My Future World Story, Part4

Cerita selesai

“Nah begitu ceritanya vin, bagaimana gue bisa berada didunia ini sebelum loe datang kesini” ucap Fajar

“Hidihhh ceritanya panjang bener, sampai-sampai gue mau tidur tadi tapi malah Sinka sama Beby yang tidur duluan. Yaelah seandainya tadi gak diceritain, gak begini jadinya” ucap gue dalam hati

“Haaaahhhh panjang banget cerita loe jar, loe tadi nyeritain sampai ke detail-detailnya sampai ada percakapannya loe ceritain, jadi yaa agak panjang ceritanya sampai-sampai nih adek gue ketiduran gara-gara cerita loe aja” keluhan gue tentang ceritanya yang panjang itu

“Kan dari awal udah gue bilang ceritanya panjang, tapi malah loe sama adek loe pengen banget denger cerita gue” Fajarpun memperingatkan gue

“Yaa habisnya mau gimana lagi gue kepo sih soalnya, jadi rasa ingin tahu gue besar ketimbang adik gue” ucap gue

“Mungkin aja kali adik loe malu-malu nanya ke gue karena gue orang yang tampan dan berani gini haha!” kata-kata Fajar yang membuat gue pengen ketawa terbahak-bahak

“Haa? Apa loe gak nyadar yaa jar apa yang loe katakan tadi? Heee!” kata gue dengan menaikkan satu alis gue sambil ngeledeknya

“Hmmm sorry aja yaa gue ngeyombongin diri gue sendiri daripada loe payah seperti anak kecil gitu” kata Fajar yang membuat hati gue terasa sakit untuk mendengarnya

“Oohhh hehe maaf jar kalau begitu hehe” tapi gue gak mau nanggapinnya dengan serius karena gue gak mau sampai ada perkelahian diantara kami lalu gue membalasnya seperti orang blongo gitu

“Cihh ini orang! Seperti ngeledek gitu” ucap Fajar dalam hati

Karena gue gak mau meneruskannya lagi lalu gue ubah topik pembicaraan gue

“Oh iya habis itu gimana kelanjutannya cerita loe tadi jar saat loe berjabat tangan dengan professor itu?” Tanya gue

“Oohh habis itu dia membawa gue ke tempat mesinnya itu untuk melakukan eksperimen buat menyalurkan kekuatan itu ke gue” jawabnya

“Lalu lalu?” Tanya lagi gue

“Lalu yaa begitulah dia berhasil menyalurkan kekuatan ini ke gue tanpa hambatan yang terjadi, jadi gue juga sama kayak professor itu” jawabnya lagi

“Terus bagaimana sakit yang ada di lutut loe itu?” ucap gue

“Yaa setelah professor menyalurkan kekuatan ini, dia mencoba men-test kekuatan itu apakah sudah ada didalam tubuh gue atau nggak. Lalu diapun mencoba apa yang gue lakukan dengan professor itu, guepun ditusuk dijantung juga dan akhirnya gue jatuh dan mengeluarkan banyak darah. Pada saat beberapa menit kemudian, akhirnya berhasil kekuatan itu ada didalam tubuh gue sekarang dan guepun bangkit sama kayak dicerita dan ajaibnya gue baru tau kalau sakit yang ada di lutut gue jadi hilang. Jadi professor itu mengatakan kalau ini juga bisa menghilangkan sakit yang ada didalam tubuh manusia walau separah apapun sakitnya juga bisa hilang” jawab Fajar sekaligus menjelaskan apa yang dikatakan professor Jacob saat itu

“Wow keren juga kekuatan itu jar” gue terkagum dengan penjelasan tersebut

“Iyalah gue bisa melihat sendiri dari professor pada waktu gue menusuknya” kata Fajar

“Lalu apa loe juga bisa mengeluarkan “hantu hitam” yang kayak professor itu lakukan?” Tanya gue

“Lah masa loe gak ingat vin, kan saat loe melawan gue waktu itu gue mengeluarkan hantu hitamnya kan?” jawab Fajar

“Iya sih gue ingat, tapi maksudnya saat loe tidak dalam keadaan terdesak atau berbahaya gitu sama seperti professor itu, loe bisa gak mengeluarkannya? Itu maksud gue, maaf” kata gue

