Annihilation part 6

Cover

“Sudah berakhir, tamatlah riwayatmu Iblis Lucyfer !!”

Pedang dari Razkal sudah siap dihunuskan menuju ke perut Kruzu..

“Ini belum berakhir” gumam Kruzu pelan

Kruzu berguling ke samping untuk menghindari serangan Razkal, gerakannya terbilang sangat cepat sekali karena sanggup untuk menghindari hujaman pedang Razkal. Dengan cepat, Kruzu kembali berdiri, walau kakinya terasa sangat sekali karena luka yang ditimbulkan karena sabetan pedang Razkal tadi. Razkal kembali tidak memberikan Iblis Lucyfer itu ampun,
bahkakn gerakan pedangnya bertambah lebih cepat dari sebelumnya, membuat Kruzu sedikit kewalahan untuk menghindar dan menangkis serangan-serangannya.

Tempo pertarungan Razkal dan Kruzu semakin meninggi, Razkal menjadi semakin bernafsu untuk membunuh Kruzu setelah tadi sempat melukai kakinya, sementara Kruzu, hanya bisa bertahan saja, menghindari setiap serangan brutal Razkal.

Sementara itu, Kedua pasukan dari kejauhan, baik Iblis Lucyfer dan Vanguard hanya bisa melihat kilatan sinar pedang saja, sedangkan kedua Iblis yang tengah bertarung itu bagaikan angin puyuh yang berputar-putar

“Gerakan mereka cepat sekali” desis salah satu Iblis Vanguard yang bernama Reyzuu

“Aku yakin Razkal akan memenangkan duel ini” Ornald menanggapi di sampingnya

“Kenapa kau bisa begitu yakin ? aku sedikit mengkhawatirkan kekuatan Iblis Lucyfer itu” ucap Reyzuu mengernyitkan dahinya

“Tentu saja aku yakin, kemampuan Razkal sangat luar biasa dalam ilmu pedang, aku pernah berlatih tanding dengannya, kau tahu apa hasilnya ? aku benar-benar kalah telak” jelas Ornald sambil tatapan matanya tetap mengarah ke depan.

“Mungkin itu karena kemampuanmu saja yang menurun, Ornald” tiba-tiba dari belakang, ada Iblis wanita yang menanggapi, di tangannya terdapat busur panah

“Heii.. kenapa kau ikut-ikutan dalam pembicaraan ini, Yona. Aku sama sekali tidak berbicara denganmu” balas Ornald agak sedikit kesal

“Hakku untuk berbicara kapan saja” balas Yona acuh tak acuh

“Kau ini memang Iblis wanita yang menyebalkan, tak heran jika kau tidak mempunyai kekasih” umpat Ornald

“Apa urusanmu jika aku tidak mempunyai kekasih ? toh Iblis memang tidak terlalu mempedulikan hal tersebut” jawab Yona tak mau kalah, dalam sekejap mereka berdua menjadi berdebat satu sama lain

“Dasar Iblis aneh” Ornald mengalah pada akhirnya

Keyzuu yang melihat kedua dari mereka beradu mulut, hanya bisa sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya

~

Kembali dengan duel yang tengah berlangsung

Setelah lama bertempur, tiba-tiba saja keduanya melompat kebelakang bersamaan dan mendarat di tanah. Razkal segera melompat kembali ke udara kemudian melesat turun menuju Kruzu yang sudah bersiap menyambutnya. Razkal mengeluarkan jurus andalannya, yaitu Pedang Es. Pedang di tangannya, perlahan berubah menjadi warna biru transparan, seperti air yang dibekukan. Jurus Pedang Es ini tidak termasuk kedalam mengeluarkan Roost, ini merupakan murni ilmu pedang.

Kruzu sudah tahu bahwa Razkal mempunyai jurus seperti itu, tetapi ia sama sekali belum pernah melihat jurus ini secara langsung sebelumnya. Baru kali ini saja, ia bisa melihat sekaligus merasakan jurus mematikan milik Razkal.

“Sekarang, kau tidak akan lolos lagi” desis Razkal dengan wajah yang penuh nafsu untuk membunuh

Razkal kembali melancarkan serangan demi serangan kepada Kruzu, tetapi dengan cekatan juga Kruzu menangkis dan menghindari setiap serangan itu.

