Silat Boy : Minggu Ketiga Part 21

CnJGPUtWgAEeomp

Beberapa hari kemudian, Rusdi dan kedua sahabatnya kembali ke rumah
Kak Ve. Rusdi masih belum membuka perban di kepalanya. Ia masih belum
sembuh total, tapi ia memaksakan dirinya untuk latihan.

“Gimana liburan kamu?” tanya Kak Ve.
“Lumayan seru.” jawab Rusdi.
“Kakak kamu enggak marah kamu diperban gitu?” tanya Kak Ve.
“Marah sih, tapi aku bisa atasi.” Rusdi tersenyum pada Kak Ve.

“Oke, latihan hari ini adalah menemukan gerakan baru untukmu. Dua
minggu lagi kau akan melawan Boim, jadi mulai hari ini kau harus bisa
menguasai gerakan istimewamu sendiri!” ujar Kak Ve.

“Kakak punya gerakan istimewa?” tanya Rusdi.
“Punya, kakak cuma pake gerakan itu sekali dalam perkelahian. Itu pun
di saat-saat terakhir.” jawab Kak Ve.

“Saat lawan Boim kakak pernah pake gerakan istimewa itu. Gerakan
berputar lalu menendang dada lawan dengan kuat, itu gerakan
istimewanya. Serang lawanmu dengan satu serangan kuat saat ia lemah!”
sambungnya.

Mulai hari ini ia akan latihan dengan serius di gym tradisional. Kak
Ve dan Rusdi lalu menuju tempat itu. Sebelumnya Rusdi juga sudah
berganti pakaian.

“Tendang kendi itu!” Kak Ve menunjuk sebuah kendi yang tergantung disana.
“Baiklah.” Rusdi kemudian menendang kendi itu dengan tendangan huruf T
yang mengarah ke atas.

Ia berhasil menendang kendi itu hanya dalam sekali percobaan. Tapi Kak
Ve nampak biasa saja. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Kak Ve sama
sekali tidak memuji usahanya.

“Kau harus menemukan gerakan istimewamu sendiri, gerakan baru dalam
dirimu. Cobalah belajar salto menendang kendi itu.” ucap Kak Ve.
“Akan kuusahakan.” balas Rusdi.

Disana tergantung sepuluh kendi yang berjajar dengan jarak kurang
lebih 60 cm. Kendi itu digantungkan pada sebuah bambu yang menyerupai
gawang, hanya saja lebih lebar.

Tinggi kendi itu kira-kira satu meter. Rusdi berhasil memecahkannya
satu, itu berarti tinggal sembilan percobaan lagi baginya untuk
menemukan gerakan istimewa dalam dirinya.

Rusdi berkali-kali mencoba salto, namun gerakan itu cukup sulit. Dua
minggu ini ia akan latihan dengan serius bersama Kak Ve. Kak Ve kini
hanya bersantai memandangi muridnya yang tengah berusaha keras.

Sama seperti saat ia latihan kuda-kuda, Kak Ve hanya bersantai. Bahkan
waktu itu Kak Ve tidak mengawasinya. Tapi kali ini Kak Ve
mengawasinya. Bahkan sesekali berteriak jika gerakannya salah.

“Kalian berdua teman Rusdi, kan?” tanya Kak Ve pada Epul dan Naomi.
“Iya, kami sahabat barunya.” jawab Epul.
“Mulai hari ini biarkan dia berlatih sendirian.” balas Kak Ve dengan
wajah datar.

“Kalian tidak boleh datang lagi! Dua minggu ini biarkan dia fokus pada
latihannya, mengerti?” tanya Kak Ve.
“Mengerti!” jawab Epul dan Naomi hampir bersamaan.

“Tenang aja, jangan khawatirkan dia. Lihatlah dia, keinginannya untuk
bisa beladiri mengalahkan rasa lelahnya. Dan aku rasa dia tidak akan
patah semangat.” Kak Ve berusaha tersenyum.

“Ya, kami mengerti.” ujar Naomi.
“Dia anak yang tangguh.” balas Epul, memperhatikan Rusdi lamat-lamat.
“Percayalah, dia pasti bisa mengalahkan Boim.” Kak Ve menyentuh lembut
bahu mereka.

Siang itu Rusdi hanya berlatih menemukan gerakan istimewa dalam
dirinya. Bahkan sampai sore pun ia tetap melakukan itu. Tidak ada kata
lelah dalam dirinya.

Ia rela melakukan gerakan apapun yang diperintahkan oleh Kak Ve. Ia
sungguh sukarela melakukannya. Hari itu Rusdi hanya beristirahat
sekali. Padahal sebelumnya ia selalu beristirahat dua kali dalam
latihannya.

Ia sungguh ingin mengalahkan Boim dalam tantangannya yang akan
dilaksanakan dua minggu lagi. Apapun yang terjadi ia harus
mengalahkannya. Boim harus diberi pelajaran agar ia sadar.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s