Bikers, I Love You

qq

“ Harus berapa kali sih aku ngomong sama papah, aku gak mau di jodohin. “ ucap seorang gadis dengan kesalnya

Bagaimana tidak, sudah lebih dari 10x gadis itu sudah menolak untuk di jodohkan tapi papahnya tetap kekeh untuk menjodohkannya

 

“ pokoknya kali ini gak ada penolakan, kamu harus tetap mau!! “ balas Papahnya kekeh

 

“ Kalau papah masih ngotot buat jodohin aku, lebih baik aku pergi dari rumah ini “ ucap gadis itu kemudian berjalan dengan kesal menuju kamarnya

 

Dia membangting pintu kamarnya sebagai pelampiasan kekesalannya, gadis itu benar-benar kesal dengan keputusan papahnya yang menjodohkannya dengan lelaki yang tidak ia kenal bahkan tidak ia cintai

 

“ Lebih baik aku pergi dari rumah dari pada harus di jodohkan sama lelaki yang sama sekali gak aku cintai “ ucap gadis itu

 

Ia pun mengambil tasnya dan memasukan beberapa pakaian serta kebutuhan lainnya ke dalam tas, setelah itu ia menulis sebuah surat lalu meletakannya di atas meja belajarnya

 

Gadis itu keluar melalui jendela kamarnya dan turun dengan mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan oleh papahnya maupun penjaga-penjaga rumahnya

 

“ Aman. “ ucapnya saat melihat gerbang belakang rumahnya tidak ada yang menjaga

 

Gadis itu pun langsung berlari ke gerbang itu dan pergi meninggalkan rumahnya tanpa sepengetahuan orang tuanya

 

****

 

Tok.. tok.. tok..

 

Seorang wanita paruh baya mengetuk pintu kamar anaknya,

 

“ Naomi.. ayok makan dulu sayang.. “ panggil wanita itu

 

Tapi tak ada jawaban dari dalam kamar

 

“ Naomi.. “

 

Tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar itu, karena penarasana akhirnya wanita paruh baya itu pun masuk ke dalam kamar dan tidak melihat siapaun di dalamnya

 

“ Naomi.. “ panggilnya melihat sekeliling kamar

 

Tapi pandangannya terhenti saat melihat secarik kertas yang ada di atas meja belajar anaknya itu, ia langsung mengambil dan membacanya

 

Tangannya pun langsung membungkam mulitnya saat membaca surat itu

 

Mah, pah, maafin Naomi yah. Naomi pergi dari rumah ini tanpa sepengetahuan kalian,

Tapi Naomi lebih baik pergi dari rumah ini kalau papah terus memasksa Naomi buat menikah dengan lelaki pilihannya, lelaki yang sama sekali gak aku kenal, bahkan gak aku cintai

 

Aku mohon sama mamah dan papah, lebih baik gak usah mencariku karena aku gak akan mau kembali ke rumah ini, sekali lagi aku minta maaf.

 

                                                                                                                      NAOMI.

 

Seketika rasa panik menghampiri wanita itu, karena anak semata wayangnya kabur dari rumah,

 

“ Papaahh…!!! “ panggil wanita itu pada Suaminya

 

“ Paahh… “

 

Tak lama kemudian lelaki paruh baya pun datang ke kamar Naomi

 

“ Ada apa sih mah pake teriak-teriak segala? “ tanya lelaki itu heran

 

“ Ini pah, Naomi.. “ jawab Wanita itu

 

“ Iya, Naomi kenapa? “ lelaki itu tambah bingung

 

“ Naomi kabur dari rumah “ balas wanita itu sambil memberikan kertas yang di pegangnya

 

“ Apa? Kabur?! “ ucap lelaki itu terkejut

 

Lalu di bacanya kertas yang di berikan istrinya itu, raut wajah khawatir pun singgah di pikirannya, anaknya benar-benar pergi dari rumah

 

“ Dia gak main-main dengan ucapannya “ ucap lelaki paruh baya itu dengan raut wajah yang menyesal

 

“ Gimana nih pah, mamah khawatir sama Naomi, apalagi dia kan perempuan pah “ ucap Istrinya tambah panik

 

“ Mamah tenang dulu yah, biar papah sama yang lain cari Naomi sekarang “ ucap lelaki itu bergegas pergi

 

Lelaki paruh baya itu memberi tahu pada semua penjaga rumahnya untuk mencari Naomi sampai ketemu.

 

-SKIP-

 

Sudah hampir 2 jam lelaki paruh baya itu mencari anak gadisnya yang pergi dari rumah, ia tidak menyengka kalau anak gadisnya akan senekad itu

 

“ Gimana? Apa kalian sudah menemukannya? “ tanya lelaki itu pada para pengawalnya yang ikut mencari Naomi

 

“ Kami sudah mencarinya tuan, bahkan sampai keliling komplek ini, tapi non Naomi tidak ketemu “ jawab pengawalnya itu

 

“ Ya sudah, kalian terus cari dia. “ ucap lelaki itu

 

“ Baik tuan “ balas pengawalnya

 

2 pengawal itu pun pergi dari hadapan lelaki paruh baya itu untuk kembali mencari Naomi

 

“ Gimana pah, apa Naomi sudah ketemu “ tanya istrinya

 

“ Belum mah, tapi papah udah hubungi polisi buat bantu mencarinya “ jawab lelaki itu

 

Wanita di sampingnya pun tambah panik dan khawatir mendengar kabar kalau anaknya belum di temukan, bahkan sekarang air mata wanita itu sudah mengalir keluar

 

“ Mamah yang sabar yah, Naomi pasti ketemu “ ucap lelaki itu menenangkan istrinya

 

Wanita paruh baya itu hanya bisa mengangguk pelan, yang bisa ia lakukan hanyalah menangis, menangis dan menangis dan berharap putrinya cepat di temukan

 

-oOo-

 

Jam sudah menunjukan pukul 20.30, seorang gadis berjalan tanpa arah tujuan yang  jelas berjalan dengan tatapan mata yang kosong

 

“ Malam ini aku tidur di mana, masa aku tidur di pinggir jalan “ gerutunya

 

Gadis dengan nama panjang Shinta Naomi Prasetya itu terus melangkahkan kakinya, sampai tak terasa perutnya mulai terasa lapar

 

“ Laper lagi, mau beli makanan di mana malem-malem gini? “ keluhnya memegangi perutnya

