Weird Love part 1 : Chris.

weird-love-cover

Ada satu hal yang tak ku mengerti di dunia ini, kau tahu sesuatu yang sering disebut orang sebagai cinta. Jangan salah mengerti aku mengerti arti kata cinta, bahkan aku sering menulis cerita romantis yang dipenuhi oleh “cinta” tetapi kenyataan nya aku tak tahu itu apa.

Mudah untuk membaca beberapa buku kisah cinta romantis dan meniru beberapa formula yang dipakai, seperti pertemuan yang tak di sengaja, atau mungkin teman yang memendam perasaan tetapi tak berani diungkapkan. Aku juga tahu cara menulis ending yang disukai pembaca, yang paling disukai adalah akhir nya mereka berdua dapat bersama setelah melewati berbagai rintangan, tapi tentu saja kau bisa membuat nya menjadi sedih dengan salah satu pasangan mati sehingga orang yang ditinggalkan selalu setia hingga akhir nya mereka bersatu di surga, itu mudah percayalah.

Sekarang aku mencoba melakukan hal lain yaitu menjadi seorang idola, aku mendaftarkan untuk ikut audisi sebuah idol group bernama JKT48 dan sekarang aku menjadi salah satu member nya. Cukup menyenangkan bisa tampil membawakan lagu lagu cinta dengan kostum kostum lucu, tetapi seperti sebelum nya aku tak tahu apa yang ku nyanyikan itu semua hanyalah lirik lirik kosong.

“Makasih udah mau handshake sama aku datang lagi ya,” ucap ku kepada fans yang baru selesai handshake dengan ku.

Handshake adalah salah satu hal yang tak ku mengerti dari fandom ini, mereka datang dan membayar tiket hanya untuk bersalaman dengan ku. Maksud ku kenapa ? kenapa kau mau membayar banyak uang hanya untuk bersalaman dengan seorang gadis, maksud ku kami tak akan suka atau terpesona dengan banyak atau sering nya kau bersalaman dengan kami.

Kami tak mungkin menjalin hubungan asmara atau hal yang lebih serius dengan para fans kami sendiri, bukan karena kami sombong atau apa tetapi kami tentu ingin menjalin hubungan dengan lelaki yang mapan dan rupawan atau begitulah yang seharus nya terjadi. Coba pikirkan apa kami mau menjalin hubungan dengan kalian jika kami tahu kalian akan handshake dengan member yang lain setelah kalian handshake dengan kami, tentu tidak bahkan dengan idola kalian tak bisa setia bagaimana mungkin dalam sebuah hubungan.

Satu hal lagi yang membuat ku yakin bahwa kami tak akan pernah menjalin hubungan dan sedikit jijik adalah betapa percaya diri nya kalian para fans, maksud ku kalian punya koleksi oshi ? satu member adalah istri dan yang lain adalah selir ? apa yang membuat kalian berpikir aku sudi dianggap selir oleh kalian yang masih meminta uang kepada orang tua kalian untuk handshake dengan ku. Aku tak bermaksud sombong tapi mendengar kalian berbicara bagaimana aku hanyalah selir membuat ku merasa jijik.

Makasih ya Jinan, tenang aku bakal datang lagi kok,” ucap pria yang berdiri didepan ku.

“Ditunggu,” ucap ku seperti yang diajarkan kepada ku.

Aku bukan nya munafik dengan tetap tersenyum kepada mereka meski aku tak terlalu suka bersalaman dengan pria yang berbicara pada teman nya dan berkata aku selir nya, tidak aku senang kalian mau datang dan membeli lagi tiket ku karena jumlah penjualan tiket ku juga yang menentukan karir ku disini, lebih banyak tiket yang terjual berarti semakin banyak jumlah fans yang ku miliki, yang berarti semakin besar push yang akan ku dapatkan.

