Bikers, I Love You (Bagian terakhir)

Riyan langsung menerobos kerumunan itu

“ Naomi.. bangun Naomi.. “ ucap Riyan sangat panik

“ Mas temannya? “ tanya salah satu warga

“ Iya pak, saya temannya, “ jawab Riyan

“ Mas yang tenang yah, sebentar lagi ambulance akan segera datang “ ucap warga itu lagi

Riyan hanya bisa mengangguk, tanpa ia sadar air matanya keluar saat melihat Naomi dalam keadaan seperti ini

*****

15 menit yang lalu Naomi di bawa ke rumah sakit dan langsung di periksa kondisinya oleh dokter

“ Gimana dok keadaannya? “

“ Pasien tidak apa-apa, tapi ada masalah lain “ jawab dokter

“ Masalah? “ ucap Riyan heran

“ Iya, sebelumnya pasien sudah mengalami gagal ginjal. kedua ginjalnya tidak berfungsi dengan normal, dan setelah kecelakaan itu membuat kedua ginjannya sudah tidak bisa berfungsi lagi “ jelas dokter

“ Apa! “

Riyan sangat terkejut saat mengetahui kalau Naomi mengidap penyakit gagal ginjal, tapi yang lebih parahnya lagi sekarang kedua ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi lagi

“ Tapi anda tidak usah khawatir, kami akan berusaha mencarikan pendonor ginjal untuknya, “ ucap dokter itu

Riyan terdiam sejenak memikirkan sesuatu, lalu dia berkata

“ Dokter tidak usah mencarinya, karena saya sendiri akan mendonorkan ginjal saya buat Naomi “ ucap Riyan

“ Apa anda serius? “ tanya dokter

Riyan menjawabnya dengan anggukan mantap, dia sudah memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya untuk Naomi

“ Kalau begitu mari ikut saya untuk melakukan chek up “ ucap Dokter

Riyan pun berjalan mengikuti dokter itu menuju ruangan untuk melakukan chek up, apakah ginjal Riyan cocok atau tidak di tubuh Naomi

Setelah melakukan chek up, hasilnya ginjal Riyan sangat cocok di tubuh Naomi, setelah itu Riyan dan dokter itu pergi ke ruangan dokter

“ Sebelum pendonoran ginjal di lakukan, kami meminta pada pihak keluarga pasien untuk melunasi administrasi pembayaran dulu, kalau belum, opearasi tidak akan di lakukan “ ucap dokter itu

“ Kira-kira biayanya berapa dok? “ tanya Riyan

“ Biayanya kurang lebih 62 jt, itu sudah termasuk biaya perawatan pasien selama di rumah sakit “ jawab dokter

Riyan sangat terkejut mengetahui biaya operasi yang sangat mahal, jika begini dia akan dapat uang dari mana untuk melunasi biaya rumah sakit yang sangat mahal

“ Iya terima kasih dok, saya akan usahakan untuk melunasinya “ ucap Riyan

Dokter itu pun mengangguk.

“ Kalau begitu saya permisi dok, “ ucap Riyan langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan dokter

*****

Dalam perjalanan pulang Riyan terus memikirkan dari mana ia bisa dapat uang sebanyak itu, jika minta pada orang tuanya? Tidak, dia tidak akan meminta pada orang tuanya sebanyak itu

“ Dari mana gue bisa dapet uang sebanyak itu… “ pikir Riyan

Terlintas dalam pikirannya untuk menjual motor kesayangannya, tapi ia harus berfikir 1000x untuk memutuskan menjual motornya itu

“ Gak, gue gak mungkin jual motor gue, tapi. . . “ pikir Riyan mulai frustasi

“ Lebih baik gue pulang aja dulu, gue pikirin nanti aja di rumah dapet uang dari mana “ ucapnya lalu berjalan pergi meninggalkan rumah sakit

*****

“ Lu serius Yan? “ tanya bang Irwan

“ Iya bang, gue serius “ balas Riyan

“ Ya udah, nanti gue usahain “ ucap bang Irwan

“ Tolong banget ya bang, gue lagi butuh duit banget nih, gak apa lah ada yang mau beli murah juga “ pinta Riyan