“Ohhh kalo itu, kayaknya gue gak bisa deh vin” jawab Fajar yang membuat gue aneh

“Lah kok gitu jar? Aneh banget kalo loe yang punya” kata gue

“Yaa soalnya gue takut aja kalo hantu hitam ini bakalan kayak professor itu yang tiba-tiba menyerang gue, gue takut aja kalo itu bakalan terjadi pada loe walau sebenarnya juga gue masih dalam tahap belum latihan sama sekali untuk mengendalikannya agar lebih mudah gitu” ucap Fajar

“Oh walahhh, tapi kenapa gak loe coba pas di lab itu?” kata gue

“Kata professor gue masih belum bisa mengeluarkan “hantu hitam” itu karena masih dalam proses yang terjadi didalam tubuh gue sampai gue benar-benar bisa mengeluarkannya, tapi karena udah lewat 1 tahun terjadi mungkin prosesnya udah selesai kali dan inipun gue berhasil mengeluarkannya walau sebenarnya masih belum latihan untuk mengendalikannya, karena hantu hitam ini diciptakan untuk bertarung melawan siapa saja yang menyerang pemiliknya” jawabnya

“Ohhh begitu yaa” kata gue

“Yaa begitu deh ceritanya, walau panjang lebar tapi ini bermanfaat tau” ucap Fajar

“Iya juga sih hehe” kata gue ketawa kecil

“Hmmm mungkin nanti aja lah gue mencobanya besok pagi karena udah malam gini” ucap Fajar

“Ohhh yaudah kalau gitu” kata gue

Ternyata begitu ceritanya, walau panjang lebar ceritainnya tapi menurut gue bagus juga kalau gue juga pengen jadi seorang Demi-Human seperti orang itu. Lalu terlintas dalam pikiran gue tentang kata-katanya di akhir cerita tersebut dan gue menanyakan hal itu

“Hmmmm jadi begitu, dia menyalurkan kekuatan itu pada loe dengan syarat harus menjadi asisten dia buat ngebantu loe bisa kembali ke masa kita?” Tanya gue tentang hal tersebut

“Iya vin gue pengen banget kembali soalnya gue gak mau berlama-lama disini” jawabnya dengan sungguh-sungguh

“Iya jar gue tau loe pengen banget kembali, tapi…” belum selesai gue berbicara lalu Fajarpun mengatakan…

“Walau gue pikir-pikir lagi tentang loe yang mengatakan “pikiran tentang hal pribadi atau biasa seperti kita semua” itu, dari yang loe pikirkan tersebut gue mencoba mengingat hal itu dan benar saja gue ingat semua tentang hal pribadi yang gue lakuin. Dan gue baru saja ingat kalau gue pernah mengalami hal yang tidak indah menurut gue dan dari situlah gue berpikir kalau lebih baik gue tetap tinggal disini gak mau kembali ke kehidupan gue itu” seketika ekspresi Fajar berubah drastis menjadi tidak senang begitu

Saat mendengar perkataannya itu gue jadi kaget beneran, kok dia bisa tau apa yang gue pikirkan saat itu, dan dia baru saja bilang begitu sekarang?! Apa jangan-jangan dia bisa membaca pikiran gue yah?

“Ahhhh hmmmm gimana bilangnya yaa? Gue jadi tercengang aja si Fajar bisa tau apa isi pikiran gue saat itu, yaa pokoknya bilang seperti biasa ajalah gak usah terlalu dihebohin itu” ucap gue dalam hati

“Yaa ehem… pokoknya loe tenang aja jar, kan ada gue sama adek gue yang akan menemani loe disini jadi sabar aja gue yakin professor itu mau membantu kita asal jangan berbohong aja kepada kita” kata gue menenangkannya

Padahal si Fajar tadi sempat ingin menangis tapi yaa gak jadi karena gue sudah membuatnya tenang dengan perkataan gue

“Iya vin gue tau, gue juga harus tenang jangan terlalu buru-buru” kata Fajar

“Nah gitu dong jar jangan terlalu gegabah, santai aja dulu baru kita laksanakan!” ucap gue dengan semangat

“Iya vin, loe memang teman gue yang bisa diandalkan” kata Fajar

“Hehe! namanya juga teman jar, yaelah loe” ucap gue

Lalu kamipun akhirnya tertawa ceria bersama, sampai-sampai kami membangunkan Sinka dan Beby dari tidurnya

“Mmmmmmmmmm” ucap mereka berdua mulai bangun

“Apa ceritanya udah selesai?” Tanya mereka berdua

“Iya ceritanya udah selesai, kalau begitu kalian tidur aja yaa soalnya ini udah malam, kakak masih ada yang ingin dibicarakan sama kak Fajar” jawab gue ke mereka

