Pengagum Rahasia 2, Part 17

“Ini pak uangnya,”

Setelah supir itu menerima uang, ia langsung pergi.

“Akhirnya sampai,”

Deva terlihat sedang memakai bajunya yang kemarin di samping pohon.

“S..Sayang tunggu!”

“Eh?” Deva menoleh kebelakang

“Kenapa?” ucapnya

“Sini dulu!” ucap Ve dengan manja

“Huft,” Deva mengalah dan menghampiri Ve

“Apa sih?”

“Gendong,”

“Hah?”

“Ge-N-Dong!”

Deva mengusap wajahnya. “Kenapa gak jalan aja sih,”

“Aku udah gak kuat jalan sayang!” ucap Ve

“Hem, iya deh iya,” Deva kemudian membungkuk dan menggendong Ve

“Hihi,”

Entah apa yang ada di pikiran Ve sekarang.

Sedari tadi ia terus saja senyum-senyum tidak jelas ketika berada dekat dengan Deva.

“Ngomong-ngomong ve,  Meluknya jangan terlalu kenceng Y-yah…,”

Grek!

“Hoek!”

“EH! S..Sayang kamu kenapa!” ucap Ve

“udah di bilang jangan kenceng-kenceng, uhuk! uhuk!”

“Em, Maaf…,” Ve sedikit melonggarkan pelukannya

Mereka telah sampai di depan rumah.

Terlihat pintu rumah itu terbuka.

“Eh? Pintunya kebuka?” ucap Deva

Tak lama kemudian seseorang keluar. “Ah, Kak melody,” ucap Deva

“H..Hai mel,” ucap Ve kemudian turun dari punggung deva

Melody hanya diam sambil menatap tajam ke arah Deva.

“Kak?” ucap Deva

Lalu melody berjalan menuju Deva dan…

PLAK!

“EH!?” Ve terkejut

“Melody! Kenapa kamu…,”

Melody kini menarik kerah baju deva.

“Mel!” ucap Ve lagi

Deva hanya bisa diam karena sudah di tampar oleh kakaknya.

“Apa-apaan kamu ini hah! Kamu sekarang udah mulai berani sama kakak!” ucapnya membentak

“E-Eh Tunggu mel! I..Ini semua salah ak…,”

“Tunggu ve, kak melody emang bener. Ini semua salah Deva,” potong Deva

Melody berhenti menarik kerah baju deva dan mulai mengatur nafas serta emosinya.

“D..Dev,” Melody tiba-tiba meneteskan air mata

“Deva!” Kemudian Melody memeluk Deva

“Ah! K..Kak melody!” ucap Deva

“Kamu kemana aja dev! kakak khawatir sama kamu!” ucapnya sambil menangis

“E-Eh, Deva…,” Jawab Deva

Deva mengelap air mata melody. “Deva baik-baik aja kok,” lanjutnya

“Aku gak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu sama kamu dev!” ucap Melody

“Dan juga…,” Melody tiba-tiba terdiam ketika melihat Ve yang memakai baju pasien rumah sakit itu

“Eng…,” Ve terdiam

“Ayo!” Melody menarik tangan Ve dan Deva

“Ah!? K..Kenapa mel!?” ucap Ve

“Kalian harus ceritain semuanya sekarang!” ucap Melody

DAK!

            Melody membanting pintu itu.

~oOo~

Kreeeng! Kreeeng!

(Suara keramaian murid yang keluar dari kelas)

“Ehkem, Deva…gak masuk yah?”

“Kenapa tanya aku?” ucapnya ketus

“yee, biasa aja kali sin, aku nanya ke kamu karena kamu kan orang yang paling deket sama dia,”

“Jangan so tau deh shan, siapa juga yang deket sama dia,”

Sinka kemudian pergi meninggalkan shania.

“Hah? Kenapa tuh anak, Gw kan nanyain deva karena kita harus latihan lagi buat seni musik nanti,” ucap Shania

“Lo ngomong sama siapa shan?”

“E-Eh, Lid…,”

“yuk ke kantin,” ajak Lidya

“I..Iya deh ayo,”

~oOo~

“Oh jadi gitu. Terus tangan kamu?”

“Ahaha, ini cuma karena infusan yang di cabut paksa kok,”

“Infusan di cabut paksa?” Melody tampak kebingungan

“Iya nih mel, kamu marahin aja tuh adik kamu! Masa selang infusannya langsung dia cabut, kan jadi sobek kulitnya!” ucap Ve

Melody memegang jidatnya. “Biar aku yang hukum dia karena perbuatannya itu ve,”

“Lah, kok di hukum!?” ucap Deva

“Selain bikin ve khawatir, kamu juga bikin kakak khawatir dev!” Jawab Melody

“Hehe, maaf…,” Deva menggaruk kepalanya

“Tunggu, aku masih gak ngerti. Kok dia bisa di infus?” tanya Melody

“Dia kan udah donor darah mel,” Jawab Ve

“Donor darah!? Tapi kan kamu belum 17 tahun dev!” ucap Melody

“ya…gak apa-apa. Buktinya ini deva masih sehat-sehat aja tuh meskipun udah donor darah yang gak sesuai dengan prosedur,” Jawab Deva dengan santai

