Wrestling & Love part 70

pizap_1437301468174

“I..iya iya maah.. secepatnya deh..
tapi jangan buru-buru juga..
Pernikahan ga semudah membalikkan telapak tangan gitu aja, perlu dipikirin mateng-mateng” jelas Kelvin dengan sikap dewasanya

~~

“Maah.. berangkat dulu” Kelvin pamit ke Mamanya..

Sabtu sore itu terasa berbeda kali ini baginya, tidak biasanya ia merasa segembira itu..

*Sesampainya di rumah Andela

“Haai” sapa Kelvin begitu Andela keluar dari rumahnya

“Haai..tunggu bentar ya, aku ambil tas
dulu di kamar” ujar Andela

Kelvin hanya mengangguk

“Ayo.. sini..
kamu masuk dulu” Andela menarik begitu saja tangan Kelvin

“E..eh i..iya”

Andela menuju ke kamarnya di lantai atas, tak berapa lama kemudian, ia sudah kembali di samping Kelvin

“Yuk, jalan” ajak Andela dengan senyuman manis

“Yuk” Kelvin berdiri dan berjalan keluar rumah Andela, Andela membuntuti dari belakang

“Ohiya.. Mama Papa kamu mana Ndel?” tanya Kelvin bingung yang melihat Andela mengunci rumahnya
pertanda tidak ada siapa-siapa lagi di dalam

“Papa Mama aku lagi ada pertemuan keluarga di rumah nenek aku, jadi ya gitu.. mungkin sampe malem” ucap Andela

“Oh gitu” Kelvin manggut-manggut

“Hihi, udah ah yuk, keburu malem nih”

Andela naik ke motor Kelvin dan tak lama kemudian, mereka berdua menembus jalanan padat pada malam Minggu

“Vinn… kita mau kemana ?” tanya Andela di tengah perjalanan, tangannya memeluk erat pinggang Kelvin

“Liat aja nanti” jawab Kelvin membalas sambil matanya tetap fokus ke jalan

Setengah jam mereka di perjalanan.
Ada sedikit kemacetan tadi..

Memang jika malam minggu, jalanan padat merupakan hal yang wajar karena orang-orang banyak yang bermalam minggu sekaligus jalan-jalan hingga larut karena esok hari merupakan hari Minggu

Kelvin memberhentikan motornya

“Yuk turun” ajak Kelvin

“Eh.. kok kita kesini ? mau ngapain ?” tanya Andela bingung

Dan kini, mereka berada di salah satu gedung tinggi.

“Kamu tau tempat ini?” tanya Viny.

“Tau, Papa pernah ajak aku kesin
dan ini lebih tepatnya punya Om aku..” kata Kelvin

“Masuk yuk” ajak Kelvin

“Kita mau ngapain sih Vin?” tanya Andela

Kelvin masih diam, tidak menjelaskannya.

“Kamu ga niat macem-macem kan ?” tanya Andela lagi

“Ahaha engga lah sayang..
ayok naik” Kelvin menarik tangan Andela ke lantai paling atas gedung tersebut, lebih tepatnya itu adalah parkiran yang berada di atas

Sesampainya di atas sana, parkirannya lengang, hanya ada beberapa mobil yang parkir
Benar-benar menakjubkan..
Pemandangan di bawah sana bisa terlihat dari gedung itu, mereka berdua seperti merasa sangat dekat dengan langit

Ngg, liat deh,” Kelvin menunjuk bintang-bintang yang bertaburan di langit malam itu.

Andela menatapnya, sejenak ia terkagum akan ciptaan Tuhan ini.

“Hehe, tadinya mau ngajak ke mall, tapi mall terlalu biasa, udah sering kita kesana, jadi yaudah aku ajak kamu ke sini aja,” kata Kelvin

“Waah ini indah banget…
makasih ya Vin” Andela merebahkan kepalanya di bahu Kelvin sambil melihat bintang-bintang bertaburan di langit malam
“Hehe sama-sama, better than mall, right ?” canda Kelvin

“Hehe yap, of course it is” jawab Andela dengan bahasa Inggris juga

Tiba-tiba di tengah Andela menatap bintang..
air matanya tanpa sadar jatuh dengan sendirinya

“E..eh kok nangis ??” Kelvin terlihat khawatir

Kelvin menghapus air mata Andela dengan ibu jarinya.

“Eh, I,iya maaf,” Andela menunduk.

