Wrestling & Love part 67

pizap_1437301468174

“Zaqa hari ini balik ke Indonesia?” tanya Michael

Kelvin yang ada di sebelahnya mengangguk

“Mmh.. it’s been a long day without you my friend, and finally he’s return” lanjut Kelvin

*

Kelvin dan Michael sore itu segera bergegas pergi ke bandara untuk menyambut kembali kedatangan temannya ke Indonesia..

“Ndel, aku mau jemput Zaqa di bandara dulu” isi pesan Kelvin kepada Andela melalui BBM

“Iya.. hati-hati kamunya” balas Andela

Begitu juga dengan Michael yang berpamitan (?) dengan kekasihnya, Shani..

“Shaannshine” ketiknya dalam chat

“Apa sayang ?” balas Shani

“Kamu lagi ngapain ?”

“Lagi ngerjain tugas kuliah.. emang kenapa ?” tanya Shani

“Engga kok engga, yaudah lanjutin aja, kalo udah selesai, nanti aku liat :p”

“Issh dasar nyontek mulu”

“Wlee gapapa kali kalo nyontek sama pacar sendiri”

“….”
“Issh Shan, kok titik2 doang ? ._.”
*gadibales *read

“Huuh ngambek.. eh iya jadi lupa mau ngomong”

“Apa ?” balas Shani singkat padat jelas

“Aku sama Kelvin mau ke bandara bentar, Razaqa katanya hari ini pulang”
“Oh yaudah”

“Ya Tuhan Shani, kok jutek banget siih -___-?”

“Ehehe.. iya-iya maaf deh, cuma bercanda kok tadi..
yaudah, kamu hati-hati.. salam ke Razaqa”

“Iih dasar, kirain aku mah beneran juteknya, iya2 sip”
“Hehehe” balas Shani

Michael dan Kelvin berangkat

*sesampainya di bandara

“Mana ya dia ?” Kelvin menerawang,  mencoba melihat temannya itu

“Sabar kali, mungkin aja belum landing” balas Michael

Lama mereka menunggu, mungkin sekitar setengah jam, barulah akhirnya tiba pesawat yang diketahui dari Jerman

“Ah, mungkin itu dia pesawatnya” gumam Michael

Kelvin hanya mengangguk

Satu persatu mereka memperhatikan
orang yang turun, tapi batang hidung temannya itu belum terlihat juga..

Hingga akhirnya

“There” ucap Kelvin menunjuk

Michael melihat kearah yang ditunjuk oleh Kelvin, dan benar saja..

Itu dia Razaqa..

“Oi Zaq” teriak Michael sambil mengangkat tangannya

Zaqa terlihat tersenyum dari kejauhan sebelum kemudian mereka melepas rindu (?) dengan berpelukan satu sama lain *bukanmaho

“Oi Mike, Vin… lama ga ketemu” ujar Zaqa

“Yaiyalah lama, kalo bentar gabakal gw
pelukan sama lu.. ogah” canda Michael

“Dasar lu, masih aja becanda” Kelvin menggelengkan kepalanya

“Oleh-olehnya mana dari Jerman”? celetuk Michael tiba-tiba

Kelvin menjitak kepala Michael

“Aduh, apadah Vin, sakit anjer” keluh Michael

“Lah elu, temen baru sampe bukannya disambut malah nanyain oleh-oleh..”

“Bodo, Zaqanya aja ga marah” mereka terus berdebat satu sama lain

Razaqa hanya bisa terkekeh melihat tingkah konyol kedua temannya, sudah lama ia tidak melihat keakraban seperti ini. Terlebih saat kuliah di Jerman kemarin, Zaqa tidak begitu
mempunyai teman, bisa dibilang memang ia yang tidak mau bergaul.. karena budaya sana sangat berbeda dengan Indonesia, ia takut terbawa hal-hal yang negatif jika berteman dengan mahasiswa-mahasiswa lain yang kebanyakan berasal dari Eropa..

“Cerita cerita dong Zaq lu ngapain aja disono ?” tanya Michael kepo

“Ya kuliah lah” jawab Zaqa seenaknya

“Selain itu kampret” balas Michael dengan muka datar..

