Breakers, The Super-Power Agent, Part1

cover

title-1-1

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Nama karakter, organisasi, tempat kejadian dan kesamaan lainnya hanyalah sebuah kebetulan.

Pada suatu malam, sedang terjadi hujan badai yang tak kunjung selesai melanda kota Bandung. Di sebuah gedung bertingkat ada seseorang misterius yang sedang berlari-lari mengejar incarannya. Orang itu memakai pakaian serba hitam dan ditangan kirinya memakai sebuah gelang. Ditelinga kirinya Ia memakai Headset sebagai alat komunikasi antara dia dengan orang yang memberinya instruksi.

Orang itu lalu berhenti berlari, dia sudah berada di puncak gedung tersebut. Dia menatap ke seseorang yang menjadi incarannya. Orang yang di incarnya itu terlihat sangat panik dan ketakutan.

Tlit

Orang berbaju hitam itu menekan tombol yang berada pada Headset yang ia kenakan.

“apa ?”ucap orang berbaju hitam.

“targetnya orang itu”terdengar suara balasan dari Headset yang Ia gunakan.

“aku sudah tau”balas orang berbaju hitam.

“cepat lenyapkan”terdengar lagi balasan dari Headset.

Tlit

Orang berbaju hitam langsung menutup alat komunikasinya. Ia berjalan dengan santainya mendekati incarannya yang dari tadi terlihat panik dan kebingungan.

“kenapa tidak melompat kebawah saja ?”ucap orang berbaju hitam.

Incarannya itu pun langsung melihat kearah orang berbaju hitam. Ia langsung kaget. Tubuhnya gemetaran dan seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat.

“kamu Breakers ?”ucap incarannya itu dengan wajah yang penuh dengan ketakutan.

Orang berbaju hitam hanya diam sambil terus meneruskan jalannya untuk mendekati incarannya yang merupakan seorang kriminal yang sudah buron.

“tunggu dulu, aku tidak bersalah. Maaf kan aku”ucap kriminal itu sambil terus memohon.

“pembunuhan anak kecil, penyelundupan obat terlarang dan Pembocoran Informasi rahasia. Apakah itu bukan kesalahan ? Tuan Robert”ucap orang berjubah.

“waaaaaaa…apa kamu senang menjadi anjing milik Orang itu ?”ucap kriminal dan wajahnya masih tampak menunjukkan ketakutan.

“itu sebabnya aku benci kriminal sepertimu”ucap orang berjubah. Tangan kanan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan tiba-tiba Ia sudah memegang sebuah Gun Blade.

“Gun Blade itu ? jangan-jangan kamu…. ?”

SRIIITTT….

DUUAARRR

Orang berbaju hitam itu langsung menembak si kriminal dengan Gun Blade nya sebelum ucapannya selesai. Pelurunya yang berupa sinar plasma berwarna biru berbentuk bulat, membuat tubuh si Kriminal itu tidak tersisa sedikit pun termasuk abunya.

Setelah kriminal itu dimusnahkan, orang berbaju hitam itu mendapatkan pangilan dari orang yang memberinya instruksi.

“misi selesai”ucap orang berbaju hitam.

“bagus, setelah kamu membereskannya, kamu boleh kembali. Code 07 : Fadhillah Ridwan”ucap si Pemberi Instruksi.

Tahun 2084 Negara Indonesia mengalami kemajuan pesat dalam segala bidang. Di jaman ini, semua masyarakat bebas mengakses internet dengan gratis, semua kendaraan sudah menggunakan energy surya dan sebagian besar masyarakat Indonesia, sudah tidak mengalami kekurangan dalam faktor ekonomi.

Sebelum Indonesia maju, mereka mengalami kekalahan perang dengan Negara Asing. Selama sekitar 2 tahun Negara Indonesia dikuasai oleh Bangsa asing tersebut dan semua masyarakat mengungsi di ruang bawah tanah. Kejadian tersebut berlangsung pada tahun 2081.

Namu pada tahun 2083, Indonesia berhasil mengambil Negara mereka kembali dengan bantuan pasukan khusus yang di sebut dengan Breakers. Pasukan Breakers tersebut terdiri dari 7 orang anak-anak yang dipimpin oleh seorang menteri yang bernama Mozsai Prasetya.

Mozsai Prasetya adalah seorang menteri pertahanan Indonesia yang membuat sebuah organisasi rahasia bernama Black Crow. Organisasi tersebut bergerak secara rahasia untk melenyapkan bermacam kejahatan di Indonesia sekaligus mempertahankan keamanan Indonesia.