“Jadi? Ada apa?” tanya Kelvin lembut.

“Em..hh ini cuma terharu aja kok, ga nyangka hubungan kita bisa sejauh ini, aku pikir kalo dulu cinta kita itu
cuma sebatas cinta monyet, tetapi kenyataannya engga..” Andela terisak

“D..dan.. satu hal lagi..
a..ak..aku takut, Nngg.. aku takut kehilangan kamu” Andela tertunduk.. air matanya semakin deras..

Ia sudah terlalu mencintai Kelvin, ia takut suatu saat nanti..
Kelvin berpaling darinya

Kelvin mengangkat dagu Andela, kini ia bisa menatap mata Andela

“Takut kehilangan aku? Emang aku mau ke mana?” tanya Kelvin

“Hmm,” Andela kembali menunduk.

Kelvin diam, menunggu jawaban dari Andela

“Em..mh.. aku masih kepikiran soal
kejadian kamu sama Yona..” ucap Andela pelan

“Hei.. itu udah lewat, gausah diinget-inget lagi” kata Kelvin

“Y..ya ta..pi..”

“Udah ga ada tapi-tapian, yang penting aku disini, ga kemana-mana. Selalu ada di samping kamu, sampai kapanpun” kata Kelvin berjanji

Andela tetap saja ia merasa cemburu terhadap kedekatan Yona dan Kelvin, padahal sudah dibilang berkali-kali jika mereka hanya berhubungan sebagai rekan kerja

“Kamu tau.. dari semua gadis yang aku kenal, cuma kamu yang paling berbeda” lanjut Kelvin lagi

“Maksudnya?” Andela bingung

“Kamu tuh beda, kamu gadis yang riang, baik, cantik.. dan satu hal lagi, kamu udah nyuri hati aku” bisik Kelvin pelan

Lagi dan lagi Andela tersenyum mendengar ucapan Kelvin, Ia menjadi seperti orang bodoh karena sudah meragukan cinta Kelvin terhadapnya

“Makasih Vin,” Andela memeluk Kelvin erat, erat sekali, seakan ia tak mau kehilangan kekasihnya itu

“Udah yaa jangan sedih lagi, kamu kan tau, aku sayangnya sama kamu,” Kelvin mengelus rambut Andela lembut

Mereka kini menatap langit berdua, tersenyum bersama, sekali lagi Andela
merasa beruntung bisa mendapatkan Kelvin. Malam itu
menjadi malam yang sempurna untuknya, meskipun hanya duduk berdua di atas gedung, memandangi langit yang bertaburan bintang, indah, iya, semua hal yang kita lakukan bersama dengan seorang yang kita sayangi akan selalu terasa indah.

“Vinn.. lapeeer” ucap Andela manja sambil memegangi perutnya

“Ahaha dasar.. abis nangis, mau makan” ledek Kelvin yang juga merupakan candaan

“Iisssh nyebelin” Andela memukul lengan Kelvin pelan

“Iya-iya yuk, kita cari makanan Srikandi” ajak Kelvin mengulurkan tangan

Andela menerimanya dan berjalan bersama kembali ke bawah untuk
mencari restoran di dekat situ

“Mau makan apa ?” tanya Kelvin menengok kearah wanita disampingnya

“Apa aja, terserah kamu.. aku ikut aja” Andela bergelayut manja di lengan Kelvin

“Hmh.. apa ya ?” Kelvin nampak berpikir sejenak

“Di kaki lima gapapa kan ?” tanya Kelvin lagi

Andela mengangguk

“Yaudah yuk, makan Mie Ayam di pinggir jalan sana, enak looh.. aku udah sering makan disitu” ujar Kelvin memberitahu

“Oke deh, yuk” mereka berdua
menelusuri jalanan kota yang massh cukup padat..

Padahal bisa dibilang, itu sudah larut malam, tapi ya namanya malam minggu memang seperti itu, seakan-akan menjadi kota yang tidak pernah mati..

~~

“Gimana ? enak ?” kini mereka baru saja selesai menyantap Mie Ayam

“Hooh.. bener kata kamu, enak banget” ucap Andela sambil mengangguk

“Iya kan.. biarpun makanan pinggir jalan, tapi kualitasnya ga kalah sama restoran” kata Kelvin

“Hmm.. kita kemana lagi nih?” tanya Kelvin
“Aaah.. kesana yuk, kayaknya asik” jawab Andela sambil jarinya menunjuk kearah pasar malam

“Pasar malam ?” tanya Kelvin ragu

“Iya.. kenapa ? kamu gamau” Andela mulai cemberut

“Eh iya-iya, mau mau kok..
huu maennya cemberutan” Kelvin mengacak-acak rambut Andela.”.

