God’s Play, Part1

“Jika suatu saat masa depan berubah, maka kalianlah yang harus membuat masa depan itu berubah menjadi sesuatu yang indah.”

Seorang pemuda tengah berdiri sambil membaca sebuah tulisan yang terpahat di sebuah dinding, pemuda itu tampak serius sekali membaca dan mencari makna dari tulisan itu.

“Gimana ? Lo udah paham maksud dari tulisan itu ?”

“Entahlah, sampai saat ini gue belum bisa sepenuhnya paham.”

“Bersabarlah Chris, cepat atau lambat makna dari tulisan ini pasti bisa kita pecahkan.”

“Ya gue harap juga begitu Ger, semoga saja.”

“Oh ya, gimana soal chip dan device yang lagi lo kembangin sekarang ?”

“Baru tiga chip yang berhasil gue copy, dan sekarang chip terakhir sedang proses copy, kalau untuk device nya, masih dalam tahap pengembangan, gue ngerasa masih ada yang kurang.”

“Baguslah, hanya empat chip dan device itu yang jadi harapan kita satu – satunya untuk menyelamatkan semua orang.”

“Ya, lo benar Ger, kita pasti bisa melakukan semua ini, biarpun di kota ini yang tersisa tinggal kita berdua.”

“Jika ingat kejadian pembantaian itu, rasanya gue pengen cepat – cepat ngabisin mereka semua, agar kota kita bisa tentram seperti dulu.”

“Bukan cuma lo aja, gue juga ingin ngelakuin itu, tapi untuk saat ini kondisi kita tidak memungkinkan untuk melawan mereka.”

“Sebentar, Chris, apa lo dengar sesuatu ?”

“Ya, gue denger, kayak langkah kaki, tetapi ini berbeda, kayaknya bukan cuma satu orang.”

“Lo benar, biar gue periksa dulu, Chris lo lanjutin tugas lo, kalau ada apa – apa pasti bakalan langsung gue kasih tau” Gery langsung meninggalkan Chris, dan Chris langsung kembali ke depan computernya.

Gery berjalan sendirian menaiki sebuah tangga, dengan sebuah senter yang di gunakan untuk penerangan seadanya, ya meman, Gery dan Chris bersembunyi di sebuah ruangan bawah tanah, agar keberadaan mereka tidak di ketahui oleh musuh.

Gery membuka pintu sedikit dan matanya langsung melihat ke arah sekeliling, tak ada yang dia temukan, tetapi tepat dari kejauhan, Gery melihat beberapa pasukan atau yang biasa di sebut musuh mereka, tengah berjalan sambil menyeret dua orang yang tidak di ketahui.

“Celaka, jika sampai keberadaan gue dan Chris tercium oleh mereka disini, tamatlah sudah.” Gery langsung menutup pintunya dan langsung berlari dengan cepat menghampiri Chris.

“Ada apa Ger ?”

“Celaka Chris, barusan gue liat mereka, kayaknya mereka lagi menuju ke sini.” Gery terlihat sangat panik

“Seriusan Ger ?”

“Seriuslah, masa iya gue boong, mendingan sekarang kita siap – siap buat nyari tempat aman, gue rasa mereka udah nyadar keberadaan kita.”

“Oke, lo beresin semua peralatan, dan gue beresin yang lainnya.”

“Oke.”

Gery dan Chris langsung bergegas membereskan peralatan yang akan mereka bawa, mungkin selanjutnya mereka akan mencari tempat untuk bersembunyi lagi, mengingat musuh kini sudah hampir menyadari keberadaan mereka berdua di tempat itu.

Selesai membereskan semuanya, mereka kemudian bersiap untuk pergi dari tempat itu, Chris memilih kunci yang akan di gunakan untuk membuka pintu alternatif.

“Sial, kuncinya patah Ger.”

“Waduh, gimana ini, gawat, kita harus buru – buru keluar dari tempat ini.”