Pada akhirnya Riyan memutuskan untuk menjual motornya demi melunasi biaya rumah sakit, dia meminta bang Irwan untuk menjualkan motornya karena bang Irwan sudah sering melakukan jual beli motor

“ Iya lu yang sabar, gue tau lu butuh duit buat biaya operasinya Naomi, tapi gak mungkin motor lu terjual secepat yang lu kira, gue harus cari dulu siapa yang lagi nyari motor Z1000 “ balas bang Irwan

“ Iya bang, sorry ya gue jadi ngerepotin lu “

“ Gak apa, gue ngerti situasi lu sekarang kayak apa, dan gue harap yang terbaik buat lu sama Naomi “

Sebelumnya Riyan sudah menceritakan semuanya pada bang Irwan, mulai dari pertama dia bertemu dengan Naomi sampai Naomi masuk rumah sakit,

Bahkan pendonoran ginjal yang akan dia lalukan untuk Naomi pun dia ceritakan semuanya pada bang Irwan

Awalnya bang Irwan gak setuju Riyan mendonorkan ginjalnya, apalagi dua-dua ginjalnya akan dia donorkan untuk Naomi, itu bisa membahayakan nyawanya sendiri

Tapi Riyan sudah menjelaskan pada bang Irwan, dia harus melakukannya karena Riyan mencintai Noami, dan akhirnya bang Irwan tidak bisa melarangnya lagi

Tiba-tiba salah satu anggota club lainnya datang menghampiri bang irwan dan Riyan

“ Bang.. ada yang mau jual motor Z1000 gak nih, temen gue lagi ada yang nyari? “ tanya anggota yang bernama Joni

“ Kebetulan, Riyan mau jual motornya nih, lu tawarin aja ke dia “ jawab bang Irwan

“ Hah! Lu serius Yan? “ tanya Joni

“ Iya Jon, gue lagi butuh duit banget kali ini “ jawab Riyan

“ Ya udah, gue hubungi orangnya sekarang “ ucap Joni

“ kalau dia mau, suruh langsung kesini aja, gue butuh duitnya sekarang. “ucap Riyan

Joni pun langsung menghubungi temannya itu yang sedang mencari motor Z1000, setelah cukup lama ngomong dengan temannya itu, joni pun menutup telfonnya dan memasukan ponselnya ke dalam saku

“ Gimana? “ tanya Riyan

“ Iya dia mau, dan sekarang dia lagi kesini. Lu tungguin aja “ jawab Joni

Riyan mengangguk, akhirnya dia bisa mendapatkan uang buat melunasi biaya rumah sakit.

-oOo-

“ Bagaimana detak jantungnya sus? “ ternya seorang dokter

“ Mulai membaik dok. “ jawab suster yang mendampinginya

Beberapa saat lalu Naomi sudah melakukan operasi dan berjalan dengan baik tanpa masalah, hanya saja kondisinya masih sangat lemah dan masih butuh banyak istirahat

“ Tolong pantau terus suster perkembangan kondisi pasien, jika terjadi sesuatu langsung panggil saya, “ ucap dokter

“ Baik dok. “ balas suster itu

Setelah itu dokter pergi ke sebuah ruangan yang pasiennya baru melakukan operasi juga,

“ Gimana kondisi kamu? “ tanya dokter itu

“ Lumayan membaik dok, tapi kelapa saya masih agak terasa pusing “ jawab si pasien

“ Tidak apa-apa, nanti juga akan hilang kalau kamu istirahat “ ucap dokter

“ Sekarang gimana kondisinya Naomi dok? “ tanya pasien itu yang ternyata Riyan

“ Kamu tidak usah khawatir, dia sudah terselamatkan, dan sekarang dalam tahap pemulihan. “ jawab dokter itu

“ Syukur lah “ balas Riyan tersenyum senang

Akhirnya semua yang di lakukan Riyan tidak sia-sia, walau ia harus menjual motor dan memberikan kedua ginjalnya untuk Naomi, tapi dia melakukannya dengan senang hati