 

Naomi pun duduk di pinggir jalan karena kakinya sudah terasa pegal akibat ia sudah berjalan cukup jauh dari rumah

 

Tanpa di sangka ada dua orang lelaki berjalan menghampirinya, Naomi yang melihatnya pun mulai merasa takut dan memutuskan untuk melanjutkan langkahnya

 

Tapi dua lelaki itu malah berjalan mengikutinya hingga membut Naomi harus mempercepat langkahnya

 

“ Santai aja neng, gak usah cepet-cepet jalannya “ ucap salah satu dari mereka

 

Sadar kalau dua lelaki itu mengejarnya, Naomi pun langsung berlari saja untuk menghidari mereka, tapi karena kakinya terasa pegal Naomi pun tidak bisa berlari cepat

 

“ Tunggu dong cantik.. “ akhirnya salah satu dari mereka berhasil memegang tangan Naomi dan membuatnya menghentikan langkahnya

 

“ Mau kemana sih, buru-buru banget “ ucap yang satunya

 

“ Iya, mendingan temenin kita dulu, iya gak,, hahaha “ sepertinya kedua lelaki itu dalam keadaan mabuk, terlihat dari botol yang mereka bawa

 

Naomi mencoba melepaskaan tanganya dengan cara meronta-ronta, tapi sayangnya cengkraman lelaki itu kuat dan membuatnya sulit untuk melepaskan tangannya

 

“ Lepasinn… “ rintih Naomi karena cengkraman di tangannya sangat keras

 

“ Santai aja dulu, kita seneng-seneng dulu baru kamu boleh pergi “ ucap lelaki itu mencolek dagu Naomi

 

“ Lepasin gak, kalau gak Aku teriak niih “ ancam Naomi

 

“ Teriak aja, gak bakal ada yang denger kok “ ucap lelaki yang mencengkrang tangan Naomi

 

“ Tooollooonngg…!!! “ Teriak Naomi

 

Sekuat tenaga Naomi pun berteriak, berharap ada orang yang mendengarnya tapi sayang tidak ada satu orang pun yang mendengarnya

 

“ Toolongg…!!! “ teriaknya lagi

 

Tetap saja tidak ada yang mendengar teriakannya

 

“ Hahaha… udah di bilang kan kalau gak bakal ada yang denger “ ucap lelaki yang mencengkram tangan Naomi itu

 

Lelaki itu langsung membawa Naomi dengan paksa, walau Naomi terus memberontak tapi dia tidak berhasil melepaskan tangannya karena tenaganya kecil, sedangkan yang mencengkram tangannya adalah lelaki yang bertubuh besar

 

Perasaan Naomi sudah campur aduk, bahkan dia sudah pasrah karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tenaganya juga sudah berkurang karena sejak tadi dia belum makan sedikit pun

 

Yang bisa di lakukannya hanya menangis dan berharap ada seseorang yang datang menolongnya, tapi seperti tidak akan ada orang yang menolongnya karena hari juga sudah malam

 

“ Aku mohonn, hiks..hiks.. lepasin aku.. “ pinta Naomi menangis

 

Tapi lelaki itu terus mencengkrangnya dan membawanya dengan paksa ke suatu tempat

 

“ Lu gak denger apa? Tuh cewek minta di lepasin “ tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang mereka

 

Kedua lelaki itu pun menoleh ke sumber suara dan melihat seorang lelaki yang masih duduk di atas motor gedenya yang masih mengenakan helm

 

“ Lu siapa, gak usah ikut campur urusan kita “ ucap lelaki yang masih mencengkram tangan Naomi

 

“ Masa lu gak tau siapa gue? “ ucap lelaki di atas motor itu

 

Kemudian ia turun dari atas motornya dan berjalan menghampir mereka

 

“ Gue Riyan Muhammad Gunawan, anak club Z1000 “ ucapnya sambil melepas helm yang di kenakannya

 

Mendengar nama Riyan dan dari anak club Z1000 kedua lelaki itu langsung panik dan langsung melepaskan Naomi, mereka mencoba melarikan diri

 

Tapi Riyan memanggil kedua lelaki itu agar tidak kabur

 

“ Kalian mau kemana, kabur? lu berdua bakal mampus kalau kabur dari gue “ ucap lelaki bernama Riyan itu dengan santainya

 

Kedua lelaki itu pun mengurungkan niatnya untuk melarikan diri, karena mereka tau akibatnya  kalau mereka kabur, Riyan tidak akan melepaskan mereka dan mungkin akan membuat mereka babak belur

 

“ Lu berdua mabuk lagi? “ tanya Riyan

 

“ Iy..iya bang “ jawab lelaki bernama Boim itu

 

“ Udah berapa kali gue harus bilang sih, jangan minum minuman keras lagi !! “ ucap Riyan dengan sedikit penekanan

 

“ Dan sekarang lu mau perkosa cewek ini, mau masuk penjara lagi, kalau mau ayok gue anter sekarang ke sana “ tambahnya

 

“ Gak bang, kita gak mau masuk penjara lagi, kita janji mulai saat ini kita gak akan bikin ulah lagi “ ucap si Boim

 

“ Ok, tapi awas aja ya kalau gue liat lu mabok-mabokan lagi, apalagi mau perkosa anak orang, tau sendiri kan akibatnya “ ucap Riyan

 

“ Iya bang. “ balas kedua lelaki itu serempak

 

“ Ya udah sana pergi “ ucap Riyan

 

Kedua lelaki itu pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan ketakutan di wajah mereka, lalu lelaki yang bernama Riyan itu berjalan mendekati Naomi yang tengah duduk akibat terjatuh

 

“ Lu gak apa-apa? “ tanya Riyan menyodorkan tangannya

 

Naomi pun mengangguk dan meraih tangan lelaki itu untuk membantunya berdiri

 

“ Terima kasih ya udah nolongin aku “ ucap Naomi

 

“ Udah gak usah berterima kasih, alay banget sih “ ucap Riyan

 

“ Tapi bagaimana pun juga kamu udah nolongin aku, “ ucap Naomi

 

“ Udah, lupain aja. Ngomong-ngomong lu ngapain malem-malem kelayaban, rumah lu dimana biar gue anter lu pulang yah “tanya Riyan

 

Naomi hanya diam tidak menjawabnya

 

“ Heh! Di tanya malah diam “ ucap Riyan

 