Namun 9 tahun kemudian setelah para Breakers menginjak remaja, organisasi Black Crow mulai kacau, karena para Breakers mulai memberontak dan banyak yang melarikan diri dari organisasi. Breakers yang masih tersisa pada saat ini hanya satu orang Ia adalah Code 07: Fadhillah Ridwan. Sedangkan 6 sisanya menghilang entah kemana.

Setelah menyelesaikan tugasnya. Ridwan kembali ke markas untuk bertemu dengan Mozsai, karena Ia telah dipanggil.

“mulai besok kamu akan di tempatkan di Jakarta dan akan bersekolah di SMA N 4869 Jakarta”ucap Mozsai.

“baiklah”ucap Ridwan.

Ridwan pun pergi meninggalkan Mozsai.

SKIP

Pagi harinya di sebuah rumah. seorang perempuan cantik nan manis dengan rambut hitam lurus terurai rapi dan mengenakan seragam SMA sedang bergegas untuk pergi ke sekolahnya. Dengan sangat terburu-buru, Ia berpamitan kepada Ibunya dengan penuh semangat.

“mah, Michelle berangkat”ucap gadis itu.

“hati-hati Michelle, jangan lari-lari”balas Ibunya.

“iya mah.. oh iya mah, nanti Michelle bakalan pulang agak telat, ada kumpulan dulu sama anak-anak karate”teriak Michelle sambil berlari menuju sekolahnya.

Michelle berangkat ke sekolah dengan suasana ceria seperti biasa. Sesekali Ia berlari-lari kecil dan menyapa orang-orang yang Ia temui.

Tak lama kemudian Ia pun sampai di depan gerbang sekolah SMA N 4869 Jakarta. SMA tempatnya sekolah. Di sana Ia melihat seorang laki-laki bertubuh tinggi yang mengenakan seragam sekolah yang sama, sedang menatap kosong ke arah sekolah.

“orang itu siapa ya ? sepertinya aku pernah bertemu dengannya ?”ucap Michelle dalam hati.

Kemudian Ia mengingat-ngingat kembali dimana dia pernah bertemu dengan orang itu.

Tahun 2080 ketika aku masih kecil, aku selalu bermain dengan seorang anak laki-laki yang aku panggil dengan sebutan Rifall. Aku tidak pernah tau nama aslinya. Tapi Ia mempunyai seorang adik perempuan yang sangat manis. Kalo tidak salah namanya adalah Gracia. ~Michelle~

Flashback ON

Di sebuah hutan pinggir kota terdapat sebuah rumah tua yang sudah lama ditinggalkan. Akan tetapi setiap hari menjelang siang, selalu ada tiga orang anak yang bermain ke sana walaupun teknologi sudah cangat canggih pada masa itu.

Ke tiga anak itu selalu bermain di sana sampai hari menjelang sore. Mereka terdiri dari 2 orang anak perempuan dan satu anak laki-laki.

“ah..aku bosan”ucap anak laki-laki yang sedang tiduran di rerumputan di bawah pohon yang berdekatan dengan rumah tua tersebut.

“aku juga”balas anak perempuan yang ikutan tiduran di rumput tersebut.

“kakak gimana sih, katanya tadi mau main ke sungai kok malah tiduran”tak lama kemudian anak perempuan yang satu lagi menghampirinya.

“iya juga Gre, kakak lupa..hehehe”ucap anak laki-laki. Kemudian Ia bangun.

“hahahaha..padahal kamu masih muda, Rifall. Kok pikun sih”ucap anak perempuan yang ikutan bangun dari rebahannya.

“Lele, aku kan juga manusia. Wajarlah kalo lupa”ucap anak laki-laki yang bernama Rifall.

“udah yuk berangkat”ucap anak perempuan yang dipanggil Gre.

“yaudah ayo”balas anak peremuan yang dipanggil Lele.

Mungkin itu masa dimana aku merasakan kesenangan dan orang pertama yang memberiku nama panggilan Lele adalah Dia. Aku harap aku bisa bertemu dengannya setelah 10 tahun dia menghilang bersama adiknya. ~Michelle~

Mereka pun sampai di sungai dan langsung bermain disana. Mereka melompati batu-batu yang tersusun rapi seperti sebuah jembatan untuk menyebrang kesungai.

“hati-hati batunya licin”ucap Rifall.

“iya”balas Gre dan Lele bersamaan.

Gre mengambil giliran pertama untuk melompati batu-batu itu. Dengan sangat hati-hati, Ia sudah sampai di seberang sungai.

“ayo sekarang giliran kak Michelle”teriak Gre.