“Tapi kamu donor darah buat siapa?” tanya Melody lagi

“Buat aku mel,” Jawab Ve

“Eh?” Melody tampak kebingungan

“Dia rela mengorbankan hidupnya buat aku,” wajah Ve tiba-tiba memerah, begitu juga dengan pipinya

Melody tersenyum. “Oke, Jadi…Mana!” ucapnya sembari membuka telapak tangan

“M..Mana apa kak?” ucap Deva

“Mana pajak jadiannya!” ucap Melody kembali

“EH!?” Deva sedikit terkejut

“Ahaha, nanti deh aku traktir kamu mel,” ucap Ve

“E..Eh, Ve jangan repot-repot. Kak melody ini orangnya suka malu-maluin,” ucap Deva

“Gak apa-apa kok dev, nanti juga aku ajak kamu kok,” balas Ve

“Bukan itu maksud aku Ve, Huft…,” Deva pun diam

“Hey, Aku gak mau jadi setan di antara kalian berdua. Mending kalian kalau mau dinner ya berduaan aja, gak usah ajak-ajak aku segala,” ucap Melody

“Setan?” ucap Deva

“Kan kalau ada yang berduaan, biasanya yang ketiganya tuh setan!” ucap Melody

“Hmm, kak melody ada-ada aja,” ucap Deva

Deva beranjak dari kursi.

“Sekarang deva mau istirahat, jangan ada yang ganggu ya,” ucapnya

“Eh dev! Ganti baju dulu!” ucap Melody

“Iya-iya!” balas Deva

“Huh! Dasar kebo!” ucap Ve mengejek

“Gitu-gitu juga kamu suka kan ve…Huhuhu,” Melody mengejek Ve

“Ish, apaan sih…M-Mel,” ucap Ve tampak gugup

“Ah iya, sebenarnya aku kesini mau minjem baju kamu,”

“Baju? Tapi buat apa ve?” tanya Melody balik

“Ih, tadi kan aku udah bilang mel,” ucap Ve

“Hem, iya deh iya. Tapi kenapa kamu harus rahasiain ini dari keluarga kamu sih,” ucap Melody

“Aku gak mau kalau mereka mengkhawatirkan aku karena kejadian kemarin,”

“yaudah, nanti aku pinjemin baju yang cocok dan pas buat kamu,”

“Makasih ya mel,” balas Ve

~oOo~

Hari menjelang sore, terlihat pintu kamar itu terbuka.

“Huah!”

“Em dev, kamu udah bangun,” ucapnya

“Eh!? V..Ve, Kamu masih disini!?” ucap Deva

“Dan…Kenapa kamu pake baju kayak pelayan cafe begitu!”

“Hehe, ini bajunya melody. Kan tadi aku bilang mau pinjem baju kakak kamu,” Jelas Ve

“T..Tapi gak baju yang itu juga ve…,” ucap Deva

“Gimana? Kamu suka gak penampilanku yang kayak gini,” ucap Ve sambil berputar di hadapan Deva

Deva mengusap wajahnya. “ya ampun, gini-gini ve…baju itu lebih cocok kalau dipake pas mau beres-beres rumah,”

“Ini keliatannya aku lagi ngapain?” ucap Ve

“Eh?” Deva melihat Ve dari ujung kaki sampai ujung kepala dan tangan Ve terlihat sedang memegang sapu

“K..Kamu lagi beres-beres rumah!?” tanya Deva

“Iya,” balas Ve singkat

“Emang keliatannya aku lagi ngapain, sayang?”

“Maksud aku…Kenapa kamu beres-beres rumah ini,” ucap Deva

“ya gak apa-apa. Aku kan mau nginep disini beberapa hari dev,” Jelas Ve

“What!?”

“Iya, sampai lukaku sembuh dan kondisi aku kembali pulih,”

“T..Tapi ve…,”

“Ssstt…udah gak ada tapi-tapian lagi. Sekarang aku pengen minta pendapat kamu,” ucap Ve

“Eh? P..Pendapat tentang baju kamu?”

“Bukan!”

“Terus apa!?” ucap Deva

“Kira-kira…aku udah cocok belum, jadi…istri idaman?” Ve tiba-tiba menjadi genit dan mendekatkan dirinya pada Deva

“Ah!? T..T…I-Itu…,” Deva tidak bisa berkata apa-apa dan wajahnya memerah

“Sayang jawab dong!” ucap Ve dengan manja

“A..Anu, Mungkin…Lebih baik kalau kak melody yang jawab pertanyaan kamu, ehehe…,” Deva menggaruk kepalanya

“Gak bisa!”

