My Future Word Story, Part5

“Baiklah vin gue akan mencobanya, semoga aja gak terjadi apa-apa ” ucap Fajar

“Iya jar semoga aja” kata gue

Lalu Fajarpun menghadap ke kami untuk menunjukkan hantu hitam itu

“Ok jar silahkan” ucap gue

Fajarpun mulai melakukannya, namun pas saat dia ingin mengeluarkannya tiba-tiba aja gue bilang…

“Lagian gue penasaran sama hantu hitam yang loe ceritakan itu kayak apa, serem atau nggak gitu” kata gue

Pada saat Fajar mendengar perkataan gue, Fajar langsung *dubraaakkk* jatuh kebawah karena mendengar perkataan gue tadi

Disaat si Fajar bertingkah seperti itu, Beby dan Sinka bingung melihat kenapa si Fajar begitu

“Kak, kenapa dengan kak Fajar kak?” Tanya Beby ke gue

“Hmmm mungkin si kak Fajar begitu karena mendengar kata-kata kakak tadi” jawab gue

“Emangnya tadi kakak bilang apa sama kak Fajar?” Tanya Beby lagi

“Lah masa tadi kamu gak dengar apa yang kakak katakan tadi?” kata gue bingung dengan pertanyaannya

“Ahhh entahlah, Sinka, apa kamu tadi dengar apa yang dikatakan sama kakak tadi?” Tanya Beby ke Sinka

“Yaelah… ada apa sih dengan adek gue yang satu ini, gue bingung beneran nih tadi diawal si Beby melihat biasa aja tindakan yang gue lakukan terhadap Fajar, lalu dia ajaib sendiri bangun saat gue bilang “cerita”, sekarang ini lagi, lama-lama gue kepikiran apa otaknya ini udah rusak atau apa ya? Gue jadi… ah tau ah bingung gue” ucap gue dalam hati

“Ehh? Tadi aku dengar kok apa yang dibilang sama kakak, memangnya kamu gak dengar apa beb? Apa telingamu aja yang kesumbet sesuatu?” kata Sinka

“Enggak kok, telinga aku gak kesumbet apa-apa deh” jawaban Beby

“Ayolah Beby kita sekarang ini gak bercanda beb, masa suara kakak yang keras gitu gak mendengar sih kamu? Apa kamu ada kelainan beb?” kata gue mulai sedikit kesal dengan omongan “canda”nya itu

“Iya kamu ini beb, jangan bercanda deh aku juga mulai kesal nih, soalnya kamu aja yang menurutku agak sedikit menyebalkan dan merepotkan sejak awal kita kesini” Sinkapun juga sama

“Jadi… menurut kalian aku ini menyebalkan dan merepotkan?” Bebypun mulai meneteskan air matanya

Beby mulai sedikit menangis, menangis, menangis, dan akhirnya…

“Hahahahahahaha!” Bebypun tertawa entah kenapa

Seketika gue dan Sinka bingung dan heran, apa kami sedang bermimpi atau apa

“Maaf-maaf sudah merepotkan kalian berdua dan membuat kalian berpikir aku ini orang yang menyebalkan, maafin ya! Dan juga itu tadi… hanya bercanda! Hihi!” Beby tersenyum girang ke kami sambil menunjukkan tangan “V” nya

Seketika juga suasana hati kami jadi runyam, entah mau dibilang ini hanya bercanda atau dibilang kami kesal dengan Beby lalu guepun…

“Kalo bercanda juga ada batasannya Beby!!!! Kamu tau itu nggak sih!?” kata gue sangat kesal dengan omongannya itu

“Iya aku tau kok itu, memangnya aku ini ketinggalan zaman apa, dengan kata-kata itu” ucap Beby

“Tapi kamu kadang bodo amat dengan kata-kata itu, nah apa lagi coba yang salah? Hah!!!” kata gue

“Tapi kan Beby…” ucap Beby

“Hahhh… mulai deh debatnya” ucap Sinka mengeluh

Gue dan Bebypun berdebat Cuma gara-gara tingkah Beby yang tidak gue sukai ini, sampai-sampai gue menasihatinya dengan sedikit paksaan agar dia mau merubah sifatnya itu dan Sinka hanya berdiam diri melihat kami. Dan disini Fajar merasa seperti diabaikan saat Fajar bertingkah seperti itu

