Annihilation part 2

Cover

Para Iblis itu terbang pergi ke tempat dimana pemimpin mereka, Aidan berada.
Setelah mereka terbang cukup lama, sampailah rombongan itu di tepi hutan.
Sebuah jalan setapak yang kanan kirinya ditumbuhi bunga warna hitam membawa mereka ke suatu tempat yang berbentuk seperti Istana.

Istana itu terlihat megah, dihiasi oleh berbagai macam ornamen kaum Iblis
seperti lambang Ular di atas atap bagian kanan kiri, serta di tengahnya terdapat
bendera Klan Lucyfer yang sedang berkibar kencang tertiup angin. Bendera mereka itu
terdiri dari dua buah sayap hitam yang terbentang, dan juga gambar Api yang
berkobar ditengah-tengah kedua buah sayap, di atas api tersebut, terdapat inisial huruf “L” yang melambangkan Lucyfer. Lambang tersebut biasa mereka sebut dengan “Demonic Fire”.

Klan Lucyfer

Setelah sesampainya di dalam Istana megah tersebut. Mereka bisa melihat
keramik-keramik berwarna hitam dari batu pualam, ada juga Lemari besar disana
yang berisikan koleksi pedang beserta panah dari Pangeran Aidan. Disamping,
dibagian tembok-tembok, ada lukisan-lukisan berukuran besar dengan gambar
Lucyfer. Tidak hanya ada gambar Lucyfer saja. Ada juga berbagai lukisan dan
foto dari Iblis-iblis kuno sebelum jaman Lucyfer. Karpet merahbterbentang kedepan
menuju jalan setapak lurus yang berujung pada kursi bersandaran tinggi. Pada
kursi bersandaran tinggi tersebut, duduklah Pangeran Aidan disana. Pangeran Aidan memakai pakaian hitam gelap dengan bersulamkan benang  emas, sedangkan disamping Aidan, berdiri Ve dengan wajahnya yang lembut sambil diiringi senyum manis

“Kelvin dan Iblis lainnya bersujud memberi hormat kepada Yang Mulia Aidan”
kata Kelvin, lalu serentak, ribuan Iblis itu bersujud memberi hormat

Pangeran Aidan mengangkat sebentar tangan kanannya untuk menanggapi penghormatan dari pengikutnya.
“Berhubung Bumi sudah kosong, dan Manusia sudah punah. Istana kita dipindah ke dalam hutan ini, ada yang merasa keberatan ?” tanya Aidan kepada seluruh Iblis di depannya

Tentu saja, para Iblis itu langsung menggeleng, yang berarti menyatakan
tidak keberatan dengan keputusan Pangeran mereka

“Tidak, Yang Mulia” jawab Kelvin mewakilkan ribuan Iblis di belakangnya

“Baguslah kalau begitu, seperti yang kita tahu, Klan Vanguard juga mengikuti
kita dengan tinggal di Bumi ini. Aku sudah mengetahui tempat persembunyian mereka.” Pangeran Aidan melanjutkan bicaranya, dan Iblis lainnya mendengarkan
dengan seksama

“Dimanakah mereka Yang Mulia ?” tanya Kelvin

“Mereka ada di Utara, 5000 km dari sini” jawab Aidan dingin

Sebelum ras manusia musnah yang dikarenakan “pembersihan”, Para Kaum Iblis
memang menghuni dunia bawah tanah, orang-orang mungkin biasa menyebutnya dengan neraka. Di neraka sana, terdapatlah Kerajaan Iblis yang megah yang terpaksa
terpecah menjadi dua bagian, yaitu Klan Lucyfer dan Vanguard. Mereka mendirikan
istana megah di bawah sana, tak jarang juga kedua klan sering terlibat  pertempuran, baik Vanguard menyerang Lucyfer, atau sebaliknya. Hasilnya masih terbilang imbang, kedua pemimpin menolak menyerah dan tetap bersikukuh untuk
tetap berperang sampai salah satu dari Aidan atau Vanguard tewas.

