Legend Of Sanctuary: Save Your Athena Part 2: Assemble, Five Children Elected

1sh

Untuk Seiya.

 

Maaf sudah mengirimmu ke bumi. Aku melakukan semua ini demi melindungi kalian. Sekarang keadaan di Sanctuary sedang kacau. Pesan ku, jadilah anak yang kuat. Aku mengirimmu ke bumi untuk melindungi seseorang yang akan menjadi Athena. Temukanlah dia dan lindungi dia. Pakailah kalung pemberianku. Suatu saat kalung itu akan menjadi senjata mu.

 

Dari Paman mu. Aiolos.

Begitulah isi surat yang ditemukan oleh Adi. Dia hanya bisa terdiam dan berfikir.

“Siapa Seiya? Siapa Athena dan Aiolos? Apa itu Sanctury?” Gumam Adi didalam hatinya.

Setelah membaca surat itu Adi langsung membawa kalung dan surat itu dan dia kantongi kedua benda itu disaku celananya. Kemdian dia langsung menuju ke ruang tamu untuk kembali membantu Ibu dan Adiknya untuk membereskan rumah.

“Ibu, tadi aku menemukan kalung ini dan sebuah surat didalam tabung yang ada di gudang.” Kata Adi sambil menunjukkan kalung dan surat yang dia bawa dari gudang.

“Sebenarnya siapa orang yang memberi ini dan Siapa anak yang bernama Seiya itu bu?” Tanya Adi yang penasaran.

“Kakak. Maksud dari pertanyaan kakak apa? Kenapa kakak menanyakan hal itu ke Ibu?” Tanya Anin.

“Maaf Nin. Kakak hanya ingin tahu kebenaran dari barang yang kakak temukan ini.” Kata Adi sambil menatap Anin.

“Baiklah, Ibu akan ceritakan semuanya ke kamu. Sekarang lebih baik kita duduk terlebih dahulu.” Kata Ibunya.

Kemudian dia mengajak Adi dan juga Anin untuk duduk disofa supaya dia bisa fokus untuk menjelaskan semuanya.

“Jadi, sebenarnya Seiya yang dimaksud dalam surat itu adalah diri kamu. Adi.” Kata Ibunya dengan raut wajah khawatir, karena takut membuat anaknya shok.

“Apa, bagaimana bisa bu? Lalu selama ini Ibu bukan..” Kata Adi terhenti karena terpotong oleh Ibunya.

“Ya, kamu benar. Selama ini Ibu hanya mengasuh kamu saja.” Kata Ibunya.

“Tapi, bagaimana Ibu menemukan aku? Dan dimana orangtua ku yang sebenarnya?” Tanya Adi.

“Lebih baik kamu tenang dulu. Biarkan Ibu ceritakan semuanya dari awal.” Kata Ibunya.

“Ba.. baiklah bu.” Kata Adi. Dia langsung terdiam.

FLASHBACK ON

Delapan tahun lalu, terjadi peristiwa fenomenal yang menggemparkan dunia. Peristiwa itu disebut dengan nama Five Constellation Athens” yaitu peristiwa dimana ada lima meteor yang membentuk rasi bintang jatuh ke bumi secara bersamaan. Juga terjadi peristiwa “The Explosion Big Bang” yaitu terjadinya ledakan besar di dalam suatu galaksi yang ledakannya terdengar sampai ke bumi.

Wushhh…

Duarrr…

Saat peristiwa itu terjadi, ada sebuah meteor yang jatuh di dekat sebuah pemukiman. Saat itu terjadi, ada sepasang suami-istri yang melihat kejadian itu. Dia langsung menghampiri tempat jatuhnya meteor itu.

“Benda apa itu?” Kata sang istri dari kejauhan.

Dia langsung menghampiri benda itu. Saat berada didekat benda itu dia mendengar suara tangisan bayi.

Oe,, oe,, oe,,

Terdengar suara tangisan seorang bayi dari arah benda itu.

“Pah, cepat buka benda ini. Sepertinya ada seorang bayi didalam benda ini.” Kata sang istri yang mulai terlihat panik.

