My Future World Story, Part3

“Yaitu saya sendiri orangnya” ucap Professor Jacob

Dan guepun mendengar jawabannya lalu gue kaget mendengarnya
“Eehhhhhh!!! apa anda benar kalau anda mempunyai kekuatan itu prof?” Tanya gue

“Iya memang benar, kalau kamu tidak percaya, cobalah bunuh saya!” jawabannya yang begitu gila

Setelah gue mendengar jawabannya itu, gue langsung terdiam begitu saja karena jawabannya itu yang membuat gue berpikir kalau dia itu gila

“Hmmm kenapa kamu diam? Pasti kamu kaget kan mendengar jawaban dari saya” kata Professor Jacob

Guepun berpura-pura tidak mendengarnya dan menanyakan apa yang dia katakan tadi

“Aaahhh maaf apa yang anda katakan tadi?” Tanya gue ke professor

“Coba bunuh saya!” ucap Professor Jacob

Guepun terdiam sejenak mendengarnya, lalu…
“Heeeeeehhhhhhh!!! apa anda gila dan bodoh hahh?!!” tanya gue dengan suara yang lantang

“Saya tidak gila dan juga tidak bodoh, memang itu kenyataannya buat uji coba supaya kamu bisa percaya dengan omongan saya” jawab Professor Jacob dengan tenangnya

“Memang itu caranya biar bisa membuktikan kalau saya percaya bahwa anda mempunyai kekuatan itu?” tanya gue yang masih belum percaya dengan omongannya

“Iya memang, kalau kamu tidak percaya, coba saja lakukan” jawabnya

Guepun yaaa merasa aneh dengan Professor Jacob ini, lalu Professor Jacob pun mengambil sesuatu didalam saku jas labnya

“Ini ambil” ucap Professor Jacob melemparkan sebuah pisau kecil ke gue

“Pisau? buat apa?” ucap gue

Karena dikiranya gue bercanda lalu professor menjawab begini

“Mau tau buat apa pisau itu?” Tanya dia ke gue

“Iya, apa prof? guepun nanya balik ke professor

Lalu dengan kesalnya dia menjawabnya…
“Buat dimakan!!” jawabnya dengan kesal dengan jawaban yang dikiranya bercanda itu

“Haaaahhhh?” kata gue kaget yang sebenarnya gue tau kalau pertanyaan gue tadi hanyalah bercanda

“Yaiyalah buat membunuh saya dan juga bisa membuktikan kalau saya mempunyai kekuatan itu dan Demi-Human adalah spesies manusia abadi, masa gitu aja gak tau? dasar bodoh kamu ini” jawaban Professor Jacob

“Ooohhh saya kira buat apa hahaha, kalau begitu saya minta maaf” kata gue minta maaf padanya

“Malah ketawa, yaudah saya maafkan” professorpun membalasnya

“Hehe maaf kalau saya tadi hanyalah bercanda saja” ucap gue yang sebenarnya

“Iya tidak apa-apa, saya juga tau kalau itu hanya candaanmu saja” seperti yang diharapkan dari professor

“Mmmmm gimana ya? apa gue harus melakukan ini untuk membuktikan kalau professor mempunyai kekuatan itu?” kata gue dalam hati

“Tapi apa professor yakin, kalau ini bisa jadi uji cobanya?” Tanya gue

“Iya saya yakin” jawab Professor Jacob

Karena gue bingung gak tau harus ngomong apa, guepun akhirnya jadi bimbang memikirkannya dan guepun terus berpikir, apakah gue akan melakukannya atau nggak. Tapi karena kelamaan berpikir, yaudah gue lakukan saja

“Mmmmm baiklah kalau begitu, saya akan melakukannya” setelah gue berpikir, itulah jawaban dari gue

“Tapi saya gak tau yaa nanti prof”