Orang jepang yang memiliki JKT48 tak terlalu peduli dengan usaha, meski salah satu hal yang terkenal dari jepang adalah usaha keras tetapi jika untuk bisnis semua nya berbeda. Coba lihat kak Frieska, dia rajin datang latihan meski dia kuliah tetapi dia tak pernah masuk senbatsu karena penjualan tiket HS nya termasuk rendah. Dan coba lihat Nabilah meski sering bolos latihan tetap masuk senbatsu dan program TV karena penjualan HS nya paling tinggi, businness is businness man.

jadi sekarang yang ingin ku lakukan adalah menjadi sukses di grup ini, sering masuk senbatsu dan juga program TV dan mungkin setelah lulus aku akan tetap sukses seperti kak Stella. Tentu aku rajin latihan dan berusaha tampil sebaik mungkin, karena aku ingin merasa pantas saat kesuksesan itu datang.

Sekarang setelah seharian latihan yang melelahkan aku sedang berada di halte menunggu bus, papa tak jadi jemput karena ada urusan mendadak. Membuat ku menunggu sendirian di halte bus sampai seorang pria datang dan duduk disebelah ku, tampang nya seram dengan kulit yang hitam dan brewok yang panjang membuat dia tampak seperti penjahat. Pakaian nya tak membantu dengan jaket army berwarna hijau tua dan sebuah tas punggung membuat dia tampang seperti teroris yang ingin meledakan bom.

“Maaf mas harus ya duduk nya dekat dekat,” ucap ku yang mulai merasa tak nyaman.

“Kursi yang lain basah, maaf tapi aku tak mau membuat celana ku basah,” jawab nya dengan suara yang berat.

Aku memandang ke kursi lain yang berada di halte, memang benar semua nya basah kecuali kursi kami berdua. Ekspresi wajah nya berubah mungkin perkataan ku tadi menyingung perasaan nya, jadi ku keluarkan handphone agar aku tak harus memandang wajah nya.

Aku mengirimkan beberapa pesan kepada Christi dan menceritakan kepada nya tentang situasi ku sekarang dan dia malah menakut nakuti ku, berkata jika pria itu akan menculik dan memperkosa ku membuat ku menjadi takut dan berharap bus datang dengan cepat.

“Apa aku mengenal mu.?” tanya pria itu.

Aku hanya diam dan mengalihkan pandangan ku dari nya, kembali aku mencoba sibuk dengan handphone ku agar aku bisa menghindari pertanyaan nya. Rasa takut ku semakin besar, pria itu tak henti henti nya memandangi ku.

Untung nya bis yang ku tunggu datang sehingga aku tak harus menjawab pertanyaan pria itu, aku pun cepat cepat berlari masuk ke dalam bus tetapi pria itu mengikuti ku masuk kedalam bus, jangan jangan apa yang dikatakan Christi benar pria ini ingin macam macam dengan ku.

Aku duduk dibangku depan dekat dengan supir sementara pria itu duduk dikursi belakang, aku bisa melihat dia terus memandangi ku dari kaca yang ada di dalam bus. Dia membuka tas nya mencari sesuatu, mungkin sebuah senjata aku pun bersiap siap untuk berteriak jika itu benar benar terjadi. Tetapi diluar dugaan ku dia mengambil buku dari tas nya dan bukan buku biasa itu buku ku, novel pertama ku Komorebi. Dia mengecheck bagian sampul belakang buku ku seperti memastikan sesuatu, lalu berjalan ke depan dan menghampiri ku.

“Maaf tapi mbak Jinan kan, yang nulis buku ini.?” tanya pria itu.

“Iya saya Jinan ada apa ya.?” Berusaha terdengar senormal mungkin, yang sangat sulit karena detak jantung ku yang sudah tak karuan.

“Saya fans berat mbak, saya udah baca semua buku mbak dan yang ini favorite saya. Trus tadi saya merasa kok pernah lihat, nah saya tadi baru ingat sering lihat mbak di sampul belakang buku ini,”

“Wah makasih udah baca, juga panggil Jinan aja saya masih muda kok,” jawab ku yang sekarang merasa pria itu tak seseram sebelum nya.