“Ahaha.. ya.. jalan-jalan aja, pemandangan disana bagus-bagus” Razaqa menjelaskan

“Oiya, gw juga disana punya temen cewek orang Jepang” lanjut Razaqa menambahkan
“Eh ?? beneran ?” tanya Michael tidak percaya

“Iyalah bener”

“Waah keren Zaq, awas jan kepincut, inget ada Michelle” Kelvin mengingatkan

“Haha slow, gw ga bakal lupa”

“Ngapain aja lu sama temen cewek lu ?” tanya Michael penuh selidik

“Eh ? maksudnya ?” Razaqa tidak mengerti maksud Michael

“Ya lu kan mesum.. siapa tau lu begituan ama cewek Jepang” canda Michael

“Eh sial, kaga lah.. gila kali gw”

“Bisa aja kali, cewek Jepang kan gitu,
apalagi terkenal sama JAV nya” bicara Michael makin ngelantur dan pembicaraan mereka menjerumus kearah ena :v

“Tapi gw cowok baik2” Razaqa membela diri

“Iya, ada juga lu Mike yg otak mesum, Shani harus hati-hati nih” Kelvin tiba-tiba membuka suara

“Oi si kampret nak Cenation, minta gw Go To Sleep kali”

“Coba aja” Kelvin menantang

“Waah nantangin..
belum pernah gw panggil CM Punk buat ngehajar lu yee ?”

“Panggil aja, ntar gw panggil John Cena
Mereka terus saja berdebat satu sama lain, memang ini sudah hal wajar..
Jika Kelvin dan Michael berdebat, Razaqa sebagai orang ketiga datang untuk menenangkan

“Udah ah, berantem mulu lu pada.. gw mau balik, kangen sama Michelle” ucap Razaqa melerai

“Cie.. okedeh, yang mau ketemu doi” ledek Michael

Razaqa hanya menanggapi dengan wajah datar

“Yuk ah” ajak Razaqa

*

Hari sudah malam, Kelvin dan Michael sudah balik ke rumah masing-masing, hanya menyisakan Razaqa yang setelah ini akan ke rumah Michelle..

“Kak, abis dari mana ?” tanya adiknya, Yupi

“Kepo wlee” canda Kelvin

“Iihh.. aku nanya serius.. cubit nih” Yupi bersiap mencubit lengan kakaknya

“Ehh.. jangan-jangan.. iya-iya kakak kasih tau.. huu dasar”

“Yaudah apaan cepet” perintah Yupi

“Issh galak bener..
Kakak abis dari bandara sama Kak Michael, jemput Kak Razaqa yang hari ini baru pulang dari Jerman” Kelvin menjelaskan

“Waah.. beneran Kak?”

Kelvin menganggguk

“Seneng deh, Kak Razaqa akhirnya pulang juga.. pasti Kak Michelle seneng” ucap Yupi

“Hehe iya”

Kedua kakak beradik itu terus mengobrol satu sama lain sambil sesekali menonton televisi di ruang tamu

“Ohiya Kak..”

“Iya ? apa Dek ?” Kelvin menatap wajah adiknya

“Tadi ada Kak Yona dateng kesini, pas kakak lagi pergi” ucap Yupi memberitahu

“Yona ?”

“Iya Kak”

“Terus terus ? dia mau ngapain dateng kesini ?”

“Ah iya” Yupi mengambil sesuatu dari kantong celananya

“Ini Kak… Kak Yona ngasih ini” Yupi menyodorkan sebuah flashdisk

“Katanya, soal kerjaan di kantor, laporan bulanan yang kakak minta udah selesai, Kak Yona minta buat diperiksa sama Kakak”

“Ah iya, Kakak kan kemaren emang nyuruh dia buat selesaiin laporan” Kelvin menepuk jidatnya sendiri

“Issh dasar pikun” ledek Yupi

“Heh ? apa kamu bilang ? berani ngatain kakak ya ?” Kelvin mengeluarkan wajah garang

“Ehehe iya kak.. maaf maaf, cuma bercanda” Yupi mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V

“Huu dasar.. yaudah, kakak ke kamar dulu ya, mau ngecek laporan Kak Yona, buat besok di kantor” Kelvin mengelus kepala adiknya sebelum pergi ke kamarnya

“Iya Kak..”

