Annihilation part 3

Cover

Tidak ada siang hari di Bumi yang sudah tak berpenghuni itu, hanya ada kegelapan
pekat yang menyelubungi Bumi dan isinya, bahkan tumbuhan dan hewan pun sudah
musnah seiring dengan lenyapnya peradaban manusia. Udara di sekitar
terasa dingin
membeku, angin bertiup sepoi-sepoi, kabut mulai turun dari daratan
sehingga membuat
hdiung terasa membeku saat menghirup napas.

Tetapi udara dingin tersebut tidak menyurutkan niat para Iblis Klan Lucyfer
untuk menyerang Klan Vanguard, mereka tetap terbang dengan kecepatan tinggi.
Dipimpin oleh Pangeran Aidan sendiri, Ribuan Iblis lainnya seperti mendapatkan
penyemangat tersendiri ketika Raja mereka ikut berperang.

Hutan dan lautan luas telah mereka lewati, tapi tempat tujuan seakan tidak
pernah dicapai. Mereka sudah sedikit merasa lelah dengan perjalanan
ini, terlebih
suhu udara yang sangat dingin membuat sayap mereka terasa beku dan
sulit digerakkan.

“Aku mengerti bahwa kita tidak akan terbang tanpa berhenti, lebih baik kita
beristirahat terlebih dahulu” ucap Pangeran Aidan

Beberapa Iblis terlihat menghirup nafas lega, karena mereka merasa
akhirnya Raja mereka itu peka terhadap apa yang mereka semua inginkan,
yaitu untuk beristirahat

“Baiklah, semuanya kita mendarat di daratan luas yang ada disana”
Kelvin memerintahkan seluruh Iblis yang lain mewakili Pangeran Aidan

Lantas, mereka semua terbang menukik dengan kecepatan penuh dan mendarat mulus
pada sebuah daratan gersang yang luas.

“Istirahatlah kalian, satu jam lagi kita akan melanjutkan perjalanan”
perintah Pangeran Aidan

“Baik Yang Mulia” balas mereka serentak

Iblis-iblis beristirahat sambil duduk di bawah pohon besar, tentunya pohon itu
sudah mati dan beberapa daunnya sudah berguguran. Ada juga yang bertugas mencari
makanan, dan beberapa kayu agar nanti bisa digunakan untuk menghangatkan.

Makanan para Iblis adalah daging-daging atau darah, sepanjang jalan dan di dalam
hutan, beberapa Iblis mencari bangkai manusia ataupun bangkai hewan
yang tersisa
agar bisa diminum arahnya atau dimasak dagingnya.

“Aku sudah mendapatkan kayunya” Artha membawa cukup banyak kayu berukuran besar

“Taruhlah disana” Artha menuruti perintah Kelvin

Kelvin lalu mengarahkan tangan kanannya kearah kayu yang tertumpuk di depannya,
dan dalam sekejap, api sudah berkobar dan menyala-nyala. Kelvin baru saja
menyalurkan Roostnya untuk membuat kayu terbakar, tentu bukan hal yang sulit
baginya untuk mengeluarkan api sekecil itu. Perlu diketahui bahwa Roost bukan
hanya digunakan untuk menyerang musuh, tetapi bisa digunakan untuk
perlindungan diri dan dipakai untuk beberapa keperluan kecil.
Contohnya seperti yang Kelvin
lakukan tadi.

Berkat api yang dibuat Kelvin, Para Iblis akhirnya bisa merasakan
kehangatan setelah sebelumnya suhu yang teramat dingin menerpa. Kayu
yang dibakar bukan hanya berada di satu tempat, tetapi ada di sekitar
puluhan tempat berbeda agar Para Iblis bisa menghangatkan diri di
tempat yang berbeda.