“Maaf mas duduk aja bahaya kalo berdiri,” ucap pak supir mengingatkan.

“’Oh iya maaf,”

“Boleh.?” tanya pria itu.

“Tentu,”

Aku pun mengeser duduk ku lebih kedalam untuk memberikan pria itu tempat untuk duduk, dia pun duduk disamping ku yang aneh karena beberapa menit yang lalu aku berusaha lari dari nya.

“Maaf tapi boleh nggak minta tanda tangan.?” ucap Pria itu menyodorkan buku ku.

“Oh tentu,”

Aku pun mengambil pena dari dalam tas ku dan bersiap untuk memberi tanda tangan untuk fans ku,jika JOT tahu aku memberi tanda tangan kepada fans bukan disaat event mereka pasti marah, tetapi ini adalah buku ku sendiri JOT tak punya hak untuk melarang ku.

“Siapa nama nya mas.?”

“HAH. ?”

“Buku nya saya tanda tangani untuk siapa.?”

“OH, saya Chris,”

“Oh ok,”

Aku tak ingat kapan terakhir kali aku menanda tangani buku ku sendiri, mungkin setahun atau dua tahun yang lalu. Rasa nya menyenangkan menanda tangani karya ku sendiri dan aku suka ekspresi senang dari orang orang saat aku menanda tangani buku mereka, seperti yang ku lihat sekarang Chris  yang sedang tersenyum lebar.

“Terima kasih banyak,”

“Sama sama,”

“Kenapa nggak nulis lagi.?”

“OH lagi sibuk yang lain,”

“Kuliah. ?”

“Belum mas saya masih SMA,”

“Oh maaf saya nggak tahu,”

“Nggak apa apa kok mas,”

“Trus.?”

“Sekarang jadi member JKT48, jadi sekolah trus latihan,”

“Maaf tapi JKT itu apa ya.?”

Awal nya ku kira dia bercanda karena siapa yang nggak kenal JKT, tetapi eskpresi wajah nya benar benar bingung. Meski aku bukan ahli dalam membaca ekspresi wajah seseorang aku cukup yakin Chris benar benar bingung, yang menurut ku cukup lucu karena idol grup ku masih kurang terkenal.

“JKT48 itu idol grup yang hampir tiap hari perform di FX sudirman, jadi kalo penasaran coba aja datang,” jawab ku sekalian promosi.

“OHHHH gitu, nanti kapan kapan saya coba kesana,”

“Janji,”

“Iya suer,”

Sisa perjalanan kami habiskan dengan berbicara ngalor ngidul, aku bercerita tentang bagaimana aku menulis novel novel ku serta inspirasi untuk mereka, sedangkan Chris bercerita tentang bagaimana ketat nya Ibu nya menyuruh nya belajar mungkin karena itu dia tak tahu apa itu JKT.

Satu hal yang membuat ku cukup sendu adalah saat Chris mengatakan bahwa buku ku adalah satu satu nya hiburan bagi nya, menurut nya buku buku ku lah yang menjadi jendela bagi nya menuju dunia luar. Ibu nya tak pernah memperbolehkan nya bermain dan keluar rumah, satu satu nya dunia luar yang dia tahu adalah sekolah dan bagi nya buku ku lah yang menunjukan sisi dunia yang lebih luas.

Ibu nya meninggal beberapa bulan yang lalu karena kanker otak meninggalkan Chris sendiri, dia berkata bahwa satu satu nya keluarga yang dia tahu adalah Ibu nya dan sekarang dia hanya sendiri tinggal di rumah besar warisan milik Ibu. Itu mungkin menjelaskan kenapa penampilan Chris berantakan, aku pikir Chris selalu diurus oleh Ibu nya hal itu juga mungkin termasuk penampilan nya.Siapa yang mengira jika pria besar yang duduk disamping ku ini adalah mahluk yang sangat rapuh.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Weird Love part 1 : Chris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s