“ Aku kabur dari rumah “ balas Naomi

 

Riyan menghela nafas mendengar kalau gadis di hadapannya itu kabur dari rumah, apalagi dia sendirian dan hari sudah malem begini

 

“ Hhhh… ya udah lu ikut gue, “ ajak Riyan

 

“ Kemana? “ tanya Naomi

 

“ Ke rumah gue. “ ucap Riyan berjalan kembali ke motornya

 

Naomi seketika membulatkan matanya dia takut jika ikut dengan lelaki itu dia akan mendapatkan perilaku yang sama dengan kedua preman tadi, Riyan sadar akan tatapan Naomi itu

 

“ Tenang aja, gue anak baik, gue gak bakal ngapa-ngapai lu, gue masih punya iman “ jelas Riyan

 

Tapi Naomi masih ragu dengan lelaki dihadapannya, apalagi baru ia kenal tadi, ia takut lelaki di depannya itu memiliki niat buruk padanya

 

“ Ikut gak? “ tanya Riyan meminta jawaban

 

Naomi berfikir sejenak, kalau dia ikut dia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya, tapi kalau tidak ikut nanti ia tidur di mana

 

“ Aduhh kebanyakan mikir sih lu, kan tadi gue udah bilang , gue gak bakal ngapa-ngapain lu, gue masih takut dosaa, gue cuma niat nolongin doang. “ jelas Riyan lagi

 

“ Tapi kalau gak mau gak apa-apa, gue gak maksa “ tambahnya kemudian memakai helmnya

 

“ Iya udah deh, aku ikut “ balas Naomi

 

Akhirnya Naomi ikut Riyan ke rumahnya, mau bagaimana lagi tidak ada pilihan lain dan itu pilihan satu-satunya,

 

“ Ya udah naik, “ ucap Riyan sambil menyalakan mesin motornya

 

Naomi langsung naik ke motor Riyan lalu mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu.

 

*******

 

10 menit kemudian mereka sampai di depan sebuah rumah yang tidak besar dan juga tidak terlalu kecil, tapi lebih tepatnya adalah sebuah kost-kost’an

 

“ Turun, “ ucap Riyan mematikan mesin motornya

 

“ Ini rumah kamu? “ tanya Naomi

 

“ Bukan, tapi ini kost’an gue “ ucap Riyan turun dari motor dan berjalan masuk ke dalam kost’an itu

 

Naomi ragu masuk ke dalam kost’an itu, karena dia belum pernah sebelumnya masuk ke tempat yang di sebut kost’an itu, apalagi milik laki-laki

 

“ Kenapa gak masuk? Gak biasa sama yang namanya kost-kost’an yah, dasar anak kota “ ucap Riyan cukup ketus

 

Akhirnya Naomi pun masuk ke dalam kost’an itu, dia tidak menyangkan akan berada di dalam sebuah kost’an dan mungkin akan tidur di tempat itu, bahkan dia belum kenal betul dengan pemiliknya

 

Saat Naomi masuk ke dalamnya, matanya terkejut dan tak percaya dengan yang di lihatnya.

 

Tempat ini memang kecil, tapi kerapiannya sangat di jaga sekali, terlihat dari rapinya tumpukan buku yang di tempatkan di lemari khusus buku, dan ruangannya yang harum serta tempatnya juga bersih

 

“ Ternyata tempat kamu bersih dan rapi ya “ ucap Naomi pelan tapi terdengar jelas di telinga Riyan

 

“ Kalau bukan kita sendiri yang ngerpihin, siapa lagi? “ jelas Riyan yang datang dari arah dapur sambil membawa kotak p3k untuk mengobati kaki Naomi yang terluka

 

“ Sini gue bersihin dulu luka di kaki lu, “ ucap Riyan

 

Naomi hanya mengangguk lalu duduk di sofa, kemudian Riyan pun membersihkan luka yang ada di kaki Naomi

 

“ Aww.. “ rintih Naomi saat lukanya di bersihkan

 

“ Sakit yah? “ tanya Riyan yang di balas anggukan oleh Naomi

 

Riyan pun akhirnya dengan perlahan-lahan membersihkan luka di kaki Naomi itu supaya tidak terasa perihnya lagi

 

“ Dah.. selesai “ ucap Riyan setelah menempelkan plester di kaki Naomi

 

“ terima kasih yaa… “ ucap Naomi terpotong

 

“ Riyan “ sambung Riyan yang bisa menebak pikiran Naomi

 

“ Ya, terima kasih ya Riyan “ ucap Naomi lagi

 

Setelah itu Riyan kembali ke belakang untuk menaruh kotak p3k di tempat semula, dan dia kembali dengan membawa piring dan sebungkus nasi goreng yang dia beli sebelum bertemu dengan Naomi

 

“ Gue tau lu laper, nih makan aja “ ucap Riyan menaruh sebungkus nasi goreng itu di meja depan Naomi

 

Naomi menatap ragu nasi goreng di depannya itu

 

“ Gak ada racunnya kok, tenang aja “ ucap Riyan kembali berjalan ke belakang

 

Mendengar itu Naomi pun langsung memakannya dengan lahap, mungkin karena dia sudah sangat lapar karena belum makan

 

Riyan kembali dengan membawa 2 gelas air minum, gelas yang satu berisi air putih sedangkan satunya gelas berisi kopi untuknya

 

“ Nih minumnya “ ucap Riyan meletakan gelas berisi air putih itu di depan Naomi

 

“ Kamu gak makan? “ tanya Naomi

 

“ Udah gak usah mikirin gue, gue gak laper, yang penting abisin tuh nasi gorengnya “ jawab Riyan

 

Tapi tiba-tia perutnya berbunyi dengan nyaring sampai membuatkan menahan malu karena Naomi pasti mendengarnya, akhirnya Riyan langsung berjalan keluar begitu saja

 

Naomi hanya bisa tertawa kecil melihatnya, lalu dia melanjutkan kegiatan makannya

 

Sedangkan kini Riyan duduk di depan rumah sambil menikmati kopi hangatnya dan memainkan handphonenya

 

“ Gila, laper banget lagi gue “ pikir Riyan

 

Sejak pagi memang ia belum makan sama sekali, bahkan ia beli nasi gore awalnya untuk menghilangkah lapar di perutnya, tapi saat melihat wajahnya yang lesu, ia tau kalau gadis itu juga lapar dan dia memilih untuk memberikan nasi gorengnya pada Naomi