“Aku rasa sudah saatnya” Kruzu tidak bisa diam saja terus-menerus diserang dengan brutal oleh Razkal

Pedang Kruzu mengeluarkan sinar berpendar yang sangat terang, karena begitu terangnya, bahkan Razkal di depannya pun harus menghentikan gerakan pedangnya karena cahaya dari pedang Kruzu yang menyilaukan

Betapa terkejutnya Razkal, ketika melihat pedang Kruzu berubah menjadi dua. Sosok pedang keduanya itu seperti bayangan transparan dari pedang Kruzu.

“Shadow Sword” teriak Kruzu dengan lantang, Pedang Bayangan itu langsung terbang dan menyerang Razkal dengan  brutal. Pedang Bayangan itu seakan hidup dan mampu  bergerak sendiri tanpa digerakkan oleh Kruzu.

“Apa ini ??! sial !” geram Razkal sambil berusaha menangkis pedang bayangan yang menyerangnya. Razkal tidak menyangka ada jurus seperti ini, ia sempat tahu ada legenda tentang jurus Pedang Bayangan (Shadow Sword), tetapi ia tidak menyangka bahwa salah satu Iblis Lucyfer, menguasai jurus tersebut.

“Pedang Bayangan, bagus sekali Kruzu. Semoga saja Razkal tidak bisa menghindari kecepatan pedang itu” batin Kelvin dalam hati sambil melihat pertempuran di depannya

“Jurus ini tidak akan bertahan lama” ada sedikit rasa kekhawatiran dalam diri Pangeran Aidan, ia sebagai Iblis yang ahli dalam segala ilmu, tentu sangat mengenal Jurus Pedang Bayangan milik Kruzu itu

Razkal berputar-putar, berusaha menghindari Pedang Bayangan yang terus mengejarnya. Ia sampai sedikit kewalahan dibuatnya, situasi sekarang menjadi berbalik menguntungkan Kruzu, Razkal tidak boleh lengah sedikit saja dalam menghadapi Pedang Bayangan itu jika tidak mau tertebas dan kalah duel.

“Aku baru ingat, jika Pedang Bayangan hanya bisa bertahan selama beberapa waktu saja. Jadi, selama mungkin aku harus tetap menghindar dan menangkisnya” batin Razkal dalam hati. Ia pernah diberitahu oleh Pangeran Vanguard bahwa jurus Pedang Bayangan hanya tahan sekitar beberapa menit saja, sebelum akhirnya, Pedang Bayangan tersebut menyatu dengan pedang asli kembali seperti semula.

CRAAT CRAAT CRAAT

Beberapa tebasan Pedang Bayangan, mengenai lengan dan perut samping Razkal, darah segar menyembur keluar. Cairan berwarna merah dalam sekejap sudah tertumpah membasahi tanah. Jubah perangnya sudah robek disana-sini, menimbulkan banyak luka gores disekujur tubuhnya

“Uuggh, sakit sekali” rintih Razkal sambil memegangi lukanya

“Tapi, aku harus tetap bertahan” batin Razkal

Tekad Iblis Vanguard itu sangat kuat, ia tetap bertahan tidak ambruk ke tanah meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka gores yang banyak, dan kehilangan banyak darah. Wajahnya berubah menjadi pucat pasi karena sudah kehabisan banyak tenaga

Karena pertempuran sadis itu, Ve yang berada di sebelah Kelvin, sampai menutup kedua matanya, seakan tidak tega dengan apa yang menimpa mantan kekasihnya itu. Di satu sisi, ia senang bahwa Kruzu hampir memenangkan duel ini untuk Klannya, tapi di lain pihak, ia juga turut sedih karena melihat Razkal menderita banyak luka.

“Kumohon, bertahanlah Razkal, jangan terbunuh” batinnya berulang kali dalam hati. Hatinya berubah menjadi sakit ketika melihat orang yang dulu dan masih dicintainya itu menderita

“Ayolah Pedangku, sedikit lagi. Habisi dia” batin Kruzu berharap dalam hati, kakinya masih terpincang karena luka gores tadi

TRING TRING TRINGG

Suara pedang beradu terus terdengar kencang

“Ayolah.. sedikit lagi” sudut bibir Razkal sudah mengeluarkan darah

Akhirnya, setelah Razkal bertahan selama beberapa menit dengan Pedang Bayangan itu, tak lama kemudian cahaya berpendar menyilaukan kembali terlihat, dan Pedang Bayangan itu menghilang masuk kembali ke dalam Pedang yang digenggam Kruzu

“Sial, tak kusangka dia masih bisa bertahan” desis Kruzu yang sepertinya sudah kehabisan akal

Razkal tetap tegak berdiri meskipun becak darah dimana-mana..