*

Di tengah Kelvin sedang menatap layar laptopnya untuk menyelesaikan urusan kantor..

HPnya bergetar, tanda ada notifikasi yang masuk

“Haai, met malaam.. lagi apa ? udah makan malem belum ?”
ternyata itu adalah pesan dari Andela kekasihnya

Kelvin tersenyum tipis, ia menghentikan sebentar kerjaannya dan membalas chat Andela

“Haai.. met malem Ndel :*
Belum nih 😦
lagi ada kerjaan kantor.. jadi masih di depan laptop deh hehe, kamu sendiri udah makan ?”

tak lama kemudian, balasan kembali datang

“Yaaah kok belum makan sih.. nanti sakit gimana ? 😦
tunda dulu kerjaannya, kesehatan lebih penting..aku udah makan kok, baru aja selesai :)”

Sepasang kekasih itu terus membalas chat satu sama lain
~~

Di lain tempat, Razaqa sedang berada di depan rumah Michelle..
Ia sudah sangat rindu dengan kekasihnya itu setelah 2 bulan lebih tidak bertemu..

Dengan kedatangannya ini, ia mengharapakan Michelle dapat kembali menjadi gadis yang riang dan ceria, akhir-akhir ini ia mendengar kabar dari teman-temannya kalau Michelle lebih sering murung dan sedih karena ditinggal olehnya

Ya, memang ia belum memberi tahukan kabar mengenai kepulangannya..
Zaqa ingin membuat sebuah kejutan kecil untuk Michelle..

“Haah” Zaqa menghela nafasnya, sekedar untuk membuang rasa gugup.
yang melandanya. Jujur, ia takut reaksi Michelle nanti tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, ia takut Michelle bukannya senang tetapi malah marah karena terlalu lama meninggalkannya

Ting tong

Bel rumah Michelle berbunyi, Razaqa adalah alasan mengapa bel itu berbunyi.. ia sudah berada di depan pintu rumah kekasihnya

Pintu terbuka tak lama kemudian, terlihat seorang wanita paruhbaya di depannya..
Tak lain dan tak bukan itu adalah Mamanya Michelle

“Eh.. Zaqaa ??! kapan pulang ?!” kaget Mamanya Michelle

“Ehehe.. tadi Tant, ini aja baru dari
bandara” ucapnya cengengesan

“Eh iya, Michelle nya ada Tant ?” tanya Razaqa sopan

“Ada kok, dia lagi di kamar.. tunggu bentar ya, tante panggilin dulu, pasti dia seneng banget” Mama Michelle kemudian pergi ke kamar anaknya sambil mempersilahkan Razaqa untuk duduk di ruang tamu

Sudah sangat lama semenjak terakhir kali ia menginjakkan kaki di rumah kekasihnya itu..
Razaqa memandang keseluruh ruangan rumah Michelle sambil sesekali tersenyum sendiri..

“Syeel.. Michelle..” panggil Mamanya dari luar pintu kamar

“I..iya Maah” Michelle tak lama kemudian membukakan pintu

“Ada apa Maah ?” tanya Michelle bingung

“Ada yang mau ketemu sama kamu sayang” ujar Mamanya

“Siapa ?”

“Udah pokoknya kamu liat aja” Mamanya menarik tangan anaknya sambil tersenyum

“Iih Mama.. siapa sih yang mau ketemu aku ?!” Michelle masih saja bingung

“Ntar juga kamu tau sendiri” balas Mamanya

“Cowok apa cewek Maah ?” tanya Michelle lagi

“Cowok” jawab Mamanya singkat
“Cowok.. siapa ya ?!? hmm..mungkin Kelvin, Michael ?” batin Michelle dalam hati sambil tetap berjalan disamping Mamanya

“Mmh.. udah yaah, Mama tinggal, kamu ke ruang tamu gih, tamunya kasian udah nunggu” perintah Mamanya

Michelle hanya mengangguk patuh..

