Wrestling & Love part 68

pizap_1437301468174

Pintu terbuka

Ckitt

“K..K..Kelvinn ?!?!”

“E..eh.. A..an.. Ndela..” sontak Kelvin menengok kearah sumber suara, begitu juga dengan Yona..

Brruk..

Kotak makan yang Andela bawa telah jatuh ke lantai, bersamaan dengan dirinya yang berbalik kearah belakang dan berlari kencang..

“Ndel..ndel.. tunggu ” teriak Kelvin yang langsung berlari mengejar Andela

“Ya Tuhan, apa yang barusan terjadi ?” batin Yona di dalam hati

Di satu sisi ia sangat senang karena bisa sangat dekat dengan Kelvin seperti tadi, tapi di lain pihak, ia merasa tidak enak dengan Andela yang mungkin saja baru salah paham atas apa yang ia lihat.

Yona tidak mau dirinya dianggap menjadi Perusak Hubungan Orang

“Ndel..ndel tunggu, dengerin penjelasan aku” Kelvin terus berlari sekuat tenaga mengejar Andela

Sontak mereka berdua menjadi pusat perhatian…Seluruh karyawan di kantor itu melihat ke arah mereka dan berbisik-bisik satu sama lain

Akhirnya Kelvin berhasil mengejar lari Andela sebelum Andela ingin turun melalui tangga..

“Ndel..” tangan Kelvin memegang erat tangan Andela

“Lepasiiin Kelvin.. ” berontak Andela..
air mata sedikit mengalir di pelipis matanya

Namun tenaga pria lebih kuat dari wanita, pegangan Kelvin tetap kuat dan tidak membiarkan Andela lepas

“Iihh sakit” Andela terus memberontak

“Hei.. tunggu Ndel, aku ga akan lepasin kamu sampe kamu bisa dengerin penjelasan aku” ucap Kelvin sambil matanya menatap mata Andela

“Apa ? apa yang mau dijelasin..
semuanya udah jelas tadi” ucap Andela tersedu-sedu

Karena mereka berdebat di kantor,
Kelvin kira ini tempat yang tidak cocok untuk menjelaskan segala sesuatunya

“Ikut aku..
kita ke cafe di depan” tarik Kelvin

Andela hanya pasrah dan mengikuti tarikan Kelvin, meskipun air mata masih tetap mengalir

*sesampainya di kafe

“Ndel.. pliss kasih aku kesempatan buat jelasin” pinta Kelvin

Andela hanya diam acuh tak acuh..

Karena tidak ada respon yang baik, Kelvin lebih memilih langsung to the point dan menceritakan kesalahpahaman yang terjadi

“Jadi gini..”
“Aku tau, kalo kamu suka sama Yona kan ? iya kan ? Jawab Viiin” teriak Andela memotong penjelasan Kelvin

“Eh e..ng..engga Ndel..sumpah, aku ga ada perasaan sama sekali sama dia” jawab Kelvin dengan nada meninggi

“Terus ? apa buktinya ? terus tadi maksud kamu sama dia mau ciuman itu apa ?!?! “Andela seperti menuntut penjelasan, air matanya tak henti-hentinya keluar

“Heei.. itu cuma salah paham, Ndel.. plis kamu percaya aku..”

“Aku cuma mau bersihin nasi yang nempel di sudut bibirnya.. udah itu doang” lanjut Kelvin

“Bohong” Andela masih saja tidak percaya
“Ya Tuhan, aku harus jelasin apa lagi supaya kamu percaya aku ? emang itu kejadian sebenernya..” Kelvin memegang kedua kepalanya seakan sudah habis pikir harus bagaimana lagi untuk menjelaskan

Andela hanya terdiam..
ia nampak berpikir sejenak

“Dia ga lebih cuma sekretaris aku Ndel.. ga lebih, aku cuma cinta sama kamu” Kelvin memegang tangan Andela diatas meja

Tak lama kemudian, tangan Kelvin dilepaskan begitu saja dan Andela langsung berdiri tiba-tiba

“Maaf.. kasih waktu aku sendiri.
Aku pulang” Andela langsung berjalan cepat keluar dari kafe

“Ndeellaa” teriak Kelvin namun sayang
, Andela sudah pergi menjauh

“Haah mungkin emang butuh waktu.. semoga aja dia percaya” batin Kelvin dalam hati

*

Ckiit

Pintu terbuka

“G..gimana Vin ?” tanya Yona cemas

Kelvin kini sudah kembali ke kantornya

Orang yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu..