“Cukup bagus, Iblis Lucyfer.. sekarang giliranku” desis Razkal tersenyum sinis

“Takkan kubiarkan kau menyerang” Kruzu dengan cepat melompat untuk menyerang Razkal, dengan mudah Razkal menghindari serangan itu.

Sedikit serangan dari Razkal mampu membuat Kruzu yang sedang putus asa menjatuhkan pedangnya

CTINGG

Pedang milik Kruzu terjatuh, ia seakan kehilangan kekuatan genggamannya dalam seketika.

“Ini saatnya” gumam Razkal pelan sambil ia melompat kebelakang, memberikan ruang jarak antara dirinya dengan Kruzu.

Tiba-tiba saja, tanpa sempat disadari oleh Kruzu, Razkal melakukan gerakan yang tidak terduga, ia melemparkan Pedang Esnya dari jauh.

“Ice Arrow” teriak Razkal, Pedang Es melesat dengan cepat mengarah kepada Kruzu.

Tak berapa lama kemudian

JLEEB

Dalam sekejap mata, pedang itu akhirnya menembus jantung Kruzu. Darah dengan cepat keluar dari mulutnya. Iapun harus terpaksa mengakui kehebatan ilmu pedang Razkal.

Sesaat setelah pedang menancap di jantung Kruzu.. Sang pemilik pedang berjalan mendekati tubuh Kruzu yang sudah lemas tak berdaya

SRAAAT

“Terimakasih atas pertarungannya” Razkal mencabut dengan kasar Pedang Es yang tertancap di dada kiri Kruzu, pedang yang mula berwarna biru transparan, berubah menjadi warna merah darah

“Hahaha… lihatlah Aidan, Iblismu itu kalah dengan Iblisku” Vanguard maju mendekati Razkal yang tegap berdiri meskipun masih dengan luka parah di sekujur tubuhnya

“Kerja bagus, Razkal” Pangeran Vanguard memegang pundak Iblis setianya

“Terimakasih, Yang Mulia” balasnya membungkuk

Di lain pihak, Pangeran Aidan maju mendekati Kruzu yang masih tertancap Pedang Razkal

“M..m..m..maafkan Hamba Yang Mulia karena tidak bisa memenangkan duel ini untuk Yang Mulia” kata Razkal dengan terbata-bata

Pangeran Aidan balas dengan sedikit anggukan. Ia memegang kepala Iblis itu seolah memberikan salam perpisahan terakhir sebelum Kruzu tewas

Kelvin dan Ve juga ikut mendekati Kruzu

“Kruzuu !! jangan tinggalkan kami, kumohon bertahanlah” Kelvin langsung berlutut mensejajarkan posisinya dengan Kruzu

“Ma..maafkan aku K..K..Kelvin, Ve…mungkin aku akan mati disini”

“T..tidak.. kau harus tetap hidup” Kelvin menggunangkan kedua pundak Kruzu

“Sampaikan permintaan maafku kepada Iblis Lucyfer la..lainnya”

“S..s..elamat tinggal” Kruzu langsung tergeletak ke tanah dan tewas seketika. Darah terus mengalir deras membasahi tanah

Suasana sontak diliputi rasa kesedihan, Kelvin merasa berat melepas Iblis yang merupakan sahabatnya itu, begitu juga dengan Ve. Meskipun ia tidak begitu dekat dengan Kruzu, ia merasa sangat kehilangan jika tidak ada sosok Kruzu, tanpa terasa air mata turun membasahi pipinya

“Lihatlah suasana mengharukan ini” Vanguard dengan mudahnya meledek sambil tertawa penuh kemenangan

Sementara Razkal dibelakangnya sedang berdiri lemas sambil ditopang oleh Wildann dan Melody