Setelah manusia punah dan Bumi tidak lagi berpenghuni, Para Iblis memutuskan untuk
tinggal di Bumi, dan membangun kembali kekuatan klan di Bumi. Mereka berencana
untuk segera bangkit dari pembantaian kaumnya oleh Para Malaikat 100 tahun lalu.
Bagaimanapun, hanya ada satu yang menjadi tujuan Aidan, yaitu membalaskan
dendam Ayahnya dan membunuh Gabriel. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi, kekuatan Aidan saat ini mungkin sudah bisa
dibilang menyamai kekuatan Ayahnya pada saat bertarung melawan Gabriel 100 tahun lalu, bukan hanya kekuatan untuk perang,
Aidan juga memiliki kemampuan untuk untuk memindahkan Istana Kerajaan mereka dalam sekejap mata, sebelumnya, hal ini hanya bisa dilakukan oleh Lucyfer, Ayahnya saja.

“Sudah tidak sabar aku ingin bertemu dengan adikku” lanjut Pangeran Aidan, tentu adik yang dimaksud olehnya adalah Pangeran Vanguard, yang sekarang menjadi musuh kedua terbesarnya setelah Gabriel.

“Apa ada kabar tentang kekuatan terbaru mereka ?” Pangeran Aidan berdiri dari
singgasananya dan mendekati Kelvin

“Menurut laporan Mata-mata kita, kekuatan mereka berkembang pesat Yang Mulia.
Ini semua tidak lain karena didikan Yang Mulia Vanguard sendiri beserta dengan
“tangan kanan” nya yang setia” jawab Kelvin dengan lugas dan penuh hormat

Di dalam Kerajaan Iblis, mereka juga mempunyai bagian-bagian tertentu,
jika mereka ahli berperang, tentu akan ikut berperang, jika ahli memanah, akan
menjadi pasukan panah.Tapi jika ada yang kurang mahir dalam ilmu senjata maupun Roost,  Iblis lainnya dipaksa untuk belajar menjadi mata-mata, agar dapat mengetahui kekuatan dan keberadaan musuh. Selain itu, tugas mata-mata juga untuk memecahkan kode-kode sandi atau menciptakan bahasa-bahasa isyarat agar taktik perang tidak diketahui musuh. Oleh karena itu, mata-mata juga merupakan faktor penting dalam sebuah perang atau pertempuran.

Baik Klan Lucyfer dan Klan Vanguard, keduanya memiliki mata-mata yang cukup
kuat, tapi jika dibandingkan, Klan Lucyfer agak sedikit lemah dalam mata-mata,
tetapi unggul dalam ilmu senjata, panah, strategi dan Roost, sedangkan Klan Vanguard sebaliknya.

“Tangan kanan ? siapakah dia ? Setahuku pasukan Vanguard tidak ada yang terlihat menonjol untuk dijadikan tangan kanan ?” (anak buah/bawahan setia) Pangeran Aidan terlihat mengernyitkan dahinya

“Dia adalah Melody Yang Mulia” tiba-tiba saja Ve yang menjawab dari arah belakang
sambil berjalan mendekat kearah Kelvin dan Aidan

“Benar apa kata Ve Yang Mulia, Melody terkenal akan ketegasan dan kedisiplinannya yang membimbing Para Iblis untuk ahli dalam senjata terutama ilmu Roost, ia sangat kuat dalam Roost Listrik”

“Melody ? hmm.. Melody Melody” Pangeran Aidan berjalan mondar-mandir seperti
terlihat sedang berpikir

“Aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya, yang kutahu dari Klan
Vanguard hanyalah Wildann, Ornald
dan Elaine, itu saja. Aku tidak peduli
dengan Iblis bodoh lainnya disana” kata Pangeran Aidan sedikit melecehkan

Wildannn, Iblis kesayangan Vanguard ini merupakan yang menonjol dan memiliki
kemampuan yang sangat tinggi, meskipun belum setara dengan Pangeran Aidan, tetapi
diperkirakan kemampuan Wildann setara dengan Kelvin. Baik keduanya juga sama-sama memiliki keahlian di bidang Roost Api.

