Wrestling & Love part 64

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

“Deeek..” teriak Kelvin dari ruang tamu

“Iyaa kaak” Yupi bergegas keluar dari kamarnya

“Kamu tuh lama bangeet deh..
nanti kakak telat kerja nih” gerutu Kelvin

“Iya-iya maaf deh kak” Yupi menunduk

“Yaudah buruan deh, nanti juga kamu telat kuliah lagi” Kelvin menarik tangan Yupi

“Eh.. pamit ke mama dulu dong kak” Yupi mengingatkan

“Ah iya” Kelvin menepuk jidatnya sendiri

“Maaa, kita pergi dulu yaa”
teriak Kelvin

“Iyaa Vin, hati-hati, jagain adek kamu” pesan Mama mereka yang baru saja muncul dari arah dapur

“Maa, Yupi pergi dulu” pamit Yupi

“Iya sayang” jawab Mamanya tersenyum

Mereka keluar dari rumah, dan menuju ke mobil sedan warna hitam..

*skip

“Makasih kak, semangat kakak kerjanya” Yupi turun dari mobil kakaknya, ia kini telah sampai di kampusnya

“Iya dek.. kamu juga kuliah yang bener” Kelvin mengelus kepala adiknya

“Siap” Yupi memberi hormat

“Yaudah.. kakak pergi dulu ya” Kelvin masuk kembali ke mobilnya

Yupi membalas dengan anggukan sebelum dirinya melambaikan tangan kearah mobil kakaknya yang perlahan-lahan mulai menjauh

~

Di tengah perjalanan menuju kantor, ada pesan masuk dari Andela

“Paagii ^^
semangat ya hari ini..
khususnya buat kerjaan kamu
jangan terlalu dipaksain”

Kelvin sedikit tersenyum setelah menerima pesan dari Andela tersebut, menurutnya, ia merupakan laki-laki yang beruntung karena bisa mendapatkan kekasih yang perhatian seperti Andela

“Pagii juga kebahagiaanku ^^
iyaa.. aku ga paksain kok.. makasih ya udah perhatian banget ke aku” isi pesan balasan dari Kelvin, walaupun tengah mengendarai mobilnya, ia menyempatkan diri untuk membalas chat dari Andela

Setelah menempuh 20 menit perjalanan, akhirnya Kelvin sampai di kantornya..
Beruntung pada hari itu, jalanan tidak begitu macet.. jadi ia dapat sampai tepat waktu

“Pagi Pak” berbagai sapaan yang diterima Kelvin sepanjang ia berjalan masuk ke dalam kantornya

Kelvin menanggapi dengan menyapa balik diiringi senyuman.
Dia sangat senang karena di sini, banyak orang yang menghargainya..

Kelvin sampai di ruangannya yang lumayan nyaman, ada AC di atas pojok kanan, dengan meja yang cukup luas beserta komputer LCD..

Kelvin melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas kemarin, matanya sibuk menatap monitor dan tangannya sibuk mengetik dengan keyboard

*skip

Sekitar tengah hari, lebih tepat pada jeda waktu makan siang..
Kelvin tengah memakan bekal dari orangtuanya, Ya, memang dirinya jarang ke kantin, karena menurutnya masakan orangtuanya jauh lebih enak sekaligus untuk mengirit uang jajan

Di tengah Kelvin memakan bekalnya, ada seseorang mengetuk pintu ruangannya

“Tok tok tok”

“Silakan masuk”

“Maaf Pak, mengganggu makan siang anda” ucap seorang laki-laki yang merupakan bawahan Kelvin

“Mmh.., iya ga apa-apa, ada perlu apa ?” tanya Kelvin sopan

“Kata Pak Direktur, nanti akan ada sekretaris yang akan ngebantu kerjaan Bapak”

“Sekretaris?” Kelvin mengerutkan keningnya

Laki-laki itu balas dengan anggukan

“Orangnya sudah ada di depan, nanti setelah jam istirahat, akan saya perkenalkan ke anda” lanjut bawahan Kelvin menjelaskan..