“Iya saya tau kok, baiklah silahkan” ucap prof.Toni

Guepun akhirnya melakukannya. Pertama-tama gue tarik nafas dulu untuk menenangkan diri lalu menghembuskannya dan guepun melakukan itu sebanyak tiga kali agar gue benar-benar tenang, lalu guepun berjalan menuju professor, setelah gue berada didepannya guepun langsung menusuknya di jantung dan akhirnya diapun langsung gugur dan mengeluarkan banyak darah. Setelah itu guepun menunggu beberapa menit, dan anehnya ada sebuah kumpulan partikel hitam yang mengelilinginya didaerah tusukan tadi dan anehnya lagi luka itu langsung hilang walau ada bekas darah di jasnya dan professorpun langsung bangkit dan bangun dari tempatnya. Setelah itu yaa begitu deh yang terjadi, ternyata benar apa yang dikatakan professor itu

“Nah gimana? apa kamu percaya sekarang?” Tanya Professor Jacob yang sudah membuktikan kalau itu benar

Pada saat gue ingin berbicara, tiba-tiba saja…

“Gu-gu-gue gak bisa berkata apa-apa lagi, ternyata itu benar kalau Demi-Human itu abadi” ucap gue dalam hati

Lalu guepun menghirup dan menghembuskan lagi nafas gue agar gue tenang, lalu guepun menanggapi apa yang dikatakan oleh professor

“I-iya prof, s-saya percaya kok” jawab gue dengan kagetnya disertai gugup

“Yaiyalah gimana gak mau kaget, emang beneran kayak zombie yang hidup gitu, njirrrr” ucap gue dalam hati

“Oh iya, dan satu lagi saya akan menunjukkan seperti apa makhluk tersebut” kata Professor Jacob

“Mmmm boleh prof, silahkan perlihatkan” kata gue

“Yaaa sepertinya ini bakalan lebih menarik” ucap gue dalam hati

Professorpun mulai mengeluarkannya, ajaibnya sekumpulan partikel hitam tadi ini sekarang mulai banyak sekali yang keluar dari tubuh professor dan sekumpulan partikel hitam itu mulai menyatu, menyatu, menyatu dan akhirnya terbentuklah makhluk supranatural seperti mumi walaupun gue bisa melihat makhluk itu

Sontak gue sangat takut sekali melihat makhluk itu, beneran kek mumi hidup yang tanpa muka.

“Inilah makhluk yang saya maksud itu” kata Professor Jacob menunjukkan makhluk itu ke gue

Lalu tiba-tiba makhluk itu seperti ingin menyerang gue karena dikiranya gue musuh. Guepun kaget karena dia melakukannya dengan tiba-tiba, namun si professor berhasil membatalkan penyerangan itu

“Tenang tenang dia bukanlah musuh dia adalah tamu saya” ucap Professor Jacob ke makhluk itu

“Ooohhh….. be…gi…tu…” jawab makhluk itu

Dan dari situ gue kepikiran sepertinya professor sangat bisa mengendalikannya seperti hewan peliharaan

“A-apa ini professor?” ucap gue

“Kan saya sudah bilang, ini adalah makhluk yang saya maksudkan itu. Memang terlihat seperti mumi tapi ini adalah hantu hitam” kata Professor Jacob menjelaskannya

“Maaf tadi saya gak mendengarkan prof soalnya saya ketakutan melihat ini karena yaaa baru pertama kali saya melihatnya, seram banget” jawab gue

“Tidak apa-apa kok saya juga tau, memang begini reaksi orang dulu pertama kalinya melihat makhluk ini, memang menyeramkan tapi lama kelamaan jadi gak terlihat menyeramkan lagi” kata professor menjelaskan hal ini

“Oohhh begitu yaaa prof, hantu hitam? tapi… kenapa saya bisa melihatnya walaupun anda bilang ini adalah hantu hitam?” Tanya gue

“Terkadang makhluk ini juga bisa menampakkan dirinya ke manusia. Saya sengaja memperlihatkannya karena saya tidak punya benda atau alat untuk bisa melihat hal seperti ini karena makhluk ini sangat spesial dan unik” jawaban dari professor

“Oooohhhh begitu” ucap gue

Karena yang dikatakan professor itu menurut gue keren, lalu guepun mengatakan begini

“Tapiii keren prof, dengan begini siapapun yang memilikinya bisa abadi sama seperti professor tadi” guepun sampai kegirangan memikirkan hal ini

“Memang menurutmu ini keren, tapi tidak selamanya yang mempunyai kekuatan ini merasa dirinya abadi, tidak merasakan ketakutan sedikitpun, dan tidak bisa mati dan sayapun juga merasakan hal tersebut” kata Professor Jacob