“iya Gre”balas Lele.

Lele pun memulai aksinya untuk melompati batu-batu itu. Satu-dua-tiga batu berhasil Ia lewati. Tapi ditengah-tengah Ia sedikit hilang keseimbangan.

“kyaa”Lele yang hilang keseimbangan pun memejamkan mata karena Ia takut jatuh kesungai.

Hap

Dengan sigap, Rifall berhasil menahan Lele, sehingga Ia tidak terjatuh. Dengan posisi seperti saling memeluk, mereka berdua saling bertatapan mata.

Lele mulai sadar dengan apa yang terjadi. Ia pun merasa malu dan wajahnya merah merona.

“makasih”ucap Lele sambil melepaskan pelukannya.

“aku kan sudah bilang hati-hati Le”Rifall mengulang nasihat yang Ia berikan tadi.

Entah apa yang terjadi tapi pada saat itu hatiku berdetak sangat cepat. Setiap hari aku selalu memikirkan Rifall. Berharap hari esok cepat datang agar aku bisa bermain dengannya lagi. Tapi semua harapanku sirna. setelah tentara asing mulai menyerang Indonesia. Aku bersama keluargaku pun diharuskan untuk mengungsi ke ruang bawah tanah rahasia dan mulai dari kejadian itu, aku tidak pernah bertemu dengannya ataupun mendapatkan kabar apapun darinya. Apalagi kedua orang tua mereka sudah tiada. Aku takut kalau terjadi sesuatu kepadanya, karena aku pernah mendengar desas-desus bahwa Rifall dan Gracia sudah meinggal. ~Michelle~

Bersama dengan teman-temannya, Michelle sedang mengobrol ringan di dalam kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi. memang seperti itulah kesehariannya di sekoloah. Jikalau guru belum datang, murid-murid selalu mengisi kekosongan waktu dengan melakukan berbagai hal.

Disana Michelle terlihat sedang mengobrol dengan kedua temannya yang duduk di depannya. Karena teman sebangkunya, hari ini sedang tidak masuk sekolah.

“oh iya, katanya hari ini bakalan ada murid pindahan loh”ucap seorang perempuan dengan penuh semangat.

“eh seriusan, emangnya kamu tau dari mana Grace ?”balas teman sebangkunya.

“kamu lupa ya Sis ? aku kan punya jaringan informasi yang sangat luas disekolah ini”ujar Grace.

“mm..hmmm emangnya kamu agen apa ? pake punya jaringan informasi terluas”ucap Sisca.

Michelle hanya tertawa melihat kedua temannya itu saling mengobrol.

“aku harap murid barunya cowok keren”ujar Sisca sambil merapatkan kedua tangannya seperti posisi sedang berdoa dan kepalanya mendongah ke atas.

“kamu ini, kalau soal urusan cowok paling semangat”ucap Michelle sambil tertawa geli melihat tingkah Sisca.

Mendengar itu, Grace terbawa suasana dan ikutan tertawa.

Teng Tong Teng Tong

Bel masuk berbunyi. tak lama kemudian seorang guru masuk ke kelas yang di tempati Michelle dan teman-temannya. Semua murid langsung mengambil posisi yang sopan dan menghidupkan STP yang berada di Meja mereka.

STP atau Smart Transparent PC  adalah sebuah alat elektronik yang menyerupai Laptop. STP ini merupakan hologram transparan yang memiliki fungsi sama seperti Laptop ataupun komputer pada umumnya. Hanya saja memiliki tampilan yang sangat simple dan dapat dioperasikan hanya dengan sentuhan jari. STP ini hanya terdapat di sekolah-sekolah sebagai media pembelajaran.

Dimeja guru juga terdapat sebuah STP yang fungsinya sama seperti yang murid-murid gunakan. Untuk papan tulis. Mereka menggunakan Digi-Board.

Digi-Board atau Digital Board memiliki bentuk yang sama seperti papan tulis pada umumnya. Hanya saja, Digital Board bisa digunakan untuk memutar Video, membuat gambar seperti pada aplikasi-aplikasi Komputer dan sebagainya. Dan tampilannya berupa hologram transparan yang sama seperti STP.

Walaupun teknologi sudah canggih, tetapi buku-buku masih digunakan sebagai media pembelajaran.

Di ruang kepala sekolah. Terlihat seorang laki-laki yang memakai seragam siswa sedang mengobrol dengan kepala sekolah.

“jadi kamu murid pindahan itu. Nama kamu siapa ?”ucap Kepala sekolah.