“Oiii gue kok dikacangin sih? Apa kalian lupa kalo gue ada disini melihat kalian? Gue merasa seperti semut yang cuman numpang lewat gitu yah, hahhh sakit banget rasanya” gumam Fajar

Lalu Fajarpun berdiri dari tempatnya. Karena Fajar merasa bosan melihat gue dan Beby berdebat dan Sinka yang hanya diam begitu saja, si Fajar langsung menyadarkan kami dari ketiadaan si Fajar yang dikacangin

“Woiii!!! Apa udah selesai debatnya? Jangan lupain gue woiii!!!” ucap Fajar kesal karena dikacangin begitu saja

Lalu kamipun diam begitu saja karena kami baru saja ingat kalo ada Fajar yang memperhatikan kami, setelah itu guepun langsung bertingkah seperti biasanya termasuk juga Beby dan guepun…

“Oh iya tadi kita sampai mana yaa jar? hehe” kata gue dengan tingkah biasa tapi aneh

“Iya kak, dan juga kenapa tadi kakak jatuh begitu? Hihi” Bebypun juga begitu

“Hehhhh?!! Kenapa kalian langsung begitu? Jadi kelihatan kayak orang bodoh deh” ucap Sinka dalam hati

“Yaelah loe berdua, kayak gak ada apa-apa yang terjadi gitu dan juga… bodoh, yaa gitulah yang gue tau”  kata Fajar dalam hati

“Gak tau, kalian pikir aja sendiri” jawaban yang simple untuk dua pertanyaan itu

“Hehe maaf deh jar kalo gitu, gue aja sampai gak nyadar kalo gue bakalan begitu dan mengabaikan loe begitu saja karena yaa ini masalah pribadi yang terjadi antara gue dan Beby jadi yaa begitu deh” kata gue menjelaskan apa yang terjadi pada gue tadi

“Iya kak maafin yaa, intinya kak Alvin tadi gak nyadar aja gitu maaf yaa” ucap Beby meminta maaf

Fajarpun gak terima begitu saja, namun karena dia berpikiran untuk tidak memperpanjang masalah ini lalu diapun menerima permintaan maaf dari Beby

“Hahhh yasudahlah, lagian kak Fajar juga gak mau memperpanjang permasalahan ini, nantinya yaa gak kelar-kelar masalah ini kalau diperpanjang, yaudah kak Fajar maafin deh tapi ingat jangan diulangi lagi yang kayak tadi” Fajarpun mau menerima permintaan maaf Beby

“Iya kak Beby janji gak akan mengulanginya lagi” ucap Beby

“Benar apa yang dikatakan oleh kakakmu, bercanda juga ada batasnya jangan berlebihan kayak tadi, di ingat kata-kata itu” tambahan dari Fajar

“Iya kak Beby juga tau itu kok” ucap Beby

“Dan juga loe vin, loe langsung main ngacangin gue gitu aja, loe gak tau gimana rasanya dikacangin gitu atau juga seperti semut yang numpang lewat gitu hahh!” tak terkecuali gue yang sepertinya dalang dari permasalahan ini

“Yaa gue tahu lah jar gimana rasanya, tapi gue gak mau jadi begitu soalnya gue kan tokoh utama di cerita ini beserta adik gue jadi yaa sedikitpun gue gak mau dikacangin begitu” kata gue

“Hahhh? Tokoh utama? Bukannya gue yang jadi tokoh utamanya?” Tanya Fajar yang ngaku begitu

“Helehhh ngaku jadi tokoh utama loe, loe itu tokoh pembantu sama si professor itu, enak aja loe dan yang pertama kali muncul itu kan gue bukan elo” kata gue yang serasa menusuk hati Fajar

“Anjirrr loe, sakit banget rasanya dibilang begitu, awas aja loe” ucap Fajar

“Yaa memang begitu kenyataannya, emangnya loe gak nyadar yaa?” kata gue

“Ahsudahlah, gak usah diperpanjang lagi jadi bosan gue mendengarnya” Fajar mulai kesal