“Yang Mulia, tolong beristirahatlah sejenak, dan menghangatkan diri”
Kelvin mendekati Pangeran Aidan yang sedang berdiri di dekat suatu pohon

“Tidak perlu, aku tidak merasa kedinginan, untuk istirahat, nanti aku akan
menyusul. Pergilah, aku hanya ingin sendirian” Kelvin menganggukan kepalanya
dan berlalu dari hadapan Rajanya

“Bagaimana ?” tanya Ve yang tengah duduk

“Yang Mulia menolak, ia bilang ingin menyendiri” jawab Kelvin

“Ada apa dengannya ?” tanya Ve lagi

Kelvin mengangkat kedua bahunya, yang mengisyaratkan bahwa ia tidak
tahu apa yang
sedang terjadi dengan Pangeran Aidan

Seluruh iblis duduk di daratan yang luas di dekat hutan, ada yang memutuskan
untuk sekedar beristirahat tapi tidak makan, tapi ada juga yang
melakukan keduanya.

“Heeei.. lihat apa yang kudapat, saatnya makan !!” Vinze datang dengan membawa
beberapa daging kelinci dan rusa yang ia temukan di hutan

“Bagus Vinze, ternyata kau bisa diandalkan dalam hal ini” Artha menanggapi
dan mengambil beberapa ekor kelinci dari tangan Vinze seakan tidak sabar ingin
makan.

“Tentu saja, aku adalah Iblis terbaik, lebih baik daripadamu Art” ledek Vinze

“Oh iya ? tapi kenapa saat latihan pedang tempo hari, kau kalah dariku ?”
Artha nampaknya seakan menyudutkan Vinze dengan mengungkit hal latihan pedang

“Hari itu kau hanya beruntung, toh, aku tidak ahli pedang. Jika kita beradu
Roost, tentu saja kau akan kalah dengan Listrikku”

“Omong kosong, kalah tetap kalah, boleh saja. Aku tertarik untuk
mengatahui apakah
kau bisa melawan Roost anginku” balas Artha tak mau kalah dan meletakkan
beberapa ekor kelincinya di tanah dan menatap tajam mata Vinze

“Kau hanya Iblis yang sombong” gumam Vinze

“Kau pertama yang sombong Vinze” balas Artha

“Heeei-heeii.. sudah berhenti, kalian tidak berguna. Tidak penting kalian
berdebat tentang hal ini, ada perang yang menanti di depan kita. Jadi bisakah
kalian berhenti berbicara ?!” Kelvin sedikit terpancing emosi dengan perdebatan
Vinze dan Artha

Baik Vinze dan Artha hanya diam tertunduk, sambil menyesali perbuatan mereka.
Ve di belakang hanya tersenyum sambil sedikit menggelengkan kepalanya
heran kepada kedua Iblis yang memang sering bertengkar tersebut. Di
samping Ve sudah ada Gaby disana yang sedang mengelap busur panahnya
menggunakan kain basah

“Kalian ini memalukan, untung saja Pangeran Aidan tidak melihat
perdebatan kecil kalian, jika saja Pangeran Aidan sampai melihatnya.
Habislah kalian berdua terkena
hukuman berat dari Pangeran Aidan” Kelvin masih tetap menegur kedua
Iblis yang berulah tadi

Setelah keduanya mendapat teguran dari Kelvin, Vinze dan Artha memulai
aktivitas makan mereka. Mereka menguliti daging kelinci dan rusa yang telah
mati itu, dan setelah selesai dikuliti, barulah daging-dagingnya
dibakar di depan
Api yang menyala.

Tak butuh waktu lama, daging mereka sudah matang. Dan dengan cepat Vinze dan
Artha melahap daging-daging itu. Beberapa Iblis yang lain pun ikut mengambil
daging yang sudah dibakar untuk mereka makan, termasuk Kelvin sendiri.

“Ve, Gaby, kalian tidak ingin makan ?” Kelvin menengok kearah samping kiri
kearah dua wanita Iblis itu

“Nafsu makanku tidak ada ketika ingin berperang” jawab Ve

“Aku tidak lapar” jawab Gaby

“Hmm.. baiklah, semoga saja kalian tidak kelaparan saat perang nanti” Kelvin
kembali menghadap kedepan dan meneruskan makannya

Sementara mereka semua tengah makan dan beristirahat, Pangeran Aidan tetap
menyendiri di bawah sebuah pohon, dirinya nampak sedang memikirkan sesuatu hal

“Melody ? siapa dia ? aku tidak tahu ternyata dia yang menjadi tangan kanan
Vanguard ?” batin Aidan dalam hati, ia berjalan mondar mandir, baju hitam
keemasannya berkibar terkena angin.