“Baiklah.” Kata sang suami. Dia langsung membuka benda yang berbentuk tabung tersebut.

Benar saja. Didalam tabung itu ada seorang bayi laki-laki yang sedang menangis. Dia langsung membuka tabung tersebut. Sang istri langsung menggendong bayi itu dan sang suami mengambil suatu benda dari dalam tabung itu. Benda tersebut adalah sebuah kalung dan sebuah surat pendek. Sang suami kemudian membaca surat tersebut.

“Mustahil. Jadi, selama ini ada kehidupan lain diluar angkasa sana.” Gumam sang suami setelam membaca surat tersebut.

“Bun, sepertinya kita harus melindungi bayi ini sampai dia besar nanti. Dan jika sudah tiba waktunya kita harus memberi tahu kebenaran ini kepadanya.” Kata sang suami pada sang istri. Sang istri hanya mengangguk saja.

Mereka langsung pergi dari tempat itu. Sang istri menggendong bayi tersebut dan sang suami menggendong tabung bayi tersebut. Sesampainya dirumah mereka langsung membawa sang bayi ke kamarnya.

Oe,, oe,, oe,,

“Cup,, cup,, cup,, jangan nangis ya sayang. Sekarang kamu sudah aman berada disini.” Kata sang istri yang sedang berusaha menenangkan bayi itu.

Sang suami kemudian masuk ke dalam kamar untuk menghampiri istrinya.

“Mulai sekarang kita harus merawat anak ini dengan baik bun. Suatu saat anak ini akan melakukan hal besar.” Kata sang suami sambil mengelus kepala sang bayi.

“Iya, yah. Aku akan menganggap anak ini seperti anak ku sendiri.” Kata sang istri sambil tersenyum.

“Ngomong-ngomong kita akan memberi dia nama apa?” Tanya sang istri. Sang suami terlihat sedang berfikir keras.

“Bagaimana kalau Adi. Adi Nugroho.” Kata sang suami memberikan saran.

“Nama yang bagus. Mulai sekarang Adi adalah tanggung jawab kita berdua.” Kata sang istri.

“Iya, kamu benar. Aku akan melindungi dia dalam keadaan apapun.” Kata sang suami.

FLASHBACK OFF

“Begitulah ceritanya nak.” Kata Ibunya kemudian dia menghela napasnya.

“Jadi begitu rupanya.” Kata Adi. Dia hanya tertunduk lesu tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Intinya, sekarang Ibu sudah memberitahukan dari mana asal usul kamu. Dan kamu juga sudah membaca surat yang berada didalam tabung bayi kamu. Disurat itu tertulis bahwa kamu harus menjadi kuat dan melindungi seseorang yang disebut Athena itu. Jadi, kamu berlatihlah sekuat tenaga. Suatu saat nanti, keselamatan dunia ini ada ditangan kamu.” Kata Ibunya sambil memegang wajah Adi.

Adi hanya merenungi saja tentang kejadian ini. Dia sedang berfikir keras tentang jalan hidup yang diterima olehnya. Dan dia mulai mengumpulkan tekad untuk menjalani takdir ini.

~o0o~

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar rumah. Ibu yang sedang berada diruang tamu langsung menuju ke pintu tersebut untuk membukakan pintu tersebut.

“Permisi, bisa bicara dengan anda sebentar.” Pinta seorang laki-laki paruh baya yg datang berkunjung kerumah kami.

“Iya ada apa ya? Oh, iya. Silakan duduk. Saya akan ambilkan minum dulu.” Kata Ibunya Adi yang mempersilakan tamunya itu duduk di teras rumah.

Ibunya Adi langsung kembali ke dalam dapur untuk membuatkan minum. Setelah itu dia kembali menuju ke teras sambil membawa segelas minuman.

“Ada keperluan apa sebenarnya anda berkunjung?” Tanya Ibunya Adi to the point.

“Sebelumnya perkenalkan. Saya adalah orang yang minggu lalu mengantarkan kedua anak anda pulang menggunakan mobil.” Kata laki-laki itu.

“Oh, jadi anda ayahnya Gracia ya. Terima kasih ya sudah mengantarkan mereka pulang.” Kata Ibunya Adi sambil tersenyum.