“Yaudah memang itu yang gue mau, sudahlah kembali ke pembicaraan tadi” kata gue

“Lagian juga kenapa kita jadi ngomong begitu yaa? Jadi melenceng ke pembicaraan yang di awal deh, haduhhhh”  kata gue

“Loe juga sih vin jadi ngomong itu segala, kalo loe udah tau itu gak usah di omongin lah vin, kampret bener loe!” ucap Fajar

“Loe sih yang memulai jadinya begini kan” ucap Fajar

“Hahhh tau ah terserah aja” kata gue

“Hahhh… akhirnya bisa kembali tenang lagi” ucap mereka dalam hati dengan leganya *kebetulan pikiran Beby dan Sinka sama

Kamipun kembali ke pembicaraan kami yang tertunda tadi karena masalah yang dibuat oleh Beby

“Hahhhh!!, yaelah! loe vin, maka tadi udah gue ceritain vin masa loe gak percaya?” ucap Fajar kesel mendengar perkataan gue diawal

“Yaa sebenarnya gue percaya jar sama cerita loe, tapi yang loe ceritain tadi pas dimana professor itu menunjukkan hantu hitam itu ke loe, penasaran aja apa itu serem atau nggak” kata gue

“Vin loe itu bodoh atau nggak sih? yaiyalah, semua hantu itu pasti serem vin emang ada hantu gak serem gitu” ucap Fajar

“You think aja sendiri jar gue males mikir” kata gue membodohi Fajar

“Ini orang sudah nanya kek gitu, gak lucu pula candaannya, dasar kampret!! dasar payah!! Dasar bangsat loe!!” ucap Fajar yang membuat gue double tusukan di hati

“Anjirrr loe!!” kata gue

“Tapi……” ucap Fajar yang membuat gue bingung

“Hmmmm?” kata gue bingung

“Iya juga sih soalnya itukan hanya cerita aja gak ada gambarnya, jadi yaa loe gak tau apa itu serem atau nggaknya” ucap Fajar yang baru nyadar dari perkataannya sendiri

“Nah itu loe tau apa jawabannya, yaelah seharusnya bilang dong daritadi jadinya yaa gak perlu ngomong kek gini, lama tau gak” kata gue

“Yaa ini gue baru kepikiran bodoh!! Aaahhh susah banget ngomong sama loe ini vin kayak anak kecil yang penasaran gitu, kadang-kadang buat gue kesel aja sama loe” ucap Fajar

“Dan juga oiiii tuan kampret, loe tuh juga ngomongnya gak masuk akal gitu, emang loe kira hantu hitam itu apa hahhh?!! Badut apa?!!” ucap Fajar

“Yaelah kan gue tadi udah bilang you think aja sendiri, ini orang mendengar atau gak sih?” kata gue

“Gakkk!!! Puas loe?” ucap Fajar makin kesal

“Emang telinga loe itu ditaruh dimana sih jar? penasaran gue” kata gue

“Di Hongkong!!!!” ucap Fajar semakin kesalnya

“Oooooiiiiii sudah woiii sudah kalian berdua ini ribut aja daritadi, kapan mulainya kakak-kakakku yang tersayang?!!” giliran Sinka yang ikut berbicara karena dia diam begitu aja daritadi dan… Sinka menunjukkan wajah marah yang ganas kepada kami

“Wowww seram juga yaa Sinka, giliran dia yang begini malah… bertolak belakang banget dengan sifatnya yang ramah dan kadang-kadang pendiam gitu” ucap Beby dalam hati

Kamipun merasa ketakutan dengan omongan adek gue yang manis tapi tajam banget rasanya ini, lalu kami langsung berbalik kebelakang untuk melakukan sesuatu tanpa Sinka ketahui

“Vin, kita sudahan aja yuk daripada kita kena imbasnya nanti” ucap Fajar berbisik ke gue

“Iya deh jar, kita sudahi aja omongan ini gue takut kalo kita bakalan kek gimana nantinya” gue membalasnya

“Loe juga sih yang memulai” *sedang berbisikan (Fajar)

“Ahhh sudahlah jar nanti aja bilang itunya, bosen banget gue daritadi bilang itu terus” *sedang berbisikan

“Iya deh iya, tapi kayak gimana vin, gue gak tau nih mau mikirin apa” *sedang berbisikan (Fajar)

“Loe pikir aja sendiri situ mau apa” *sedang berbisikan

Lalu Fajarpun memikirkan apa yang akan terjadi pada kami selanjutnya, tiba-tiba…..

