Pengagum Rahasia 2, Part 18

“Wah!”

“Ek…Gimana, Mel…,”

“Ternyata aku emang gak cocok pake ini…,” wajah Ve terlihat memerah

“Cocok kok! Kaos itu cocok sama style kamu yang biasanya Ve,”

“umm, syukurlah kalau keliatan cocok,”

Tok-Tok!

“Ve, cepetan pake bajunya! Nanti malah kemaleman!” teriak seseorang dari luar kamar

“Tuh, Pangeran kamu udah nungguin. Jangan sampai kamu bikin dia marah ve,”

“I-Iya mel,”

Klek!

“Nah, udah siap?” ucap Deva yang membuka pintu itu

“em,” Ve mengangguk dengan pipi yang merah

“Mana kak Melody?”

“Dia…Tidur,”

“Eh, Padahal baru jam segini. Yaudah yuk berangkat,” Deva menggenggam tangan Ve

~oOo~

“Wah! Naik sepedah ternyata,”

“Tunggu disitu ve, aku keluarin dulu sepedanya,”

“Iya dev,” Ve sedikit mundur

Sementara Deva mengeluarkan sepedah itu dari belakang rumah.

Kring-Kring!

“Ayo naik,” ucap Deva

“em,” Ve mengangguk dan naik di belakang. “J..Jangan di bunyiin loncengnya dev, ini udah hampir malam,”

“Cuma ngetest aja,”

Mereka mulai berangkat.

“Dev…,”

“Hmm?”

“Aku boleh peluk kamu?”

“Eh?”

“A-AH! M..Maksudnya aku boleh pegangan? Aku takut jatuh dev,”

“yaudah,”

Ve kemudian memeluk Deva.

“Ha-Ngat…,”

“Ve,”

“Ek…Kenapa Dev?”

“Kira-kira hadiah apa yang cocok buat di kasih ke orang yang ulang tahun?”

“Tergantung…,” balas Ve singkat

“Tergantung yang ulang tahun itu cowok apa cewek,”

“Hem, gitu ya,”

“Meskipun kamu bilang gitu, aku tau kamu mau beli hadiah ulang tahun buat siapa dev,”

“Ahaha, kayaknya udah ketauan deh,” Deva sedikit memperlambat laju sepedanya

“Buat Melody yah…gimana kalau boneka?”

“Ek…Kayaknya gak akan berguna Ve, ehehe…,”

“Loh?”

“Karena…,”
-Flashback-

“Apa-apaan ini Dev! Kenapa di kamar kakak banyak boneka!”

“W-Wah! Tapi itu kan hadiah buat kak Melody!”

“Gak! Pokoknya cepet buang! Atau kalau kamu gak mau, biar kakak yang bakar!”

“Hee! Jangan kak!”

“Kamu tau kan kakak gak suka boneka! Apalagi yang kecil kayak gini, banyak lagi!”

“A-Ampun kak!”

-Flasback Off-

“Hihi…ternyata dia emang beneran gak suka boneka yah,”

“yah, begitulah,”

“Aku pikir beli boneka buat hadiah itu adalah ide terburuk,” lanjut Deva

“Tapi siapa tau dia suka boneka yang besar dev! Yang besarnya hampir lebih dari Tv di rumah aku,” ucap Ve

“Eh?”

“Ahaha lupakan, cara itu mungkin tetep gak akan berhasil,” tambah Ve

“Huft, jadi bingung…,”

“Aneh, masa adiknya sendiri gak tau apa-apa tentang kakaknya,”

“yang aku tau, kak Melody itu galak ve,” Jawab Deva

“Haha, iya sih,”

Deva terdiam.

“Kenapa kamu gak ambil kesimpulan dari ulang tahun yang sebelum-sebelumnya,”

“Eh…maksud kamu apa Ve?”

“iya waktu tahun kemarin, kamu kasih hadiah apa ke Melody? Atau tahun sebelumnya lagi kamu kasih hadiah apa?”

“Gak mungkin kan kamu kasih hadiah yang sama terus?” tambah Ve

“umm, semua hadiah yang aku kasih gak ada yang pernah bikin dia seneng,” Jawab Deva

“Jadi mau ambil kesimpulan darimana Ve, Huft…,”

“Terus, kamu mau kasih apa dong?”

“untuk tahun sekarang, aku bakal coba kasih dia peralatan buat masak,”

“Eh? Peralatan buat masak?”

“Iya,”

“Ek…Pfftt…Ahahahaha!”

“Hei-Hei, kenapa malah jadi ketawa sih!” ucap Deva

“Haha! Ya ampun dev, aku gak tau apa yang ada di kepala kamu sampai-sampai berfikir kalau perkakas masak bisa di jadiin buat hadiah ulang tahun,”

“Y-yah aku pikir itu bisa berguna buat dia kerja nanti,”

“Huuu! Kamu bener-bener lucu dev! Aku jadi makin sayang sama kamu!” Ve semakin erat memeluk Deva

Sreet!