“nama saya Ridwan, Pak”ucap laki-laki itu.

“iya, saya sudah mendengar informasi yang lebih jelasnya dari wali kamu”ucap Kepala sekolah.

Tok tok tok

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari balik pintu ruang kepala sekolah.

“masuk”ucap Kepala sekolah.

Pintu pun terbuka dan terlihat seorang perempuan yang memakai seragam guru masuk ke sana.

“Bu Melody. Ini Ridwan. murid pindahan yang sudah saya ceritakan. Dia akan masuk di kelas Bu Melody”ucap Kepala Sekolah sambil mengenalkan Ridwan pada guru perempuan itu.

“iya Pak, kalau begitu Ridwan, sekarang ikut Ibu”ucap Bu Melody.

 

Melody pun keluar dari ruang kepala sekolah dan Ridwan mengikutinya dari belakang.

Sepanjang perjalanan menuju kelas, Bu Melody banyak menanyakan beberapa hal pada Ridwan. Seperti asal usulnya dan sebagainya.

Dikelas XI IPS 1. Michelle tidak terlalu memperhatikan guru. Ia sedikit mengantuk, karena semalaman Ia melihat bintang dengan menggunakan Teleskop yang berada dikamarnya.

“Le, semalam kamu lihat bintang lagi ya ?”bisik Gracia.

“mm.hmm”Michelle hanya mengangguk.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu terdengar di balik pintu kelas XI IPS 1.

“permisi”ucap seseorang di balik pintu.

“silahkan”ucap Guru yang mengajar.

Beberapa menit kemudian. Bu Melody masuk ke dalam kelas XI IPS 1.

“maaf Pak. Pinjam waktunya sebentar”ucap Bu Melody.

“iya Bu, Silahkan”balas Guru yang mengajar.

“anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid pindahan. Ibu harap kalian bisa berteman baik dengannya”ucap Bu Melody.

Seisi kelas mulai ribut dengan ucapan Bu Melody, apalagi Sisca yang notabenenya orang paling ribut dikelas.

“wah…ternyata benar. Ada murid baru Grace”ucap Sisca.

“biasa aja kali sis”respon Grace.

Sedangkan Michelle hanya diam melihat tingkah Sisca.

“aku harap cowok keren”tambah Sisca.

“semuanya harap tenang”ucap Bu Melody.

“yasudah Pak, saya titip ke bapak sekarang. Ridwan masuk”ucap Bu Melody sambil pergi keluar kelas.

Dengan keluarnya Bu Melody. Seorang siswa pindahan masuk kedalam kelas XI IPS 1.

Semua siswa yang berada di sana hanya diam melihat murid pindahan itu. Karena tatapan misterius dan tanpa ekspresilah yang pertama kali Ia tunjukkan. Terkecuali Michelle yang dari tadi menyilangkan tangannya di meja sebagai bantalan Ia untuk beristirahat.

“perkenalkan dirimu”ucap Guru kepada Ridwan.

“Namaku Ridwan”ucap Ridwan singkat.

Semua murid laki-laki yang berada di sana hanya terdiam mendengar perkenalan dari Ridwan. Sedangkan Murid perempuannya sedikit rebut. Karena menurut mereka, Ridwan memiliki sifat yang cool dan sedikit keren.

Baakk

“Ri..fall..kamu masih hidup”Michelle yang dari tadi tertidur terbangun.

“hiks..hiks..hiks..hiks..akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi”ucap Michelle. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan air mata pun mengalir dari kedua matanya.

Ridwan yang melihat itu langsung menatap kearah Michelle dan pada akhirnya tatapan mereka pun saling bertemu. Bedanya Michelle menatapnya dengan tatapan terharu dan senang, sedangkan Ridwan menatapnya dengan tatapan dingin dan penuh Tanya.

Akhirnya penantianku selama ini tidak sia-sia. Walaupun banyak gosip kalau Rifall telah meninggal, tapi aku percaya Ia masih hidup dan sekarang, di umurku yang ke 16 tahun. Aku bisa bertemu dengannya kembali. Walaupun tubuh dan suaranya telah berubah. Tapi aku tau bahwa dia adalah Rifall yang dulu aku kenal. ~Michelle~ 

To Be Continued

 

Thanks yang udah baca dan maaf kalo masih banyak kesalahan pemilihan kata, letak tanda baca dan kesalahan lainnya….soalnya gue masih pemula…hehehe…. Jangan lupa Kritik dan sarannya supaya gue lebih mengerti cara menulis…..

Iklan

6 tanggapan untuk “Breakers, The Super-Power Agent, Part1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s