 

Di sruputnya kopi hangatnya itu, mungkin hanya dengan minum kopi rasa laparnya akan sedikit hilang, tapi tetap saja rasa laparnya itu akan kembali menghampirinya

 

*******

 

Setelah Naomi selesai makan, dia memutuskan untuk keluar menemani Riyan yang sedang duduk di depan rumah

 

Setibanya di depan rumah Naomi langsung duduk di samping Riyan yang sedang asyik dengan handphonenya

 

“ Eh! Udah makannya lu? “ ucap Riyan cukup kaget melihat Naomi yang kini sudah duduk di sampingnya

 

“ Iya, terima kasih ya kamu udah baik banget sama aku. “ balas Naomi tersenyum manis

 

Riyan terdiam sejenak sambil berfikir saat melihat senyuman Naomi yang sangat mempesona

 

“ Nih cewek manusia apa bidadari, senyumnya manis Banget “ pikir Riyan terdiam saat melihat senyuman manis milik Naomi

 

Sedang asyiknya melihat senyuman Noami, tiba-tiba Naomi menjulurkan tangannya pada Riyan, sontak Riyan pun langsung tersadar dan menjadi bingung

 

“ Aku Naomi “ ucap Naomi masih menjulurkan tangannya

 

“ Oh, kirain mau minta duit “ balas Riyan membalas jabaan tangan Naomi

 

Naomi hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil melihat expresi Riyan yang sempat kebingungan

 

“ Gue Riyan “ ucap Riyan lalu melepas jabaan tangannya dari tangan Naomi

 

“ Oh iya, aku boleh tanya sesuatu gak? “ tanya Naomi

 

“ Tanya aja. “ jawab Riyan

 

“ Kok preman-preman yang mau celakain aku itu langsung kabur pas liat kamu, apa mereka takut sama kamu, apa mungkin kamu jawara di sini, terus kamu bilang anak club Z1000, maksudnya apa tuh? “ Naomi langsung menghantam Riyan dengan begitu banyak pertanyaan

 

“ Satu-satu kali nanya-nya “ ucap Riyan datar

 

“ Iya maaf, soalnya aku penasaran “ balas Naomi

 

“ Ok, gue kasih tau, gue ini bukan jawara atau jagoan di desa ini, gue cuma orang biasa yang numpang tinggal di desa ini, sebenarnya gue bukan orang sini, gue ini merantau, terus kalau preman-preman itu mungkin emang ketakutan soalnya gue pernah mukulin mereka berdua, dan masukin mereka ke penjara, tapi gue juga yang keluarin mereka dari penjara “ jelas Riyan

 

Naomi mulai bingung dengan penuturan Riyan, dia yang memasukan preman itu ke penjara, dan Riyan pula yang mengeluarkan mereka dari penjara

 

“ Loh kenapa? “ tanya Naomi

 

“ Simple sih jawabannya, karena gue gak mau punya musuh, gue maunya punya temen, makanya gue bebasin mereka dari penjara supaya mereka gak ngerasa seperti hewan yang di taruh di dalam kandang, gak enak “ jelas Riyan

 

Naomi pun mengangguk paham.

 

“ Terus anak club Z1000 maksudnya apa? “ tanya Naomi

 

“ Z1000 itu club motor gede, nah motor gue tuh namanya Kawasaki Z1000, dan semua orang tau kalau club motor Z1000 itu anggotanya baik-baik kalau kita di baikin, tapi kita bakal galak kalau kita di galakin “ jelas Riyan

qqq

“ Ohh pantesan aja aku baru pertama liat motor kaya punya kamu, gede banget “ ucap Naomi

 

“ Tapi kok anak kost kayak kamu bisa punya motor sport kayak gitu, pastikan harganya mahal banget “ tanya Naomi

 

“ Lu gak perlu tau gue dapet motor ini dari mana, yang jelas gue dapet motor ini sebagai hadiah dari seseorang “ jawab Riyan sambil manatap motor yang terparkir di depan kost’annya itu

 

Sebenarnya Naomi masih ragu dengan jawaban yang di berikan Riyan itu, mana mungkin orang lain memberikan hadiah berupa motor sport yang harganya sangat mahal itu, mungkin harganya bisa sampai 1 milyar lebih

 

Tiba-tiba handphone milik Riyan bergetar bertanda ada panggilan masuk,

 

“ Bentar yah, gue angkat telfon dulu. “ ucap Riyan berlalu dari samping Naomi

 

Riyan pun langsung mengangkat telfon itu

 

“ Hallo “ ucap Riyan

 

“ ……. “

 

“ Gue di rumah “ jawab Riyan

 

“ ……. “

 

“ Emang ada apaan sih? “ tanya Riyan

 

“ ……. “

 

“ Serius? “ ucap Riyan

 

“ ……. “

 

“ Ya udah gue sekarang ke sana, lu-lu pada lagi di mana? “ tanya Riyan

 

“ …… “

 

“ Ya udah, gue kesana, bang Irwan udah lu call kan? “ ucap Riyan

 

“ ……. “

 

“ Ya udah, gue kesana sekarang “ ucap Riyan

 

“ ……. “

 

Riyan pun menutup telfonnya dan kembali berjalan menghampiri Naomi

 

“ Gue mau pergi dulu, kalau lu ngantuk lu boleh tidur di kamar gue, “ ucap Riyan

 

Naomi kembali membulatkan matanya tak percaya, apa Riyan pikir Naomi adalah wanita murahan yang mau tidur serangjang dengan laki-laki

 

“ Tenang aja, gue gak bakal tidur sekamar sama lu “ jelas Riyan

 

“ Nanti kamu tidur dimana? “ tanya Naomi

 

“ Gue bisa tidur di sofa, tapi nanti lu kunci kamarnya dari dalam “ jawab Riyan

 

“ Emang kenapa? “ tanya Naomi heran

 

“ Bagaimana pun juga gue ini cowok normal, gue takut ada setan lewat dan hal yang gak di harapkan terjadi, jadi lebih baik lu kunci kamarnya dari dalam “ jelas Riyan

 

Setelah mendapat anggukan dari Naomi Riyan pun masuk ke dalam kost’annya untuk mengambil jaket dan kunci motornya, lalu kembali keluar

 

Tapi saat ia akan menyalakan motornya, Naomi tiba-tiba menganggilnya

 