“Memang itu benar prof, tapi apa itu?” Tanya gue bingung

“Cobalah lakukan hal ini, potonglah sedikit lengan saya dan letakkan lengan saya jauh-jauh dari tempat saya ini” kata professor yang membuat bulu kuduk gue berdiri

“Eehhhhh!!! Anda ini memang gila yaa!, melakukan hal senekat itu!” guepun kaget mendengarnya

“Tidak perlu saya mengulangnya lagi, lakukan saja agar kamu tau bagaimana rasanya” ucap professor

“Tapi prof pisau yang saya pegang ini kecil prof, mana mungkin saya bisa memotong lengan anda itu” kata gue sebelum melakukannya

“Oh iya tunggu sebentar” professorpun mengambil pisau yang besar di meja eksperimennya

“Ini ambil, simpan saja pisau kecil itu didalam celana buat kamu berjaga-jaga nanti” kata professor

“Baiklah prof, makasih” guepun menyimpan pisau kecil itu dan mengambil pisau yang besar dari professor

“Tapi, tunggu bentar lagi” ucap Professor Jacob

“Ada apa lagi prof? kok kayak sibuk banget gitu” kata gue ke professor

“Yaudah kamu boleh pergi sekarang” ucap professor ke makhluk itu *maksud pergi itu menghilang

“Ooohhh….. baik…lah…” jawab makhluk itu

Makhluk itupun menghilang sedikit demi sedikit seperti debu yang tertiup angin. Lalu makhluk itupun hilang. Guepun sempat kepikiran tentang itu

“Prof, kok dia mau menuruti kata-kata anda prof?” Tanya gue tentang itu

“Iya karena saya sudah bisa mengendalikannya sesuka hati saya” jawab professor

“Wow kerennn” ucap gue

“Tapi terkadang hantu hitam ini bisa saja mengikuti sifat si pemiliknya, jika orangnya itu baik maka hantu hitamnya bisa “jinak” dan dapat dikendalikan dengan mudah tanpa memberontak dan jika orangnya itu memiliki niat jahat dalam dirinya maka hantu hitamnya memiliki hasrat untuk membunuh orang tanpa pikir panjang” kata professor menjelaskan

“Wow keren-keren tapi dari apa yang anda katakan itu sama sebelumnya sepertinya anda juga merasa kesusahan saat mengendalikannya waktu pertama kali anda punya kekuatan ini” tanggapan gue tentang ini

“Memang, karena bisa saja makhluk ini lepas kendali tanpa saya ataupun orang dulu mengendalikannya makanya saya berlatih terus untuk mengendalikannya hingga seperti ini, seperti hewan peliharaan saya” kata professor

“Wow sadis juga kata-katanya “seperti hewan peliharaan saya” itu” ucap gue dalam hati

“Ok kita kembali lagi ke awal, lakukanlah seperti apa yang saya katakan tadi dan ini juga bukan cuma hanya untuk memperingatimu akan hal tersebut, tapi dari semua yang saya katakan tadi juga bisa sebagai “ilmu” bagimu untuk mempelajari berbagai hal untuk menjadi seorang Demi-Human” kata-kata professor yang sepertinya ada maksud dari perkataannya itu

“Jadi maksud dari perkataan anda itu, anda ingin memberikan saya sebuah kekuatan ini?” sepertinya itulah yang gue maksud

“Ya itu benar, saya akan memberikanmu kekuatan ini karena yaa mungkin saja saya nanti sudah tidak ada lagi didunia ini dan kamulah yang akan menjadi penerus saya untuk tetap mempertahankan kekuatan ini” dan ternyata benar itulah maksudnya

“Tapi itukan mustahil prof, saya aja berasal dari masa lalu yang mungkin kekuatan ini masih ada, bagaimana caranya kalau saya nanti bisa kembali ke masa lalu, kekuatan ini tidak ada pada tubuh saya melainkan professor yang ada di masa lalu saya tidak tahu anda dimana” jawaban dari gue

“Hmmmm sepertinya kamu salah paham tentang maksud saya memberikan kekuatan ini ke kamu” kata professor