“Bos, mereka tidak ada di tempat ini, sepertinya mereka sudah melarikan diri.”

Terdengar suara seseorang yang mungkin salah satu prajurit sedang mencari keberadaan Gery dan juga Chris.

“Cari lagi, mereka pasti masih ada disini, biarpun mereka sudah kabur, pasti belum jauh dari sini.”

Semua prajurit langsung kembali berpencar untuk mencari keberadaan Gery dan Chris, mereka di bagi dua kelompok, ada yang mencari di luar dan ada yang mancari di dalam ruangan.

“Celaka Chris, ternyata benar mereka udah tau keberadaan kita.”

“Jangan panik Ger, lebih baik sekarang kita sembunyi dulu, sampai keadaan benar – benar aman.”

Gery dan Chris langsung menjauh dari pintu dan langsung mencari tempat persembunyian yang sekarang saat ini mungkin aman untuk mereka berdua.

Mereka langsung bersembunyi di tumpukkan kayu – kayu yang terletak di sudut ruangan.

BRAGGG !!!

Salah satu prajurit membuka pintu dengan cara yang kasar, mereka kemudian langsung bergegas mencari keberadaan Gery dan Chris, sepertinya kedua anak muda itu kini tinggal menunggu nasib untuk di temukan oleh musuh.

“Gimana ini Chris ?”

“Shutt tenang Ger, jangan berisik, jangan sampai musuh tau keberadaan kita disini.”

“Chris, kaki gue keram, jongkok mulu.”

“Tahan Ger, situasi belum aman.”

“Tapi Chris, aw aw adaww….”

Tanpa sengaja Gery menendang tumpukan kayu yang menjadi tempat persembunyian mereka, dan menyebabkan tumpukkan kayu itu menjadi berceceran, musuh yang menyadarinya langsung menengok ke arah mereka, dan sekarang mereka berdua harus bersiap menerima nasib.

“Ah shit, Ger, lo ceroboh banget.”

“Maaf Chris, gue gak kuat.”

“Owh, rupanya kalian berdua bersembunyi disitu, cukup cerdas juga kalian.”

“Vermo, dasar pengkhianat lo, nyesel gue pernah temenan sama lo.” Kata Gery

“Cih, aku tidak peduli apa yang kau bicarakan Gery, yang jelas sekarang aku telah menjadi salah satu bagian dari organisasi, dan pangkatku adalah panglima.”

“Sialan lo, kalau sampai waktunya tiba, gue bakalan bunuh lo Vermo.” Gery nampaknya semakin emosi.

“Cih, apa yang bisa kau lakukan untuk membunuhku ?, sudahlah terima saja kekalahan kalian, kali ini aku akan membawa kalian pada pemipin, dan memberikan hukuman yang pantas untuk pemberontak seperti kalian.” Vermo mengeluarkan sebuah alat dari tangannya “Bersiaplah untuk menjemput kematian kalian saat ini juga.”

Tak lama kemudian di hadapan Vermo muncul sesosok makhluk menggunakan jubah hitam, dengan wajah tengkorak dan membawa sebuah sabit yang sangat tajam.

“Itu, bukankah itu.” Chris nampak terkejut sekali dengan apa yang dilihatnya

“Kenapa apa kalian terkejut, atau kah kalian merasa takut ?”

“Tunggu, bagaimana mungkin lo bisa manggil dan ngendaliin makhluk kayak gitu ?”

“Oh, biar aku beri tahu, setiap orang yang ada di organisasi akan di berikan alat ini dan juga sebuah chip oleh pemimpin.”

“Jadi, lo udah ngebocorin harta karun paling berharga di kota ini pada musuh ?” tanya Chris

“Begitulah, dan sekarang harta karun itu sudah jadi milik kami, bahkan pemimpin telah menyempurnakan kedua harta karun itu.”