Ia terus berjalan ke ruang tamu hingga akhirnya melihat sosok pria yang nampaknya tidak asing baginya

“Eh ?!?”

“Haai” sapa Razaqa sambil tersenyum

Michelle kemudian menunduk..
Wajah itu, senyuman itu..
sesosok pribadi yang membuatnya sulit untuk makan di kala lapar dan sulit untuk tidur di kala kantuk melanda, ia terlalu sering memikirkan sosok di depannya.

Tak terasa bulir bening jatuh di pelupuk mata Michelle

Razaqa sendiri hanya mampu menatap dalam diam, ia belum berani mendekati Michelle..

“HUUAAAA..” Michelle lalu menumpahkan tangisnya sambil berlari kepelukan Razaqa

“Eh” Razaqa sedikit kaget, tetapi ia hanya mampu untuk membalas pelukan gadis mungil di depannya

“Huaaa.. jahaat.. kamu jahatt” Michelle menangis sesenggukan sambil sesekali memukuli dada Razaqa pelan

“Kenapa ?? kenapa tega ninggalin aku begitu lama??” tanya Michelle di tengah tangisnya

“Eh.. maafin aku” Razaqa seperti merasa bersalah..

Memang kuliah Razaqa di Jerman yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama dua tahun, malah bertambah satu tahun karena ada hal-hal yang belum selesai
Jadi, 3 tahun sudah Razaqa meninggalkan Michelle, dan anehnya saat ada tambahan satu tahun, Zaqa
tidak memberikan kabar sama sekali kepada Michelle, Michelle saat itu sudah kehilangan harapan, pikirannya sudah kacau.. ia sangat takut sesuatu yang buruk menimpa Razaqa.

“Maaf.. maaf” hanya kata itu yang selali terucap dari bibir Razaqa

Michelle bukannya tenang, malah tetap menangis sejadi-jadinya

Tak terasa kemeja yang Razawa kenakan sudah sedikit basah karena air mata Michelle yang tertumpah

“Ya emang.. ada pelajaran yang belum selesai, jadinya nambah setahun deh” ucap Razaqa

Mereka berdua kemudian melepaskan pelukannya

“Ya tapi kenapa ga ngasih tau aku ??”
tanya Michelle menuntut penjelasan

“Mmh..aku takut kamu malah semakin sedih..” ucap Razaqa pelan

“Sedih ? justru aku lebih sedih lagi karena ga ada kabar apapun dari kamu” ucap Michelle dengan nada meninggi

Razaqa hanya tetap diam sambil tetap tertunduk

“Hufft.. yaudah yaudah.. maaf aku emosi barusan, yang penting kamu udah pulang” lanjut Michelle

Suasana sudah mencari..
Michelle sudah sedikit lega..

Timbul rasa bahagia dalam diri Razaqa, karena Michelle sepertinya sudah kembali seperti semula, gadis yang periang dan ceria

“Kamu udah makan ?”tanya Michelle

Razaqa menggeleng

“Iih dasar.. ayo kita makan” Michelle menarik tangan Razaqa menuju ke ruangan makan di dekat dapur rumahnya

“Mmh… ah ga ada makanan” ucap Michelle lesu begitu ia melihat meja makanya

Ia baru tersadar karena Mamanya tadi berpesan agar ia memesan delivery makanan. Mamanya sedang pergi karena ada urusan keluarga, sedangkan Papanya, sedang di luar kota karena pekerjaan

Di rumahnya hanya ada asisten rumah tangga, dan Michelle sendiri
“Udaah yaa.. gapapa, kita makan diluar aja yuk” bujuk Razaqa..

“Engga mau, pokoknya mau makan disini” Michelle menggembungkan pipinya

“Aku masak sesuatu deh buat kamu” Michelle membuka kulkas, mencoba mencari bahan-bahan makanan apakah yang ia bisa olah untuk dijadikan hidangan

“Eh.. kamu bisa masak?” tanya Razaqa heran

“Issh.. kamu mah ngeremehin aku, pas kamu pergi ke Jerman, aku banyak belajar masak sama Mama tau” ucap Michelle sambil matanya tetap mencari bahan masakan

“Oh gitu.. yaudah deh”

“Mmh..ah… aku bikin Omelet aja ya? kebetulan bahan-bahannya pas” tanya Michelle

“Iya-iya terserah kamu yang penting aku bisa makan hehe” jawab Razaqa

“Oke.. yaudah kamu tunggu disini, duduk yang manis.. aku masak dulu” Michelle menuntun Razaqa duduk di meja makan

“Hihi dasar..”