“Iya, anda benar. Maksud kedatangan saya kemari karena ingin membicarakan anak anda yang bernama Adi.” Kata laki-laki itu yang ternyata adalah ayahnya Gracia.

“Anda ingin membicarakan anak saya tentang apa?” Tanya Ibunya Adi yang terlihat sangat penasaran.

“Sebelumnya, apakah anda pernah mendengar tentang Saint?” Tanya Ayahnya Gracia.

“Saint, apa itu?” Tanya Ibunya Adi.

“Saint adalah seseorang yang dikaruniai kekuatan yang sangat kuat. Konon katanya, pukulannya melebihi kecepatan cahaya, dan tendangannya dapat merobek sebuah gunung.” Kata Ayahnya Gracia.

“Lalu, apa hubungannya dengan anak saya?” Tanya Ibunya Adi yang mulai kebingungan.

“Apakah anda ingat tentang kejadian delapan tahun lalu. Tentang lima meteor jatuh secara bersaman. Dan tragedy The Explotion Big Bang?” Tanya Ayahnya Gracia kembali.

“Ya, saya tahu. Memangnya kenapa?” Tanya Ibunya Adi.

“Sebenarnya itu bukanlah sebuah meteor. Tapi, itu adalah kelima bayi yang memiliki garis keturunan Saint yang dikirim ke bumi untuk melindungi Athena dimasa depan nanti.” Kata Ayahnya Gracia.

“Kenapa anda bisa tahu semua itu?” Tanya Ibunya Adi.

“Tepat delapan tahun lalu kakek saya bertemu dengan seorang Saint bernama Aiolos sedang sekarat disebuat gua. Saat kami hampiri dia sedang membawa seorang bayi perempuan yang disebut sebagai penerus Athena. Aiolos bilang jika dia sudah mengirimkan lima anak yang akan melindungi Athena dibumi. Dan dia menyuruh kami untuk mencari kelima anak itu.” Kata Ayahnya Gracia.

“Jadi begitu rupanya. Anda adalah orang yang ditugaskan untuk mencari kelima anak itu.” Kata Ibunya Adi. Dia langsung menundukkan kepalanya.

“Begitulah. Saya merasa kalau Adi memiliki kemampuan seorang Saint didalam tubuhnya. Saat Gracia menyembuhkan tangannya, Adi tidak mengalami efek apapun. Karena jika kekuatan Gracia digunakan pada orang selain Saint, orang itu akan mengalami gangguan syaraf yang berakibat pada kematian.” Ucap Ayahnya Gracia.

“Jadi, Gracia adalah seorang Athena?” Tanya Ibunya Adi.

“Benar. Tapi, kami merahasiakan itu kepadanya. Dan akan memberitahunya jika sudah waktunya.” Kata Ayahnya Gracia.

“Kedatangan saya kesini karena ingin mengajak Adi ke tempat dia berlatih di Jepang. Disana dia akan mendapatkan personal coach. Dan pendidikan disana sudah terjamin. Jadi, anda tidak perlu khawatir tentang dia.” Kata Ayahnya Gracia lagi sambil meyakinkan Ibunya Adi.

Terlihat sekali jika Ibunya Adi sedang memikirkan sesuatu. Mungkin dia sedang memutuskan apakah dia akan menyerahkan Adi atau menahannya.

“Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar. Saya akan memanggilkan Adi dulu. Bagaimanapun, hanya dia yang bisa memutuskan apakah akan ikut atau tidak.” Kata Ibunya Adi. Ayahnya Gracia hanya tersenyum saja.

Ibunya Adi langsung pergi ke dalam untuk menemui Adi.

“Adi, ada tamu datang mencari mu.” Kata sang Ibu.

“Siapa yang datang bu malam-malam begini?” Tanya Adi yang sedang menonton TV dengan adiknya sambil berbaring di karpet.

“Itu ayahnya Gracia, orang yang kamu tolong minggu lalu. Dia ingin membicarakan sesuatu denngan kamu.” Kata sang Ibu.