            Deva mengerem sepeda itu dengan menurunkan kakinya.

“Masih kepikiran buat kasih dia perkakas masak?” ucap Ve karena deva berhenti di depan toko peralatan masak

“Eng…,” Deva mengurungkan niatnya

Kring-Kring!

            Kemudian ia pergi dari tempat itu.

“Aha! Kalau gitu kita ke mall aja deh say,”

“Eh?” Deva sedikit memperlambat laju sepedah

“Karena di mall itu banyak banget barang yang cewek suka,” Jelas Ve

“Huft, karena sekarang aku gak tau harus ngapain, aku ikutin kamu aja deh Ve,”

“Oke!”

Singkat cerita, mereka memutuskan untuk pergi ke mall.

~oOo~

“Wah, padahal bukan weekend, tapi lumayan rame,”

“Kamu keliatannya jarang ke mall ya dev,”

“Iya, karena aku gak suka pergi ke mall, apalagi nemenin cewek belanja ke mall!” Deva menatap tajam wajah Ve

“Hehe, aku gak akan belanja apapun kok,” Ve langsung memeluk tangan Deva

Hunting pun di mulai.

Mereka mulai mencari semua barang yang bagus untuk di jadikan hadiah saat ulang tahun Melody nanti.

“Toko sepatu yah,”

“Wah! Yang ini bagus dev!” ucap Ve yang melihat dari kaca

“Hmm…Gak akan belanja kan?”

“EH! I-Iya sayang gak akan kok, hehehe…,”

“Tapi yang ini cocok kalau di pake sama Melody,” lanjut Ve

“udah ayo cari yang lain,” Deva sedikit menarik tangan Ve

“Tu-Tunggu Dev!”

“Mana mungkin dia suka sepatu yang begitu. Sepatu yang sering dia pake aja sepatu warrior,” batin Deva

Toko selanjutnya…

“I-Itu dev! Tas yang warna coklat!”

“Huh?” Deva melihatnya dari kaca itu

“Gimana?”

“Hemm…emang bagus sih, tapi…,”

“900 ribu…,” ucap Deva dengan pelan

“Loh, uang kamu gak cukup ya dev?” ucap Ve

“Eh, ini bukan masalah uangnya. Lagipula aku udah siapin uang lebih dari itu Ve,”

“Terus kenapa dev? tadi kamu bilang itu bagus,”

“Sayang kalau di beliin tas semahal itu Ve, di tambah lagi…,”

“Dia kan lebih suka pake tas gendong daripada tas cewek kayak gitu,” ucap Deva dalam hati

“Apa dev?”

“Ah, Bukan apa-apa. Ayo lanjut ke toko yang selanjutnya,”

“Hemm, iya deh,” Ve hanya mengikutinya

Toko selanjutnya…

“Eh…Perasaan tadi kamu bilang Melody gak akan mau nerima boneka, Dev?”

“Kenapa kita malah ke toko boneka?” lanjutnya

“Kalau di pikir-pikir, gak ada salahnya kita coba rencana kamu. Pake boneka raksasa,”

“Ahaha, gitu yah,”

“Ah! yang itu dev!” Ve langsung menunjuk ke boneka di atas sana

“Boneka…Panda?”

“Iya! Lucu banget!”

“Hmm…,”

“Sayang beli yang itu!” Ve terlihat manja

“I-Iya tapi…,”

“Aku yakin pasti melody suka!” potong Ve

“Kak Melody yang suka atau kamu yang suka sih Ve…,”

“EH! Ek…Hehe…,” Ve berhenti berbicara

Deva masuk ke dalam toko boneka itu.

“lumayan juga sih buat nemenin nenek lampir di rumah,” pikir Deva

“Wah! Kamu jadi mau beli boneka itu!?”

“Yah, kayaknya jadi ve,” balas Deva

“Ek…Kalau gitu ayo langsung ke kasir!” Ve sedikit menarik tangan Deva

“Eh-eh, tunggu dulu Ve,”

“Kenapa sih sayang!”

“Kita booking aja dulu, eh maksudnya pesen aja dulu, Kan ulang tahunnya juga besok,”

“emm, yaudah tinggal pesen,”

“Kamu yang ngomong ke kasir Ve, aku mau cari-cari barang yang lain lagi,” Deva meninggalkan toko itu

“Huft, aku lagi yang harus ngurus semuanya,”

~oOo~

Kini Deva berada jauh dari toko boneka tadi.

“Eh?”

Ia berhenti tepat di depan sebuah toko.

“Di mall juga ada toko buku yah,” Deva masuk ke dalam toko buku itu

“Hmm…,”

Sementara ini ia masih melihat-lihat buku disana, namun setelah melewati beberapa rak buku, terdapat sebuah rak buku yang bentuknya berbeda dari yang lain.