Kelvin nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk

“Baiklah, sekarang saya mau menyelesaikan makan terlebih dahulu”

Selepas kepergian bawahannya, Kelvin melanjutkan makannya

~

“Mamaa” teriak Andela memanggil Mamanya

“Iya, ada apa sayang ?”

“Hehe, Ndel mau belajar masak lagi dong Maa” pinta Andela

“Hihi dasar kamu tuh..
iya, nanti ya, mama ajarin lagi” Mamanya mengelus kepala anaknya

“Emang kamu mau masak apa?” sambung Mamanya bertanya

“Emmh… apa yaah??” Andela nampak berpikir sejenak, jari telunjuknya diletakkan di dagunya

“Terserah mama aja deh” jawab Andela akhirnya

“Huu dasar kamu ini” Mamanya mengacak-acak rambut anaknya

“Iih mamahh..” gerutu Andela sambil mengerucutkan bibirnya

“Ahaha.. bercanda sayang” ucap Mama Andela
“Oiya, kabar Kelvin gimana ?” tanya Mama Andela

“Kelvin ?”

“Iya, Kelvin pacar kamu sayang”

“Baik Maah.. bersyukur banget sekarang dia udah bisa kerja dan semoga aja bisa sukses seperti yang dia impiin” ucap Andela

“Amin” ucap Mamanya meng-Amin-ni

“Berarti bagus deh, Mama jadi ga ragu lagi buat ngelepas kamu” ujar Mamanya

“Eh ? maksud mama ?” Andela bingung

“Hihi.. maksud mama ya Kelvin emang cocok jadi suami kamu” goda Mamanya
“Iiih Mamaaa” Andela tanpa sadar wajahnya memerah

“Iih emang bener kan ? emang kamu gamau Kelvin yang jadi suami kamu kelak ?”

“Eh bukan gitu..”

“Ahaha.. aduuh anak mama kasian, salah tingkah gitu”

Andela mengerucutkan bibirnya..

“Udah ah, yuk ke dapur, belajar masak” ajak Mama Andela kepada anaknya

Andela mengangguk setuju

* Di lain tempat

Pada siang hari, Yupi tengah berkumpul bersama
temannya di kantin kampus, sekitar 5 orang dengan dirinya..

Tiba-tiba di tengah asiknya mereka makan dan mengobrol, ada seseorang yang memanggil nama Yupi

“Yup..” panggil seorang cowok dari kejauhan

“Eeh.. i..iya” Yupi menengok kearah sumber suara

“Haai, boleh aku gabung ?” tanya cowok itu

“Mmh.. I..iya silakan” balas Yupi gugup

Teman teman Yupi nampak bingung, seolah bertanya siapakah cowok ini

“Eeh.. Yup, cowok ini siapa?” bisik teman Yupi yang bernama Okta
“Ehh ? i..ini t..temen aku, dia dari Fakultas Sains Teknologi” jawab Yupi dengan bisikan juga..

“Temen apa temen ?” goda Okta..

“Iiih Okta apaan deh?” Yupi salah tingkah, beruntung cowok yang di depannya sedang tidak melihat kearah Yupi

Kemudian, suasana hening sejenak, sebelum akhirnya si cowok itu mengeluarkan suara

“Heei semua.. kalian belom kenal aku ya ?” tanya cowok itu

Teman-teman Yupi memandang satu sama lain sebelum akhirnya menggeleng

“Perkenalkan, aku Luthfi Wahyudi dari Fakultas Sains Teknologi, aku mmh..
ya bisa dibilang temennya Yupi” jelas cowok yang bernama Luthfi itu

Teman-teman Yupi hanya mengangguk-angguk sebelum akhirnya mereka gantian memperkenalkan diri masing-masing ke cowok yang bernama Luthfi itu

“Okta”

“Nina”

“Sisil”

“Uty”

“Salam kenal semua, senang bertemu kalian” jawab Luthfi sambil melontarkan senyuman yang manis