“Ingin membicarakan apa bu?” Tanya Adi yang terlihat penasaran. Seketika Adi langsung bangun dari lantai.

“Sepertinya dia orang yang kamu cari selama ini. Dia bilang dia ingin kamu berlatih dengannya untuk menjadi seorang Saint yang kuat.” Kata sang Ibu sambil menggenggam kedua lengan Adi.

“Apa? Ibu serius?” Tanya Adi. Dia terlihat kaget mendengar ucapan Ibunya.

“Iya, lebih baik kamu segera ambil kalung yang kamu temukan didalam tabung bayi kamu dan cepat hampiri Ayahnya Gracia diteras.” Kata sang Ibu.

“Baiklah bu.” Kata Adi.

Dia langsung menuju kamar untuk mengambil sebuah kalung yang dia temukan didalam tabung bayinya. Setelah itu dia langsung bergegas menuju teras untuk bertemu Ayahnya Gracia.

“Halo, om. Ada apa ya cari aku?” Tanya Adi. Sebenarnya dia sudah tau apa yang akan mereka bahas. Tapi, dia bersikap basa-basi agar terlihat lebih sopan saja.

“Kedatangan om kesini untuk membicarakan tentang kejadian minggu lalu kepada kamu.” Kata Ayahnya Gracia.

“Memangnya kenapa om ingin membahas kejadian waktu itu?” Tanya Adi.

“Apa kamu tahu tentang kekuatan yang dikeluarkan oleh anak om waktu menyembuhkan lukamu?” Tanya Ayahnya Gracia.

“Tidak tahu om. Itu pertama kalinya aku melihat kekuatan seperti itu.” Kata Adi sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Kekuatan itu disebut dengan nama cosmo. Kekuatan itu hanya dimiliki oleh Athena dan para keturunan Saint yang berasal dari Sanctuary. Umumnya jika kekuatan itu diterima oleh manusia biasa, mereka akan mengalami kerusakan syaraf yang dapat menyebabkan kematian. Tapi, saat itu kamu menerima kekuatan itu dan sampai saat ini kamu masih saja sehat.” Kata Ayahnya Gracia.

“Mungkin itu adalah hal yang lumrah terjadi om. Minggu lalu saya menemukan kalung ini dan sebuah surat dari tabung bayi saya.” Kata Adi. Dia menunjukkan sebuah kalung yang sedari tadi ia bawa.

“Hah, ini adalah kalung Pegasus. Jadi, kamu ternyata..” Kata Ayahnya Gracia terpotong.

“Tadi, om menyebutkan Athena. Apa paman tahu siapa Athena sebenarnya dan dimana dia berada? Karena paman Aiolos menyuruhku untuk melindungi dia.” Tanya Adi. Dia sepertinya sedang murung karena harus menjalani takdir yang sudah ditentukan dari lahir.

“Adi, om akan jujur ke kamu. Athena yang harus kamu lindungi sebenarnya adalah Gracia. Orang yang minggu lalu kamu selamatkan dan menyembuhkan luka kamu.” Kata Ayahnya Gracia.

Deg

Adi terkejut mendengar penjelasan yang dilakukan oleh Ayahnya Gracia barusan.

“Hah, om serius? Jadi selama ini Gracia itu..” Kata Adi terhenti karena saking tidak menyangkanya.

“Ya, dia adalah sang Athena yang harus kamu lindungi. Tapi, tolong rahasiakan ini darinya. Karena ini belum waktunya untuk dia tahu jati dirinya sendiri.” Pinta Ayahnya Gracia.

Adi hanya diam tertegun mendengarkan apa yang diucapkan oleh Ayahnya Gracia.

“Sekarang kamu sudah tahu jati diri kamu yang sebenarnya. Jadi, om ingin mengajak kamu pergi ke Jepang untuk menjalani latihan untuk menjadi seorang Saint yang tangguh. Apakah kamu bersedia ikut dengan om?” Tanya Ayahnya Gracia. Dia langsung berdiri dari kursinya dan berdiri tegak menghadap Adi.

Adi hanya bisa diam, didalam hatinya sebenarnya masih banyak keraguan.