“Lah terus apa maksudnya prof? saya gak ngerti deh” guepun bingung

“Maksudnya saya memberikan kekuatan ini bukan lewat dari saya langsung, tapi dari sebuah mesin yang dapat menyalurkan kekuatan ini ke kamu karena saya sudah mengembangkan sebuah penemuan baru yang dapat mempertahankan kekuatan ini dan menyebarkannya ke semua orang yang menginginkannya, dan saya pernah menggunakannya untuk seseorang yang mau jadi kelinci percobaan saya” professorpun menjelaskan tentang kesalahpahaman itu

“Oalah saya kira apa tadi ternyata begitu yaa, maaf yaa prof kalau saya salah paham” guepun akhirnya mengerti sudah

“Iya gpp maaf kalau saya gak memberitahunya di awal tadi” ucap professor

“Iya prof, tapi, hah? Siapa itu prof?” Tanya gue ke professor

“Yah pokoknya seseorang lah, mungkin nanti kamu bakalan ketemu sama orang tersebut” jawab professor

“Hmmm agak mencurigakan tapi gpp lah saya juga gak terlalu peduli sama orang itu walaupun professor nantinya menceritakan orang itu, oh iya apa itu berhasil prof terhadap orang itu?” Tanya gue lagi

“Yah 100% berhasil, tidak ada kegagalan sama sekali dan saya men-testnya sama seperti yang kamu lakukan tadi kepada saya” jawab professor

“Widihh menakutkan juga apa yang professor pikirkan sama seperti saya” gue terkejut apa yang dipikirkan professor ternyata sama dengan gue

“Iyakan karena semua kelemahan alami manusia itu ada di jantung, karena jantung adalah sistem peredaran darah manusia yang paling utama dan jika kita menusuknya tepat di jantung maka jantung akan berhenti memompa darah ke seluruh tubuh dan berhenti berdetak lalu akhirnya mati tapi karena dia sudah saya berikan kekuatan ini jadi dia tidak akan mati lagi walau ditusuk berapa kali” penjelasan yang luar biasa dari professor

Guepun bertepuk tangan karena penjelasannya yang hebat itu

“Terima kasih sudah mendengarkan penjelasan saya, Fajar” kata professor

“Iya prof sama-sama, saya juga kagum dengan apa yang professor lakukan tadi, benar-benar hebat layaknya seorang ilmuwan besar” tanggapan gue buat professor

“Iya, baiklah kita mulai lakukan hal yang saya bilang tadi” ucap professor yang coba mengingatkan gue

“Oh iya prof, waduhhh saya jadi kelupaan” guepun ingat dengan yang tadi

Guepun mulai mengarahkan pisauku ke lengan professor

“Apa ini gpp prof? jangan sampai kesakitan prof” kata gue sebelum memulainya

“Gpp kok, iya professor gak akan kesakitan” jawabnya

Guepun dengan berani mulai mengayunkan pisauku lalu “jlebb”, lengan professorpun terputus  dari asalnya lalu professorpun sedikit merintihkan kesakitan terus guepun langsung melakukan apa yang dikatakan oleh professor yaitu membawa jauh-jauh lengannya itu dari tempat dia berdiri, karena gue gak berani membawa lengannya begitu saja yang berceceran darah akhirnya terpaksa gue lepas baju gue dan membungkus lengan itu didalam baju gue dan langsung membawanya jauh-jauh

Karena hal tersebut sudah gue laksanakan lalu guepun kembali ketempat professor berdiri tadi dan segera guepun melihat apa yang akan terjadi pada lengannya itu

“Nah *ehhh!!* karena kamu sudah melakukannya *awww!!* sekarang lihatlah apa yang akan terjadi jika kamu meremehkan saya yang selamanya abadi dan tidak merasakan takut sedikitpun  ini *ahhh!!*” kata professor sambil menahan rasa sakitnya

Awalannya memang terlihat biasa namun selanjutnya yang terjadi adalah…

Lengan professor yang gue potong tadi ternyata pulih kembali dan lengan tersebut dikelilingi oleh partikel hitam yang sama dengan hantu hitam tadi, menurut gue yaa mengerikanlah untuk gue coba seperti ini tapi ini juga menjadi sebuah pelajaran untuk gue yang akan menjadi seorang Demi-Human juga