“ Semoga lu cepat sembuh Naomi, gue berharap bisa melihat senyum manis lu lagi, hanya itu yang gue harapkan “ ucap Riyan tersenyum dalam hatinya

-oOo-

Keesokan harinya Naomi sudah sadarkan diri, tapi ia sangat terkejut saat melihat kedua orang tuanya saat ia sadarkan diri

“ Papah, mamah “ ucap Naomi pelan

Reflek kedua orang itu pun menoleh ke arah Naomi, mereka senang melihat Naomi sudah sadarkan diri

“ Papah panggil dokter dulu ya buat meriksa kondisi Naomi “ ucap lelaki paruh baya itu

“ Iya pah, balas wanita yang ada di sampinya

Lalu lelaki paruh baya itu pun beranjak pergi meninggalakan ruangan itu untuk menanggil dokter.

5 menit kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Naomi saat itu

“ Bagaimana kondisi anak saya dok? “ tanya papahnya Naomi

“ Kondisi sudah memulai membaik, 2 hari lagi juga Naomi sudah boleh pulang “ jawab dokter itu

“ Serius dok? “ ucap papahnya Naomi

“ Ya. “

“ Kalau begitu terima kasih banyak dok sudah menangani anak saya “ ucap papahnya Naomi

“ Iya sama-sama, kalau begitu saya permisi “ balas dokter itu

Saat dokter itu akan keluar tapi langkahnya terhenti saat papahnya Naomi memanggilnya

“ tunggu dulu dok, ada yang mau saya tanyakan? “ ucap papahnya Naomi menghentikna langkah dokter itu

“ Iya, silahkan “

“ Kalau boleh saya tau siapa orang yang sudah mendonorkan ginjalnya untuk anak saya, Naomi.. “ tanya papahnya Naomi

Mendengar pertanyaan itu, sang dokter menghela nafas kasar

“ Baiklah, kita bicarakan di luar. Saya akan memberi tahu anda siapa orangnya “ jawab dokter itu

Papahnya Naomi yang terlihat keheranan pun ikut berjalan keluar bersama dokter itu

“ Kenapa harus di luar dok? “ tanya papahnya Naomi

“ Karena orang yang sudah mendonorkan ginjalnya itu tidak ingin Naomi tau kalau ialah yang sudah mendonorkan ginjal untuknya “ jawab dokter itu

“ Emang siapa orang dok? “

“ Riyan, Riyan Anggara Putra. “ balas dokter

Papahnya Naomi tambah bingung karena ia tidak mengenal lelaki itu,

“ Kalau anda ingin bertemu dengannya, mari saya antar, ia di rawat di kamar 034 “ ucap dokter itu

“ Dia ada di sini? “ tanya papahnya Naomi yang di balas anggukan oleh dokter itu

Lalu dokter itu mengantar papahnya ke kamar di mana Riyan di rawat, sesampainya di kamar itu, papahnya Naomi cukup terkejut melihat seorang lelaki terbaring lemas dengan selang infus terpasang pada lengan lelaki itu

“ Ka..kamu “

“ Eh om? Om papahnya Naomi kan? “ balas lelaki itu

“ Iya benar, “ ucap papahnya Nomai

Lalu dokter yang mengantar papahnya Naomi pamit karena harus memeriksa pasien lainnya,

“ Kalau begitu saya permisi “ ucap dokter itu yang di balas anggukan oleh papahnya Naomi

Dokter  itu pun berjalan pergi maninggalkan kamar rawat itu

“ Bukannya kamu lelaki yang waktu itu bersama Naomi? “ tanya papahnya Naomi

“ Iya om, saya Riyan “ jawab Riyan

“ Jadi kamu yang sudah mendonorkan ginjal untuk Naomi? “

“ Benar om, tapi saya minta om jangan beri tahu Naomi yah, “ ucap Riyan

“ Kenapa? “

“ Saya cuma tidak ingin Naomi tau aja om, “

“ Tapi apa alasannya, kenapa Naomi tidak boleh tau? “ papahnya Naomi makin bingung dengan jawaban Riyan

“ Karena saya punya alasan tersendiri dan om tidak perlu tau apa alasan saya “

“ Apa pun alasan kamu itu, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawa anak saya “ ucap papahnya Naomi tulus

“ Iya om, sama-sama “ balas Riyan

Setelah bertemu dengan Riyan, papahnya Naomi sadar kalau Riyan adalah anak yang baik, lalu papahnya Naomi pamit keluar.