“Emm.. ak..a..aku m..min..minta maaf” Yona tiba tiba menjadi merasa sangat bersalah.. wajahnya menunduk penuh sesal

“Minta maaf ?” Kelvin bingung

Yona mengangguk

“Yon, itu bukan kesalahan kamu..
itu murni cuma kecelakaan, jadi kamu gaperlu minta maaf” jelas Kelvin

“T..t..tapi.. g..ga.gara-gara ak..aku hubungan kalian renggang” ucap Yona tersedu-sedu, ia menangis

“Eh.. jangan nangis Yon..duh, ntar orang lain liat, disangka aku ngapa-ngapain kamu lagi..”

Yona menyeka air matanya

“Engga kok, ya mungkin sekarang.. tapi nanti hubungan aku sama Andela akan baik-baik aja kok, kejadian kaya gini bukan baru ini doang.. udah berkali-kali” lanjut Kelvin lagi menjelaskan

Setelah Kelvin menjelaskan panjang lebar, akhirnya Yona merasa sedikit lega..
Mereka kembali bekerja setelahnya

*skip

“Kakak pulang”  teriak Kelvin dari pintu luar rumahnya

“Iya Vin..” Mamanya menyambut dari dapur.

“Eh Mama, Yupi mana Maah ? kok gak keliatan ?  tanya Kelvin bingung

“Oh itu.. katanya sih lagi jalan sama Luthfi” jawab Mamanya

“Issh dasar anak ABG ” gumam Kelvin

“Haha udah biarin lah.. adik kamu kan gak selamanya anak kecil” jawab
Mamanya

“Hehee iyasih Maah”

“Ohiya, gimana kerjanya ? lancar ?” tanya Mamanya

“Mhm. ya gitudeh..
lancar kok, cuma agak sibuk Maah” jawab Kelvin

Mamanya hanya mengangguk-angguk

“Ya wajar kerja sibuk..
Mama cuma bisa kasih semangat kamu aja”

“Hehe iya makasih Ma” Kelvin berlalu menuju kamarnya untuk meregangkan otot-ototnya

“Hadeeh.. rumit” batinnya sendiri sambil ingatannya melayang ke momen Andela salah paham tadi

Kelvin mencoba, Sms, Bbm, Line namun semuanya tidak dibalas..
Bahkan telepon pun tidak diangkat oleh gadis Jawa itu

“Yaampun Ndel..
udah dong ngambeknya” ucap Kelvin sendiri pelan di kamarnya

*

“Mau nonton apa Yuyup?” tanya Luthfi kepada Yupi..

“Mmh.. apa yaah?” Yupi berpose seperti orang tengah berpikir

Yuyup merupakan panggilan sayang yang dibuat oleh Luthfi, Yupi juga membuat panggilan sayang untuk Luthfi, yaitu Luluth :v

“Aha.. Star Wars aja yuk Luth, etapi aku
gasuka fiksi action gitu.. huft” Yupi cemberut

“Iih dasar.. tadi ngasih saran, eh dia juga yang batalin hihi” Luluth terkekeh

“Yaudah jadinya apa nih Yuyupku ?” tanya Luthfi lagi..

“Ahaa.. mending mam dulu..”

“-___- uuuh kalo bukan pacar udah aku tabok nih” ucap Luthfi pelan

“Eh apa tadi ??” Yupi mengeluarkan tatapan membunuhnya (?)

“Ehehe engga kok engga, iya iya.. mam dulu yuk” Luthfi menggandeng tangan Yupi menuju sebuah restoran Zimbabwe..

reader : eh emang ada restoran Zimbabwe..

author : ada lah.. suka suka gw, protes aja lu pada, maenstream kalo restoran Jepang, Cina, Prancis dll

reader : Oh

author : -_-

“Yeay mam mam” umur Yupi sudah masuk kepala dua (20) tetapi tingkahnya masih kaya anak SD >…<

“Iya-iya.. cepetan kamu pesen makanan” suruh Luthfi

Setelah memesan makanan yang ingin dipesan, mereka menunggu sebentar.

15 menit kemudian, makanan tiba..