“Sialan lo Vermo, gak bakalan gue maafin.” Gery semakin terpancing emosinya

“Lakukan saja apa yang bisa kalian lakukan, karna itu semua percuma, oh ya aku baru dapat kabar dari pemimpin, beliau memberikan pilihan kepada kalian berdua, kalian berdua akan di bebaskan dan di biarkan hidup, asalkan serahkan ke empat chip yang kalian miliki.”

“Sampai kapanpun keempat chip ini gak bakalan gue serahin.” Kata Chris

“Baiklah kalau begitu, akan ku paksa kalian untuk menyerahkannya.” Kata Vermo “Habisi mereka berdua, Grim Reaper.”

Makhluk berjubah hitam yang membawa belati langsung berjalan melayang mendekati Gery dan Chris, dengan sabit yang siap mencingcang musuhnya.

SRETTT !!!

Tumpukan kayu yang tersisa terbagi menjadi dua bagian akibat serangan sabit yang di lancarkan oleh Grim Reaper, beruntung Gery dan Chris berhasil menghindari serangan itu dengan tepat waktu, kalau satu detik saja lengah, mungkin mereka berdua sudah tamat riwayatnya.

“Hampir aja Ger.” Chris sepertinya mulai tegang

“Kita harus tenang menghadapi makhluk itu Chris, jangan sampai salah langkah.”

“Gue paham Ger, tapi gak mungkin kita ngelawan makhluk itu dengan tangan kosong.” Kata Chris “Ini udah waktunya kita pinjam kekuatan mereka.”

“Gak Chris, ini belum waktunya, lagian lo yang bilang sendiri kalau device yang di gunakan juga belum sempurna, gue takut terjadi apa – apa.”

“Tapi sekarang kita di antara hidup dan mati Ger, gak ada pilihan lain, lo harus percaya sama gue.” Chris mengeluarkan dua buah benda dari dalam tas nya, lebih tepatnya sebuah device dan sebuah chip.

“Chris, lo yakin ?”

“Gue yakin, lo cari tempat berlindung, biar gue yang hadapi makhluk itu.”

“Gak Chris, kita hadapi makhluk itu sama – sama.”

“Kalau itu emang pilihan lo.” Chris langsung memasukkan benda kecil itu ke dalam benda yang ukurannya pas di tangan.

Keadaan menjadi hening sejenak, bahkan Vermo pun terlihat sangat kaget sekali dengan apa yang akan di lakukan oleh Chris.

“Giman Chris ?” tanya Gery

“Sial, device dan chip nya gak ngerespon sama sekali.”

“Gue bilang juga apa, gue gak yakin Chris.”

“Cih, aku kira akan terjadi sesuatu, rupanya kalian tidak bisa menggunakan kedua benda itu dengan benar.” Kata Vermo “ Grim Reaper, lanjutkan, habisi lagi mereka berdua.”

“Celaka Chris, tamat dah tamat ini riwayat kita.”

“Kita pasrah aja sama keadaan Ger, udah gak ada yang bisa kita lakuin sekarang.”

Grim Reaper semakin dekat dengan Gery dan Chris, dan bersiap kembali untuk menghunuskan sabitnya.

“Ada apa ini ?”

Tiba – tiba saja angin berhembus dengan kencang di ruangan itu, padahal jika di pikir ruangan itu terletak di bawah tanah, dan tidak mungkin ada angin kencang yang bisa masuk ke dalam ruangan itu. Keadaan semakin memburuk, Grim Reaper pun tidak sanggup menahan hembusan angin yang kencang itu, dan menyebabkan Grim Reaper tersungkur ke dinding belakang.

“Chris, kenapa bisa gini ?” tanya Gery

“Gue juga gak tau Ger, gue gak paham maksud semua ini.”

Sebuah portal tiba – tiba saja terbuka di belakang Gery dan Chris, semua yang ada disana kembali di buat heran dengan kehadiran portal yang tiba – tiba seperti itu. Perlahan tubuh Gery dan Chris tersedot ke dalam portal itu.

“CHRISSSS !!!!”

