Silat Boy : Dua Bodyguard Part 30

CnJGPUtWgAEeomp

Lima menit kemudian, kini Rusdi sudah tiba ditempat itu. Ternyata
disana sudah dibuatkan tempat untuknya bertanding. Tempat sederhana
yang terbuat dari pagar kayu.

Rusdi kemudian masuk menuju arena pertandingan, dan disana sudah ada
salah satu bodyguard Mister Liem yang bernama Capu. Capu kembali
menantang Rusdi.

“Pertandingan Rusdi dengan 2 bodyguard Mister Liem akan segera
dimulai.” ucap salah satu warga.
“Apa Rusdi bisa menang?” tanya warga lain.
“Berdoa aja, semoga dia menang.” balas warga lain.

“Kali ini aku tidak akan ragu memukulmu! Kau tidak akan menang
melawanku!” Rusdi nampak geram.
“Diam!” Capu kemudian berlari kearah Rusdi.

Capu lalu menendang Rusdi dengan kaki kanannya. Rusdi menahan kaki
kanan Capu, lalu menendang perut Capu. Capu terguling ke belakang,
warga bersorak karna Rusdi berhasil menjatuhkan Capu.

Rusdi hanya tersenyum melihat penduduk desa itu. Sekilas ia melihat
dua orang seperti wartawan. Satu memegang microfon, satunya lagi
memegang kamera.

Capu kemudian kembali berdiri. Ia menyerang Rusdi dengan emosi, tapi
Rusdi dengan santai menangkis serangan-serangan itu. Rusdi kembali
menendang Capu hingga terjengkang. Warga kembali bersorak, sementara
Mister Liem hanya diam.

“Kalahkan dia dalam 2 menit!” bisik Mister Liem, kemudian perlahan
Capu kembali berdiri.
“BAIKLAH!!!” teriak Capu, ia kembali menyerang Rusdi.

Rusdi kembali menangkis serangannya, tapi serangan Capu kali ini jauh
lebih cepat. Sesekali Rusdi terkena serangannya. Capu terus memukul
dengan kecepatannya. Rusdi masih berusaha menangkis.

Saat Capu hendak memukul kepala Rusdi, Rusdi dengan cepat memukul
wajah Capu dengan sikuknya. Capu kesakitan, ia memegangi hidungnya.
Rusdi berputar, lalu menendang kepalanya hingga Capu mundur beberapa
langkah.

Rusdi menggunakan Blue Power, darah muncrat dari hidung Capu. Rusdi
menarik kerah baju Capu agar ia kembali berdiri. Rusdi sejenak menatap
wajahnya yang sudah tak berdaya.

Rusdi kemudian meniru gerakan istimewa milik Kak Ve. Rusdi berputar,
lalu menendang Capu dengan kuat. Capu terpental hingga terbang
melewati pagar kayu yang merupakan garis pembatas.

Capu sangat kesakitan, pelipis dan hidungnya berdarah. Rusdi hanya
menatapnya geram. Warga kemudian bersorak, bahkan ada beberapa warga
yang membuat sebuah poster bertuliskan namanya.

“Waw…” Ulung melotot melihat kehebatan Rusdi.
“Bagaimana mungkin? Dia?” Ulung nampak bingung.
“Itulah semangatnya!” Boim tiba-tiba muncul.

“Aku mengalahkannya kurang dari 2 menit, itu cukup untuk mengobarkan
semangatku!” gumam Rusdi.
“Kau selanjutnya!” Rusdi menantang bodyguard satunya lagi yang
badannya jauh lebih besar.

“Jack, masuk dan kalahkan dia!” bisik Mister Liem.
“Baiklah!” kemudian bodyguard yang bernama Jack itu masuk menuju arena
pertandingan.

Jack terlihat jauh lebih tua dari pada Rusdi. Tapi itu tidak cukup
untuk membuatnya gentar. Rusdi kemudian menggunakan kuda-kuda yang
dulu pernah ia gunakan saat final melawan Boim.

“Kuda-kuda itu kan?” Boim nampak terkejut.
“Kenapa?” tanya Ulung.
“Tidak ada, nikmati saja pertarungannya.” jawab Boim.

Jack hanya diam seraya menatapnya datar, sementara Rusdi sudah siap
menyerang. Rusdi kemudian mulai menyerang, tapi Jack menahan
tangannya.

Rusdi kemudian berputar, dan menendangnya. Tapi Jack menahan kakinya,
kemudian menendang Rusdi dengan kuat. Rusdi terguling karena serangan
itu.

Warga lain hanya melongo. Boim ingin sekali membantunya, tapi ia tidak
bisa. Rusdi hanya menatap Jack dengan bingung. Jack begitu kuat, ia
tidak yakin bisa mengalahkannya.

“Kau bukan orang Indonesia! Lalu untuk apa kau datang ke negeri kami?
Tidak akan kubiarkan kau merebut tanah kelahiranku! Kau pasti akan
kukalahkan!” Rusdi perlahan berdiri dari jatuhnya.

“Maju!” Jack menantang Rusdi.
“Ohh… kau berani menantangku?” Rusdi hanya melihatnya seraya
menyeringai penuh amarah.
“BAIKLAH!!!” Rusdi kemudian berlari kearah Jack.