“ Riyan “ panggil Naomi

 

Riyan pun menolah kearah Naomi

 

“ Sekali lagi terima kasih banyak yah, kamu udah baik banget sama aku “ ucap Naomi tersenyum manis ke arah Riyan

 

“ Udah gak usah, gue bosen denger lu bilang terima kasih mulu, udah lebih dari 5x loh lu bilang begitu “ balas Riyan

 

“ Soalnya kamu baik banget sih sama aku “ balas Naomi

 

“ Udaahh ah, gue pergi. “ ucap Riyan lalu menyalakan mesin motornya dan bergegas pergi meninggalkan petarangan kost’annya

 

Setelah itu Naomi masuk kedalam kost’an dan langsung masuk ke dalam kamar Riyan, kamar yang di dominasi dengan pernak pernik otomotif itu sangatlah rapi bagi seorang lelaki, bahkan mungkin kamarnya masih lebih rapi dengan kamar milik Riyan ini

 

“ Ini cowok rapi banget kamarnya, gak nyangka ada cowok kayak dia“ ucap Naomi melihat sekeliling kamar itu

 

Tak sengaja pandanganya tertuju pada sebuah bingkai foto, foto seorang gadis cantik yang di letakan di atas meja belajar dengan beberapa foto lainnya

qqqq

Tapi yang menarik perhatiannya itu Cuma satu, kenapa foto gadis itu mirip sekali denganya, tapi perbedaanya adalah pipi gadis di foto itu lebih berisi alias chubby

 

“ Ini foto siapa? “ pikir Naomi

 

“ Kenapa mukanya mirip banget sama aku? “

 

Naomi menebak-nebak siapa gadis itu sebenarnya, dan kenapa wajahnya mirip dengan wajah Naomi cuma beda di bagian pipi aja

 

Dia pun tak ambil pusing akhirnya, dan karena matanya sudah ngantuk Naomi memutuskan untuk tidur saja.

 

-oOo-

 

Keesokan harinya Naomi terbangun karena suara alarm di handphonenya berbunyi, dan itu sudah menjadi kebiasaan agar dia bangun pagi,

 

Di lihatnya jam di handphonenya yang sudah menunjukan pukul 06.15 pagi, Naomi pun duduk di pinggir ranjang, mengumpulkan kesadarannya sambil meregangkan otot-ototnya

 

Saat dia keluar dari kamar alangkah terkejutnya saat melihat pintu kost’an terbuka lebar, perasaannya berkata kalau tadi malam pintunya itu sudah dia tutup rapat, tapi kenapa sekarang terbuka

 

Dia pun berjalan keluar dan perasaan bimbangnya hilang saat melihat Riyan ada di depan kost’an yang sedang membersihkan motornya

 

“ Lu udah bangun. “ ucap Riyan sadar kalau Naomi ada di ambang pintu

 

“ Iya, kamu semalem gak tidur yah? “ balas Noami

 

“ Gak, semalem gue tidur kok, kenapa emangnya? “ tanya Riyan

 

“ Tapi kok jam segini kamu udah bangun, bukannya kalau tidurnya kemaleman pasti bangunnya juga siang “ jawab Naomi dengan wajah bingungnya

 

“ Semalem apapun gue tidur, gue pasti bangun jam 5 pagi buat sholat shubuh “ jawab Riyan santai

 

Naomi malah melihatnya dengan tatapan heran, Riyan hanya tersenyum kecil melihat ekpresi Naomi seperti itu, apalagi Naomi baru bangun tidur dengan rambut yang masih berantakan di tambah lagi ia belum mandi juga

 

“ Udah sana mandi dulu, gak enak di liatnya “ ucap Riyan lalu memanaskan mesin motornya

 

Naomi melihat tubuh dan wajahnya di jendela yang memantulkan bayanganya, benar saja yang di katakan Riyan dia benar-benar tak sedap di pandang

 

Akhirnya Naomi memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya dengan yang baru serta menyemprotkan parfum kesukaannya

 

Setelah selesai mandi Naomi kembali menghampiri Riyan yang masih berada di depan rumah, tapi kali ini Riyan sedang makan nasi uduk yang dia beli tadi pagi

 

“ Tuh sarapannya? “ ucap Riyan yang sibuk dengan makanannya

 

Naomi mengkerutkan dahinya saat melihat sebungkus nasi uduk itu, karena belum pernah sama sekali Noami makan makanan seperti ini, biasanya ia sarapan dengan roti panggang dengan selai kacang atau nasi goreng buatan bik Windi pembantu di rumahnya

 

“ Kenapa? Gak mau, sayang banget padahal ini enak banget loh. “ ucap Riyan terlihat sangat lahap memakan nasi uduknya

 

Terpaksa, mau tak mau Naomi harus memakannya, dari pada dia nanti kelaparan dan itung-itung untuk mencoba makanan baru

 

“ Gimana, enak kan? “ tanya Riyan

 

“ heemm.. “ balas Naomi memakan nasi uduknya dengan lahap

 

“ Doyan apa laper lu, lahap banget makannya “ ledek Riyan

 

“ Ya namanya juga makanan enak, ya pasti lahap lah “ balas Naomi

 

“ Baru pertama kali yah makan makanan kayak gini yah, haha.. “ ucap Riyan dengan sedikit tawa

 

Naomi hanya menganggukkan kepalanya sambil terus melahap nasi uduk yang menurutnya enak itu.

 

“ Ngomong-ngomong lu kenapa kabur dari rumah? “ tanya Riyan di tengah-tengan acara makannya

 

Mendengar itu Naomi menghentikan acara makannya dan menatap ke depan dengan tatapan yang aneh, mungkin tatapan sedih, mungkin.

 

“ Aku kabur dari rumah karena aku gak mau di jodohin sama anak teman papah aku, “ jawab Naomi

 

“ Di jodohin? “ ucap Riyan cukup kaget

 

Naomi hanya mengangguk lalu menghabiskan makannya, dan meremas bungkus bekas nasi uduk itu

 

“ Jaman sekarang masih aja di jodoh-jodohin. “ ucap Riyan tidak menyangka

 

“ Itu dia, makanya aku pergi dari rumah, dari pada aku di jodohin sama orang yang sama sekali gak aku kenal, bahkan gak aku cintai “ ucap Naomi

 

Riyan terdiam sejenak memikirkan perkataan Naomi, ada benarnya juga yang di katakan Naomi itu, mungkin kalau Riyan mengalami yang hal sama, dia juga akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Naomi, kabur dari rumah.