Kelima wanita di depannya cukup terpana akan senyumannya dan juga rupanya yang menawan

“Oiya, kamu mau apa kesini?” tanya Yupi to the point

“Mmh.. cuma pengen nanya” jawab Luthfi tertahan

“Nanya apa?” potong Yupi cepat

“Besok malem, kamu ada acara ga?” tanya Luthfi, matanya memandang mata bulat Yupi

“Mmh.. ga ada tuh, emang kenapa?” jawab Yupi kemudian bertanya

“A.. aaku mau ajak kamu dinner, kamu mau ga ?” tanya Luthfi

“Duuuh aku harus mau apa engga yaa” batin Yupi dalam hati

Keempat teman Yupi yang lain hanya diam dan memilih menyibukkan diri
dengan meminum minuman yang tersisa di gelas mereka masing-masing

“Heei.. kok ngelamun ? jadi gimana ?” tanya Luthfi membuyarkan lamunan Yupi

“Ehh ?!?!  i..iya maaf..”

“Oke, aku mau” sambung Yupi lagi

“Serius Yup ?” tanya Luthfi lagi seakan tidak percaya akan apa yang baru didengarnya

Yupi membalas dengan anggukan dan senyuman yang manis

“Yeay makasih, oiya besok malam aku tunggu di restoran yang biasa jam 7, oke ?”

“Iya” jawab Yupi singkat

Luthfi pergi meninggalkan kantin karena tujuannya sudah tercapai yaitu mengajak Yupi dinner..

“Eciee.. Yupi mau dinner” ledek keempat teman-temannya ketika Luthfi sudah pergi menjauh

“Iiih kaliaan apaan deh, berisikk” gerutu Yupi, mukanya sudah merah merona pada saat itu

“Pasti sekalian mau nembak tuh” celetuk Okta

“Iya, aku pikir juga gitu” Uty sepemikiran dengan Okta

“Udah deh jangan bahas itu laagi” Yupi terlihat kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya

“Ahahaha iya-iya, yang penting kalo
udah jadian, jangan lupain kita-kita” ucap Nina

“Iya tuh bener, PJ jangan lupa” lanjut Sisil..

“Iih apaan dah PJ PJ, belum tentu kan Luthfi nembak juga” Yupi menggembungkan pipinya

“Udaah ah.. ayo buruan, kan masih ada kelas” Yupi mengalihkan pembicaraan

Kelima orang sahabat itu pergi meninggalkan kantin dan kembali ke dalam kelas untuk melanjutkan mata kuliah mereka

~

Tok Tok Tok

Ruang kerja Kelvin diketuk
“Silakan masuk”

Kelvin sekarang sudah fokus dengan komputernya, waktu istirahat sudah selesai dari setengah jam yang lalu..

“Maaf Pak”

“Iya ?”

“Ini, ada sekretaris baru yang akan membantu Bapak” ucap laki-laki yang tadi yang merupakan bawahan Kelvin

“Mmh.. ya baik, persilahkan dia masuk” balas Kelvin

Lalu, tak lama kemudian, seorang wanita masuk ke dalam ruang kerja Kelvin..

Setelah wanita itu duduk dan berhadapan dengan Kelvin

“Eh… k..kammu ??”

“Eh.. kamu Kelvin kaan ?” tanya wanita itu

“Iya, aku Kelvin.. kamu yang waktu itu kan ?” tanya Kelvin mencoba memastikan

Wanita itu balas dengan anggukan

“Mhh.. siapa ya nama kamu waktu itu..” Kelvin terlihat berpikir keras..