Ornald, Iblis yang satu ini memiliki rambut coklat yang panjang hingga sebahu,
bisa dibilang tugasnya di Klan Vanguard adalah sebagai panglima perang. Iblis
ini tidak ahli dalam Ilmu Roost, ia hanya ahli dalam serangan jarak pendek saja
seperti menggunakan Pedang. Jika dibandingkan dengan Klan Lucyfer, mungkin
Kruzu lah merupakan Iblis yang tepat untuk berhadapan dengan Ornald

Terakhir adalah Elaine, Iblis ini merupakan seorang wanita, tubuhnya tidak
seperti Iblis kebanyakan, tubuhnya mungil dengan rambut hitam panjang yang
dikuncir, matanya memancarkan kelembutan. Tapi siapa sangka, Iblis lembut dan cantik sepertinya memiliki kekuatan yang besar. Ia mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan Iblis yang terlukam selain itu ia juga Iblis yang handal dalam
Roost Es, jika dibandingkan dengan Ve, kekuatan Elaine masih sedikit
dibawah wanita Lucyfer itu.

Masih banyak lagi Iblis-iblis penting lainnya di dalam Klan Vanguard, yang masing-
masing dari mereka tentunya sudah dilatih dan dididik untuk handal dalam peperangan, sama seperti yang Pangeran Aidan lakukan terhadap Ve atau Kelvin

“Tenang saja Yang Mulia, Melody akan menjadi urusanku, Yang Mulia lebih baik
fokus untuk menghabisi Pangeran Vanguard saja” saran Ve sambil menatap kearah Rajanya

“Baiklah, kalau begitu Ve. Kau !! Kelvin !” panggil Pangeran Aidan sambil
menunjuk wajah Kelvin dengan jari telunjuk kanannya

“Siap, Yang Mulia ??” Kelvin menundukkan wajahnya untuk sedikit menghormat

“Kau urus Wildann, kuharap Roost Apimu dapat mengalahkan Roost Api miliknya”
perintah Pangeran Aidan

“Sesuai perintah Yang Mulia” jawab Kelvin penuh hormat

“Bagus, aku tidak mau ada kekalahan di perang ini, Artha, Vinze, Stanley !”

“Siap Yang Mulia ?” ucap ketiga Iblis yang dipanggil namanya bersamaan sambil
sedikit membungkuk

“Kau tetap berada di belakang Kelvin dan Ve. Bagamainapun, kalian akan tetap aman jika bersama mereka berdua, awasi sekitar. Dan persiapkan pasukan kalian” ketiga Iblis yang disuruh hanya mengangguk pertanda menyetujui perintah Raja mereka

“Kruzu, kau ikut denganku. Ilmu pedangmu sangat dibutuhkan disini”
Iblis yang bernama Kruzu langsung maju mendekati Pangeran Aidan

“Baik, Yang Mulia, hamba siap melindungi Yang Mulia sampai mati” jawab Kruzu
hormat

“Dan terakhir, pasukan panah. Gaby ! pimpin mereka” sambil memegang busur
panah berwarna hitam keemasan, Iblis wanita yang bernama Gaby tersebut
lalu maju dan melakukan apa yang seperti Iblis lainnya lakukan, yaitu membungkuk memberi hormat dan menyetujui perintah Rajanya

“Siap, Yang Mulia”

“Kau tetaplah berada paling belakang, kemampuan panah sangat berguna untuk
serangan jarak jauh” potong Pangeran Aidan

“Siap Yang Mulia”

Setelah Pangeran Aidan selesai memberikan perintah-perintah perang kepada setiap pemimpin pasukannya, Raja Iblis tersebut menarik satu buah bilah pedang dari sarung yang terletak di pinggang kirinya. Terlihatlah pedang yang sangat panjang dengan ujungnya yang terlihat sangat tajam. Pedang itu berwarna
keemasan di bagian bawahnya, dengan sedikit ornamen-ornamen api. Mereka biasa menyebut Pedang itu dengan nama “Holy Lusword”. Dinamakan Holy Lusword karena mengambil dari kata Holy = suci, dan Lusword yang berarti Lucyfer’s Sword. Jika diartikan Holy Lusword adalah Pedang suci milik Lucyfer. Pedang itu diberikan Lucyfer
sendiri kepada Aidan sesaat sebelum dirinya tewas dalam peperangan