“GERYYYY !!!”

 

 

~Bumi, Tahun 2020 ~

BRUGGG

BRUGGG

“Aduh – duh sakit.”

“Eh maaf Ger, gue gak sengaja.”

“Beruan berdiri kampret, sakit anjir punggung gue.”

“Iye – iye, ngomel mulu lo kayak emak gue aja.”

“Duh, jadi nih kayaknya gue kena penyakit encok.” Keluh Ger “ Eh, tapi ini kita dimana Chris ?”

Chris tidak menjawab pertanyaan Gery, dia hanya memperhatikan sekelilingnya, mungkin Chris juga tidak tau dimana kini mereka berada, yang jelas yang Chris sadari saat ini, tempat ini begitu sepi dan tak ada satu orang pun.

“Chris oy, ya elah malah bengong lagi si curut.” Gery nampaknya kesal

“Apaan sih Ger ?”

“Dih si curut, gue tadi nanya, kita ini ada dimana ?”

“Gue juga gak tau, kan lo sendiri juga nyadar, tadi tiba – tiba aja kita masuk ke dalam sebuah lubang, dan tau – tau kita udah ada disini.”

“Iya juga sih, tapi kayaknya ini tempat sepi banget ya ? kayak kuburan aja.”

“Gue juga ngerasanya gitu, di tambah ini tempat asing banget, baru pertama kali gue kesini.”

“Gimana kalau kita jelajahi dulu aja tempat ini, kali aja nanti ada orang yang bisa kita tanya.” Chris hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan tanda menyutujui.

Mereka berdua langsung berjalan sambil memperhatikan sekeliling yang memang sangat sepi sekali.

“Anjir, apaan ini, gue gak bisa liat, gue gak mau jadi buta, kenapa semua jadi gelap ?” Gery tiba – tiba saja bicara tidak karuan.

“Ah elah, ini cuma kertas yang nempel di muka lo Ger, lebay amat lu jadi orang.” Chris langsung meraih kertas yang berad di muka Gery, dan langsung membaca kertas itu.

Raut muka Chris tiba – tiba saja langsung berubah, seperti orang yang terkejut, setelah membaca kata – kata yang ada di kertas itu.

“Kenapa Chris ?” Chris langsung menyerahkan kertas itu pada Gery, dan langsung dia baca.

“Kok bisa ya ? ini kan foto kita berdua ? kenapa bisa ada disini, ditambah lagi kertas ini di buat kayak pengumuman, seperti kita kayak seorang penjahat aja.”

“Aneh, ini semua bener – bener aneh, gak bisa masuk logika.”

“Lo bener Chris, gue gak paham maksud semua ini.”

“Apa perlu aku jelaskan maksud dari semua ini ?”

Seseorang tiba – tiba berbicara dari kejauhan tepat di belakang Gery dan Chris, dan mereka berdua langsung menengok ke arah suara tersebut. Dan betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat sekarang, ya di hadapan mereka kini telah berdiri sosok musuh yang telah mereka hadapi sebelumnya tidak lain adalah Vermo dengan beberapa prajuritnya.

“Vermo, bagaimana mungkin ?”

“Akan ku jelaskan nanti setelah menyeret kalian berdua pada pemimpin.” Kata Vermo “ Prajurit tangkap mereka.”

“Chris, bahaya kita harus lari sekarang.”

“Gue juga paham nyet.”

Mereka berdua langsung mengambil langkah seribu demi menghindari kejaran pasukan musuh, tetapi di luar dugaan ternyata musuh dengan sangat gesit juga berlari mengejar mereka berdua.

“Ah sialan, Chris liat di depan.”

“Kampret, kenapa pake ada musuh lagi, ambil kiri Ger.”

“Kiri juga ada musuh Chris, gimana kalau ambil kanan aja.”

“Kanan juga sama, sekarang kita di kepung.”

“Matilah kita Chris, gue masih banyak dosan lagi sama mantan pacar, belum sempet minta maaf.”