“ Kalau begitu saya pamit dulu, ada sesuatu yang harus saya lakukan “ ucap papahnya Naomi

“ Iya, silahkan “ balas Riyan

“ Semoga kamu cepat sembuh yah “

Papahnya Naomi pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu dan berjalan menuju loby.

*****

“ Permisi mbak. “ ucap papahnya Noami

“ Iya ada yang bisa sata bantu pak? “ tanya suster yang bertugas di loby

“ Saya mau melunasi biaya rumah sakit atas nama Shinta Naomi “ jawab papahnya Naomi

“ Sebentar pak, saya cek dulu “ ucap suster itu

Bebeapa saat kemudian,

“ Maaf pak, administrasi atas nama Shinta Naomi sudah lunas. “ ucap suster itu

Papahnya Naomi terkejut mendengarnya, bagaimana bisa? Padahal ia belum sama sekali mengeluarkan uang untuk membayarnya

“ Apa! sudah lunas sus? “ ucap papahnya Naomi terkejut

“ Benar pak. “

“ Kalau boleh tau siapa yang sudah membayarnya? “ tanya papahnya Naomi

“ Atas nama Riyan Anggara Putra. “

Lagi dan lagi papahnya Naomi di buat terkejut, ternyata anak itu tidak hanya sebagai pendonor

“ Riyan yang di rawat di kamar 034? “ ucap papahnya Naomi

Suster itu mengangguk sebagai jawabannya

“ Baik, kalau begitu terima kasih sus.” Ucap papahnya Naomi

Papahnya Naomi tidak menyangka atas tindakan Riyan, Riyan benar-benar anak yang amat sangat baik yang pernah ia temui, papahnya Anomi tidak menyangka kalau masih ada anak yang baik seperti Riyan.

-oOo-

Kini papahnya Naomi sadar kalau Riyan bukan hanya sekedar baik, tapi ia benar-benar sangat baik. Apa lagi setelah mendengar cerita dari Naomi yang sudah menceritakan kehidupannya saat bersama Riyan

Tapi papahnya tidak akan memberi tahu pada Naomi kalau Riyan lah yang sudah menyelamatkan hidupnya,

Walau Naomi sudah memaksa untuk memberi tahu siapa yang sudah mendonorkan ginjal untuknya, tapi papahnya menjawab kalau ia tidak tau

Bahkan Naomi tidak tau kalau Riyan di rawat di rumah sakit yang sama, tapi karena Riyan sendiri yang ingin Naomi tidak mengetahui kalau ia juga di rawat di sana

-SKIP-

Sudah satu minggu Naomi di rawat di rumah sakit, tapi selama itu pula Riyan tidak datang mengejuknya sama sekali sejak Naomi masuk rumah sakit

Bahkan Riyan menghilang tanpa ada kabar setelah kecelakaan itu, terakhir Naomi melihat Riyan sesaat sebelum ia kecelakaan, karena Riyan bilang ingin ke mini market, sejak saat itu Naomi tidak mendengar kabar dari Riyan lagi

“ Riyan kemana? “

Hanya kalimat itu yang menghantui pikiran Naomi, ia benar-benar bingung kenapa tiba-tiba Riyan menghilang tanpa ada kabar beritanya

*****

Keesokan harinya Naomi sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik, dan ia berencana akan menemui Riyan setelah kondisinya pulih 100%

Naomi kembali pulang ke rumahnya yang dulu karena orang tuanya memintinya, awalnya Naomi menolaknya takut papahnya akan mencoba menjodohkannya lagi, tapi mulai saat ini papahnya berjanji ia tidak akan menjodohkan Naomi lagi

Akhirnya Naomi pun mau untuk pulang ke rumah yang dulu, lagian ia tidak mungkin kembali ke kost’an Riyan karena Riyan menghilang tanpa kabar, jadi tidak pilihan lagi selain kembali ke rumahnya yang dulu