Rusdi menendang tangan kanan Jack, kemudian berputar dan menendang
kepalanya. Jack berhasil meredam tendangan itu, kemudian Jack melompat
dan menendang wajah Rusdi dengan lututnya.

Rusdi telak terkena serangan itu, kemudian ia tumbang. Para penduduk
mulai gelisah, mereka takut kehilangan tanahnya. Jika Rusdi kalah,
maka habis sudah harapan mereka.

Rusdi menggeleng pelan, pandangannya kabur sesaat. Sambil menahan rasa
sakit, Rusdi memaksakan berdiri. Ia kembali menggunakan kuda-kuda
andalannya. Rusdi masih pusing, ia kembali menggeleng pelan.

“Ada apa Silat Boy? Kau sakit? Hah?” Jack terlihat merendahkannya.
“Dasar bocah! Kau tidak akan menang melawanku, lebih baik menyerah
saja dari pada kau terluka lebih parah lagi.” Jack semakin meledeknya.

“NKRI harga mati, aku tidak akan menyerah sekalipun aku harus mati!”
ucap tegas Rusdi.
“Mari lanjutkan duel kita!” sambung Rusdi.

Jack kemudian menendang dada Rusdi, setelah itu membantingnya ke
lantai. Rusdi dengan sigap kembali berdiri, tapi Jack menendang kaki
kananya. Rusdi kesakitan, tapi ia masih berusaha melawan.

Rusdi menyerang Jack dengan kecepatan serangannya. Jack tidak bisa
menangkis semua serangan itu, ia hanya menahannya dan menunggu Rusdi
kelelahan sebelum akhirnya ia menyerang balik.

Jack memukul wajah Rusdi hingga babak belur. Rusdi benar-benar sudah
tidak melawan lagi, Rusdi akan kalah! Rusdi masih bertahan walaupun
Jack berkali-kali memukulnya.

Jack menyerang Rusdi dengan brutal, kemudian serangan terakhirnya
tertumpu pada satu pukulan kuat. Jack memukul Rusdi dengan kuat hingga
Rusdi terkapar di tanah.

Suara penduduk makin terdengar tidak jelas. Antara terdengar
menyemangatinya dan memakinya karna hampir kalah. Jack menginjak dada
Rusdi. Sesak sekali, ia berusaha menyingkirkan kaki Jack.

“Ada kata-kata terakhir? Silat Boy…” Jack menyeringai.
“Jangan anggap remeh kemampuan anak bangsa ini!” Rusdi berhasil
menyingkirkan kaki itu.
“HAAA!!!” Rusdi menendang Jack seraya melompat ke belakang.

Rusdi kembali berdiri diiringi suara tepuk tangan warga desa. Kali ini
mereka terdengar jelas meneriaki namanya, menyemangatinya agar bisa
menang. Jack hanya tersenyum merendahkan.

Rusdi terseok-seok menghampiri Jack, kemudian Jack memukul wajahnya.
Rusdi berputar dan balik memukul wajah Jack. Jack terkejut, tapi Rusdi
terus berusaha memukul wajah Jack lagi.

Jack menendang dada Rusdi, tapi Rusdi hanya bertahan seolah tidak
merasakan sakit. Rupanya Rusdi sudah menggunakan teknik Pukulan Kuat
miliknya. Rusdi memusatkan pukulan penuh pada kedua tangannya.

Jack menahan tangan Rusdi, tapi Rusdi berhasil memukul wajah Jack
dengan tangan satunya. Rusdi terus memukuli Jack bagai samsak. Jack
memukul Rusdi, tapi Rusdi menahan tangan Jack.

Rusdi lalu menarik tangan Jack, dan membenturkan wajah Jack dengan
lututnya. Rusdi kembali memukuli Jack, sementara Jack berusaha menahan
rasa sakit itu.

Rusdi sudah terluka parah, wajahnya babak belur. Matanya lebam,
pelipisnya berdarah, tapi ia masih kuat menyerang. Rusdi berhasil
memukul mundur Jack, kemudian Rusdi salto dan menendang dagu Jack
hinggga Jack mendongkak keatas.

Setelah itu Rusdi kembali salto dan menggunakan Blue Power. Jack jatuh
tersungkur ke belakang menghantam pagar kayu. Pagar kayu itu patah
tertimpa tubuh Jack yang kekar.

Jack pingsan saat itu juga. Dalam serangan brutal itu Jack sudah
kalah. Rusdi hanya menatap Jack dengan tatapan sinis. Suara penduduk
terdengar makin ramai.

Akhirnya ia menang, Rusdi berhasil mempertahankan tanah kelahirannya.
Rusdi tersenyum puas. Ulung memeluknya bangga seraya tertawa riang.

Dibalik kerumunan orang, Boim menatapnya sambil tersenyum. Boim
berhasil menyaksikan pertandingan itu tanpa diketahui oleh Rusdi.
Perlahan Boim pergi meninggalkan Rusdi.

Mister Liem hendak pergi dari desa itu saat Rusdi menatapnya penuh
amarah. Tatapan itu terlihat mengendalikan. Mister Liem dan Capu
membopong Jack pergi dari desa itu. Penduduk desa menyorakinya saat
Mister Liem pergi.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Numpang nitip link thor… :3
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s