Fajar ketawa-tawa sendiri tanpa terpikir oleh gue, gue kira dia memikirkan sesuatu yang lucu, tapi pada saat itu juga hidungnya mengeluarkan darah kecil seperti mimisan

“Jar loe kenapa jar? sampe mimisan gitu loe, loe gak demamkan ?” *sedang berbisikan

“Gue tau vin, apa yang bakalan terjadi pada kita selanjutnya hehe” *sedang berbisikan (Fajar)

“Hahh? apa itu?” *sedang berbisikan

“Sini telinga loe dekatin lagi supaya gak kedengaran sama Sinka” *sedang berbisikan (Fajar)

“Bangkeee, sepertinya gue tau apa maksud Fajar tadi, jangan-jangan……” ucap gue dalam hati

Fajarpun menceritakannya kepada gue tentang maksud dia ketawa-ketawa gitu, dan kampretnya….

“Anjirrr loe jar!!, loe udah gila yaa, adek gue ngelakuin “itu” ke kita?” kata gue saking kagetnya dengar bisikan Fajar (if you know what I mean)

“Ooooiiii jangan keras wooiii” ucap Fajar

“Haaahhh? ada apa kak? kok kakak kaget gitu?” Tanya Sinka bingung dan langsung berhenti marah karena mendengar gue kaget

“Aaaaahhhh gpp kok sin, kakak cuman…. Ya begitulah” kata gue ngomong gak jelas

“Iya kok sin gpp kok, kami tadi cuman…. Ya begitulah sama kek kakak loe hehe” begitupun dengan Fajar

“Lah terus itu kenapa hidung kak Fajar ada darah gitu? apa jangan-jangan?” ucap Sinka

“Waduuuhhhh bisa mati gue kalo sampai Sinka tahu, oh iya gue hilangan dulu darah gue” ucap Fajar dalam hati dan ngelap bekas darah di hidungnya

“Apa yang kakak lakukan dengan kak Fajar sampai begitu kak?” Tanya Sinka kaget dengan apa yang dia pikirkan

“Aaaahhhh enggak kok enggak kakak apain kak Fajar” jawab gue gak tau apa yang Sinka pikirkan

Lalu kami bertiga ngomong sangat panjang lebar sekali sampai-sampai sang penulisnya lelah gak bisa membuat lebih banyak menulis omongan mereka tersebut jika dituliskan :v dan juga si Beby sampai menguap ingin tidur karena mendengar omongan mereka

Lalu Bebypun mulai bertindak

“Wooooiiiiii!! apa udah selesai atau belum? ngantuk nih mau tidur!” ucap Beby berteriak dengan keras

Dan seketika kami mengulang kejadian yang sama dengan yang gue lakukan pada Fajar barusan

“Waduhhh gue lupa, kalo ada Beby yang ngeliatin kami daritadi, ahhh terulang lagi deh kejadian yang sama” ucap gue dalam hati

“Jiaaahhhh gue lupa, kenapa gue terusin ya omongan ini sama Alvin dan Sinka juga” ucap Fajar dalam hati

“Yaa ampun, kenapa aku juga ikut-ikutan ya ngomong sama mereka” ucap Sinka dalam hati

“Eehhh sudah-sudah liat tuh Beby jadi bosan kan daritadi kita kek gini” ucap gue

“Hehe iya juga sih, kak, vin” ucap mereka berdua bersamaan secara tak terduga

“Hahhh?” ucap mereka berdua lagi

“Cieeee, ehem-ehem, batuk saya pak, maaf-maaf” kata gue dengan anehnya :v

“Aaaaahhhhhhhh” ucap mereka berdua bingung

“Aaahhh sudah-sudah, ini jadi atau gak sih vin? kalo gak gue bunuh loe” tanya Fajar mengalihkan pembicaraan