“ Makasih ya sayang kamu udah mau pulang sama mamah dan papah, “ ucap mamahnya saat menjemput Naomi di rumah sakit

“ Iya mah “ balas Naomi tersenyum

Setelah Naomi sampai di rumah, ia kembali beristirahat untuk memulihkan kondisinya

“ Kamu istirahat aja yah, kalau ada apa-apa, kamu panggil bik Desy aja “ ucap mamahnya

“ Iya mah, “ balas Naomi

Setelah itu mamahnya keluar dari dalam kamar Naomi.

-oOo-

Sudah satu minggu berlalu, kondisi Naomi pun makin hari makin membaik, dan hari ini dia memutuskan untuk pergi ke kost’an Riyan

“ Mah, aku pergi keluar dulu yah “ ucap Naomi pada mamahnya

“ Emang mau kemana? “ tanya mamahnya

“ Mau ke rumah temen mah, “ jawab Naomi

“ Mau mamah temenin? “

“ Gak usah mah, aku sendirian aja “ balas Naomi

“ Ya udah kamu hati-hati yah “ ucap mamahnya

Naomi pun mengangguk kemudian mencuim tangan mamahnya setelah itu ia langsung pergi ke kost’annya Riyan, berharap Riyan ada di kost’annya

Sesampainya di sana ia tidak melihat Riyan ada di kost’annya, karena pintunya terkunci.

“ Mungkin dia lagi kumpul di tempat biasanya kali, “ ucap Naomi saat melihat kost’an itu terlihat sepi

“ Ya udah, aku ke sana aja lah “ ucapnya lalu berjalan pergi

Jadi Naomi memutuskan untuk pergi ke tempat di mana Riyan biasa berkumpul dengan anggota club motornya

Tapi sesampainya di tempat itu ia juga tidak melihat Riyan ada di sana, sebenarnya kemana Riyan?

“ Naomi.. “ panggil seseorang dari arah belakangnya

Mendengar namanya di panggil, Naomi pun menoleh ke sumber seuata dan ia melihat bang Irwan berdiri tidak jauh dari tempatnya

“ Eh, bang Irwan,”

“ Nyari Riyan yah? “ tanya bang Irwan

“ Iya bang, abang tau gak dia ada di mana? “

Bang Irwan terlihat tersenyum miris mengetahui Naomi yang mencari Riyan, berarti Naomi tidak tau tentang Riyan sama sekali

“ Berarti apa yang Riyan omongin ke gue itu bener, lu pasti dateng ke sini buat cari dia? “ ucap bang Irwan

“ Maksudnya bang? “ Naomi mulai bingung dengan apa yang tadi di ucapkan oleh bang Irwan

“ Gak, bukan apa-apa. Kalau lu nyari Riyan di sini gak bakal ketemu karena gak ada di sini, “

“ Emang bang Irwan tau Riyan ada di mana? “

“ Ya, gue tau dia ada di mana “

Seketika senyuman mengembang di wajah Naomi, akhirnya ia akan segera bertemu dengna Riyan

“ Bang Irwan mau kan anter aku ketemu sama Riyan “ ucap Naomi

“ Oke, ayok ikut gue “ balas

Naomi mengangguk lalu berjalan mengikuti bang Irwan ke sebuah tempat, mereka pergi ke tempat itu menaiki motor bang Irwan

Tapi sesampainya di sana, Naomi sangat bingung kemana bang Irwan membawanya ke tempat seperti ini. Banga Irwan mengajak Naomi ke TPU atau tempat pemakaman umum.

“ Kita mau apa ke tempat seperti ini bang? “ Naomi benar-benar di buat bingung oleh bang Irwan

“ Nanti juga lu tau sendiri “

Akhirnya bang irwan berhenti di sebuah gundukan tanah dengan sebuah nama yang terukir di nisan yang tertancap di gundukan itu

Naomi langsung membungkam mulutnya, tidak percaya apa yang di lihatnya, nama itu. Nama yang selama 3 minggu ini ia cari-cari kemana si pemilik nama itu berada. Dan ternyata. . .