“Issh jangan acak-acak rambut aku..
hehe yuk” Andela menarik tangan Kelvin semangat

“E..ehh.. pelan pelan Ndel, huft” Kelvin kehilangan keseimbangan

Sesampainya di pasar malam..

“Waah ramee” Andela terkagum
“Kok pasar adanya malam ? biasanya pagi ?” tanya Andela lagi polos

“Hadeeh Ndel..
namanya juga pasar malem, ya jadi jualannya malem-malem” ucap Kelvin

“Hehe ohiya, kok aku oon gini” Andela menepuk jidatnya sendiri

“Dari dulu” ujar Kelvin pelan

“Eh ? Apaa ??” Andela meninggikan nada bicaranya

“Ehehehe peace.. ga kok ga bilang apa apa” Kelvin mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V

“Huu dasar” Andela menggembungkan pipinya

“Eh kesana yuk, naik itu” Andela menunjuk ke wahana komedi putar

Kelvin hanya pasrah, tangannya ditarik oleh Andela kesana kemari..

Walaupun umur Andela sudah bisa dibilang termasuk wanita dewasa, tetapi terkadang tingkahnya seperti anak kecil yang polos…

Tetapi justru karena hal itulah yang membuat Kelvin jatuh cinta terhadapnya..
Selamanya bersikap dewasa itu tidak selalu bagus.. kadang sikap anak kecil dibutuhkan di beberapa kondisi

“Ayok ayok naaikk ittu” Andela menarik-narik jaket Kelvin

“Iya iya sayang.. aku naik” Kelvin pun ikut bermain bersama Andela di wahana komedi putar itu

“Waaahh ahahaha.. seruu”
Andela tampak bahagia sekali, terlihat dari raut wajahnya yang selalu menyunggingkan sebuah senyum yang manis

“Viiinn, kamu suka gaa ?” tanya Andela disela-sela wahana masih berjalan

“I..Iya-iya suka banget, apapun yang kamu suka, aku juga suka” jawab Kelvin

Kelvin berharap momen seperti itu berlangsung abadi, ia sangat senang sekali jika melihat Andela bahagia…

“Tidak ada yang lebih membuatmu bahagia ketika melihat orang yang kau sayangi bahagia” ~

“Udah larut nih.. pulang yuk, nanti Mama kamu nyariin” Kelvin melihat kearah jam tangannya, sudah menunjukkan pukul 11 malam

“Eh.. i..iya iya, ga kerasa ya, waktu terasa cepet selama kita sama-sama maen tadi.. hihi seru” kata Andela

“T.tapi tunggu bentar, aku mau liat-liat dulu” lanjut Andela kemudian

Kelvin pun menuruti kemauan kekasihnya itu, ia melihat kesekitar..
Banyak penjual menjajakan dagangannya, mulai dari baju-baju, tas, aksesoris dan lain-lain
Andela membeli beberapa barang disana, memang kebiasaan wanita itu belanja, jadi wajar jika Andela membeli beberapa barang..
Ia membeli baju-baju untuknya, dan juga untuk Mamanya di rumah, bahkan ia membeli baju couple untuk dirinya dan Kelvin.

Meskipun Kelvin sudah berkali-kali bilang jika ia sangat tidak suka memakai baju couple..
Andela tetap memaksanya, dan apa boleh buat, jika seorang makhluk yang bernama wanita sudah berkehendak, tidak ada yang berani membantah

Setelah dirasa cukup..

“Udah selesai ??” tanya Kelvin dengan nada menyindir karena daritadi Andela menghabiskan banyak waktu

“Hehe iyaiya maap lama, udah kok”
Andela cengengesan..

“Yuk” Kelvin menarik tangan Andela untuk naik ke motornya

“Eh tunggu..” Andela kembali menahan langkahnya

“Apalagi sih Ndel ?” Kelvin menghela nafas panjang, agak sedikit kesal dengan Andela yang sulit diajak pulang..