 

“ Terus sekarang lu mau tinggal di mana? “ tanya Riyan

 

Naomi terdiam menundukan kepalanya, ia bingung akan tinggal di mana sekarang

 

“ Di daerah sini ada suadara lu gak, atau siapa kek yang lu kenal? “ tanya Riyan lagi

 

Naomi hanya menggelengkan kepalanya saja, karena ia benar-benar tidak punya siapa pun lagi, dan tidak mengenal siapapun lagi selain Riyan, Naomi pun menatap Riyan dengan tatapan memohon

 

Riyan hanya menghela nafas berat, ia tau arti dari tatapan itu

 

“ Iya.. lu boleh tinggal di sini, tapi dengan satu syarat “ ucap Riyan

 

“ Apa syaratnya, “ tanya Naomi

 

“ Lu jangan bikin ulah yang macem-macem kalau mau tinggal di sini, terus lu harus pura-pura jadi tunangan gue? “ jelas Riyan

 

“ Tunangan!!! “ ucap Naomi terkejut

 

“ Yeeehh biasa aja kali ngomongnya, lagian Cuma boongan doang, lu mau nanti kita di fitnah karena tinggal satu atap “ ucap Riyan

 

Naomi hanya menggelengkan kepalanya saja.

 

“ Ya udah, lagian gue gak bakal ngapa-ngapain lu, gue sadar diri kali “ ucap Riyan

 

“ Iya, Tapi awas yah kalau mau macem-macem sama aku, aku plintir kepala kamu sampe putus “ ancam Naomi

 

“ Buseet, cakep-capek.. galak. “ ucap Riyan berjalan masuk ke dalam kost’an

 

“ Apa kamu bilang?!! “ ucap Naomi geram

 

Tapi Riyan tidak memperdulikannya karena dia sudah masuk ke dalam kost’annya

 

******

 

Tak lama kemudian Riyan keluar dengan penampilan yang rapi dengan tas di punggunya serta mengenakan sepatu juga, Naomi yang masih duduk di depan pun heran melihatnya

 

“ Kamu mau kemana? “ tanya Noami

 

“ Gue mau ke kampus. “ jawab Riyan

 

“ Kamu kuliah? “ tanya Naomi terjekut

 

“ Iya, ngapain lagi, “ jawab Riyan datar

 

“ Aku ikut dong, “ pinta Naomi

 

“ Lu di kost’an aja, gak usah ikut “ balas Riyan

 

“ Bosen tau di kost’an aja tuh, aku janji deh gak bakal ngerepotin kamu di sana “ ucap Naomi mengacungkan 2 jarinya membentuk huruf V

 

Riyan hanya bisa menghela nafas, apalagi Naomi mintanya dengan wajah yang sangat memohon untuk di ajak

 

“ Ya udah sana siap-siap, gue tunggu 5 menit, kalau gak keluar gue tinggal “ ucap Riyan yang akhirnya mau mengajak Naomi ke kampusnya

 

Naomi mengangguk dan langsung masuk ke dalam kost untuk mengambil jaket dan tas kecil yang selalu di bawanya, belum sampai 5 menit Naomi sudah keluar dan langsung naik ke atas motor Riyan

 

“ Ayokk. “ ucap Naomi terlihat sangat senang

 

Riyan pun menyalakan mesin motornya dan pergi meninggalkan petarangan rumah itu menuju kampus, tempatnya kuliah

 

Tak butuh banyak waktu mereka berdua sampai di depan sebuah kampus ternama di kota Jakarta, dan sesampainya di sana Riyan langsung memarkirkan motornya di parkitan kampus

 

“ Mendingan lu tunggu gue di taman kampus, tuh ada di sana tamannya. “ ucap Riyan menunjukan arah dimana temannya berada

 

“ Kalau lu laper kantinnya ada di deket taman itu, tinggal jalan ke arah barat aja terus udah keliatan kantinnya “ jelas Riyan

 

Naomi hanya menganggukan kepalanya bertanda sudah mengerti, lalu Riyan pamit menuju kelasnya untuk mengikuti mata kuliahnya hari ini

 

“ Ya udah, gue ke kelas dulu, bentar lagi masuk nih “ ucap Riyan

 

Riyan pun mulai berjalan pergi, tapi baru beberapa langkah ia membalikkan badannya dan melihat ke arah Naomi

 

“ Jangan jauh-jauh dari area kampus, lu tungguin gue aja, Cuma 2  jam kok mata kuliah gue hari ini “ ucap Riyan sambil melanjutkan langkahnya

 

Setelah Riyan berlalu, Naomi memutuskan untuk pergi ke kantin dulu lalu menunggu Riyan di taman kampus.

 

-oOo-

 

Sementara di tempat lain terlihat seorang Wanita paruh baya masih panik dan khawatir kalau anak gadisnya belum di temukan

 

“ Gimana pah, apa udah ada kabar tentang Naomi? “ tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah mamahnya Naomi

 

“ Belum ada mah. “ jawab lelaki paruh baya yang sebenarnya juga adalah papahnya Naomi

 

Kedua orang tua Naomi masih mencari keberadaan Naomi semenjak dia pergi dari rumah, dan hari ini papahnya Naomi serta beberapa pengawalnya akan kembali mencari Naomi yang di bantu oleh beberapa anggota kepolisian

 

Terlihat jelas raut wajah khawatir di wajah wanita itu, sudah semalam anaknya tidak pulang kerumah,

 

Yang ada di pikirannya adalah anaknya itu semalam tidur di mana dan apa anaknya itu sudah makan apa belum, hanya pertanya itu yang menghantui pikirannya

 

“ Mamah yang sabar yah, papah janji bakal cari Naomi sampai ketemu “ ucap lelaki di sampingnya itu mencoba menenangkannya

 

“ Tapi pah, mamah khawatir banget sama Noami, mamah takut terjadi sesuatu yang buruk pada anak kita pah. “ ucap wanita itu

 

“ Mamah gak boleh berpikir seperti itu, Naomi pasti baik-baik aja. “ ucap lelaki di sampingnya itu

 

Mamahnya Noami hanya bisa sabar menunggu kabar baik tentang anak semata wayangnya itu, dan berharap ia dalam keadaan baik-baik aja

 

-oOo-

 