“ Ri..Riyan “ ucap Naomi tak percaya

Seketika itu juga tangisan Naomi pecah, tulangnya terasa melunak, nafasnya terasa tercekat saat membaca tulisan “Riyan Anggara Putra” tertera di makan itu

“ Ini makam Riyan, Naomi “ ucapan bang Irwan itu berhasil membuat Naomi sesak nafas, terasa udara di sekitarnya mendadak menipis

“ Gak mungkin, ini pasti bukan Riyan yang selama ini aku kenal “ Naomi memekik sambil menggelengkan kepalanya

“ Gak Mi, ini emang benar makam Riyan yang selama ini lu kenal “ jelas bang Irwan

Naomi sekali lagi melihat nama yang tertera di nisan makam itu, berharap ia salah baca, tapi nihil! Semuanya tetap sama

“ Kenapa yan, kenapa kamu ninggalin aku secepat ini “

Naomi tertunduk lemas di samping makam Riyan, di ambil segenggam tanah dari makam Riyan kemudian digenggamnya sangat erat berharap rasa perih di dadanya bisa hilang

“ Maafin aku karena dengan tiba-tiba aku masuk kedalam kehidupan kamu dan ngerepotin kamu selama aku tinggal di tempat kamu “

Jadi Naomi tidak akan melihat Riyan lagi, tidak akan ada orang yang akan menemaninya makan Nasi goreng, tidak akan ada yang akan mengajaknya touring lagi, semuanga hilang saat kepergian Riyan untuk selama-lamanya

“ Bahkan aku belum terima kasih sama kamu karena udah nemenin aku beli nasi goreng saat malam itu, bahkan aku belum sempat menjawab pertanyaan kamu waktu kita di lombok “  ucap Naomi berharap Riyan bisa mendengarnya

“ RIYAN BANGUUNN..!! KAMU GAK NEPATIN UCAPAN KAMU BUAT BAHAGIAIN AKU SAAT AKU DI SAMPING KAMU, kamu pembohong Riyan, kamu pembohong.. “

Bang Irwan yang sedari tadi diam memperhatikan Naomi kini mencoba untuk menenangkannya

“ Udah Mi, udah “

“ Udah gimana bang? Riyan sudah ninggalin aku, bahkan dia gak pamit sama aku “ ucap Naomi tak terima

“ Gue tau ini berat buat lu, tapi lu harus kuat nerima kenyataan ini “ ucap bang Irwan

“ Gak ada gunanya kita menyesali sesuatu yang sudah terjadi, ini sudah menjadi takdir yang sudah di tentukan tuhan untuk kita “

Naomi hanya terdiam sambil terus mengusap lembut nisan makam Riyan, bahkan ia tidak bisa berhenti mengeluarkan air matanya yang keluar dengan deras

“ Gue tau lu sedih, tapi lu jangan berlarut-larut, biarkan Riyan hidup tenang di sana “ ucap bang Irwan

Akhirnya perlahan-lahan tangisan Naomi mulai mereda, munkin ia sadar kalau ia menangis tidak akan bisa merubah kenyataan

“ Ini, Riyan nitipin ini ke gue sehari sebelum ia meninggal “ ucap bang Irwan memberikan sebuah surat pada Naomi

Naomi pun menghapus air matanya lalu di ambilnya surat dari bang Irwan itu.

“ Dan ada satu hal lagi yang harus lu ketahui, tapi sebelumnya gue mau tanya sama lu, lu tau gak siapa yang sudah mendonorkan ginjal buat lu? “ tanya bang Irwan yang di balas gelengan kepala oleh Naomi

Bang Irwan menghela nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar, Naomi benar-benar tidak mengetahuinya sama sekali

“ Lu harus tau yah, yang sudah rela mendonorkan ginjalnya buat lu itu adalah Riyan “ ucap bang Irwan

DEGH..!!