~~

“Bagaimana menurutmu tentang perang ini Ve ? apakah kita akan menang
dari mereka ?” Gaby meletakkan busur panahnya di tanah dan mulai duduk sambil
bertanya kearah Iblis wanita disampingnya

“Entahlah, tapi aku punya firasat bahwa kita akan menang. Yang Mulia Aidan
jelas memiliki kemampuan jauh dari Pangeran Vanguard” jawab Ve

“Menarik, akupun berharap begitu. Yang aku khawatirkan hanya jika kemampuan
pasukan-pasukan Vanguard bertambah kuat dari sebelumnya”

“Siapa yang kau maksudkan ?” Ve mengangkat satu alis matanya

“Ada beberapa”

“Yona kah yang kau maksud ?”

“Dia pemanah yang baik, bahkan akupun tidak yakin bisa mengalahkannya”

“Ayolah Gaby, kau harus optimis. Bukankah kau sudah berlatih dengan keras
belakangan ini ?” kata Ve mencoba meyakinkan

“Semoga saja latihanku kemarin bisa mengalahkannya” Ve mengangguk setuju

“Oh iya, kau tadi bilang ‘ada beberapa’, siapa lagi Iblis yang kau
khawatirkan ?”

“Tentu saja Melody yang mungkin akan menjadi musuh beratmu, ada juga Dhike
dengan Roost Es nya, dan yang terakhir tentu saja mantan kekasihmu, Razkal”

“Stop berbicara tentang dia”

“Maafkan aku karena membuatmu kembali mengingatnya”

Salah satu Iblis dari Vanguard yang bernama Razkal memang pernah menjadi
kekasih dari Ve pada saat Kerajaan Iblis belum terpecah menjadi dua seperti
sekarang. Keduanya terlihat serasih baik dalam fisik maupun kemampuan bertarung.
Tak jarang ketika sedang berlatih, Ve dan Razkal menjadi lawan tarung
masing-masing.
Jika dibandingkan dalam kekuatan Roost, Razkal sedikit unggul diatas Ve,
kemampuan Roost Es Ve pun muncul karena dilatih oleh Razkal. Hanya Malaikat
Rafael saja yang mungkin memiliki kekuatan setara dengan Razkal.

Hubungan Ve Razkal berjalan selama beberapa tahun. Sebelum akhirnya ada tragedi
kematian Raja Lucyfer, yang mengharuskan mereka berpisah karena berbeda pihak.
Ve merasa bahwa Pangeran Aidan lebih pantas, sementara Razkal
sebaliknya, memihak Pangeran Vanguard. Sejak saat itulah mereka berdua
memutuskan berpisah, meskipun berat bagi keduanya. Itu semua harus
terjadi, bagaimanapun kepentingan Klan
lebih penting dari masalah percintaan.

*Flashback On*

“Razkal…”

Iblis yang bernama Razkal menolehkan kepalanya saat mendengar ada yang
memanggilnya. Dilihatnya Veranda berlari mendekat kearahnya.

“Apakah kau benar akan membela Pangeran Vanguard ? tanya Ve setelah
ia tiba-tiba di hadapan Razkal.

“Aku mohon tolong ikutlah bersamaku di Lucyfer” lanjut Ve lagi sambil memohon
dan memegang lengan Razkal

Razkal menerangkan kepada Veranda tentang rencananya untuk membela
Vanguard dan alasan kenapa ia memlih Vanguard daripada Aidan (Klan
Lucyfer)

“T..ta..tapi. bagaimana dengan hubungan kita ?” tanya Ve yang sudah berlinang
air mata

“Aku sudah berpikir panjang, Ve. Berpikir tentang hubungan kita. Sekarang aku
sadar kalau selama ini kita terlalu memaksakan diri. Akhirnya semuanya terlalu
berat untuk kita jalani.