“Wihhh serem, yaa jadilah loe juga sih yang ngajak gue kayak gituan” kata gue

“Loe tuh yang pertamaan” ucap Fajar

“Ahsudahlah jar nanti aja lagi ngobrolnya, ayo cepetan” kata gue

“Ini orang beneran gue bunuh aja sekarang disini, makin tambah kesal gue sama nih orang” ucap Fajar dalam hati

“Yaelah kakak ini dasar gak sabaran banget, sebenarnya yang punya kekuatan itu siapa sih kak” ucap Sinka

“Hehe maaf-maaf kakak khilaf” kata gue

“Hmmmmmmm” ucap Sinka cemberut melihat kelakuan gue

“Yasudah nih gue mulai” ucap Fajar

“Ok-ok” ucap gue

Lalu Fajarpun mulai melakukannya.
Beberapa detik saja ada sesuatu yang keluar dari tubuh Fajar yaitu sebuah partikel hitam yang keluar dengan jumlah yang sedang saja. Lalu partikel tersebut mulai menyatu saat partikel itu keluar dari tubuh Fajar, menyatu menyatu terus menyatu sampai akhirnya terbentuklah hantu hitam seperti mumi itu. Sontak mereka berdua kaget melihatnya tidak termasuk gue yang menurut gue biasa-biasa aja melihatnya, yaelah kenapa juga tadi gue sampai ngomong panjang lebar gitu sama Fajar cuman gara-gara gue gak tau serem atau nggaknya hantu hitam itu, eh sekalinya setelah lama gue menunggu malah biasa-biasa aja menurut gue gak terlalu serem gitu hantunya.

Emang ada juga hantu warnanya hitam sama bentuknya juga seperti mumi begitu, halaaahhh ada-ada aja

“Yeahhh akhirnya berhasil tanpa ada sesuatu yang terjadi sama hantu hitam ini jika dikeluarkan saat keadaan tidak terdesak” ucap Fajar senang karena sesuai dengan harapannya

“Iya jar, syukurlah gak terjadi apa-apa saat hantu hitamnya dikeluarkan, gue jadi ikut senang” begitu juga dengan gue

“Tapi yaa, haaaahhhh gue kira apa, eh sekalinya biasa aja menurut gue gak terlalu serem gitu” kata gue

“Kenapa? masalah emangnya?” ucap Fajar

“Iya masalah, yaaahhh seandainya tadi kita ngomongnya gak panjang lebar kayak tadi, kan kita jadinya enggak begini sampai loe kesal gitu sama gue” kata gue

“Loe ini memang bodoh banget yaa, masih mending gue ceritain sama gue tunjukkin nih hantu, daripada enggak gue ceritain dan loe gak nanya kayak tadi, iyakan?” ucap Fajar

“Iya tuh kak betul kata kak Fajar, masih mending kak Fajar mau ngedengerin permintaan kakak daripada enggak dikabulin” ucap Beby

“Tau nih kakak, untung kak Fajar baik hati dan sabar ngehadapin kakak kayak gini” ucap Sinka

“Hahhh… akhirnya seorang bidadari seperti mereka mau membela dan sangat pengertian sama gue seperti ini, rasanya gue pengen nangis kalo begini haha! hahahaha!” ucap Fajar dalam hati

“Nah tuh dengerin kata adek loe yang cantik-cantik ini, dasar payah loe!” ucap Fajar

“Iya deh iya, gue tau” kata gue

Pada saat kami mengobrol, tiba-tiba saja hantu hitam itu tampak merasa aneh menurut gue

“Jar, kenapa tuh hantu hitam punya loe?” Tanya gue

Lalu Fajarpun menoleh kearah hantu hitam itu

“Entahlah vin gue juga gak tau kenapa” ucap Fajar

Tiba-tiba saja hantu hitam itu ingin menyerang gue tanpa terkendali bukan karena menganggap gue sebagai musuhnya. Karena juga kan dia gak tau kalo gue ini teman baiknya dan gue gak ada kepikiran sama sekali untuk melukainya, haaahhh tapi yaa memang begitu apa yang dikatakan Fajar sebelumnya ”karena hantu hitam ini diciptakan untuk bertarung melawan siapa saja yang menyerang pemiliknya”