Naomi sangat terkejut mendengar ucapan yang di ucapkan oleh bang Irwan itu, Riyan.. Riyan sudah mendonorkan ginjal untuknya

“ Ri..Riyan “ ucap Naomi tak menyangka

“ Riyan rela ngelakuin ini karena dia tau gak bakal ada waktu buat nunggu pendonor yang bersedia mendonorkan ginjanya buat lu “ ucap bang Irwan

“ Jadi dia sendiri yang memutuskan buat donorin ginjalnya buat lu “tambahnya

Tangisannya pecah, di usapnya dengan lembuh nisan makam Riyan,

“ Akibat dari itu darah Riyan menjadi kotor karena Riyan juga tidak ingin melakukan pencucian darah dan pada akhirnya membuat Riyan meninggal kerna semakin hari detak jantungnya makin lemah akibat memompa darah yang kotor. “ ucap bang Irwan

“ Dan.. dia rela jual motornya buat membayar biayah rumah sakit, karena kalau gak di lunasi, operasi gak akan di lakukan, jadi dia jual motornya “

Naomi kembali mengeluarkan air matanya, tapi dengan cepat ia langsung menghapusnya, ia tidak boleh menangis lagi karena mungkin Riyan sedang melihatnya dari surga.

“ Kamu.. kamu rela lakuin semua itu demi aku? “ ucap Naomi masih menangis karena tak percaya apa yang sudah Riyan perbuat untuknya

“ Lu itu cewek paling special di mata Riyan, selama gue kenal sama dia gue belum pernah liat dia rela ngelakuan hal seperti ini, dia benar-benar cinta sama lu Naomi “ ucap bang Irwan

Naomi sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia baru sadar kalau selama ini Riyan melakukan semuanya itu karena ia mencintai Naomi, tapi Naomi tidak menyadarinya sama sekali

“ Maafin aku Riyan, aku.. “ ucap Naomi kembali menangis

“ Kalau lu mau Riyan bahagia di sana, gue minta sama lu relain Riyan pergi, hanya dengan itu Riyan bisa tenang di surga “ ucap bang Irwan

Naomi hanya terdiam sambil terus mengusap nisan di makan Riyan, ia masih tidak percaya kalau Riyan udah gak ada

“ Gue gak bisa lama-lama di sini, gue masih ada urusan, lu mau pulang bareng gue gak? “ tanya bang Irwan bangun dari duduknya

Naomi mengangguk pelan lalu bangun dan berjalan pergi meninggalkan makam Riyan, tapi sebelumnya mereka sudah mendoakan Riyan untuk kebahagiaannya di alam sana.

-oOo-

Naomi melangkahkan kakinya menelusuri jalan di celan celah pohon rimbun membuat panas matahari tak mengenai badan, malah terbilang sejuk.

Di tatapnya jalanan dengan pandangan kosong, jalan yang pernah ia lewati bersama Riyan

Di alihkan pandangannya pada danau buatan di sampingnya, semua orang terlihat menikmati waktu sorenya dengan menaiki sampan berbentuk angsa

Di arahkan kakinya menuju pondok kecil, Naomi menghela nafas lega saat melihat pondok itu kosong, Naomi pun memutuskan untuk duduk di pondok itu

Di pejamkan matanya dalam-dalam, menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan rasa perih di dadanya, namun itu sia-sia

“ Aku gak nyangka malam itu adalah saat terakhir kita bersama “ ucap Naomi pelan, suaranya terdengar lirih

Matanya tiba-tiba memanas, masih belum percaya. Sekarang lelaki itu sudah tidak ada di sampingnya lagi, satu-satunya orang yang sudah merubah warna kehidupannya dan membuatnya merasa menjadi gadis paling beruntung

Tiba-tiba terlihat danau itu terkenal percikan air, makin lama percikan itu makin banyak, Naomi mendongakkan wajahnya, ternyata hujan turun

Naomi mendadak merasa deja vu, rasanya dulu dia pernah terjadi suasana yang sama, tapi bedanya kini ia sendiri, tanpa seseorang di sampinya

Naomi teringat sesuatu yang dia taruh di dalam tasnya, di ambil sebuah surat yang tadi di berikan oleh bang Irwan

Ia penasaran apa isi surat itu, Naomi menarik nafas dalam. Kemudian dengan perlahan dia membuka surat itu