“Bolehkah aku meminta waktu untuk memikirkan hal ini om? Aku juga harus berdiskusi dengan Ibu dan Adikku.” Pinta Adi.

“Baiklah, kalian bisa diskusikan terlebih dahulu.” Kata Ayahnya Gracia memberikan Adi kesempatan.

Adi langsung memanggil Ibunya beserta Anin adiknya untuk menuju ke teras rumah. Mereka berdua langsung menghampiri Adi yang sedang berada diteras.

“Ada apa kak memanggil kami?” Tanya Anin yang penasaran.

“Ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian berdua.” Kata Adi.

“Apa yang ingin kamu bicarakan Nak?” Tanya sang Ibu.

“Tadi Ayahnya Gracia memintaku agar ikut dia untuk pergi berlatih. Apakah kalian mengizinkanku untuk pergi?” Tanya Adi dengan wajah murung.

“Hah, kakak mau pergi kemana? Jadi, kita harus berpisah kak?” Tanya Anin yang kaget mendengar omongan Adi.

“Maaf, Anin. Ini sudah jadi tugas kakak. Kakak harus menjalani takdir kakak ini.” Kata Adi sambil memandangi adiknya.

“Tapi, aku gak mau pisah dari kakak. Aku sayang sama kakak. Izinin aku ikut kak.” Pinta Anin yang sudah tidak bisa membendung air matanya.

“Tidak bisa Nin. Ini terlalu berbahaya. Kakak gak mau kalian berada dalam masalah.” Kata Adi. Dia langsung mengelap pipi adiknya dengan tangannya.

Anin yang sangat sedih karena akan ditinggal oleh kakaknya langsung memeluk sang kakak dengan erat.

“Adi, ini adalah takdir kamu. Apapun keputusan kamu, Ibu akan selalu mendukung kamu.” Kata sang Ibu sambil tersenyum kepadanya.

“Terima kasih bu. Suatu saat, aku akan kembali kesini lagi untuk mengunjungi kalian.” Kata Adi.

“Baiklah, Ibu akan selalu menunggu kamu.” Kata sang Ibu sambil tersenyum.

Kami bertiga saling berpelukkan. Tidak lama Ayahnya Gracia langsung berbicara.

“Baiklah, sekarang kamu sudah memutuskan untuk ikut om untuk berlatih di Jepang. Kalau begitu besok om akan jemput kamu dirumah pukul delapan pagi. Sekarang, silakan kamu mengemasi barang bawaan kamu dulu. Besok kamu akan berangkat bersama empat orang Saint lainnya.” Kata Ayahnya Gracia.

“Sekarang saya pamit pulang dulu. Terima kasih telah bersedia untuk melindungi Athena.” Tambahnya.

“Baiklah, terima kasih sudah berkunjung kemari.” Kata Ibunya Adi.

Ayahnya Gracia langsung pergi menuju ke mobil. Setelah masuk ke dalam mobil dia langsung pergi meninggalkan rumah Adi.

“Yasudah, kalau begitu. Sekarang kita masuk ke dalam rumah. Ayo kita kemasi barang-barang kamu bersama-sama. Setelah itu kalian tidurlah. Besok Anin juga harus sekolah kan.” Kata sang Ibu.

Mereka hanya mengangguk saja mendengarkan perintah Ibu mereka dan masuk ke dalam rumah.

~o0o~

Pagi hari yang cerah telah tiba. Jam dirumah sudah menunjukkan pukul 7.45 pagi. Adi sudah mengemasi segala keperluannya selama tinggal di Jepang. Dia sudah menunggu Ayahnya Gracia diteras sambil ditemani Ibunya. Sedangkan adiknya Anin sudah berangkat sekolah terlebih dahulu.

Lima menit kemudian yang ditunggu akhirnya tiba. Ayahnya Gracia datang dengan membawa mobil mini bus. Mobil itu berhenti tepat didepan rumahnya. Seseorang lelaki paruh baya turun dari mobil yang ia kendarai itu dan langsung menghampiri Adi.

“Bagaimana? Apakah kamu akan ikut pergi ke Jepang sekarang?” Tanya lelaki itu yang ternyata adalah Ayahnya Gracia.