“Ooohhh begitu, kalau gitu kita tidur dipaha kakak aja ya?” ucap Beby

“Oh iya gpp kok tidur aja” ucap gue

Karena Fajar kaget mendengar perkataan Beby dan jawaban dari gue, lalu Fajarpun punya ide tentang ini

“Oh iya gimana kalau kalian berdua tidur dipaha kak Fajar aja?” Tanya Fajar ke mereka

“Gak mau!” kata mereka berdua dengan kompak

“Eeeehhhhh?!” ucap Fajar

“Aku mau tidur dipaha kak Alvin aja soalnya enak disini” ucap Sinka dengan mulut manyun

“Aku juga, aku mau tidur dipaha kak Alvin” dan Bebypun juga bilang begitu

“Eeeeehhhhh! apa yang kamu maksud “enak” sin?” tanya Fajar bingung dengan kata Sinka barusan

“Ada deh kakak kepo” jawab Sinka

“Jiaaaaahhhhhh” ucap Fajar serasa hatinya ditusuk

“Kakak zombie sih, jadi aku gak mau tidur dipaha kakak nanti kakak ngegigit aku nanti pas tidur” ucap Beby

Jiaaahhhh, double lagi Fajar terasa tertusuk hatinya karena mendengar perkataan mereka yang pedas. Lalu merekapun tidur

“Hehe sabar aja jar sabar hehe” kata gue sedikit meledeknya

“Njirrr enak banget loe vin punya adek kek mereka, cantik manis tapi kek harimau perkataan mereka, terasa ditusuk hati gue” ucap Fajar sebal

“Tapi loe beruntung ya vin punya adek kek mereka, udah cantik lagi manis pula. Yaaahhh seandainya gue punya adek kek loe vin” ucap Fajar

“Memangnya loe gak punya adik apa?” Tanya gue

“Gue anak tunggal vin” jawab Fajar

“Hyaaaahh gue merasa kesian aja sama loe jar” kata gue kasihan sama Fajar

“Makanya itu gue pengen juga punya adek kayak loe, tapi masalahnya orangtua gue udah cerai gara-gara mereka terus bertengkar karena hal you knowlah vin, makanya gue dirumah itu tinggal ayah gue dan gue aja lagi, dan itupun gue merasa kesepian dirumah karena gak ada sosok seorang ibu yang bisa menyenangin hati gue dan cuman ayah gue aja yang ada dirumah dan ibu gue pergi entah kemana” ucap Fajar curhat tentang masalahnya itu ke gue

“Njirrr loe sampai nunggu momen-momen itu? Bener-bener pikiran loe kacau banget Cuma gara-gara itu” ucap gue dalam hati

“Hmmmmm gitu yaaa, seandainya nih gue juga merasakan sama seperti loe jar, gue juga pasti merasakan hal yang sama dengan loe karena gue tau rasanya menjadi anak tunggal dan orangtua ditinggal cerai dan kesepian pula dirumah” kata gue

“Yaa begitulah vin kehidupan yang gue bilang tidak indah itu, bukannya merasakan kebahagiaan tapi merasakan kesedihan” ucap Fajar

“Hmmmmm begitu yaa, maaf deh kalau gue tadi ngeledekin loe” kata gue minta maaf

“Iya gpp kok, gue juga tadi nggak memberitahu loe sih jadinya loe begitu” Fajar memaafkannya

“Kalau begitu kita lanjutkan pembicaraan kita tadi, terus bagaimana kelanjutan ceritanya tadi jar?” Tanya gue

“Oohh, habis itu selama setahun itu gue mulai akrab dengan professor itu dan juga dia menyuruhku untuk menjelajah dunia ini seperti apa yang gue katakan dicerita. Guepun berpamitan dengannya lalu meninggalkan tempat professor itu dan berjalan melewati hutan karena tempat professor itu ada dihutan. Setelah berapa jam melewati hutan gue menemukan sebuah cahaya vin” ucap Fajar

“Cahaya apa jar?” Tanya gue tentang cahaya tersebut

“Mau tau cahaya apa itu?” Fajar nanya balik ke gue dan kata-katanya itu persis banget kayak professor itu Cuma diganti katanya

“Yaelah loe jar, jangan sok niru kayak professor itu deh, benci banget gue lihatnya haha!” kata gue