“Itu..” Andela menunjuk kearah penjual gulali

“Mau beli itu hehe”

“Huu.. iya deh” Kelvin membelikan dua gulali untuknya dan Andela

“Bang, gulalinya dua” ucap Kelvin memesan
“Iya mas” jawab penjual itu

Tak berapa lama kemudian

“Makasih mas, ini uangnya”

“Nih.. makan dulu deh, abis itu pulang” Kelvin memberikan gulali yang tadi Andela inginkan

Mereka berdua duduk di hamparan rumput di dekat pasar malam yang tadi mereka kunjungi

“Yeay makasih” Andela menerima gulali itu dan segera memakannya.

“Emm.h.. enaak, maniis” ucap Andela kemudian

“Iyalah manis, kamu makannya sambil liat aku” ucap Kelvin percaya diri

“Eeh.. dasar geer.. kamu manis apanya
yang ada pait” ledek Andela bercanda

“Oh gitu ?” Kelvin pura pura ngambek

“Ehehe bercanda kok sayang..
Iya deh iya, kamu emang manis kok” kata Andela seraya memegang lengan Kelvin

“Boong.. bodo ah ku ngambek” Kelvin sekali-kali ingin mengerjai Andela

“Iissh gitu aja kok ngambek sih..” keluh Andela

“Kamu aku tinggal yaah dadaah” Kelvin pura pura meninggalkan Andela dan menaiki motornya.

“Eh.. eh t.. tun..tunggu, terus aku gimana ?”

Kelvin malah diam saja
Kelvin menyalakan mesin motornya

“Iiih kamu mah tegaa, gitu amat sama aku” Andela sudah tertunduk sedih, a mengira jika Kelvin memang benar-benar marah dan ngambek

Tak lama kemudian, mesin motor kembali mati..

“Ahahahaha” Kelvin tertawa puas

“Eh.. ? kok ketawa ?” Andela bingung

“Gotchaa.. ahaha kena kamu aku kerjain” ujar Kelvin sambil tidak berhenti tertawa

“Iiiiih.. Keeelvvinn.. awaass yaa..
ga lucu tauu” mereka saling kejar mengejar satu sama lain di tengah hamparan rumput

“Ahaha iya-iya ampun” kata Kelvin

“Huu awas aja kalau berani ngulangin lagi..” ancam Andela

“Iya-iya.. yuk ah, udah abis kan gulalinya?” tanya Kelvin

Andela mengangguk

“Oke” Kelvin memakai helmnya, kemudian memberikan helm satu lagi kepada Andela

“Udah siap ?”

“Siap”

Motor pun berjalan menembus jalanan kota..

Waktu sudah masuk tengah malam, saat sehabis membeli baju-baju tadi, Andela memutuskan untuk memberitahukan Mamanya kalau ia
akan pulang agak larut melalui SMS…

Supaya berjaga-jaga agar Mamanya tidak khawatir jikalau Andela pulang lewat dari tengah malam

Akhirnya setelah 15 menit perjalanan mereka sampai di rumah Andela

“Thanks for today..
aku seneeng banget hari ini, makasih ya sayang” Andela baru saja turun dari motor Kelvin

“Hehe iya sama-sama”

“Yaudah aku masuk dulu ya” ucap Andela

“Eh… tunggu tunggu..” Kelvin menahan tangan Andela

“Kenapa ?”
“Boleeeh…?” Kelvin menunjuk pipi kanannya yang berarti bahwa ia ingin Andela menciumnya

“Iih dasar, maunya kamu”

“Yaah” Kelvin berlagak kecewa

“Hihi iya-iya”

Cups..

Dengan cepat Andela mengecup pipi kanan Kelvin

“Ehehe makasih yaa Ndel, love you” Kelvin cengengesan

“Iya-iya…love you more” Andela melambaikan tangannya seraya motor Kelvin berjalan pulang

Hari Sabtu yang panjang dan melelahkan itu berakhir

Kelvin terlelap di kamarnya, membawa sejuta kebahagiaan setelah bersama Andela tadi..

~~

Di hari Minggu, saatnya beristirahat..
tidak ada kegiatan khusus di hari itu..
Kelvin hanya berdiam diri di kamarnya yang nyaman seharian, ya memang ia betah disana, segala fasilitas yang ia butuhkan, seperti TV, playstation, laptop, smartphone dan novel-novel yang ia suka baca semuanya ada di kamarnya.