“Ya elah masih aja mikirin hal kayak gitu, pikirin dulu keselamatan kita.”

DOR … DOR … DOR…

Sebuah tembakan tiba – tiba saja mengarah ke arah prajurit yang sedang mengepung Gery dan Chris, dan menyebabkan prajurit tumbang.

“Kalian, cepat kesini.” Chris dan Gery langsung berlari mendekati ke arah suara yang barusan memanggil mereka.

“Kalian berdua gak apa – apa ?”

“Ya kami baik – baik aja, makasih atas pertolongannya, dan kalau boleh tau lo siapa ?” tanya Gery

“Gue Delta.”

“Gue Gery dan yang ini temen gue namanya Chris.”

“Oke, salam kenal buat kalian berdua.”

“Tapi bentar, apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya Chris

“Ceritanya panjang, lebih baik kalian berdua sekarang ikut gue, kita ke tempat yang aman.”

“Maksud lo ?”

“Semua tempat sekarang gak ada yang aman, cuma ada satu dua tempat aja yang aman, udah jangan kebanyakan nanya, lebih baik kita pergi sekarang dari tempat ini.” Gery dan Chris langsung saja mengikuti Delta dari belakang tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.

…….

“Kita sampai, bantu gue dorong pintu besi ini.” Mereka bertiga langsung mendorong sekuat tenaga pintu yang terbuat dari besi, perlahan pintu itu terbuka dan mereka langsung masuk ke dalamnya.

“Ikuti gue.” Delta menyalakan sebuah senter untuk penerangan saat mereka berjalan.

Mereka bertiga menuruni sebuah tangga, mungkin bisa di bilang tempat itu tempat bawah tanah. Tak lama kemudian mereka sampai dan masuk ke dalam sebuah ruangan.

“Gue kembali.” Delta langsung meletakkan tas dan senjatanya di atas meja.

“Syukurlah kamu selamat Del.”

“Santai aja Mel, lo tau gue kayak gimana orangnya.”

“Eh, siapa mereka berdua ?”

“Oh ya kenalin, mereka berdua ini Chris dan Gery, tadi gue liat mereka berdua lagi di kepung sama musuh, dan langsung gue tolong, terus gue bawa kesini.”

“Salam kenal semuanya.” Kata Chris

“AHHH, GUE UDAH GAK TAHAN LAGI KAYAK GINI.” Seorang perempuan bematas sipit, berambut coklat dan berkulit putih tiba – tiba saja berteriak tidak jelas.

“Naomi tenang, kita semua disini juga gak pengen kayak gini terus.”

“Apa yang di bilang Melody bener Mi, lo harus sabar, semua ini pasti berakhir.” Kata Delta

“Bentar deh, gue gak paham maksud dari semua ini, ada yang bisa jelasin gak ? dan juga ada yang bisa ngasih tau ini dimana ?” kata Chris

“Baiklah biar gue kasih ceritain, seperti janji gue tadi.” Kata Delta

“Oke.”

“Gue juga gak tau persis gimana kejadiannya, yang jelas sekarang bumi dalam keadaan yang emang gak aman, semenjak empat tahun yang lalu mereka muncul, kehidupan jadi tidak tentram.”

“Maksudnya gimana ?”

“Orang yang ngepung kalian berdua tadi mereka bisa di bilang adalah organisasi kejahatan, mereka menyebut diri mereka Black Phantom, dan salah satu pemimpin mereka bernama Vermo.”