“Da…sar… pa…yah…” ucap hantu hitam itu mau menyerang gue

“Hmmm?” kata gue bingung

Hantu hitam itupun menyerang gue

”Ehh… kenapa ini jar, dia menyerang gue!” kata gue menghindar dari serangannya

Karena gue tau gue gak bisa mempraktekan saat penyerangan gue waktu itu, terpaksa gue menghalau serangannya dengan pisau gue

“Lahhh kenapa ini? loh loh loh!” ucap Fajar mulai panik melihatnya

Ternyata harapannya jadi sirna karena tiba-tiba saja hantu hitamnya menyerang gue tanpa terkendali atau kalau bisa gue bilang “tanpa pikir panjang”

Hantu hitam itu terus menyerang gue

“Kalian berdua menjauhlah dari sini!!!” teriak gue ke mereka sambil menghalau serangannya

“B-baik kak” ucap mereka berdua dan langsung mencari tempat aman

“Jar!! Bantu gue dong kampret! atau pikirkan sesuatu untuk menghentikannya!” kata gue

“Iya ini sebentar gue mikirin suatu dulu kampret, pikiran gue jadi kacau nih gara-gara loe” ucap Fajar

Sementara gue menghalau serangannya, Fajarpun memikirkan sesuatu untuk menghentikannya

“Sudah dapat belum jar? Gue gak bisa menahannya lagi nih, capek gue jadinya” kata gue yang masih menghalau serangannya

Karena Fajar berusaha keras untuk mencari jalan keluarnya dan guepun juga terus dan terus menghindari serangannya, sampai akhirnya…

“Ooooiiii berhentilah hantu hitam!!” teriak Fajar memerintahkan hantu hitam itu

Dan anehnya, pada saat Fajar bilang itu hantu hitampun langsung berhenti

“Haaahhh?” Fajarpun bingung karena perintahnya berfungsi pada hantu hitam itu

“Hah hah hah hah hah hah” gue sampai kewalahan menghindari serangannya daritadi

“Akhirnya loe berhasil jar, gue gak nyangka perintah yang menurut gue sangat sederhana itu bisa berfungsi pada hantu hitam loe itu, hebat loe jar hah hah hah” kata gue

“Yaa inipun juga gue gak tau lagi apa yang gue pikirkan, terpaksa gue bilang begitu tapi ajaibnya dia mau mendengarkan, syukurlah” ucap Fajar lega karena perintahnya berfungsi

“Iya syukur deh kalo begitu hah hah hah” guepun sangat kewalahan sekali sampai-sampai gue gak bisa ngatur pernapasan gue

“Gue mau istirahat dulu yaa jar capek banget” kata gue

“Oh iya silahkan, gue juga merasa terbantu oleh elo vin” ucap Fajar

Guepun duduk sebentar karena tadi, dan Fajarpun mengatakan sesuatu pada gue

“Vin kita bawa aja yuk ini ke tempat professor gue buat ngejelasin ini semua dan juga gue akan menepati janji gue tadi malam” ucap Fajar

“Beneran jar? hah hah hah hah hah” Tanya gue

“Iya gue beneran, makanya ayo, lihat nih loe juga sampai kewalahan gitu menghindari serangannya tadi” jawab Fajar

“Yaudah deh kita berangkat, oh iya bebyyy sinkaaa ayo kita pergi, ini udah mulai menuju siang nih nanti harinya panas kalo kita berdiam disini” kata gue ke mereka berdua

“Iya kakkk” mereka membalasnya dan mereka berdua keluar dari tempat aman itu

Lalu hantu hitam itupun menghilang dan kamipun berangkat menuju ke tempat professor yang dikatakan Fajar itu

Bersambung

Created by : @AlvinDSPinanggi

Note : maaf untuk sebelumnya, jika kalian yang membaca ini dari awal hingga sekarang menemukan banyak sekali kata-kata yang tidak enak untuk diucapkan ataupun didengar, mohon jangan ditiru kata-kata tersebut yaa. Saya cuman gak mau kalau saya yang disalahkan karena kata-kata tersebut

Dan satu lagi, saya lupa mengucapkan sebelumnya di cerita saya, gimana? bagus gak? kalau bagus sertakan komentar, kritik, atau sarannya yaa karena hal tersebut bisa membuat saya lebih bersemangat lagi dalam menulis cerita, jangan lupa yaa!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s