“Kau tidak apa-apa ?” tanya Wildann bersimpati

“Tentu saja, tidak perlu mengkhawatirkanku” balas Razkal

“Aku tidak menyangka kau akan membunuhnya” Melody ikut bicara

“Tidak ada pilihan lain, aku memang harus membunuhnya jika kita ingin menang”
balas Razkal menjawab pertanyaan Melody

Pangeran Aidan berjalan mendekati Pangeran Vanguard

“Kedudukan 1-0 sekarang” Vanguard membuka pembicaraan

“Ini belum berakhir, Vanguard, masih ada 2 pertandingan lagi” Pangeran Aidan tetap tenang dan tidak tersulut emosi atas ledekan Vanguard tadi

“Tentu saja aku tahu. Hasilnya akan sama saja, Aidan. Kedua Iblis dibelakangmu pasti akan bernasib sama dengannya” Pangeran Vanguard menunjuk tubuh kaku Kruzu yang tidak bernyawa

“Buktikan omongan besarmu itu, Vanguard” Pangeran Aidan lalu berbalik dan berjalan menuju kedua Iblisnya

Baru beberapa langkah Aidan berjalan

“Singkirkan mayat Iblis hina itu dari medan duel” teriak Pangeran Vanguard sedikit keras, Pangeran Aidan yang mendengar, hampir saja meledak tersulut emosi, kedua tangannya sudah mengepal keras seakan siap meninju siapa saja. Tapi, ia sadar bahwa emosi tidak akan ada gunanya, ia memilih sabar dan tetap tersenyum ramah kepada Vanguard

“Tentu saja, berikan aku waktu 3 menit untuk membawa mayat Iblisku, sebelum kita lanjut ke duel berikutnya” seru Pangeran Aidan dengan lantang.

Vanguard sedikit mengangguk, menyanggupi permintaan Aidan

“Kelvin, Ve.. bawa mayat Kruzu kepada    pasukan kita yang lainnya” perintah Pangeran Aidan

“Baiklah, Yang Mulia” Kelvin dan Ve langsung menjalankan perintah Pangeran Aidan

Kelvin dan Ve terbang membawa tubuh kaku Kruzu kepada pasukan Iblis Lucyfer lainnya. Begitu mereka sudah sampai, betapa terkejutnya masing-masing dari mereka ketika mengetahui bahwa Kruzu sudah tidak bernyawa

“Heei.. apa y.. yang terjadi dengan Kruzu ?” pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus datang satu persatu menghampiri Kelvin dan Ve

“Apakah ia kalah ?” tanya Artha polos

“Perlukah aku menjelaskannya lagi, Artha ? kau lihat saja sendiri” celetuk Ve dengan nada geram

“Astaga… aku tidak percaya ini” Vinze menutup mulutnya

“Sangat disayangkan, ia bertarung dengan sangat baik. Tetapi takdir berkata lain, ia tewas dalam duel tadi” Kelvin dengan berat hati mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi kepada di ribuan Iblis Lucyfer

Masing-masing dari wajah Iblis menunjukkan raut kesedihan disana, ia tidak menyangka bahwa Iblis sekuat dan sehebat Kruzu saja bisa tewas terbunuh.

“Artha, Vinze, Stanley. Kalian bertiga, tolong jagalah mayat Kruzu, aku dan Ve harus segera melanjutkan duel” perintah Kelvin

“Baiklah, aku akan menjaganya” ucap Stanley

Baru saja Kelvin akan kembali ke medan duel, sebelum ia berbalik dan berkata sesuatu

“Hmm.. jangan rindukan aku jika nanti aku harus berakhir seperti Kruzu”

“Aku juga” Ve ikut menimpali

“Heeei.. jangan berkata begitu, kalian berdua adalah Iblis hebat, kalian tidak akan mati” seru Vinze keras

“Hati-hati” ucap Stanley

“Berjuanglah” banyak perkataan-perkataan lain yang berisi untuk menyemangati kedua Iblis itu

“Terimakasih” Kelvin sedikit tersenyum lalu terbang kembali ke tengah medan pertempuran, diiringi oleh Ve disampingnya Kematian seakan menunggu mereka sesaat lagi. Mereka harus siap untuk berkorban segala sesuatu demi kepentingan Klan. Duel dahsyat ini akan terus berlanjut

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Annihilation part 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s