“Yona, Viviyona Apriani” wanita itu memperkenalkan diri sambil menawarkan tangannya

Kelvin membalas uluran tangan Yona

“Lembut” pikir Kelvin dalam hati, Kelvin sedikit terpana dengan wanita berambut sebahu itu

“Duhh inget Vin, lu udah ada Andela..” batin Kelvin

“Maaf ?” ucap Yona, Kelvin sampai lupa menyudahi salamannya

“Eh iya maaf”

“Ah iya Yona.. duh kok bisa lupa sih” gerutu Kelvin pada dirinya sendiri

“Hihi.. eh iya, maaf Pak saya tadi gak sopan, manggil Bapak dengan nama” Yona menunduk, suasana berubah menjadi formal

“Eh.. gausah formal gitu dong, gaenak jadinya, biasa aja.. panggil aku Kelvin aja” ucap Kelvin menjelaskan

“T..t..tapi” Yona berusaha menolak, karena Kelvin bisa dibilang merupakan atasannya, jadi alangkah lebih baik memanggil dengan sebutan Bapak
daripada memanggil nama

“Udah ga ada tapi-tapian” Kelvin memaksa

“Iya deh Pak, eh salah..
maksudnya Vin” Yona tersenyum

“Jadi gimana ? saya diterima disini?” tanya Yona

“Yap, pasti…
kamu bisa langsung bekerja kapanpun kamu mau” jawab Kelvin

“Terimakasih banyak Pak” ucap Yona dengan wajah yang berseri seri

“Eitt lupa lagi..”

“Eh.. terimakasih banyak Vin” ucap Yona mengulangi

Setelah kejadian itu, Yona resmi
menjadi sekretaris Kelvin, mungkin bisa dibilang bukan sekretaris juga.. lebih tepat sebagai rekan kerja namun Kelvin lebih tinggi jabatannya, Yona sesekali membantu Kelvin dalam mengumpulkan berkas-bekas dokumen perusahaan dan lain sebagainya…

Semenjak Yona menjadi rekan kerja Kelvin, bisa dibilang Kelvin menjadi lebih semangat dalam bekerja….
Ya, Kelvin selama ini jenuh karena di sekitar kantornya, kebanyakan cowok yang bekerja, dan sekarang ada Yona..
lumayan menjadi penyegar (?) *lu kata minuman :v

*skip, Keesokan harinya

“Udah dulu kali Yon kerjanya..
waktunya istirahat nih” ucap Kelvin mengingatkan, Yona masih sibuk saja dengan komputer di depannya

“Hehe gapapa Vin, nanggung..
kamu makan aja duluan” ucap Yona tersenyum

“Gabisa, aku gaenak sama kamu..
ayolah berhenti dulu..
kita ke kantin yaa” Kelvin membujuk Yona untuk beristirahat sejenak

“Iish bandel amat sih” Kelvin menarik tangan Yona

“E..ehh.. tunggu dulu Vin, belum di save”

“Eh ? maaf hehe” Kelvin melepas pegangannya dari tangan Yona

“Huu kamu tuh.. dasar” gerutu Yona sambil mengerucutkan bibirnya

Beberapa saat kemudian
“Udah, ayo” sekarang gantian Yona yang menarik tangan Kelvin

Mereka bergegas menuju kantin kantor di lantai bawah

Kelvin merasa nyaman di dekat Yona, entahlah.. padahal dia sudah mempunyai Andela

Sesampainya mereka di kantin

“Viinn” ada seseorang cowok yang tidak asing lagi bagi Kelvin memanggilnya

“Hooi Mike” itu adalah Michael, Kelvin mengangkat tangannya dan berjalan menuju tempat Michael duduk

“Ayo Yon, duduk disana” ajak Kelvin.

Yona mengangguk setuju dan berjalan membuntuti Kelvin

Kelvin dan Michael bersalaman sebelum kemudian, Michael berbisik

“Itu cewek siapa ? waah lu selingkuh dari Andela yaa”

“Ssst.. apaan dah, kaga kali..
itu cewek masa lu ga inget”

“Emang siapa?” tanya Michael

“Itu loh, yang ketemu kita waktu itu di Singapura”

“Ooh cewek yang itu, iya-iya gw inget”

Kelvin dan Yona memposisikan duduk.