Konon katanya, beberapa juta tahun lalu, pedang itu merupakan pedang yang sangat suci. Bahkan pedang itu pernah digunakan Lucyfer untuk melukai Tuhan pada peperangan di Surga, oleh karena itu, Aidan sangat menjaga pedang pemberian Ayahnya itu. Dirinya yakin dapat mengalahan Vanguard dengan pedang
suci itu, bahkan Gabriel pun bertekad ia musnahkan dengan “Holy Lusword”.

“Keluarkan sayap kalian, kita berangkat sekarang juga” terlihatlah sayap
Pangeran Aidan yang berwarna hitam mengerikan, dan kemudian diikuti oleh
ribuan Iblis di Istana itu yang mengeluarkan sayap mereka secara bersamaan

Mata dari Pangeran Aidan sudah berwarna merah menyala, tetapi tetap tidak
mengubah wajah dinginnya itu yang masih saja terlihat tampan. Jika mungkin
ada manusia biasa melihat Pangeran Aidan, mungkin orang tersebut tidak
akan menyangka bahwabsesungguhnya Pangeran tampan dan berwajah dingin itu
merupakan Raja Iblis.

“Untuk Yang Mulia Aidan, Untuk Klan Lucyfer !!!

“Untuk Yang Mulia Aidan, Untuk Klan Lucyfer !!!

“Untuk Yang Mulia Aidan, Untuk Klan Lucyfer !!!

Kembali para Iblis disana meneriakkan kata-kata yang mungkin merupakanbyel-yel penyemangat sebelum memulai suatu perang.

~oOo~

“Mereka akan segera datang, bersiaplah !!!” Vanguard tersenyum sinis

“Siapa yang Yang Mulia maksudkan ?” tanya Iblis di depannya

“Klan Lucyfer bodoh, mereka akan segera datang kesini” jawab Pangeran Vanguard
sambil bangkit berdiri dari singgasana tempatnya duduk

Vanguard merupakan Iblis yang luar biasa, instingnya sangat tajam sehingga
jika ada sesuatu hal yang akan terjadi, dirinya tahu terlebih dahulu daripada
Iblis lainnya. Ia seperti mempunyai mata ketiga di dahinya yang bisa melihat
aktivitas musuh

“Hamba tidak menyangka mereka akan menyerang secepat ini, maafkan Hamba”
Wildann membungkuk sedikit memberi hormat

“Setidaknya kita masih punya waktu hingga hari ini, perjalanan menuju sini
membutuhkan waktu seharian, persiapkan segalanya” perintah Pangeran Vanguard

“Siap Yang Mulia”

“Dimana Melody ?” potong Pangeran Vanguard cepat

“Ia sedang melatih Roost beberapa pasukan di lapangan barat” jawab Wildann

“Kau beritahukan saja dia, tetap berlatih. Tapi beritahukan informasi ini”
ucap Pangeran Vanguard tegas

“Siap Yang Mulia, hamba ijin pergi” kemudian Wildann pergi berlalu dari
singgasana Pangeran Vanguard

“Kita akan segera bertemu Kakak, aku sudah merindukanmu” desis Pangeran
Vanguard pelan sambil tersenyum sinis

*Klan Vanguard’s POV end*

~oOo~

Pangeran Aidan keluar dari dalam Istana, begitu juga dengan ribuan Iblis lainnya
mengikuti di belakang. Setelah semuanya berada di depan Istana, tepatnya
di sebuah lapangan yang luas, Pangeran Aidan memimpin rombongan dengan terbang terlebih dahulu dengan diikuti Ve, Kelvin dan yang lainnya.

Mereka semua sedang dalam perjalanan menuju Klan Vanguard yang terletak 5000 km kearah Utara. Peperangan besar sudah menunggu di depan mata..

*To Be Continued*

Created by @KelvinMP_WWE

Iklan

2 tanggapan untuk “Annihilation part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s