“Njirrr kata-kata loe itu, yaitu cahaya perkotaan vin” ucap Fajar

“Wow jadi loe udah menemukan kota didunia ini?” Tanya gue

“Iya vin, gue sih pengennya mau kesana, tapi nanti ajalah dulu soalnya nanti dikira gue bukan orang yang berasal dari masa ini, lalu guepun kembali masuk kedalam hutan dan berkeliling lagi mencari sesuatu dan akhirnya gue kepikiran untuk ketempat dimana gue muncul itu untuk mengetahui kenapa gue bisa muncul dirumah loe, tapi pada saat kesana gue melihat seseorang sedang berlari ke arah gue, setelah diteliti lagi ternyata orang itu adalah loe sama adek loe vin, makanya itu gue mencari sesuatu yang bisa menyembunyikan gue dari loe dan akhirnya yaa gitu deh” ucap Fajar

“Hmmmm, seandainya loe buka aja langsung jubah loe jadinya kan gak gini, sampai-sampai pas loe bilang “Juga suka hal-hal yang berbau negatif” adek gue jadi bertanya-tanya ”apa itu benar kak” sampai beberapa kali, jadi yaa habis itu gak habis pikir langsung aja gue bunuh loe sebelum adek gue bertanya “apa itu benar orang asing ?” dan habis itu loe menjawab ”iya”” kata gue

“Seharusnya dibiarin aja vin kalo gue jawab “iya” malah bagus nanti ceritanya, hahaha!” ucap Fajar ketawa

“Anjirrr loe, kalo sampai begitu, dimana nanti wajah ini gue letakkan kalo mereka sampai tahu rahasia gue” guepun membalasnya dengan sedikit khawatir

“Yaa loe pikir aja vin haha” ucap Fajar

“Anjirrr loe jar, beneran gue bunuh loe” kata gue mengancamnya

“Yaelah sampe segitunya loe vin ingin menyembunyikan rahasia loe” ucap Fajar

“Yaiyalah soalnya kan loe udah tau rahasia gue waktu disekolah jadi yaa jangan sampai diberitahu ke adek gue, loe gak tau sih gimana reaksi adek gue kalo gue atau loe ngejawab iya” kata gue

“Kek gimana vin?” Tanya Fajar

“You think! aja jar, males gue beritahu” jawab gue

“Kampret loe vin!” ucap Fajar

“Aaahhh pokoknya loe jangan beritahu deh intinya, awas aja loe sampe beritahu mereka, beneran gue bunuh loe, soalnya itukan privasi gue jar” kata gue

“Hmmm gimana yaa vinnn” ucap Fajar ngeledeknya

Lalu Fajarpun mempunyai sebuah ide cemerlang

“Vin, loe mau gak kekuatan yang gue punya ini?” Tanya Fajar mau ngelabui gue

Tanpa pikir panjang langsung gue jawab dengan…
“Mau bangetlah jar” kata gue

“Hehe akhirnya dia terpancing juga dengan ajakan gue, dan sekarang…” ucap Fajar dalam hati

“Tapi ada satu syarat untuk hal ini” ucap Fajar

“Apa itu jar?” Tanya gue

“Tapi gue bisikin aja loe soalnya kalo aja kedengaran yang gue bilang ini ke mereka” ucap Fajar

“Yasudah deh cepat” kata gue

Fajarpun mendekatkan mulutnya ke telinga gue dan kata-katanya itu ialah…

“Loe harus ngejadiin gue pacar dari salah satu adek loe daripada gue iri ngeliat loe gini” isi bisikan Fajar yang begitu pedas dan menusuk gue

Seketika gue langsung beneran kaget mendengar syarat dari dia itu, syarat yang sangat mustahil untuk gue lakukan

“Haaaaahhhhhh?!! mana bisa gue jar!” teriak gue kaget mendengar bisikannya yang seperti bisikan iblis

“Ssssttttt diam kampret! Jangan keras begitu suaranya, bisa-bisa mereka bangun nanti” ucap Fajar

“Opsss maaf hehe” ekspresi gue berubah drastis jadi kayak orang bodoh gitu dan suara guepun gue kecilkan

“Anjirrr loe jar kata-kata loe itu serasa membunuh gue tau, syarat apa itu coba!” guepun menolak syarat dia itu

“Ohhh begitu yaa, yasudah deh klo loe gak bisa, gue kasih tau yaa rahasia loe itu” ucap Fajar masih mengelabui gue

Karena ancamannya seperti seorang malaikat maut pencabut nyawa gitu, guepun takut dan gak tau harus ngapain lalu guepun…

“Njirrr janganlah jar pleaseee” kata gue memohon padanya karena gak tau harus apa lagi