Mereka berdua menyantap dengan lahap hingga makanan tersebut habis tak bersisa

“Naah sekarang nonton” ucap Luthfi

“Iya-iya”

“Nonton apa ?” tanya Luthfi

“Mmh.. apa yaah?” Yupi berpose seperti orang tengah berpikir

“Aha.. Star Wars aja yuk Luth, etapi aku gasuka fiksi action gitu.. huft” Yupi cemberut

reader : lah kok diulang lagi

author : oh iya.. * author menepuk jidatnya

wtwtwtwt (ketawa ala tim T) *paansih

“Sunshine Becomes You” jawab Yupi mantap
“Oke deh, yang pemeran utama ceweknya kang bajaj ya ?” tanya Luthfi

Ahaha abaikan pertanyaan Luthfi tadi :v

Luthfi membeli tiket, mereka berdua mendapatkan seat F 03, dan 04..

Sementara Yupi membeli popcorn untuk mereka berdua

Film dimulai..

Sepanjang film berlangsung, mereka kebanyakan hening dan tidak bicara, lebih fokus menonton film yang diputar..

Karena itu bisa dibilang film romantis, Luthfi dan Yupi terlihat mesra, tangan mereka berdua tak henti-hentinya berpegangan..

Disaat adegan kiss antara Nabila pake H dan Ander Herrera, eh Herjunot Ali..

Tangan mereka berdua makin erat berpegangan, seakan ingin melakukan yang kaya di film (?) :v

“Eh Yuyup.. nanti pulang cobain kaya gitu yuk” ajak Luthfi polos

“Iiih Luluth dasar mesum” teriak Yupi keras

“Ssst.. iih Yuyup… jangan berisik, kan malu” ucap Luthfi

Akhirnya film selesai..

Yupi diantar pulang ke rumahnya..
Mereka tidak jadi melakukan adegan seperti di film tadi, karena Yupi menolak :v
~~

Hari-hari berlalu..
Andela masih saja belum bisa percaya akan kesalahpahaman yang ia lihat tempo hari, kini 3 hari sudah hubungan mereka renggang, baik Kelvin dan Andela tidak ada komunikasi sama sekali..

~~

“Eh, kita jalan yuk..
udah 3 tahun lebih kita ga jalan bareng” ajak Michelle pada suatu petang

Razaqa tampak berpikir

“Yaah please, ayolah Zaqaaa” Michelle bergelayut manja di tangan kekar Razaqa

Jika gadis mungil itu sudah
mengeluarkan jurus andalannya, Razaqa sangat sulit sekali untuk menolak..

“Oke oke.. yuk jalan” Razaqa menyetujui

“Yeaay” Michelle berteriak kegirangan

Razaqa menuju ke sebuah mall di bilangan Jakarta Barat.

Sepanjang perjalanan, Michelle memeluk erat pinggang Razaqa, ia sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali menikmati momen itu

“Yap sampe”

Mereka berdua masuk ke dalam mall, semua aktivitas mulai dari belanja, makan, nonton dan jalan-jalan tidak luput mereka lalui

“Udah puas?” Razaqa tersenyum tipis menatap kearah kekasihnya..

Mereka baru saja menghabiskan 4 jam lebih di mall

“Yap.. makasih atas hari ini..
yuk pulang” ajak Michelle lalu menggandeng tangan Razaqa

Di tengah mereka berdua sedang ingin berjalan keluar mall, tiba-tiba ada suara seorang wanita yang tidak asing bagi Michelle

“Michelleee” panggil wanita itu

“E..eeh.. ka..kamu ?”

“Haai, eh ini siapa ?” tanya gadis itu sambil melihat kearah Razaqa

“Kenalin, ini Razaqa Nafan, pacar aku Len” ucap Michelle dengan senyum mengembang

Ternyata gadis itu adalah Elaine, yang merupakan teman SMA Michelle, bahkan ia juga merupakan teman Kelvin, Andela dan yang lainnya juga

“Zaqa, kenalin, ini teman SMA aku..
namanya Elaine” kata Michelle

“Haai.. nama aku Elaine, Elaine Hartanto” Elaine mengulurkan tangannya untuk mengajak berkenalan

“Eh iya.. aku Razaqa, salam kenal” balas Zaqa sambil menjabat tangan Elaine disertai sedikit senyuman

“Ya ampun, ganteng banget” batin Elaine terkagum

“Hei.. maaf.. ini bisa dilepas?” ujar Razaqa sambil melihat kearah tangannya

“Eh.. iya… maaf” Elaine baru menyadari tangannya belum terlepas daritadi

“Hehe gapapa” balas Razaqa

“Mmh.. oiya, kamu sendirian aja Len?” tanya Michelle mencairkan suasana

“Engga kok, aku sama Mama Papa aku Syel” jawabnya

“Terus mereka dimana ?” tanya
Michelle bingung

“Mereka lagi belanja, karena aku males buat shopping2 gitu, yaudah deh aku jalan-jalan aja sendiri” jelasnya

“Kalian sendiri ? cuma berdua ?” tanya Elaine balik

“Iya Len, cuma berdua” jawab Michelle

“Oh hehe..
oiya, kabar temen-temen yang lain gimana ? tanya Elaine mencairkan suasana

“Baik kok mereka, sehat sehat semua” canda Michelle..”