Rasa bosan sudah menghampiri Naomi, bagaimana tidak ia sudah menunggu Riyan selama 2 jam, tapi sampai saat ini sosok lelaki yang di tunggunya itu belum terlihat juga

 

“ Lama banget sih Riyan keluarnya, gak tau apa aku bosen banget nungguin dia “ gerutu Naomi kesal

 

Yang dia lakukan untuk menghilangkan rasa bosannya adalah hanya memainkan handphonenya, tapi saat ia sedang sibuk dengan handphonenya, tiba-tiba ada sesuatu yang dingin menempel pada pipinya

 

Dan benda dingin itu adalah sebuah minuman kaleng yang sengaja di tempelkan seseorang di pipinya,

 

Naomi sempat terkejut saat merasakan benda yang dingin itu di pipinya dan wajahnya mulai kesal saat melihat seseorang yang dia kenal yang melakukan hal itu

 

“ Kamu apaan sih, dingin tau “ ucap Naomi kesal

 

“ Yaahh.. gitu aja marah “ ucap orang itu

 

“ Gimana gak kesel, kamu keluarnya lama banget, ini udah lebih dari 2 jam loh “ ucap Naomi

 

“ Ya elah, Cuma lebih 10 menit doang “ ucap orang itu

 

“ Ya gimana pun juga orang nunggu itu cape tau. “ ucap Naomi cemberut

 

“ Ciiee.. nungguin ni ya “ goda orang itu

 

Naomi hanya diam sambil memasang wajah cemberutnya, dia kesal karena orang yang di tunggunya malah meledeknya,

 

“ Udah gak usah marah, nih buat lu “ ucap orang itu yang ternyata adalah Riyan

 

Riyan memberikan mimuman berkaleng itu pada Naomi, tapi ia sempat menempelkan kembali minuman itu ke pipi Naomi dan membuat Noami kembali kesal

 

“ Ihh.. ngapain sih pake nempelin ke pipi aku, dingin tau “ ucap Naomi kesal sambil merebut minuman itu

 

“ Lagian pipi lu menggoda kayak bakpao. “ ucap Riyan merasa gemas

 

“ Emang aku tembem apa? “ ucap Naomi sambil memegangi pipinya

 

“ Emang iya. “ jawab Riyan singkat

 

“ Ihhss.. nyebelin banget, tapi aku kan gak gendut “ ucap Naomi

 

“ Siapa yang bilang kamu gendut, kamu mau di bilang gendut gitu? “ ucap Riyan

 

“ Ya gak lah, aku kan gak gendut “ ucap Naomi cemberut

 

“ Ya udah, dari pada liatin lu cemberut mendingan kita makan, gue udah mulai lapar nihh “ ucap Riyan

 

“ Iya, aku juga udah laper, ayokk.. “ balas Naomi

 

“ Ya udah, ayok.. kita makan di tempat yang pasti belum pernah lu datengi “ ucap Riyan bangun dari duduknya dan di susul oleh Naomi

 

Mereka berdua pun berjalan pergi meninggalkan taman kampus itu dan menuju ke sebuah tempat untuk mengisi perut mereka

 

“ Lu tunggu di depan aja, gue mau ambil motor dulu “ ucap Riyan

 

Riyan pun berjalan menuju parkiran setelah Naomi sudah berjalan ke depan kampus, setelah Riyan dari parkiran ia langsung menemui Naomi dan langsung pergi meninggalkan kampus

 

15 menit kemudia mereka sampai di sebuah tempat yang membuat Naomi membulatkan matanya dengan sempurna

 

“ Kita makan di sini? “ tanya Noami

 

“ Iya.. “ jawab Riyan santai

 

“ Di pinggir jalan kayak gini? “ tanya Noami lagi yang tak percaya

 

“ Iya, emang kenapa? Kamu gak mau ” balas Riyan

 

Ya, Riyan membawa Naomi untuk makan di tempat biasa ia makan, dimana lagi kalau bukan di penjual soto langganannya

 

“ Kenapa? Gak mau makan di sini? “ tanya Riyan

 

“ Bukan begitu, tapi.. “ jawab Naomi ragu dengan tempat makan itu

 

“ Udah gak usah khawatir, kebersihannya di jaga kok, higenis makanannya juga, enak lagi, di jamin lu pasti suka “ ucap Riyan meyakinkan Naomi

 

Tapi Noami masih ragu walau pun Riyan sudah meyakinkannya karena bagaimana pun juga Naomi belum pernah makan di tempat seperti ini, apalagi tempatnya di pinggir jalan

 

“ Udahh jangan kebanyakan mikir, ayok masuk “ ucap Riyan langsung menarik tangan Noami ke tempat penjual soto itu

 

Akhinya dengan terpaksa Naomi pun menuruti Riyan untuk makan soto di tempat itu.

 

“ Bang sotonya 2 “ pesan Riyan pada bang Sony si penjual soto

 

“ Eh lu Yan, tumben pesen 2 “ ucap bang Sony

 

“ Iya Bang, gue makan sama temen gue nih “ ucap Riyan langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan

 

Bang sony pun menoleh ke belakang dan melihat Riyan duduk dengan seorang gadis cantik

 

“ Temen apa pacar niihh “ ledek bang Sony

 

“ Temen kok bang, “ jelas Riyan

 

“ Ya elah elu yan, gak usah boong sama gue, kayak sama siapa aja “ ucap bang Sony tak percaya

 

“ Nanya mulu lu bang, udahh cepetan bikinin sotonya, gue udah laper niih “ ucap Riyan

 

“ Iyaaa.. tunggu bentar. “ ucap bang Sony langsung membuatkan 2 mangkok soto

 

Setelah hampir 5 menit, akhirnya pesanan soto mereka pun datang, Riyan pun langsung melahapnya, sedangkan Naomi hanya melihatnya dengan tatapan ragu

 

“  Coba aja dulu, kalau lu gak suka lu boleh cubitin gue sepuasnya “ ucap Riyan

 

Dengan ragu-ragu akhirnya Naomi pun memasukan satu sendok soto ke dalam mulutnya, seketika ekpresi wajahnya berubah

 

“ Enak. “ ucap Noami sambil mengunyah sotonya

 

“ Gue bilang apa, enak kan. “ ucap Riyan

 

Naomi hanya membalas dengan anggukan kepala saja dan terus melahap soto yang di depannya

 

