsung menghilang dengan sendirinya

“Haaaaahhhhh akhirnya selesai juga, hah hah hah hah hah” kata gue kewalahan menghindari serangannya tadi dan juga melawan harimau itu

“Iya vin, gue lega bisa mengendalikannya tadi” ucap Fajar

“Iya jar, hah hah hah hah hah” kata gue semakin lelahnya

“Yaudah beb sin, keluar udah aman nih” ucap Fajar

Beby dan Sinkapun keluar dari tempat persembunyian, dan kagetnya Beby dan Sinka berlari menghampiri gue dengan sangat cemasnya

“Kak, kakak gpp kan?” ucap Beby begitu khawatirnya dengan gue

“Iya, kakak gpp kan?” begitu juga dengan Sinka

Saking cemasnya sampai-sampai gue ditanya dengan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan cemas dari mereka berdua. Dan guepun menjawabnya dengan 1 jawaban sederhana

“Iya kakak gpp kok cuman luka kecil aja ini” kata gue

“Haaaaahhhh syukurlah!!” ucap mereka berdua

“Njirrrr menang banyak loe vin” ucap Fajar dalam hati

Guepun bingung melihat Fajar kek kesal gitu

“Kenapa loe jar?” tanya gue dengan suara seperti ngeledeknya

“Aaahhh gpp kok vin cuman itu aja hehe” ucap Fajar yang membuat gue bingung

Guepun bingung sama adek gue dan akhirnya kamipun ketawa bersama karena perkataan Fajar tadi

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!” ucap kami tertawa mendengar perkataan Fajar

“Lohhh kenapa kalian tertawa?” ucap Fajar bingung melihat kami tertawa

“Haha gue tau loe pasti kesel dan iri yaa melihat gue sama adek gue kek gini, iyakan?” kata gue

“Gak juga tuh biasa aja menurut gue memang itu udah wajar untuk seseorang yang membuat adiknya khawatir” ucap Fajar

“Alahhh jangan ngeles loe jar, makanya cepetan dong punya pacar” kata gue sambil mengedipkan satu mata gue sebagai kode buatnya

“Aaahhh, k-kampret loe vin memang ada juga perempuan yang mau sama gue” ucap Fajar

“Ada tuh, liat aja nanti” kata gue tersenyum ke dia

“Terserah loe deh” ucap Fajar

Dan tiba-tiba saja Fajarpun tertawa juga dengan sendirinya

“Tapi yang penting loe selamat vin dari serangan harimau itu dan hantu hitam gue, kayaknya hantu hitam gue suka banget melawan loe kali” ucap Fajar

“Iya jar… hah? Benar-benar kampret loe bilang hantu hitam loe itu suka banget melawan gue” kata gue

Lalu…

“Iya dong kak, kakak juga hebat kok bisa ngendaliin hantu hitam itu walaupun tadi ada masalah, tapi yang penting kakak udah nyelematin kak Alvin dari masalah” ucap Sinka

“Iya kak, makasih kak, duh jadi pengen nambah kakak lagi nih hehe” ucap Beby ngomong gak karuan

“Hehe, sama-sama kan kakak sama kak Alvin kan teman makanya sesama teman saling membantu” ucap Fajar

Kamipun akhirnya tertawa ceria bersama-sama dalam kehangatan ini.
Setelah itupun kami kembali melanjutkan perjalanan menuju ke tempat professor itu

“Hahhh, masih jauh gak sih jar? Capek banget gue daritadi jalan” kata gue mengeluh

“Bentar ahh! Sebentar lagi juga sampai kok, jangan banyak ngeluh deh elo vin” ucap Fajar

“Iya iya, makanya cepetan gue bener-bener pengen istirahat nih” kata gue

Beberapa jam kemudian akhirnya kamipun sampai juga ke tempat tujuan kami

“Waaa….. biasa aja menurut gue jar tempatnya” kata gue

“Iya kak, tempatnya biasa aja menurut kami” ucap mereka berdua

“Haaaaahhhh sudah kuduga kalian bakalan ngomong kek gitu” ucap Fajar

“Yaa habisnya gue tadi kepikiran aja kalau tempat professor loe itu bagus atau nggak dan sesuai dengan apa yang gue pikirkan” kata gue

“Iya kak betul tuh kata kak Alvin” ucap Sinka

“Hmmm yasudahlah, yaudah kita masuk yuk!” ucap Fajar

“Ok!!” ucap kami

Lalu kamipun masuk kedalam rumah/tempat si professor itu

“Permisi prof, saya ingin masuk bersama teman-teman saya” ucap Fajar

Kamipun berjalan menuju ke tempat kerjanya itu, guepun sempat berpikir kalau betul saja luarnya nggak bagus tapi dalamnya begitu keren menurut gue karena ini adalah masa depan jadi guepun berpikir gaya bangunan di masa depan itu jauh lebih menakjubkan ketimbang di tempat masa gue berada

“Jar, kenapa loe gak beritahu gue kalau dalamnya ini bagus sekali kayak gini?” guepun sampai bertanya begitu ke Fajar

“Hmmm, seperti kata orang-orang “penampilan kadang menipu”, iyakan?” ucap Fajar

“Hahhh iyalah kalau begitu” kata gue

“Dan juga kenapa tadi gak dikasih CCTV atau benda keamanan untuk menjaga tempat ini jar?” Tanya gue

“Karena tempat ini sangat jauh dari kota-kota yang gue katakan itu dan tempat ini juga berada didalam hutan yang luas dan jarang ada orang-orang yang berada didalam hutan” ucap Fajar menjelaskan

“Hmmm begitu yaa, gue kira saat masuk kedalam ada benda seperti itu, pasti yaa keren aja menurut gue seperti didalam film-film gitu” kata gue

“Hahhh kebanyakan ngehayal loe vin” ucap Fajar

Beberapa menit kemudian akhirnya sampai ditempat kerja professor itu dan kami melihat si professor itu sedang melakukan sebuah pekerjaannya

“Ohhh Fajar sudah datang yaa, maaf saya habis melakukan pekerjaan saya” ucap professor melepaskan pekerjaannya dan menyambut kami

“Fajar, apa ini temanmu?” Tanya professor

“Iya prof ini teman saya, saya kebetulan saat professor nyuruh saya secara kebetulan saya bertemu dengan mereka bertiga ditempat saya pingsan waktu itu prof, dan sayapun membawa mereka kesini karena teman saya ini juga mengalami hal yang sama dengan saya prof” ucap Fajar menjelaskan apa yang terjadi

“Ohh jadi begitu yaa! Saya kira hanya Fajar yang mengalami begini ternyata temannya juga mengalami hal yang sama dengan Fajar” ucap professor

“Hehe iya prof, saya juga berpikiran begitu” kata gue

“Perkenalkan nama saya professor Jacob, saya professor dari masa depan yang mungkin kamu sudah tau saya karena dari Fajar” ucap professor memperkenalkan diri

“Iya prof, kalau gitu perkenalkan nama saya Alvin prof, kalau yang berdua ini adik saya prof namanya Beby dan Sinka” kata gue memperkenalkan diri juga

“Kalau begitu salam kenal kalian bertiga!” ucap professor

“Iya prof salam kenal!” ucap kami bertiga

Bersambung

Created by : @AlvinDSPinanggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s