“Kamu sendiri kemana ? kok jarang ngumpul2 lagi bareng kita ?” tanya Michelle lagi

“Oh soal itu, kemarin Papa aku ke
luar kota sebentar karena kerjaan, terus kita sekeluarga ikut deh selama sebulan, sekarang udah balik lagi” jelas Elaine

Michelle hanya manggut-mangut

“Eh iya, kita pulang dulu ya Len..
udah ditunggu Mama aku nih” pamit Michelle

“Duluan ya Len” ucap Razaqa singkat sambil tersenyum..

“I..i..iya-iya, kalian hati-hati di jalan” Razaqa dan Michelle berlalu meninggalkan Michelle seorang diri

“Hmm.. Razaqa.. aku rasa aku jatuh cinta sama dia” ucap Elaine dalam hati

~~

Sudah lewat seminggu, hubungan
Kelvin dan Andela belum juga membaik..

“Ayolah Ndel.. pliiss angkat dong telepon aku” ucap Kelvin sambil berjalan bolak balik di depan kamarnya

Tuuutt tuutt tuut

“H..haalo”

“Maaf,  nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi” bukan suara Andela yang terdengar, itu hanya suara operator

“Kenapa ga aktif sih ?” gerutu Kelvin sendiri

Sementara Elaine, entah mengapa sekarang akhir akhir ini ia sering bermain ke rumah Michelle, alasannya ya mungkin karena Razaqa sering kesana (?)

“Michelle, Razaqanya mana ?” tanya Elaine di tengah mereka berdua asik menonton TV

“Eh.. kenapa emangnya ?” tanya Michelle curiga

“Eh.. i..it..itu gapapa kok, cuma nanya aja hehe” jawab Elaine gugup

“Kata dia sih lagi otw, mungkin bentar lagi sampe” ucap Michelle

Elaine memang sudah terlanjur suka dengan Razaqa, mungkin banyak orang menyebutnya cinta pada pandangan pertama. Meskipun Elaine sudah tahu bahwa Zaqa sudah dimiliki Michelle, tetap saja dia bersikukuh bahwa suatu hari nanti, Razaqa akan menjadi miliknya

Ting tong
Bel rumah Michelle berbunyi

“Naah.. itu mungkin dia, kamu tunggu dulu disini” ucap Michelle seraya berjalan menuju pintu depan

Pintu terbuka

“Haai Syel.. “

“K..k..kelvin ? kirain aku Zaqa” ucap Michelle

“Hehe”

“Ohiya ada apa ?” tanya Michelle menambahkan

“Soal Andela…

“Iya aku tau kok, hubungan kalian lagi ga baik kan ?” potong Michelle tiba-tiba

“Eh kok tau ?” Kelvin bingung

“Jelaskah aku tau, Andelanya kan sering banget curhat sama aku kalo ga Shani, tentang kamu” jawab Michelle

“Eh iyakah ?”

Michelle mengangguk

“Dia cerita apa aja sama kalian ?” tanya Kelvin mencoba mencari informasi

“Cuma cerita kalo dia ngeliat kamu mau ciuman sama Yona, dan dia sekarang bingung mau lanjutin hubungan kalian apa putus” jelas Michelle

“Astaga ?!? putus ? itu cuma salah paham Syel.. pliss kamu sebagai temennya yakinin dia kalo aku itu ga ada hubungan apa-apa sama Yona” mohon Kelvin

“Oke, nanti aku bilang ke Andelanya, lagian aku juga ga percaya soal itu.. yang aku tau kamu cowok baik” Kelvin tersenyum lega

“Thanks ya Syel, kamu emang temen aku” ucap Kelvin

“Hehe sip, pokoknya aku akan dukung terus hubungan kamu sama Andela” ujarnya

Kelvin tersenyum

“Yaudah, aku pamit dulu ya” Kelvin pun pergi dari rumah Michelle

“Hati-hati di jalan” Kelvin mengangguk dan berjalan menuju motornya

Michelle kembali ke ruang tamu

“Mana Razaqanya ?” tanya Elaine
sambil celingak celinguk mencari keberadaan Razaqa