“ Hay Naomi.. apa kabar? Lu pasti udah sembuhkan, gue harap sih udah. Setelah lu dapet surat ini itu berarti gue udah gak bisa nemenin lu makan nasi goreng dan ngajak lu touring lagi, karena kita sudah menghirup udara yang berbeda, maaf kalau selama lu di rumah sakit gue gak dateng jengukin lu, lu pasti udah taukan alasannya. Gue pengen banget bisa liat senyuman lu lagi, dan gue pengen banget selalu ada di samping lu, tapi jika tuhan sudahberkata lain, gue bisa apa? Makasih lu ya udah hadir di kehidupan gue, jujur gue gak pernah ngerasa risi atas kehadiran lu di hidup gue, justru gue seneng banget, karena ada teman di kost’an. Gue tau lu sedih tapi lu harus bisa terima semua ini, tetaplah jadi Naomi yang cerewet tapi pengertian, lanjutin hidup lu walau gak ada gue di samping lu, gue cinta sama lu sampai kapanpun walau lu belum bisa balas cinta gue, tapi cinta gue akan selalu sama buat lu Naomi, AKU MENCINTAIMU… NAOMI –RIYAN-

Air mata Naomi jatuh tak terkendali, isakannya makin pecah setelah membaca surat terakhir dari Riyan

Oh tuhan kenapa rasanya sulit bagi Naomi untuk menerima kenyataan ini, kenapa cinta Riyan yang besar padanya tidak bisa mempertahankan kehidupan Riyan.

Naomi tertunduk menumpahkan seluruh kesedihannya, Naomi masih ingin meraskan perhatian Riyan yang besar padanya

Naomi meletakan surat itu pada dadanya, merasakan kata-kata tulus yang Riyan berikan untuknya

“ Aku juga mencintaimu Riyan, asal kamu tau cinta aku sangat besar buat kamu.. “

“ BIKERS, I LOVE YOU FOREVER.. “

THE END.

 

 

Akhirnya selesai jugaaaa…… 

Gimana ceritanya, sorry kalau ceritanya jelek dan gak menarik bagi kalian, sorry juga kalau nulisnya banyak typo, karena ane juga masih belajar.

Tapi sebelumnya ane ucapin terima kasih buat yang udah baca karya dari otak gue ini yah, jujur yaah, hampir 80% ini kisah dari hidup gue sendiri, Cuma ada beberapa yang ane udah, dan ane tambahin 

Contohnya naomi yang tinggal satu kost’an sama Riya, itu pernah terjadi sama gue sendiri, gue tinggal berdua sama cewek di kost’an gue dulu, tapi tenang gue gak apa-apain kok tuh cewek, aman. J

Dan gue juga seorang bikers, tapi tunggangan gue bukan Kawasai Z1000, itu terlalu mewah, tunggangan gue tuh kawasaki Z250. Pokoknya hampir semua dari FF ini adalah kisah dari hidup gue sendiri, dan inilah hasilnya, yeaaahh…. *lebay.

BTW thangks banget buat bang ical yang udah mau ngeposting karya dari otak gue ini, ane minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung hati para pembaca, karena saya hanyalah manusia biasa, Biasa di bilang gnateng.. haha.. 

Jangan lupa kunjungi terus blog ini, harus setiap hari kalau perlu setiap jam kalian chek terus nih blog, haha..

Sekian aja deh, ane ucapkan ARIGATUO>>>>>

By : FansFar_Indramayu (@Gue_nawan123)

Iklan

5 tanggapan untuk “Bikers, I Love You (Bagian terakhir)

  1. ah kampret tiap gw baca ff yg tokoh utamanya naomi pasti endingnya kaga bener :v , buat lagi dong thor ff yg tokoh utamanya naomi tapi happy ending

    Suka

  2. ,,BIAR KLIMAXXXXXX MATIIN SEKALIAN NAOMINYAAAA, DITABRAAK BIKEERS LEWAAT
    ,,TAPIIIII NICE STORRYYY, CERITANYAAAA BIASAAAA TAPII LUMAYAAANNN BIKIIN BAPEEERR

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s