“Rak buku yang ini isinya buku resep semua,” Deva mulai melihat-lihat

“Kalau di pikir-pikir…,”

~oOo~

“Duuh, dimana sih deva!”

“Padahal aku udah selesai pesen barangnya, dia masih belum balik lagi kesini,”

Ve memutuskan untuk mencari Deva.

Ia mencari-cari ke semua toko terdekat disana, dan pencariannya berakhir di lantai pertama mall itu.

“Di situ ternyata!”

Ve berjalan menuju toko buku disana. “Keluyuran terus!”

“Ah, hai ve,”

“Hai-hai apaan! Kamu ini jangan tinggalin aku dev!” Ve mencubit perut Deva

“Aduh! S-Sakit la!”

“Huh! Nyebelin!”

“Duuh! Eh, gimana udah di pesen barangnya?” tanya Deva

“udah, nih…,” Ve memberikan sebuah kertas pada Deva

Tampaknya itu adalah sebuah kertas data pemesanan.

“Loh, ada nomor ktpnya juga yah,”

“Tenang aja, udah aku isiin semuanya,” ucap Ve

“Eh? Apa nih!? Atas nama Ve dan calon suaminya Deva!?”

“Hihi…,” Ve hanya tertawa

“ya ampun, yaudah ayo pulang, udah jam setengah 9 nih,”

“Oke my Honey!” Ve menggandeng tangan Deva

Mereka langsung pergi menuju parkiran.

~oOo~

Kring-Kring-Kring!

“Dev! jangan di bunyiin terus loncengnya!” ujar Ve

“Haha! Soalnya unik suaranya,”

“ini udah malem dev, gak boleh bunyiin bel gitu,”

“Hem, kamu percaya tahayul yang begituan yah? Parno amat sih,”

“Ih deva!” Ve mencubit perut Deva

“Eh-eh! Iya ampun! Gak akan di bunyiin lagi!”

“Huh!” Ve tampak kesal namun ia malah memeluk Deva

“Sayang…,”

“Hmm…,” balas Deva

“Nanti malem aku tidur di kamar kamu yah,”

“Oh, boleh-boleh,”

“HAH! S-Seriusan!”

“Iya,” balas Deva lagi

“M-Makasih ya sayang!” Ve semakin erat memeluk Deva

~oOo~

Ceklek!

“Deva pulang…,”

“Hee? Masih tidur ya kak Melody,” pikir Deva

“ekhem…kalau gitu…aku mau langsung tidur Dev,” Wajah Ve terlihat memerah

“Oh, oke…,” Deva membuka pintu kamarnya

Deg! Deg! Deg!

Jantung Ve berdebar-debar.

“Aku udah gak sabar dev,” batinnya

Kreek!

            Deva membuka pintu lemarinya.

Lalu ia mengambil sesuatu dari dalam sana.

“Huh…,” Ve tampak merapihkan kasur Deva

“Loh Dev?”

“Iya?” balas Deva sembari melirik ke arah Ve

“Ini kan udah ada selimut, ngapain bawa lagi? Lagian badan aku gak terlalu gede kan?”

“Eh…maksud kamu?”

“ya kita kan mau…umm…,” wajah Ve terlihat memerah

“Halah Ve, aku gak ngerti kamu ngomong apa. Yang jelas aku kan mau tidur di luar,”

“Eh!?”

“Tidur…Di-Luar!?”

“Iya,” ucap Deva lagi

“J..Jadi kita gak akan…,”

“Gak akan apa Ve?”

Ve terdiam, lalu…

“IIIIIHHHH!” Ve terlihat sangat marah

“W-Whoa! Pipi kamu jadi kayak tomat lagi Ve!”

“Ayo sini!” Ve mendorong Deva hingga ke kasur

“EH! Mau ngapain Ve!”

Brak!

            Mereka berdua terhempas ke kasur.

“Tu-Tunggu Ve!”

“Kamu gak ngerti perasaan aku Dev!” Ve memeluk Deva dengan erat

“Ek…Jangan terlalu deket Ve! Nanti kalau kak melody liat bisa…,”

“Gak akan, devh…,” Nafas Ve terhembus ke leher Deva

“Eh!?”

“Kamu santai aja, aku…,”

“Aku bakal ajarin kamu pelan-pelan…,”

“Hiiih!” Seluruh tubuh Deva menjadi merinding dan gemetar

“M-Minggir!” Deva langsung pergi dari kamar

“AH! Deeevaaaaaa!”

DAK!

            Suara pintu yang di banting.

~oOo~

“Huh! Apa-apaan sih Ve, dia bener-bener gak bersikap dewasa. Padahal dia lebih tua daripada gw,”

“yah, yang terpenting…,” Deva bersandar di sofa itu

“Gw bisa tidur dengan nyenyak,”

 

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

7 tanggapan untuk “Pengagum Rahasia 2, Part 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s