“Tadi bukan Zaqa Len, tadi itu Kelvin” ucap Michelle memberitahu

“Kelvin ? eh lama ga ketemu dia, sekarang mana orangnya ?” tanya Elaine

” Udah pulang, cuma ada keperluan sebentar” kata Michelle

“Oh gitu” Elaine manggut-manggut

Setelah itu, mereka berdua lebih banyak diam dan menonton TV

“Oiya, aku ambil cemilan dulu ya, ga enak nonton doang hehe”

“Eh gausah-gausah ngerepotin” ucap Elaine tidak enak
“Gapapa kok”

Tak lama kemudian, Michelle kembali dengan membawa cemilan kecil..

Ditengah mereka makan

Ting tong

“Eh ada bel lagi, itu mungkin Razaqa ?” gumam Elaine

“Mungkin, bentar aku bukain pintu”

Benar saja, itu adalah Razaqa

“Eh hai Lele.. maaf ya lama, macet di jalan” kata Razaqa

“Iya gapapa kok, ayo ayo masuk” ajak Michelle sambil menarik tangan Razaqa

Merekapun berjalan masuk kearah
ruang tamu

“Eh ada Elaine?” Razaqa kaget begitu melihat gadis mungil itu di ruang tamu

“Haaai Razaqa” sapa Elaine ramah

Razaqa membalas dengan anggukan kecil

Mereka bertiga duduk di ruang tamu bersama, ada sedikit rasa canggung diantara mereka..

Elaine seperti sedang merusak kebahagiaan pasangan Michelle Razaqa secara perlahan..

Lama kelamaan, Michelle sendiri merasa terusik dengan seringnya Elaine ke rumahnya, ia jadi tidak bisa jalan berdua dengan Razaqa dan dia lama kelamaan juga sadar bahwa Elaine menyimpan perasaan suka
dengan Razaqa, yang notabene adalah kekasihnya

~

“1,2,3 Roman Reigns is The New WWE World Heavyweight Champion.. “

Begitulah suara yang terdengar di kamar Kelvin, rupa-rupanya ia sedang menonton acara gulat favoritnya

Meskipun tengah menonton, tapi pikirannya tertuju kepada Andela seorang, ia bingung mau bagaimana lagi agar membuat hubungannya dengan Andela kembali seperti semula

Drtt..

HPnya tiba-tiba bergetar

Kelvin mengeceknya dan..
Seperti keajaiban, ada chat masuk dari Andela

“Vin”

Kelvin pun membalas

“Iya Ndel ?”

“Emh.. maaf untuk akhir-akhir ini…
aku mau ngomong sama kamu, ke Taman deket rumah aku sekarang”

Sebuah pesan yang berisikan perintah untuk segera menemuinya

“Iya.. tunggu aku, aku kesana sekarang”

Padahal, waktu saat itu sudah lumayan larut.. entah kenapa Andela mengajaknya bertemu

“Eh Kak, mau kemana ? udah malem
gini” tanya Yupi di ruang tamu

Ia tengah menonton TV saat itu

“Mau ketemu Kak Andela bentar Dek..
kamu bilang Mama ya, kakak pergi bentar” Kelvin menggunakan jaket hitam Dean Ambrosenya dan mengambil kunci motornya

Yupi mengangguk patuh

“Hati-hati di jalan Kak, jangan lama-lama” ucap Yupi

10 menit kemudian, Kelvin sudah sampai di depan taman dekat komplek rumah Andela.

“Mana ya Andela?” Kelvin menerawang mencari keberadaan Andela

Karena waktu yang sudah larut, suasana tamab itu begitu sunyi dan
sepi, udara sepoi sepoi meniup jaket dan rambut Kelvin..

“Vin, sini” Andela melambaikan tangannya

“Ah..itu dia” batin Kelvin tersenyum karena berhasil menemukan Andela

“Halo.. udah nunggu lama ?” tanya Kelvin basa basi

“Ga kok, aku juga baru sampe” jawab Andela

Suasana masih canggung..
Mereka berdua masih belum tau harus memulai dari mana

“Vin” panggil Andela

“Iya ?”

“Aku mau ngomong sesuatu” ucap
Andela

“Haha.. ngomong aja lagi Ndel, kayak sama siapa aja” canda Kelvin

“Emh.. jadi..

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s