15 menit Razaqa menunggu

“Taaaraa…, Omelet spesial ala chef Michelle” ucapnya seraya menirukan chef acara masak di TV

“Ehehe lucu.. ayo makan.. aku laper nih” Razaqa mengelus-elus perutnya
“Iya-iya.. nih nasinya” Michelle memberikan piring dengan nasi putih hangat dari rice cooker

“Itadakimaasss” ucap keduanya yang berarti Selamat Makan

“Hm.. Gimh..ana maasshakkan a.akkhu ?”

“Telen dulu kali sayang, jadinya susah ngomong kalo masih ngunyah, hihi” Razaqa tertawa geli melihat tingkah lucu kekasihnya

“Mm.. dah.. udah ku telen..”

“Hm.. masakan kamu almost perfect” komentar Razaqa

“Waah.. seriuss ??” raut wajah Michelle terlihat gembira

“Iyaa.. buat pemula kayak kamu,
ini udah keren banget.. kematengannya pas, presentasinya bagus, seasoning juga pas” komentar Razaqa yang berlagak mengikuti seorang chef yang sedang mengomentari masakan

“Yeay.. dasar ih kebanyakan nonton acara juri-jurian masak hihi” Michelle terkekeh

“Hehe biarin” balas Razaqa

Merekan terus bercanda ringan satu sama lain hingga tidak terasa, makanan mereka di piring sudah tidak bersisa

“Aaah.. kenyang.. makasih ya Lele”

“Iya, sama-sama.. eh sembarang aja manggil Lele lele.. aku bukan ikan tau” Michelle cemberut dan memasang wajah yang lucu

“Ehehe.. terus mau aku panggil apa ? anak kecil ? ” canda Razaqa yang kemudian ia berlari bercanda

“Iiih Zaqa, aku bukan anak kecil !!!” tegasnya sambil mencoba menangkap Razaqa yang berlari

“Ahaha.. ayo.. ayo..
tangkep aku kalo bisa” ledek Razaqa

Michelle terus mengejar-ngejar Razaqa hingga akhirnya

Haapp..

Dapat

Razaqa tertangkap oleh Michelle.. memang Razaqa dengan sengaja memelankan larinya agar bisa ditangkap Michelle
“Yeay.. dapet.. ” Michelle kegirangan

“Aduduh.. ampun Leee” rintih Zaqa

“Ga mau tau, pokoknya kamu harus m’rasakan akibatnya” Michelle mencubit lengan Razaqa

“Aahaha.. udah udah dong maaf” keluh Razaqa..

Raut wajah yang riang gembira sangat terpancar dari masing-masing wajah sepasang insan ini..

Razaqa berlari, namun ia kehilangan keseimbangannya, dan alhasil..
tubuh Razaqa menindih tubuh mungil Michelle..

Wajah mereka berdua lama kelamaan menjadi dekat..
Michelle perlahan menutup matanya..
Ia mungkin merindukan momen ini

Momen yang tidak terjadi selama tiga tahun kebelakang

Wajah Razaqa semakin mendekat dengan wajah Michelle..
bibir mereka berdua sebentar lagi akan segera bersentuhan…

Daan…

CUP

Mereka berdua berciuman satu sama lain, mungkin sekitar beberapa detik..

Hari yang panjang itu berakhir dengan sebuah ciuman, bukan ciuman penuh nafsu, melainkan ciuman kerinduan dan kasih sayang

*To Be..

Engga deng :v

*keesokan harinya

“Pagi Pak”  sapa gadis berambut pendek sebahu

“Yaampun Yona.. udah aku bilang kan jangan panggil aku “Bapak”, panggil nama aja ya” ucap Kelvin

“Kan tapi, ini di kantor.. aku harus sop..