“Eh!?”

“Sekarang melody lagi keluar buat beli bumbu-bumbu dapur,” ucap Ve

“Jadi…Sekarang Cuma kamu yang bisa jawab pertanyaanku, sayang,”

“Em…,” Deva sedikit menjauh dari Ve, sampai-sampai sekarang ia terpojok ke tembok itu

“I..Iya, kamu udah cocok jadi istri idaman,” Jawab Deva sedikit gugup

“Hah! M..Makasih sayang!” Ve langsung memeluk Deva

“Y-yah, Ehehe…,”

“Ah, Sekarang aku mau mandi dulu,” Deva meninggalkan Ve

“Eh aku juga mau mandi dev!” ucap Ve

“yaudah kamu mandi duluan gih,”

“Em, gak deh,” balas Ve

“Loh, kok enggak!? Kamu gak jadi mandi?”

“Mungkin lebih efektif kalau kita mandi bareng,” ucap Ve

“What!? Eh-Hey! Kamu ini jangan macem-macem yah Ve!” ucap Deva

“Hahaha…Aku cuma bercanda sayang,” Ve tertawa

“Huft,” Deva mengusap wajahnya

“ya ampun, kenapa coba dia nginep disini,” batin Deva

“Nih handuknya,” Ve memberikan handuk itu

“Eh, Makasih ya ve,” Deva tersenyum sambil mengusap kepala Ve

“Hihi…,”

~oOo~

Ceklek!

“Oh Dev, ternyata kamu yang daritadi ada di kamar mandi,”

“Eh kak melody udah pulang,” balas Deva

“Malam-malam gini kamu mau kemana?” tanya Melody

“Huh, baru juga jam 6 sore, ini belum malem kak,” ucap Deva

“Iya tapi kakak tau kamu pasti mau keluar malem-malem,”

“yah, deva cuma mau jalan-jalan keluar bentar kok,”

“Oh…Kamu mau pacaran yah sama Ve?”

“Eh!? G..Gak! Niat deva emang mau jalan-jalan, tapi bukan untuk pacaran!” ucap Deva membantahnya

“Ah jangan bohong,” ucap Melody

“Sumpah kak! Deva cuma mau jalan-jalan sebentar aja,” Jelas Deva lagi

“Jadi kamu mau jalan-jalan tapi gak ngajak aku dev…,” ucap seseorang

“Eh!?” Deva pun melirik ke sumber suara itu

“V..Ve!?” ucap Deva

*Hiks!

Tiba-tiba ve menangis dan langsung pergi.

“T-Tunggu ve!” ucap Deva

“Jadi…Sekarang gimana keputusan kamu, dev?” ucap Melody yang senyum-senyum

“Haah, gara-gara kakak semuanya jadi kacau kan,” ucap Deva

“Dih, pake nyalahin kakak segala. Udah, mending sekarang kamu susulin gih si ve,” ujar Melody

“Eng…,” Deva menggaruk kepalanya

“I..Iya deh,”

*

*

Sementara itu…

“HUH! Kesel-kesel-kesel!” Ve memukuli tembok itu

“Kenapa dia gak mau ngajak aku jalan-jalan!” gerutunya sambil terus memukul

“E-Eh, ve stop udah cukup!” seseorang memegang tangan Ve

“Deva, mau apa kamu hah!” ucap Ve dengan ketus

“V..Ve, kenapa kamu malah jadi marah-marah gini sih,” ucap Deva

“Kamu emang gak peka yah dev, kamu tega mau jalan-jalan tanpa aku!” ucap Ve

“Y-ya, tapi aku bukan mau jalan-jalan ke taman atau ke tempat buat hangout atau pun tempat yang rame ve,” Jelas Deva

“yah intinya kenapa kamu gak ngajak aku hah!” Ve membelakangi Deva

“Duuh…,” Deva mulai kehabisan akal

Lalu…

“Ve…,” Deva memeluk Ve dari belakang. “M..maafin aku yah, iya deh aku ajak kamu sekarang,”

Ve mengelus-elus tangan Deva. “Bener?”

“Iya ve. Tapi nanti kamu jangan nyesel yah,” ucap Deva

Kemudian Ve berbalik.

“Mana mungkin aku nyesel jalan-jalan sama kamu, sayang!” Ve langsung memeluk Deva

“E-Eh, iya hehe…,” ucap Deva

“Oh iya, mending sekarang kamu pake baju dulu gih. Nanti kalau ada yang liat kita berduaan kayak gini, mereka bisa curiga sama kita dev,” ucap Ve

“AH! I..Iya,”

Deva buru-buru masuk ke dalam rumah, mengingat ia hanya mengenakan handuk saja.

Sementara Deva mencari baju yang cocok untuk bepergian, Ve juga bersiap-siap dengan mandi dan setelah itu ia berdandan di kamar melody.

 

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

3 tanggapan untuk “Pengagum Rahasia 2, Part 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s