“Hmmmm, jadiiiii loe mau atau nggak? klo nggak mau yasudah gak jadi kekuatan itu dan juga gue beritahu rahasia loe” ucap Fajar yang begitu menyiksa gue

“Anjayyy gimana iniii?! si Fajar kek mengancam gue gitu buat ngejadiin dia pacar adek gue. Aaaaaahhhhhhh harus gimana ini?! tapi gue ngerasa kasian sih mendengar cerita Fajar tadi kayaknya dia beneran gitu deh, hmmmm yasudahlah gue lakukan aja daripada dia bilang itu ke adek gue bisa mati gue nanti” ucap gue dalam hati

“Iya iya baiklah gue lakukan buat loe, tapi ada satu syarat juga yang harus loe penuhin” kata gue

“Hmmm baiklah kalo begitu, apa syaratnya?” Fajarpun menerimanya

“Syaratnya yaitu gue tetap akan memenuhi syarat loe itu tapi gue lakukannya di waktu yang tepat untuk melakukannya karena kita ini masih dalam suasana kebingungan, jadi apa loe menerimanya?” kata gue

“Hmmm kalo gitu yaudah deh gue terima vin, gue ini orangnya gak pernah melalaikan satu janji atau syarat apapun yang gue terima” jawaban dari Fajar

“Iya-iya gue tau, loe janji yaa jar jangan asal omong loe dengan omongan loe barusan” kata gue untuk memastikannya

“Iya gue janji, emang gue ini apa coba” ucap Fajar

“Iya deh iya, tapi ini sepertinya udah malam, kita tidur juga yuk jar gue ngantuk nih” kata gue sambil menguap

“Iya vin gue ngantuk juga, yaudah selamat malam vin” ucap Fajar mencari tempat untuk tidur yang tak jauh dari tempat kita berada

“Selamat malam juga jar” balas gue sambil bersandar di dinding rumah ini

Kamipun akhirnya tidur karena kelelahan.
Beberapa jam kemudian, akhirnya muncul cahaya yang menunjukkan sudah pagi. Guepun bangun pertama

“Mmmmmmmm, hoammmmmm *sambil mengucek mata, udah pagi yaaa” kata gue baru bangun tidur

Lalu guepun membangunkan adek gue

“Bebyyy Sinkaaa ayo bangun udah pagi nih” kata gue

Merekapun akhirnya bangun
“Mmmmmmm oohh selamat pagi kak” ucap mereka berdua

“Iya selamat pagi dek, jar bangun ooiii” kata gue membangun Fajar

Pada saat gue bilang itu, secara ajaib Fajar tidak ada didalam rumah ini, lalu kamipun kebingungan. Nampaknya dia yang bangun pertama, sialan dia!

“Yaelah, jarrrrr loe dimana?” teriak gue

Lalu terdengar suara orang dan itu adalah Fajar

“Gue didepan sini vinnn” Fajarpun membalasnya

“Huhhhh syukurlah dia nggak kemana-mana” ucap kami lega

“Kita kedepan yuk” kata gue

“Iya kak ayo” ucap mereka berdua

Lalu kamipun kedepan mendatangi Fajar

“Selamat pagi kalian bertiga” ucap Fajar menyapa kami

“Selamat pagi juga!” kami membalasnya dengan semangat

“Wihhhh semangat banget kalian bertiga” ucap Fajar

“Iyalah karena kami udah terbiasa begini” jawab kami

“Jar ayo jar tunjukin ke gue hantu hitam yang loe bicarakan malam tadi” ucap gue

“Malam tadi? Oh iya yah kan kakak semalam bilang ada yang ingin dibicarakan sama kak Fajar” kata Beby

“Benar juga waduhh kami lupa” kata Sinka

“Hehe gpp kok kan kalian semalam kan kecapekan karena hal itu” kata gue

“Hehe, oh iya, Hantu hitam? apa itu kak? Kami kepo nih” Tanya Beby

“Iya kak apa itu? Sama Sinka juga kak” Sinkapun juga

“Nanti kalian bakalan tau kok” jawab gue

“Hmmmm baiklah kalo begitu” ucap mereka berdua

“Baiklah vin gue akan mencobanya, semoga aja gak terjadi apa-apa” ucap Fajar

“Iya jar semoga aja” kata gue

Lalu Fajarpun menghadap ke kami untuk menunjukkan hantu hitam itu

Bersambung

Created by : @AlvinDSPinanggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s