Maka sangat wajar, jika ia sudah sangat nyaman untuk berdiam diri di kamar seharian, Kelvin hanya keluar kamar jika saat mandi dan juga makan atau dipanggil anggota keluarganya karena sesuatu hal penting.
SENIN…
Hari yang bisa dibilang menyeramkan bagi sebagian orang, karena setelah hari libur selesai, pada hari Senin lah semua aktivitas kembali seperti semula tetapi.

Tetapi, tidak untuk Kelvin dan kawan-kawannya , bagi mereka itu seperti hari-hari biasa..

Tidak perlu takut akan aktivitas yang berjalan kembali, atau kepadatan di jalanan..
just get it done

Jalani saja layaknya air mengalir, segalanya akan berjalan dengan lancar jika pikiran tenang dan tidak takut akan Senin

“Pagi Vin” sapa Michael kepada Kelvin..
Mereka berdua tengah berada di lobby kantor..

“Oii, pagi juga Mike..
hooaahmm” Kelvin terlihat menguap, pertanda ia masih ngantuk

“Haha, ngapain aja lu semalem ? kayaknya masih ngantuk gitu..” tanya Michael

“Gw capeknya bukan pas kemaren, tapi lusa kemaren pas malming..
jalan sama Andela” ujar Kelvin memberitahu

“Cieee.. kok bisa sama kaya gw”

“Lu juga malmingan sama Shani?” tanya Kelvin balik

“Hooh” jawab Michael

“Ooh” Kelvin hanya manggut-manggut

“Lu kemana aja berdua?” lanjut Kelvin bertanya

“Biasa.. apalagi kalo bukan nonton.. jalan jalan di mall” jawab Michael

Kini mereka berdua sedang menunggu pintu lift terbuka

“Ahaha.. maenstream” ledek Kelvin

“Aelah.. emang lu kemana ?” tanya Michael balik

“Ke gedung tinggi liat bintang, makan di pinggir jalan, sama ke pasar malem” ujar Kelvin

“Wiih kayaknya seru” ucap Michael terkagum

“Mayan lah..
akhirnya dia udah ga marah lagi soal
salahpaham gw sama Yona”

“Ya bagus, gw turut seneng”

Tingg

Pintu lift terbuka, mereka berdua masuk..

Michael ingin menuju lantai 4 karena tempat kerjanya berada disana, sedangkan Kelvin menuju lantai 8..

48 :v *abaikan *wotsbanget

“Yok ah, Vin, gw duluan, see ya” Michael keluar dari lift

“Yoi see ya” Kelvin masih tetap di dalam

Ting

Sampailah ia di lantai 8

“Pagi pak..”

“Pagi pak” banyak sapaan-sapaan dari karyawan-karyawan lain terhadap Kelvin

Kelvin hanya membalas dengan sebuah anggukan kecil dan diiringi dengan senyum tipis

Brrukk

Pintu tertutup

“Pagi Vin” sapa Yona

Kelvin sudah sampai di ruang kerjanya

“Pagi juga Yon.. ” Kelvin meregangkan badannya sejenak karena merasa sedikit pegal saat berkendara tadi

“Mmh.. gimana perkembangan
Andela ? tanya Yona memberanikan diri, Yona sampai sekarang masih saja merasa bersalah terhadap renggangnya hubungan mereka

“Kamu gausah mikirin lagi, semuanya udah balik kayak semula..
Andela udah ngerti dan ga salah paham lagi” Kelvin duduk di kursinya

“Waah syukurlah, aku turut seneng” ujar Yona tersenyum..

Meskipun ia sedikit menyimpan perasaan suka terhadap Kelvin, tetapi tetap saja ia tidak bisa memaksakan kehendak orang begitu saja.

Kelvin tidak mencintainya, ia hanya mencintai Andela seorang, dan Yona mengerti akan hal itu

“Mmh.. oiya Yon, gimana proyek kantor kita ? kamu udah ketemu client ?”
tanya Kelvin beralih topik

“Oh itu.. kamu tenang aja..
aku udah ketemu client kita, dan tender itu bisa kita dapetin” Kelvin hanya mengangguk – angguk

“Bagus.. ga salah kamu jadi sekretaris aku, bener-bener ngebantu” puji Kelvin

“Ehehe iya, makasih Vin”

Kadangkala dalam hidup kita harus tabah dalam menjalani sesuatu, ada saat dimana kita di bawah, dan pasti ada saat kita berada di atas. Yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Wrestling & Love part 70

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s