“Kau tidak bermaksud untuk…. untuk….”

“Iya, Ve. Aku ingin kau membuka lembaran hidup yang baru. Setelah ini aku
tidak mengganggumu lagi.”

Mata Ve terbelalak tak percaya. Sejurus kemudian ia menangis terisak hingga
seluruh tubuhnya bergetar. Razkal menarik tubuh Veranda dan memeluknya
erat-erat

“Maafkan aku Veranda” bisik Razkal.

“Berat sekali rasanya harus berpisah denganmu. Aku sangat mencintaimu. Tapi
semua memang harus berakhir” lanjut Razkal

“Kalau kau memang mencintaiku, seharusnya kau bersama denganku di Lucyfer dan
tidak pergi membela Vanguard, atau sebenarnya kau sudah memiliki kekasih baru
yang berada di Vanguard ? Apakah itu Elaine ? Kau memang mencintainya, kan ?”
Ve mengangkat kepalanya dan menatap wajah Razkal

“Saat ini tidak ada wanita lain di hidupku”

“Apakah suatu hari nanti kau akan bersama Elaine ?”

“Entahlah, aku tidak tahu. Aku belum memikirkannya” Ve meremas pakaian Razkal.
Air matanya mengalir semakin deras.

“Kumohon jangan tinggalkan aku, Razkal” desis Ve berulang-ulang

“Kau akan baik-baik saja Veranda-ku. Aku mencintaimu, tapi kita memang tidak
ditakdirkan untuk bersama.” Razkal mencium kening Veranda untuk terakhir
kalinya, perlahan dilepaskanlah pelukannya

“Saat perang nanti, aku bersumpah tidak akan menyerangmu. Aku hanya fokus
membunuh Vinze, Stanley atau Kelvin” lanjut Razkal dan kemudian ia pergi

*Flashback Off*

“Tidak perlu minta maaf, aku tidak apa-apa” Ve termenung sambil melihat tanah,
Rasanya pikirannya kembali terbayang akan kenangan indah bersama
Razkal, tanpa terasa bulir bening menghiasi matanya, karena tidak mau
dilihat oleh Gaby bahwa dirinya menangis, Ve buru-buru mengelap air
mata yang turun.

“Kau tidak berniat mencari pria lainnya ? maksudku yang berasal dari Lucyfer,
bukan Iblis dari Vanguard” entah kenapa Gaby menanyakan hal tersebut. Ada
sedikit rasa penasaran dalam dirinya mengenai masalah asmara Ve

“Entahlah, aku ingin lebih fokus melayani Pangeran Aidan dan berperang”

“Tapi kurasa masalah ini juga penting untuk menambah semangat dalam
perang maupun urusan kerajaan” Ve hanya diam saja, tidak menanggapi
perkataan Gaby

“Bagaimana dengan Kelvin ?” Gaby bertanya tiba-tiba

“Atau banyak Iblis lainnya yang menurutnya mereka semua tampan-tampan” lanjut
Gaby lagi berbicara

“Memang hampir semua Iblis berwajah tampan, Gaby” potong Ve

“Ya, maksudku bukan hanya tampan fisik, tetapi sikap dan perilakunya Ve”

“Aku dekat dengan Kelvin, tetapi aku hanya dekat sebatas untuk melayani Pangeran
Aidan, tidak lebih.”

“Kenapa tidak kau coba saja untuk menjalin hubungan sebagai kekasih dengannya ?”

“Aku tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak, toh aku untuk sekarang
aku tidak berminat untuk mencari kekasih” Gaby akhirnya menyerah untuk mencoba
mencari pengganti Razkal bagi Ve

“Haah, yasudah, kuharap kau bisa melupakan Razkal”

“Aku sudah melupakannya” potong Ve cepat

“Baguslah”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

3 tanggapan untuk “Annihilation part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s