“Lihatlah ini, sebenarnya saya maunya meletakkan lengan yang terpotong tadi sekitar setengah meter dari jarak saya berdiri namun hal tersebut biasa menurut saya, dan inilah yang terjadi, jika salah satu bagian tubuhmu yang terpotong seperti lengan atau kakimu sangat jauh darimu maka bagian yang dipotong tersebut akan membuat lagi bagian yang terpotong itu seperti aslinya dan jika salah satu bagian tubuhmu yang terpotong seperti lengan atau kakimu tidak terlalu jauh darimu maka bagian yang terpotong itu akan mengeluarkan sebuah partikel hitam kecil seperti tali yang terhubung oleh bagian itu dan akan didorong kembali kebagian tubuhmu yang dipotong itu” ucap professor menjelaskan panjang lebar

Dan dari penjelasannya itu memang sepertinya inilah yang membuat takut professor untuk mencobanya walaupun terpaksa dia melakukannya untuk gue dan juga gue kayaknya gak mau mencobanya walaupun ujung-ujungnya nanti terpaksa dilakukan dan lengannya yang tadi sudah selesai prosesnya

“Wahhh kayaknya saya gak tau mau jawab apa lagi, tapi memang begitu yaa kenyataannya prof” kata gue yang sempat bingung mau bilang apa

“Iya memang begitu kenyataannya, walaupun kamu anggap ini keren dan tidak menakutkan sama sekali, tapi ketahuilah kamupun nanti merasakan hal yang sama yang saya alami selama saya memiliki kekuatan ini, tapi karena saya seorang professor peneliti jadi saya buang anggapan tersebut dan melupakan ketakutan yang saya alami” jawaban dari professor

“Wowww memang benar-benar seorang professor peneliti sejati, saya makin kagum sama anda prof, keren-keren” ucap gue takjub dengan pernyataannya itu

“Yaa baguslah kalau kamu kagum sama saya, saya juga tidak keberatan kalau saya dipuji-puji begitu walaupun itu memalukan” kata professor

“Hehe maaf prof” guepun minta maaf karena terlalu memuji professor

“Iya tidak apa-apa” professorpun menerimanya

“Oh iya satu lagi kenapa saya jadi bilang “tidak bisa mati” padamu” kata professor

“Hmmm apa itu?” Tanya gue

“Demi-Human itu sebenarnya bisa mati dan juga dia mempunyai kelemahan yang semua orang dulu tahu termasuk saya” jawab professor

“Eehhh? Kenapa bisa mati prof? dan juga apa kelemahannya prof?” Tanya gue lagi

“Nanti pada saat kamu mempunyai kekuatan ini kamu akan tau nanti” jawab Professor Jacob

“Yaelah professor ini bilang nanti aja nanti aja terus bosen saya mendengarnya, seharusnya kasih tau sekarang aja prof gak usah nanti mulu” guepun benar-benar bingung pasti professor selalu bilangnya nanti, seperti orang sibuk aja

“Kelemahannya itu ada di kepala” professorpun menghiraukan kata-kata gue tadi

“Yaelah gak didengerin! -_-” guepun kesal perkataan gue dihiraukan begitu saja

“Kenapa kepala? memang itu kelemahannya?” daripada gue memikirkannya lebih baik gue terima aja

“Iya karena dulu juga pernah ada perkelahian antar sesama pengguna hantu hitam, hantu hitam ini terus berkelahi sampai salah satu dari mereka harus mati, tapi salah satu dari mereka ini tahu cara mengalahkannya, yaitu dia mencoba mengincar kepala musuhnya. Dan benar saja, pada saat dia menyerang kepala musuhnya, dia langsung kalah dan gugur, dan begitulah dari situ dia mendapat sebuah pelajaran dari pertarungan itu bahwa kelemahan hantu hitam itu ialah bagian kepala” penjelasan lagi dari professor

“Hmm begitu rupanya” ucap gue

“Tapi ada juga kelebihannya” kata professor

“Apalagi itu prof?” Tanya gue

“Ada sebuah kejadian pada saat dimana seorang Demi-Human tersebut mengeluarkan sebuah suara yang begitu kerasnya saat dia lagi terdesak, anehnya suara itu bisa membuat semua orang yang mendengarkannya berhenti bergerak atau lumpuh begitu saja karena suaranya itu dan satu kelebihannya adalah walaupun dia jatuh dari ketinggian atau dia diserang beberapa kali, dia tidak bisa mati karena kemampuan abadinya itu” tambahan lagi dari professor