“Aku siap om.” Kata Adi dengan nada tegas.

“Baiklah pak. Saya titip anak saya. Tolong jaga dia selama disana ya.” Kata Ibunya Adi.

“Tentu saja. Saya pastikan kehidupan anak Ibu disana sudah terjamin. Disana mereka akan tinggal di yayasan milik kakek Ayah saya.” Kata Ayahnya Gracia.

“Baiklah kalau begitu. Nak, jaga diri kamu baik-baik ya.” Kata sang Ibu sambil menatap hangat Adi.

“Baik bu, tolong jaga Anin ya selama aku pergi.” Kata Adi. Mereka berdua langsung berpelukkan.

Setelah berpelukan mereka langsung berpisah. Adi langsung menaiki mini bus tersebut dan membawa barang bawaannya dan ditaruh di dalam bagasi. Saat mini bus itu mulai melaju, Adi melambaikan tangannya kepada Ibunya sampai mini bus itu tidak terlihat lagi.

Di dalam mini bus tersebut sudah ada empat orang anak lainnya yang menerima takdir sebagai seorang Saint. Di dalam mini bus itu, Adi duduk dengan seorang anak laki-laki. Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Wajar saja, namanya juga anak kecil. Mungkin butuh waktu untuk mereka semua agar saling mengenal.

~Yayasan Mitsumasa, Tokyo~

Sekarang mereka sedang berada diruang kepala Yayasan Mitsumasa. Mereka berlima membentuk barisan sejajar. Tak beberapa lama mereka berbaris, datang seorang lelaki paruh baya yang terlihat sangat tua sekali datang menghampiri mereka berlima. Lelaki itu langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan berdiri dihadapan kelima anak terpilih tersebut.

“Selamat malam semuanya. Perkenalkan, saya adalah Mitsumasa Kido. Saya adalah pemilik yayasan ini.” Kata sang kakek itu.

“Delapan tahun lalu kami bertemu dengan Sagittarius Aiolos di sebuah gua saat sedang melakukan pendakian. Disana dia membawa seorang anak yang nantinya harus kalian lindungi. Dia berpesan, saat Athena sudah berumur 16 tahun kalian harus membawa dia ke Sanctuary dan melawan pemberontak yang ada disana. Jadi, sebelum itu dilaksanakan saya akan melatih kalian untuk menjadi semakin kuat dari sebelumnya. Kalian paham?” Kata sang kakek panjang lebar.

“Pahammm…” Teriak kelima anak terpilih.

“Baiklah anak-anak. Dia adalah Ayah saya sekaligus kakek dari Athena. Dia yang akan memandu latihan kalian selama delapan tahun kedepan. Panggil dia Mitsumasa-sama. Jadi, mohon kerja samanya dari kalian.” Kata Ayahnya Gracia yang berada disamping Mitsumasa-sama.

“Baiklah, mulai sekarang persiapkan diri kalian. Delapan tahun kedepan kalian akan memiliki takdir yang besar dan juga tugas yang berat. Jika kalian tidak sanggup, dunia ini diambang kehancuran. Kalian Siap?” Kata Mitsumasa-sama dengan nada seperti sedang membentak.

“Siappp…”

-To Be Continued-

Hai semuanya. Akhirnya part dua keluar juga. Sedikit mau cerita nih. Dulu kalian masih inget gak fanfict yang judulnya “5 Bronze Saint Heroes”. Itu adalah fanfict yang tahun lalu gue share diblog ini. Tapi, karena keterbatasan sarana dan waktu jadi fanfict itu terhenti dipart ketiga. Nah, tujuan gue buat fanfict ini sebenarnya untuk menggantikan fanfict yang gagal itu. Semuanya udah gue rancang sedemikian rupa. Jadi, doakan saja supaya fanfict ini tidak putus ditengah jalan lagi seperti dulu. Oh, iya. Buat kalian yang punya kritik dan saran untuk fanfict ini boleh loh tuliskan komentar dibawah. Terima kasih semuanya^^.

Twitter            : @Nugroho_AJ93

Line                 : adi93saya

WattPad          : @AdiNishinoya4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s