“Oiya, Yon, ini temen aku, Michael, Michael ini temen gw, Yona” Kelvin memperkenalkan Yona kepada sahabatnya begitu juga sebaliknya
“Yona”

“Michael”

Mereka berbincang-bincang sejenak sebelum memutuskan untuk memesan makanan

*skip

“Ah kenyangnya” Kelvin mengelus-elus perutnya

Yona dan Michael juga baru saja selesai menghabiskan makanan mereka..

“Kalian masih suka WWE ?” tanya Yona membuka pembicaraan setelah mereka selesai makan

“Udah jarang nonton” jawab Michael

“Kalo aku masih” jawab Kelvin

“Kamu sendiri gimana Yon?” Kelvin bertanya balik

“Mmh.. udah agak jarang, paling aku cuma liat hasil-hasilnya, udah jarang nonton matchnya lagi” ucap Yona

Kelvin hanya mengangguk-anggukan kepalanya

Mereka masih punya cukup banyak waktu hingga jam kerja kembali..

Arah pembicaraan mereka lama-lama menjurus ke kehidupan pribadi, entah siapa yang memulai lebih dulu

“Yon” panggil Kelvin

“Iya ?” Yona tengah minum sisa jus jeruk di depannya

“Kamu udah punya pacar ?” tanya Kelvi
n

“Uhuk uhuk..” Yona yang mendengar itu langsung tersedak dan batuk-batuk

“Eh.. pelan-pelan dong minumnya” Kelvin terlihat sedikit khawatir

Setelah dirasa agak tenang, dan batuk-batuknya berhenti, Yona membuka suara

“K.. kamu tadi nanya apa ? maaf aku ga denger” tanya Yona

“Aku tanya tadi.. kamu udah punya pacar apa belum ?”

“Mmh.. kalo itu..
aku belum punya pacar” jawab Yona

“Kenapa ? umur kamu segini apalagi bagi cewek udah masa yang pas untuk mencari pasangan hidup” ujar Kelvin

“Mmh.. entahlah, aku belum nemu yang cocok aja, lebih fokus sama kerjaan aku dulu” jawab Yona

“Kalian sendiri udah ada kan ?” Yona balik bertanya

Michael mengangguk

Kelvin juga ikut mengangguk

“Baguslah, pesen aku, jangan maenin peraasaan cewek kalian, karena di umur-umur segini pasti susah lagi nyari pacar yang baru” ucap Yona

Nampaknya Yona menjadi baper, ini semua gara-gara Kelvin (?)

“Makasih ya Yon pesannya, pasti kok..” jawab Kelvin

Yona kemudian meminta ijin untuk
naik ke ruang kantor terlebih dahulu

“Eh, aku duluan ya..
kalian lanjut aja ngobrolnya” Yona lalu pergi dari kantin

Selepas kepergian Yona

“Tuh kan, jadi baper si Yona gara-gara lu” ucap Michael menyalahkan

“Iya-iya maaf gw salah” ucap Kelvin

“Ngapain sih lu pake nanya-nanya punya pacar apa engga?”

“Ya cuma nanya doang lah..
gw ga tau ujungnya jadi kaya gini” Kelvin menyesali perbuatannya

Tak lama kemudian, istirahat berakhir…
Kelvin balik ke ruangannya yang dimana ada Yona disana

Suasana menjadi canggung, Kelvin mengurungkan niatnya untuk mengajak ngobrol seorang Yona yanf tengah sibuk mengerjakan tugas kantor lewat komputernya

Satu jam mereka diam-diaman

Akhirnya, Kelvin memberanikan diri untuk membuka pembicaraan

“Yon”

“Iya, ada apa Vin ?” tanya Yona sambil membalikkan badannya

“Maafin aku soal tadi”

“Maksud kamu ?” Yona tampak bingung

“Ya, soal tadi.. maaf, aku ga berhak nanya-nanya tentang kehidupan kamu”

“Ooh itu, ga masalah kok..
kamu ga perlu minta maaf” jawab Yona

Kelvin mengangguk dan ada sedikit perasaan lega karena Yona tidak marah kepadanya

*skip

Jam pulang kantor telah tiba..