“Yaelah klo yang dia diserang itu saya udah tau dari awal anda bercerita tadi tapi yang jatuh dari ketinggian itu saya yang gak tau” tanggapan gue tentang kata-katanya yang terakhir itu

“Yaa kali aja kamu gak ingat yang tadi itu makanya saya ingatkan lagi” kata professor

“Perasaan professor gak ada bilang gitu deh ke saya, bukannya saya gak ingat” jawab gue tentang itu

“Masa? Perasaan ada deh tadi atau professor aja yang gak ingat” ucap professor

“Yaelah prof makanya jangan jadi tua begitu dong, saya aja yang masih muda ingat apalagi kayak professor tuh udah tua pikunan gitu” kata-kata gue yang menusuk hati professor

“Yaa maaf-maaf kalo begitu” professorpun menanggapi kata-kata gue

“Hedeeehhh dasar emang saya ini apa coba” ucap gue

“Maaf-maaf, jadi…dari kesimpulan pembicaraan hari ini, apakah kamu mau seperti saya?” Tanya professor ke gue

“Hmmm mau prof saya mau” guepun langsung menerimanya

“Tapi nanti kita bicarakannya pada saat minum nanti” kata professor

“Yaudah deh prof, lagian saya tadi gak ditawarin minum” guepun sedang meng-kode-in professor

“Oh iya saya lupa tadi, yaudah kamu duduk aja disana, saya mau ganti baju dulu sekaligus membawakan minumannya” professorpun langsung menyadarinya

“Baiklah prof hihi” guepun tertawa kecil karena tuanya itu

Guepun duduk ditempat yang sudah disiapkan oleh professor, sedangkan professor ganti baju dibelakang dan juga mengambilkan minumnya. Beberapa menit kemudian, professorpun datang

“Ini minumnya” professorpun memberikan minumannya ke gue

“Makasih prof” guepun menerimanya

Guepun minum bersama professor

“Aaaaahhhh enaknya!” ucap kami berdua

“Jadi bagaimana?” ucap professor menaruh gelasnya dimeja yang langsung menuju to the point pembicaraan kami

“Bagaimana apa prof?” Tanya gue gak tahu apa maksudnya “bagaimana”

“Yang saya katakan tadi” jawab professor

“Oh itu, mmmm gimana ya? memang sih keren jika saya juga abadi, tapi rasanya tidak enak gitu jika hidup mati beberapa kali. Menurut saya sih waktu saya muncul di dunia ini, saya kepikiran kalau saya ingin mati saja di dunia yang tidak saya tau ini, tapi jika saya mati sekarang, saya tidak akan mendapatkan info apapun tentang dunia ini nantinya. Makanya daripada saya memikirkan tentang kematian lebih baik saya ingin terus berada di dunia ini untuk menjelajah dunia ini dan juga mencegah kematian mendatangi saya. Kalau begitu saya terima apa yang anda katakan tadi” guepun menjelaskan tentang tawaran professor

“Baiklah, tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi” kata professor

“Apa itu prof?” ucap gue

“Jadi… apa kamu mau menjadi pembantu atau asisten saya sampai kamu nanti bisa kembali ke masamu berada?” professorpun memberikan syarat tentang ini

“Memangnya saya bisa melakukannya prof?” Tanya gue sebelum menerimanya

“Saya yakin kamu bisa dan juga saya akan membantumu untuk bagaimana caranya kamu bisa kembali ke masamu berada” ucap professor

“Hmmm baiklah kalau begitu saya terima tawarannya” guepun menerimanya

Gue dan professorpun berjabat tangan seperti melakukan sebuah perjanjian dan segera gue dan professor memulai eksperimen untuk menyalurkan kekuatan tersebut kedalam tubuh gue.

Bersambung

Dan inilah cerita yang terjadi antara Fajar yang bertemu dengan Professor Jacob di masa depan dan juga mengapa dia mempunyai kekuatan abadi seperti ini.

Created by : @AlvinDSPinanggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s