“ Berhubung lu suka sama soto ini, jadi lu yang bayarin makanan kita “ ucap Riyan dengan santainya

 

Mendengar itu Naomi langsung menatapnya Riyan yang sedang asyik menikmati soto pesanannya

qqqqq

“ Yaelah biasa aja kali liatnya, lagian gue cuma bercanda doang “ ucap Riyan yang sadar kalau Naomi menatapnya

 

“ Kirain beneran. “ ucap Naomi datar

 

“ Ya gak lah, mana mau gue di bayarin cewek, kayak gak punya duit aja, tapi lu bayar sendiri aja yah, soalnya gue bawa duitnya pas-pasan, terus gue juga harus ngisi bensin motor gue. “ ucap Riyan

 

“ Ya udah gak apa-apa, aku bawa uang kok “ ucap Naomi

 

Sedang asyik-asyiknya makan soto, tiba-tiba Riyan melihat seorang lelaki yang dia kenal dekat sedang memesan soto juga disini

 

“ Bang Irwan.. “ panggil Riyan

 

Lelaki itu pun menoleh saat namanya di panggil, lalu ia berjalan menghampiri Riyan saat melihat Riyan lah yang menganggilnya

 

“ Lu Yann, kirain siapa yang manggil? “ ucap bang Irwan

 

“ Iya bang, “ balas Riyan

 

Bang Irwan pun duduk di hadapan mereka sambil menunggu pesanannya datang

 

“ Dia siapa, pacar lu? “ tanya Bang Irwan melihat Naomi

 

“ Bukan bang, ini temen gue namanya Naomi “ jawab Riyan menunjuk kearah Naomi

 

Naomi hanya tersenyum sambil melihat bang Irwan yang duduk di depannya

 

“ Hayy.. gue Irwan “ balas bang Irwan menjulurkan tangannya

 

Naomi pun membalas jabaan tangan bang irwan sambil terus tersenyum

 

“ Bang Irwan ini ketua club Z1000 yang gue ikuti “ jelas Riyan

 

“ Ohh.. “ balas Naomi mengangguk paham

 

Tak mereka sadari kalau bang Irwan memerhatikan mereka berdua, seperti sedang memikirkan sesuatu

 

“ Kenapa kalian gak pacaran aja, cocok loh kalian itu“ ucap bang Irwan tiba-tiba

 

“ Lu apaan sih bang, mana mungkin gue pacaran sama Naomi “ ucap Riyan tertawa malu

 

Sedangkan Naomi hanya terdiam menahan senyum yang malu-malunya saat mendengar itu

 

“ Loh kenapa? “ tanya bang Irwan

 

“ Kenapa jadi bahas itu sih, lagian gue belum siap pacaran, “ jelas Riyan

 

Bang Irwan menganggukan kepalanya saja, dia tau betul bagaimana sikap Riyan, karena mereka berdua sudah berteman lama

 

“ Ouh ya bang, gue mau tanya soal rencana tourimg kita ke lombok, jadi kan? “ balas Riyan

 

“ Jadi dong, kita tinggal nunggu lu dan yang lain libur kuliah, lu tau perjalanan kita gak sehari atau dua hari kan “ jelas bang Irwan

 

“ Kalau gitu minggu depan aja, gue udah mulai libur minggu depan tuh, yang lain juga pasti libur soalnya habis ujian “ ucap Riyan

 

“ Ya udah, nanti gue calling yang lain buat berangkat minggu depan “ ucap bang Irwan

 

“ Siaap “ balas riyan

 

“ Ya udah, gue duluan yah, tuuh pesanan soto gue udah jadi “ ucap bang Irwan berjalan pergi

 

“ Ya, hati-hati bang “ ucap Riyan

 

Bang Irwan pun langsung pergi meninggalkan tempat itu setelah membayar pesanan sotonya

 

“ Kalian mau pergi ke Lombok? “ tanya Naomi

 

“ Iya, kemarin malam tuh kita bahas rencana itu, dan semua anggota club setuju “ jawab Riyan

 

“ Emang anggotanya ada berapa? “ tanya Naomi

 

“ Ada 19 orang “ jawab Riyan

 

“ Ohh.. “ Naomi hanya ber’oh ria sambil menganggukan kepalanya

 

Akhirna setelah mereka selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk pulang, karena hari juga sudah menjelang sore

 

“ Pulang yuk “ ajak Naomi

 

“ Bentar gue bayar dulu, mana duit lu sini, sekalian gue yang bayarin “ ucap Riyan

 

Naomi pun memberikan uang 20 ribu dan Riyan langsung membayar sotonya dengan uang masing-masing

 

Setelah membayar, mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu, tapi sebelumnya Riyan mampir dulu ke pom bensin untuk mengisi bensin motornya, setelah itu barulah mereka langsung pulang

 

Tapi di tengan perjalanan tiba-tiba ada sebuah mobil yang dengan sengaja menghalangi jalan mereka, dan Naomi pun sangat terjekut melihat seorang lelaki di dalam mobil itu

 

“ Papah “ ucapnya lirih

 

To Be Continu

 

 

 

 

Hay hay haay… akhirnya jadi di update juga nih.

 

Sebenarnya sih ini tuh ff oneshoot, tapi karena ceritanya terlalu panjang jadi ane bagi, mungkin beberapa bagian

 

Jadi tunggu aja bagian selanjutnya yaa.. Semoga yang baca pada suka,

 

Thank’s buat bang Ical yang udah ngepost ff ane ini.

 

Ouh iya ane mau kasih info mengenai ff Cinta dan sepak bola nih.. sorry ya yang udah nungguin updateannya, ane ngedrop lagi nih gara masalah di dunia nyata

 

Tapi ane usahain buat lanjutin ceritanya, sayang banget kalau off di tengah jalan, cuma beberapa part lagi doangk, mungkin gak sampe 6 part lagi

 

jadi jangan lupa tunggu terus kelanjutan ff karya otak gue ya, jalan pula juga saran dan kritiknya, itu buat motivasi ane biar semangat nulisnya

 

By : @gue_nawan123

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Bikers, I Love You

  1. 1. Terlalu banyak foto yg nggak penting ini kan bukan buku bergambar

    2. Dialog tag nya ngebosenin coba tambah variasi dialog tag nya

    3. Terlalu banyak spasi

    4. Apa maksud nya “……..” ? Selain aneh ngerusak feel cerita nya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s