“Sst.. ga ada tapi-tapian.. pokoknya panggil nama, kita kan seumuran, emangnya aku kaya bapak-bapak apa” ujar Kelvin

“Huu iya iya… K.. Ke.. Kelvin”

“Naah gitu dong” Kelvin mengelus kepala Yona

Yona menjadi salah tingkah, pipinya sedikit memerah

“Oiya, laporan kamu kemarin udah aku cek, dan hasilnya sangat baik..” Kelvin memuji kinerja sekretarisnya, Yona

“Makasih” Yona tersenyum tipis

“Dan sekarang kita harus fokus ke tender yang perusahaan kita jalani, ini sangat penting bagi perusahaan kita.”

Yona mengangguk

“Kamu, bisa kan buat ditugaskan ketemu client nanti sore ?” tanya Kelvin

“Iya, Vin.. aku siap”

Jika dalam dunia kerja, Kelvin memang menjadi sangat serius, sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari di rumahnya..

“Oiya.. tadi ada berkas-berkas yang
lupa saya kasih ke Pak Rio, kamu tolong bawain ya ? ” tanya Kelvin

“Siap” jawab Yona

Keduanya terus bekerja, Kelvin menatap layar komputernya, Yona sedang sibuk menyusun laporan dan menulis segala sesuatu yang memang dianggap penting..

KRRINGG..

Jam istirahat kantor sudah tiba..

Tok tok tok

Sebuah ketukan di pintu ruangan kerja Kelvin

“Silakan masuk” kata Kelvin

“Oit.. Vin.. mau ke kantin apa lu bawa bekel ?”
rupa-rupanya itu adalah Michael sahabatnya, yang memang mereka berdua bekerja di perusahaan yang sama

“Oy.. ga ah, gw bawa bekel..
lu aja” jawab Kelvin

“Okesip, sorry ganggu” ucap Michael

“Gamasalah kok” pintu tertutup kembali..

“Hei.. istirahat” ucap Kelvin kepada Yona yang di depannya..

Meja kerja mereka berdua bisa dibilang tidak begitu dekat, ataupun tidak begitu jauh..

Meja Kelvin ada di belakang pojok, sementara meja Yona agak lebih ke depan sebelah kanan
“Eh… iya” Yona baru menyadari bahwa sekarang sudah istirahat

“Bawa bekel ?” tanya Kelvin

“Iya, Mama aku selalu masakin aku tiap hari” jawab Yona tersenyum

“Waah.. baik banget Mama kamu, mungkin nanti kamu juga gitu kalo udah jadi Mama” goda Kelvin

“Issh.. apaandeh” Yona lagi lagi memerah pipinya

“Hahaa, yaudah makan” Kelvin membuka kotak bekalnya, begitu juga dengan Yona..

~

Sementara itu..

“Maaf, ada yang bisa dibantu?” tanya
operator perusahaan di depan lobby

“Eh iya mba.. ruangan Pak Kelvin dimana ya ?”

“Maaf kalau boleh saya tau, mba ini siapa ?”

“Saya pacarnya” itu adalah Andela

“Ooh.. ruangannya ada di lantai 4, ruangan ke tiga dari kanan, yang ruangannya agak besar” ucap operator itu memberi tahu..”

“Oh gitu, makasih mba” Andela lalu berjalan menuju ruangan Kelvin

“Hihi, moga-moga aja Kelvin suka” Andela tersenyum sendiri sambil melihat kotak makan di tangan kanannya

*

“Hihi dasar.. gitu tuh saking lapernya” Kelvin sedikit tertawa

“Eh ? emang kenapa ?” tanya Yona bingung

“Itu.. nasi belepotan di deket bibir kamu” tunjuk Kelvin menggunakan jarinya

“Eh mana ? ini ?” Yona masih belum mendapatkan nasi yang dibilang Kelvin

“Issh sini” Kelvin refleks berjalan ke dekat Yona dan mengelap sudut bibir Yona

Wajah mereka berdua sangat dekat sekali, membuat hati Yona berdegup kencang..

“Eh” pipi Yona merah padam

Pintu terbuka

Ckitt

“K..K..Kelvinn ?!?!”

*To Be Continued*

Created by @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s