Black Phantom muncul empat tahun yang lalu, dan mereka tiba – tiba saja memporak porandakan kota kami tanpa belas kasihan, mereka menawan dan menjadikan orang – orang kota kami sebagai budak demi memenuhi ambisi mereka, di tambah lagi mereka selalu membuhun orang yang berani memberontak.” Kata Melody

“Lo berdua coba liat deh, cewek – cewek yang ada disini itu awalnya mereka adalah sebuah anggota idol grup Indonesia bernama JKT48, tetapi pas saat mereka sedang mengadakan event handshake tiba – tiba aja Black Phantom muncul, dan menculik beberapa member JKT48.” Kata Delta

“Dan tinggal segini, tinggal kami yang tersisa di kota ini, kami disini juga bertahan hidup dengan para fans, dengan makanan seadanya, bahkan terkdang kami harus diam – diam mencuri makanan demi kelangsungan hidup.” Kata Melody

“Jadi diantara kalian semua gak ada yang tau apa penyebab sebenarnya Black Phantom bisa ada disini ?” tanya Gery

“Kami gak tau, yang jelas kejadian ini terjadi begitu saja.” Kata Melody

Time Jump, ya time jump.”

“Maksud lo apa Chris ?” tanay Gery

“Lo inget kejadian lubang yang nyedot kita Ger ?” dan Gery hanya mengangguk

“Lubang itu bisa di sebut sebuah portal yang membawa kita ke masa depan.”

“Jadi maksud lo kita sekarang ada di masa depan ? tapi kok bisa ?”

Chris hanya melamun, memikirkan kenapa semua bisa terjadi seperti ini, di tambah masa depan yang kacau. Tidak ada suara yang terdengar dari satu orang pun, mereka terlihat seperti sudah pasrah akan nasib yang akan mereka terima.

“GUE INGET !!!!” Chris tiba – tiba saja angkat bicara

“Maksud lo apa ?”

“Gue baru inget Ger, kekurangan device yang gue buat, di device itu gue lupa buat nonaktifkan sebuah program yang berbahaya.”

“Program ?”

“Ya sebuah program yang bisa di bilang dapat mengunjungi masa lalu dan masa depan.”

“Kok lo bisa seceroboh itu Chris.”

“Asli gue lupa, pantesan aja device nya gak berfungsi begitu gue masukkin chip, karna settingan chip itu udah gue rubah juga.”

BRUGGG !!!

Tiba – tiba saja seorang gadis, menendang perut Chris dengan sangat keras, dan menyebabkan Chris kesakitan.

“Naomi, apa yang lo lakuin ?” tanya Delta

“Jadi semua ini ulah lo, karna kecerobohan lo masa depan jadi kayak gini.” Naomi menatap tajam ke arah Chris yang sedang kesakitan

Naomi kembali menendang Chris dengan sangat keras tepat di bagian kakinya.

“NAOMI CUKUP !!!!”

“Tapi Del, karna orang ini kita jadi kayak gini sekarang.”

“Gue bilang cukup Mi, ini udah terlanjur terjadi, gak ada gunanya kita saling nyalahin.”

“Lo gak apa – apa Chris ?” Delta langsung membantu Chris berdiri

“Makasih Del, gue gak apa – apa, dan maaf banget karna kecerobohan gue, masa depan jadi kayak gini, dan kalian semua harus hidup kayak gini.”

“Udahlah Chris, ini udah terjadi.”

“Delta bener Chris, yang harus kita lakuin sekarang adalah mengalahkan musuh.” Kata Gery “ Lo masih inget kan tulisan di dinding itu ?”

“Ya gue masih inget Ger, dan gue janji bakalan merubah masa depan yang udah gue kacauin.”

“Bukan elo Chris, tapi kita semua disini bakalan ngerubah masa depan itu.” Kata Gery

“Kita juga pasti bakalan bantu semampu kita Chris.” Kata Melody

“Dan, gue juga gak mungkin biarin dua sahabat terbaik gue berjuang sendirian.” Seorang laki – laki tiba – tiba saja muncul di hadapan semua orang.

“ELO !!!”: Gery dan Chris nampak terkejut, dan sepertinya mengenali orang itu

“Yo, Gery Muller dan Chris Bastian, apa kabar ? lama kita gak ketemu.”

 

TBC

@anto_teo25

 

 

 

 

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “God’s Play, Part1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s