“Yon, kamu pulang naik apa ? mau bareng ?” Kelvin menawarkan

“Mmh.. ga deh gausah takut ngerepotin kamu, aku naik angkot aja” balas Yona sungkan

“Udaaah.. gausah sungkan gitu..
ayok pulang” Kelvin secara sepihak menarik tangan Yona
“E.. eh.. i..iya” Yona hanya pasrah dan mengikuti kemauan Kelvin

Mereka berjalan menuju parkiran..
Dan tak lama kemudian menaiki mobil sedan milik Kelvin

“Oiya, rumah kamu dimana ?” tanya Kelvin

“Jalan Teratai, No 48”

“Waah kebetulan, ga begitu jauh dari rumah aku”

“Iyakah ?” tanya Yona

“Iyaa.. cuma beda beberapa blok” ucap Kelvin

Kelvin menjalankan mobilnya dan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang..
Selama perjalanan, tidak begitu banyak pembicaraan dari mereka berdua.. Yona lebih banyak menyenderkan kepalanya ke jok mobil sambil mendengarkan lagu yang diputar oleh Kelvin..

*skip

“Makasih ya udah nganterin aku” Yona turun dari mobil Kelvin

“Iya sama-sama Yon” balas Kelvin diiringi senyuman

“Mau mampir ?” tawar Yona..

“Ga deh, kapan-kapan aja, salam aja ke Mama Papa kamu” ucap Kelvin

“Oke, nanti aku sampein”

“Aku pulang dulu ya” Kelvin mulai menjalankan mobilnya

“Iya, hati-hati” Yona melambaikan tangan kearah mobil Kelvin yang perlahan mulai menjauh

*skip

Kelvin telah sampai di rumahnya

“Maa, aku pulang” ucap Kelvin

“Eh kamu Vin.. Mama masakin air hangat ya buat kamu mandi?” tanya Mamanya

“Iya Maa..” jawab Kelvin yang kemudian menuju kamarnya

“Adek mana Maa ?” teriak Kelvin, karena Mamanya sudah berada di dapur

“Ada di kamarnya” balas Mamanya dengan sedikit teriakan juga

Kelvin menuju ke kamar adiknya, tak dipungkiri meski hanya berpisah sejak pagi, Kelvin sangat rindu terhadap adik kecilnya itu

“Adeeek kakak pulang” ucap Kelvin sambil membuka pintu kamarnya

“Eh ? kakak pulang”

Kelvin melihat penampilan adiknya yang aneh hari itu, dilihatnya dengan teliti dari ujung kaki sampai ujung kepala..

“Kamu rapi amat.. mau ngapain ?” tanya Kelvin

“Kakak kepo wlee”

“Issh seriuss deeek” kesal Kelvin

“Hehe, ini kak, aku mau dinner sama
temen..

“Dinner ?”

Yupi mengangguk..

“Cowok cewek ?” tanya Kelvin penuh selidik

“Cowok”

“Temen apa temen tuh.. eciee..
cepet amat kamu dek udah dapet gebetan baru” ledek Kelvin

“Iiih kakaaak.. cuma temen doang kok” Yupi mengelak dan terlihat malu

“Ahaha.. iya-iya, mau kakak anter ?” tawar Kelvin

“Gausah deh kak, aku naik angkot aja” jawab Yupi
“Yakin?”

“Iyaa kakaak, aku kan udah besar” Yupi menggembungkan pipinya, minta banget dicubit

“Besar ? besar apanya kecil gitu” ledek Kelvin yang menjurus kearah *youknowlah

Yupi nampak bingung, sebelum akhirnya dia sadar dan menengok kearah dadanya

“Hehe, canda” Kelvin memang sangat senang membuat adiknya kesal..

Kelvin lalu kabur dan berlari ke kamarnya

“Iiiih kakaakkkk” Yupi menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil mengejar Kelvin yang kabur

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s